Judul Variabel Indikator No.
pernyataan
Jumlah pernyataan 3. Guru menilai
hasil
pembelajaran 4. Guru
membimbing dan melatih peserta didik, serta
5. Guru
melaksanakan tugas
tambahan
3,8
4,9
5,10
2
2
2
2. Uji keterbacaan
Uji keterbacaan instrumen dilakukan kepada tiga guru Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak Ponorogo dalam rangka mengukur sejauh mana keterbacaan instrumen. Melalui uji keterbacaan ini dapat diketahui kata-kata yang kurang difahami serta kalimat yang rancu dan kurang jelas sehingga butir pernyataan dalam instrumen dapat disederhanakan tanpa mengubah maksud dari pernyataan tersebut.
3. Uji Validitas
Instrumen dalam suatu penelitian perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti istrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.67 Jadi validitas instrumen mengarah pada ketepatan instrumen dalam fungsi sebagai alat ukur.
Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis validitas konstruk sebab variabel dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena dan obyek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur. Adapun cara menghitungnya yaitu dengan menggunakan korelasi product moment dengan rumus:
� = −
2− 2 2− 2
Keterangan
rxy = Angka indeks Korelasi Product Moment.
67 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan., 121.
Ʃx = Jumlah Seluruh Nilai X.
Ʃy = Jumlah Seluruh Nilai Y.
Ʃxy = Jumlah Hasil Perkalian Antara Nilai X dan Y.
N = Number of Cases
Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0.3 keatas maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat. Bila harga korelasi di bawah 0.30, maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang.68 Jadi, butir instrumen dikatakan valid apabila harga korelasi (r hitung) besarnya lebih dari 0.30.
Untuk keperluan uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan 34 item pernyataan, yang terdiri dari 12 butir soal untuk variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, 12 butir soal untuk variabel lingkungan kerja fisik, dan 10 butir soal untuk variabel kinerja guru. Data yang diperoleh dari hasil uji coba kemudian ditabulasikan dan hasilnya dianalisis.
Setelah dilakukan uji validitas sesuai dengan prosedur sebagaimana uraian tersebut di atas didapatkan hasil analisis butir masing-masing instrumen penelitian sebagai berikut:
68 Ibid., 126.
a. Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah
Dari hasil perhitungan validitas item instrument terhadap 12 butir soal untuk variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah, dengan menggunakan aplikasi SPSS 16, ternyata semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dapat dilihat pada lampiran 2 pada halaman 106.
Hasil penghitungan validitas butir soal instrument penelitian variabel efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 3 pada halaman 107-109. Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.
Tabel 3.2 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah
No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan
1. 0.384 0.3 Valid
2. 0.434 0.3 Valid
3. 0.603 0.3 Valid
4. 0.576 0.3 Valid
5. 0.535 0.3 Valid
6. 0.642 0.3 Valid
7. 0.633 0.3 Valid
8. 0.672 0.3 Valid
No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan
9. 0.493 0.3 Valid
10. 0.708 0.3 Valid
11. 0.727 0.3 Valid
12. 0.525 0.3 Valid
b. Lingkungan Kerja Fisik
Untuk variabel lingkungan kerja fisik, terhadap 12 butir soal berdasarkan perhitungan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16, semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel lingkungan kerja fisik ini dapat dilihat pada lampiran 4 pada halaman 110.
Hasil penghitungan validitas butir soal instrumen penelitian variabel lingkungan kerja fisik dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 5 pada halaman 111-113. Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.
Tabel 3.3 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Lingkungan Kerja Fisik
No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan
13. 0.326 0.3 Valid
14 0.352 0.3 Valid
15 0.326 0.3 Valid
No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan
16 0.344 0.3 Valid
17 0.592 0.3 Valid
18 0.445 0.3 Valid
19 0.507 0.3 Valid
20 0.348 0.3 Valid
21 0.538 0.3 Valid
22 0.321 0.3 Valid
23 0.390 0.3 Valid
24 0.383 0.3 Valid
c. Kinerja Guru
Sedangkan untuk variabel kinerja guru, dari 10 butir soal, dengan perhitungan menggunakan aplikasi SPSS 16, semua butir soal dinyatakan valid. Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji validitas variabel kinerja guru ini dapat dilihat pada lampiran 6 pada halaman 114.
