Raden Pardede Komisaris Independen
Tonny Kusnadi Komisaris Djohan Emir Setijoso
Presiden Komisaris Sumantri Slamet
Komisaris Independen
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
33
hubungan dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok dan melambatnya perekonomian Tiongkok berdampak terhadap harga komoditas unggulan ekspor Indonesia. Sementara itu, nilai impor Indonesia masih meningkat terutama untuk memenuhi kebutuhan belanja modal proyek-proyek berskala besar dan impor bahan baku. Kondisi ini mendorong defisit transaksi berjalan sebesar USD31,1 miliar atau 3,0% dari PDB pada tahun 2018, meningkat dibandingkan defisit USD16,2 miliar (1,6% dari PDB) pada tahun sebelumnya. Melebarnya defisit transaksi berjalan dan fluktuasi aliran modal asing yang dipengaruhi oleh kenaikan SUKUBUNGATHE&EDTELAHMENEKANNILAITUKAR2UPIAH!DAPUN nilai tukar Rupiah berkisar antara Rp13.289,- sampai Rp15.238,- per 1 US Dollar selama tahun 2018 dan ditutup pada Rp14.390 per 1 US Dollar di akhir tahun.
Merespon terhadap perkembangan tersebut, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (7-day reverse repo rate) secara bertahap dalam tahun 2018 dengan total kenaikan sebesar 175 bps menjadi 6,0% pada akhir tahun 2018. Indonesia berhasil mempertahankan posisi cadangan devisa pada level yang memadai sebesar USD120,7 miliar pada tahun 2018, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Di samping itu, tingkat inflasi yang relatif rendah di sepanjang tahun 2018 turut mendukung ketahanan perekonomian Indonesia.
Proses pemulihan ekonomi nasional mendukung pertumbuhan aset perbankan nasional secara moderat.
Rentabilitas perbankan nasional menunjukkan kinerja positif didukung oleh pertumbuhan portofolio kredit dan dana pihak ketiga, kenaikan beban operasional yang terukur serta terkendalinya pembentukan biaya cadangan kredit bermasalah. Kami melihat bahwa stabilitas sektor perbankan nasional tetap terjaga dengan posisi permodalan yang kuat dan NPL pada tingkat yang dapat ditoleransi.
Tantangan jangka pendek – menengah sektor perbankan adalah posisi likuiditas perbankan semakin ketat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang telah mencapai 94,8% pada akhir tahun 2018, di atas acuan maksimum regulator. Lebih ketatnya likuiditas mendorong kompetisi antar pelaku perbankan dalam penghimpunan dana pihak ketiga. Regulator terus memantau kondisi likuiditas serta
tetap disiplin dalam memperhitungkan persyaratan 6,5%
giro wajib minimum secara keseluruhan. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan dengan tetap menerapkan prinsip makroprudensial.
Penilaian atas Kinerja Direksi dan Dasar Penilaian
Jajaran Direksi telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mengelola lini-lini bisnis BCA sesuai dengan pertumbuhan perekonomian nasional dan kondisi sektor perbankan.
Dasar penilaian atas kinerja Direksi mengacu pada rencana kerja tahunan yang disampaikan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris serta respon terhadap kondisi bisnis dan ekonomi yang dinamis. Berdasarkan hasil pengawasan Dewan Komisaris, Direksi telah memimpin BCA dalam mempertahankan posisi yang solid, meraih peluang bisnis dan memperoleh pencapaian sejalan dengan visi dan misi serta sesuai dengan arah strategis dan program kerja yang telah direncanakan.
Kami mengapresiasi langkah-langkah Direksi dalam memperkuat franchise perbankan transaksi serta melakukan penyaluran kredit yang sehat, sehingga mendorong kinerja keuangan yang positif. Berbagai program kerja dijalankan dengan mengedepankan pemenuhan kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Pemanfaatan teknologi informasi sangat mendukung BCA dalam menjaga daya saing, memenuhi kebutuhan para nasabah serta meningkatkan efisiensi proses kerja.
