BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial mencakup semua model yang berhubungan dengan analisis sebagian data atau juga sering disebut dengan sampel, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan dari keseluruhan data atau populasi.
Pengambilan kesimpulan dari statistic inferensial yang hanya didasarkan pada sebagian data saja menyebabkan sifat tak pasti sehingga memungkinkan terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan sehingga dibutuhkan teori peluang untuk mengantisipasi hal tersebut.
Dalam penggunaan statistik inferensial dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik t (uji t) dengan bantuan aplikasi SPSS 22. SPSS 22 adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk membuat analisis statistika. Setelah
37
menentukan hasil analisis melalui SPSS 22, selanjutnya menentukan hasil hipotesis dengan tahapan sebagai berikut :
a. Jika thitung> ttabel maka Ha = diterima, berarti penggunaan media Pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar. Mencari ttabel dengan menggunakan table distribusi t dengan taraf signifikan ́ = 0,05 dan df = N – 1.
b. Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikan dengan aturan : Jika thitung< ttabel maka Ho = ditolak berarti penggunaan media Pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial tidak berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar.
c. Membuat kesimpulan tentang hasil penelitian apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Pada bagian ini ini akan dibahas secara rinci tentang hasil penelitian yang telah diperoleh oleh peneliti dengan jenis penelitian pre eksperimen yang berdasarkan data yang diperoleh dilapangan yang berlokasi di SMP Unismuh Makassar. Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial.
1. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan karakteristik subjek penelitian sebelum dan sesudah pembelajaran IPA. Deskripsi minat belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan media pembelajaran macromedia flash tutorial pada siswa kelas VIII B1 SMP Unismuh Makassar sebagai berikut:
a. Deskripsi Data Hasil Observasi
Observasi aktivitas siswa dilaksanakan selama tiga kali pertemuan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi terdiri dari 10 poin yang berkaitan dengan aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran. Hasil observasi aktivitas siswa pada pertemuan I ,II, dan III, disajikan dalam tabel sebagai berikut:
38
39
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi dan persentase aktivitas belajar siswa
No Aspek yang Diamati Pertemuan Rata- rata
Persentase
% I II III
1 Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran
19 21 21 20,33 96,80%
2 Siswa yang mengikuti aturan pembelajaran
19 21 21 20,33 96,80%
3 Siswa yang mengikuti proses kegiatan belajar hingga selesai
16 17 20 17,66 84,09%
4 Siswa menyimak penjelasan guru
19 20 20 19,66 93,61%
5 Siswa bertanya pada guru bila ada materi yang belum dipahami
15 16 18 16,33 77,36%
6 Siswa bersemangat dalam melaksanakan proses pembelajaran berlangsung
16 19 20 18,33 87,28%
7 Siswa aktif menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru
17 17 17 17 80,95%
8 Siswa menjawab tes/kuis dengan kemampuan sendiri
17 17 20 18 85,71%
9 Siswa mengemukakan pendapat pada saat pembelajaran IPA
18 20 20 19,33 92,04%
10 Siswa menyimpulkan materi IPA yang terdapat pada media
16 19 20 18,33 87,28%
Jumlah 881,92 %
Persentase 88,19 %
Kategori Aktivitas Siswa Sangat
Baik Diolah dari data hasil observasi
40
Berdasarkan tabel 4.1 diatas adalah hasil observasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media macromedia flash berbasis turorial bahwa jumlah persentase pertemuan I, II dan III 881,92 % dan jumlah persentase 88,19 % maka kategori yang ditetapkan Sangat Baik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa selama aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media macromedia flash berbasis tutorial dari pertemuan I, II, dan III dapat dikatakan meningkat dengan adanya media macromedia flash berbasis tutorial dan indikator aktivitas siswa dalam pembelajaran tercapai.
b. Deskripsi Data Hasil Angket Minat Siswa
Untuk memperoleh data tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar menggunakan instrumen angket, dengan item pertanyaan 15 untuk disebarkan kepada 21 siswa. Angket pada setiap item di berikan skor alternatif sesuai dengan bobot masing-masing jawaban yang diberikan responden dengan ketentuan sebagai berikut:
Tabel 4.2 Bobot Skor
Pertanyaan Positif Negatif
Sangat Setuju 5 1
Setuju 4 2
Kurang Setuju 3 3
Tidak Setuju 2 4
Sangat Tidak Setuju 1 5
41
1) Analisis Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Sebelum Perlakuan (Pretest)
Sebelum proses belajar pada kelas eksperimen dengan menggunakan media macromedia flash berbasis tutorial, untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari adalah menentukan nilai kuantitatif dengan menjumlahkan skor jawaban angket dari responden sesuai dengan frekuensi jawaban. Tabel terlampir.
