BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS
4.4 Analisis Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko
4.4 Analisis Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Terhadap
Tabel 4.13 Hasil Analisis Kusioner Faktor Risiko terhadap Pelaksanaan Pembangunan Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Tinggi Di
Kota Semarang Variabel
Faktor Risiko
Ko
de Indikator Faktor Resiko ⅀Xi X IKR Mean X Keterangan
1 Force Majeure
1.1 Gempa Bumi 98 3,27 0,82
3,00
Berpengaruh
1.2 Banjir 85 2,83 0,71 Berpengaruh
1.3 Cuaca Tidak Menentu 87 2,90 0,73 Berpengaruh
2 Material
2.1 Kurangnya ketersediaan tempat
bongkar material skala besar 90 3,00 0,75 3,16
Berpengaruh 2.2 Kerusakan atau kehilangan
(pencurian) material 82 2,73 0,68 Berpengaruh
2.3 Keterlambatan pengiriman
material dari supplier 105 3,50 0,88 Berpengaruh 2.4 Material kurang memenuhi syarat 102 3,40 0,85 Berpengaruh
3 Peralata n
3.1 Peralatan yang digunakan sering
rusak 93 3,10 0,78
3,19
Berpengaruh 3.2 Kurangnya tenaga yang bisa
mengoperasikan alat tertentu 97 3,23 0,81 Berpengaruh 3.3 Operator alat yang kurang disiplin
(datang terlambat) sehingga produktifitas kurang maksimal
94 3,13 0,78 Berpengaruh 3.4 Lambatnya proses pengiriman
peralatan konstruksi 99 3,30 0,83 Berpengaruh
4 Tenaga Kerja
4.1 Kurang disiplinnya pekerja
menggunakan APD 104 3,47 0,87
3,21
Berpengaruh 4.2 Tenaga kerja yang tidak terampil 93 3,10 0,78 Berpengaruh 4.3 Kurang tersedianya jumlah tenaga
kerja di lapangan 98 3,27 0,82 Berpengaruh
4.4 Produktivitas tenaga kerja yang
rendah 95 3,17 0,79 Berpengaruh
4.5 Jam kerja kurang efektif 92 3,07 0,77 Berpengaruh
5 Kontrakt ual
5.1 Ketidakjelasan pasal-pasal dalam
kontrak 93 3,10 0,78
3,31
Berpengaruh 5.2 Perbedaan intersepsi spesifikasi
antara owner dan kontraktor 102 3,40 0,85 Berpengaruh
Variabel Faktor
Risiko
Ko
de Indikator Faktor Resiko ⅀Xi X IKR Mean X Keterangan 5.3 Perselisihan antara owner dan
kontraktor 103 3,43 0,86 Berpengaruh
6 Konstru ksi
6.1 Kondisi lokasi site ditengah
perkotaan 79 2,63 0,66
3,29
Berpengaruh 6.2 Kesulitan pengiriman material dan
peralatan ke lokasi 98 3,27 0,82 Berpengaruh
6.3 Kesalahan pembesian (dimensi
besi, jarak besi, dan mutu besi) 104 3,47 0,87 Berpengaruh 6.4 Kesesuaian dimensi yang
dikerjakan (panjang, lebar, tinggi) 97 3,23 0,81 Berpengaruh 6.5 Mutu beton tidak sesuai dengan
spesifikasi 116 3,87 0,97 Sangat
Berpengaruh
7
Desain dan Teknolo gi
7.1 Desain awal tidak sesuai dengan
kenyataan dilapangan 99 3,30 0,83
3,36
Berpengaruh
7.2 Kesalahan desain 113 3,77 0,94 Sangat
Berpengaruh 7.3 Adanya perubahan desain 90 3,00 0,75 Berpengaruh 7.4 Metode pelaksanaan yang salah 105 3,50 0,88 Berpengaruh 7.5 Data desain tidak lengkap 97 3,23 0,81 Berpengaruh
8 Manaje men
8.1 Kesalahan estimasi biaya 100 3,33 0,83
3,23
Berpengaruh 8.2 Kesalahan estimasi waktu 98 3,27 0,82 Berpengaruh 8.3 Adanya staf yang kurang
berpengalaman 83 2,77 0,69 Berpengaruh
8.4 Kinerja kontraktor yang buruk 105 3,50 0,88 Berpengaruh 8.5 Tingkat disiplin manajemen
kontraktor yang rendah 98 3,27 0,82 Berpengaruh
9 Dampak Lingkun gan
9.1 Pencemaran Udara (Debu) 78 2,60 0,65
2,63
Berpengaruh
9.2 Sosial ekonomi 83 2,77 0,69 Berpengaruh
9.3 Kebisingan yang disebabkan oleh
alat berat 77 2,57 0,64 Berpengaruh
9.4 Kerusakan Prasarana Jalan dan
