• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Kebijakan dan Strategi

Dalam dokumen LAMPID Tahun 2017.pdf (Halaman 120-126)

BAB 3 PERKEMBANGAN EKONOMI,

3.9.3 Arah Kebijakan dan Strategi

Adapun arah kebijakan dan strategi pembangunan Iptek dan inovasi adalah sebagai berikut:

Pertama, peningkatan dukungan Iptek bagi daya saing sektor produksi melalui: (1) Penyelanggaraan litbang (riset): dengan output teknologi/produk baru terdifusi ke sektor produksi dengan fokus pada bidang: (a) pangan dan pertanian; (b) energi, energi baru dan terbarukan; (c) kesehatan dan obat;

(d) transportasi; (e) telekomunikasi, informasi dan komunikasi; (f) teknologi pertahanan dan keamanan; dan (g) material maju; (2) Layanan perekayasaan dan teknologi dalam bentuk penyediaan sarana perekayasaan, desain, dan pengujian; (3) Layanan infrastruktur mutu yang mencakup standardisasi, metrologi, kalibrasi, dan pengujian mutu; (4) Layanan pengawasan tenaga nuklir yang mencakup pengawasan penggunaan tenaga nuklir di industri, pertanian, kesehatan, dan energi; dan (5) Penguatan kerja sama swasta- pemerintah-perguruan tinggi khususnya untuk sektor pertanian dan industri serta pengembangan wirausahawan pemula lewat pembangunan inkubator dan modal ventura.

PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN 3-71 Kedua, peningkatan dukungan Iptek bagi keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam, yang mencakup: (1) Sumber daya hayati (bioresources) yang meliputi eksplorasi, konservasi dan peningkatan kemanfaatan flora, fauna, dan mikroba Indonesia bagi kesejahteraan rakyat; serta melindungi flora, fauna, dan mikroba Indonesia dari ancaman kepunahan akibat perdagangan domestik dan internasional;

(2) Sumber daya nirhayati yang meliputi teknologi eksplorasi dan pengelolaan sumber daya alam, baik mengkaji produk perekayaan teknologi eksplorasi sumber daya kebumian maupun penerapan teknologi pengelolaan sumber daya air terpadu; (3) Penginderaan jauh yang meliputi penelitian, pengembangan, dan penerapan Iptek untuk pengembangan penginderaan jauh, antara lain: (a) pemanfaatan data penginderaan jauh, (b) pengembangan satelit, dan (c) pengembangan roket sipil; dan (4) Mitigasi perubahan iklim yang meliputi kegiatan pengembangan teknologi hijau, pengukuran emisi karbon, dan penelitian atmosfir, seperti antara lain: konservasi SDA, teknologi proses menuju industri hijau, dan infrastruktur hijau perkotaan.

Ketiga, peningkatan dukungan Iptek dalam rangka penyiapan masyarakat Indonesia menuju kehidupan global yang maju dan modern, melalui perkuatan kontribusi penelitian di bidang sosial dan kemanusiaan dengan membentuk enam simpul (hub) penelitian sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia yang berpusat di LIPI.

Keempat, pembangunan Iptek dalam rangka peningkatan dukungan bagi riset dasar dan riset terapan melalui: (1) Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Iptek; (2) Pembangunan sarana dan prasarana Iptek antara lain

3-72 PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN

revitalisasi Puspitek; (3) Pembangunan repositori dan diseminasi informasi Iptek; dan (4) Peningkatan jaringan Iptek melalui konsorsium riset.

Data dan Informasi Statistik 3.10.1 Capaian Utama Pembangunan

Dalam rangka mendukung RPJMN periode 2015-2019 dan pencapaian prioritas nasional sebagaimana telah ditetapkan dalam visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, diperlukan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai rujukan dalam perencanaan dan evaluasi atas kebijakan yang di implementasikan.

Data dan informasi statistik yang berkualitas sangat diperlukan oleh semua pihak sebagai bahan rujukan untuk menyusun perencanaan, melakukan evaluasi, membuat keputusan, dan memformulasikan kebijakan, agar sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Ketersediaan data yang berkualitas, tidak hanya dibutuhkan pada tingkat nasional, namun sampai pada wilayah pemerintahan terkecil, guna mengembangkan potensi dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan.

Data dan informasi statistik juga seringkali dimanfaatkan sebagai alat konfirmasi dan legitimasi terhadap penilaian program pembangunan pemerintah. Dengan data yang berkualitas (akurat, relevan, tepat waktu, mudah diakses, koheren, dan mudah di interpretasi), pemerintah dapat membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan atau berdasarkan perkembangan fakta terkini (evidence-based policy).

PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN 3-73 Upaya lain yang telah dilakukan adalah menghasilkan beragam data dan indikator sosial-ekonomi yang mencakup tujuh hal.

Pertama, penyusunan Statistical Bussiness Register, yang merupakan sistem statistik berbasis direktori perusahaan yang dikumpulkan berdasarkan data administrasi dan bukan hasil pendataan lapangan.

