BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.1 Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah
menjelaskan tentang kebijakan akuntansi yang meliputi entitas akuntansi/entitas pelaporan keuangan daerah, basis akuntansi yang mendasari penyususnan laporan keuangan pemerintah daerah, basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada pemerintah daerah, dan kebijakan akuntansi. Bab lima menjelaskan tentang pos-pos laporan keuangan yang meliputi penjelasan atas pos-pos laporan realiasi anggaran, penjelasan atas pos-pos laporan perubahan saldo anggaran lebih, penjelasan atas pos-pos laporan operasional, penjelasan pos-pos laporan perubahan ekuitas, penjelasan atas pos-pos neraca, dan penjelasan pos-pos laporan arus kas. Bab enam menjelaskan tentang penjelasan atas informasi-informasi non keuangan pemerintah kabupaten lembata dan yang terakhir adalah bab tujuh yaitu penutup yang memuat tentang uraian penutup catatan atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015.
penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Lembata telah mennyajikan laporan keuangan untuk tahun anggaran 2015 dengan memuat informasi-informasi keuangan dalam tujuh komponen laporan keuangan sesuai dengan yang dianjurkan oleh PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Tujuh komponen laporan keuangan tersebut meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dalam menyusun laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata, disesuaikan juga dengan Pernyataan Standar Akauntansi Pemerintah (PSAP) yang terdiri dari 12 PSAP sebagai pedoman dalam penyususnan laporan keuangan berbasis akrual pada Pemerintah Kabupaten Lembata. Penyesuaian PSAP dengan laporan keuangan yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata adalah sebagai berikut:
1. PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan.
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 menjelaskan tentang komponen-komponen laporan keuangan yang harus di sajikan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Komponen-komponen yang terdapat dalam satu set laporan keuangan terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports) dan laporan finansial, sehingga seluruh komponen menjadi sebagai berikut; Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran
Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Catatan atas Laporan Keuangan.
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 tentang komponen laporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas anggaran yang digunakan dan disajikan dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015 dengan memuat informasi keuangan berupa Laporan Realiasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Tujuh komponen laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata telah disusun sesuai dengan yang diamanatkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 (PSAP) tentang komponen laporan keuangan.
2. PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) 02 menjelaskan tentang isi laporan realisasi anggaran. Laporan realisasi anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-pos sebagai berikut;
Pendapata-LRA
Belanja
Transfer
Surplus/Defisit-LRA,
Penerimaan Pembiayaan,
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Neto
Sisa lebih/kurang pembiayan Anggaran (SiLPA/SiKPA).
Pemerintah Kabupaten Lembata menyajikan informasi keuangan tentang realisasi anggaran dalam laporan realisasi anggaran tahun 2015. Dalam laporan realisasi anggaran yang disajikan Pemerintah Kabupaten Lembata terdapat pos-pos pendapatan, belanja, transfer, pembiayaan yang diklasifikasikan lagi menjadi penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan dan pembiayaan neto, dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran. Penyajian laporan realisasi anggaran ini sesuai dengan yang diamanatkan dalam PSAP 02 tentang laporan realisasi anggaran.
3. PSAP 03 Laporan Arus Kas
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 03 mejelaskan tentang penyajian laporan arus kas. Laporan arus kas adalah bagian dari laporan finansial yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyusun laporan arus kas dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015. Dalam laporan arus kas yang disusun memuat informasi-informasi keuangan tentang arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi aset/non keuangan, arus kas dari aktivitas pendanaan/pembiayaan, dan arus kas dari aktivitas transitoris/non anggaran. Pos-pos yang disajikan dalam laporan arus kas
Pemerintah Kabupaten Lembata sesuai dengan yang diamanatkan dalam PSAP 03 tentang isi laporan arus kas.