Direksi telah menerima nasihat Dewan Komisaris dalam mengarahkan bisnis BCA dengan menerapkan prinsip kehati- hatian serta menjaga keseimbangan dalam melakukan investasi, meraih peluang bisnis, dan mengelola risiko. BCA juga meningkatkan sinergi dengan para entitas anak guna menyediakan solusi keuangan yang komprehensif bagi para nasabah dan memperkuat ekosistem bisnis BCA. Dewan Komisaris dan Direksi memiliki komitmen tinggi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko dan pengendalian internal yang menjadi fondasi untuk mendukung kinerja bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Secara keseluruhan, BCA mencapai target-target strategis dan meraih pertumbuhan kinerja keuangan yang berkesinambungan. Pada tahun 2018 laba bersih BCA meningkat 10,9% mencapai Rp25,9 triliun. BCA membukukan
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
34
Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen
pertumbuhan portofolio kredit yang lebih tinggi di tahun 2018 yaitu sebesar 15,1% menjadi Rp538,1 triliun.
Di samping itu, pertumbuhan CASA mencapai 8,9% menjadi sebesar Rp483,0 triliun, didukung oleh kepercayaan para nasabah terhadap layanan perbankan transaksi dan ekosistem layanan perbankan BCA. Tingkat pengembalian atas aset dan ekuitas (Return on Assets – ROA dan Return on Equity – ROE) mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. BCA juga mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang kokoh, tercermin dari posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,4%, Loan to Deposit Ratio (LDR) 81,6% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 278,2%.
Pengawasan terhadap Implementasi Strategi BCA
Pada tahun 2018 Bank telah menjalankan bisnisnya sesuai dengan rencana kerja tahunan, visi dan misi serta arahan strategis. Melalui pengamatan cermat terhadap kondisi makroekonomi, perubahan lingkungan usaha serta perilaku dan kebutuhan nasabah, BCA mampu beradaptasi dan menerapkan strategi yang relevan sesuai perkembangan terkini.
BCA menjaga keunggulan intinya dalam perbankan transaksi melalui peningkatan kapabilitas dan investasi terukur pada jaringan multi-channel yang terintegrasi.
Pengembangan produk dan layanan memprioritaskan faktor kenyamanan, keamanan dan keandalan dalam bertransaksi.
Saat ini teknologi digital telah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat dan mempengaruhi perilaku nasabah dalam bertransaksi. Perkembangan ini juga mendorong pertumbuhan bisnis e-commerce dan perusahaan-perusahaan fin-tech. Bank melihat hal tersebut sebagai peluang bisnis dan melakukan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fin-tech dan e-commerce guna memperkuat ekosistem pembayaran BCA.
Layanan internet dan mobile banking serta layanan berbasis aplikasi terus disempurnakan oleh BCA sejalan dengan perkembangan kebutuhan transaksi nasabah pada layanan digital. Saat ini jumlah transaksi melalui layanan internet dan mobile banking serta ATM mencapai 98% yang mendukung efisiensi operasional transaksi. Sementara itu dari segi nilai transaksi, sebesar 54% berasal dari transaksi di kantor cabang. BCA melihat jaringan kantor cabang tetap memegang peranan penting dalam melayani transaksi uang tunai jumlah besar serta membangun hubungan tatap muka
dengan nasabah. Untuk meningkatkan efisiensi, investasi pada kantor cabang lebih difokuskan pada format yang lebih ringkas serta didukung otomasi sistem.
Langkah-langkah strategis di atas mendukung pertumbuhan dana pada rekening transaksi CASA yang merupakan sumber pendanaan inti Bank. Selain ditopang oleh penghimpunan dana giro dan tabungan, deposito juga berperan sebagai penyeimbang posisi likuiditas. Secara keseluruhan, dana CASA meningkat 8,9% menjadi Rp483,0 triliun dan dana deposito tumbuh 6,8% mencapai Rp146,8 triliun pada akhir tahun 2018.