Kedua, penyusunan System of National Accounts 2008 (SNA 2008). System of National Accounts 2008 merupakan pedoman/referensi dalam penyusunan indikator makro ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), Supply and Use Table (SUT), maupun rangkaian Statistik Neraca Nasional, dan mengacu pada standar dan metoda baku yang telah ditetapkan secara internasional. System of National Accounts 2008, menyediakan satu kerangka kerja untuk menjaga konsistensi dan koherensi data yang sekaligus akan mempertajam tingkat relevansi indikator yang dihasilkan, dan meningkatkan kualitas data serta memudahkan perbandingan antarnegara. Perubahan tahun dasar PDB Indonesia dari tahun 2000 menjadi tahun 2010 dan mengadopsi rekomendasi PBB yang tertuang dalam SNA 2008 melalui penyusunan SUT 2010 sebagai dasar penghitungan PDB mencakup tiga (3) pendekatan yaitu pendekatan produksi, pengeluaran dan pendapatan. Perubahan tahun dasar juga mendukung penghitungan yang lebih akurat, terkait tingkat dan struktur ekonomi dengan menerapkan metodologi penghitungan yang lebih baik, sumber data yang lebih akurat dan cakupan kegiatan ekonomi baru yang lebih aktual.

Ketiga, Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) di tahun 2015, yang merupakan kegiatan survei periodik tiap lima tahun setelah pelaksanaan Sensus Penduduk yang bertujuan untuk

3-74 PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN

dapat memperkirakan jumlah, distribusi dan komposisi penduduk, menyediakan data karakteristik kependudukan dan penghitungan parameter demografi, serta sebagai koreksi terhadap hasil Proyeksi Penduduk 2010-2035.

Keempat, Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT 2015) tahun 2015, yang merupakan kegiatan nasional yang dilakukan berdasarkan amanat Inpres RI No. 7/2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk membangun Keluarga Produktif, dan bertujuan untuk melakukan perbaikan terhadap Basis Data Terpadu rumah tangga yang kondisinya dianggap sudah mengalami perubahan karena dikumpulkan pada tahun 2011 (dengan nama Pendataan Program perlindungan Sosial 2011/PPLS 2011). Pemutakhiran basis data terpadu tahun 2015 telah berhasil melakukan pemutakhiran terhadap 25.771.493 rumah tangga (40 persen) yang akan digunakan sebagai sumber data tunggal program perlindungan sosial. Hasil pendataan telah diserahkan ke Sekretariat Wakil Presiden dalam hal ini TNP2K.

Kelima, pemutakhiran database ekonomi melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016, yang merupakan amanat dari nawacita ke-6 yaitu “meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional”, serta nawacita ke-7 yaitu “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”.

Sensus Ekonomi ditujukan untuk melihat potensi ekonomi di sektor riil (output, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dalam negeri atau impor) dan penyerapan tenaga kerja. Adapun manfaat dari sensus ekonomi adalah: (1)

PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN 3-75 Sebagai dasar bagi para pengusaha untuk melakukan perencanaan untuk pengembangan usaha, pangsa pasar, dan potensi pasar; (2) Pengembangan basis data di seluruh sektor ekonomi; (3) Penyajian data dan informasi statistik tentang sektor informal, yang sangat bermanfaat bagi pembuat kebijakan dan pengguna data lainnya.

Keenam, Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) tahun 2017 yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2014 dengan tujuan utama mengukur kebahagiaan penduduk Indonesia dengan pendekatan kepuasan hidup. Tahun 2017 dilakukan penambahan dimensi, yaitu dimensi perasaan (afeksi) dan dimensi makna hidup (eudaimonia).

Ketujuh, Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) tahun 2017 yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2014, kegiatannya berkaitan dengan PP No. 55/2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) dan adanya tuntutan presiden untuk menyediakan indikator pengukuran sebagai upaya pendidikan dan budaya anti korupsi.

Kedelapan, penyediaan data survei rutin, seperti: Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Harga-Harga, Survei Bidang Distribusi dan Jasa, Survei Pertanian, Survei Industri Besar/Sedang, Survei Industri Mikro dan Kecil, Survei Pertambangan, Survei Konstruksi, Survei Triwulanan Kegiatan Usaha Perdagangan, serta berbagai kegiatan analisis. Kegiatan ini menghasilkan data rutin historis, seperti: PDB dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, ekspor dan impor barang dan jasa, pariwisata, kemiskinan, ketenagakerjaan, transportasi, harga komoditas dan sembako, nilai tukar petani, indeks persepsi

3-76 PERKEMBANGANEKONOMI,KETENAGAKERJAAN,DANKEMISKINAN

anti korupsi, indeks kebahagiaan, indeks demokrasi indonesia, data kesehatan, produksi pangan, perikanan, perkebunan, jasa-jasa, dan lain-lain.

Dukungan data dan informasi statistik dalam rangka perbaikan data pangan dengan memberi dukungan terhadap prioritas nasional kedaulatan pangan yaitu; (1) Survei Struktur Ongkos Usaha Tani (SOUT) untuk mendapat profil rumah tangga usaha subsektor, struktur usaha dari komoditas strategis, serta keadaan sosial ekonomi dari rumah tangga usaha subsektor;

(2) Survei Ubinan, yang akan menghasilkan data produktivitas tanaman pangan; dan (3) pelaksanaan uji coba metode kerangka sampel area (KSA) yang dikembangkan oleh BPPT di pulau Jawa dalam rangka upaya perbaikan data luas panen padi dan sebagai pengganti metode eye estimate.

Dalam dokumen LAMPID Tahun 2017.pdf (Halaman 120-126)