METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Perpustakaan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Perpustakaan Kota Pangkalpinang yang dilaksanakan pada Maret 2020 - selesai.
3.2. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan basis tinjauan pustaka atau literatur review yang termasuk dalam library reseach.
3.3. Sumber Data
Sumber data yang digunakan ada dua jenis yaitu:
3.3.1. Sumber primer
Sumber primer merupakan sumber utama yang digunakan.
Dalam penelitian yang dilakukan sumber utama yang digunakan yaitu buku Al-Qanun Fi’l-Tibb I (Canon of Medicine Book I General Principles of Medicine Assessment Regimen in Health and Disease by Hakim Ibn-Sina) dan Al-Qanun Fi’l-Tibb book II (Canon of Medicine Book II Materia Medica by Hakim Ibn-Sina) karya Ibnu Sina yang diterjemahkan ke dalam bahasa ingris oleh Deptt. of Islamic Studies Jamia Hamdard.
3.3.2. Sumber sekunder
Sumber sekunder merupakan referensi yang di jadikan penunjang dari sumber primer. Sumber sekunder yang di gunakan yaitu buku, jurnal, thesis dan disertasi yang berhubungan dengan topik penelitian serta isinya dapat dipertanggung jawabkan oleh penulis.
3.4. Penyaringan Data 3.4.1. Kriteria Inklusi
1. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan tidak memiliki rentang waktu tertentu.
2. Buku, jurnal, thesis dan disertasi yang dapat diakses secara gratis dan lengkap.
3. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan harus mencantumkan komponen kimia utama yang dinyatakan secara langsung atau dinyatakan dalam angka berupa persen maupun konsentrasi.
4. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan harus muncul dalam situs pencarian (Google scholar) dengan menggunakan kata kunci berikut: pertama “nama latin tanaman”, kedua “nama latin tanaman + phytocemicals”, ketiga “nama latin tanaman + chemicals constituent”, keempat “(nama latin tanaman) + phytocemistry”.
3.4.2. Kriteria Eksklusi
1. tanaman yang tidak ditemukan sumber literaturnya.
2. Jurnal, thesis, dan disertasi yang berbentuk review.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah dengan mengumpulkan data yang terdapat dalam buku berbentuk buku cetak atau buku elektronik, thesis, disertasi, jurnal yang terdapat dalam situs penyedia jurnal (Google scholar) atau sumber informasi lain yang terkait dengan pokok penelitian.
Yang kemudian dianalisa dan diolah serta disajikan dengan kalimat yang ringkas dan sistematis (Muhadjir, 1998). Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh sebagai berikut
Memilah secara keseluruhan bahan yang berupa tumbuhan dan bukan tumbuhan yag terdapat dalam buku Al-Qanun Fi’l-Tibb book II (Canon of Medicine Book II) Materia Medica by Hakim Ibn-Sina.
Memilah tumbuhan yang memiliki temperamen panas dari buku Al- Qanun Fi’l-Tibb book II (Canon of Medicine Book II) Materia Medica by Hakim Ibn-Sina.
Mengidentifikasi nama latin dari tumbuhan
Menelusuri komponen kimia dalam tumbuhan dan merupakan komponen utama dalam tumbuhan.
Kata kunci yang digunakan untuk mencari Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan harus muncul dalam situs pencarian (Google scholar) dengan mencantumkan pertanama “nama latin tanaman”, kedua “nama latin tanaman + phytocemicals”, ketiga “nama latin tanaman + chemicals constituent ”, keempat “(nama latin tanaman) + phytocemistry”.
3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif- analisis. Teknik/ metode ini digunakan dalam penelitian bertujuan untuk mengedentifikasi tanaman bertemperamen panas. Selain itu bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik komponen utama dari tumbuhan bertemperamen panas sehingga komponen utama dapat dipilah berdasarkan kelompok senyawanya.
Lampiran 1 Flowchart Proses Screening “Simple Drug” dalam buku Al-Qanun Fi’l-Tibb II (Canon of Medicine Book II)
Asam lemak tidak jenuh Steroid
alkohol Monografi “Simple Drug”
dalam buku Al-Qanun Fi’il- Tibb II (Canon of Medicine
Book II) (n=796)
Tumbuhan bertemperamen panas (hot)
(n=151)
Memilah “Simple Drug” yang berupa
tumbuhan dan bertemperamen
panas
Komponen kimia utama dinyatakan dalam bentuk
konsentrasi/persentase dan bentuk kalimat
Eksplorasi komponen kimia utama pada tumbuhan bertemperamen
panas
Terpenoid Asam
Lemak Mengandung
Nitrogen Kelompok
senyawa tidak
teridentifikasi Fenolik
Asam lemak jenuh Alkaloid
Mono terpen
sesqui terpen Fenil
propanoid flavonoid
tanin Asam
fenolat
Lampiran 2 Flowchart Screening Jurnal
Menyinkronkan nama latin tumbuhan yang diterima khalayak dengan sinonimnya
dibantu situs terkait (Theplantlist.org)
Pencarian data komponen kimia utama tumbuhan pada situs
penyedia jurnal (Google scholar)
Kata kunci pencarian:
1.Nama latin tumbuhan 2.+ kata “phytochemicals”
3.+ kata “chemicals constituens”
4.+ kata “phytochemistry”
Kriteria Inklusi
1. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan tidak memiliki rentang waktu tertentu.