Dalam pengembangan bisnis perkreditan, BCA menyempurnakan infrastruktur perkreditan untuk mendukung proses pengolahan kredit. Di tengah permintaan kredit yang relatif tinggi, Bank mengoptimalisasi penyaluran kredit pada para nasabah dengan rekam jejak yang baik dan pada sektor-sektor yang potensial. Penerapan prinsip kehati- hatian mendukung kualitas kredit yang sehat, tercermin dari rasio Non-Performing Loans (NPL) yang rendah, dalam batasan risk appetite Bank. Pada tahun 2018 BCA berhasil meningkatkan penyaluran kredit di semua segmen, baik korporasi, komersial dan Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan konsumer. Penyaluran kredit terdiversifikasi ke berbagai sektor ekonomi sehingga meminimalisasi risiko konsentrasi.
Guna menyediakan kebutuhan layanan keuangan bagi para nasabah secara komprehensif, BCA meningkatkan koordinasi antara perbankan transaksi, unit-unit kerja terkait penyaluran kredit dan lini-lini bisnis lainnya, serta melakukan sinergi dengan entitas-entitas anak.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
BCA memastikan penerapan prinsip dan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance – GCG) pada seluruh jenjang organisasi. Pelaksanaan GCG berpedoman pada nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran.
Penerapan GCG di seluruh jenjang organisasi BCA telah disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang berlaku di dalam negeri dan semakin diselaraskan dengan ketentuan ASEAN Corporate Governance Scorecard. Pada tahun 2018 BCA menyempurnakan pedoman tata kelola perusahaan yang baik sejalan dengan penyesuaian terhadap ketentuan terbaru regulator.
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
35
melakukan self-assessment terhadap pelaksanaan GCG baik secara individu maupun secara terintegrasi bersama-sama dengan entitas-entitas anak. Pada tahun 2018 hasil self- assessment terhadap pelaksanaan GCG di BCA menghasilkan peringkat komposit dengan predikat ‘Sangat Baik’ baik secara individu maupun secara terintegrasi.
Dengan penerapan tata kelola yang baik, BCA dapat menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan mendukung kelangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Atas komitmen BCA dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, BCA memperoleh penghargaan ‘The Most Trusted Company’ dari Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA serta penghargaan
‘Best Right of Shareholders’ dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Pandangan dan Peran Dewan Komisaris dalam Whistleblowing System
Dewan Komisaris memberikan arahan dalam penyusunan whistleblowing system dan mendukung pengawasan penerapan sistem tersebut di Bank sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Guna meningkatkan efektivitas penerapan whistleblowing system dalam mendeteksi fraud atau pelanggaran yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan, BCA telah
Saat ini BCA memiliki unit kerja yang bertugas menangani efektivitas penerapan whistleblowing system, yang bertanggung jawab kepada Presiden Direktur serta memiliki hubungan komunikasi dan pelaporan secara langsung kepada Dewan Komisaris.
Untuk memperkenalkan whistleblowing system kepada para karyawan, BCA juga memberikan sosialisasi melalui e-learning. Pelaporan fraud ataupun pelanggaran dapat disampaikan oleh pihak internal dan eksternal melalui website perusahaan. Penerapan whistleblowing system diharapkan dapat mendeteksi dan memberikan pencegahan dini terhadap fraud atau pelanggaran, sehingga mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Fungsi Pengawasan dan Pemberian Nasihat kepada Direksi Dewan Komisaris telah melakukan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan bisnis perusahaan yang dijalankan oleh Direksi. Pada tahun 2018 Dewan Komisaris secara konsisten membangun komunikasi dan memberikan arahan atau nasihat kepada Direksi terkait kebijakan dan penentuan strategi BCA. Arahan dan nasihat diberikan kepada Direksi melalui mekanisme rapat ataupun secara tertulis melalui penyampaian memo. Pada tahun 2018 Dewan Komisaris menyelenggarakan 37 Rapat Dewan Komisaris dan 14 Rapat Gabungan Dewan Komisaris – Direksi. Di samping pertemuan rutin, Dewan Komisaris juga menyelenggarakan pertemuan khusus atau ad-hoc saat diperlukan.
Berikut beberapa ringkasan arahan dan nasihat utama Dewan Komisaris kepada Direksi.
