Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data seluruh responden atau sumber data lain terkumpul yang akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.81 Tujuannya adalah untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan dua langkah teknik analisa data, yakni analisa data pra penelitian dan analisa data setelah penelitian.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
1. Uji Sampel
a. Uji Normalitas
Adapun uji normalitas dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan aplikasi SPSS 16
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas ini dilakukan sebelum membandingkan beberapa kelompok data. Uji ini sangat perlu terlebih untuk menguji homogenitas variansi dalam membandingkan dua kelompok atau lebih. Adapun rumus yang digunakan untuk uji homogenitas dalam penelitian ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16.
81 Sugyono, Metode Penelitian Pendidikan.,207.
c. Uji Multikolinieritas
Asumsi ini dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan linier yang sempurna di antara variabel bebas. Sehingga uji multikolinieritas hanya perlu pada regresi linier ganda. Hubungan linier variabel bebas dapat terjadi dalam bentuk hubungan linier yang sempurna dan linier yang kurang sempurna.82 Istilah multikolinieritas ini diperkenalkan oleh Ragnar Frisch tahun 1934.
Adapun rumus yang digunakan peneliti untuk uji Multikolinieritas dengan menggunakan aplikasi SPSS 16.
2. Teknik analisis data untuk rumusan masalah satu dan dua.
Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab pengajuan hipotesis atau rumusan masalah pertama dan kedua adalah dengan analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mencari pola hubungan antara satu variabel dependen dengan satu variabel independen.
Hubungan antara satu variabel terkait dengan dua variabel bebas dapat dikatakan linier jika dapat dinyatakan dalam : y = �0+�1 1 +� (model untuk populasi), ŷ = �0+�1 1(model untuk sampel). Nilai b0, b1.
Adapun yang digunakan peneliti dalam Analisis linier sederhana adalah dengan menggunakan aplikasi SPSS 16.
82 Edi Irawan, Pengantar Statistika Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2014), 324.
3. Teknik analisis data untuk rumusan masalah tiga.
Adapun teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab pengajuan hipotesis atau rumusan masalah ketiga adalah dengan analisis regresi linier berganda dengan dua variabel bebas. Hubungan antara satu variabel terkait dengan dua variabel bebas dapat dikatakan linier jika dapat dinyatakan dalam:y = �0+�1 1+�2 2+�( model untuk populasi ), ŷ
= �0+�1 1+�2 2 (model untuk sampel ). Nilai b0, b1, b2. Adapun yang digunakan peneliti dalam Analisis linier berganda adalah dengan menggunakan aplikasi SPSS 16.
Daerah penolakan:
ℎ� �� =
Jika Fhitung ≥ Ftabel maka tolak H0, artinya variabel indepnden (X1 dan X2) berpangaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Untuk menyatakan besar kecilnya sumbang variabel X1 dan X2 terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinasi sebagai berikut:
R2 = r2 x 100%
Keterangan
R2 = nilai koefisien determinasi
r = nilai koefisien korelasi product moment
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasikan di Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak Ponorogo. Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak Ponorogo ini terlekat di jalan Ir. H.
Juanda 38/VI Mayak Tonatan Ponorogo Jawa Timur. Madrasah ini lokasinya tidak jauh dari alun-alun kota Ponorogo, sekitar 3 kilo meter arah timur alun-alun kota Ponorogo. Madrasah Aliyah Darul Huda yang berdiri pada tanggal 29 September 1989 dengan nomor izin operasional W.n. 06.04/00.0352/58.14/1989, bernaung dibawah Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda, merupakan salah satu dari sekian Madrasah Aliyah yang ada di kabupaten Ponorogo.
Madrasah Aliyah Darul Huda sebagaimana Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda tempat bernaung, menggunakan metode " ةثيدحلا ةيفلسلا جهن ىلع" dengan pengertian " حلصأا ديدجلاب ذخأاو حلاصلا ميدقلا ىلع ةظفاحملا " yang artinya tetap melestarikan metode lama yang baik dan mengambil baru yang lebih baik. Metode ini diharapkan sesuai arah kebijakan pemerintah mengenai kurikulum tahun 2006 ( KBK ) dengan pendekatan berbasis kompetensi yang mulai diberlakukan tahun 2004, dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
63
B. Status Madrasah
Madrasah Aliyah Darul Huda sejak awal berdirinya sesuai dengan izin Pendirian Madrasah dari Kantor wilayah Departemen Agama RI, No. W.n.
