• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data

Dalam dokumen PDF Skripsi - Unud (Halaman 47-50)

BAB IV METODE PENELITIAN

4.9 Analisis Data

Dalam menganalisis data yang didapat dari hasil pengukuran keluhan muskuloskeletal dengan kuisioner Nordic Body Map, akan terlihat perbedaan keluhan muskuloskeletal antara Pemahat kayu dan Pelukis dengan menggunakan komputer.

Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah- langkah sebagai berikut : 1. Uji Deskriptif

Uji deskriptif adalah uji dengan menggunakan data statistik univariat seperti rata- rata, median, standar deviasi, modus, varians dan sebagainya. Uji statistik deskriptik dilakukan pada usia Pemahat kayu dan usia Pelukis.

2. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji statistik yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana sebaran sebuah data. Jika data berdistribusi normal maka dilakukan uji statistik parametrik dan jika data tidak berdistribusi normal maka dilakukan uji statistik non parametrik.

3. Uji Homogenitas

Uji homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi- variansi dua buah distribusi data atau lebih. Uji homogenitas juga dilakukan untuk mengetahui data bersifat homogen atau tidak. Jika data berdistribusi homogen maka dilakukan uji statistik parametrik dan jika data tidak berdistribusi homogen maka dilakukan uji statistik non parametrik.

34

4. Uji Hipotesis

Uji Hipotesis pada kategori skor Pemahat kayu menggunakan uji Chi- Square Test dan uji hipotesis pada skor keluhan muskuloskeletal secara keseluruhan dan skor keluhan muskuloskeletal setiap ekstremitas menggunakan Independent T-test.

Adapun dasar pengambilan keputusannya adalah jika nilai signifikan p> 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jika nilai signifikan p< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hipotesis yang saya ajukan adalah Ho jika tidak ada perbedaan rerata keluhan muskuloskeletal antara Pemahat kayu dan Pelukis dan Ha jika adanya perbedaan rerata keluhan muskuloskeletal antara Pemahat kayu dan Pelukis.

35 5.1 Data Karakteristik Sampel

Berikut ini adalah pemaparan deskripsi data berupa karakteristik sampel penelitian dalam bentuk tabel. Deskripsi karakteristik sampel berdasarkan umur yang hasilnya tertera pada Tabel 5.1

Tabel 5.1 Distribusi Data Sampel Berdasarkan Usia Pada Pemahat Kayu Dan Pelukis

Dari Tabel 5.1 menunjukkan bahwa subjek penelitian kelompok Pemahat kayu memiliki rerata usia 45,0 tahun dan kelompok Pelukis memiliki rerata usia 47,9 tahun.

Tabel 5.2 Uji Normalitas dan Homogenitas

Shapiro- Wilk Test Levene’s Test

Pemahat Kayu Pelukis p

Statistik p Statistik p

0,250

Skor Keseluruhan 0,971 0,267 0,968 0,208

Ekstremitas Atas 0,968 0,202 0,950 0,242 0,087

Trunkus 0,906 0,101 0,926 0,207 0,117

Ekstemitas Bawah 0,919 0,213 0,972 0,111 0,107

Tabel 5.2 menunjukkan hasil dari uji normalitas dan homogenitas, hasil dari uji normalitas pada Pemahat kayu dengan nilai pada skor keseluruhan p=0,267, ekstremitas atas p=0,202, trunkus p=0,101, dan ekstremitas bawah

Karakteristik

Pemahat Kayu Pelukis

n Rerata ±

Simpang Baku n Rerata ±

Simpang Baku

Usia 48 45,0 ±6,3 48 47,9 ±7,7

36

p=0,213 sedangkan pada Pelukis nilai pada skor keseluruhan p= 0,208, ekstremitas atas p=0,242, trunkus p=0,207 dan ektremitas bawah p=0,111 sehingga p> 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasil dari uji homogenitas pada skor keseluruhan dengan nilai p= 0,250, ekstremitas atas p=0,087, trunkus p=

0,117 dan ekstremitas bawah p=0,107, sehingga p> 0,05 maka data berasar dari kelompok yang memiliki varian homogen.