2. Buku, jurnal, thesis dan disertasi yang dapat diakses secara gratis dan lengkap.
3. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan harus mencantumkan komponen kimia utama yang dinyatakan secara langsung atau dinyatakan dalam angka berupa persen maupun konsentrasi.
4. Buku, jurnal, thesis, dan disertasi yang digunakan harus muncul dalam situs pencarian (Google scholar) dengan menggunakan kata kunci berikut: pertama “nama latin tumbuhan”, kedua “nama latin tumbuhan + phytochemicals”, ketiga “nama latin tumbuhan + chemicals constituent ”, keempat “nama latin tumbuhan + phytochemistry”.
Kriteria Eksklusi
1. Jurnal, thesis, dan disertasi yang berbentuk review.
Jurnal yang sesuai dengan kriteria
inklusi
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Tumbuhan Bertemperamen Panas dengan Komponen Utama Terpen Total tumbuhan bertemperamen panas 151 tumbuhan. 52 tumbuhan diantaranya memiliki komponen utama Asam Lemak yang diambil dari berbagai bagian tumbuhan, sebagai berikut:
4.1.1. Terpen Minyak Atsiri No Nama Latin
tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1 Laurus
nobilis Linn. Daun Minyak
atsiri Terpen
1,8-cineole
(0,975%), á-terpinyl acetate (0,,166%), sabinene (0,103%), Limonene
(0,088%), á-pinene (0,062%), linalool (0,053%),
terpinene-4-ol (0,043%), á- terpinene (0,035%), â-pinene (0.033%), á- terpineol (0,026%), bornil asetat (0,032%), á- phellandrene
(0,021% ), myrcene (0,018%),
camphene
(0,017%), p- cymene (0,015%), ó terpinene
(0,016%)(Derwich et al., 2009)
2 Aristolochia
indica Linn. Batang Minyak
atsiri Terpen
trans-pinocarveol (24,2%), a-pinene
(16,4%) dan
pinocarvone
(14,2%), limonen (6,9%), myrtenol (6,4%) (Kanjilal et al., 2009)
3
Curcuma zedoaria Rosc.
Daun Minyak
atsiri Terpen
hidrokarbon
monoterpen (2,3%), monoterpen
teroksigenasi
(26%), hidrokarbon seskuiterpen (38%), dan seskuiterpen teroksigenasi
(13,5%). -Terpinil asetat (8,4%), isoborneol (7%), dehydrocurdione (9%) dan selina- 4(15),7(11)-dien-8- one (9,4%) (Garg et al., 2005)
4
Ruta graveolens
Linn.
- Minyak
atsiri Terpen
Limonene, α- Pinene, dan 1,8- cineole (major) (Jinous Asgarpanah, 2012)
5
Zataria multiflora
Boiss,
- Minyak
atsiri Terpen
thymol (41.8%), carvacrol (28.8%), dan p-cymene (8.4%)
(Mahmoudvand et al., 2017)
6 Cinnamomum
cassia Blume. - Minyak
atsiri Terpen
cis-2-
methoxycinnamic acid (43,06%) dan cinnamaldehyde (42,37%) (Chang et al., 2013)
7
Nardostachys jatamansi
DC.
- Minyak
atsiri Terpen
Patchouli alcohol (40%-52%) (R. S.
Chauhan et al., 2017)
8
Euphorbia pithyusa
Linn.
- Minyak
atsiri Terpen
Diterpenoid
(Appendino et al., 1999)
9
Aegla marmelos
Corr.