Fasilitas Umum 77 2,57 0,64 Berpengaruh
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
4.4.2 Urutan Ranking Skor Faktor Risiko Menggunakan Statistik Non Parametik
Berdasarkan urutan ranking skor menggunakan stasistik non parametrik diambil faktor yang sangat berpengaruh hingga tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
1. Urutan Ranking berdasarkan Variabel Faktor Risiko
Tabel 4.14 Urutan Ranking Berdasarkan Variabel Faktor Risiko No Variabel Faktor Risiko Mean X Ranking
1 Desain dan Teknologi 3,36 1
2 Kontraktual 3,31 2
3 Konstruksi 3,29 3
4 Manajemen 3,23 4
5 Tenaga Kerja 3,21 5
6 Peralatan 3,19 6
7 Material 3,16 7
8 Force Majure 3,00 8
9 Dampak Lingkungan 2,63 9
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer Grafik 4.1 Urutan Ranking Variabel Faktor Risiko 0,00
0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Dari hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa variabel faktor risiko yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi yaitu
a. Dimana terlihat yang menempati ranking pertama adalah Desain dan Teknologi dengan skor nilai 3,36 yang mana variabel faktor tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
b. Peringkat kedua dengan skor nilai 3,31 adalah Kontraktual yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
c. Peringkat ketiga dengan skor nilai 3,29 adalah Konstruksi yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
d. Peringkat keempat dengan skor nilai 3,23 adalah Manajemen yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
e. Peringkat kelima dengan skor nilai 3,21 adalah Tenaga Kerja yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
f. Peringkat keenam dengan skor nilai 3,19 adalah Peralatan yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
g. Peringkat ketujuh dengan skor nilai 3,16 adalah Material yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
h. Peringkat kedelapan dengan skor nilai 3,00 adalah Force Majure yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
i. Peringkat terakhir dengan skor nilai 2,63 adalah Dampak Lingkungan yang mana variabel faktor risiko tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
2. Urutan Ranking berdasarkan Indikator Faktor Risiko
Berikut ini tabel urutan ranking hasil olah data kusioner.
Tabel 4.15 Urutan Ranking berdasarkan Indikator Faktor Risiko
No Ko
de Indikator Faktor Resiko X IKR Ranki
ng Keterangan 1 6.5 Mutu beton tidak sesuai dengan spesifikasi 3,87 0,97 1 Sangat
Berpengaruh
2 7.2 Kesalahan desain 3,77 0,94 2 Sangat
Berpengaruh 3 7.4 Metode pelaksanaan yang salah 3,50 0,88 3 Berpengaruh 4 2.3 Keterlambatan pengiriman material dari
supplier 3,50 0,88 4 Berpengaruh
5 8.4 Kinerja kontraktor yang buruk 3,50 0,88 5 Berpengaruh 6 6.3 Kesalahan pembesian (dimensi besi, jarak
besi, dan mutu besi) 3,47 0,87 6 Berpengaruh
7 4.1 Kurang disiplinnya pekerja menggunakan
APD 3,47 0,87 7 Berpengaruh
8 5.3 Perselisihan antara owner dan kontraktor 3,43 0,86 8 Berpengaruh 9 2.4 Material kurang memenuhi syarat 3,40 0,85 9 Berpengaruh 10 5.2 Perbedaan intersepsi spesifikasi antara
owner dan kontraktor 3,40 0,85 10 Berpengaruh
11 8.1 Kesalahan estimasi biaya 3,33 0,83 11 Berpengaruh 12 7.1 Desain awal tidak sesuai dengan kenyataan
dilapangan 3,30 0,83 12 Berpengaruh
13 3.4 Lambatnya proses pengiriman peralatan