06.04/00.0352/58.14/1989 tanggal 29 September 1989. dengan Nomor Statatistik Madrasah ( NSM ) 312 350 216 280 Status TERDAFTAR Sesuai dengan jenjang akreditasi dari Departeman Agama Republik Indonesia nomor : E.IV/29/1994 tanggal 24 Maret 1994 Madrasah Aliyah Darul Huda memiliki Status DIAKUI.
Sesuai sertifikat Nomor Identitas Sekolah ( NIS ) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Ponorogo nomor : 421 / 1228 / 405.17 / 2003 Madrasah Aliyah Darul Huda tercatat dengan Nomor Identitas Sekolah ( NIS ) 31 00 50 , dan terakhir sesuai dengan jenjang akreditasi yang dilakukan oleh Dewan Akreditasi Madrasah Provinsi Jawa Timur Nomor : B/Kw.13.4/MA/182/2005. sebagai Madrasah TERAKREDITASI dengan predikat B ( Baik ) dengan nilai 446,85.
1. Visi
Berilmu, Beramal dan Bertaqwa, dengan indikator sebagai berikut : Berilmu : Memiliki Ilmu yang berkualitas tinggi dalam penguasaan IPTEK dan IMTAQ sebagai Kholifah Fi al-ardl, Beramal : Terampil dalam melaksanakan ibadah (Hablun Minallah), dan Terampil dalam bermasyarakat (Hablun Minannas), Bertaqwa : Selalu menjujung tinggi kebenaran dan menjauhi segala keburukan , baik norma agama maupun norma masyarakat.
2. Misi
a. Me bekali Peserta Didik, Il u ya g ‘A aliyah.
b. Membiasakan Peserta Didik, beramal yang Ilmiyah.
c. Menanamkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT.
d. Menumbuhkan sikap dan amaliah keagamaan Islam e. Mengoptimalkan pengayaan terhadap nilai keagamaan
f. Mengantar kader yang siap diri, cerdas,mandiri berilmu dan profesional serta berwawasan kebangsaan
g. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, terampil, kreatif, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal, sesuai dengan potensin yang dimiliki, baik rohani, iptek dan akhlakul karimah h. Membina dan bekerjasama dengan lingkungan masyarakat
i. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali dirinya dan potensinya, sehingga tumbuh dan berkembang secara utuh dan optimal j. Meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan
3. Tujuan
a. Meningkatkan kualitas keilmuan yang amaliah bagi warga madrasah b. Meningkatkan kualitas amal yang ilmiah bagi warga madrasah
c. Meningkatkan kualitas sikap dan amaliah keagamaan islam warga madrasah
d. Meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah
e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik.
4. Target
a. Terciptanya kegiatan di madrasah yang terencana dan terarah dengan acuan manajemen yang baik.
b. Meningkatnya kualitas para guru dan jajaran pengelola madrasah lainnya, sehingga memungkinkan terciptanya proses belajar mengajar yang kondusif dan menciptakan output yang handal.
c. Berfungsinya unit – unit pendidikan baik yang berkaitan dengan kegiatan murid, guru dan kepala sekolah serta seluruh jajaran pengelola dan masyarakat, baik unit organisasional maupun fungsional , sehingga memungkinkan terjadinya kerjasama yang baik dan terbangunnya rasa tanggung jawab bersama antara kita.
5. Sasaran
Sasaran kegiatan peningkatan manajemen mutu pendidikan ini adalah manajemen pendidikan yang dijalankan oleh madrasah. Oleh karena itu seluruh komponen yang terlibat didalamnya, mulai dari kepala sekolah , guru, murid serta seluruh jajaran pengelola komite madrasah dan masyarakat dilingkungan madrasah sekitar. Seluru kegunaan yang dikembangkan dan komponen apa saja yang terlibat akan dijelaskan lebih jauh dalam bab selanjutnya.
