BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN
D. Analisis Deskriktif
Tabel 2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Sumber : Olahan Hasil Angket Penelitian 2021
Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui tentang usia responden di SDN 160 Mulyorejo II di mana responden terbanyak adalah guru pdengan rentan usia 31-40 tahun, yaitu sebanyak 4 orang (4%), sedangkan sisanya adalah responden dengan rentan usia 20-30 dan usia 51-60 sebanyak 3 orang (3%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari tenaga pengajar di SDN 160 Mulyorejo II adalah guru dengan usia 31-40 tahun.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Deskripsi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada table di bawah ini:
Tabel 3
Karakteristik berdasarkan jenis kelamin
Sumber : Olahan Hasil Angket Penelitian 2021
Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui tentang jenis kelamin responden di SDN 160 Mulyorejo II di mana responden terbanyak adalah adalah guru perempuan, yaitu sebanyak 7 orang (7%), sedangkan sisanya adalah responden guru laki-laki sebanyak 3 orang (3%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari tenaga pengajar di SDN 160 Mulyorejo II adalah guru perempuan.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan
Deskripsi karakteristik responden berdasarkan jabatan disajikan pada table di bawah ini
Table 3
Karakteristik Responden Berdasarkan jabatan
Sumber : Olahan Hasil Angket Penelitian 2021
Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui tentang jabatan responden di SDN 160 Mulyorejo II di mana responden terbanyak adalah adalah guru kelas I-II, kelas V-VI , guru agama masing-masing sebanyak 2 orang (2%) , dan di ikuti dengan III-IV , guru bahasa inggris dan PJOK dengan masing-masing sebanyak 1 orang (1%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari tenaga pengajar di SDN 160 Mulyorejo II yang banyak memberikan suara adalah guru kelas I-II, Guru kelas V-VI dan guru agama sebanyak 2 orang (2%).
2. Deskrispi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 10 guru SDN 160 Mulyorejo II sebagai responden tetap melalui penyebaran kuesioner, untuk mendapatkan kecendrungan jawaban terhadap jawaban masing-masing variabel
akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran di bawah ini :
a. Deskripsi Variabel Evaluasi Guru
Variabel evaluasi guru pada penelitian ini diukur melalui 5 pernyataan yang berbeda. Hasil tanggapan variabel evaluasi guru dijelaskan pada tabel berikut ini:
Diagram 1
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Responden (X1.1)
Pada point pertama ini ada beberapa jawaban yang mendukung bagaimana kondisi guru saat menjalankan pembelajaran daring kepada para siswa di SDN 160 Mulyorejo II. Ada 4 jawaban berbeda yaitu :
Kurang setuju dengan tanggapan sebanyak 20%bagi guru yang kurang setuju dengan pertanyaan pertama karna bagaimana sulitnya tugas guru harus tetap dijalankan dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan.
20%
20%
30%
30%
1. Saya sebagai guru tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan pembelajaran daring
Kurang Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Setuju
Setuju dengan tanggapan sebanyak 20% adalah para guru yang merasa sudah menjadi tugas dan kewajiban seberapa sulitnya tetap akan menjalankan pembelajaran daring sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah,
Sangat setuju dengan tanggapan sebanyak 30% adalah para guru yang berada diatas umur 40-50 yang kesulitan karna tidak memahami metode baru yang berbeda dari sebelumnya dan 30% terakhir adalah sangat setuju bagi guru yang memahani metode baru yang ditetapkan pemerintah.
Pada point kedua pertanyaan diatas mendapat respon yang berbeda oleh para guru di SDN 160 Mulyorejo II. Dengan 3 jawaban yang berbeda yaitu Setuju dengan tanggapan yang bernilai 10% adalah jawaban setuju yang dirasakan bagi para guru yang para siswanya aktif dalam mengikuti pembelajaran.
40%
10%
50%
2. Siswa sangat berperan aktif dalam proses pembelajaran daring yang dilakukan. Seperti mengumpulkan tugas tepat
pada waktunya
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
Sangat setuju dengan tanggapan sebanyak 40% adalah para guru yang mengharapkan para siswanya untuk lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring dan bisa mengumpulan tugas sesuai dengan kesepakatan yang di setujui dan Kurang setuju dengan jawaban 50% adalah yang dirasakan para guru di mana siswa tidak berperan aktif ada yang tidak mengumpulkan tugas yang mengakibatkan keterlambatan dalam pengimputan nilai para siswa.