Tabel 5.3 Distribusi Data Sampel Berdasarkan Keluhan Muskuloskeletal Pada Ekstremitas Atas, Trunkus, Ekstremitas Bawah

Dari Tabel 5.3 menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki rerata keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas atas pada Pemahat yaitu 17,1± 0,38 dan pada Pelukis 17,3± 2,52, keluhan muskuloskeletal pada trunkus pada Pemahat yaitu 8,3± 1,69 dan pada Pelukis 10,5± 2,50, dan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah pada Pemahat yaitu 15,1± 2,69 dan pada Pelukis 15,1± 3,33.

5.2 Uji Hipotesis

Keluhan Muskuloskeletal

Pemahat Pelukis

p Rerata ±

Simpang Baku

Rerata±

Simpang Baku

Ekstremitas Atas 17,1 ± 0,38 17,3 ± 2,52 0,692

Trunkus 8,3 ± 1,69 10,5 ± 2,50 0,000

Ekstremitas Bawah 15,1 ± 2,69 15,1 ± 3,33 0,973

Tabel 5.4 Keluhan Muskuloskeletal Pada Pemahat Kayu Dan Pelukis Menggunakan Chi- Square

Perbedaan Keluhan Muskuloskeletal

Total Rendah Sedang p

F % F % N %

Pemahat Kayu 44 91,6 4 8,4 48 100

0,271

Pelukis 40 83,4 8 16,6 48 100

Jumlah 84 87,5 12 12,5 96 100

Berdasarkan Tabel 5.4, dapat dilihat bahwa pada Pemahat yang memiliki keluhan muskuloskeletal dengan tingkat rendah yaitu sebanyak 44 orang (91,6 %) dan dengan tingkat sedang sebanyak 4 orang (8,4%) dan pada Pelukis yang memiliki keluhan muskuloskeletal dengan tingkat rendah yaitu sebanyak 40 orang yaitu (83,4%) dan dengan tingkat sedang sebanyak 8 orang (16,6%).

Tabel 5.5 Keluhan Muskuloskeletal Pada Pemahat dan Pelukis Menggunakan Uji Independent T- test

Dari Tabel 5.5 menunjukkan bahwa keluhan muskuloskeletal secara keseluruhan pada Pemahat yaitu dengan rerata 40,7± 5,3 dan pada Pelukis 43,2±

6,2, diperoleh nilai p sebesar 0,038 sehingga p<0,05. Berdasarkan hasil uji secara statistik maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keluhan muskuloskeletal yang bermakna pada Pemahat dan Pelukis.

Keluhan Muskuloskeletal

Rerata ± Simpang Baku p

Pemahat 40,7 ± 5,3

0,038

Pelukis 43,2 ± 6,2

38 BAB VI PEMBAHASAN 6.1 Karakteristik Sampel

Karakteristik sampel pada penelitian ini yaitu dibagi menjadi kelompok 1 dan kelompok 2, sampel berjenis kelamin laki- laki dengan jumlah total sampel sebanyak 96 orang dan terdiri dari 2 kelompok, dimana masing- masing kelompok berjumlah 48 orang, kelompok 1 adalah kelompok Pemahat kayu sebanyak 48 orang dan kelompok 2 adalah kelompok Pelukis sebanyak 48 orang. Menurut Panengah, (2012) prevalensi nyeri muskuloskeletal pada pekerja berkisar antara 6-76 % selama satu tahun. Angka prevalensi Low Back Pain antara 7,6-37% yang terjadi pada pekerja aktif.

Berdasarkan usia menunjukkan bahwa rerata usia sampel penelitian kelompok 1 memiliki rerata 47,9 tahun dan kelompok 2 memiliki rerata usia 45,0 tahun. Dengan usia termuda 35 tahun dan usia tertua 60 tahun. Usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal (Nurjanah, 2012 ; Chaffin, 1987). Berdasarkan rerata keluhan muskoloskeletal pada ekstremitas atas pada Pemahat yaitu 17,1 ± 3,0 dan pada Pelukis 17,3 ± 2,5, keluhan muskuloskeletal pada trunkus pada Pemahat yaitu 8,3 ± 1,6 dan pada Pelukis 10,5 ± 2,5 dan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah pada Pemahat yaitu 15,1 ± 2,6 dan pada Pelukis 15,1 ±3,3. Menurut Kusmayanitha, (2016) terdapat 5 bagian tubuh dengan keluhan muskuloskeletal paling tinggi yaitu pinggang bawah (84,6%), bahu (61,5%), lutut (48,1%), pergelangan tangan (25,0%), betis dan kaki (21,2%).

