• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Stastistik Regresi Logistik

Tabel 4.1

Tabel Likelihood Block 0

Iteration Historya,b,c

Iteration -2 Log likelihood

Coefficients Constant

Step 0 1 70,821 1,537

2 68,163 1,957

3 68,106 2,031

4 68,106 2,033

5 68,106 2,033

a. Constant is included in the model.

b. Initial -2 Log Likelihood: 68,106

c. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Nilai -2 LogL akhir pada block number 1 dapat ditunjukkan dengan tabel berikut:

Tabel 4.2

Tabel Likelihood Block 1

Iteration Historya,b,c,d

Iteration -2 Log likelihood

Coefficients

Constant

Komisaris

Independen Komite Audit

Step 1 1 68,911 2,634 -,017 -,304

2 65,141 4,054 -,031 -,593

3 64,931 4,557 -,036 -,730

4 64,929 4,599 -,037 -,744

5 64,929 4,599 -,037 -,744

a. Method: Enter

b. Constant is included in the model.

c. Initial -2 Log Likelihood: 68,106

d. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa -2LogL awal pada block 0, yaitu model hanya memasukkan konstanta yang dapat dilihat pada step 5 memperoleh nilai sebesar 68,106. Kemudian pada tabe 4.2 dapat diihat nilai -2LogL akhir pada step 5 menunjukkan nilai 64,929. Nilai chi square tabel sebesar 117,631. Selisih antara -2LogL awal pada block 0 dengan nilai -2LogL akhir pada block 1 adalah sebesar 3,177 (68,106 -64,929). sudah memenuhi syarat uji atau fit dengan data. Penurunan pada data menunjukkan model regresi yang baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data.

2. Menilai Kelayakan Model Regresi

Pengujian kelayakan model regresi logistik dapat dilakukan dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow Test yang diukur dengan Chi- Square. Probabilitas signifikansi yang diperoleh akan dibandingkan dengan tingkat signifikan (α) 5%.

H₀: Model yang dihipotesiskan fit dengan data H₁: Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data

Tabel 4.3

Tabel Hosmer and Lemeshow Test

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa hasil uji Hosmer and Lemeshow Test memperlihatkan probabilitas signifikan sebesar 0,118. Nilai

Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 11,494 7 ,118

signifikan yang diperoleh lebih besar dari α 0,05. Sehingga kesimpulannya bahwa model regresi layak untuk digunakan dalam analisis selanjutnya, karena tidak ada perbedaan yang nyata antara klasifikasi yang diprediksi dengan klasifikasi yang diamati atau dengan kata lain model mampu memprediksi nilai observasinya.

3. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar variabilitas variabel-variabel independen mampu memperjelas variabilitas variabel dependen. Nilai Nagelkerke R Square menunjukkan koefisien determinasi dalam regresi logistik. Nilai R Square pada regresi berganda dapat dibaca sebagai nilai Nagelkerke R² Square.

Tabel 4.4

Tabel Nagelkerke R Square

Model Summary

Step -2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 64,929a ,033 ,064

a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Tabel 4.5

Tabel Classfication Table Prediksi

Classification Tablea,b

Observed

Predicted Audit Delay

Percentage Correct Tidak tepat

waktu

Tepat waktu Step 0 Audit

Delay

Tidak tepat waktu

0 11 ,0

Tepat waktu 0 84 100,0

Overall Percentage 88,4

a. Constant is included in the model.

b. The cut value is ,500

Classification Tablea

Observed

Predicted Audit Delay

Percentage Correct Tidak tepat

waktu

Tepat waktu Step 1 Audit

Delay

Tidak tepat waktu

0 11 ,0

Tepat waktu 0 84 100,0

Overall Percentage 88,4

a. The cut value is ,500

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,064 yang berarti bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 6,4%, sedangkan sisanya 93,6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Untuk tabel 4.5 menunjukkan

bahwa hasil dari 95 sampel observasi ada 84 yang laporan keuangannya tepat waktu dan ada 11 yang mengalami tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangan. Dari 95 sampel data observasi, data perusahaan perbankan yang tepat waktu terdapat 84 sampel observasi yang diprediksi dengan benar. Sehingga persentase untuk memprediksi kebenaran ketepatan waktu adalah 100%. Dengan demikian presentase kebenaran secara keseluruhan 88,4% dapat disimpulkan prediksi ketepatan pada model ini adalah 100% dimana nilai ini lebih dari 50% yang berarti prediksi model ini mempunyai kemampuan prediksi yang baik.