Dengan demikian kegiatan peningkatan manajemen mutu pendidikan bersifat menyeluruh, tidak hanya meningkatkan kualitas belajar mengajar sebagai sarana tunggal tetapi juga seluruh faktor yang mendukung baik internal maupun external. Oleh karena itu, maka untuk menjalin kerjasama
dengan berbagai pihak juga merupakan bagian tak terlupakan dalam kegiatan ini.83
C. Struktur Organisasi MA Darul Huda Mayak Ponorogo
Struktur organisasi dalam suatu lembaga sangat penting keberadaannya karena dengan melihat dan membaca struktur organisasi, memudahkan kita untuk mengetahui sejumlah personel yang menduduki jabatan tertentu di dalam lembaga tersebut. Melalui struktur organisasi tersebut pihak lembaga lebih mudah melaksanakan program yang telah direncanakan, mekanisme kerja, serta tugas dan tanggung jawab dapat berjalan dengan baik.
Disamping itu juga untuk menghindari kesimpangsiuran dalam pelaksanaan tugas antara personil sekolah, sehingga tugas yang dibebankan kepada masing- masing personil dapat berjalan dengan lancar serta mekanisme kerja dapat diketahui dengan mudah. Adapun Struktur Organisasi MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun 2015/2016 adalah sebagai berikut:
A. Kepala Madrasah : Drs. Mudafir.
B. Kepala Tata Usaha : Ahmad Sujari, Az.
C. Wakil Kurikulum : Umar Salim, M.Pd.I D. Wakil Kesiswaan : Qoribun Sidiq. S,Ag.
E. Wakil Sarana Dan Prasarana :Mudir Sunani F. Wakil Hubungan Kemasyarakatan : Masyhuri, S,Pd,I.
83Lihat transkrip dokumentasi nomor: 04/D/7-IV/2016 dalam lampiran 31 pada laporan penelitian ini.
Sedangkan untuk struktur organisasi di MA Darul Huda Mayak Ponorogo secara lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran.84
D. Keadaan Guru dan Siswa MA Darul Huda Mayak Ponorogo
Secara keseluruhan guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo pada tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 123 orang85. Sedangkan siswa MA Darul Huda Mayak Ponorogo pada tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 875 siswa terdiri dari kelas X sebanyak 375 siswa, kelas XI sebanyak 269 siswa dan kelas XII sebanyak 231 siswa, dan 1451 siswi terdiri dari kelas X sabanyak 572 siswi, kelas XI sebanyak 476 siswi, dan kelas XII sebanyak 403 siswi. Selanjutnya terkait dengan data siswa di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dapat dilihat pada lampiran.86
E. Deskripsi Data Khusus
Untuk memperoleh data mengenai efektivitas kepemimpinan kepala madrasah , lingkungan kerja fisik dan kinerja guru dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode angket langsung, yaitu angket yang dijawab oleh responden yang telah ditentukan oleh peneliti dengan ketentuan penskoran sebagai berikut;
nilai 4 untuk jawaban sangat setuju, nilai 3 untuk jawaban Setuju, nilai 2 untuk jawaban tidak setuju, dan nilai 1 untuk jawaban sangat tidak setuju untuk butir positif dan sebaliknya untuk butir negatif. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo yang berjumlah 89 responden dari 123 populasi yang diambil. Dari data yang terkumpul, selanjutnya peneliti mendeskripsikan data sebagai berikut :
84 Lihat transkrip dokumentasi nomor: 05/D/7-IV/2016 dalam lampiran 32 pada laporan penelitian ini
85 Lihat transkrip dokumentasi nomor: 02/D/7-IV/2016 dalam lampiran 29 pada laporan penelitian
ini
86 Lihat transkrip dokumentasi nomor: 03/D/7–IV/2016 dalam lampiran 30 pada laporan penelitian ini.
1. Deskripsi Data Tentang Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah
Deskripsi data yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang sejumlah data hasil penskoran angket yang disebarkan kepada guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo sesuai dengan kisi-kisi instrumen yang telah ditetapkan. Setelah diteliti maka penulis memperoleh data tentang efektivitas kepemimpinan kepala madrasah seperti di bawah ini.
Tabel 4.1 Prosentase Skor Jawaban Angket Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah
X1
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 40 3 3.4% 3.4 3.4
41 10 11.2% 11.2 14.6
42 20 22.5% 22.5 37.1
43 16 18.0% 18.0 55.1
44 12 13.5% 13.5 68.5
45 9 10.1% 10.1 78.7
46 7 7.9% 7.9 86.5
47 7 7.9% 7.9 94.4
48 5 5.6% 5.6 100.0
Total 89 100.0% 100.0
Adapun skor jawaban angket dan penghitungan penskoran jawaban angket dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 tentang efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dapat dilihat pada lampiran 16 pada halaman 131-134.
