• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Instrumen Penelitian

Dalam dokumen pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala (Halaman 48-57)

Judul Variabel Indikator No.

pernyataan

Jumlah pernyataan 3. Guru menilai

hasil

pembelajaran 4. Guru

membimbing dan melatih peserta didik, serta

5. Guru

melaksanakan tugas

tambahan

3,8

4,9

5,10

2

2

2

2. Uji keterbacaan

Uji keterbacaan instrumen dilakukan kepada tiga guru Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak Ponorogo dalam rangka mengukur sejauh mana keterbacaan instrumen. Melalui uji keterbacaan ini dapat diketahui kata-kata yang kurang difahami serta kalimat yang rancu dan kurang jelas sehingga butir pernyataan dalam instrumen dapat disederhanakan tanpa mengubah maksud dari pernyataan tersebut.

3. Uji Validitas

Instrumen dalam suatu penelitian perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti istrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.67 Jadi validitas instrumen mengarah pada ketepatan instrumen dalam fungsi sebagai alat ukur.

Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis validitas konstruk sebab variabel dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena dan obyek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur. Adapun cara menghitungnya yaitu dengan menggunakan korelasi product moment dengan rumus:

� =

2 2 22

Keterangan

rxy = Angka indeks Korelasi Product Moment.

67 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan., 121.

Ʃx = Jumlah Seluruh Nilai X.

Ʃy = Jumlah Seluruh Nilai Y.

Ʃxy = Jumlah Hasil Perkalian Antara Nilai X dan Y.

N = Number of Cases

Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0.3 keatas maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat. Bila harga korelasi di bawah 0.30, maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang.68 Jadi, butir instrumen dikatakan valid apabila harga korelasi (r hitung) besarnya lebih dari 0.30.

Untuk keperluan uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan 34 item pernyataan, yang terdiri dari 12 butir soal untuk variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, 12 butir soal untuk variabel lingkungan kerja fisik, dan 10 butir soal untuk variabel kinerja guru. Data yang diperoleh dari hasil uji coba kemudian ditabulasikan dan hasilnya dianalisis.

Setelah dilakukan uji validitas sesuai dengan prosedur sebagaimana uraian tersebut di atas didapatkan hasil analisis butir masing-masing instrumen penelitian sebagai berikut:

68 Ibid., 126.

a. Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah

Dari hasil perhitungan validitas item instrument terhadap 12 butir soal untuk variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, dengan menggunakan aplikasi SPSS 16, ternyata semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dapat dilihat pada lampiran 2 pada halaman 106.

Hasil penghitungan validitas butir soal instrument penelitian variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 3 pada halaman 107-109. Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.

Tabel 3.2 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah

No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan

1. 0.384 0.3 Valid

2. 0.434 0.3 Valid

3. 0.603 0.3 Valid

4. 0.576 0.3 Valid

5. 0.535 0.3 Valid

6. 0.642 0.3 Valid

7. 0.633 0.3 Valid

8. 0.672 0.3 Valid

No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan

9. 0.493 0.3 Valid

10. 0.708 0.3 Valid

11. 0.727 0.3 Valid

12. 0.525 0.3 Valid

b. Lingkungan Kerja Fisik

Untuk variabel lingkungan kerja fisik, terhadap 12 butir soal berdasarkan perhitungan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16, semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel lingkungan kerja fisik ini dapat dilihat pada lampiran 4 pada halaman 110.

Hasil penghitungan validitas butir soal instrumen penelitian variabel lingkungan kerja fisik dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 5 pada halaman 111-113. Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.