4. Hasil Pengujian Regresi Logistik

Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Audit Delay. Dalam uji hipotesis dengan regresi logistik Variable in the Equation, pada kolom Significant dibandingkan dengan tingkat kealphaan 0,05 (5%). Apabila tingkat signifikan < 0,05 maka hipotesis diterima.

Tabel 4.6

Tabel Variables in the Equation

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Step

1a

Komisaris Independen

-,037 ,030 1,481 1 ,224 ,964

Komite Audit -,744 ,676 1,211 1 ,271 ,475 Constant 4,599 1,850 6,178 1 ,013 99,384 a. Variable(s) entered on step 1: Komisaris Independen, Komite Audit.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 26

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pengujian dengan regresi logistik pada tingkat signifikan 5%. Dari pengujian dengan regresi logistik diatas maka diperoleh persamaan regresi logistik sebagai berikut:

Y= 4,599- 0,037- 0,744+ ᵉ

Berdasarkan model regresi diatas dapat diartikan bahwa komisaris independen dengan nilai sebesar -0,037 dan komite audit dengan nilai -0,744 berpengaruh secara negatif yang menunjukkan bahwa keberdaan komisaris independen dan komite audit tidak menjadi faktor terjadinysa audit delay.

5. Pengujian Hipotesis

Tabel 4.7

Tabel Hasil Regresi Logistik

No. Hipotesis Beta Sig Kesimpulan

1 H₁ -0,037 0,224 Diterima

2 H₂ -0,744 0,271 Tidak Diterima

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 26

a. H₁: Komisaris Independen (X₁) berpengaruh secara negatif terhadap Audit Delay (Y) pada sektor perbankan.

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa komisaris independen (X₁) memiliki nilai - 0,037 dengan tingkat signifikansi 0,224 > 0,05 terhadap audit delay (Y). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima. Dari

hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komisaris independen berpengaruh secara negatif terhadap audit delay.

b. H₂: Komite audit (X₂) berpengaruh terhadap audit delay (Y) pada sektor perbankan

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa komite audit (X₂) memiliki nilai -0,744 dengan tingkat signifikansi 0,271 > 0,05 terhadap audit delay (Y). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komite audit berpengaruh secara negatif terhadap audit delay.

6. Pembahasan Hasil Penelitian

a. Pengaruh Komisaris Independen terhadap Audit Delay

Dalam analisis penelitian ini, hasil perhitungan yang diperoleh dari pengujian menunjukkan bahwa hasil uji regresi logistik pada variabel komisaris independen memiliki nilai koefisien sebesar -0,037 > 0,05. Hal ini berarti hipotesis pertama (H₁) diterima. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komisaris independen (X₁) berpengaruh secara negatif terhadap audit delay (Y).

Berdasarkan pengujian yang di hasilkan dapat diasumsikan bahwa sedikit atau banyaknya jumlah komisaris independen dalam suatu korporasi tidak berpengaruh terhadap proses audit yang sedang berlangsung. Hal ini disebabkan karena auditor lebih sering berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan selama proses audit (Pratiwi, 2018). Selanjutnya,

karena komisaris independen belum sepenuhnya mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai mekanisme tata kelola perusahaan dalam menjamin kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan persyaratan yang berlaku. Selain itu, keberadaan komisaris independen terbatas pada pemenuhan persyaratan OJK. Hasil penelitian ini dibahas juga oleh Sidharta dan Nurdina (2017) yang mengatakan bahwa komisaris independen tidak berpengaruh terhadap audit delay dan penelitian yang lain juga membahas hal serupa oleh Mustofa dan Praptoyo (2018).

b. Pengaruh Komite Audit terhadap Audit Delay

Berdasarkan analisis penelitian ini, hasil perhitungan yang diperoleh dari pengujian menunjukkan bahwa hasil uji regresi logistik pada variabel komite audit memiliki nilai sebesar -0,744 >

0,05. Hal ini berarti hipotesis kedua (H₂) ditolak. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komite audit (X₂) berpengaruh secara negatif terhadap audit delay (Y).

