• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minyak Atsiri

Dalam dokumen SUJI NURDIANA-FIKES.pdf (Halaman 67-71)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Tumbuhan Bertemperamen Panas dengan Komponen Utama Asam

4.5.5. Minyak Atsiri

Nama Latin tumbuhan

Bagian yang diekstraksi

Jenis Ekstrak

Metabolit

Sekunder Senyawa

1

Althae officinalis

Linn.

- Minyak

atsiri

Fenolik (tdk major)

Quercetin, Rutin, apigenin,

isorhamnetin,

scopoletin, kumarin, dan Kaempferol (Kadhum et al., 2019)

2

Tussilago farfara

Linn.

- Minyak

atsiri -

1-nonene (40.1%), α- phellandrene (26.0%) and ρ-cymene (6.6%)(Boucher et al., 2020)

3

Teucrium scordium

Linn.

- Minyak

atsiri -

Cirsimartin 2, Cirsiliol 3, dan

Apigenin 4.

fenilethanoid,

fenilpropanoid, dan flavonoid, diterpenoid furano neo-clerodane.

(Sadaka, 2017)

4

Artemisia abrotanum

Linn.

- Minyak

atsiri -

Steroid, alkaloids, tannin, fenol, flavonoid (Suresh et al., 2012)

5

Hyssopus officinalis

Linn.

- Minyak

atsiri -

asam ferulat, asam caffeic,

isoquercitrin, rutin, quercitrin,, quercetin dan luteolin (Gao et al., 2019)

6

Asphodelus tenuifolius

Cav

bunga Minyak atsiri

Fenolik (bukan major)

trans-N-

feruloyltyramine, Luteolin, Luteolin-7- O-β-D-

glikopiranosida,

Apigenin dan

Chrysoeriol. (Khaled et al., 2014)

7

Tussilago farfara

Linn

- Minyak

atsiri -

monoterpen lakton (loliolide), dua steroid (campuran

sitosterol/stigmasterol dan daucosterol), tiga flavonoid (quercetin, kaempferol dan kaempferol-3-O- glucoside), dan enam fenolik asam atau turunannya (asam p- coumaric, campuran asam p-coumaric /4 asam

hidroksibenzoat, asam caffeic, 3, 4 asam

dicaffeoylquinic, 4, 5- dicaffeoylquinic acid dan methylcaffeate) (Zhao, n.d.)

4.5.6. Seluruh Bagian Tanaman No Nama Latin

tumbuhan

Bagian yang diekstra

ksi

Jenis Ekstrak

Metabolit

Sekunder Senyawa

1

Mandragora officinarum

Bertol.

Seluruh

tanaman MeOH -

mandragorolide A, mandragorolide B, kumarin, sterol dan alkaloid tropane (Suleiman et al., 2010)

2

Emblica officinalis

Gaertn

Seluruh bagian tanaman

- -

Alkaloid, glycoside, saponins,

flavonoids, asam galat, asam ellagic, pyrogallol,

beberapa

norsesquiterpenoid s, corilagin, geraniin,

elaeocarpusin, dan prodelphinidins B1 dan B2 (Baliga &

Dsouza, 2011;

Meena et al., 2010) 3 Colchicum

luteurn Baker

Seluruh bagian tanaman

- -

alkaloid, fenol, flavonoid dan saponin (Haroon Khan, 2011)

4

Asparagus racemosus

Willd.

daun Etanol -

sterols, flavonoids, tannins and carbohydrates (Battu et al., 2010)

5 Scilla indica Baker.

Seluruh bagian tanaman

- -

alkaloids, steroids, glycosides,

flavonoids,

phenolic, tannins, saponins

(Mohanarangan et al., 2016)

6

Holarrhena antidysenterica

Wall.

Seluruh

tanaman etanol

Mengandu ng nitrogen

(tidak major)

Alkaloid (Kavitha et al., 2004)

4.6. Pembahasan

Dalam Al-Qanun Fil-Tib II terdapat 796 bahan obat sederhana baik itu beruba tumbuhan, hewan, dan mineral. Dari jumlah tersebut dilakukan pemilahan tumbuhan dengan temperamen panas dan diperoleh tumbuhan bertemperamen panas sejumlah 200 tumbuhan bertemperamen panas yang memiliki khasiat secara farmakologi. (Ibn-Sina, n.d.)

