• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asas Dan Syarat Penggunaan Metode Pembelajaran

Dalam dokumen PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISEKOLAH (Halaman 130-135)

terdahulu, juga dituntut mempertimbangkan ketepatan metode dengan keberadaan media yang ada di sekolahnya masing-masing.

6. Kelebihan Dan Kekurangan Suatu Metode

Dari masing-masing metodeyang banyak itu, sudah barang tentu memiliki kelebihan dan kekurangannay masing-masing. Akan tetapi kekurangan suatu metode tertentu dapat dilengkapi oleh keunggulan metode lain. Oleh karena itu kita perlu memakai banyak metode dalam setiap kali mengajar di kelas. Mengkin sekali kita harus menggunakan 1,2,3 dan 4 macam metode dalam setiap mengajar dikelas secara bervariasi. Dalam oleh karena itu pula guru hendaknya mempertimbangkan dan memilih-milih man diantara sekian metode itu lebih unggul keefektifannya bila dikaitkan dengan materi pelajaran apa yang akan disampaikan pada siswa.

Dengan memperhitungkan secara umum dan kekhususan sifat sebagai faktor baik tujuan, kemampuan guru, anak didik, situasi, fasilitas/media, waktu serta mengenai sifat berbagai metode, maka seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode apakah yang paling serasi dan sesuai untuk situasi kondisi pengajaran.

D. Asas Dan Syarat Penggunaan Metode Pembelajaran

b. Asas Aktivitas

Dalam proses belajar mengajar anak didik harus diberi kesempatan untuk mengambil bagian yang aktif, baik rohani maupun jasmani, terhadap pengajaran yang akan diberikan, secara individual maupun kolektif. Asas ini menghindari adanya verbalisme bagi anak didik.

Asas aktivitas ini dapat diupayakan melalui adanya aktivitas jasmani berupa:

tulisan, eksprimen, pembuatan kontruksi model, atau juga kegiatan berupa rohani seperti ketekunan dalam mengikuti pelajaran, mengamati secara cermat, dan berkemauan keras untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

c. Asas Apersepsi

Mengalami dalam proses belajar mengajar bararti menghayati situasi aktual yang sekaligus menimbulkan respon-respon tertentu dari pihak anak didik hingga memperoleh perubahan pola tingkah laku (pematangan dan kedewasaan), perubahan dalam pembendeharaan konsep-konsep (pengertian) dan kekayaan akan informasi.

Asas apersepsi bertujuan menghubungkan bahwa pelajaran yang akan diberikan dengan apa yang telah dikenalkan oleh anak didik.

d. Asas Peragaan

Dalam asas ini, pendidik/guru memberikan variasi dalam cara-cara mengajar dengan mewujudkan bahan yang akan diajarkan secara nyata, baik dalam bentuk aslinya maupun tiruan (model-model), sehingga anak didik dapat mengamati dengan jelas dan pengajarn lebih tertuju untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Asas ini diupaykan melalui penggunaan berbagai macam alat peraga secara wajar, yaitu dengan memeragakan pelajaran dengan percobaan, membuat herbarium, ruang ekspresi, bulliten botd, poster, serta menyelenggarakan karya wisata dan mengadakan sandiwara, sosiodrama pantomin dan lain sebagainya.

e. Asas Ulangan

Asas yang merupakan usaha untuk mengetahui tarap perkembangan, kemajuan dan keberhasilan belajar anak didik dalam aspek pengetahuan, keterampilan serta sikap setelah mengikuti pengajaran sebelumnya. Hal ini karena penguasaan pengetahuan mudah terlupakan oleh anak didik jika tidak diadakan pengulangan.

Oleh karena itu semakin banyak diadakan ulangan oleh guru maka semakin pengetahuan itu melekat dan tetap berkesan dalam ingatan dan dapat difungsikan dengan baik. Asas ulangan ini dapat dilakukan melalui oksional yaitu diberikan secara kebetulan, atau cara sistematis yaitu diberikan secara teratur, kontinyu dan terencana.

f. Asas Korelasi

Pristiwa belajar mengajar adalah menyeluruh, mencakup berbagai dimensi yang kompleks. Guru hendaknya memandang anak didik sebagai sejumlah daya-daya yang dinamis yang senantiasa dalam keadaan intraksi dengan dunia sekitar untuk mencapai tujuan. Hal ini akan menyebabkan dalam menerima pelajaran, anak didik akan bersifat selektif kemudian bereaksi mengolahnya.

g. Asas Konsentarsi

Asas ini memfokuskan pada suatu pokok masalah teretentu dari keseluruhan bahan pelajaran untuk melaksanakan tujuan pendidikan serta memperhatikan anak didik dalam segala aspeknya. Asas ini dapat diupayakan melalui pemberian masalah yang baru muncul.

h. Asas Individualisasi

Asas ini menekankan adanya perlakuan yang berbeda pada setiap masing-masing anak didik oleh guru. Hal ini didasarkan pada filosofinya bahwa setiap anak memiliki perbedaan-perbedaan satu dengan lainya baik dari segi bentuk maupun kemampuan masing-masing

Aplikasi dari asas ini adalah setiap pendidik dapat dan harus mempelajari pribadi setiap anak, terutama tentang kepandaian, kelebihan, serta kekurangan, dan memberi tugas sebatas dengan kemampuannya.

i. Asas Sosialisasi

Asas yang memperhatikan penciptaan suasana sosial yang dapat membangkitkan semangat kerja sama antara anak didik dengan pendidik atau sesama anak didik dengan masyarakat sekitar, dalam menerima pelajaran agar lebih berdaya guna.