Jabatan jangka panjang oleh komite audit dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan selama masa jabatan. Namun jabatan diperpanjang ataupun tidak oleh suatu komite audit tidak banyak mempengaruhi proses audit, karena auditor independen akan menguji ulang laporan keuangan perusahaan sehingga dapat berkualitas lebih tinggi untuk disajikan (Tanujaya, 2022). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu Al-Qublani dkk. (2020) menyatakan bahwa komite

audit tidak berpengaruh terhadap audit delay dan penelitian Bakara dan Siagian (2021) juga membuktikan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap audit delay.

49 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Komisaris independen berpengaruh secara negatif terhadap audit delay.

Berdasarkan pengujian yang di hasilkan dapat diasumsikan bahwa sedikit atau banyaknya jumlah komisaris independen dalam suatu korporasi tidak berpengaruh terhadap proses audit yang sedang berlangsung. Hal ini disebabkan karena auditor lebih sering berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan selama proses audit. Selanjutnya, karena komisaris independen belum sepenuhnya mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai mekanisme tata kelola perusahaan dalam menjamin kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan persyaratan yang berlaku. Selain itu, keberadaan komisaris independen terbatas pada pemenuhan persyaratan OJK.

2. Komite audit berpengaruh secara negatif terhadap audit delay. Jabatan jangka panjang oleh komite audit dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan selama masa jabatan. Namun jabatan diperpanjang ataupun tidak oleh suatu komite audit tidak banyak mempengaruhi proses audit, karena auditor independen akan menguji ulang laporan keuangan perusahaan sehingga dapat berkualitas lebih tinggi untuk disajikan.

B. Saran

Saran bagi peneliti selanjutnya sebagai berikut:

1. Jumlah sampel penelitian akan ditambah untuk peneliti selanjutnya.

Anda tidak hanya dapat meneliti satu sektor, tetapi Anda juga dapat meneliti semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), memastikan bahwa temuan yang Anda dapatkan lebih akurat dan mencerminkan kenyataan saat ini.

2. Peneliti kemudian menggabungkan elemen internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi audit delay untuk membandingkan komponen utama penyebab audit delay.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qublani, A. A. M., Kamardin, H., & Shafie, R. (2020). Audit Committee Chair Attributes And Audit Report Lag In An Emerging Market. International Journal Of Financial Research, 11(4), 475–492.

Aprilly, A. A., & Nursasi, E. (2021). Analisis Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Anak Perusahaan Dan Ukuran Kap Pengaruhnya Terhadap Audit Delay. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (Penataran), 6(2), 134–149.

Ariningtyastuti, S., & Rohman, A. (2021). Pengaruh Efektivitas Komite Audit, Kondisi Keuangan, Kompleksitas Operasi, Profitabilitas, Dan Karakteristik Auditor Eksternal Terhadap Audit Report Lag (Stude Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2017-2019). Diponegoro Journal Of Accounting, 10(2).

Bakara, D. A., & Siagian, H. (2021). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Audit Delay Pada Idx 30 Tahun 2019. Jurnal Ekonomis, 14(3a).

Bhattarai, B. P. (2021). Determinants Of Audit Report Lag Of Commercial Banks In Nepal. International Journal Of Business And Management, 15(10), 108.

Bursa Efek Indonesia. (2022). Bursa Efek Indonesia. Https://Www.Idx.Co.Id/

Butarbutar, R. S. K., & Hadiprajitno, P. B. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit Report Lag (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015).

Diponegoro Journal Of Accounting, 6(3), 50–61.

Chandrarin, G. (2017). Metode Riset Akuntansi: Pendekatan Kuantitatif. Salemba Empat.

Darmawan, I. P. Y., & Widhiyani, N. L. S. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kompleksitas Operasi Perusahaan Dan Komite Audit Pada Audit Delay. E- Jurnal Akuntansi, 21(1), 254–282.

Devi, N. W. E. P., & Wati, N. W. A. E. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Komite Audit Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019. Hita Akuntansi Dan Keuangan, 2(4), 1–19.

Diana, A., & Setiawati, L. (2018). Akuntansi Keuangan Menengah. Cv. Andi Offset.

Franita, R. (2018). Mekanisme Good Corporate Governance Dan Nilai Perusahaan: Studi Untuk Perusahaan Telekomunikasi. Lembaga Penelitian

Dan Penulisan Ilmiah Aqli.

Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Fxezdwaaqbaj

Gede, W. A. A., & Ratna, S. M. M. (2021). The Effect Of Good Corporate Governance On Audit Delay.

Ghozali L. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss 21.

Universitas Diponegoro.

Hakim, L., & Sagiyanti, P. (2018). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Jenis Industri, Komite Audit, Dan Ukuran Kap Terhadap Audit Delay. Jurnal Jdm, 1(02), 58–

73.

Hasanuddin, H. (2017). The Influence Of The Competence Of Auditors And Auditors Independence Could Affect The Integrity Of The Financial Statements. Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi Dan Bisnis, 2(1), 37–44.

Intia, L. C., & Azizah, S. N. (2021). Pengaruh Dewan Direksi, Dewan Komisaris Independen, Dan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Di Indonesia. Jurnal Riset Keuangan Dan Akuntansi, 7(2).

Jaya, I. M. L. M. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif: Teori, Penerapan, Dan Riset Nyata. Anak Hebat Indonesia.

Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Yz8keaaaqbaj

Mu’afiah, N. (2020). Pengaruh Opini Audit Dan Pergantian Auditor Terhadap Audit Delay Pada Pt. Bumimas Nusantara Periode 2015-2019. Jurnal Mitra Manajemen, 4(11), 1558–1572.

Mustofa, M., & Praptoyo, S. (2018). Pengaruh Faktor Data Keuangan Dan Non Keuangan Terhadap Audit Delay. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (Jira), 7(6).

Nugroho, B. A., Suripto, S., & Effriyanti, E. (2021). Audit Committee, Effectiveness, Bankruptcy Prediction, And Solvency Level Affect Audit Delay. International Journal Of Science And Society, 3(2), 176–190.

Palulu, A. I. A. N., Mus, A. R., & Lannai, D. (2018). Pengaruh Kualitas Auditor, Sistem Pengendalian Internal Dan Komite Audit Terhadap Audit Delay Pada Kantor Akuntan Publik Se Kota Makassar. Ajar, 1(01), 96–112.

Pratiwi, D. S. (2018). Ukuran Perusahaan Memoderasi Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Komite Audit, Dan Komisaris Independen Terhadap Audit Delay.

Methosika: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Methodist, 2(1), 1–13.

Prianti, A., & Abbas, D. S. (2022). Pengaruh Kualitas Auditor Dan Komite Audit Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bei. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Sosial Dan Teknologi (Snistek), 4, 313–318.

Prihadi, T. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Pt Gramedia Pustaka Utama.

Https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Analisis_Laporan_Keuangan/Sc7g dwaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=0

Purba, D. M. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Struktur Good Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Audit Delay. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 6(1), 9–22.

Purnami, N. K. Y., & Kurniawa, P. S. (2019). Pengaruh Jenis Industri, Laba Dan Rugi Operasi, Dewan Komisaris Dan Komite Audit Terhadap Kecenderungan Audit Delay (Study Empiris Pada Perusahaan Lq-45 Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017). Jimat (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 10(1).

Ruchana, F., & Khikmah, S. N. (2020). Pengaruh Opini Audit, Pergantian Auditor,

Profitabilitas Dan Kompleksitas Laporan Keuangan Terhadap Audit Delay.

Ummagelang Conference Series, 257–269.

Saputra, M. I., & Agustin, H. (2021). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Good Corporate Governace (Gcg), Dan Kualitas Audit Terhadap Audit Delay. Jurnal Eksplorasi Akuntansi (Jea), 3(2), 364–383.

Sari, D. R. P., Hastuti, D. E. S., & Ratnawati, D. (2019). Pemeriksaan Akuntansi (N. Azizah (Ed.); Azizur Rac). Scopindo Media Pustaka.

Https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Auditing_Konsep_Dan_Teori_Pem eriksaan_Ak/Issceaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=0

Sidharta, R. Y., & Nurdina, N. (2017). Pengaruh Penerapan Good Coorporate Governance Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Di Bursa Efek Indonesia. Management & Accounting Research Journal Global, 2(1).

Sujarweni, V. W. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Pustaka Baru Press.

Tanujaya, K. (2022). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Komite Audit Terhadap Audit Report Lag. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 5(Spesial Issue 1), 434–455.

Tinambunan, E. B. (2018). Pengaruh Reputasi Auditor, Opini Auditor, Ukuran Perusahaan, Dan Anggota Dewan Komisaris Independen Terhadap Audit Report Lag Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017. Unimed.

