METODE PENELITIAN
3.1 Daerah dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Lembata yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penelitian dilakukan selama kurang lebih dua bulan yaitu dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2017.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang relevan dengan asumsi agar sasaran penulisan dapat dicapai, maka penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
1. Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu pengumpulan data lapangan dengan teknik sebagai berikut:
a. Observasi, yaitu dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung dalam proses kegiatan pengelolaan data keuangan dengan menggunakan SAP berbasis akrual serta data lain yang berhubungan dengan pembahasan dari penelitian ini yang diperoleh dari Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Lembata.
b. Wawancara, yaitu teknik yang dilakukan dengan proses tanya jawab kepada kepala bagian keuangan, bendahara, dan pegawai bagian keuangan pada Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Lembata.
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan merupakan pengumpulan data yang bersifat teoritis dengan membahas dan mempelajari buku-buku, artikel, jurnal, maupun dari internet serta tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh berupa informasi baik lisan maupun tulisan mengenai keadaan Pemerintah Kabupaten Lembata, struktur organisasi, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lembata serta data lainnya yang bersifat kualitatif yang dibutuhkan dalam penelitian.
2. Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh berupa angka-angka seperti laporan keuangan yang dihasilkan Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Lembata.
3.3.2 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data primer merupakan data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya. Data primer dalam penelitian ini merupakan jawaban responden dari kuesioner, hasil observasi dan hasil wawancara langsung mengenai penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual yang dilihat dari segi ketersediaan sistem informasi dan kualitas sumber daya manusia.
2. Data sekunder, merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui perantara. Data sekunder dalam penelitian ini
dikumpulkan dengan studi kepustakaan yang diperoleh dari buku-buku, artikel ilmiah, internet dan sumber refrensi lainnya yang relevan dan berhubungan dengan penelitian.
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis Deskriptif Komparatif, yaitu dengan mendeskripsikan perbandingan penerapan SAP berbasis akrual yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata dengan penerapan SAP berbasis akrual menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
3.5 Definisi Operasional
Definisi operasional variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual adalah standar akuntansi yang digunakan dalam lingkungan pemerintahan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
2. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.
3. Basis akrual merupakan basis akuntansi yang mengakui dan mencatat suatu transaksi ekonomi yang terjadi tanpa memperhatikan kapan kas diterima atau dibayarkan.
4. Laporan keuangan pemerintah daerah merupakan laporan yang sistematis yang memberikan informasi yang relevan mengenai penggunaan sumber daya
dan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
5. Komponen laporan keuangan pemerintah merupakan susunan laporan keuangan yang disajikan dalam satu set laporan keuangan pemerintah yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Catatan atas Laporan Keuangan.
6. Kualitas laporan keuangan merupakan ukuran-ukuran yang digunakan dalam menilai laporan keuangan yang disajikan dengan beberapa indicator penilaian seperti releva, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami.
34 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Kabupaten Lembata 4.1.1 Sejarah Kabupaten Lembata
Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakan sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda dikenal dalam peta Indonesia dengan nama “Pulau Lomblen”. Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Oleh Panitian Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama Lembata ini sesuai dengan sejarah asal masyarakatnya dari pulau “Lepanbata”, sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula “Orang Lomblen” berubah menjadi “Orang Lembata”.
Rencana kearah terbentuknya Kabupaten Lembata bertolak pada 2 (dua) pernyataan/ statement, yaitu:
1. Pernyataan/ statement tanggal 7 Maret 1954.
2. Pernyataan/ memorandum tanggal 7 Maret 1999.
Sejak Tahun 1958, Pulau Lembata merupakan bagian Wilayah Administratif Kabupaten Flores Timur, namun pada tanggal 12 Oktober 1999 Lembata dipisahkan dan menjadi sebuah kabupaten baru dengan nama Kabupaten Lembata dengan Ibu Kotanya Lewoleba.
4.1.2 Visi dan Misi 1. Visi
Visi dari Kabupaten Lembata adalah “Terwujudnya Lembata yang Mandiri dan Produktif Berbasis Potensi dalam Perspektif Tata Ruang.”