- Minyak
atsiri Terpen
limonene (64.1%) (Fawzi
Mahomoodally et al., 2018)
10 Eryngium planum
Tangkai daun dan
daun
Minyak
atsiri Terpen
Mononoterpen (limonene, - dan -
pinene) dan
seskuiterpen
drokarbon (Thiem et al., 2011)
11
Cyperus rotundus
Linn.
bunga Minyak
atsiri Terpen
cis-chrysanthenyl acetate
(43,2%)(Thiem et al., 2011)
12 Nigella sativa
Linn. Biji Minyak
atsiri Terpen
4-terpineol (3,4- 2,0%),
thymohydroquinone (0,7-1,1%),
thymoquinone (10,8-24,6%), carvacrol ( 3,0- 6,0%), dan timol (0,3-
0,3%)(Baaliouamer et al., 2007)
13 Pinus pinea
Linn. - Minyak
atsiri Terpen
limonen (54,1%), a- pinena (7,7%), dan b-pinena (3,4%) (Amri et al., 2012)
14
Psoralea bituminosa
Linn.
- Minyak
atsiri Terpen
Isocaryophyllene (15,296%), d- neoclovene
(11,623%), di-epi- a-cederene
(10,875%) (al Ayoubi et al., 2018)
15
Elettaria cardamomum
Maton.
- Minyak
atsiri Terpen
1,8-cineole
(25.6%), linalool (6.3%), α-terpinyl acetate (40.7%) (Kuyumcu Savan &
Küçükbay, 2013)
16 Saussurea
lappa Clarke Akar Minyak
atsiri Terpen
Lupeol (0,043%), malate (0,03%) (A.
Kumar et al., 2020)
17
Teucrium chamaedrys
Linn. / Teucrium scorodonia L.
Bunga Minyak
atsiri Terpen
germacrene B (26.2%) and β- caryophyllene (25.2%). (Maccioni et al., 2007)
18 Mesua ferrea Linn.
Kuncup dan bunga
Minyak
atsiri Terpen
α-copaene (28,7%
dan 20,2%), serta germacrene D (190% dan 16,1%) (Choudhury et al., 1998)
19 Acorus calamus Linn.
Daun dan rimpang
Minyak
atsiri Terpen
α-asarone, β- asarone (35.3–
90.6%), dan Z- isoelemicin (1.7–
7.3%) (Parki et al., 2017)
20
Elettaria cardamomum
Linn.
- Minyak
atsiri Terpen
1,8-cineol
(33,78%), limonen (2,32%), linalol (2,72%)and α- terpinyl acetate (42,65%) (Ivanović et al., 2021)
21
Hypericon perforatum
Linn.
- Minyak
atsiri Terpen
Monoterpene
(24,59%) dan monoterpen
teroksigenasi
(25,7%) (Vuko et al., 2021)
22
Ferula assofoetida
Linn.
getah Minyak
atsiri Terpen
(E)-1-propenyl sec- butyl disulfide (58.9%), (Z)-β- ocimene (11.9%), (E)-β-ocimene (9.0%), β-pinene (5.0%) and (Z)-1- propenyl sec-butyl disulfide (3.9%).
(Sefidkon et al., 1998)
23
Elettaria cardamomum
Maton
Minyak atsiri
Minyak
atsiri Terpen
1,8-cineol (28,94%-
34,91%), α-
terpeniol (12,47%- 14,89%), dan sabinene (11,17%- 13,50%)
(Ashokkumar et al., 2020)
24
Ferula galbaniflua
Boiss.
akar Minyak atsiri
Terpen Beta-pinene
(Rustaiyan et al., 2002)
24 Carum copticum
Minyak atsiri
Minyak
atsiri Terpen
thymol (49.0%), γ- terpinene (30.8%), p-cymene (15.7), β- pinene (2.1%), myrcene (0.8%) and limonene (0.7%) (Khajeh et al., 2004)
4.1.2. Terpen Non Minyak Atsiri No Nama Latin
tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Diospyros ebenum Koenig
daun Air Terpen
Saponin (1,65%), steroid (1,73%), terpenoid (1,3%). (Vijayan et al., 2020)
2 Citrus
medica Linn daun -
Terpen Limonen (18,36%), citral (12,95%) (Bhuiyan et al., 2009)
3
Styrax officinalis,
Linn
daun -
Terpen Monoterpen hidrokarbon (0,7%), monoterpene teroksigenasi (38,5%), sesquiterpene hidrokarbon (0,9%), sesquiterpene teroksigenasi (1,1%) (Tayoub et al., 2006)
4 Cassia fistula
Linn. daun -
Terpen (E)-phytol (21,5%),
kamper (13,5%),
limonene (11,0%), linalool (9,9%)(Kumar Sharma, 2017)
5 Cinnamomum
tamala Nees daun -
Terpen trans-sabinene hydrate (29,8%), (Z)-β-ocimene (17,9%), myrcene (4,6%), α-pinene (3,1%) dan β- sabinene (2,3%).