konstruksi 3,30 0,83 13 Berpengaruh
14 8.5 Tingkat disiplin manajemen kontraktor
yang rendah 3,27 0,82 14 Berpengaruh
15 6.2 Kesulitan pengiriman material dan
peralatan ke lokasi 3,27 0,82 15 Berpengaruh
16 8.2 Kesalahan estimasi waktu 3,27 0,82 16 Berpengaruh 17 4.3 Kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di
lapangan 3,27 0,82 17 Berpengaruh
18 1.1 Gempa Bumi 3,27 0,82 18 Berpengaruh
19 6.4 Kesesuaian dimensi yang dikerjakan
(panjang, lebar, tinggi) 3,23 0,81 19 Berpengaruh 20 7.5 Data desain tidak lengkap 3,23 0,81 20 Berpengaruh 21 3.2 Kurangnya tenaga yang bisa
mengoperasikan alat tertentu 3,23 0,81 21 Berpengaruh
No Ko
de Indikator Faktor Resiko X IKR Ranki
ng Keterangan 22 4.4 Produktivitas tenaga kerja yang rendah 3,17 0,79 22 Berpengaruh 23 3.3 Operator alat yang kurang disiplin (datang
terlambat) sehingga produktifitas kurang
maksimal 3,13 0,78 23 Berpengaruh
24 3.1 Peralatan yang digunakan sering rusak 3,10 0,78 24 Berpengaruh 25 4.2 Tenaga kerja yang tidak terampil 3,10 0,78 25 Berpengaruh 26 5.1 Ketidakjelasan pasal-pasal dalam kontrak 3,10 0,78 26 Berpengaruh 27 4.5 Jam kerja kurang efektif 3,07 0,77 27 Berpengaruh 28 7.3 Adanya perubahan desain 3,00 0,75 28 Berpengaruh 29 2.1 Kurangnya ketersediaan tempat bongkar
material skala besar 3,00 0,75 29 Berpengaruh
30 1.3 Cuaca Tidak Menentu 2,90 0,73 30 Berpengaruh
31 1.2 Banjir 2,83 0,71 31 Berpengaruh
32 8.3 Adanya staf yang kurang berpengalaman 2,77 0,69 32 Berpengaruh
33 9.2 Sosial ekonomi 2,77 0,69 33 Berpengaruh
34 2.2 Kerusakan atau kehilangan (pencurian)
material 2,73 0,68 34 Berpengaruh
35 6.1 Kondisi lokasi site ditengah perkotaan 2,63 0,66 35 Berpengaruh 36 9.1 Pencemaran Udara (Debu) 2,60 0,65 36 Berpengaruh 37 9.4 Kerusakan Prasarana Jalan dan Fasilitas
Umum 2,57 0,64 37 Berpengaruh
38 9.3 Kebisingan yang disebabkan oleh alat
berat 2,57 0,64 38 Berpengaruh
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
Dari hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa indikator faktor risiko yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi yaitu
a. Faktor risiko yang termasuk kategori sangat berpengaruh yaitu : 1. Mutu beton tidak sesuai dengan spesifikasi
2. Kesalahan desain
b. Faktor risiko yang termasuk kategori berpengaruh yaitu : 1. Metode pelaksanaan yang salah
2. Keterlambatan pengiriman material dari supplier 3. Kinerja kontraktor yang buruk
4. Kesalahan pembesian (dimensi besi, jarak besi, dan mutu besi) 5. Kurang disiplinnya pekerja menggunakan APD
6. Perselisihan antara owner dan kontraktor 7. Material kurang memenuhi syarat
8. Perbedaan intersepsi spesifikasi antara owner dan kontraktor 9. Kesalahan estimasi biaya
10. Desain awal tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan 11. Lambatnya proses pengiriman peralatan konstruksi 12. Tingkat disiplin manajemen kontraktor yang rendah 13. Kesulitan pengiriman material dan peralatan ke lokasi 14. Kesalahan estimasi waktu
15. Kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan 16. Gempa Bumi
17. Kesesuaian dimensi yang dikerjakan (panjang, lebar, tinggi) 18. Data desain tidak lengkap
19. Kurangnya tenaga yang bisa mengoperasikan alat tertentu 20. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
21. Operator alat yang kurang disiplin (datang terlambat) sehingga produktifitas kurang maksimal