Hasil penghitungan validitas butir soal instrument penelitian variabel kinerja guru dalam penelitian ini secara terperinci dapat dilihat pada lampiran 7 pada halaman 115-117 . Dan dari hasil dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini.
Tabel 3.4 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penelitian Tentang Kinerja Guru
No. Soal “r” hitung “r” kritis Keterangan
25. 0.565 0.3 Valid
26 0.638 0.3 Valid
27 0.777 0.3 Valid
28 0.416 0.3 Valid
29 0.673 0.3 Valid
30 0.721 0.3 Valid
31 0.795 0.3 Valid
32 0.705 0.3 Valid
33 0.787 0.3 Valid
34 0.796 0.3 Valid
4. Uji Reliabilitas
Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya kapanpun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.69
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.70 Jadi reliabilitas insturumen adalah konsistensi instrumen dalam fungsinya sebagai alat ukur.
69 Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar., 16.
70 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D)., 121.
Untuk menguji reliabilitas instrumen, dalam penelitian ini dilakukan secara internal consistency, dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen.71
Karena dipergunakan untuk menguji reliabilitas instrumen pertanyaan yang jawabannya berskala, maka pengujian reliabilitas instrumen dianalisis dengan rumus Alpha Cronbach. Adapun rumus dari Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:
r11= �
�−1 1− �� i²² Keterangan
r11 = reliabilitas instrumen k = Jumlah butir pertanyaan
∑��2 = Total Varian butir pertanyaan σt² = Total varians
Uji coba instrumen penelitian dilaksanakan terhadap guru yang bukan subyek penelitian sebenarnya, namun memiliki karakteristik yang relatif sama dengan subyek penelitian sebenarnya. Untuk keperluan uji coba instrumen penelitian, diambil responden sebanyak 30 guru untuk memenuhi rule of thumb kenormalan data.72
71 Ibid., 131.
72Zainal Mustofa EQ, Mengurai Variabel Hingga Instrumensasi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), 164.
Adapun untuk mengetahui skor jawaban angket untuk uji reliabilitas variabel kepemimpinan kepala madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru ini dapat dilihat pada lampiran 8, 9, dan 10 pada halaman 118-120. Secara terperinci hasil perhitungan reliabilitas variabel kepemimpinan kepala madrasah, lingkungan kerja fisik, dan kinerja guru dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan aplikasi SPSS 16 dalam lampiran 11, 12, dan 13 pada halaman 121-126.
Tabel 3.5 Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Dari Nilai r (Reliabilitas Instrument)73
Besarnya Nilai Interprestasi
0.800-1.00 Hubungan tinggi
0.600-0.800 Hubungan cukup
0.400-0.600 Hubungan agak rendah
0.200-0.400 Hubungan rendah
0.000-0.200 Hubungan sangat rendah (tidak berkorelasi) Tabel 3.6 Rekapitulasi Uji Reliabilitas Butir Soal Instrumen Penelitian
Variabel Alpaha Cronbach Keterangan
X1 0.745 Hubungan cukup
X2 0.676 Hubungan cukup
Y 0.766 Hubungan cukup
Berdasarkan tabel 3.6 dapat dilihat bahwa variabel (X1, X2 dan Y) masing-masing memiliki Cronbach Alpha = (0.745; 0.676; dan 0.766) Jadi kesimpulannya untuk instrumen penelitian variabel efektivitas
73S. Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT. Renika Cipta, 2006), 276.
kepemimpinan kepala madrasah (X1), lingkungan kerja fisik (X2), dan kinerja guru (Y) adalah reliabel (Hubungan cukup).
E. Lokasi, Populasi Dan Sampel