Pada point ke 3 ini hasil evaluasi belajar para siswa selama masa pembelajaran daring terdapat 5 jawaban yang berbeda yaitu : Ketidak setujuan dengan jumlah tanggapan sebanyak 10% karna proses pembelajaran daring ini mengurangi jam pembelajaran dan ketidak efektifan proses pembelajaran sehingga guru dan para siswa sama-sama mengalami kesulitan, Setuju dengan jawaban sebanyak 20% kedua bagi guru yang memberi jawaban karna merasakan sebagian siswa tetap mempertahankan nilainya, Kurang
30%
20%
30%
10%
10%
3. Hasil evaluasi belajar para siswa-siswi selama masa pembelajaran daring mengalami peningkat yang baik
Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju
setuju 30% ketika bagi para guru yang memberi jawaban proses dan jumlah waktu yang terbatas menyebabkan ketidakstabilan dalam jam pembelajaran yang berkurang sehingga mempertahakan nilai tetap stabil dianggap agak sulit bagi guru kepada siswanya. Sangat tidak setuju dengan jumlah persentase 10% yang memberikan tanggapan bahwa guru tidak menyetujui pernyataan tersebut karna mempertahankan nilai tetap stabil dengan pembelajran daring dianggap sedikit menyulitkan bagi sebagian guru dan jawaban Sangat setuju dianggap guru sebagai jawaban motivasi bagi para muridnya dan para guru untuk tetap semangat dalam menjalankan pembelajaran daring.
Pada point ke 4 pernyataan ini ada 3 jawaban yang beragam dimana jawaban setuju sebanyak 30% pertama yang diberikan guru dan orang tua harus tetap menjalani komunikasi yang baik selama masa pandemi ataupun setelah pandemi nanti berlalu, Sangat setuju 40% bagi jawaban para guru yang sering berkomunikasi dengan para orang tua murid tentang pembelajaran
40%
30%
30%
4. Komunikasi yang terjalin antara wali siswa dengan para guru berjalan dengan baik selama pembelajaran daring. Komunikasi
tentang bagaimana kondisi anak-anaknya saat proses pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
dan bagiamana keaktifan para anak-anaknya selama pembelajaran daring dilakukan adakah kendala selama ini, dan terakhir jawaban kurang setuju sebanyak 30% bagi para orang tua yang tidak pernah memperhatikan bahkan berkomunikasi dengan para guru sehingga guru kesulitan untuk memberitahukan beberapa hal yang harus di beritahukan.
Sumber : Olahan hasil angket penelitian 2021
Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel evaluasi guru memiliki beragam jawaban berdasarkan pengalaman yang dialami pada saat pembelajaran online yang dilakukan selama masa pandemic covid 19 yang dilakukan di SDN 160 Mulyorejo.
Menurut (Yuni Ariesca, dkk 2021) Kesulitan yang dihadapi oleh para guru dalam perencanaan pembelajaran, kesulitan dalam menyampaikan materi untuk para siswa dan kesulitan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran apalagi
20%
30%
30%
10%
10%
5. Para siswa tidak mengalami kesulitan selama proses pembelajaran daring dilakukan. Seperti mengikuti apa yang dijelaskan Bapak/Ibu guru saat pembelajaran daring
dilakukan
Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju
dikhususkan bagi para siswa yang kelas 1 dan 2 yang membutuhkan perhatian khusus dalam pembelajarannya juga menjadi kesulitan yang berarti bagi guru dan muridnya.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa para guru dan siswa juga mengalami kesulitan selama masa pandemic karna hasil pembelajaran siswa tidak mengalami peningkatan dan kesulitan dalam mengejar ketinggalan pembelajaran dan sulitnya komunikasi antar wali siswa dan guru yang terkait.
Tabel perbandingan mengenai bagaimana perbedaan evaluasi para guru, sekolah dan para siswa sebelum dan selama perberlakuan pembelajaran daring yang terjadi sejak covid 19 menyerang dan pemberlakuan peraturan pembelajaran di rumah di putuskan.
Tabel 5
Perbandingan Evaluasi Guru masa Pre-test & Post-test
Indikator Penilaian Pre- test (Sebelum covid 19)
Post-test (Selama covid 19) 1. Siswa sangat aktif
dalamproses
pembelajaran daring
Para guru tidak menegalamai kesulitan
selama proses
pembelajaran tatap muka berlangsung sehingga
busa langsung
mengevaluasi para siswa- siswanya.