22. Peralatan yang digunakan sering rusak 23. Tenaga kerja yang tidak terampil
24. Ketidakjelasan pasal-pasal dalam kontrak 25. Jam kerja kurang efektif
26. Adanya perubahan desain
27. Kurangnya ketersediaan tempat bongkar material skala besar 28. Cuaca Tidak Menentu
29. Banjir
30. Adanya staf yang kurang berpengalaman 31. Sosial ekonomi
32. Kerusakan atau kehilangan (pencurian) material
0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 33. Kondisi lokasi site ditengah perkotaan
34. Pencemaran Udara (Debu)
35. Kerusakan Prasarana Jalan dan Fasilitas Umum 36. Kebisingan yang disebabkan oleh alat berat
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer Grafik 4.2 Urutan Ranking Indikator Faktor Risiko
Penjelasan berdasarkan urutan ranking skor faktor risiko sangat berpengaruh yaitu :
1. Mutu beton tidak sesuai dengan spesifikasi
Mutu beton sangat berpengaruh sekali terhadap pelaksanaan pembangunan konstruksi bangunan gedung bertingkat tinggi karena sebagai salah satu bahan utama dalam pembangunan. Untuk itu diperlukan pengawasan ketat sebelum melakukan pengecoran. Jika terjadi mutu beton tidak sesuai dengan spesifikasi maka tindakan untuk mengatasinya dengan menolak mutu beton tersebut sampai sesuai dengan spesifikasi. Nilai rata-rata faktor risiko ini dari tabel diatas sebesar 3,87.
2. Kesalahan Desain
Dalam merencanakan suatu konstruksi bangunan/gedung sangat penting dalam membuat gambar desain dari segi estetika maupun fungsi dari bangunan itu sendiri, maka diperlukan ketelitian dalam mendesain
bangunan tersebut. Apabila terjadi kesalahan desain dalam pembangunan konstruksi maka perlu tindakan untuk mengatasi hal tersebut yaitu melakukan revisi gambar kerja dan melakukan koordinasi dengan owner.
Nilai rata-rata faktor risiko ini dari tabel diatas sebesar 3,77.
Penjelasan berdasarkan urutan ranking skor faktor risiko berpengaruh diambil 5 (lima) teratas yaitu :
1. Metode pelaksanaan yang salah
Dalam melakukan pembangunan konstruksi diperlukan metode pendekatan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai. Hal ini berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan. Untuk mengatasi metode pelaksanaan yang salah maka diperlukan tindakan yaitu menggunakan metode teknologi yang lebih baru atau canggih sesuai dengan kondisi dilapangan. Nilai rata-rata faktor risiko ini sebesar 3,50.
2. Keterlambatan pengiriman material dari supplier
Dalam pekerjaan pembangunan gedung diperlukan ketepatan waktu agar mutu pekerjaan selalu terjaga. Keterlambatan pengiriman material dari supplier dapat manggangu kelancaran pembangunan, untuk menghindari hal tersebut diperlukan tindakan mengatasinya yaitu menghubungi supplier untuk mempercepat proses pengiriman material. Nilai rata-rata faktor risiko ini sebesar 3,50.
3. Kinerja kontraktor yang buruk
Pelaksanan pembangunan konstruksi diperlukan manajemen mutu yang baik, untuk itu diperlukan kinerja kontraktor yang baik pula. Kinerja kontraktor yang buruk dapat menyebabkan turunnya mutu pekerjaan baik dari segi waktu atau biaya. Jika kinerja kontraktor buruk diperlukan tindakan mengatasi hal tersebut yaitu menyelenggarakan dan melakukan rapat berkala dalam rangka pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan.
Nilai rata-rata faktor risiko ini sebesar 3,50.
