Suggestion
E. SIMPULAN DAN SARAN
V. SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
5. KESIMPULAN DAN SARAN
168
karyawan dan juga tersedianya fasilitas yang lengkap dan modern semakin besar pula minat non muslim untuk menjadi nasabah di BMT.
Variabel kedua yang mempunyai pengaruh cukup besar adalah produk, yang mempunyai pengaruh 45,5. Dengan adanya keberagaman produk yang disediakan oleh BMT untuk memfasilitasi keinginan nasabah dalam membantu pengelolaan dana mereka, dapat menjadi daya tarik yang cukup kuat bagi minat non muslim untuk menjadi nasabah di BMT. Hal ini ditambah dengan peran BMT dalam membuktikan bahwa sistem syariah sebenarnya lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional akan semakin membuat daya tarik lebih besar.
Variabel yang mempunyai pengaruh cukup adalah reputasi dengan pengaruh sebesar 28,8.
Variabel reputasi berpengaruh signifikan dan bernilai positif, ini menandakan bahwa reputasi dari BMT cukup penting dimata para nasabah, baik dari segi pelayanan, keuangan ataupun yang lainnya. Bagi nasabah sebuah reputasi masih dianggap penting dalam membuat keputusan untuk bergabung menjadi nasabah atau tidak dikarenakan masih ada di beberapa tempat kasus kejahatan ataupun penipuan mengatasnamakan BMT sehingga nama baik sebuah BMT masih sangat penting di mata para nasabah.
Variabel terakhir yang mempunyai pengaruh hanya sebesar 19,9 yaitu promosi, dan tidak dianggap signifikan dalam mempengaruhi minat non muslim untuk menjadi nasabah BMT karena terlalu kecil pengaruhnya. Hal ini disebabkan cara kerja BMT dalam mencari nasabah baru yang lebih mementingkan pendekatan secara langsung kepada nasabah dibanding melakukan promosi melalui media-media elektronik maupun cetak. Yang sebenarnya membuat masyarakat dalam artian luas belum terlalu mengetahui seperti apa BMT, dan hanya diketahui oleh kelompok masyarkat tertentu saja, semisal para pedagang yang ada di pasar.
Pengaruh variabel secara keseluruhan terhadap minat non muslim dengan variabel independen produk, fasilitas pelayanan, promosi, dan reputasi memberikan dampak positif secara bersama-sama terhadap variabel minat non muslim dengan nilai R2 sebesar 0,635. Dengan jumlah nilai R2 yang cukup tinggi ini maka dapat dinyatakan bahwa penelitian berhasil mengungkap 63,5% faktor yang mempengaruhi minat non muslim menjadi nasabah BMT dan hanya terdapat 36,5% faktor lain diluar model yang mempengaruhi minat non muslim. Model regresi ini juga menunjukkan berhasil lulus dari uji asumsi klasik. Dan nilai tolerance dan VIF diketahui bahwa antar variabel independen tidak terdapat multikolinieritas. Untuk-uji heterokedastisitas juga berhasil dinyatakan lulus dengan tidak terdapatnya heteroskedastisitas melalui uji metode park dan berdasarkan uji asumsi klasik berhasil didapat model regresi yang cukup baik.
169
Amir Mahmud, dan Rukmana. 2010. Bank Syariah: Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia.
Jakarta: Erlangga.
Amudi Pasaribu. 1981. Pengantar Statistik, Cetakan IV. Medan: Ghalia Indonesia.
Awalil Rizky. Perkembangan BMT Dari Tahun Ke Tahun.
Www.puskopsyahlampung.com/2013/05/perkembangan-bmt-dari-tahun-ke-tahun.html?m=1, Diakses 8 Noevember 2014 pukul 20.30 WIB.
Bank Indonesia. 2013. Laporan BI Kajian Ekonomi Regional DIY Triwulan IV.
Bank Indonesia. 2014. Laporan BI Outlook Perbankan Syariah.
Edy Wibowo, dan Untung, H.W. 2005. Mengapa Memilih Bank Syari‟ah?. Bogor: Ghalia Indonesia.
Evi Yupitri, dan Raina, L.S. 2012. ―Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Non Muslim Menjadi Nasabah Bank Syariah Mandiri di Medan‖. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. 1, No. 1, Desember.
Gita Danupranata. 2013. Buku Ajar: Manajemen Perbankan Syariah. Jakarta: Salemba Empat.
Gita Danupranata. 2006. Ekonomi Islam. Yogyakarta: UPFE-UMY.
Harviz Akbar, dan Haroni Doli H.R. 2013. ―Persepsi Etnis China Terhadap Perbankan Syariah Di Kota Medan‖. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol. 1, No. 2, Januari.