Penjelasan dari visi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mandiri
Kemampuan Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat dalam menata, mengolah dan membangun daerahnya secara kreatif-produktif dengan pemanfaatan potensi daerah yang berkualitas sehingga mampu bersaing dalam semua aspek kehidupan untuk menekan tingkat ketergantungan anggaran dalam proses pembangunan masyarakat.
b. Produktif
Kemampuan pemerintah untuk melaksanakan investasi dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam upaya perubahan pola pikir yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kreatifitas, dan inovatif, untuk mengejar ketertinggalan dalam realitas kemiskinan, keterbelakangan dan kualitas masyarakatnya. Produktif juga dimaksudkan bahwa setiap masyarakat, dunia usaha dan pemerintah harus mengembangkan dirinya untuk menghasilkan sesuatu/produk yang kompetitif.
c. Berbasis Potensi
Pendekatan pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang beradab, bermartabat berbasis potensi lokal yang berprospek secara terintegral.
d. Perspektif Tata Ruang
Pendekatan dalam menata pembangunan dan pengelolaan daerah berorientasi pada pemanfaatan struktur dan pola tata ruang berbasis potensi dengan memperhatikan daya tampung dan daya dukung lingkungan dalam pemanfaatan ruang dengan memperhitungkan aspek keberlanjutan produktivitas dan aspek penyelamatan lingkungan (pemahaman pembangunan berkelanjutan adalah sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk dapat memenuhi sendiri kebutuhan mereka), baik dari mulai perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan sehingga selalu menjaga keseimbangan lingkungan alam, keseimbangan lingkungan sosial budaya supaya tetap sinergi dengan peningkatan kualitas kehidupan dan pertumbuhan ekonomi.
Visi ini diwujudkan dalam Grand Desain membangun Kabupaten Lembata, yaitu:
a) Ekonomi (upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, mengubah pola produksi dan mendorong investasi).
b) Penataan infrastruktur wilayah, sosial dan budaya (penataan sarana dan prasarana jalan, air bersih, listrik dan utilitas, perbaikan pelayanan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat, pemerataan pendapatan dan pembangunan, penguatan hak ulayat/adat dan kelestarian budaya lokal).
c) Save Our Lembata/Lingkungan Hidup (konservasi/prervasi sumber daya alam, optimalisasi sumber daya alam dalam keseimbangan akologi dan biodata).
2. Misi
Misi dari Kabupaten Lembata diwujudkan dalam 6 (enam) Agenda Perjuangan:
1. Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah;
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia;
3. Recovery Ekonomi Wilayah;
4. Peningkatan Pendapatan Daerah;
5. Percepatan Pembangunan Infrastruktur;
6. Penataan Ruang Berwawasan Lingkungan.
Penjelasan dari misi tersebut sebagai berikut:
1. Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah
Reformasi birokrasi diarahkan pada penyelenggaraan pemerintah yang berkualitas dan bermartabat dalam pelaksanaan otonomi daerah yang baik, bersih, efisien, efektif dan partisipatif (reformasi kepemimpinan dan reformasi birokrasi/organisasi). Pelaksanaan pemerintah akan berjalan optimal apabila ditunjang oleh aparatur yang professional dengan struktur pemerintahan yang solid dan kuat. Reformasi birokrasi dimaksudkan menciptakan aparatur pemerintah yang profesional, memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi sehingga menghasilkan kinerja pemerintahan dalam pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Kualitas sumber daya manusia ditentukan dengan kualitas jasmaniah dan rohaniah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimaksudkan menciptakan manusia Lembata yang berpendidikan, sehat, terpenuhi hak-hak dasarnya secara jasmaniah maupun rohaniah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Lembata Baru yang mandiri dan produktif, perlu dilakukan secara terus menerus. Peran pemerintah dalam kualitas sumber daya manusia tahun 2011-2016 adalah mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kehidupan sosial budaya, pemuda dan olahraga serta penataan dan penegakkan hukum akselerasi peningkatan mutu pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan, penguatan kearifan lokal, produktifitas sumber pendapatan dan harmonisasi sosial dan kerangka NKRI.