4. Kesalahan pembesian (dimensi besi, jarak besi, dan mutu besi)
Pembesian merupakan rangka utama dalam pembangunan konstruksi, diperlukan pengawasan yang ketat agar sesuai dengan spesifikasi.
Kesalahan dalam pembesian tidak dapat ditoleransi baik itu dimensi, jarak dan mutu besi. Tindakan mengatasi faktor risiko ini yaitu mengontrol kegiatan pembesian secara berkala agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Nilai faktor risiko ini sebesar 3,47.
5. Kurang disiplinnya pekerja menggunakan APD
Seringkali terlihat dalam suatu proyek konstruksi terdapat pekerja yang kurang disiplin dalam menggunakan APD, hal tersebut dapat membahayakan keselamatan pekerja tersebut dalam bekerja. Untuk itu diperlukan tindakan untuk mengatasinya yaitu melakukan sosialisasi dan mewajibkan pekerja menggunakan APD sebelum melakukan pekerjaan.
Nilai rata-rata faktor risiko ini sebesar 3,47.
4.4.3 Tindakan Mengatasi Faktor Risiko Pelaksanaan Pembangunan Proyek Konstruksi Bangunan Bertingkat Tinggi
Pada bagian ini disajikan hasil olah data kusioner tindakan yang dilakukan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi di Kota Semarang. Berikut tabel hasil analisa tersebut.
Tabel 4.16 Hasil Analisis Tindakan Mengatasi Faktor Risiko Variabel
Faktor Risiko
Ko
de Tindakan Faktor Risiko ⅀Xi X IKR Mean X Ran
king Keterangan
1 Force Majeure
1.1 Meyediakan jalur darurat
evakuasi untuk pekerja 90 3,00 0,75 2,69
1 Sering Diterapkan 1.2 Menyediakan Pompa Air dan
Saluran drainase sementara 66 2,20 0,55 3 Sekali Diterapkan 1.3
Mengalihkan pekerjaan ke hari berikutnya dengan tidak mengurangi volume dan mutu pekerjaan
86 2,87 0,72 2 Sering
Diterapkan
2 Material 2.1
Menyediakan tempat sementara untuk bongkar
material skala besar 94 3,13 0,78 3,28
4 Sering Diterapkan 2.2
Meningkatkan pengawasan terhadap keluar masuknya
orang dalam suatu proyek 96 3,20 0,80 3 Sering Diterapkan
Variabel Faktor
Risiko
Ko
de Tindakan Faktor Risiko ⅀Xi X IKR Mean X Ran
king Keterangan 2.3
Menghubungi Supplier untuk mempercepat pengiriman
material 100 3,33 0,83 2 Sering
Diterapkan 2.4 Mengontrol bahan material
yang akan digunakan agar
terjaga kualitas dan mutunya 104 3,47 0,87 1 Sering Diterapkan
3 Peralata n
3.1
Melakukan perawatan peralatan sebelum dan sesudah digunakan serta menyediakan mekanik yang handal
89 2,97 0,74 3,09
4 Sering Diterapkan
3.2 Mencari tenaga khusus yang
menguasai peralatan tertentu 92 3,07 0,77 3 Sering Diterapkan 3.3
Memperketat kehadiran operator dengan absensi yang
teratur 95 3,17 0,79 2 Sering
Diterapkan
3.4
Mencari peralatan persewaan konstruksi yang mengirimnya tepat waktu dan dapat
dipertanggungjawabkan
95 3,17 0,79 3,20 1 Sering Diterapkan
4 Tenaga Kerja
4.1
Melakukan sosialisasi dan mewajibkan tenaga kerja
menggunakan APD 109 3,63 0,91 1 Selalu
Diterapkan 4.2
Menggunakan tenaga kerja yang terampil sehingga hasil
pekerjaan memuaskan 97 3,23 0,81 2 Sering
Diterapkan 4.3
Menambah jumlah tenaga kerja sehingga pekerjaan
selesai tepat waktu 93 3,10 0,78 4 Sering
Diterapkan 4.4 Memberikan motivasi dan
tambahan upah agar semangat kerja lebih bertambah
86 2,87 0,72 5 Sering
Diterapkan 4.5 Menambahkan jam kerja agar
tidak melebihi target waktu yang ditentukan