Asas ini guru dapat memanfaatkan sumber-sumber fasilitas dari masyarakat untuk kepentingan pelajarannya dengan jalan membawa anak didik untuk mengunjungi

karyawisata, survey, pengabdian masyarakat (survise projects) dan perkemahan (school camping)

j. Asas Evaluasi

Asas ini menekankan perlunya guru memperhatikan hasil dan penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki anak dalam memperbaiki cara mengajar.

k. Asas Kebebasan

Azaz ini merupakan memberian kebebasan keleluasaan keinginanan dan tindakan bagi anak didik dengan dibatasi atas kebebasan yang mengacu pada hal-hal yang positif. Asas ini mengandung tiga aspek, yaitu : self direktinees, self discipl;ine dan self-control.

l. Asas Lingkungan

Azaz yang menentukan metode yang berpijak pada pengaruh lingkungan yang berakibat intraksi dengan lingkungan.

Azaz in menghendaki agar guru dalam menyajikan pelajaran senantiasa menghubungkan pelajaran dengan lingkungan anak didik sehari-hari. Terutama lingkungan orang tuanya, teman sepermainannya dan sosial masyarakat.

m. Asas Globalisasi

Asan ini menghendaki agar adanya upaya guru dalam menyajikan pelajran kepada anak didiknya dengan jalan menyampaikan bahanitu secara menyeluruh tidak dalam arti sempit, sepotong-sepotong. Jadi kebutuhan bahan merupakan hal yang amat penting dilaksanakan.

n. Asas Pusat Minat

Asas ini merupakan memperhatikan kecendrungan jiwa yang tetap kejujuran suatu hal yang berharga bagi seseorang. Sesuatu berharga bagi seseorang apabila sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu asas ini hendaknya dikaitkan pula dengan nilai ketuhanan, sosial dan kealaman.

o. Asas Ketauladanan

Asas ketauladanan ini memperhatikan bahwa setiap anak didik memiliki tingkat perniruan (imitasi) yang tinggi kepada sesuatu yang baru atau pada seseorang yang dikagumunya. Asas keatuladanan ini juga menghendaki agar seorang guru dalam

menyajikan pelajaran disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan baik terhadap oeristiwa tertentu. Dan juga yang lebih penting keperibadian guru yang merupakan cermin yang dapat menjadi contoh yang nyata bagi anank-anaknya.

p. Asas Pembiasaan

Pembiasaan-pembiasaan yang baik adalah sesuatu mesti dikembangkan oleh guru kepada anaknya. Upaya pembiasaan disni dapat dilakukan dngan jalan melatih anak dengan hal-hal yang baik sehingga menjadi kebiasaan. Hal ini penting mengingat manusia mempunyai sifat lupa.21

2. Syarat-Syarat Penggunaan Metode

Dalam suatu penerapan metode, syarat-syarat berikut ini harus diperhatikan oleh seorang guru pada setiap akan menyajikan bahan pelajran di kelas, nyaitu :

a. Metode mengajar yang digunakan harus dapat membangkitkan motif, minat atau gairah balajar.

b. Metode yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan keperinbadian murid.

c. Metode yang digunakan harus dapat memberikan kesempatan baik baik ekspresi yang kereatif dari keperibadian murid.

d. Metode mengajar yang di gunakan harus meransang kegiatan murid untuk belajar yang lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi (pembeharuan)

e. Metode yang harus digunaklan harus dapat mendidik muri dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengentahuan melalui usahah sendiri.

f. Metode mrgajar harus dapat meniadakan penyajian bahan pelajaran yang bersifat perpelistik dan mengantinya dengan pengalaman yang nya dan bertujuan.

g. Metode mengajar yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangakan nilai-nilai dari sikap-sikap utama yang diharapkan dari kebiasaan dari cara belajar yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

21(Muhaimin dan Abd. Mujid, Pemikiran Pendidikan Islam (Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya ), Bandung: Trigendakarya, 1993, hal. 234-240

Asas dan styarat-syarat yang telah dikemukakan diatas akan memberkan orientasi dalam menyeleksi guru-guru yang memiliki pengentahuan dan kemampuan dalam mengemplimentasikan metode mengajar secara optoimal dan afektif.

Dalam dokumen PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISEKOLAH (Halaman 130-135)