3. Recovery Ekonomi Wilayah
Recovery pembangunan ekonomi wilayah dilakukan berbasis potensi sumber daya ekonomi sektoral dengan mengembangkan ivestasi produksi bagi pengolahan sumber kelautan, perkebunan, kehutanan, peternakan serta investasi pariwisata. Pengembangan sektor-sektor tersebut ditekankan pada pengembangan komoditas unggulan daerah, untuk mewujudkan branding daerah “Lembata Kabupaten Teripang 2014”.
Pembanguna sektor pariwisata menjadi prioritas pembangunan sehingga pengelolaan sektor kelautan, perkebunan dan peternaakan serta sektor ekonomi lainnya, untuk dapat menopang pengembangan pariwisata di Kabupaten Lembata.
4. Peningkatan Pendapatan Daerah
Dilakukan melalui upaya meningkatkan sumber pendanaan, sumber pendapatan dan kemitraan dengan dunia usaha (lokal, regional dan global) serta ketepatan alokasi bidang pembangunan. Peningkatan sumber pendapatan didorong selaras dengan peningkatan investasi daerah, pengembangan industri rumahan serta pemanfaatan potensi dan sumber daya alam Kabupaten Lembata, sebagai loncatan dalam pembangunan ekonomi.
5. Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Percepatan pembangunan infrastruktur berupa infrastruktur jalan, listrik, air, sarana ibadah serta sarana sosial. Pembangunan infrastruktur tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan “Lembata Benderang dan Lembata Bersimbur Air 2014”. Di samping untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan infrastruktur juga diarahkan pada destinasi pariwisata guna mendukung pembangunan pariwisata di Kabupaten Lembata.
6. Penataan Ruang Berwawasan Lingkungan
Pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya alam secara optimal harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Pengelolaan potensi unggulan daerah dilakukan secara efektif dan efisien sesuai denagn daya dukung lingkungan.
4.1.3 Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Lembata
Struktur organisasi Pemeintah Daerah Kabupaten Lembata terdiri dari:
Bupati Lembata : Eliaser Yentji Sunur
Wakil Bupati Lembata : Viktor Mado Watun Ketua DPRD Kabupaten Lembata : Ferdinandus Koda Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lembata : Yohanes De Rosari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lembata : Paulus Makarius Dolu
Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata adalah sebagai berikut:
1. Sekretaris Daerah : Petrus Toda Atawolo Sekretaris Daerah membawahi:
a. Asisten Pemerintahan : Nico Padji Liarian b. Asisten Ekonomi Pembangunan : Gabriel Bala Warat c. Asisten Administrasi Umum : Yuliana Lazar 2. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
3. Badan Daerah sebanyak 8 (delapan) 4. Dinas Daerah Sebanyak 15 (lima belas) 5. Kantor sebanyak 4 (empat)
6. Kecamatan sebanyak 9 (sembilan) 7. Rumah Sakit Umum
8. Inspektorat 9. Sekretariat Korpri
Bupati dan wakil bupati Lembata pada tahun anggaran 2015 merupakan periode terakhir untuk mempertanggungjawabkan APBD TA 2015.
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2015.
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata selama satu periode tahun anggaran 2015 dan disusun untuk menyediakan informasi yang andal dan relevan mengenai posisi keuangan serta seluruh transaksi yang dilakukan selama satu periode pelaporan. Penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata bertujuan untuk menyampaikan informasi keuangan yang trasparan dan bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah berupa posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan selama satu periode pelaporan di tahun anggaran 2015.
Penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata dilaksanakan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Komponen laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata untuk tahun anggaran 2015 terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih 3. Laporan Operasional
4. Laporan Perubahan Ekuitas 5. Neraca
6. Laporan Arus Kas
7. Catatan Atas Laporan Keuangan.
Penjelasan masing-masing komponen laporan keuangan Pemerintah Kabuapaten Lembata tahun 2015 sebagai berikut:
1. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2015
Anggaran Daerah pada hakekatnya merupakan salah satu alat untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab. Pelaksanaan kegiatan pemerintah akan berjalan dengan optimal apa bila diikuti dengan pemenuhan sumber-sumber keuangan daerah, sehingga dalam mempertanggungjawabkan penggunaan sumber-sumber keuangan daerah tersebut perlu disusun laporan realisasi anggaran untuk menjelaskan secara rinci penggunaan sumber-sumber keuangan daerah dalam melaksanakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Lembata. Dalam laporan realisasi anggaran Pemerintah Kabupten Lembata disajikan informasi mengenai anggaran yang digunakan pada tahun 2015 dan realisasinya pada tahun tersebut. Informasi yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Lembata untuk tahun anggaran 2015 meliputi pendapatan, belanja dan transfer, dan pembiayaan. Pendapatan diklasifikasikan menjadi pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah. Belanja diklasifikasikan menjadi belanja operasi, belanja modal, dan belanja tak terduga. Transfer diklasifikasikan menjadi transfer/bagi hasil ke desa.