Tabel 4.3 Data Hasil Angket Minat Belajar sebelum perlakuan (Pretest) No.
Res
Aspek Pengamatan
Jumlah
Teknik Penskoran
Nilai
A B C D E 5 4 3 2 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 3 3 5 4 0 15 15 12 15 8 0 50
2 0 3 5 6 1 15 0 12 15 12 1 40
3 4 1 5 4 1 15 20 4 15 8 1 48
4 5 0 3 7 0 15 25 0 9 14 0 48
5 2 1 6 4 2 15 10 4 18 8 2 42
6 3 3 4 4 1 15 15 12 12 8 1 48
7 2 3 4 6 0 15 10 12 12 12 0 46
8 4 3 4 4 0 15 20 12 12 8 0 52
9 3 3 2 5 2 15 15 12 6 10 2 45
10 3 4 0 7 1 15 15 16 0 14 1 46
11 5 2 3 5 0 15 25 8 9 10 0 52
12 2 4 4 2 3 15 10 16 12 4 3 45
13 2 2 1 9 1 15 10 8 3 18 1 40
14 2 2 5 4 2 15 10 8 15 8 2 43
15 3 3 5 3 1 15 15 12 15 6 1 49
16 1 6 2 5 1 15 5 24 6 10 1 46
17 4 3 3 5 0 15 20 12 9 10 0 51
18 0 4 4 7 0 15 0 16 12 14 0 42
19 4 3 2 5 1 15 20 12 6 10 1 49
20 2 3 4 6 0 15 10 12 12 12 0 46
21 4 3 3 4 1 15 20 12 9 8 1 50
Jumlah 978
42
Berdasarkan data tabel diatas, diketahui bahwa penelitian yang dilakukan di SMP Unismuh Makassar melalui data angket dengan 21 responden menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 52 dan nilai terendah 40. Adapun cara menentukan kualifikasi dan interval nilai variabel X yang dapat di rumuskan sebagai berikut :
1) K = 1+3,3 log n = 1+3,3 log 21 = 1+ 3,3 (1,32) = 1+ 4,356 = 5, 356 2) R = NT-NR
= 52-40 = 12
3) Panjang Interval P = R/K
= 12/5,356
= 2,24 di bulatkan (2)
Selanjutnya untuk, mengetahui distribusi variabel X maka dibuat tabel sebagai berikut :
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Minat belajar siswa pretest Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif
40-42 4 19,05 %
43-45 3 14,28 %
46-48 7 33,34 %
49-51 5 23,80 %
52-54 2 9,53 %
43
Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa interval 40-42 dengan frekuensi absolut 4 dan frekuensi relatif 19,05%, pada interval 43-45 frekuensi absolut 3 dan frekuensi relative 14,28%, pada interval 46-48 dengan frekuensi absolut 7 dan frekuensi relatif 33,34%, pada interval 49-51 dengan frekuensi absolut 5 dan frekuensi relatif 23,80%, pada interval 52-54 dengan frekuensi absolut 2 dan frekuensi relatif 9,53%.
Berdasarkan deskripsi diatas Distribusi Frekuensi Minat Belajar siswa tertinggi berada pada interval 46-48 dengan frekuensi absolut 7 dan frekuensi relatif 33,34%. Dari rekapitulasi angket tersebut kemudian menyiapkan tabel perhitungan untuk mencari mean dan standar deviasi minat belajar sebagai berikut
Tabel 4.5 Perhitungan mencari rata-rata dan standar deviasi variabel X
Jumlah 21 100 %
No Responden X X- ̅ (X- ̅)2
1 50 -3,42 11,6964
2 40 6,57 43,1649
3 48 -1,42 2,0164
4 48 -1,42 2,0164
5 42 4,57 20,8849
6 48 -1,42 2,0164
7 46 -0,57 0,3249
8 52 -5,42 29,376
9 45 1,57 2,4649
10 46 -0,57 0,3249
11 52 -5,42 29,376
12 45 1,57 2,4649
13 40 6,57 43,1649
14 43 3,57 12,7449
15 49 -2,42 5,8564
16 46 0,57 0,3249
17 51 -4,42 19,5364
18 42 4,57 20,8849
19 49 -2,42 5,8564
20 46 0,57 0,3249
21 50 -3,42 11,6964
Jumlah 978 266,4771
44
Berdasarkan tabel diatas, kemudian menghitung mean (rata-rata) dan standar devisi adalah sebagai berikut :
1) Mencari mean dan standar deviasi ̅=
=
= 46,57 2) SD = √ ( )
= √
= √ = 3,65
3) Mencari Kualitas variabel (minat belajar) M + 1,5 SD = 46,57 + 1,5 (3,65) = 52,045 M + 0,5 SD = 46,57 + 0,5 (3,65) = 48,395 M - 0,5 SD = 46,57 - 0,5 (3,65) = 44,745 M - 1,5 SD = 46,57 - 1,5 (3,65) = 41,095
Tabel 4.6 Kualitas variabel X minat belajar siswa
Interval Kriteria
80 ≤ x <100 Sangat tinggi 60 ≤ x < 80 Tinggi 40 ≤ x < 60 Sedang 20 ≤ x < 40 Rendah
0 ≤ x < 20 Sangat rendah
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa minat belajar siswa termasuk dalam kategori sedang, yaitu berada pada interval 40≤ x <60 dengan nilai rata-
45
46,57 persentase tersebut diperoleh dari hasil perhitungan nilai rata tengah dan standar deviasi sebelum ditentukan kualitas variabel.