Herjuna Mai Hatmaka. 2014. ―Analisa Manfaat Lembaga Keuangan Baitul Maal Wattamwil Bagi Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah‖ (Studi kasusnasabah BMT Yaqawiyyu, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah), Skripsi UMY Ilmu Ekonomi.
Hermawan, K., dan Muhammad, S.S. 2006. Syari‟ah Marketting. Bandung: PT. Mizan Pustaka.
Heru Jarot Cahyono. Koperasi Syariah Di Yogyakarta Tumbuh 19%
.Www.jogja.antaranews.com/m/berita/309282/koperasi-syariah-di-yogyakarta-tumbuh-19- persen, Diakses 8 Noevember 2014 pukul 20.05 WIB.
Husein Umar. 2003. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Imam Ghozali. 2005. Aplikasi Analisis multivariate Dengan Program SPSS, Cetekan IV. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Islahudin. Gaung Syariah Makin Bergema. Www.okezone.com/read/2014/01/20/316/928721/gaung- syariah-makin-bergema, Diakses 15 Oktober 2014 pukul 21.30 WIB.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Definisi Nasabah. Www.kbbi.web.id/nasabah, Diakses 24 September 2014 pukul 19.00 WIB.
Kasmir. 2008. Pemasaran Bank (Edisi Revisi), Cetakan III. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Latifa M. Alguad, dan Marvyn K. Lewis. 2003. Perbankan Syari'ah Prinsip Praktik Prospek.Jakarta:
PT. Serambi Ilmu Semesta.
Muhammad. 2002.Manajemen Bank Syari‟ah. Yogyakarta: UPP AMPYKPN.
Muhammad Ridwan. 2004. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).Yogyakarta: UII. Press.
Muhammad Syaifullah. Aset BMT Tumbuh Signifikan. Www.
tempo.co/read/news/2012/11/07/089440268/aset-BMT-tumbuh-signifikan, Diakses 8 Noevember 2014 pukul 20.15 WIB.
Nuraini, Pangsa Pasar Bank Syariah Yogyakarta 2014 Berpotensi 8 Persen.
Www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/13/12/15/mxu6bl-pangsa-pasar-bank- syariah-yogyakarta-2014-berpotensi-8-persen, Diakses tanggal 18 September 2014 pukul 15:15 WIB
Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani. 2006. Manajamen Pemasaran Jasa. Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.
Rani Ernawati. 2012. ―Analisis Akad Pembiayaan Mudharabah Pada BMT Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat‖ (Studi Kasus pada KJKS-BMT Ummat Sejahtera Abadi Rembang), Skripsi IAIN Semarang Ekonomi Islam.
Rifatul Machmudah. 2009. ―Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Non Muslim Menjadi Nasabah Di Bank Cimb Niaga Syariah Cabang Semarang‖, SkripsiIAIN Semarang Ekonomi Islam.
Sedyana. 1995. Perilaku Konsumen. Bandung: Presko.
Sukron. 2012. ―Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Non Muslim Menjadi Nasabah Di Bank BNI Syariah Cabang Semarang‖, Skripsi IAIN Semarang ekonomi islam.
Syafi‘i Antonio. 2001. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
Syarifudin Siregar. 2004. Statistik Terapan Untuk Penelitian. Jakarta: Grasindo.
Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
170
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BELUM DIAPLIKASIKANNYA AKAD SALAM PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi Pada 3 BPRS Yogyakarta) DAN
KAITANNYA DENGAN PENGURANGAN TINGKAT KEMISKINAN MUHAMMAD AKHYAR ADNAN
[email protected] NERY REVISA [email protected]
ABSTRACT
This research aims at identiying the factors which caused the un-applicability of salam product in Islamic Banks. This is important to note because it might be directly or indirectly related to poverty eradication, as Islamic banks are expected to help the poor and needy parties, particulary those are from the agribusiness background society.
This research applies the descriptive and exploratory approach. Objects in this research are three Rural Financing Sharia Banks (RFSB – BPRS), they are “Bangun Drajat Warga”, “Mitra Amal Mulia”, and “Barakah Dana Sejahtera”. The subjects of researech consist of three group of people, these include experts (selected lecturers in UMY), bankers, and customers of Rural Financing Sharia Banks.
The results show that there are several factors which have caused the un-applicability of product Salam. They are a high risk, no demand, limited human resources, low or lack of public understanding, and the complicated application. Further examination using different approach seems to be interesting to note.
Keywords: Salam Product, Islamic Banking, Rural Financing Islamic Banks, Poverty, Eradication and the Factors which Caused.