Berdasakan keluhan muskuloskeletal didapatkan hasil bahwa persentase terbanyak pada ekstremitas atas pada Pemahat dengan rerata 17,1, pada Pelukis 17,3. Menurut Rozana & Adiatmika (2014) lokasi keluhan muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada responden adalah sakit atau kaku pada leher bawah, punggung, dan pinggang dengan persentase yang sama sebanyak 86,05%.

6.2 Keluhan Muskuloskeletal pada Pemahat Kayu dan Pelukis

Berdasarkan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas atas pada Pemahat dengan rerata 17,1 ± 3,0 dan pada Pelukis 17,3 ± 2,5, keluhan muskuloskeletal pada trunkus pada Pemahat yaitu 8,3 ± 1,6 dan pada Pelukis 10,5 ± 2,5 dan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah pada Pemahat yaitu 15,1 ± 2,6 dan pada Pelukis 15,1 ± 3,3. Rerata keluhan keluhan muskuloskeletal secara keseluruhan pada Pemahat yaitu dengan rerata 40,7 ± 5,3 dan pada Pelukis 43,2 ± 6,2. Menurut Susihono, (2014) keluhan sakit pada bagian atas tubuh atau kepala yang terdiri dari sakit pada leher bagian atas adalah sebesar 2,80 %, dan sakit pada leher bagian bawah adalah sebesar 3,48 %. Keluhan sakit pada tangan kiri adalah sebesar (3,61%) dan tangan kanan adalah sebesar (5,48%) hal ini diakibatkan oleh karena pekerjaannya memerlukan ke dua tangan, keluhan sakit pada bagian bahu sebesar (3,48%) dan keluhan sakit pada bagian lengan atas. Keluhan pada kaki yang paling dominan terdapat pada bagian lutut (4,01%) kemudian sakit pada pergelangan kaki sebesar (3,88%), dan sakit pada paha (3,74%).

40

6.3 Perbedaan Posisi Kerja Pada Pemahat Dan Pelukis

Hasil penelitian setelah dilakukan uji Independent T-Test diperoleh nilai p sebesar 0,038 sehingga p<0,05. Berdasarkan hasil uji secara statistik maka dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan keluhan muskuloskeletal yang bermakna pada Pemahat dan Pelukis. Berdasarkan rerata keluhan muskuloskeletal secara keseluruhan didapatkan bahwa rerata keluhan pada Pelukis lebih besar dari rerata keluhan Pemahat kayu, hal ini dapat diartikan bahwa keluhan muskuloskeletal pada Pelukis lebih besar daripada keluhan muskuloskeletal pada Pemahat kayu.

Sikap kerja antara Pemahat kayu dan Pelukis menjadi faktor resiko terjadinya keluhan muskuloskeletal seperti contoh durasi kerja, beban kerja, dan stress saat bekerja.

Posisi kerja pada Pemahat kayu yaitu posisi tubuh pada saat proses Pemahat an dilakukan dengan posisi duduk di lantai dengan kepala yang terkadang menunduk dan menengadah, posisi tubuh yang tekadang membungkuk ke depan dan tegak, dan ke dua tangan bekerja memegang palu dan alat pahat dengan posisi memahat tergantung pada tinggi bidang yang sedang dipahat dengan durasi kerja memahat kayu yaitu 7-8 jam, dengan waktu istirahat 1 jam.

Posisi kerja pada Pelukis yaitu duduk di lantai dengan melukis di atas meja, dengan kepala yang terkadang menunduk, menengadah dan tegak, posisi tubuh membungkuk ke depan dan tegak, dan salah satu tangan mengerjakan lukisan. Waktu untuk mengerjakan seni lukis ini biasanya lebih dari 8 jam dengan jeda waktu untuk istirahat yang sekitar 1 jam, hal ini menyebabkan para Pelukis lebih mudah mengalami kelelahan, baik fisik maupun psikologis contohnya stress.