95 3,17 0,79 3 Sering
Diterapkan
5 Kontrakt ual 5.1
Meminta pendapat kepada tenaga ahli hukum kontrak terhadap
ketidakjelasan/kurang lengkapnya pasal dan menegosiasikan kepada owner terkait pasal-pasal yang kurang lengkap/tidak jelas
88 2,93 0,73 3,07 3 Sering Diterapkan
Variabel Faktor
Risiko
Ko
de Tindakan Faktor Risiko ⅀Xi X IKR Mean X Ran
king Keterangan 5.2
Melakukan diskusi bersama untuk menyamakan persepsi
antara owner dan penyedia 96 3,20 0,80 1 Sering Diterapkan
5.3
Melakukan mediasi antar kedua belah pihak secara musyawarah melalui lembaga yang berkompeten jika terjadi perselisihan
92 3,07 0,77 2 Sering
Diterapkan
6 Konstru ksi
6.1 Mengatur manajemen lalu
lintas disekitar lokasi 93 3,10 0,78
3,44
5 Sering Diterapkan 6.2
Melakukan pengiriman material dan peralatan pada
malam hari 93 3,10 0,78 4 Sering
Diterapkan
6.3
Mengontrol kegiatan pembesian yang akan
digunakan sehingga mutu dan kualitas sesuai dengan yang ditetapkan
108 3,60 0,90 3 Selalu
Diterapkan
6.4
Memeriksa dan memastikan pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan As Built Drawing
112 3,73 0,93 1 Selalu
Diterapkan 6.5 Menolak mutu beton tidak
sesuai dengan spek 110 3,67 0,92 2 Selalu
Diterapkan
7
Desain dan Teknolo gi
7.1
Melakukan rapat koordinasi yang intensif antara owner dan kontraktor terkait desain tidak sesuai dengan lapangan
105 3,50 0,88
3,33
2 Sering Diterapkan
7.2
Melakukan revisi gambar kerja jika terjadi kesalahan desain dan melakukan koordinasi dengan owner
106 3,53 0,88 1 Selalu
Diterapkan
7.3
Melakukan koordinasi dengan owner agar mempermudah proses persetujuan dalam perubahan desain untuk mempersingkat waktu
104 3,47 0,87 3 Sering
Diterapkan
7.4 Menggunakan teknologi yang lebih canggih sesuai dengan kondisi lapangan
86 2,87 0,72 5 Sering
Diterapkan 7.5 Melengkapi gambar kerja
yang kurang lengkap 98 3,27 0,82 4 Sering
Diterapkan
Variabel Faktor
Risiko
Ko
de Tindakan Faktor Risiko ⅀Xi X IKR Mean X Ran
king Keterangan
8 Manaje men
8.1
Menganalisa terhadap kendala-kendala yang terjadi dilapangan kemudian mengejar keterlambatan progres yang terjadi dengan cepat dan tepat
105 3,50 0,88
3,35
1 Sering Diterapkan
8.2
Melakukan evaluasi terhadap jadwal proyek dan mengenali lintasan kritis yang
memberikan pengaruh dominan terhadap pelaksanaan keseluruhan pekerjaan
102 3,40 0,85 2 Sering
Diterapkan
8.3
Memilih dan menggunakan tenaga ahli yang sudah berpengalaman sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan tepat waktu dan mutu
95 3,17 0,79 5 Sering
Diterapkan
8.4
Menyelenggarakan dan memimpin rapat berkala dalam rangka pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan
101 3,37 0,84 3 Sering
Diterapkan
8.5 Mambuat Jadwal seluruh kegiatan dan
mensosialisasikannya
100 3,33 0,83 4 Sering
Diterapkan
9 Dampak Lingkun gan
9.1 Melakukan penyiraman air ringan secara berkala dilokasi pekerjaan
87 2,90 0,73
2,99
3 Sering Diterapkan 9.2 Membuat lapak sementara
untuk pedagang di luar lokasi pekerjaan
82 2,73 0,68 4 Sering
Diterapkan 9.3
Mengatur pekerjaan yang akan dilaksanakan khususnya
pada saat malam hari 96 3,20 0,80 1 Sering
Diterapkan
9.4
Melakukan pengecekan prasarana jalan lingkungan sekitar dan perbaikan secara berlaka selama pekerjaan berlangsung.