Seskuiterpen (32,9%) (Mir et al., 2004)
6
Cuscuta epithymum
Linn.
daun
Terpen Monoterpene hidrokarbon (21,3%), monoterpene aldehid dan keton (11,5%), alcohol monoterpene (42,8%), sesquiterpene hidrokarbon (6,8%) (Najda & Gantner, 2012)
7
Cupressus sempervirens
Linn.
daun -
Terpen α- trans-caryophyllene (15.57%) and α-humulene (9.16%) in L. camara and cedrol (21.29%), ∆3- carene (17.85%) and α- pinene (6.9%) (Elansary et al., 2012)
8 Cannabis
sativa Linn. daun -
Terpen Tetrahydrocannabinol (4- 12%), cannabidiol (CBD), cannabigerol (CBG), cannabichromene (CBC), cannabinodiol (CBND), cannabielsoin (CBE), kanabisiklol (CBL), kanabinol (CBN), cannabitriol (CBT), dan lain-lain -cannabinoid lain (Murillo-Rodriguez et al., 1264)(Murillo-Rodriguez et al., 1264)
9
Matricaria chamomilla
Linn
bunga diethileter
Terpen Germancrene D (2,5%), Bicyclogermacrene
(1,7%), β-Farnesene (6,2%), alpha-bisabolol oxide B (1,2%), α- Bisabolol (9,3%), geranylhexanolate
(34%)Cgamazulene (27,5%), α-Bisabolol oxide A (29,4%), gueazulene (5,1%), (Ali, 2013)
10
Ocimum basilicum
Linn
bunga ethanol
Terpen Linalool (52,42%), methyl eugenol (18,74%), 1,8-
cineol (5,61%)
(Purushothaman et al., 2018)
11
Cinnamomum zeylanicum
Blume
bunga -
Terpen Sesquiterpene (38%), monoterpene (<1%) (Jayaprakasha et al., 2000)
12 Crocus
sativus Linn. putik etanol
Terpen 4-hidroksidihidro-2(3H)- furanon (22,01%), asam heksadekanoat (12,09%), tirosol (7,52%), asam benzenaasetat (5,23%), asam linolenat (4,96%), asam linoleat ( 3,86%), 1- docosen (3,85%) (Zheng et al., 2011)
13 Erythraea
officinalis Bunga - Terpen Monoterpene (44,01%)
(Bouyahya et al., 2019)
14
Valeriana wallichii
D.C.
akar heksana
Terpen seskuiterpen teroksigenasi (73,6%), hidrokarbon seskuiterpen (19,2%), monoterpen teroksigenasi (1,6%), hidrokarbon monoterpen (1,6%), diterpene (0,2%) (Mathela et al., 2005)
15 Glycyrrhiza
glabra Linn. akar -
Terpen Saponin (glycyrrhizin) (10-25%) (Kaur et al., 2013)
16 Paeonia
officinalis akar Air-ethanol
Terpen salicylaldehyde (20.32%), beta-pinene-oxide
(13.35%) and thymol acetate (61.12%).
(Vazirian et al., 2018)
17
Dorema ammoniacum
D. Don
buah hidrodestilasi
Terpen Hidrokarbon monoterpen (1%), Monoterpen teroksigenasi (58,4%), Hidrokarbon seskuiterpen (31,7%), Seskuiterpen teroksigenasi (1,9%) (Yousefzadi et al., 2011) 18
Peucedanum grande C.B.
Clarke
buah Methanol-air
Terpen
saponin (11.1%) (B. N.
Kumar et al., 2016)
19 Curcuma longa Linn.
bulbus
(umbi/bawang) Metanol
Terpen Saponin (8,742%), terpen dan steroid (7,34%), cardiac glycosides (11,906%) (Mohammed et al., n.d.)
20
Cedrus deodara
Loud.