Lanjutan tabel 4.1
Setelah dilakukan pensekoran terhadap angket dan diperoleh data seperti di atas, kemudian dicari Mx dan SDx untuk menentukan kategori efektivitas kepemimpinan kepala madrasah di MA Darul Huda Mayak Ponorogo diterapkan dengan baik, sedang, dan kurang. Berikut perhitungan deviasi standarnya:
Tabel 4.2 Perhitungan Standar Deviasi Variabel Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah
X1 F Fx x2 fx2
40 3 120 1600 4800
41 10 410 1681 16810
42 20 840 1764 35280
43 16 688 1849 29584
44 12 528 1936 23232
45 9 405 2025 18225
46 7 322 2116 14812
47 7 329 2209 15463
48 5 240 2304 11520
89 3882 17484 169726
Dari hasil perhitungan data di atas, kemudian dicari standar deviasinya dengan langkah sebagai berikut:
a. Mencari Rata-Rata (Mean) dari variabel X
Mx = N
fx= 89 3882
= 43.61798
b. Mencari Standar Deviasi dari variabel x1
SD x =
2 2
' '
N fx N
fx
=
2
89 3882 89
169726
= 1907,034
43,61798
2
= 1907,0341902,528
= 4,506
= 2,122734086
Dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui Mx = 43.61798 dan SDx = 2,122734086. Untuk menentukan kategori efektivitas kepemimpinan kepala madrasah sangat baik, baik, dan kurang baik, dibuat pengelompokan skor dengan menggunakan patokan sebagai berikut:87
87Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006) 176.
1). Skor lebih dari Mx + 1.SD adalah kategori efektivitas kepemimpinan kepala madrasah itu sangat baik.
2). Skor kurang dari Mx – 1.SD adalah kategor efektivitas kepemimpinan kepala madrasah itu kurang baik.
3). Skor antara Mx – 1.SD sampai dengan Mx + 1.SD adalah kategori efektivitas kepemimpinan kepala madrasah baik.
Adapun perhitungannya adalah:
Mx + 1.SD = 43.61798 + 1x 2,122734086
= 43.61798 + 2,122734086
= 45,740714086
= 46 (dibulatkan)
Mx - 1.SD = 43.61798 - 1x 2,122734086
= 43.61798 - 2,122734086
= 41,495245914
= 41 (dibulatkan)
Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor lebih dari 46 diketegorikan efektivitas kepemimpinan kepala madrasah itu sangat baik, sedangkan skor kurang dari 41 diketegorikan efektivitas kepemimpinan kepala madrasah itu kurang baik, dan skor 41-46 dikategorikan efektivitas kepemimpinan kepala madrasah itu baik. Untuk mengetahui lebih jelas
tentang kategorisasi kepemimpinan kepala madrasah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Ketegorisasi Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Di MA Darul Huda Mayak Ponorogo
No. Skor Frekuensi Persentase Kategorisasi
1. Lebih dari 46 12 13,48% Sangat Baik
2. 41 – 46 74 83,14% Baik
3. Kurang dari 41 3 3,38% Kurang Baik
Jumlah 56 100%
Dari pengkategorian tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan efektivitas kepemimpinan kepala madrasah di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dalam kategori sangat baik dengan frekuensi sebanyak 12 responden (13,48%) dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 74 responden (83,14%), dan dalam kategori kurang baik dengan frekuensi sebanyak 3 responden (3,38%). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa efektivitas kepemimpinan kepala madrasah di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016 adalah baik. Selanjutnya hasil dari pengkategorian ini secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 17 pada halaman 135-137.
2. Deskripsi Data Lingkungan Kerja Fisik
Deskripsi data yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang sejumlah data hasil penskoran angket yang disebarkan kepada guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo sesuai dengan kisi-kisi instrumen yang telah ditetapkan. Setelah diteliti maka penulis memperoleh data tentang lingkungan kerja fisik seperti di bawah ini.