94 3,13 0,78 2 Sering
Diterapkan Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
4.4.4 Urutan Ranking Skor Tindakan Mengatasi Faktor Risiko Menggunakan Statistik Non Parametik
Berdasarkan urutan ranking skor menggunakan stasistik non parametrik diambil tindakan mengatasi faktor risiko yang selalu diterapkan hingga tidak diterapkan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi.
1. Urutan Ranking berdasarkan Variabel Faktor Risiko
Berikut disajikan urutan ranking tindakan yang dilakukan untuk mengatasi faktor risiko berdasarkan variabel faktor risiko
Tabel 4.17 Urutan Ranking Tindakan Mengatasi Variabel Faktor Risiko
No Variabel Faktor Risiko Mean X Ranking
1 Konstruksi 3,44 1
2 Manajemen 3,35 2
3 Desain dan Teknologi 3,33 3
4 Material 3,28 4
5 Tenaga Kerja 3,20 5
6 Peralatan 3,09 6
7 Kontraktual 3,07 7
8 Dampak Lingkungan 2,99 8
9 Force Majure 2,69 9
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer
Grafik 4.3 Urutan Ranking Tindakan Mengatasi Variabel Faktor Risiko
Dari hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tindakan mengatasi faktor risiko yang diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi yaitu
a. Peringkat pertama dengan skor nilai 3,44 ditempati oleh variabel faktor risiko Konstruksi yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu memeriksa dan memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan As Built Drawing.
b. Peringkat kedua dengan skor nilai 3,35 adalah variabel faktor risiko Manajemen yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu melakukan evaluasi terhadap jadwal proyek dan mengenali lintasan kritis yang memberikan pengaruh dominan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
c. Peringkat ketiga dengan skor nilai 3,33 adalah variabel faktor risiko Desain dan Teknologi yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4
1 2 3 4 5 6 7 8 9
gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu melakukan revisi gambar kerja jika terjadi kesalahan desain dan melakukan koordinasi dengan owner.
d. Peringkat keempat dengan skor nilai 3,28 adalah variabel faktor risiko Material yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu mengontrol bahan material yang akan digunakan agar terjaga kualitas dan mutunya.
e. Peringkat kelima dengan skor nilai 3,21 adalah variabel faktor risiko Tenaga Kerja yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu menggunakan tenaga kerja yang terampil sehingga hasil pekerjaan memuaskan dan sesuai dengan gambar kerja.
f. Peringkat keenam dengan skor nilai 3,09 adalah variabel faktor risiko Peralatan yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu melakukan perawatan peralatansebelum dan sesudah digunakan serta menyediakan mekanik yang handal.
g. Peringkat ketujuh dengan skor nilai 3,07 adalah variabel faktor risiko Kontraktual yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu melakukan diskusi bersama untuk menyamakan persepsi antara owner dan penyedia.
h. Peringkat kedelapan dengan skor nilai 2,99 adalah variabel faktor risiko Dampak Lingkungan yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu mengatur pekerjaan yang akan dilaksanakan khususnya pada malam hari agar tidak menggangu lingkungan disekitar pembangunan.
i. Peringkat terakhir dengan skor nilai 2,69 adalah variabel faktor risiko Force Majure yang mana sering diterapkan tindakan untuk mengatasi faktor risiko terhadap pelaksanaan pembangunan proyek gedung bertingkat tinggi, salah satu tindakan yang sering diterapkan yaitu menyediakan jalur darurat evakuasi pekerja.
2. Urutan Ranking berdasarkan Tindakan Mengatasi Faktor Risiko
Berikut disajikan urutan ranking tindakan yang dilakukan untuk mengatasi faktor risiko berdasarkan variabel faktor risiko.