Yamashida, M. A. R., Askandar, N. S., & Sudaryanti, D. (2020). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi Kap Dan Komite Audit Pada Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019. Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi, 9(05).

Yanto, S., & Rahmawati, E. K. A. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2012-2016). Competitive Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 2(2), 13–33.

LAMPIRAN

Data komisaris Independen

Nama Perusahan Tahun Komisaris Independen

Jumlah Seluruh Komisaris

Persetanse

PT Bank OCBC NISP Tbk.

2016 4 8 50,00%

2017 6 8 75,00%

2018 5 8 62,50%

2019 6 7 85,71%

2020 6 7 85,71%

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

2016 3 7 42,86%

2017 5 8 62,50%

2018 5 8 62,50%

2019 3 6 50,00%

2020 3 6 50,00%

PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

2016 2 5 40,00%

2017 3 6 50,00%

2018 3 6 50,00%

2019 4 7 57,14%

2020 3 6 50,00%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

2016 3 7 42,86%

2017 5 8 62,50%

2018 5 8 62,50%

2019 3 6 50,00%

2020 3 6 50,00%

PT Bank Neo Commerce Tbk.

2016 2 4 50,00%

2017 2 5 40,00%

2018 2 4 50,00%

2019 2 4 50,00%

2020 2 3 66,67%

PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

2016 4 7 57,14%

2017 4 7 57,14%

2018 4 8 50,00%

2019 4 8 50,00%

2020 4 8 50,00%

Bank Bumi Arta Tbk.

2016 3 5 60,00%

2017 3 6 50,00%

2018 3 7 42,86%

2019 2 4 50,00%

2020 3 5 60,00%

2016 4 8 50,00%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

2017 4 8 50,00%

2018 4 8 50,00%

2019 7 10 70,00%

2020 5 10 50,00%

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

2016 4 8 50,00%

2017 4 9 44,44%

2018 4 8 50,00%

2019 4 8 50,00%

2020 4 9 44,44%

PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

2016 3 6 50,00%

2017 3 6 50,00%

2018 3 6 50,00%

2019 3 6 50,00%

2020 3 6 50,00%

PT Bank Ganesha Tbk.

2016 2 3 66,67%

2017 2 3 66,67%

2018 3 4 75,00%

2019 2 3 66,67%

2020 2 3 66,67%

PT Bank Central Asia Tbk.

2016 3 5 60,00%

2017 3 5 60,00%

2018 3 5 60,00%

2019 3 5 60,00%

2020 3 5 60,00%

PT Bank Capital Indonesia Tbk.

2016 1 2 50,00%

2017 1 2 50,00%

2018 2 3 66,67%

2019 2 3 66,67%

2020 2 3 66,67%

PT Bank JTrust Indonesia Tbk.

2016 2 6 33,33%

2017 3 6 50,00%

2018 2 4 50,00%

2019 2 4 50,00%

2020 2 4 50,00%

Bank Mega Tbk.

2016 2 4 50,00%

2017 2 5 40,00%

2018 3 6 50,00%

2019 3 5 60,00%

2020 3 5 60,00%

2016 4 5 80,00%

2017 4 5 80,00%

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan

Banten Tbk.

2018 1 2 50,00%

2019 3 5 60,00%

2020 3 5 60,00%

Bank Sinarmas Tbk.

2016 2 3 66,67%

2017 2 3 66,67%

2018 2 3 66,67%

2019 2 3 66,67%

2020 2 3 66,67%

Bank Artha Graha Internasional Tbk.

2016 3 5 60,00%

2017 3 6 50,00%

2018 3 7 42,86%

2019 2 4 50,00%

2020 3 5 60,00%

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2016 5 8 62,50%

2017 5 9 55,56%

2018 5 8 62,50%

2019 3 4 75,00%

2020 6 10 60,00%

Data komite audt

Nama Perusahan Tahun Komite Audit

PT Bank OCBC NISP Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang PT Bank Negara

Indonesia (Persero) Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang 2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Tabungan Negara (Persero)

Tbk.

2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Neo Commerce Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang

PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

Bank Bumi Arta Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Ganesha Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang PT Bank Central

Asia Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang

2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

PT Bank Capital Indonesia Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang

PT Bank JTrust Indonesia Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

Bank Mega Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang Bank Pembangunan

Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

Bank Sinarmas Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang

Bank Artha Graha Internasional Tbk.