Tabel 4.4 Prosentase Skor Jawaban Angket Untuk Lingkungan Kerja Fisik
X2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 38 4 4.5% 4.5 4.5
39 8 9.0% 9.0 13.5
40 4 4.5% 4.5 18.0
41 11 12.4% 12.4 30.3
42 15 16.9% 16.9 47.2
43 11 12.4% 12.4 59.6
44 14 15.7% 15.7 75.3
45 14 15.7% 15.7 91.0
46 4 4.5% 4.5 95.5
47 3 3.4% 3.4 98.9
48 1 1.1% 1.1 100.0
Total 89 100.0% 100.0
Adapun skor jawaban angket dan penghitungan penskoran jawaban angket dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 tentang lingkungan kerja fisik dapat dilihat pada lampiran 18 pada halaman 138-141.
Setelah dilakukan pensekoran terhadap angket dan diperoleh data seperti di atas, kemudian dicari Mx dan SDx untuk menentukan kategori lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo diterapkan dengan baik, sedang, dan kurang. Berikut perhitungan deviasi standarnya:
Tabel 4.5 Perhitungan Standar Deviasi Variabel Lingkungan Kerja Fisik
X1 F Fx x2 fx2
38 4 152 1444 5776
39 8 312 1521 12168
40 4 160 1600 6400
41 11 451 1681 18491
42 15 630 1764 26460
43 11 473 1849 20339
44 14 616 1936 27104
45 14 630 2025 28350
46 4 184 2116 8464
47 3 141 2209 6627
48 1 48 2304 2304
89 3797 20449 162483
Dari hasil perhitungan data di atas, kemudian dicari standar deviasinya dengan langkah sebagai berikut:
a. Mencari Rata-Rata (Mean) dari variabel X
Mx = N
fx= 89 3797
= 42,6629213483
b. Mencari Standar Deviasi dari variabel x
SD x =
2 2
' '
N fx N
fx
=
2
89 3797 89
162483
= 1825,6516853933
42,6629213483
2= 1825,6521820,125
= 5,527
= 2,3509572518
Dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui Mx = 42,6629213483 dan SDx = 2,3509572518. Untuk menentukan kategori lingkungan kerja fisik di MA
Darul Huda Mayak Ponorogo sangat baik, baik, dan kurang baik, dibuat pengelompokan skor dengan menggunakan patokan sebagai berikut:88
1) Skor lebih dari Mx + 1.SD adalah kategori lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu sangat baik.
2) Skor kurang dari Mx – 1.SD adalah kategori lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu kurang baik.
Skor antara Mx – 1.SD sampai dengan Mx + 1.SD adalah lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo baik.
Adapun perhitungannya adalah:
Mx + 1.SD = 42,6629213483 + 1x 2,3509572518
= 42,6629213483 + 2,3509572518
= 45.0138786001
= 45 (dibulatkan)
Mx - 1.SD = 42,6629213483 - 1x 2,3509572518
= 42,6629213483 - 2,3509572518
= 40,31196409665
= 40 (dibulatkan)
Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor lebih dari 45 diketegorikan lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu
88Ibid.
sangat baik, sedangkan skor kurang dari 40 diketegorikan lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu kurang baik, dan skor 40 - 45 dikategorikan lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu baik. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kategorisasi lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Ketegorisasi Lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo
No. Skor Frekuensi Persentase Kategorisasi
1. Lebih dari 45 7 7,9% Sangat Baik
2. 40 – 45 71 79,76% Baik
3. Kurang dari 40 11 12,34% Kurang Baik
Jumlah 89 100%
Dari pengkategorian tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dalam kategori sangat baik dengan frekuensi sebanyak 7 responden (7,9%), dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 71 responden (79,76%), dan dalam kategori kurang baik dengan frekuensi sebanyak 11 responden (12,34%). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja fisik di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016 adalah baik.
Selanjutnya hasil dari pengkategorian ini secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 19 pada halaman 142-144.
3. Deskripsi Data Tentang Kinerja Guru
Deskripsi data yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang sejumlah data hasil penskoran angket yang disebarkan kepada guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo sesuai dengan kisi-kisi instrumen yang telah ditetapkan. Setelah diteliti maka penulis memperoleh data tentang kinerja guru seperti di bawah ini.