Kayu/batang heksan
Terpen b-himachalene (38,3%), a- himachalene (17,1%) dan g-himachalene (12,6%), 21 Euphorbia
officinarum Getah -
Terpen diterpenoids and isoprenoid (Chamkhi et al., 2022)
22 Taxus
baccata Linn. tunas Methanol Terpen saponins (4.2%) (Kazmi et al., 2015)
23
Artimisia absinthium
Linn
- -
Terpen Cis-Chrysanthenyl acetate (17,8%), sabinyl acetate (11,6%), terpinene-4-ol (6,2%), caryophyllrnr oxide (5,5%), (E)- nuciferol (5,5%) (Ayse Demirel & Süntar Ali Osman Çeribaşı Kevser Taban Akça Gökhan Zengin, 2022)
24
Pyrethrum parthenium (Tanacetum parthenium)
- hidrodestilasi
Terpen Monoterpene camphor (69,7-94%), champene (12%), bornyl acetat (4,2- 8,7%) (Mamadalieva et al., 2014)
25
Ferula assafoetida
Linn
- -
Terpen Alpha-pinene (38,2%), bicyclogermacrene (6%), b-pinene (5,9%), (Karimian et al., 2021) 26 Cedrus libani
Loud. - Ethanol
Terpen camphene (12,1%), alpha- pinene (5,0%) dan tricyclene. (2,2%) (Mastino et al., 2018) 27 Lavandula
stoechas Linn serbuk air-etanol
Terpen Monoterpene
teroksigenisasi (75,5%), (Messaoud et al., 2012) 28
Spongia officinalis Linn
Terpen
Diterpen (Han et al., 2018)
4.2 Tumbuhan Bertemperamen Panas dengan Komponen Utama Fenolik
Total tumbuhan bertemperamen panas 151 tumbuhan. 39 tumbuhan diantaranya memiliki komponen utama fenolik yang diambil dari berbagai bagian tumbuhan, sebagai berikut:
4.2.1. Fenolik Daun No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstrak
si
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Melia azedarach
Linn
Daun methanol Fenolik
Fenolik (69,77%), flavonoid (18,57%) (Deb et al., 2018)
2 Medicago
sativa Linn Daun Methanol Fenolik Fenol (46,69%) (Linn et al., 2013)
3
Melia azedarach
Linn.
Daun n-heksan Fenolik
Rutin (5,86-21,22%), quercetin-3-
neohesperidoside (3,95- 8,76%), kaempferol -3- O-rutinoside
(2,73,11,23%),
feruloylglucaric (0,85- 11,84%)feruloylquinic acid derivate (1,94- 11,07%) (M’rabet et al., 2017)
4
Pinus gerardiana
Wall.
daun Pelarut
polar Fenolik
catechin (2,86%), quercetin, asam caffeic, - sitosterol , lupeol dan asam p-coumaric (G.
Singh et al., n.d.) 5
Trigonella corniculata
Linn.
daun Methanol Fenolik Fenolik (0,0398%) (Pasricha & Gupta, 2014) 6
Inula helenium
Linn.
daun - Fenolik Flavonoid (tertinggi) (Zlatić et al., 2019) 7
Calotropis gigantea
Linn.
daun - Fenolik
Total fenolik konten (19,63%) (Hitesh et al., 2014)
8 Plantago
major Linn. Daun air Fenolik
Fenol (27,47%), diathiapentene 14,53%, napthalenone 14,13%
dan gliserin 12,02%
(Jamilah et al., 2012)
9
Strychnos nux vomica
Linn
daun
chlorofor m ethyl acetate
dan methanol
Fenolik
Quercentin (1,374%) (Mathivanan et al., 2014)
10
Triticum sativum
Lam.
daun alkohol Fenolik (major)
Bioflavonoids
(apigenin, quercitin dan luteolin) (M. Chauhan, 2014)
11
Apocynum venetum
Linn
daun - Fenolik
Quercitrin, rutin, hyperin, isoquercitrin, kaempferol, hyperoside, dan total anthocyanin
12 Aloe
littoralis Koening
daun -
Fenolik 10-hydroxyaloin B and deacetyllittoraloin
13 Urtica urens
Linn. Daun Minyak
atsiri Fenolik
Phenolcarboxylic acid (1,2706%), tannin acid (1,6855%), tannin (0,100%), flavonoid (0,1930%), beta- caroten (0,0372%), stigmasterol
(0,9583%), esterified sterol (0,5669%) (Nencu et al., 2015)
4.2.2. Fenolik Biji, Buah dan Kulit No Nama Latin
tumbuhan
Bagian yang diekstra
ksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1 Pimpinella
anisum Linn. biji methanol Fenolik
Fenols (0,17%), Flavonoids (0,087%), tanins (0,194%) (Mushtaq et al., 2020)
2
Semecarpus anacardium Linn.
biji methanol Fenolik
Saponin (0,0125%), saponin (0,025%), flavonoid (0,0375%) (Heena Umer et al., 2017)
3 Eruca sativa
Mill. biji - Fenolik
Flavonoids (25,63%), fenols (26,66%), tanins (3,12%), ascorbic acid (21,42%) (Gulfraz et al., 2011)
4 Feoniculum
vulgare Mill. Biji - Fenolik
Trans-anethole
(68,53%) dan estragole (10,42%)
5
Juniperus communis Linn
Buah ethanol Fenolik
Fenolics (18,9%), flavonoid (4,2%) (Elmastaş et al., 2006)
6 Capparis
spinosa Linn. Buah Methanol Fenolik
chalcone (~32%), naringenin (~17%) dan metil galat (~12%), asam galat (3%), asam protocatechuic (3%), quercetin (5,5%), asam tanat (6%) dan kumarin (8%) (Tir et al., 2019)
7 Morus nigra
Linn. buah homogeni
zation Fenolik
Gallic acid (0,8%), Protocatechuic acid (0,7%), Protocatechuic aldehyde (2,0%), p- Hydroxybenzoic acid (2,9%), Vanillic acid (0,5%), Chlorogenic acid (2,4%), Syringic
acid (1,3%),
Syringealdehyde
(0,4%), p-Coumaric acid (1,1%), m- Coumaric acid (2,7%) (Ali Memon et al., 2010)
8
Corylus avellana Linn.