2016 Masa jabatan diperpanjang 2017 Masa jabatan diperpanjang 2018 Masa jabatan diperpanjang 2019 Masa jabatan diperpanjang 2020 Masa jabatan diperpanjang PT Bank Rakyat

Indonesia (Persero) Tbk.

2016 Masa jabatan tidak diperpanjang 2017 Masa jabatan tidak diperpanjang 2018 Masa jabatan tidak diperpanjang 2019 Masa jabatan tidak diperpanjang 2020 Masa jabatan tidak diperpanjang

Daftar audit delay perusahaan perbankan

Nama Perusahaan Tahun Tanggal Tutup

Buku Tanggal Audit Audit Delay

PT Bank OCBC NISP Tbk.

2016 31-Des-16 25-Jan-17 25

2017 31-Des-17 25-Jan-18 25

2018 31-Des-18 25-Jan-19 25

2019 31-Des-19 23-Jan-20 23

2020 31-Des-20 26-Jan-21 26

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

2016 31-Des-16 20-Jan-17 20

2017 31-Des-17 15-Jan-18 15

2018 31-Des-18 16-Jan-19 16

2019 31-Des-19 20-Jan-20 20

2020 31-Des-20 22-Jan-21 22

PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

2016 31-Des-16 20-Mar-17 79

2017 31-Des-17 29-Mar-18 88

2018 31-Des-18 28-Mar-19 87

2019 31-Des-19 28-Apr-20 119

2020 31-Des-20 19-Mei-21 139

PT Bank Tabungan Negara (Persero)

Tbk.

2016 31-Des-16 10-Feb-17 41

2017 31-Des-17 14-Feb-18 45

2018 31-Des-18 28-Mar-19 87

2019 31-Des-19 14-Feb-20 45

2020 31-Des-20 10-Feb-21 41

PT Bank Neo Commerce Tbk.

2016 31-Des-16 30-Jan-17 30

2017 31-Des-17 14-Feb-18 45

2018 31-Des-18 12-Mar-19 71

2019 31-Des-19 07-Apr-20 98

2020 31-Des-20 05-Mar-21 64

PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

2016 31-Des-16 24-Feb-17 55

2017 31-Des-17 26-Jan-18 26

2018 31-Des-18 29-Jan-19 29

2019 31-Des-19 27-Jan-20 27

2020 31-Des-20 11-Feb-21 42

Bank Bumi Arta Tbk.

2016 31-Des-16 14-Mar-17 73

2017 31-Des-17 21-Mar-18 80

2018 31-Des-18 26-Mar-19 85

2019 31-Des-19 31-Mar-20 91

2020 31-Des-20 30-Apr-21 120

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

2016 31-Des-16 30-Jan-17 30

2017 31-Des-17 31-Jan-18 31

2018 31-Des-18 28-Jan-19 28

2019 31-Des-19 23-Jan-20 23

2020 31-Des-20 21-Jan-21 21

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

2016 31-Des-16 17-Feb-17 48

2017 31-Des-17 26-Feb-18 57

2018 31-Des-18 15-Feb-19 46

2019 31-Des-19 17-Feb-20 48

2020 31-Des-20 17-Feb-21 48

PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

2016 31-Des-16 14-Feb-17 45

2017 31-Des-17 23-Feb-18 54

2018 31-Des-18 13-Feb-19 44

2019 31-Des-19 17-Feb-20 48

2020 31-Des-20 18-Feb-21 49

PT Bank Ganesha Tbk.

2016 31-Des-16 28-Feb-17 59

2017 31-Des-17 15-Feb-18 46

2018 31-Des-18 14-Mar-19 73

2019 31-Des-19 06-Apr-20 97

2020 31-Des-20 19-Apr-21 109

PT Bank Central Asia Tbk.

2016 31-Des-16 14-Feb-17 45

2017 31-Des-17 14-Feb-18 45

2018 31-Des-18 11-Feb-19 42

2019 31-Des-19 06-Feb-20 37

2020 31-Des-20 29-Jan-21 29

PT Bank Capital Indonesia Tbk.