Dari 200 tumbuhan yang didata dilakukan pencarian jurnal terkait dengan jumlah komponen kimia yang terdapat didalam tumbuhan tersebut melalui situs penyedia jurnal seperti google scholar. Dari 200 jumlah keseluruhan tanaman bertemperamen panas didapat 156 tanaman yang ditemukan jurnal yang berisi rincian atau komponen yang terkandung didalam tumbuhan tersebut dan 26 lainnya tidak ditemukan jurnal yang berkaitan dengan kandungan kimia yang terdapat didalamnya ataupun nama tumbuhan tersebut tidak ditemukan sinominnya sehingga tidak dapat ditemukan jurnal yang berkaitan dengan tumbuhan tersebut dan 16 lainnya memiliki nama latin yang berbeda engan yang tertulis dalam buku Al-Qaanun Fi’l-Tibb II.

Komponen kimia utama dalam penelitian kali ini didefinisikan sebagai komponen dengan jumlah terbanyak dalam suatu tumbuhan baik dalam bentuk metabolit primer maupun metabolit sekunder yang jumlahnya telah dinyatakan dalam bentuk persentase ataupun konsentrasi serta dinyatakan dalam bentuk kalimat (Wahidah et al., 2017). Metabolit sekunder merupakan senyawa yang dihasilkan atau disintesis oleh kelompok tanaman tertentu yang merupakan ciri khas dari suatu spesies. Metabolit sekunder dihasilkan ketika tanaman berada pada kondisi tumbuh tertentu. Metabolit sekunder digunakan untuk mempertahankan diri dan jumlah yang diproduksi oleh tanaman dalam jumlah sedikit. Sebagian besar metabolit sekunder memberikan efek farmakologis (Dewick, 2002).

Tabel 4.1. Jumlah tumbuhan pada masing-masing komponen kimia utama

Komponen kimia utama Jumlah tumbuhan

Terpen 52

Fenolik 43

yang mengandung nitrogen 5

Asam lemak 16

Tidak terdeteksi komponen utama 40

Setelah dilakukan penulusuran jurnal terkait komponen kimia utama dari tumbuhan-tumbuhan tersebut kemudian tumbuhan dibagi berdasarkan kelompok komponen kimia utama yaitu kelompok terpen, fenolik, yang mengandung nitrogen, dan asam lemak. Terdapat 52 tumbuhan yang mengandung komponen utama terpen, 43 tumbuhan berkomponen utama fenolik, 5 tumbuhan mengandung komponen utama yang mengandung nitrogen, 16 tumbuhan dengan komponen utama berupa asam lemak dan 40 tumbuhan tidak dapat ditemukan jurnal terkait komponen utamanya. 26 tumbuhan tidak terdeteksi dalam situs pencarian (google scholar) baik nama latin tanaman tidak dapat ditemukan dalam penelusuran di situs yang digunakan atau tidak ditemukan jurnal terkait dengan komponen kimia yang terkandung didalamnya. 13 tumbuhan yang memiliki nama latin yang berbeda dengan seharusnya.

Komponen utama setiap bagian tumbuhan dapat saja berbeda satu sama lain.

Bagian tanaman yang digunakan dan pelarut yang digunakan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi komponen kimia yang diekstraksi dari tumbuhan. Contohnya Helianthus annuus Linn. atau lebih dikenal bunga matahari akar dan daunnya memiliki komponen utama yang berbeda meski sama-sama diekstraksi menggunakan methanol. Biji Helianthus annuus Linn. mengandung komponen utama berupa alkaloid sebesar 14% sedangkan daun Helianthus annuus Linn.

mengandung fenol sebesar 4,59%. Contoh dari perbedaan pelarut dapat menyebabkan perbedaan komponen kimia yaitu Diospyros ebenum Koenig yang diekstraksi dengan air mengandung terpenoid, fenolik dan alkaloid sedangkan Diospyros ebenum Koenig yang diekstraksi menggunakan heksan hanya mengandung terpenoid dan fenolik (Vijayan et al., 2020).