Jam kerja Pelukis yang tidak teratur yang mengakibatkan Pelukis bekerja lebih lama dibandingkan dengan jam kerja Pemahat . Dari hasil wawancara ketika Pelukis sedang fokus mengerjakan lukisannya, Pelukis tidak jarang akan melewatkan jam istirahatnya, hal ini akan menyebabkan Pelukis bekerja dengan posisi statis yang lebih lama dibandingan dengan Pemahat kayu yang beristirahat sesuai waktu yang sudah ditentukan. Beban kerja sangat berpengaruh pada keluhan muskuloskeletal, beban kerja pada Pemahat tidak seberat beban kerja Pelukis yang sangat bergantung pada mood Pelukis itu sendiri. Pemahat yang akan memulai pekerjaannya sudah diberikan pola khusus berdasarkan bentuk pahatan yang akan dibuat, sedangkan Pelukis seringkali hanya diberikan tema lukisan sehingga Pelukis perlu berpikir lebih banyak mengenai lukisan yang akan dibuat hal tersebut akan menimbutkan stress yang lebih besar pada Pelukis. Hal ini sejalan dengan penelitian Susianingsih, Hartanti, & Sujono (2014) yang menyebutkan bahwa stres dapat menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal.

Perbedaan keluhan muskuloskeletal pada trunkus antara Pemahat kayu dan Pelukis disebabkan oleh sikap kerja antara Pemahat kayu dan Pelukis, dimana pada saat Pemahat kayu memahat mereka lebih santai bisa bekerja sambal berbincang- bincang sesama pekerja dan mengikuti jam kerja yang sudah ditentukan. Sedangkan Pelukis saat melukis akan melihat hasil lukisannya dari berbagai sudut pandang sebelum melanjutkan lukisannya, Pelukis lebih berkonsentrasi untuk menyelesaikan lukisannya sebelum inspirasi untuk lukisannya hilang, sehingga Pelukis seringkali tidak mengikuti jam kerja yang sudah ditentukan. Menurut hasil penelitian Subagya (2010) dalam Samara (2004))

42

menyebutkan bahwa pekerjaan dengan lama duduk statis 91-300 menit terbukti menjadi faktor resiko untuk terjadinya nyeri punggung yang merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal.

Bekerja dengan posisi statis untuk durasi kerja yang lama akan menimbulkan keluhan muskuloskeletal, contohnya seperti low back pain. Dimana terjadinya spasme pada otot di sekitar leher, punggung, pinggang, dan lain sebagainya akibat otot mempertahankan posisi kerja dalam waktu yang lama. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Utari, Kalsum & Mahyuni (2015) yang menyebutkan bahwa keluhan- keluhan muskuloskeletal pada pekerja dikarenakan oleh saat bekerja tubuh berada dalam posisi statis, hal ini akan mengakibatkan penyumbatan aliran darah, pada bagian tersebut akan kekurangan pasokan oksigen dan glukosa dari darah. Selain itu, tubuh akan menghasilkan sisa metabolisme seperti asam laktat yang tidak dapat diangkut keluar akibat peredaran darah yang terganggu sehingga menumpuk dan menimbulkan rasa nyeri.

6.4 Kelemahan Penelitian

1. Kelemahan penelitian ini terletak pada perbedaan latar belakang sampel, di mana setiap sampel memiliki kegiatan lain di samping pekerjaan pokok sebagai Pemahat kayu atau Pelukis yang akan bisa mempengaruhi timbulnya keluhan muskuloskeletal.

2. Tidak bisa mengontrol suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban udara di mana sampel bekerja, di mana hal tersebut dapat mempengaruhi sikap kerja dan resiko terjadinya keluhan muskuloskeletal pada pekerja.

43 7.1 Simpulan

Berdasarkan analisis penelitian tentang perbedaan keluhan muskuloskeletal pada Pemahat kayu dan Pelukis, dapat disimpulkan bahwa 1. Terdapat perbedaan keluhan muskuloskeletal yang bermakna antara

Pemahat kayu dan Pelukis, dimana rata- rata keluhan muskuloskeletal pada Pelukis lebih besar dari Pemahat kayu di Ubud.

2. Terdapat perbedaan keluhan muskuloskeletal yang bermakna pada trunkus antara Pemahat kayu dan Pelukis di Ubud.

3. Tidak terdapat perbedaan keluhan muskuloskeletal yang bermakna pada ekstremitas atas dan ekstremitas bawah antara Pemahat kayu dan Pelukis di Ubud.