4. PSAP 04 Catatan atas Laporan Keuangan
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 04 menjelaskan tentang catatan atas laporan keuangan. Dalam rangka pengungkapan yang memadai, catatan atas laporan keuangan mengungkapkan hal-ha sebagai berikut;
a. Informasi umum tentang entitas pelaporan dan entitas akuntansi;
b. Informasi umum tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;
c. Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.
d. Informasi tentang dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan- kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
e. Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan keuangan;
f. Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
g. Informasi lainnya yang perlu untuk penyajian wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015 telah sesuai dengan PSAP 04 yang mengatur tentang catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan pemerintah kabupaten lembata disajikan dalam tujuh bab. Bab pertama adalah pendahuluan yang
menjelaskan maksud dan tujuan penyususnan laporan keuangan, landasan hukum penyususnan laporan keuangan, dan sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan. Bab dua menjelaskan tentang ekonomi makro, kebijakan akuntansi, dan indikator pencapaian target kinerja APBD. Bab tiga menjelaskan tentang ikhtisar pencapaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata serta hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. Bab empat menjelaskan tentang kebijakan akuntansi berupa entitas akuntansi/entitas pelaporan keuangan daerah, basis akuntansi yang mendasari penyususnan laporan keuangan, basis pengukuran yang mendasari penyususnan laporan keuangan, dan penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintah. Bab lima menjelaskan mengenai rincian laporan keuangan dan nilai pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan seperti laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca, dan laporan arus kas. Bab enam merupakan penjelasan atas informasi-informasi non keuangan sebagai informasi tambahan untuk penyajian yang wajar yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan serta informasi yang diharuskan pernyataan standar akuntansi pemerintah yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan semuanya dimuat dalam bab enam, dan yang terakhir adalah bab tujuh yaitu penutup.
5. PSAP 05 Akuntansi Persediaan
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 05 menjelaskan beberapa poin tentang akuntansi persediaan diantaranya sebagai berikut:
a. Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal, serta pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
b. Persediaan disajikan sebesar; biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian, harga pokok produksi apabila diproduksi sendiri, nilai wajar apa bila diperoleh dengan cara lain seperti donasi/rampasan.
c. Persediaan dapat dinilai dengan menggunakan; metode sistematis seperti FIFO atau rata-rata tertimbang, harga pembelian terakhir apabila setiap unit persediaan nilainya tidak material dan bermacam-macam jenisnya.
Pada penyususnan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun anggaran 2015 kebijakan akuntansi yang diterapkan sesuai dengan Peraturan Bupati Lembata Nomor 22 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Pemenrintah Daerah Kabupaten Lembata. Kebijakan tersebut menjelaskan bahwa persediaan diakui pada sata potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah daerah dan mempunyai nilai dan biaya yang dapat diukur dengan andal, serta pada saat diterima hak kepemilikannya berpindah.
Persediaan dalam laporan keuangn Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata tahun anggaran 2015 disajikan dengan cara menggunakan metode first in first out (FIFO) kecuali obat-obatan yang menggunakan masa expire (tanggal kadaluwarsa). Persediaan disajikan dengan menggunakan harga
pembelian/perolehan apa bila diperoleh dengan pembelian. Menggunakan harga standar sesuai dengan harga pokok produksi apa bila diperoleh dengan memproduksi sendiri. Persediaan dinilai dengan harga/nilai wajar apa bila diperoleh dengan cara lainnya seperi donasi/rampasan.
6. PSAP 06 Akuntansi Invetasi
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 06 tentng Akuntansi investasi memuat beberapa poin penting sebagai berikut;
a. Investasi pemerintah diklasifikasikan menjadi dua yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Investasi jangka pendek merupakan kelompok aset lancar dan investasi jangka panjang merupakan kelompok aset non lancar.
b. Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanamannya, yaitu permanen dan non permanen. Investasi permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan, sedangkan investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan.
Dalam penyajian laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2015, investasi diklasifikasikan menjadi investasi jangka pendek dan jangka panjang yang termuat dalam neraca. Investasi jangka pendek diklasifikasikan menjadi investasi non permanen dan investasi permanen.
Investasi non permanen merupaka investasi yang tidak dimiliki secara berkelanjutan sedangkan investasi permanen dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan.
7. PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 07 menjelaskan tentang akuntansi aset tetap. Beberapa poin yang dijelaskan dalam PSAP 07 adalah sebagai berikut:
a. Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap adalah sebagai berikut: tanah; peralatan dan mesin; gedung dan bangunan; jalan, irigasi, dan jaringan; asset tetap lainnya; dan konstruksi dalam pengerjaan.
b. Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal. Untuk dapat diakui sebagai aset tetap harus dipenuhi kriteria sebagai berikut:
(a) berwujud;
(b) mempunyai masa manfaat 12 (dua belas) bulan;
(c) biaya perolehan aset dapat diukur secara handal;
(d) tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan (e) diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
c. Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan padda nilai wajar pada saat perolehan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata mengklasifikasikan aset tetap menjadi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, aset tetap lainnya dan kontruksi dalam pengerjaan. Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaaatkan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Lembata untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dan dibangun dengan tujuan untuk digunakan. Biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas. Nilai aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.
8. PSAP 08 Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan.
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 08 menjelaskan tentang akuntansi konstruksi dalam pengerjaan. Beberapa poin penjelasannya sebagai berikut:
a. Konstruksi dalam pengerjaan mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai. Perolehan melalui kontrak kostruksi pada umumnya memerlukan suatu periode waktu tertentu.
Periode waktu perolehan tersebut bisa kurang atau lebih dari satu periode akuntansi.
b. Suatu benda berwujud harus diakui sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan jika:
Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh;
Biaya perolehan tersebut dapat diukur secara handal; dan
Aset tersebut masih dalam proses pengerjaan.
c. Konstruksi dalam pengerjaan biasanya merupakan aset yang dimaksudkan digunakan untuk operasional pemerintah atau dimanfaatkan oleh
masyarakat dalam jangka panjang dan oleh karenanya diklasifikasikan dalam aset tetap.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menggolongkan semua pembangunan aset tetap yang melebihi satu periode akuntansi kedalam konstruksi dalam pengerjaan, dalam hal ini termasuk didalamnya meliputi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya yang pembangunannya melebihi satu periode akuntansi. Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata mengakui konstruksi dalam pengerjaan dengan menetapkan beberapa kriteria seperti;
Pembangunan aset tetap dapat digunakan dimasa yang akan datang
Semua biaya dalam proses pembangunan yang dimasukkan dalam biaya perolehan dapat diukur dengan handal
Pembangunan aset tetap yang masa pembangunannya melebihi satu periode akuntansi digolongkan dalam konstruksi dalam pengerjaan.
Konstruksi dalam pengerjaan yang didalamnya berupa tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya dibangun dengan maksudk untuk digunakan dalam operasional pemerintah dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
9. PSAP 09 Akuntansi Kewajiban
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) 09 menjelaskan tentang akuntansi kewajiaban. Beberapa poin penting didalamnya sebagai berikut:
a. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. semua kewajiban lainnya diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang.
b. Utang pemerintah harus diungkapkan secara rinci dalam bentuk daftar skedul utang untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada pemakainya.
c. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata mengklasifikasikan kewajiban menjadi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban dikatakan kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Sedangkan kewajiban dikatakan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayarkan atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menjelaskan dalam kebijakan akuntansi bahwa kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebeasar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Lembata sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku menjabarakan Kewajiban yang timbul dalam mata uang asing kedalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.
10. PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi Yang Tidak Dilanjutkan.
Poin-poin penting dalam penjelasan PSAP 10 adalah sebagai berikut;
a. Dalam mengoreksi suatu kesalahan akuntansi, jumlah koreksi yang berhubungan dengan periode sebelumnya harus dilaporkan dengan menyesuaikan baik saldo anggaran lebih maupun saldo ekuitas. Koreksi yang berpengaruh material pada periode berikutnya harus diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan.
b. Perubahan kebijakan akuntansi disajikan pada Laporan Perubahan Ekuitas dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menyajikan informasi terkait dengan jumlah koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya dalam laporan perubahan saldo anggaran lebih dan koreksi yang berpengaruh material diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Dalam laporan perubhan ekuitas, Pemerintah Kabupaten Lembata menyajikan informasi terkait dengan dampak kumulatif perubahan kebijakan akuntansi dan dijelaskan secara rinci pada catatan atas laporan keuangan.
11. PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasi.
a. Laporan keuangan konsolidasi terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
b. Laporan keuangan konsolidasi disajikan untuk periode pelaporan yang sama dengan periode pelaporan keuangan entitas pelaporan dan berisi jumlah komparatif dengan periode sebelumnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menggabungkan laporan keuangan yang disusun tiap-tiap entitas akuntansi maupun entitas pelaporan yang kemudian dikonsolidasi menjadi laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Laporan keuangan konsolidasi terdiri laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
12. PSAP 12 Laporan Operasional.
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan–LO, beban, surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan non opeasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar secara komparatif. Laporan Operasional dijelaskan lebih lanjut dalam Catatan atas Laporan Keuangan yang memuat hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas keuangan selama satu tahun seperti kebijakan fiskal dan moneter, serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut angka-angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata menyajikan laporan operasional yang memuat informasi keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata yang tercermin dalam pendapatan-LO, beban dan surplus/defisit-operasional dari suatu entitas pelaporan selama tahun anggaran 2015. Dalam laporan operasional yang
disajikan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015, diklasifikasikan menjadi pendapatan yang dibagi lagi menjadi pos-pos pendapatam asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah. Kemudian beban yang dibagi menjadi pos-pos beban operasi dan bebas transfer. Surplus/defisit dari kegiatan non operasional yang dibagi menjadi surplus non operasional dan defisit non operasional. Pos luara biasa dibagi menjadi pendapatan luar biasa dan beban luar biasa. Penjelasan atas pos-pos laporan operasional dijelaskan secara rinci dalam catatan atas laporan keuangan dan daftar angka-angka yang perlu dijelaskan disajikan dan dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.
4.3.2 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual Pada Pemerintah Kabupaten Lembata.
Penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata didasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dalam pasal 32 yang mengamanatkan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan SAP. Sesui dengan amanat tersebut, Pemerintah menetapkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Dalam PP No.71 Tahun 2010 menganjurkan penggunaan SAP berbasis akrual dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah. SAP berbasis akrual merupakan SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD.
Mulai tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Lembata mengimplementasikan akuntansi berbasis akrual sesuai dengan amanat PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Implementasi SAP berbasis akrual memberikan pengaruh pada beberapa hal dalam penyajian laporan keuangan. Pertama bahwa, pos-pos ekuitas dana pada neraca per 31 Desember 2014 yang berbasis cast toward accrual direklasifikasi atau dibagi kedalam berbagai klasifikasi menjadi ekuitas sesuia dengan akuntansi berbasis akrual. Kedua, keterbandingan penyajian akun-akun tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dalam Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas tidak dapat dipenuhi. Hal ini diakibatkan oleh penyusunan dan penyajian akuntansi berbasis akrual pertama kali mulai dilaksanakan pada tahun 2015. Pemerintah Kabupaten Lembata menerapkan basis akrual dalam penyususnan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Hal ini telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Penyusunan dan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata didasarkan pada kebijakan-kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP. Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvesi, aturan-aturan dan praktek-praktek spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Pada penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2015 kebijakan akuntansi yang diterapkan sesuai dengan
Peraturan Bupati Lembata Nomor 22 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Dalam penyususnan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata juga diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang disusun Pemerintah Kabupaten Lembata disesuaikan dengan penggunaan basis akrual dalam penyajian laporan keuangan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan-LRA
a. Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dubayar kembali oleh pemerintah.
b. Pendapatan –LRA diakui pada saat kas diterima pada kas umum Daerah.
c. Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasi dengan pengeluaran).
d. Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.
2. Pendapatan-LO
a. Ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali. Pendapatan-LO adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah.
b. Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan/ atau pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi.
c. Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluarannya).
d. Pendapatan-LO disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatannya.
3. Belanja
a. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
b. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari kas umum daerah.
c. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh pengguna anggaran.
d. Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
4. Beban
a. Beban adalah penurunan manfaaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.