Tumbuhan dengan temperamen panas biasanya tumbuhan untuk penyakit yang berkaitan dengan jantung dan paru-paru. Tumbuhan yang temperamen panas- kering merupakan tumbuhan yang bersifat aromatik (Siregar, 2012).Contohnya Zataria multiflora Boiss bagian yang diteliti ialah minyak atsirinya yang merupakan minyak aromatik dan dalam buku Al-Qanun Fil’-Tibb II bermanfaat untuk sakit gigi dan untuk paru-paru.

Lampiran 3 Diagram Persentase Komponen Kimia Utama dari Seluruh Tumbuhan Bertemperamen Panas dalam Buku Al-Qanun Fi’l Tibb II

Dari bagan persentase komponen kimia utama dari tumbuhan bersifat panas dalam buku "Al-Qanun Fi'l Tibb II", kelompok senyawa terpen sejumlah 33%, kelompok senyawa fenolik sejumlah 28%, kelompok yang mengandung nitrogen 3%, asam lemak 10%, dan 26% komponen utama tidak dapat diklasifikasikan. Dari semua data yang disajikan, maka dapat disimpulkan bahwa terpen adalah kelompok konstituen kimia utama yang paling banyak dikandung pada tumbuhan bertemperamen panas. Diikuti senyawa fenol, asam lemak, dan senyawa yang mengandung nitrogen, jumlah tanaman yang tidak dapat diklasifikasikan komponen utamanya cukup besar, yaitu sebesar 26 % dan terdapat 13 tanaman yang memiliki nama latin lain serta 26 tanaman yang tidak terdeteksi sebagai berikut:

Tabel 4.2. Tumbuhan bertempeamen panas yang tidak terdeteksi.

No Nama Latin Nama Arab

1 Papaver dubium Linn. Bablus Papaver rhoeas

2 Orchis morio Linn. Buzidan Anacamptis morio (L.) R.M.Bateman

3 Centauria behman Linn. Bahman Centaurea behen 4 Aconitum nepellus Linn Btsh Aconitum napellus

28%

33%

3%

10%

26% Fenolik

Terpenoid

Mengandung nitrogen Asam lemak

Tidak ditemukan major

5 Buchanania latifolia Roxb. Hab-al- sinnah

Buchanania angustifolia, Buchanania lanzan

6 Triticum ovata Linn. Dausar Triticum abyssinicum Ste ud.

7 Vuleriana officinalis Linn. Fii Valeriana officinali s Linn.

8 Swertica chirata Ham. Qasab al- dharirah

Swertia chirata Ham.

9 Cliboria ternatea Linn. Madhrium Clitoria ternatea, 10 Coptis tecta Wall. Mamiran Coptis teeta Wall 11 Latium temulentum Linn. Shailam Lolium temulentum 12 Gentiana dalurica Fisch. Ghafith Gentiana dahurica Fisch.

13 Bryonia alba Tamus Fashra Bryonia alba

No Nama Latin Nama Arab

1 Cassia absus Linn. Tashmlzaj tanaman tidak ditemukan 2 Malthiola incana R. Br. Tudori tanaman tidak ditemukan 3 Ferula galbeniflua Boiss. Jaoshir tanaman tidak ditemukan 4 Mandragora officinarum

Bertol.

Siraj al- qutrub

tanaman tidak ditemukan 5 Convalvulus scammonia

Linn.

Saqmunia tanaman tidak ditemukan 6 Trachylobium horne

mannianum Heyne.

Sandrus tanaman tidak ditemukan 7 Rhamnus persicus Boiss Saulan jurnal tidak ditemukan