kulit air Fenolik
Flavonols dan
hidrocalcon (3,5%), asam fenolik (<1%) (del Rio et al., 2011)
9 Carum carvi
Linn. buah methanol Fenolik
Fenol (0,07%).(Qasim Barkat, & Khalid Mahmood, 2018)
10
Caryophyllus aromaticus Linn. / syzygium aromaticum
buah - Fenolik
(major)
eugenol dan turunan eugenol (prekursor flavon, isoflavon dan flavonoid) (Karmakar
et al., 2012) 11
Juniperus communis Linn.
buah etanol Fenolik (Asam galat 1,89%) (Živić et al., 2019)
4.2.3. Fenolik Bunga No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Onosma echioides
C.B.
Clarke
Bunga heksan Fenolik
Tannin (hexadecanic acid (3,2-
33,8%), diterpenoid (phytol (7,1%-
15,2%)), (Maggi et al.,
2009) 2
Tamarix gallica
Linn.
bunga - Fenolik minyak
3
Carthamus tinctorius
Linn.
Bunga Air Fenolik
Asam tannin (3,8-4,8%) (Syukur et al., 2014) 4.2.4. Fenolik Minyak Atsiri
No Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1 Teucrium
polium Linn. bunga minyak
atsiri Fenolik
a-pinene (6/97 %), b- pinene (12/97 %), myrcene (2.19 %), limonene (3.45 %), cis-verbenol (2.11
%), carvone (3.85
%),(E)-
caryophyllene (4.71
%), (E)-b-farnesene (2.23 %), dehydro- sesquicineole (2.86
%), valerianol (21.44
%) and epi-a- bisabolol (9.86 %).
(Farahbakhsh et al., 2021)
2
Cinnamomum zeylanicum
Blume.
bunga minyak
atsiri Fenolik
Eugenol (71%), Pyrogallo (0,026%) (N. Singh et al., 2021)
3
Apium graveolens
Linn.
biji minyak
atsiri Fenolik
limonene (50,9%), β--selinene (19,53%), 3-n-butylphthalide (6,92%) nerolidol (2,29%), α-selinene ( 1,63%), β-pinene (1.22%), d-carvone
(1.86%), n-
amylbenzene
(1.63%), β-myrcene (1,3%) dan cis- limonene oxide (1,12%) (Jagan Mohan Rao et al., 2000)
4
Cuminum cyminum
Linn.
bunga Minyak
atsiri Fenolik Asam vanillin (51%) (Bettaieb et al., 2010) 5
Celtis australis
Linn.
biji Minyak
atsiri Fenolik Tocopherol dan sterol (Nodeh et al., 2020)
5 Cistus
creticus Linn. herba Methanol Fenolik
asam fenolik, flavan- 3-ols monomer dan dimer, glikosida flavonol (Mastino et al., 2018)
6 Origanum majorana
Linn
- Minyak
Atsiri
Fenolik
terpinen-4-ol
(34.09%), γ- terpinene (14.28%) and α-terpinene (9.6%)
7 Vitex agnus castus Linn
Bunga, daun dan
tangkai
air Fenolik
1,8-cineole (24,98%), sabinene (13,45%), - pinene (10,60%), α -terpinyl acetate (6,66%), dan (Z)-β- farnesene (5,40%) (Sarikurkcu et al., 2009)
4.2.5. Fenolik Umbi dan Akar No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Daucus carota
Linn.
umbi ethanol Fenolik
Fenolik (30,7%), flanoid
(20,4%)(Chatatikun
& Chiabchalard, 2013)
2
Cyperus esculentus
Linn / Cyperus rotundus
L.
umbi Pelarut
polar Fenolik
Phenols (0,1189%), flavonoids (0,2%), proanthocyanidin (0,045%) (Kamala et al., 2018)
3
Alpinia galanga Willd.
umbi - Fenolik Isoflavonoid
(’Kaushik, 2011)
4
Pisum sativum
Linn.
umbi Methanol Fenolik
Asam galat
(0,0899%) (Zilani et al., 2017)
5
Levesticum officinale
Koch
akar air Fenolik
(major)
Asam vanilat (Spréa et al., 2020) 6 Allium cepa
Linn Umbi lapis - Fenolik
quercetin,
myricetin, and kaempferol (Nile
& Park, 2013)
4.2.6. Fenolik Seluruh Bagian Tanaman
No Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa 1 Echinops
echinatus Roxb
Seluruh bagian tanaman
-
Fenolik
Flavonoids (S.