7.2 Saran

Beberapa saran yang dapat diajukan berdasarkan temuan dan kajian dalam penelitian ini adalah:

1. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, keluhan muskuloskeletal pada Pemahat kayu dan Pelukis dapat digunakan sebagai referensi dan upaya preventif dalam mencegah terjadinya keluhan muskuloskeletal.

44

2. Diharapkan penelitian selanjutnya lebih memperhatikan faktor - faktor yang mempengaruhi penelitian termasuk mengontrol suhu lingkungan dimana sampel bekerja dan mengontrol shift kerja pada sampel.

3. Diharapkan peneliti selanjutnya memberikan intervensi untuk menangani keluhan muskuloskeletal pada Pemahat kayu dan Pelukis.

Exercise, Neuromuscular Function. 2nd Edition. New York: McGraw-Hill Book Company.

Chaffin, D. B., dan Anderson, G. B. J. 1987. Occupational Biomechanics Edisi III. New York: John Wiley & Sons.

Ginting, R. 2013, Perancangan Produk, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Jalajuwita, R. N., dan Paskarini, I. 2015. Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Unit Pengelasan PT. X Bekasi. (E- jurnal) The Indonesian Journal Of Occupation SafetyAnd Health. Vol. 4, No. 1 Jan- Jun 2015: 33–42.

Kusmayanitha, P. R. 2016. Studi Prevalensi Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Pabrik Bata Merah Di Desa Tulikup Gianyar. (Skripsi) Denpasar:

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana .

Kusuma, I. F., Hasan, M., dan Hartanti, R I. 2014. Pengaruh Posisi Kerja Terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Pekerja Di Kampung Sepatu, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Jurnal IKESMA Volume 10 Nomor 1 Maret 2014.

Maijunidah, E. 2010. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MDS) Pada Pekerja Assembling PT. X Bogor Tahun 2010. (Skripsi) Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nurjanah, S. 2012. Hubungan Sikap Kerja Duduk Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Bagian Reaching PT. Delta Merlin Dunia Textile Kebakkramat Karanganyar. (Skripsi) Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

OHSCOs (Occupational Health and Safety Council of Ontario). 2007. Prevention Musculoskeletal Tool Box. Ontario, USA.

Panengah, Y. I. 2012. Hubungan Antara Beban Kerja dan Pada Pekerja Di Setra Industri Gamelan Wirun Sukoharjo. (Skripsi) Surakarta: Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Pangaribuan, D. M. 2009. Analisa Postur Kerja dengan Metode RULA pada Pegawai Bagian Pelayanan Perpustakaan USU Medan. (Skripsi) Jurusan Teknik Industri USU, Medan.

Putri, D. W., dan Adhiarta, G. 2016. Perbaikan Stasiun Kerja Menurunkan Listrik Otot Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pengrajin Ukir Kayu Di Desa Batuan Gianyar Bali. (E-jurnal) Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Rachmawati, L. D. A. 2008. Hubungan Sikap Kerja Duduk Dengan K eluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Rental Komputer Di Pabelan Kartasura. (Skripsi) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rozana, F., dan Adiatmika, I. P. G. 2014. Tingkat Kelelahan Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Penjahit Di Kota Denpasar Provinsi Bali. (E- jurnal) Denpasar: Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Samara, D. 2004. Lama dan Sikap Duduk Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Nyeri Pinggang Bawah. (E-jurnal) J Kedokter Trisakti. Jakarta: Fakultas Kedokteran Trisakti.Vol.23 No.2.

Sastroasmoro, S., dan Ismael, S. 2014. Dasar- Dasar Metodelogi Penelitian Klinis Edisi 5. Jakarta: Sagung Seto.

Setyaningsih, A. 2015. Penilaian Postur Kerja Dan Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja Industri Kayu Kusen Dan Pintu Skala Mikro. (Skripsi) Fakultas Kehutanan Institusi Pertanian Bogor.

Siswiyanti., dan Luthfianto, S. 2014. Beban Kerja Dan Keluhan Sistem Musculoskeletal Pada Pembatik Tulis Di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal. (Skripsi) Teknik Industri Universitas Pancasari Tegal.