8 Peucedanum graveolens Berth.

Shibth tanaman tidak ditemukan 9 Euphorbia pityusa Linn. Shabram jurnal tidak ditemukan 10 Anemone coronaria Linn Shaqaiq al-

nu 'mall

jurnal tidak ditemukan 11 Alocxylen agallochon ‘ud tanaman tidak ditemukan 12 Polyporus officinalis Fries Ghariqun jurnal tidak dapat diakses 13 Tanthoxylum alarum Roxb. Faghira tanaman tidak ditemukan 14 Momordica elaterium Linn. Qiththa' al-

himar

jurnal tidak ditemukan 15 Cynachum vinietoxicum Qunna bara tanaman tidak ditemukan 16 Apium petrosilinum Linn. Kabikuj tanaman tidak ditemukan 17 Allium porrum Linn. Kurrath tanaman tidak ditemukan 18 Femia galbaniflua Boiss. Kamashir tanaman tidak ditemukan 19 Teucrium chamaephytis Kamafitus tanaman tidak ditemukan 20 Verbascum thapsus Linn. Mahizahraj jurnal tidak ditemukan 21 Prunus virginiana Linn. Mihlab jurnal tidak ditemukan 22 Origanum marru Linn. Marmakhur jurnal tidak ditemukan 23 Dictamnus albus Linn. Mushktara

mashi’

jurnal tidak ditemukan 24 Litsea sebifera Pers. Mughath jurnal tidak ditemukan 25 Cornus muscula Linn. Mu jurnal tidak ditemukan 26 Memecylon tinctorium Wars jurnal tidak ditemukan

Suatu tanaman dinyatakan tidak terdeteksi karena tidak dapat ditemukan jurnal terkait dengan tanaman tersebut karena sumber utama yang digunakan adalah buku dengan terjemahan pertama dari Bahasa arab yang diterjemahkan oleh Departement of Islamic Studies, HAmdrad University, New Delhi, India sehingga tidak semua tanaman dapat ditemukan. Begitupula dengan tanaman yang jurnalnya tidak ditemukan. Jurnal dari tanaman tersebut yang berisi komponen kimia dari tanaman tersebut tidak ditemukan atau penelitian belum sampai ada tahap fitokimia.

Beberapa tanaman ditemukan terjadi kesalahan pada penulisan nama latin sehingga tidak dapat ditemukan jurnal terkait tanaman tersebut seperti Papaver dubium Linn.

seharusnya Papaver rhoeas dan beberapa tanaman lainnya seperti pada table diatas.

Persentase komponen kimia suatu tumbuhan dapat berbeda-beda, tergantung daerah asal, jenis yang ditanam, dan tingkat kematangan buah (Siregar, 2012).

Faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah komponen kimia dalam suatu tumbuhan adalah cara ekstraksi yang digunakan. Lepidium sativum yang diekstraksi dengan menggunakan metode Soxhlet extracted oil menghasilkan minyak sebesar 21,54% yang berarti lebih tinggi di bandingkan dengan metode cold pressed oil (12,6%) dan supercritical CO2 (18,15%) namun persentase asam lemak tak jenuh dari Lepidium sativum lebih tinggi ketika diekstrak menggunakan metode supercritical CO2 (Diwakar et al., 2010).

4.6.1. Terpen

Setelah dilakukan pemilihan menurut kelompok komponen utama terpen berjumlah 52 dari 151 tumbuhan pertemperamen panas yang dapat ditemukan komponen kimianya diperoleh 24 diantaranya bagian yang diteliti adalah minyak atsiri, 7 ekstrak daun, 5 ekstrak bunga, 3 ekstrak akar, 2 ekstrak buah, dan bagian umbi, kayu/batang, getah dan tunas masing- masing 1. Terpenoid adalah senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen, atau karbon, hidrogen dan oksigen yang bersifat aromatis, sebagian terpenoid mengandung atom karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan lima (achmad, 1986) sehingga tidak heran jika banyak senyawa terpen yang terkandung dalam minyak atsirinya. Dalam sebuah penelitian menyatakan mayoritas tumbuhan dengan kandungan minyak atsiri bertemperamen panas dan kering (Reza et al., 2011). Contoh tumbuhan dengan kelompok senyawa terpen yang mengandung minyak atsiri yaitu Laurus nobilis Linn. dalam Al-Qanun Fi’l-Tibb II Laurus nobilis Linn dinyatakan bertemperamen panas tingkat ketiga dan kering tingkat kedua.