Selama covid 19 berlangsung para guru mengalamai keuslitan
karna proses
pembelajaran
mengalamai perubahan system mengajar.
2. Hasil evaluasi belajar Hasil evaluasi para siswa 95% penurunan nilai dan
daring siswa meningkat dalam pembelajaran daring.
berada di tingkat merata dan bahkan mengalami peningkatan persentase.
keatifan para siswa
selama masa
pembelajaran daring dilakukan.
3. Komunikasi wali siswa
dengan guru
berlangsung dengan baik saat pembelajaran berlangsung.
Sebelum pandemic komunikasi dengan para wali siswa berjalan dengan lancer mengenai bagaiamana peningkatan pembelajaran anak- anaknya selama masa sekolah.
99% para wali siswa mengajukan keluhan mengenai pembelajaran daring yang dilakukan karna para siswa mengalami banyak kesulitan dalam pembelajarannya bahkan ada yang tertinggal karna
tidak memahami
pembelajaran.
4. Siswa-siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring.
Para guru selalu berusaha membuat para siswa untuk belajar aktif selama masa pembelajaran berlangsung dan langsung memberikan solusi setiap para siswa mengalami kesulitan.
Semua siswa banyak
yang mengalami
kesulitan selama masa pembelajaran daring dilakukan, mulai dari yang tidak memahami materi, kesulitan dalam jaringan dan masih banyak lagi.
5. Sebagai guru tidak mengalami kesulitan dalam mengajar menggunakan
metode pembelajaran daring.
Tingkat kesulitan selama masa bertatap muka adalah hal yang wajar bagi para guru selama masa sekolah.
85% tingkat kesulitan selama masa pandemic dialami para guru seperti tidak memenuhi beban jam kerja selama mengajar.
Dari table diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa para guru juga mengalami kesulitan selama masa pembelajaran darig di terapkan. Guru dan para siswa di SDN 160 Mulyorejo II juga mengalami situasi yang sama-sama tidak menguntungkan antara satu dan lainnya. Bahkan orang tua wali siswa juga mengalami hal yang serupa karna tidak bisa mendampingi para anak- anaknya selama belajar karna memiliki tanggung jawab yang lain yang harus dilakukan seperti bekerja, mengurus rumah dan sebagainnya.
b. Deskripsi Variabel Evaluasi Sekolah
Variabel evaluasi sekolah pada penelitian ini diukur melalui 5 pernyataan yang berbeda. Hasil tanggapan variabel evaluasi guru dijelaskan pada tabel berikut ini:
Diagram 2
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Responden (X1.2)
Pada point ke 6 pertanyaan ini ada 3 jawaban berbeda yaitu untuk jawaban Sangat setuju sebanyak 40% adalah para guru yang menginginkan
40%
40%
20%
6. Sekolah memiliki saran dan prasarana yang mendukung selama proses pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
pihak sekolah untk memfalisitasi kebutuhan sarana dan prasarana selama pembelajaran online dilakukan sebagai pendukung kegiatan tersebut, untuk jawaban Setuju sebanyak 40% kebutuhan saran dan prasaran selama pembelajaran daring merupakan kebutuhan utama saat ini bagi para guru, dan jawaban Kurang setuju 20% dimana sekolah tidak memberikan fasilitas yang sesuai selama masa pandemi dan pembelajaran online dilakukan.
Pada point ke 7 ada 3 jawaban tanggapan yang didapatakan yaitu jawaban Setuju dengan jumlah tanaggapan sebanyak 40% dimana para tenaga pendidik daan nonendidik memliki kompetensi dan mendukung pembelajaran online.
Jawaban Sangat setuju sebanyak 40% dominan menyatakan bahwa tenaga pendidik dan nonpendidik setidaknya memiliki kemampuan sebagai pendukung pembelajaran daring. Namun ada jawaban Ketidak setujuan 20%
bagi para guru karna tidak semua tenaga nonpendidik memiliki tingkat pendidikan yang sama rata dan pengalaman dalam mengajar.