2) Analisis Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Sesudah Perlakuan (Posttest)
Setelah proses belajar dengan meggunakan media macromedia flash berbasis tutorial, maka untuk mengetahui perbandingan pengaruh minat belajar siswa yaitu dengan membagikan angket. untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari menentukan nilai kuantitatif dengan menjumlahkan skor jawaban angket dari responden sesuai dengan frekuensi jawaban. Agar lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Data Hasil Angket Minat Belajar setelah perlakuan (Posttest) No.
Res
Aspek Pengamatan
Jumlah
Teknik Penskoran
Nilai
A B C D E 5 4 3 2 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 7 5 1 2 0 15 35 20 3 4 0 62
2 5 7 2 1 0 15 25 28 6 2 0 61
3 7 6 2 0 0 15 35 24 6 0 0 65
4 6 5 2 2 0 15 30 20 6 4 0 60
5 5 7 2 1 0 15 25 28 6 2 0 61
6 2 8 1 3 1 15 10 32 3 6 1 52
7 4 8 2 1 0 15 20 32 6 2 0 60
8 5 7 2 1 0 15 25 28 6 2 0 61
9 5 8 1 1 0 15 25 32 3 2 0 62
10 4 8 3 0 0 15 20 32 9 0 0 61
11 3 9 2 1 0 15 15 36 6 2 0 59
12 4 9 1 0 1 15 20 36 3 0 1 60
13 4 8 2 1 0 15 20 32 6 2 0 60
14 5 8 0 2 0 15 25 32 0 4 0 61
15 4 8 2 1 0 15 20 32 6 2 0 60
16 4 9 1 0 1 15 20 36 3 0 1 60
17 6 7 1 0 1 15 30 28 3 0 1 62
18 4 9 1 1 0 15 20 36 3 2 0 61
19 5 8 2 0 0 15 25 32 6 0 0 63
20 4 8 2 1 0 15 20 32 6 2 0 60
21 5 8 0 1 1 15 25 32 0 2 1 60
46
Jumlah 1271
Berdasarkan data tabel diatas, diketahui bahwa penelitian yang dilakukan di SMP Unismuh Makassar melalui data angket dengan 21 responden menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 65 dan nilai terendah 52.
Adapun cara menentukan kualifikasi dan interval nilai variabel X (Posttest) yang dapat di rumuskan sebagai berikut :
a. K = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 21 = 1 + 3,3 ( 1,32) = 1 + 4,356
= 5, 356 b. R = NT-NR
= 65-52 = 13
c. Panjang Interval P = R/K
= 13/5,356
= 2,42 dibulatkan (2)
Selanjutnya untuk, mengetahui distribusi variabel X maka dibuat tabel sebagai berikut :
47
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Minat Belajar Siswa setelah perlakuan (Postest)
Dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa interval 52-54 dengan frekuensi absolut 1 dan frekuensi relatif 4,76%, pada interval 55-57 frekuensi absolut 0 dan frekuensi relative 0%, pada interval 58-60 dengan frekuensi absolut 9 dan frekuensi relatif 42,86%, pada interval 61-63 dengan frekuensi absolut 10 dan frekuensi relatif 47,62%, pada interval 64-66 dengan frekuensi absolut 1 dan frekuensi relatif 4,76%.
