• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data (Pengujian Hipotesis)

Dalam dokumen pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala (Halaman 87-98)

BAB V PEMBAHASAN

A. Analisis Data (Pengujian Hipotesis)

BAB V

Untuk uji normalitas dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov. Untuk hasil hitung uji normalitas secara lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut;

Tabel 5.1 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Aplikasi SPSS 16, dengan Rumus Kolmogorov-Smirnov Variabel Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah, Lingkungan Kerja Fisik, Dan Kinerja Guru.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 89

Normal Parametersa Mean 0.0000000

Std. Deviation 1.53416653

Most Extreme Differences

Absolute 0.106

Positive 0.067

Negative -0.106

Kolmogorov-Smirnov Z 0.996

Asymp. Sig. (2-tailed) 0.274

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan output di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.274 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel X1, X2, dan Y berdistribusi normal. Adapun hasil penghitungan uji normalitas dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dari variabel efektivitas kepemimpinan madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 dapat dilihat pada lampiran 22 pada halaman 151.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini juga diperlukan sebelum kita membandingkan beberapa kelompok data. Uji ini sangat diperlukan terlebih untuk menguji homogenitas variasi dalam membadingkan dua kelompok atau lebih. Adapun untuk uji homogenitas dalam penelitian ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16 dengan Test of Homogeneity of Variances. Untuk hasil hitung uji homogenitas secara lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut;

Tabel 5.2 Hasil Uji Homogenitas Menggunakan aplikasi SPSS 16 dengan Test of Homogeneity of Variances Variabel Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah, Lingkungan Kerja Fisik, Dan Kinerja Guru.

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

X1 1.698 8 78 0.112

X2 1.336 8 78 0.239

Berdasarkan output SPSS 16 di atas diketahui bahwa nilai signifikansi variabel kinerja guru (Y) berdasarkan variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah (X1) = 0.112 lebih besar dari (>) 0.05, dan variabel kinerja guru (Y) berdasarkan variabel lingkungan kerja fisik (X2) = 0.239 lebih besar dari (>) 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data variabel kinerja guru (Y) berdasarkan variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah (X1) dan lingkungan kerja fisik (X2) mempunyai varian yang sama ( homogen)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dengan Y, dan X2 dengan Y tersebut homogen. Adapun hasil penghitungan uji homogenitas menggunakan aplikasi SPSS 16 dengan Test of Homogeneity of Variances dari variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 23 pada halaman 152.

c. Uji Multikolinieritas

Asumsi ini dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan linier yang sempurna di antara variabel bebas. Sehingga uji multikolinieritas hanya perlu pada regresi linier ganda. Hubungan linier variabel bebas dapat terjadi dalam bentuk hubungan linier yang sempurna dan linier yang kurang sempurna.90

Untuk hasil hitung uji homogenitas secara lebih jelas dapat dilihat pada tabel 5.3 berikut;

Tabel 5.3 Hasil Uji Multikolinieritas Menggunakan aplikasi SPSS 16 dengan Variabel Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah, dan Lingkungan Kerja Fisik.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

Collinearity Statistics

90 Edi Irawan, Pengantar Statistika Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2014), 324.

B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 9.270 3.549 2.612 .011

X1 .294 .101 .317 2.912 .005 .590 1.696 X2 .320 .091 .382 3.509 .001 .590 1.696 a. Dependent Variable: Y

Dari output penghitungan spss 16 di atas dapat diketahui bahwa nilai VIF X1 adalah 1,696, dan VIF X2 adalah 1,696. Semua lebih kecil dari 10.00 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antara variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, (X1) dan lingkungan kerja fisik (X2).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 tidak multikolinieritas. Adapun hasil penghitungan uji multikolinieritas menggunakan SPSS 16 dari variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, dan lingkungan kerja fisik secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 24 pada halaman 153-154.

2) Pengujian Hipotesis.

Setelah data terkumpul dan diuji normalitas, homogenitas dan multikolinieritasnya, maka data tersebut dapat digunakan dalam penelitian untuk dilakukan analisisa data. Adapun analisis data dalam penelitian adalah sebagai berikut;

a. Analisis Data Tentang Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

Untuk menganalisis data tentang pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo, peneliti menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan menggunakan aplikasi spss 16 sebagai berikut:

Tabel 5.4 Penghitungan Regresi Untuk Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo Dengan Menggunakan Aplikasi SPSS 16.