Tabel 3.3 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Lingkungan Kerja Fisik

No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan

13. 0.326 0.3 Valid

14 0.352 0.3 Valid

15 0.326 0.3 Valid

No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan

16 0.344 0.3 Valid

17 0.592 0.3 Valid

18 0.445 0.3 Valid

19 0.507 0.3 Valid

20 0.348 0.3 Valid

21 0.538 0.3 Valid

22 0.321 0.3 Valid

23 0.390 0.3 Valid

24 0.383 0.3 Valid

c. Kinerja Guru

Sedangkan untuk variabel kinerja guru, dari 10 butir soal, dengan perhitungan menggunakan aplikasi SPSS 16, semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel kinerja guru ini dapat dilihat pada lampiran 6 pada halaman 114.

Hasil penghitungan validitas butir soal instrument penelitian variabel kinerja guru dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 7 pada halaman 115-117 . Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.

Tabel 3.4 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Kinerja Guru

No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan

25. 0.565 0.3 Valid

26 0.638 0.3 Valid

27 0.777 0.3 Valid

28 0.416 0.3 Valid

29 0.673 0.3 Valid

30 0.721 0.3 Valid

31 0.795 0.3 Valid

32 0.705 0.3 Valid

33 0.787 0.3 Valid

34 0.796 0.3 Valid

4. Uji Reliabilitas

Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya kapanpun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.69

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.70 Jadi reliabilitas insturumen adalah konsistensi instrumen dalam fungsinya sebagai alat ukur.

69 Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar., 16.

70 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D)., 121.

Untuk menguji reliabilitas instrumen, dalam penelitian ini dilakukan secara internal consistency, dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen.71

Karena dipergunakan untuk menguji reliabilitas instrumen pertanyaan yang jawabannya berskala, maka pengujian reliabilitas instrumen dianalisis dengan rumus Alpha Cronbach. Adapun rumus dari Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:

r11=

�−1 1− i²² Keterangan

r11 = reliabilitas instrumen k = Jumlah butir pertanyaan

∑��2 = Total Varian butir pertanyaan σt² = Total varians

Uji coba instrumen penelitian dilaksanakan terhadap guru yang bukan subyek penelitian sebenarnya, namun memiliki karakteristik yang relatif sama dengan subyek penelitian sebenarnya. Untuk keperluan uji coba instrumen penelitian, diambil responden sebanyak 30 guru untuk memenuhi rule of thumb kenormalan data.72

71 Ibid., 131.

72Zainal Mustofa EQ, Mengurai Variabel Hingga Instrumensasi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), 164.

Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji reliabilitas variabel kepemimpinan kepala madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru ini dapat dilihat pada lampiran 8, 9, dan 10 pada halaman 118-120. Secara terperinci hasil perhitungan reliabilitas variabel kepemimpinan kepala madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan aplikasi SPSS 16 dalam lampiran 11, 12, dan 13 pada halaman 121-126.

Tabel 3.5 Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Dari Nilai r (Reliabilitas Instrument)73

Besarnya Nilai Interprestasi

0.800-1.00 Hubungan tinggi

0.600-0.800 Hubungan cukup

0.400-0.600 Hubungan agak rendah

0.200-0.400 Hubungan rendah

0.000-0.200 Hubungan sangat rendah (tidak berkorelasi) Tabel 3.6 Rekapitulasi Uji Reliabilitas Butir Soal Instrumen Penelitian

Variabel Alpaha Cronbach Keterangan

X1 0.745 Hubungan cukup

X2 0.676 Hubungan cukup

Y 0.766 Hubungan cukup

Berdasarkan tabel 3.6 dapat dilihat bahwa variabel (X1, X2 dan Y) masing-masing memiliki Cronbach Alpha = (0.745; 0.676; dan 0.766) Jadi kesimpulannya untuk instrumen penelitian variabel efektivitas

73S. Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT. Renika Cipta, 2006), 276.

kepemimpinan kepala madrasah (X1), lingkungan kerja fisik (X2), dan kinerja guru (Y) adalah reliabel (Hubungan cukup).

E. Lokasi, Populasi Dan Sampel

Dalam dokumen pengaruh efektivitas kepemimpinan kepala (Halaman 48-57)

Dokumen terkait