40%
40%
20%
7. Tenaga pendidik dan nonpendidik memiliki kompetensi yang mendukung pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
Pada point ke 8 pertanyaan ada 2 jawaban yang memberikan kesimpulan dari jawaban pernyataan diatas. Jawaban Setuju sebanyak 50% adalah para guru berharap pihak sekolah bisa memberikan pelatihan khusus sehingga para guru bisa mempersiapkan dan dan meningkatkan kemapuannya dalam pembelajaran online yang berlangsung, dan jawaban Sangat setuju 50%
jawaban yang menyatakan sangat setuju jika sekolah bisa memberikan pelatihan sebagai peningkatan kompetensi dan peningkatan kualitas pembelajaran daring. Karna pelatihan untuk menambah kemampuan dalam proses pembelajararn online mampu membantu bagi guru yang tidak memahami penggunaan media platfrom yang disediakan, sehingga tidak terjadi keterlambatan pembelajaran karna tidak mengerti penggunaannya.
50%
50%
8. Pihak sekolah memberikan pelatihan peningkatan kompetensi bagi guru-guru dalam peningkatan kualitas
pembelajran daring
Sangat setuju Setuju
Pada point ke 9 ada 2 jawaban yang berbeda yang didapatkan. Pada jawaban Setuju 50% dimana guru berharap sekolah meyediakan ruang diskusi untuk para guru untuk mengungkapkan keresahan ataupun pengalaman selama pembelajaran daring dilakukan dan jawaban Sangat setuju sebanyak 50% adalah sekolah bisa memberikan kebebasan bagi guru-gurunya untuk berbagi pengalaman pembelajaran daring dan memberikan solusi jika ada kesulitan yang dialami sehingga guru tidak merasa sangat kesulitan. Ruang diskusi yang dibuka bisa membuat para guru bisa meluangkan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran online, bisa membuat sedikit menghilangkan ketegangan dan mencoba mencari solusi dari permasalah yang dihadapi.
50%
50%
9. Sekolah memberikan ruang diskusi untuk berbagai pengalaman pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju
Sumber : Olahan Hasil Angket Penelitian 2021
Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel evaluasi sekolah memiliki jawaban yang beragam sehingga dapat ditarik kesimpulkan bahwa sebagian besar para guru berharap sekolah lebih membuka koneksi lebih luas dengan mitra lain (seperti memberikan pelatihan lebih sering) dalam peningkatan kualitas pembelajaran daring di SDN 160 Mulyorejo II.
Tabel perbandingan antara evaluasi sekolah sebelum dan selama masa pandemic berlangsung di SDN 160 Mulyorejo II.
40%
50%
10%
10. Sekolah membuka ruang komunikasi bagi wali kelas dan pihak mitra lain dalam upaya peningkatan kualitas
pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
Tabel 6
Perbandingan Evaluasi Sekolah masa pre-test & post-test
Indicator Penilaian Pre-test (Sebelum covid)
Post-test (Selama Covid) 1. Sekolah memiliki
sarana dan
prasarana yang mendukung proses pembelajaran
daring.
Sekolah menyediakan sarana dan prasarana untuk memastikan kenyaman bagi siswa
dan tenaga
penegajarnya.
Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh orang tua siswa dimana tidak semua ekonomi dan keuangan para orang tua siswa adalah sama atau diatas rata-rata.
Sehingga menyebabkan kehambatan
pembelajaran daring.
2. Tenaga pendidik dan nonpendidik
memiliki kemampuan kompetensi yang mendukung untuk pembelajaran daring.
Sekolah mengupayakan untuk memberikan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi yang baik.
Para guru meningkatkan kompetensi untuk mengatasi kesulitan
selama masa
pembelajaran daring berlangsung.
3. Pihak sekolah memberikan
pelatihan peningkatan kompetensi guru-
guru dalam
peningkatan
Sebelum pandemic berlangsung sekolah selalu melakukan evaluasi untk para guru- guru dan melakukan pelatihan sebagai
Memberikan pelatihan tambahan dalam upaya peningkatan kualitas
guru selama
pembelajaran daring berlangsung.
pembelajaran daring. peningkatan kompetensi.
4. Sekolah memberikan ruang diskusi terbuka untuk berbagai pengalaman
pembelajaran daring.
Sekolah menyediakan ruang terbuka untuk diskusi bagi para pihak yang berada di sekolah
Ruang diskusi menjadi lebih sering terbuka dengan mendengar keluhan dari kesulitan yang dialami para guru
selama masa
pembelajaran daring berlangsung dan cara menghadapi para siswanya.