Berdasarkan deskripsi diatas Distribusi Frekuensi Minat Belajar siswa tertinggi berada pada interval 61-63 dengan frekuensi absolut 10 dan frekuensi relatif 47,62%. Dari rekapitulasi angket tersebut kemudian menyiapkan tabel perhitungan untuk mencari mean dan standar deviasi minat belajar sebagai berikut:
Tabel 4.9 Perhitungan mencari rata-rata dan standar deviasi variabel X Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif
52-54 1 4,76 %
55-57 0 0 %
58-60 9 42,86 %
61-63 10 47,62 %
64-66 1 4,76 %
Jumlah 21 100 %
No Responden X X- ̅ (X- ̅)2
1 62 -1,47 2,1609
2 61 -0,47 0,2209
3 65 -4,47 19,9809
4 60 -0,52 0,2704
5 61 -0,47 0,2209
6 52 8,52 72,5904
7 60 0,52 0,2704
8 61 -0,47 0,2209
48
Berdasarkan tabel diatas, kemudian menghitung mean (rata-rata) dan standar devisi adalah sebagai berikut :
1) Mencari mean dan standar deviasi ̅=
=
= 60,52 2) SD = √ ( )
= √
= √ = 2,35
3) Mencari Kualitas variabel (minat belajar) M + 1,5 SD = 60,52 + 1,5 (2,35) = 64,045 M + 0,5 SD = 60,52 + 0,5 (2,35) = 61,695 M - 0,5 SD = 60,52 - 0,5 (2,35) = 59,345
9 62 -1,47 2,1609
10 61 -0,47 0,2209
11 59 1,52 2,3104
12 60 -0,52 0,2704
13 60 -0,52 0,2704
14 61 -0,47 0,2209
15 60 -0,52 0,2704
16 60 -0,52 0,2704
17 62 -1,47 2,1609
18 61 -0,47 0,2209
19 63 -2,47 6,1009
20 60 -0,52 0,2704
21 60 -0,52 0,2704
Jumlah 1271 110,95379
49
M - 1,5 SD = 60,52 - 1,5 (2,35) = 56,995
Tabel 4.10 Kualitas variabel X minat belajar siswa
Interval Kriteria
80 ≤ x <100 Sangat tinggi 60 ≤ x < 80 Tinggi 40 ≤ x < 60 Sedang 20 ≤ x < 40 Rendah
0 ≤ x < 20 Sangat rendah
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa minat belajar siswa termasuk dalam kategori tinggi, yaitu berada pada interval 60≤ x <80 dengan nilai rata-rata 60,52 persentase tersebut diperoleh dari hasil perhitungan nilai rata tengah dan standar deviasi sebelum ditentukan kualitas variabel.
2. Analisis Statistik Inferensial
Pada bagian ini hipotesis yang akan diuji dengan menggunakan statistik uji t yaitu efektivitas media pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar.
Inputnilai rata-rata minati siswa menunjukan bahwa nilai rata-rata minat siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial lebih tinggi dibanding siswa yang tidak diberikan perlakuan tersebut.
Tabel 4.11 Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pre Test 46.57 21 3.655 .798
Pos Test 60.52 21 2.358 .515
Sumber : Output SPSS Versi 22
50
Pada output ini kita di perlihatkan ringkasan hasil statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti yaitu nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest diperoleh rata-rata minat belajar atau mean sebesar 46,57. Sedangkan untuk nilai posttest di peroleh nilai rata-rata minat belajar sebesar 60,52. Jumlah responden atau siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 21 orang siswa. Untuk nilai std. deviation (standar deviasi) pada pretest sebesar 3,655 dan posttest sebesar 2,358. Terakhir adalah nilai std.eror mean untuk pretest sebesar 798 dan untuk posttest 515. Karena nilai rata-rata minat belajar pada pretest 46,57< posttest 60,52 maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata minat belajar pretest dan minat belajar posttest. Selanjutnya untuk membuktikan apakah ada perbedaan tersebut benar-benar nyata (signifikan) atau tidak, maka kita perlu menafsirkan hasil uji paired sample t test yang terdapat pada tabel output paired sample test.
Tabel 4.12 Uji t Paired Samples Test
Paired Differences
t Df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pai r 1
pretest – posttest
-13.95238 4.39859 .95985 -15.95460 -11.95017 -14.536 20 .000
Sumber: output SPSS versi 22
Berdasarkan tabel diatas adalah output terpenting, karena pada bagian ini kita akan menemukan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan dalam kasus diatas, yakni mengenai ada pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash
51
berbasis tutorial terhadap minat belajar siswa pada IPA di SMP Unismuh Makassar? Seperti yang kita ketahui bahwa jika nilai sig. (2-Tailed) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya, jika nilai sig. (2-Tailed) > 0.05 maka Ho dterima dan Ha ditolak. Berdasarkan tabel otput paired sampel test diatas , diketahui nilai sig. (2-Tailed)adalah sebesar 0,000< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash berbasis tutorial terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Unismuh Makassar.