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 108.752 1 108.752 39.959 .000a

Residual 236.777 87 2.722

Total 345.528 88

a. Predictors: (Constant), X1 b. Dependent Variable: Y

Adapun hasil Penghitungan Regresi untuk pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 25 pada halaman 155-158.

Selanjutnya dari tabel di atas dilakukan pengujian parameter secara overall.

1) Hipotesis

Ha = β1 ≠ 0 ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

Ho = β1 = 0 tidak ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

2) Daerah penolakan, (dengan α = 5%)

Fhitung = 39.959

722 . 2

752 .

108 

MSE  MSR

Ftabel = F (p ; n-2) = F. 0,05 (1;87) = 3,96

Dengan melihat hasil dari Fhitung adalah 39.959 dan Ftabel 3,96, nilai F hitung tersebut lebih besar dari F tabel sehingga terima Ha, artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

3) Menghitung nilai R2

% 4741497071 .

31 3147414971 ,

345.528 0 108.752 SST

R2 SSR   

Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) di atas didapatkan nilai yaitu 31.4741497071%. Artinya efektivitas kepemimpinan kepala madrasah (X1) berpengaruh sebesar 31.4741497071% terhadap kinerja guru (Y) dan 68.5258502929% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

b. Analisis Data Tentang Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap Kinerja Guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

Untuk menganalisis data tentang Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo, peneliti menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 sebagai berikut:

Tabel 5.5 Penghitungan Regresi Untuk Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap Kinerja Guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 117.990 1 117.990 45.114 .000a

Residual 227.538 87 2.615

Total 345.528 88

a. Predictors: (Constant), X2 b. Dependent Variable: Y

Adapun hasil Penghitungan regresi untuk pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo Dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 26 pada halaman 159-162.

Selanjutnya dilakukan pengujian parameter secara overall 1) Hipotesis

Ha = β1 ≠ 0 ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo

Ho = β1 = 0 tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo

2) Daerah penolakan, (dengan α = 5%)

Fhitung = 45,114

6165 , 2

990 .

117 

MSE  MSR

Ftabel = F (p ; n-2) = F. 0,05 (1;54) = 3,96

Dengan melihat hasil dari F hitung adalah 45,114 dan F tabel 3,96, nilai F hitung tersebut lebih besar dari F tabel sehingga terima Ha, artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo.

3) Menghitung nilai R2

% 1477391123 ,

34 3414773911 ,

345,528 0 117,990 SST

R2 SSR   

Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) di atas didapatkan nilai yaitu 34,1477391123% artinya Lingkungan Kerja Fisik (X2) berpengaruh sebesar 34,1477391123%

terhadap Kinerja Guru (Y) dan 65,852268877% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

c. Analisis Data Tentang Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Guru di MA Darul huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

Untuk menganalisis data tentang pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo, peneliti menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 sebagai berikut:

Tabel 5.6 Penghitungan Regresi Untuk Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Guru Di Ma Darul Huda Mayak Ponorogo

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 138.405 2 69.203 28.734 .000a

Residual 207.123 86 2.408

Total 345.528 88

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Adapun hasil Penghitungan Regresi Untuk Pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo,

dengan Menggunakan Aplikasi SPSS 16 secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 27 pada halaman 163-166.

Selanjutnya dilakukan pengujian parameter secara overall 1) Hipotesis

Ha = β1 ≠ 0 ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

Ho = β1 = 0 tidak ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016.

2) Daerah penolakan, (dengan α = 5%)

Fhitung = 28,734

408 , 2

203 ,

69 

MSE  MSR

Ftabel = F (p ; n-2) = F. 0,05 (1;54) = 3,96

Dengan melihat hasil dari F hitung adalah 28,734 dan F tabel 3,96, nilai F hitung tersebut lebih besar dari F tabel sehingga terima Ha, artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dan lingkungan

kerja fisik terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016..

3) Menghitung nilai R2

% 0560880739 ,

40 4005608807 ,

345,528 0 138,405 SST

R2 SSR   

Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) di atas didapatkan nilai yaitu 40,0560880739% artinya antara efektivitas kepemimpinan kepala madrasah (x) dan lingkungan kerja fisik (x) berpengaruh sebesar 40,0560880739% terhadap kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo (y) dan 59,9439119261% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Dalam dokumen pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala (Halaman 87-98)

Dokumen terkait