5. Sekolah membuka ruang komunikasi bagi wali kelas dan pihak mitra lain dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran daring.
Keterbukaan pihak sekolah untuk menerima undangan bahkan ajakan untuk menghadir solialisasi peningkatan kemampuan guru.
Sosialisasi selama masa pandemic tidak diadakan secara langsung karna
larangan untuk
berkumpul dalam jumlah peserta yang banyak sehingga hanya dilakukan secara daring.
Namun pihak sekolah tetap mengapresiasi dengan tetap mengikuti kegiatan tersebut
Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa SDN 160 Mulyorejo II tetap memberikan pelayanan yang baik dalam pemenuhan kebutuhan selama masa pembelajaran daring walaupun dengan beberapa kesulitan juga yang dialami dengan tidak adanya kegiatan sekolah selama masa pandemic
berlangsung dan membuat sekolah menjadi sepi dengan tidak adanya para siswa hadir di sekolah.
c. Deskripsi Variabel Evaluasi Siswa
Variabel evaluasi siswa pada penelitian ini diukur melalui 5 pernyataan yang berbeda. Hasil tanggapan variabel evaluasi guru dijelaskan pada tabel berikut ini:
Diagram 3
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Responden (X1.3)
Point ke 11 dari pernyataan diatas mengenai para guru yang diwajibkan memiliki kemampuan menggunakan platfrom digital pembelajaran online. Ada jawaban yang berbeda dari pernyataan tersebut,jawaban Setuju sebanyak 20% untuk para guru bisa menguasai platfrom digital untuk membantu dalam pembelajaran online, jawaban Sangat setuju sebanyak 50% dimana pelatihan dan seminar penggunaan
50%
20%
30%
11. Guru-guru memiliki kompetensi yang baik dalam menggunakan platfrom digital pembelajaran (seperti
zoom, quizizz, ruang guru dll)
Sangat setuju Setuju Kurang setuju
aplikasi harus diterapkan untuk memberikan kemudahan dalam pemahamannya, dan 30% terakhir dengan jawaban Kurang setuju sebanyak 30% dikarenakan guru dituntut bukan hanya kemampuan menguasai platfrom saja yang harus dikuasai namun kemampuan beradaptasi dan pengevaluasian pembelajaran yang juga harus dikuasai.
Pada point ke 12 ini ada mengenai guru memberikan video pembelajran yang menarik dan interaktif untuk membantu semangat pembelajaran para siswa. Jawaban Setuju sebanyak 60% yang mengatakan video pembelajaran tidak boleh hanay monoton seperti biasanya namanu harus di buat semenarik mungkin dengan tidak menghilangakan maksud dan tujuan dari materi yang akan di pelajari.
Sedangakan jawaban Sangat setuju 40% dengan penggunaan video yang menarik sehingga semangat belajar akan lebih meningkat dan
60%
40%
12. Guru memberikan video pembelajaran yang menarik dan interaktif
Setuju Sangat setuju
bersemangat. Dari jawaban diatas diambil kesimpulan bahwa semua jawaban menyatakan kesetujuannya untuk membuat video yang menarik untuk menghilangkan kebosanan dan tekanan selama masa pembelajaran daring dilakukan.
Pada point ke 13 ini menjelaskan bahwa bagaimana para orangtua dan guru bisa melakukan komunikasi mengenai pembelajaran, kemampuan dan hasil evaluasi pembelajaran para siswa selama masa pandemic dan pembelajaran daring diterapkan. Dengan jawaban Sangat setuju sebanyak 40% guru harus selalu merespon dengan baik dan cepat saat para orang tua hendak berkomunikasi tentang kemampuan anak-anaknya selama masa pembelajaran daring dilakukan. Jawaban Setuju sebanyak 30% komunikasi yang baik antara guru dan orang tua akan memberikan dampak yang baik bagi satu sama lain dengan bisa mengerti apa yang terjadi selama masa pembelajaran daring dilakukan. Jawaban Sangat tidak setuju sebanyak
40%
30%
10%
20%
13. Guru selalu memberikan motivasi dalam masa pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju Kurang setuju 4th Qtr
20% dimana orang tua akan kesulitan jika para guru tidak terbuka dengan para orang tua ataupun sebaliknya sehingga tidak ada komunikasi yang akan terjalin. Dan jawaban terakhir Kurang setuju sebanyak 10% terkadang orang tua maupun guru sulit di ajak berkomunikasi bahkan untuk bertemu karna kesibukan sehingga tidak ada waktu untuk bertemu.