Tabel 4.3. Tabel bagian yang digunakan komponen utama terpen

Bagian yang digunakan Jumlah Tumbuhan

Minyak atsiri 24

Non minyak atsiri 28 4.6.2. Fenolik

Setelah dilakukan pemilihan menurut kelompok komponen utama fenolik, 40 dari 151 tumbuhan pertemperamen panas yang dapat ditemukan komponen kimianya merupakan kelompok senyawa fenolik dengan bagian yang diekstraksi 11 tumbuhan bagian daun, 8 tumbuhan bagian biji, buah, dan kulit, 3 tumbuhan bagian bunga dan 7 lainnya tidak disebutkan dalam jurnal bagian tumbuhan yang digunakan. Tumbuhan dengan senyawa major fenolik memiliki temperamen panas dan kering (Reza et al., 2011).

Tumbuhan dengan kandungan komponen kimia berupa fenolik yaitu Melia azedarach Linn dan dalam buku Al-Qanun Fi’l-Tibb II bertemperamen panas tingkat ketiga dan kering tingkat kedua.

Tabel 4.4. Tabel bagian yang digunakan komponen utama fenolik

Bagian yang digunakan Jumlah Tumbuhan

Daun 13

Biji dan buah 11

Bunga 3

Umbi dan akar 6

Minyak atsiri 7

Seluruh bagian tanaman 3

4.6.3. Mengandung Nitrogen

Setelah dilakukan pemilahan kelompok senyawa jumlah tumbuhan yang termasuk dalam kelompok senyawa mengandung nitrogen sebanyak 5 dari total 151 tumbuhan bertemperamen panas yang dapat ditemukan komponen kimianya. Bagian yang diekstraksi yaitu 3 tumbuhan bagian biji dan 2 tumbuhan bagian akar dan rimpang. Senyawa mengandung nitrogen ialah termasuk salah satunya alkaloid. Sebuah penelitian menyatakan tumbuhan dengan senyawa senyawa utama alkaloid adalah bertemperamen panas dan kering (Reza et al., 2011). Hal ini dibukatikan dengan Helianthus annuus, Linn. Setelah ditelusuri jurnal dan diidentifikasi senyawanya

Helianthus annuus, Linn memiliki kandungan utama alkaloid sebesar 5,945%. Dalam Al-Qanun Fi’l-Tibb II Helianthus annuus, Linn dinyatakan bertemperamen panas dan kering.

Tabel 4.5. Tabel bagian yang digunakan komponen utama mengandung nitrogen

Bagian yang digunakan Jumlah Tumbuhan

Biji 3

Akar dan rimpang 2

4.6.4. Asam Lemak

Senyawa asam lemak berjumlah 15 dari total 151 tumbuhan yang dapat ditemukan senyawa kimianya. Dengan ekstraksi bagian biji berjumlah 9, bunga 1, batang 1, buah 2, minyak atsiri 3, umbi 1, daun 1.

Belum ditemukan jurnal yang mengaitkan antara asam lemak dengan temperamen menurut Ibnu Sina.

Tabel 4.6. Tabel bagian yang digunakan komponen utama asam lemak

Bagian yang digunakan Jumlah Tumbuhan

Biji dan buah 9

Bunga 1

batang 1

Minyak atsiri 3

Umbi 1

Daun 1

4.6.5. Tumbuhan yang Tidak Teridentifikasi Kelompok Senyawanya

Jumlah yang dapat ditemukan senyawa kimianya 151, 49 diantaranya tidak diidenfikasi komponen utama yang terdalat didalamnya sehingga tidak dapat dikelompokkan berdasarkan kelompok senyawanya. Dengan bagian yang diekstraksi biji, buah dan kulit polong sejumlah 6, pelepah dan daun 10, batang dan kulit batang 3, minyak atsiri 7, seluruh bagian tanaman 6. Mayoritas tumbuhan yang tidak teridentifikasi komponen utamanya memiliki kelompok senyawa mayoritas mengandung terpen, fenol dan mengandung nitrogen.