Singh et al., 2006) 2 Astragalus
sarcocolla Dymock
Seluruh bagian tanaman
air
Fenolik
Flavonoid (Esmaeeli et al., 2020)
3 Pistacia lentiscus Linn.
Seluruh bagian tanaman
-
Fenolik
Flavonoid (Amel et al., 2016)
4.3. Tumbuhan Bertemperamen Panas dengan Komponen Utama Mengandung Nitrogen
Total tumbuhan bertemperamen panas 151 tumbuhan. 5 tumbuhan diantaranya memiliki komponen utama mengandung nitrogen yang diambil dari berbagai bagian tumbuhan, sebagai berikut:
4.3.1. Mengandung Nitrogen Biji No Nama Latin
tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa 1 Helianthus
annuus, Linn biji - Mengandung nitrogen
Alkaloid (14%) (Harris et al., 2017) 2 Lupinus
termis Forsk biji alkohol Mengandung nitrogen
Alkaloid (2,34%)(Abou-
Chaar, n.d.)
3 Strychnos nux
vomica Linn biji Mengandung
nitrogen
Strychnine (1,25%), brucine (1,7%) (Maji & Pratim,
2017)
4.3.2. Mengandung Nitrogen Akar dan Rimpang
No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Piper longum
Linn.
akar - Mengandung
nitrogen
Alkaloid piperine, piperlongumine, piperlongumininr, dan
methyl-3, 4,5- trimehexyinnamate(Cha
tterjee & Dutta, 1967) 2
Zingiber officinale
Rosc
Rimpang Mengandung
nitrogen
Alkaloid (11,21%) (Otunola et al., 2010)
4.4. Tumbuhan Bertemperamen Panas dengan Komponen Utama Asam Lemak
Total tumbuhan bertemperamen panas 151 tumbuhan. 15 tumbuhan diantaranya memiliki komponen utama asam lemak yang diambil dari berbagai bagian tumbuhan,, sebagai berikut:
4.4.1. Asam Lemak Biji dan Buah
No Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Linum usitatissimum
Linn
biji air Asam
lemak
Alpha-linolic acid (35-77%), oleic acid (12- 30%), linoleic acid (8-29%) (Heena Umer et al., 2017)
2 Lupinus
albus Linn. biji - Asam
lemak
Asam lemak (31,1%) (Erbaş et al., 2005)
3
Ipomoea hederacea
Jacq.
biji - Asam
lemak
Asam oleat, asam linoleat (Zia-Ul-Haq et al., 2012)
4
Trigonella faenum graeceum
Linn,
biji Petroleum eter
Asam lemak
Asam linoleate (42,5%), Asam oleat (20%), asam palminat (10,5%) (Abbas Ali et al., 2012)
5
Citrullus colocynthis
Schrad.
biji heksan Asam
lemak
Asam oleat (13,1%), asam linoleate
(70,1%)
(Benariba et al., 2013)
6 Sesamum
indicum Dc. biji Asam
lemak
Asam palmitat (hingga 8,58%) asam stearat (hingga 5,44%) (Nzikou et al., 2009)
7
Pistacia lentiscus Linn.
Biji Hexane Asam
lemak
stearoyl oleyl- linoleylglycerol
(SOL) dan
palmitoyl- dioleylglycerol +(POO) terhitung 27,58%
8
Cocos nucifera
Linn.
buah soxlet Asam
lemak
Asam laurat (51,88%) (Ghosh et al., 2014)
9
Myrtus communis
Linn.