Point ke 14 ini dapat ditarik kesimpulan bahwa para guru selalu memberikan motivasi dan semangat belajar bagi para siswanya. Jawaban Setuju sebanyak 40% untuk setiap pembelajaran bisa memberikan motivasi dan semnagat belajar bagi para siswa yang belajar di rumah. Sedangkan jawaban Sangat setuju sebanyak 60% dimana guru dan orang tua harus bekerja sama dalam memberikan motivasi belajar. Guru selalu memberikan motivasi belajar bagi anak-anaknya dalam belajar. Sedangkan orang tua memberikan motivasi untuk sabar dan tetap semangat belajar dirumah
60%
40%
14. Guru selalu memberikan motivasi dalam masa pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju
dengan menciptakan suasana yang baik selama belajar serta siaga menemani dalam belajar.
Sumber : Olahan Hasil Angket Penelitian 2021
Point ke 15 ini menjelaskan bahwa objektifnya para guru memberikan penilaian akhir dimasa pandemic. Jawaban Setuju sebanyak 50% untuk tidak memilih dalam memberikan hasil nilai akhir sesuai dengan kemapuan dari setiap siswanya. Sedangkan Sangat setuju sebanyak 60% untuk memberikan hasil yang sesuai dengan hasil akhir dengan melihat factor seperti kemapuan dalam menyelesaikan tugas, pengumpulan tugas, keaktifan dalam belajar dan kemampuan menganalisis materi yang diberikan. Bagaimana keaktifan dan hasil evaluasi pembelajaran yang didapatkan akan menjadi hasil dan nilai akhir bagi para siswa selama mengikuti pembelajaran online.
50%
50%
15. Guru sangat objektif dalam memberikan penilaian akhir dimasa pembelajaran daring
Sangat setuju Setuju
Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel evaluasi siswa memiliki jawaban responden yang beragam.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar para guru harus mempersiapkan proses pembelajatan dengan memalui video-video yang menarik dan interaktif sehingga membuat para siswa bisa semakin bersemangat mngerjakan tugas selama mass pembelajaran daring yang dilakukan di SDN 160 Mulyorejo II.
Tabel perbandingan antara evaluasi siswa sebelum dan selama masa pandemic covid 19 berlangsung.
Tabel 7
Perbandingan Evaluasi Siswa masa pre-test & post-test
Indikator Penilaian
Pre-test
(Sebelum covid 19) Post-test (Selama covid 19) 1. Guru-guru memiliki
kompetensi yang baik dalam menggunakan berbagai paltfrom yang tersedia untuk pembelajaran online.
70% guru menguasai beberapa platform yang ada
85% beberapa guru sudah menjalanakn
pelatihan untk
menjalankan platform sebagai pendukung pemebalajran daring yang dilakukan.
2. Guru memberikan video pembelajaran yang menarik
Pembelajaran yang menyenangkan selalu berusaha guru ciptakan
Para siswa berharap para guru bisa memberikan kenyaman kembali
untuk kenyaman antar guru dan siswanya.
dengan memebrikan video atau konten yang
menarik untuk
mengurangi stress selama melaksanakan pembelajaran daring.
3. Guru sangat mudah dihubungi untuk konsultasi
pembelajaran daring.
Guru selalu membuka ruang diskusi untk para orang tua siswa untuk berkonsultasi.
Konsultasi antara orang tua dan para guru lebih sering terjadi dan makin intesn untk dilakukan dimana para orang tua
juga mengalami
kesulitan untuk mendampingi belajar anak-anaknya.
4. Guru selalu memberikan
motivasi belajar bagi siswanya.
Memberikan motivasi bagi siswa juga sebagian tugas para guru untuk semngat dalam belajar
Motivasi yang lebih sering dilakukan para guru disaat memberikan pembelajaran mengingat para guru juga mengalami kesulitan yang sama.
5. Guru sangat objektif memberikan
penilaian akhir dimasa
pembelajaran daring
Penilaian yang obejektif selalu dilakukan oelh para guru mengingat bagaimana kempuan setiap siswanya.
Penilaian selama masa pembelajaran daring mnegalami penuruan sehingga para guru mengalami kesulitan.