Tabel 4.7. Tabel bagian yang digunakan komponen utama tidak teridentifikasi

Bagian yang digunakan Jumlah Tumbuhan Biji, buah, kulit polong 6

Pelepah dan daun 10

Akar dan rimpang 7

Batang dan kulit batang 3

Minyak atsiri 7

Seluruh bagian tanaman 6

Jenis sampel yang digunakan juga mempengaruhi komponen kimia dalam tumbuhan, pada rimpang Curcuma longa atau kunyit dengan sampel segar menghasilkan komponen kimia sebanyak 82,3% dengan komposisi minyak esensial sebesar 79,9% dan pada rimpang kering jumlah komponen kimia sebanyak 69,7%

dengan jumlah minyak esensial sebanyak 73,1%. Hal ini menunjukan bahwa proses pengeringan dapat mengoksidasi atau mengurangi komponen kimia dalam tumbuhan hal ini dapat disebabkan oleh paparan cahaya, panas, logam dan lain sebagainya (G. Singh et al., 2010).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian terhadap tanaman – tanaman obat dalam buku Al- Qanun Fi’l-Tibb II didapatkan 151 tumbuhan yang bertempramen panas menurut Ibnu Sina.

Telah dilakukan penulusuran tumbuhan bertemperamen panaas didapat 52 tumbuhan (34%) dengan komponen utama terpen, 39 tumbuhan (26%) kelompok senyawa fenolik, 15 tumbuhan (10%) termasuk kelompok senyawa asam lemak, 5 tumbuhan (3%) kelompok senyawa mengandung nitrogen, dan 40 tumbuhan (27%) lainnya belum terteridentifikasi komponen utamanya.

49 tumbuhan tidak didapat sinonim dan jurnal terkait komponen kimia utama.

Secara kualitatif sebagian besar komponen utama tumbuhan bertemperamen panas termasuk dalam kelompok senyawa terpen.

5.2. Saran

Untuk penelitian selanjutnya agar bisa dilakukan penelitian secara mendalam tentang khasiat dari masing-masing tumbuhan.

Membedakan antara komponen utama tumbuhan bertemperamen panas dengant tumbuhan bertemperamen dingin.

Membandingkan secara khasiat antara tumbuhan bertemperamen panas dan tumbuhan bertemperamen dingin.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas ali, m., abu sayeed, m., shahinur alam, m., sarmina yeasmin, mst., mohal khan, a., & i. Muhamad, i. (2012). Characteristics of oils and nutrient contents of nigella sativa linn. And trigonella foenum-graecum seeds.

Bulletin of the chemical society of ethiopia, 26(1).

Https://doi.org/10.4314/bcse.v26i1.6

Abou-chaar, c. I. (n.d.). The alkaloids of lupinus termis. I. Isolation of 13.hydroxylupanine from lebanese.grown lupine seed.

Abou-chaar, c. I. (1967). The alkaloids of lupinus termis. I. Isolation of 13hydroxylupanine from lebanese-grown lupine seed. Economic botany, 21(4). Https://doi.org/10.1007/bf02863163

Agnihotri, s., wakode, s., & ali, m. (2012). Essential oil of myrica esculenta buch.

Ham.: composition, antimicrobial and topical anti-inflammatory activities.

Natural product research, 26(23).

Https://doi.org/10.1080/14786419.2011.652959

Akhtar, g., & shabbir, a. (2019). Urginea indica attenuated rheumatoid arthritis and inflammatory paw edema in diverse animal models of acute and chronic inflammation. Journal of ethnopharmacology, 238.

Https://doi.org/10.1016/j.jep.2019.111864

Al ayoubi, s., raafat, k., el-lakany, a., & aboul-ela, m. (2018). Phytochemical investigation of psoralea bituminosa l. And its anti-diabetic potentials.

Pharmacognosy journal, 10(5). Https://doi.org/10.5530/pj.2018.5.143 Ali, e. M. (2013). Journal of medicinal plants research phytochemical

composition, antifungal, antiaflatoxigenic, antioxidant, and anticancer activities of glycyrrhiza glabra l. And matricaria chamomilla l. Essential oils. 7(29), 2197–2207. Https://doi.org/10.5897/jmpr2013.5134

Ali memon, a., memon, n., luthria, d., & iqbal bhanger, m. (2010). Phenolic acids profiling and antioxidant potential of mulberry (morus laevigata w., morus nigra l., morus alba l.) Leaves and fruits grown in pakistan spectroscopic method view project erucic acid evaluation in rapeseed and canola oil by

fourier transform-infrared spectroscopy view project. In pol. J. Food nutr.