Tabel 4.18 Urutan Ranking Tindakan Mengatasi Faktor Risiko No. Ko
de Tindakan Faktor Risiko X IKR Ran
king Keterangan
1 6.4
Memeriksa dan memastikan pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan As Built
Drawing 3,73 0,93 1 Selalu
Diterapkan 2 6.5 Menolak mutu beton tidak sesuai dengan
spek 3,67 0,92 2 Selalu
Diterapkan 3 4.1 Melakukan sosialisasi dan mewajibkan
tenaga kerja menggunakan APD 3,63 0,91 3 Selalu Diterapkan 4 6.3 Mengontrol kegiatan pembesian yang akan
digunakan sehingga mutu dan kualitas sesuai dengan yang ditetapkan
3,60 0,90 4 Selalu Diterapkan 5 7.2 Melakukan revisi gambar kerja jika terjadi
kesalahan desain dan melakukan koordinasi dengan owner
3,53 0,88 5 Selalu Diterapkan 6 7.1 Melakukan rapat koordinasi yang intensif
antara owner dan kontraktor terkait desain tidak sesuai dengan lapangan
3,50 0,88 6 Sering Diterapkan
7 8.1
Menganalisa terhadap kendala-kendala yang terjadi dilapangan kemudian mengejar keterlambatan progres yang terjadi dengan cepat dan tepat
3,50 0,88 7 Sering Diterapkan
8 2.4 Mengontrol bahan material yang akan
digunakan agar terjaga kualitas dan mutunya 3,47 0,87 8 Sering Diterapkan
9 7.3
Melakukan koordinasi dengan owner agar mempermudah proses persetujuan dalam perubahan desain untuk mempersingkat waktu
3,47 0,87 9 Sering Diterapkan
No. Ko
de Tindakan Faktor Risiko X IKR Ran
king Keterangan
10 8.2
Melakukan evaluasi terhadap jadwal proyek dan mengenali lintasan kritis yang
memberikan pengaruh dominan terhadap pelaksanaan keseluruhan pekerjaan
3,40 0,85 10 Sering Diterapkan
11 8.4
Menyelenggarakan dan memimpin rapat berkala dalam rangka pengendalian mutu
pelaksanaan pekerjaan 3,37 0,84 11 Sering
Diterapkan 12 2.3 Menghubungi Supplier untuk mempercepat
pengiriman material 3,33 0,83 12 Sering
Diterapkan 13 8.5 Mambuat Jadwal seluruh kegiatan dan
mensosialisasikannya 3,33 0,83 13 Sering
Diterapkan 14 7.5 Melengkapi gambar kerja yang kurang
lengkap 3,27 0,82 14 Sering
Diterapkan 15 4.2 Menggunakan tenaga kerja yang terampil
sehingga hasil pekerjaan memuaskan 3,23 0,81 15 Sering Diterapkan 16 2.2 Meningkatkan pengawasan terhadap keluar
masuknya orang dalam suatu proyek 3,20 0,80 16 Sering Diterapkan 17 5.2 Melakukan diskusi bersama untuk
menyamakan persepsi antara owner dan penyedia
3,20 0,80 17 Sering Diterapkan 18 9.3 Mengatur pekerjaan yang akan dilaksanakan
khususnya pada saat malam hari 3,20 0,80 18 Sering Diterapkan 19 3.3 Memperketat kehadiran operator dengan
absensi yang teratur 3,17 0,79 19 Sering
Diterapkan 20 3.4
Mencari peralatan persewaan konstruksi yang mengirimnya tepat waktu dan dapat
dipertanggungjawabkan 3,17 0,79 20 Sering
Diterapkan 21 4.5 Menambahkan jam kerja agar tidak melebihi
target waktu yang ditentukan 3,17 0,79 21 Sering Diterapkan
22 8.3
Memilih dan menggunakan tenaga ahli yang sudah berpengalaman sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan tepat waktu dan mutu
3,17 0,79 22 Sering Diterapkan
23 2.1 Menyediakan tempat sementara untuk
bongkar material skala besar 3,13 0,78 23 Sering Diterapkan 24 9.4
Melakukan pengecekan prasarana jalan lingkungan sekitar dan perbaikan secara
berlaka selama pekerjaan berlangsung. 3,13 0,78 24 Sering Diterapkan