Tabel 4.7 Prosentase Skor Jawaban Angket Untuk Kinerja Guru
Y
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 30 2 2.2% 2.2 2.2
31 3 3.4% 3.4 5.6
32 3 3.4% 3.4 9.0
33 1 1.1% 1.1 10.1
34 9 10.1% 10.1 20.2
35 14 15.7% 15.7 36.0
36 25 28.1% 28.1 64.0
37 19 21.3% 21.3 85.4
38 9 10.1% 10.1 95.5
39 3 3.4% 3.4 98.9
40 1 1.1% 1.1 100.0
Y
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 30 2 2.2% 2.2 2.2
31 3 3.4% 3.4 5.6
32 3 3.4% 3.4 9.0
33 1 1.1% 1.1 10.1
34 9 10.1% 10.1 20.2
35 14 15.7% 15.7 36.0
36 25 28.1% 28.1 64.0
37 19 21.3% 21.3 85.4
38 9 10.1% 10.1 95.5
39 3 3.4% 3.4 98.9
40 1 1.1% 1.1 100.0
Total 89 100.0% 100.0
Adapun skor jawaban angket dan penghitungan penskoran jawaban angket dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 tentang kinerja guru dapat dilihat pada lampiran 20 pada halaman 145-148.
Setelah dilakukan pensekoran terhadap angket dan diperoleh data seperti di atas, kemudian dicari Mx dan SDx untuk menentukan kategori
kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo diterapkan dengan sangat baik, baik, dan kurang baik. Berikut perhitungan deviasi standarnya:
Tabel 4.8 Perhitungan Standar Deviasi Variabel Kinerja Guru
Y f fy y2 fy2
30 2 60 900 1800
31 3 93 961 2883
32 3 96 1024 3072
33 1 33 1089 1089
34 9 306 1156 10404
35 14 490 1225 17150
36 25 900 1296 32400
37 19 703 1369 26011
38 9 342 1444 12996
39 3 117 1521 4563
40 1 40 1600 1600
Jumlah 89 3180 13585 113968
Dari hasil perhitungan data di atas, kemudian dicari standar deviasinya dengan langkah sebagai berikut:
a. Mencari Rata-Rata (Mean) dari variabel X
Mx = N
fx= 89 3180
= 35.73034
b. Mencari Standar Deviasi dari variabel x
SDy =
2 2
' '
N fy N
fy
=
2
89 3180 89
113968
= 12380,539
35,73034
2
= 1280,5391276,657
= 3,882338
= 1,9703649408
Dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui Mx = 35.73034 dan SDy = 1,9703649408. Untuk menentukan kategori kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo sangat baik, baik, dan kurang baik, dibuat pengelompokan skor dengan menggunakan patokan sebagai berikut:89
1) Skor lebih dari Mx + 1.SD adalah kategori kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu sangat baik.
2) Skor kurang dari Mx – 1.SD adalah kategori kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu kurang baik.
89Ibid.
3) Skor antara Mx – 1.SD sampai dengan Mx + 1.SD adalah kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo baik.
Adapun perhitungannya adalah:
Mx + 1.SD = 35.73034 + 1 x 1,9703649408
= 35.73034 + 1,9703649408
= 37,7007049408
= 38 (dibulatkan)
Mx - 1.SD = 35.73034 - 1 x 1,9703649408
= 35.73034 - 1,9703649408
= 33,7599750592
= 34 (dibulatkan)
Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor lebih dari 38 diketegorikan kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo itu sangat baik, sedangkan skor kurang dari 34 diketegorikan kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo kurang baik, dan skor 34 – 38 dikategorikan kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun itu baik. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kategorisasi kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9 Ketegorisasi Kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo
No. Skor Frekuensi Persentase Kategorisasi
1. Lebih dari 38 4 4,49% Sangat Baik
2. 34 – 38 77 86,52% Baik
3. Kurang dari 34 8 8,99% Kurang Baik
Jumlah 89 100%
Dari pengkategorian tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo dalam kategori sangat baik dengan frekuensi sebanyak 4 responden (4,49%), dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 77 responden (86,52%), dan dalam kategori kurang baik dengan frekuensi sebanyak 8 responden (8,99%). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja guru di MA Darul Huda Mayak Ponorogo tahun akademi 2015/2016 adalah baik. Selanjutnya hasil dari pengkategorian ini secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 21 pada halaman 149-151.
Lanjutan tabel 4.9
BAB V