Sci (vol. 60, issue 1). Http://journal.pan.olsztyn.pl Al-jauziyyah, i. Q. (2004). Metode pengobatan nabi.

Alva, s. S., joshi, h., gururaja, m. P., prasanna shama, k., & d’souza, u. P.(2018).

Anti-obesity activity of vateria indica linn. Stem bark in rats. Research

Journal of pharmacy and technology, 11(12).

Https://doi.org/10.5958/0974360x.2018.00955.1

Appendino, g., belloro, e., tron, g. C., jakupovic, j., & ballero, m. (1999).

Diterpenoids from euphorbia pithyusa subsp. Cupanii. Journal of natural products, 62(10), 1399–1404. Https://doi.org/10.1021/np990209u

Ashokkumar, k., murugan, m., dhanya, m. K., raj, s., & kamaraj, d. (2020).

Phytochemical variations among four distinct varieties of indian cardamom Elettaria cardamomum (l.) Maton. Natural product research, 34(13), 1919–

1922. Https://doi.org/10.1080/14786419.2018.1561687

Asra, r., ria azni, n., tinggi ilmu farmasi padang, s., & tinggi farmasi

Indonesia perintis pandang, s. (n.d.). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol

…… original articel journal of pharmaceutical and

Sciences uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol fraksi heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun kapulaga (elettaria cardamomum (l.) Maton) antioxidant activities from ethanol extract, hexane, ethyl acetate, and water fractions of kapulaga leaf (elettaria cardamomum (l.) Maton).

Journal of pharmaceutical and sciences, 30–37.

Ayse demirel, m., & süntar ali osman çeribaşı kevser taban akça gökhan zengin, i.

(2022). Phytochemical analysis and benecial effects of artemisia absinthium l. Essential oil in rat pseudopregnancy model.

Https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-1711199/v1

Baaliouamer, : a, benkaci-ali, f., baaliouamer, a., meklati, b. Y., & chemat, f.

(2007). Chemical composition of seed essential oils from algerian nigella sativa extracted by microwave and hydrodistillation. J, 22, 148–153.

Https://doi.org/10.1002/ffj

Baliga, m. S., & dsouza, j. J. (2011). Amla (emblica officinalis gaertn), a wonder berry in the treatment and prevention of cancer. In european journal of Cancer prevention (vol. 20, issue 3)

Https://doi.org/10.1097/cej.0b013e32834473f4

Battu, g. R., kumar, b. M., & battu, g. R. (2010). Phytochemical and antimicrobial activity of leaf extract of asparagus racemosus willd. Pharmacognosy journal, 2(12). Https://doi.org/10.1016/s0975-3575(10)80031-8

Benariba, n., djaziri, r., bellakhdar, w., belkacem, n., kadiata, m., malaisse, w. J.,

& sener, a. (2013). Phytochemical screening and free radical scavenging activity of citrullus colocynthis seeds extracts. Asian pacific journal of Tropical biomedicine, 3(1), 35–40.

Https://doi.org/10.1016/s22211691(13)60020-9

Bettaieb, i., bourgou, s., wannes, w. A., hamrouni, i., limam, f., & marzouk, b.

(2010). Essential oils, phenolics, and antioxidant activities of different parts of cumin (cuminum cyminum l.). Journal of agricultural and food chemistry,

58(19). Https://doi.org/10.1021/jf102248j

Bhuiyan, m. N. I., begum, j., sardar, p. K., & rahman, m. S. (2009). Constituents of peel and leaf essential oils of citrus medica l. Journal of scientific research, 1(2), 387–392. Https://doi.org/10.3329/jsr.v1i2.1760

Boucher, m. A., côté, h., pichette, a., ripoll, l., & legault, j. (2020a). Chemical composition and antibacterial activity of tussilago farfara (l.) Essential oil from quebec, canada. Natural product research, 34(4).

Https://doi.org/10.1080/14786419.2018.1489384

Boucher, m. A., côté, h., pichette, a., ripoll, l., & legault, j. (2020b). Chemical composition and antibacterial activity of tussilago farfara (l.) Essential oil from quebec, canada. Natural product research, 34(4), 545–548.