(*) Corresponding author:
Dr. Muhammad Akhyar Adnan Department of Accounting Faculty of Economics
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Indonesia.
Mobile Phone: +62 8139 2425 450 E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan jumlah kantor perbankan syariah, tingkat penyaluran pembiayaan juga ikut meningkat. Dapat dilihat penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Umum Syaraiah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada tahun 2008 dengan total penyaluran pembiayaan sebesar 38 Triliun Rupiah dan pada juni 2014 sebesar 187 Triliun Rupiah, adapun BPRS pada tahun 2008 sebesar 1 Triliun Rupiah hingga mencapai 4,8 Triluin Rupiah pada Juni 2014.
Tabel 1.1.
Komposisi Pembiayaan yang Diberikan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Dalam Miliaran Akad 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Juni Mudharabah 6.205 6.597 8.631 10.229 12.023 13.625 13.802 Musyarakah 7.411 10.412 14.624 18.960 27.667 39.874 42.830 Murabahah 22.486 26.321 37.508 56.365 88.004 110.565 112.288
Salam 0 0 0 0 0 0 0
171
Tabel 1.1 dan 1.2 menunjukkan bahwa komposisi penyaluran pembiayaan akad salam dari tahun 2008 hingga juni 2014 adalah Rp 0 pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, sedangkan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) pada juni 2014 memiliki komposisi akad salam sebesar 21 Juta Rupiah.
Data statistik tersebut menunjukkan bahwa terdapat suatu permasalahan pada perbankan syariah mengenai akad salam, kenapa aplikasi akad salam pada BUS dan UUS hingga juni 2014 tidak ada dan pada BPRS persentasinya semakin menurun. Padahal akad salam ini secara teoritis ada dan salah satu transaksi yang sesuai dengan prinsip dan karakteristik syariah. Lebih dari itu, produk salam ini relatif dekat dengan dunia pertanian dan sekaligus kemiskinan. Karena cukup banyak petani ya ng masih miskin dan ironisnya terjerat oleh praktik ijon. Bank Islam dari awal diharapkan siap memberikan solusi, antara dengan produk salam ini.
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, 2014
Akad salam ini telah memiliki standar akuntansi yang di sahkan pada 2007 yaitu PSAK 103. PSAK 103 mendefenisikan salam sebagai akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam ilaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.
Ini tentu menarik perhatian dan sangat patut untuk diteliti. Kajian ini akan meneliti faktor- faktor yang memengaruhi belum diaplikasikannya akad salam di BPRS. BPRS yang dijadikan
0 50 100 150 200 250
Juni 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Grafik 1.2.
Komposisi Pembiayaan Akad Salam yang Diberikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Akad Salam
Istishna 369 423 347 326 376 582 588
Ijarah 765 1.305 2.341 3.839 7.345 10.481 10.319
Qardh 959 1.829 4.731 12.937 12.090 8.995 8.057
Lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Total 38.195 46.886 68.181 102.655 147.505 184.122 187.885 Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, 2014
Tabel 1.2.
Komposisi Pembiayaan yang Diberikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Dalam Jutaan
Akad 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Juni Mudharabah 42.952 52.781 65.471 75.807 99.361 106.851 117.505 Musyarakah 113.379 144.969 217.954 246.796 321.131 426.528 505.405 Murabahah 1.011.743 1.269.900 1.621.526 2.154.494 2.854.646 3.546.361 3.857.695
Salam 38 105 45 20 197 26 21
Istishna 24.683 32.766 27.598 23.673 20.751 17.614 14.910
Ijarah 5.518 7.803 13.499 13.815 13.522 8.318 5.156
Qardh 40.308 50.018 63.000 72.095 81.666 93.325 108.684
Multijasa 17.988 28.578 51.344 89.230 162.245 234.469 235.956 Total 1.256.610 1.586.919 2.060.437 2.675.930 3.553.520 4.433.492 4.845.333 Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, 2014
172
objek adalah BPRS yang berada di Yogyakarta, yaitu BPRS Bangun Drajat Warga, BPRS Mitra Amal Mulia, dan BPRS Barakah Dana Sejahtera. Ketiga BPRS tersebut tidak mengaplikasikan akad salam dalam penyaluran pembiayaan, sehingga penelitian ini diberi judul: “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Belum Diaplikasikannya Akad Salam Pada Perbankan Syariah (Studi Pada 3 BPRS Yogyakarta).”
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka rumusan masalahnya adalah mengapa akad salam belum diaplikasikan di perbankan syariah; dan apa faktor-faktor yang memengaruhi akad salam belum diaplikasikan pada perbankan syariah.
II. TINJAUAN PUSTAKA