Subagya, A. 2010. Pengaruh Stasiun Kerja Terhadap Keluhan Otot-Otot Skeletal Pekerja Laki-Laki Pada Kantor Adminitrasi Dokumen Building PT.

Krakatau Steel Cilegon. (Skripsi) Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Sujono, A. D. P. 2015. Analisis Ergonomi Pada Pekerja Laundri. (Skripsi) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Suma’mur, P. K. 2009. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta:

Gunung Agung.

Sumiati. 2007. Analisa Low Back Pain (LBP) Pada Perawat Di RS Prikasih Jakarta Selatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Susianingsih, A. F,. Hartanti, R. I,. dan Sujoso, A. D. P. 2014. Analisis Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) Pada Pekerja Laundry (Analysis of Musculoskeletal Disorders Risk Factors With Exposure Checklist Method To Laundry Workers). (E-jurnal) Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2014. Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember.

Susihono, W. 2014. Evaluasi Beban Kerja Dan Keluhan Muskuloskeletal Pekerja Di Perusahaan Pengecoran Logam X Sistem Dapur Induksi. (E- jurnal) Seminar Nasional IENACO – 2014. Serang: Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Tarwaka. 2010. Dasar – Dasar Pengetahuan Ergonomi Dan Aplikasi Di Tempat Kerja . Solo: Harapan Press Solo.

Utami, D. D. 2014. Pengaruh Melukis Terhadap Kreativitas Seni Anak Usia Dini Di TK 02 Buran Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013/2014. (Skripsi) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Utari, F. Y., Kalsum., dan Mahyuni, E. L. 2015. Hubungan Sikap Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Penyortir Tembakau Di Gudang Sortasi Tembakau Kebun Klumpang SUTK PTPN II Tahun 2015. (E-jurnal) Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM USU.

Yudha, P. 2015. Perancangan Alat Ukir Tiga Dimensi Dengan Metode Ergonomi.

(Skripsi) Surabaya: Universitas Wijaya Putra.

Lampiran 1: Ethical Clearance

Curriculum Vitae

Nama : Ni Kadek Citra Patmala

Tempat Lahir : Timbrah

Tanggal Lahir : 4 Maret 1995

Alamat : Br. Dinas Timbrah Lambuan, Desa Pertima, Karngasem, Bali

e-mail : [email protected]

No. HP : 082144778488

Riwayat Pendidikan : 1. TK Kemala Bhayangkari (Tahun 2000- 2001) 2. SD Negeri 3 Pertima (Tahun 2001- 2007) 3. SMP Negeri 2 Amlapura (Tahun 2007- 2010) 4. SMA Negeri 2 Amlapura (Tahun 2010- 2013)

5. S1 Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Tahun 2013- sekarang)

Lampiran 3 : Informed Consent

INFORMED CONSENT

Denpasar, Februari 2017 Kepada :

Yth.

Di tempat Dengan hormat,

Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir dari program studi Fisioterapi FK UNUD Denpasar, maka akan diadakan penelitian pada laki- laki dewasa di Ubud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keluhan muskuloskeletal antara Pemahat kayu dan pelukis di Ubud. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, kelompok Pemahat kayu dan kelompok pelukis.

Segala hasil dari penelitian ini menjadi rahasia peneliti. Mohon kesediannya untuk ikut serta dengan sukarela, dan sewaktu waktu bisa mengundurkan diri apabila tidak berkenan.

Terimakasih atas keikutsertaan anda, dan info lebih lengkap dapat menghubungi; Ni Kadek Citra Patmala (082144778488)

Hormat saya,

Ni Kadek Citra Patmala

LEMBAR PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Umur :

Pekerjaan :

Alamat :

Dengan ini menyatakan bahwa saya telah membaca dan mendapat penjelasan dari peneliti tentang tujuan dan tindakan yang akan saya dapatkan selama proses penelitian ini.

Oleh karena itu saya menyatakan bersedia untuk ikut serta dalam penelitan dan mengikuti setiap proses penelitian dalam penelitian yang berjudul: “Perbedaan Keluhan Muskuloskeletal Antara Pemahat Kayu dan Pelukis”.

Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Denpasar, 15 Februari 2017

Peneliti Saksi Sampel

Lampiran 5: Data Demografi 1. Nama responden/ inisial :

2. Umur : tahun

3. Jenis kelamin :

4. TB/ BB/ IMT : cm/ kg/

5. Pekerjaan : Pemahat kayu Pelukis

6. Berapa lama bekerja perhari : jam

7. Posisi kerja :

8. Penyakit kronis : Petunjuk pengisian

- Isi setiap pertanyaan dengan jelas dan lengkap

- Beri tanggapan pertanyaan yang sesuai (soal pilihan) dengan memberi tanda ( v ) pada setiap kolom

NO JENIS KELUHAN

TINGKAT KELUHAN 1 2 3 4 0 Sakit/kaku di leher bagian atas

1 Sakit/kaku di leher bagian bawah 2 Sakit di bahu kiri

3 Sakit di bahu kanan 4 Sakit pada lengan atas kiri 5 Sakit di punggung

6 Sakit pada lengan atas kanan 7 Sakit pada pinggang

8 Sakit pada bokong 9 Sakit pada pantat 10 Sakit pada siku kiri 11 Sakit pada siku kanan

12 Sakit pada lengan bawah kiri 13 Sakit pada lengan bawah kanan 14 Sakit pada pergelangan tangan kiri 15 Sakit pada pergelangan tangan kanan 16 Sakit pada tangan kiri

17 Sakit pada tangan kanan 18 Sakit pada paha kiri 19 Sakit pada paha kanan 20 Sakit pada lutut kiri 21 Sakit pada lutut kanan 22 Sakit pada betis kiri 23 Sakit pada betis kanan

24 Sakit pada pergelangan kaki kiri 25 Sakit pada pergelangan kaki kanan 26 Sakit pada kaki kiri

27 Sakit pada kaki kanan I. IDENTITAS PRIBADI

(Tulislah identitas saudara dan coret yang tidak perlu) 1. Nama :………..

2. Umur/Tgl Lahir :………/………..

3. Pendidikan Terakhir : SD/SMP/SMA/AKADEMI/UNIVERSITAS 4. Status : Kawin/Belum Kawin

5. Pengalaman Kerja : ……..Tahun………..Bulan.

II. KUESIONER NORDIC BODY MAP

(Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda () pada kolom disamping pertanyaan yang sesuai dengan kondisi/perasaan saudara)

Keterangan tingkat keluhan : 1: Tidak sakit, 2: Agak sakit, 3: Sakit, 4: Sakit sekali

Lampiran 7: Jadwal Penelitian

Bulan Februari Maret April Mei

Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Persiapan

Penelitian

Pengolahan Data

Penulisan Data

Group Statistics

kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

usia Pemahat 48 45.0417 6.34792 .91624

pelukis 48 47.9792 7.75280 1.11902

Group Statistics

kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Skore

keseluruhan

Pemahat 48 40.7083 5.38302 .77697

pelukis 48 43.2083 6.21240 .89668

Tests of Normality

kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Skore

keseluruhan Pemahat .104 48 .200* .971 48 .267

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Tests of Normality

kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Skore

keseluruhan pelukis .119 48 .088 .968 48 .208

a. Lilliefors Significance Correction

Tests of Normality

kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Ekstremitas atas Pemahat kayu

.113 48 .168 .968 48 .202

Trunkus Pemahat kayu

.224 48 .000 .906 48 .101

Ekstremitas bawah

Pemahat kayu

.137 48 .024 .919 48 .213

a. Lilliefors Significance Correction

Tests of Normality

Kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Ekstremitas

atas pelukis .155 48 .005 .950 48 .242

Trunkus pelukis .204 48 .000 .926 48 .207

Ekstremitas

bawah pelukis .104 48 .200* .972 48 .111

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Test of Homogeneity of Variances Scor

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.341 1 94 .250

Independent Samples Test Levene's

Test for Equality

of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig .

t df Sig.

(2- tailed

)

Mean Differen

ce

Std.

Error Differen

ce

95%

Confidence Interval of the

Difference Lower Upper

Skore ekstremit as atas

Equal varianc es assume d

2.98 9

.08 7

- .398

94 .692 -.22917 .57587 - 1.3725 7

.91423

Equal varianc es not assume d

- .398

90.40 5

.692 -.22917 .57587 -

1.3731 6

.91483

Dalam dokumen PDF Skripsi - Unud (Halaman 47-50)

Dokumen terkait