Https://doi.org/10.1080/14786419.2018.1489384

Bouyahya, a., belmehdi, o., el jemli, m., marmouzi, i., bourais, i., abrini, j., faouzi, m. E. A., dakka, n., & bakri, y. (2019). Chemical variability of centaurium erythraea essential oils at three developmental stages and investigation of their in vitro antioxidant, antidiabetic, dermatoprotective and antibacterial activities. Industrial crops and products, 132.

Https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2019.01.042

Chamkhi, i., hnini, m., & aurag, j. (2022). Conventional medicinal uses,

Phytoconstituents, and biological activities of euphorbia officinarum l.: a systematic review. Advances in pharmacological and pharmaceutical Sciences, 2022. Https://doi.org/10.1155/2022/9971085

Chang, c. T., chang, w. L., hsu, j. C., shih, y., & chou, s. T. (2013). Chemical composition and tyrosinase inhibitory activity of cinnamomum cassia essential oil. Botanical studies, 54(1). Https://doi.org/10.1186/1999-3110- 5410

Chatatikun, m., & chiabchalard, a. (2013). Phytochemical screening and free radical scavenging activities of orange baby carrot and carrot (daucus carota linn.) Root crude extracts. Available online www.jocpr.com journal of chemical and pharmaceutical research, 5(4), 97–102. Www.jocpr.com Chatterjee, a., & dutta, c. P. (1967). Alkaloids of piper longum linn-i. Structure

and synthesis of piperlongumine and piperlonguminine. Tetrahedron, 23(4).

Https://doi.org/10.1016/s0040-4020(01)82575-8

Chaudhary, k. K., prasad, d., sandhu, b., & chaudhary, k. (2015). Preliminary pharmacognostic and phytochemical studies on nerium oleander linn. (white cultivar). Journal of pharmacognosy and phytochemistry jpp, 4(41).

Chauhan, r. S., nautiyal, m. C., figueredo, g., & rana, v. S. (2017). Effect of post harvest drying methods on the essential oil composition of nardostachys

jatamansi dc. Journal of essential oil-bearing plants, 20(4).

Https://doi.org/10.1080/0972060x.2017.1363001

Choudhury, s., ahmed, r., barthel, a., & leclercq, p. A. (1998). Volatile oils of mesua ferrea (l.) From assam, india. Journal of essential oil research, 10(5).

Https://doi.org/10.1080/10412905.1998.9700955

Dan lilies wahyu ariyani sekolah tinggi ilmu farmasi, w., pharmasi semarang, Y., letjend sarwo edi wibowo, j. K., & semarang telp, p. (n.d.). Jurnal ilmiah

cendekia eksakta 63 nanogel minyak biji bunga matahari (helianthus annuus) sebagai antibakteri terhadap bakteri

Staphylococcus aureus.

Deb, k., kaur, a., kumar ambwani, t., & ambwani, s. (2018). Preliminary phytochemical analyses of hydromethanolic leaf extract of melia azedarach l.

~ 4 ~ journal of medicinal plants studies, 6(3).

Del rio, d., calani, l., dall’asta, m., & brighenti, f. (2011). Polyphenolic composition of hazelnut skin. Journal of agricultural and food chemistry, 59(18), 9935–9941. Https://doi.org/10.1021/jf202449z

Derwich, e., benziane, z., & boukir, a. (2009). Chemical composition and antibacterial activity of leaves essential oil of laurus nobilis from morocco.

Australian journal of basic and applied sciences, 3(4).

Dewick, p. M. (2002). Medicinal natural products a biosynthetic approach second edition. Uk: john wiley & sons, ltd.

Diwakar, b. T., dutta, p. K., lokesh, b. R., & naidu, k. A. (2010). Physicochemical properties of garden cress (lepidium sativum l.) Seed oil.

jaocs, journal of the american oil chemists’ society, 87(5).

Https://doi.org/10.1007/s11746-009-1523-z

Dalam dokumen SUJI NURDIANA-FIKES.pdf (Halaman 67-71)

Dokumen terkait