Pembiayaan diklasifikasikan menjadi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dalam laporan realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Lembata tahun anggaran 2015 juga menyajikan pos sisa lebih
pembiayaan anggaran yang menjelaskan perbandingan antara anggaran dan realisasinya selama satu periode pelaporan. Laporan realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyajikan realisasi anggaran untuk tahun anggaran 2014 sebagai perbandingan untuk tahun 2015.
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan saldo anggaran lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam laporan perubahan saldo anggran lebih untuk tahun anggran 2015 yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, menyajikan informasi berupa saldo anggaran lebih awal, penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai penerimaan pembiayaan tahun yang bersangkutan. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA), Koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya, dan saldo anggaran lebih akhir.
3. Laporan Operasional
Laporan operasional menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional Pemerintah Kabupaten Lembata yang tercerminkan dalam pendapatan Laporan Operasional, beban dan surplus/difisit-operasional dari suatu entitas pelaporan selama tahun anggaran 2015. Dalam laporan operasional yang disajikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata untuk tahun anggaran 2015 memuat beberapa pos-pos yang meliputi kegiatan operasional yang diklasifikasikan menjadi pendapatan berupa pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah. Selain itu
disajikan juga pos untuk beban yang kemudian diklasifikasikan menjadi beban operasi dan beban transfer. Pos surplus/defisit dari operasi diklasifikasikan menjadi surplus/defisit dari kegiatan non operasional yang kemudian ddibagi lagi menjadi surplus non operasional dan defisit non operasional. Dalam laporan operasional juga menyajikan pos luar biasa yang diklasifikasikan menjadi pendapatan luar biasa dan beban luar biasa.
Kemudian terdapat juga pos surplus/defisit-LO.
4. Laporan Perubahan Ekuitas
Penyajian laporan perubahan ekuitas memuat informasi keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata berupa ekuitas awal, surplus/defisit-LO, dan ekuitas akhir. Ekuitas awal menjelaskan informasi mengenai nilai ekuitas pada awal periode atau per 1 januari 2015 sedangkan surplus/defisit-LO menjelaskan selisih kurang antara surplus/defisit dari kegiatan operasional, surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.
5. Neraca
Penyajian neraca pada laporan keuagan pemerintah Kabupaten Lembata menyajikan informasi berupa aset, kewajiban dan ekuitas. Aset diklasifikasikan mennjadi aset lancer, investai jangka panjang, aset tetap, dana cadangan dan aset lain-lain. Untuk pos kewajiaban diklasifikasikan menjadi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Kemudian untuk ekuitas diklasifikasikan menjadi ekuitas dana investasi dan ekuitas dana cadangan serta disajikan pula pos jumlah kewajiban dan ekuitas pada neraca.
6. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata dalam laporan keuangan tahun 2015 menyajikan informasi keuangan berupa arus kas dari aktifitas operasi yang diklasifikasikan menjadi arus masuk kas dan arus keluar kas. Kemudian arus kas dari aktifitas investasi/investasi aset non keuangan yang diklasifikasikan menjadi arus masuk kas dan arus keluar kas.
Arus kas dari aktifitas pendanaan/pembiayaan dikalsifikasikan menjadi arus masuk kas dan arus keluar kas. Arus kas dari aktivitas transitoris/non anggaran yang juga diklasifikasikan menjadi arus masuk kas dan arus keluar kas.
7. Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2015
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk tahun 2015 terdiri dari tujuh bab. Bab pertama merupakan pendahuluan yang menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan dimana salah satu tujuan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata adalah untuk menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah. Selain itu dijelaskan juga landasan hukum penyusunan laporan keuangan, dan sistematika penyajian Catatan atas Laporan Keuangan. Bab dua menjelaskan tentang ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD. Bab tiga menjelaskan mengenai ikhtisar pencapaian target kinerja keuangan dimana menjelaskan ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan serta hambatan dan kendala dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. Bab empat
menjelaskan tentang kebijakan akuntansi yang meliputi entitas akuntansi/entitas pelaporan keuangan daerah, basis akuntansi yang mendasari penyususnan laporan keuangan pemerintah daerah, basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada pemerintah daerah, dan kebijakan akuntansi. Bab lima menjelaskan tentang pos-pos laporan keuangan yang meliputi penjelasan atas pos-pos laporan realiasi anggaran, penjelasan atas pos-pos laporan perubahan saldo anggaran lebih, penjelasan atas pos-pos laporan operasional, penjelasan pos-pos laporan perubahan ekuitas, penjelasan atas pos-pos neraca, dan penjelasan pos-pos laporan arus kas. Bab enam menjelaskan tentang penjelasan atas informasi-informasi non keuangan pemerintah kabupaten lembata dan yang terakhir adalah bab tujuh yaitu penutup yang memuat tentang uraian penutup catatan atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015.
4.3 Pembahasan
4.3.1 Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual Dalam Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata Tahun 2015.
Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010 tentang SAP berbasis akrual dan Permendagri No. 64 Tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah, maka Pemerintah Kabupaten Lembata menyadari bahwa perlu dan segera untuk menerapkan basis akrual dalam
penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Lembata telah mennyajikan laporan keuangan untuk tahun anggaran 2015 dengan memuat informasi-informasi keuangan dalam tujuh komponen laporan keuangan sesuai dengan yang dianjurkan oleh PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Tujuh komponen laporan keuangan tersebut meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dalam menyusun laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata, disesuaikan juga dengan Pernyataan Standar Akauntansi Pemerintah (PSAP) yang terdiri dari 12 PSAP sebagai pedoman dalam penyususnan laporan keuangan berbasis akrual pada Pemerintah Kabupaten Lembata. Penyesuaian PSAP dengan laporan keuangan yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata adalah sebagai berikut:
1. PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan.
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 menjelaskan tentang komponen-komponen laporan keuangan yang harus di sajikan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Komponen-komponen yang terdapat dalam satu set laporan keuangan terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports) dan laporan finansial, sehingga seluruh komponen menjadi sebagai berikut; Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran
Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Catatan atas Laporan Keuangan.
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 tentang komponen laporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas anggaran yang digunakan dan disajikan dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015 dengan memuat informasi keuangan berupa Laporan Realiasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Tujuh komponen laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata telah disusun sesuai dengan yang diamanatkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 01 (PSAP) tentang komponen laporan keuangan.
2. PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) 02 menjelaskan tentang isi laporan realisasi anggaran. Laporan realisasi anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-pos sebagai berikut;
Pendapata-LRA
Belanja
Transfer
Surplus/Defisit-LRA,
Penerimaan Pembiayaan,
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Neto
Sisa lebih/kurang pembiayan Anggaran (SiLPA/SiKPA).
Pemerintah Kabupaten Lembata menyajikan informasi keuangan tentang realisasi anggaran dalam laporan realisasi anggaran tahun 2015. Dalam laporan realisasi anggaran yang disajikan Pemerintah Kabupaten Lembata terdapat pos-pos pendapatan, belanja, transfer, pembiayaan yang diklasifikasikan lagi menjadi penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan dan pembiayaan neto, dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran. Penyajian laporan realisasi anggaran ini sesuai dengan yang diamanatkan dalam PSAP 02 tentang laporan realisasi anggaran.
3. PSAP 03 Laporan Arus Kas
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 03 mejelaskan tentang penyajian laporan arus kas. Laporan arus kas adalah bagian dari laporan finansial yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyusun laporan arus kas dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2015. Dalam laporan arus kas yang disusun memuat informasi-informasi keuangan tentang arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi aset/non keuangan, arus kas dari aktivitas pendanaan/pembiayaan, dan arus kas dari aktivitas transitoris/non anggaran. Pos-pos yang disajikan dalam laporan arus kas