2016 31-Des-16 29-Mar-17 88

2017 31-Des-17 23-Mar-18 82

2018 31-Des-18 26-Mar-19 85

2019 31-Des-19 20-Mei-20 141

2020 31-Des-20 05-Apr-21 95

PT Bank JTrust Indonesia Tbk.

2016 31-Des-16 28-Feb-17 59

2017 31-Des-17 26-Feb-18 57

2018 31-Des-18 27-Mar-19 86

2019 31-Des-19 21-Feb-20 52

2020 31-Des-20 22-Apr-21 112

Bank Mega Tbk.

2016 31-Des-16 28-Feb-17 59

2017 31-Des-17 05-Feb-18 36

2018 31-Des-18 11-Feb-19 42

2019 31-Des-19 28-Jan-20 28

2020 31-Des-20 20-Jan-21 20

2016 31-Des-16 01-Mar-17 60

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat

dan Banten Tbk.

2017 31-Des-17 02-Feb-18 33

2018 31-Des-18 26-Mar-19 85

2019 31-Des-19 28-Feb-20 59

2020 31-Des-20 10-Mar-21 69

Bank Sinarmas Tbk.

2016 31-Des-16 17-Mar-17 76

2017 31-Des-17 21-Mar-18 80

2018 31-Des-18 20-Mar-19 79

2019 31-Des-19 19-Mar-20 79

2020 31-Des-20 15-Apr-21 105

Bank Artha Graha Internasional Tbk.

2016 31-Des-16 23-Mar-17 82

2017 31-Des-17 29-Mar-18 88

2018 31-Des-18 21-Mar-19 80

2019 31-Des-19 13-Mei-20 134

2020 31-Des-20 19-Mar-21 78

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2016 31-Des-16 20-Jan-17 20

2017 31-Des-17 24-Jan-18 24

2018 31-Des-18 30-Jan-19 30

2019 31-Des-19 24-Jan-20 24

2020 31-Des-20 29-Jan-21 29

Data akhir penelitian

No Nama Sektor Perbankan

Kode Sektor Perbankan

Tahun

Komisaris Independen

(X1)

Komite Audit (X2)

Audit Delay (Y)

% Masa

Jabatan Hari

1 PT Bank OCBC

NISP Tbk. NISP

2016 50,00 1 1

2017 75,00 1 1

2018 62,50 1 1

2019 85,71 1 1

2020 85,71 0 1

2

PT Bank Negara Indonesia (Persero)

Tbk.

BBNI

2016 50,00 0 1

2017 50,00 0 1

2018 55,56 0 1

2019 62,50 0 1

2020 60,00 0 1

3 PT Bank Mayapada

Internasional Tbk. MAYA

2016 40,00 0 1

2017 50,00 0 1

2018 50,00 0 1

2019 57,14 0 0

2020 50,00 0 1

4

PT Bank Tabungan Negara (Persero)

Tbk.

BBTN

2016 42,86 0 1

2017 62,50 0 1

2018 62,50 0 1

2019 50,00 0 1

2020 50,00 0 1

5 PT Bank Neo

Commerce Tbk. BBYB

2016 50,00 1 1

2017 40,00 1 1

2018 50,00 1 1

2019 50,00 1 0

2020 66,67 1 1

6 PT Bank Danamon

Indonesia Tbk. BDMN

2016 57,14 1 1

2017 57,14 0 1

2018 50,00 0 1

2019 50,00 0 1

2020 50,00 0 1

7 Bank Bumi Arta

Tbk. BNBA

2016 66,67 0 1

2017 66,67 0 1

2018 66,67 0 1

2019 66,67 0 0

2020 66,67 0 0

8 PT Bank Mandiri

(Persero) Tbk. BMRI

2016 50,00 0 1

2017 50,00 0 1

2018 50,00 0 1

2019 70,00 0 1

2020 50,00 0 1

9 PT Bank CIMB

Niaga Tbk. BNGA

2016 50,00 1 1

2017 44,44 1 1

2018 50,00 1 1

2019 50,00 1 1

2020 44,44 0 1

10 PT Bank Maybank

Indonesia Tbk. BNII

2016 50,00 0 1

2017 50,00 0 1

2018 50,00 0 1

2019 50,00 0 1

2020 50,00 0 1

11 PT Bank Ganesha

Tbk. BGTG

2016 62,50 1 1

2017 62,50 1 1

2018 75,00 1 1

2019 66,67 1 0

Dokumen terkait