Buah Methanol Asam lemak
Asam oleat (67,07%), palmitik
(10,24%), asam stearat (8,19%)
4.4.2. Asam Lemak Bunga No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1 Rosa
canina Bunga - Asasm
lemak
Myristic (0,11%), palmitic (3,17%), palmiteloic (0,24%), stearat (2,47%), oleat (16,73%), lenoleat (54,41%), linolenat (17,14%), acarshidik (2,11%), behenat (0,14%) (Özcan, 2002)
4.4.3. Asam Lemak Batang No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Croton tiglium Linn.
Batang methanol
Asam lemak (major)
Asam oleat, asam hexadenoik
4.4.3. Asam Lemak Daun No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Lepidium latifolium
Linn
daun
Asam lemak (major)
Asam linoleate (Kaur et al., 2013)
4.4.4. Asam Lemak Minyak Atsiri No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Pistacia terebinthus
Linn.
buah minyak
atsiri
Asam lemak
Linoleic acid (21.86%), isopropyl palmitate (13.47%), ethyl palmitate (11.78%), hexadecenoic acid (6.62%), 11-eicosenoic acid (6.00%), cis-11,14- sicosadienoic acid
(4.86%), β-
phellandrene (1.70%), limonene piperitone (1.60%), α-humulene (1.21%), ethyl nonadecanoate
(1.43%), and pyrogallol (1.16%)
2 Myrica nagi
Thumb. buah Minyak
atsiri
Asam lemak
n-hexadecanol (25,2%), eudesmol asetat (21,9%), asam palmitat (11,6%), cis-β- caryophyllene (8,7%), n-pentadecanol (7,7%) dan n-octadecanol (7,6%)(Agnihotri et al., 2012)
3
Lepidium sativum
Linn.
biji Minyak atsiri
Asam lemak
Asam oleat (22%), linoleat (11,8%), eikosanoat (12%), palmitat (10,1%) erusat (4,4%), arakidik (3,4% ) dan asam stearat (2,9%). Asam oleat (39,9%) dan asam - linolenat (42,1%) (Diwakar et al., 2010)
4.4.5. Asam Lemak Umbi No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Urginea indica Kunth
umbi Etanol air Asam lemak
Isopropyl palminate
(26,852%) (Akhtar
& Shabbir, 2019)
4.5. Tumbuhan Bertemperamen Panas Kelompok Senyawa Tidak Teridentifikasi
Total tumbuhan bertemperamen panas 151 tumbuhan. 40 tumbuhan diantaranya komponen utamanya tidak teridentifikasi kelompok senyawanya, sebagai berikut:
4.5.1. Biji, Buah, Kulit Buah No
Nama Latin tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1 Oryza
sativa Linn Biji Etanol -
phenols, flavonoids, terpenoids, saponins
2
Asphodelus tenuifolius
Cav.
biji metanol -
fenol, flavonoid, antosianin, tanin terkondensasi, antrakuinon,
glikosida, alkaloid, dan steroid (Younis et al., 2018)
3
Peganum harmala
Linn.
Biji Etil asetat -
alkaloids, steroids, flavonoids
(Pradeep Kumar et al., 2015)
4
Ficus glomerata
Roxb. / Ficus cycomorus
buah
Petroleum eter, chloroform,
methanol, air.
-
alkaloids, phenolics, flavonoids,
steroids, tannins, Triterpenoids, saponins
(Vanegaon et al., n.d.)
5 Helicteres
isora Linn. Buah - -
alkaloid, glikosida jantung, flavonoid, tanin, minyak esensial (Pandey et al., 2021)
6
Cicer arietinum
Linn
Kulit polong
Petroleum
eter -
steroid, alkaloid saponin, flavonoid, tanin dan fenolik (Vadnere et al., 2012)
4.5.2. Daun dan Pelepah No Nama Latin
tumbuhan
Bagian yang diekstraksi
Jenis Ekstrak
Metabolit
Sekunder Senyawa
1
Thymus vulgaris Linn.
daun methanol -
flavonoids, saponins and steroids. (Hossain et al., 2013)
2
Cynara scolymus
Linn.
daun - -
asam fenolik (kebanyakan asam mono dan di- caffeoylquinic), flavonoid dan seskuiterpen lakton (Luca et al., 2022)
3 Berberris
aristata Dc. daun methanol -
alkaloid, gula pereduksi, steroid, flavonoid, terpenoid, glikosida dan saponin (Rizwan et al., n.d.)
4
Amomum cardamomum
Linn.
daun Etanol
dan air - fenol, flavonoid, tanin dan saponin (Asra et al., n.d.)
5
Nerium odorum Soland.
daun air -
glikosida steroid, tannin, fenol, alkaloid (Chaudhary et al., 2015)
6
Asparagus racemosus
Willd.
daun Etanol -
sterols, flavonoids, tannins and carbohydrates (Battu et al., 2010)
7
Indigofera tinctoria
Linn.
Daun methanol -
Flavonoid, saponin, sterol, terpenoid, asam fenolik,
quinone, tanin.
(Renukadevi & Suhani Sultana, 2011)
8
Dryopteris filix-mas
Linn.
daun etanol
Fenolik (bukan major)
Quercetin-3-O-αL- rhamnopyranoside (Erhirhie et al., 2020)