Topik Ringkasan
Strategi dan Pengelolaan Bisnis s -ENJAGATINGKATPROlTABILITAS"ANKDENGANMENINGKATKANElSIENSIBIAYAMENJAGA kualitas kredit serta mengutamakan pertumbuhan yang berkualitas.
s $IPERLUKANPENYESUAIANATAUINOVASISEJALANDENGANPERKEMBANGANTEKNOLOGIDAN industri fintech.
s -ELAKUKANPENGAWASANDANPEMBERIANARAHANDALAMPROSEScorporate actions.
s -EMBERIKANARAHANUNTUKMENYUSUNRENCANAOPTIMALISASIPENGGUNAANLIKUIDITAS Manajemen Risiko s $IPERLUKANKAJIULANGMENGENAIRISIKORISIKOUTAMAYANGBERSIFATSTRATEGISBAGI"ANK
dan entitas anak.
s -EMBERIKANARAHANUNTUKMEMPERHATIKANRISIKONILAITUKARDANPENGARUHNYA terhadap bisnis Bank.
s 0ERLUMEWASPADAIRISIKOKONSENTRASI0ENYALURANKREDITDILAKUKANSECARA terdiversifikasi pada sektor-sektor potensial.
s -EMBERIKANARAHANUNTUKMENYUSUNKAJIANTERKAITKOMPLEKSITASRISIKODALAM pemberian kredit infrastruktur.
s $IPERLUKANKEBIJAKANUNTUKPEMANTAUANKREDITYANGDIRESTRUKTURISASI
s -EMBERIKANPERSETUJUANATASUSULANPENGKINIANDOKUMENrecovery plan untuk tahun 2019.
Audit dan Kepatuhan s -EMPRIORITASKANPROSESAUDITPADAHALHALYANGBERISIKOTINGGIrisk based audit) s -ENYETUJUIUSULANPERUBAHAN!NGGARAN$ASAR"#!AGARMENJADISELARASDENGAN
Undang-undang dan sistematika keputusan RUPS.
s -ENYETUJUIUSULANPERUBAHAN0IAGAM+OMITE!UDITYANGDIAJUKANYAITU
melengkapi rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik dengan rekomendasi PEMBERHENTIANPENGGANTIANNYA
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
36
Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen
Penilaian Kinerja Komite di Bawah Dewan Komisaris
Kami memberikan apresiasi atas dukungan para komite dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Komisaris sepanjang tahun 2018. Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, serta Komite Tata Kelola Terintegrasi telah menunjukkan kinerja yang berkualitas dengan menjunjung standar kompetensi dan kualitas yang baik.
Komite Audit telah memastikan terselenggaranya pengendalian internal dan secara efektif membantu Dewan Komisaris dalam pengawasan atas pelaksanaan fungsi audit internal dan eksternal, implementasi tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komite Audit telah mengadakan rapat sebanyak 22 kali, melakukan pertemuan dengan Divisi Audit Internal sebanyak 10 kali, dan telah mengkaji lebih dari 166 laporan hasil audit internal pada tahun 2018.
Sementara itu, Komite Pemantau Risiko memastikan BCA memiliki sistem manajemen risiko yang memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko yang dihadapi BCA. Pada tahun 2018 Komite Pemantau Risiko menyelenggarakan 10 kali rapat, termasuk untuk melakukan kajian atas portofolio kredit, kajian atas risiko operasional, cyber security, dan business continuity plan.
Komite Remunerasi dan Nominasi telah menjalankan tugasnya dalam pemberian rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait kebijakan remunerasi di BCA secara keseluruhan. Komite Remunerasi dan Nominasi menyelenggarakan 6 kali rapat sepanjang tahun 2018 termasuk terkait kebijakan tantiem, remunerasi dan talent mapping.
Sementara itu, Komite Tata Kelola Terintegrasi mendukung Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan atas penerapan tata kelola di BCA dan para entitas anak secara terintegrasi. Pada tahun 2018 Komite Tata Kelola Terintegrasi menyelenggarakan 4 kali rapat dan melaporkan penerapan tata kelola terintegrasi kepada Dewan Komisaris.
Perubahan Komposisi Dewan Komisaris
Pada tahun 2018 tidak terdapat perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris. Profil Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Profil Perusahaan, halaman 66-69 pada Laporan Tahunan ini. Masing-masing anggota Dewan Komisaris telah melakukan fungsi pengawasan dan memberikan arahan pada Direksi dalam pengelolaan Bank sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.
Pandangan atas Prospek Usaha BCA yang Disusun Direksi serta Dasar Pertimbangan
Proses pemulihan ekonomi nasional akan terus berlanjut di tahun 2019. Kondisi makroekonomi dan sektor perbankan memiliki ketahanan dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang dinamis, didukung oleh peran aktif dari regulator dan Pemerintah.
Meskipun demikian, kemungkinan adanya penyesuaian SUKUBUNGATHE&EDAKANMEMPENGARUHIARUSMODALGLOBAL serta pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia. BCA akan terus mewaspadai kondisi likuiditas di Indonesia termasuk likuiditas sektor perbankan yang diperkirakan akan semakin ketat.
Upaya memperkuat bisnis perbankan transaksi akan mempertahankan kepercayaan nasabah dalam penempatan dana di BCA. Ke depannya kompetisi sektor perbankan akan semakin ketat disertai dengan tren pertumbuhan perusahaan-perusahaan fintech dan pelaku e-commerce yang menawarkan inovasi-inovasi baru dalam perbankan transaksi. BCA senantiasa mengamati perkembangan bisnis tersebut dan beradaptasi untuk tetap mempertahankan keunggulan franchise perbankan transaksi. Upaya memperluas basis nasabah dan menghubungkan bisnis para nasabah dengan sistem pembayaran BCA akan mendukung keunggulan dalam perbankan transaksi. Perkembangan teknologi menjadi peluang bagi BCA dalam analisis kebutuhan nasabah dan meningkatkan efisiensi proses bisnis.
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
37
Direksi dan mencermati kondisi perekonomian, Dewan Komisaris sependapat dengan arahan strategis Bank dalam menjaga keseimbangan antara posisi likuiditas, target pertumbuhan kredit dan kualitas aset. Proses pemulihan ekonomi diperkirakan akan terus berlanjut dan pertumbuhan ekonomi masih dalam tingkat yang moderat.
Oleh karena itu BCA tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang solid.
Guna mengakomodir perkembangan kebutuhan nasabah, BCA akan mempererat sinergi dengan para entitas anak yang pada akhirnya mendukung kinerja bisnis grup BCA secara keseluruhan dan membuka peluang dalam penghimpunan fee based income.
BCA terus menjaga kesinambungan bisnis Bank melalui upaya memperkuat franchise perbankan transaksi, meningkatkan penyaluran kredit yang berkualitas dan mengembangkan lini-lini bisnis lainnya. Rencana kerja BCA pada tahun 2019 tetap memperhatikan keseimbangan antara berbagai peluang usaha sekaligus risiko-risiko yang ada. BCA akan terus beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis dan menjaga keberlangsungan usaha serta memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Pencapaian kinerja BCA pada tahun 2018 tidak lepas dari dukungan segenap pemangku kepentingan. Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih kepada semua pemegang saham, nasabah, mitra bisnis, staf dan pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaannya yang mendukung kelangsungan usaha BCA. Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Direksi yang telah mengelola Perseroan dalam mencapai posisi keuangan yang kokoh serta kepada para entitas anak yang telah memberikan kontribusi terhadap kinerja keseluruhan grup BCA.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia yang telah melakukan fungsi pengawasan dan mendukung ketahanan bisnis perbankan nasional di sepanjang tahun 2018. BCA berkomitmen dalam memberikan nilai dan manfaat yang berkelanjutan kepada nasabah, pemangku kepentingan dan masyarakat Indonesia.
Jakarta, Maret 2019 Atas Nama Dewan Komisaris,
Djohan Emir Setijoso
Presiden Komisaris
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk
38
Laporan Tahunan 2018 PT Bank Central Asia Tbk