Asas dan styarat-syarat yang telah dikemukakan diatas akan memberkan orientasi dalam menyeleksi guru-guru yang memiliki pengentahuan dan kemampuan dalam mengemplimentasikan metode mengajar secara optoimal dan afektif.
Dalam proses pelaksanaan mengajar metode diskusi ini mendapat perhatian karena dengan diskusi akan meransang murid-murid berpikir mengeluarkan pendapatnya.
Untuk melaksanakan metode diskusi, langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh seorang guru sebagai pemimpin diskusi seperti :
a. Mengikut sertakan semua siswa dalam diskusi
b. Batasi pendapat sendiri dan dan hargai pendapat peserta diskusi
c. Jangan dipertaruhkan seorang peserta diskusi untuk memborong pertanyaan d. Simpulkan pembicaraan diskusi/hasil-hasil pembicaraan
e. Ciptakan suasana hormat-menghormati tentang pendapat sehingga suasana diskusi menjadi tegang
f. Perhatikan waktu dan terpedahkan nya persoalan diskusi g. Usahakan suasana demokratis dan dinamis dalam diskusi .
Pertanyaan yang layak didiskusikan ialah yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Menarik minat dan sesuai dengan tarap perkembangan
b. Mempunyai kemungkinan-kemungkinan jawaban lebih dari satu.
c. Pada umumnya tidak menyakan manakah jawaban mana yang benar dan mana.
Tapi lebih mengutamakan hal yang mempertimbangkan dari membandingkan Dalam upaya mengarahkan hasil diskusi mencapai sasaran maka pimpinan diskusi perlu memperhatikan tiga hal berikut ini :
a. Pimpinan diskusi sebagai pengatur dan pengarah diskusi b. Pimpinan diskusi sebagai pengatur lalu lintas pembicaraan
c. Pimpinan diskusi sebagai pengarah dan menyimpulkabn berbagai poendapat 3. Metode Tanya Jawab
Langkah-langkah metode tanya jawab yang perlu diperhatikan oleh guru adalah sebagai berikut :
a. Merumuskan tujuan sejelasnya dalam bentuk khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa
b. Mencari alasan mengapa mempergunakan metode tanya jawab
c. Menetapkan kemungkinan jawaban pertanyaan apakah mengandung banyak pertanyaan/masalah ataukah hanya terbatas pada jawaban ya atau tidak
d. Menetapkan kemungkinan untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
Selain langkah-langkah umum diatas, maka langkah-langkah teknis berikut juga perlu dipedomi yaitu :
a. Pertanyaan yang diberikan adalah berkisar pada pelajaran yang telah diberikan b. Pertanyaan yang telah diberikan mula-mula ditawarkan kepada semua
peserta/siswa, lalu kemudian ditujukan pada salah seorang siswa tertentu dengan pertimbagan psikologi tertentu pula
c. Petanyaan yang diajukan hendaklah mengandung nilai problematik, dimana guru tidak akan menjawabnya kecuali semua siswa menunjukan ketidakmampuannya.
d. Guru dapat menjelaskan seperlunya dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan dan di jawab oleh siswa itu setelah mengakhiri pertanyaan-pertanyaan.
4. Metode Ceramah
Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan guru pada saat menggunakan metode ceramah, agar dapat mempertinggi hasil ceramah:
a. Rumusan tujuan yang hendak dicapai melalui metode ceramah itu hendaknya dirumuskan secar jelas dan terarah.
b. Setelah menetapkan tjuan yang hendak dicapai hendaklah diselidiki apakah metode ceramah benar-benar merupakan metode yang tepat untuk dipakai.
c. Susun bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan, dan minimal guru membuatnya dalam bentuk garis-garis pokok bahasanya.
d. Pengertian yang dapat dijelaskan dengan menggunakan alat atau media mengajar hendaknya ditetapkan sebelumnya.
e. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan.
f. Kemudian usahakan menanamkan perhatian yang jelas. Hal ini bisa dilakukan melalui beberapa jalan misalnya pertama guru memberikan ikhtisar ringkasan mengenai pokok-pokok yang akan diuraikan. Kedua menguraikan pokok tersebut dan akhirnya menyimpulkan pokok-pokok penting dalam materi ceramah.
g. Adanya rencana tulisan. Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Metode Demokrasi
Berikut ini langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh seorang guru bila menggunakan metode demontasi dalam mengajarnya yaitu:
a. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan melalui metode demontrasi tersebut.
b. Menetapkan garis besar langkah-langkah demontrasi yang akan dilaksanakan, oleh guru telah dicobakan terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
c. Menperhitungkan waktu yang telah ditentukan apakah tersedia waktu untuk memberikan kesempatan siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demontrasi dilakukan.
d. Selama dementrasi berlangsung kita bertanya pada diri kita apakah keterangan- keterangan diberikan dapat didengar dengan jelas oleh siswa. Dan apakah juga alat/media pengajaran yang mendukung pelaksanaan demostrasi cukup tersedia, dan kalau tersedia dimana ditempatkan.
e. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.
6. Metode Penemuan (Inquiri)
Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan (inquiri) ini dapat dilakukan dengan cara guru membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendaptkan tugas tertentu yang harus diselesaikan. Kemudian tugas itu mereka pelajari, diteliti serta dibahas dan didiskusikan kemudian masing-masing kelompok itu membuat laporan hasil kerja dengan sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (objektif)
Metode penemuan (inquiri) juga dapat berjalan dengan cara guru menunjukkan suatu benda/barang berupa buku yang masih asing bagi siswa di depan kelas, kemudian menyuruh siswa untuk mengambil, meneliti dan membaca buku tersebut secara cermat. Lalu guru memberikan masalah atau bertanya kepada seluruh siswa
yang sudah siap dengan pertanyaan dan menjawabnya dengan tepat. Dalam hal ini pertanyaan yang diajukan tidak menyimpan dari isi buku yang ditunjuk.22
Suatu hal yang harus diperhatikan guru agar penggunaan metode penemukan ini dapat dilaksanakan secara baik maka memerlukan kondisi belajar sebagai berikut:
a. Menciptakan situasi dan kondisi yang fleksibel (tidak kaku) dalam intraksi belajar, dan siswa bebas dari perasaan takut dan tertekan.
b. Kondisi lingkungan hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat memancing gairah dan semangat belajar dan intelektual yang tinggi.
c. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan responsip sehingga kreativitas siswa dapat tercipta.
7. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Agar metode problem ini dapat efektif dalam pelaksanaan pengajaran, maka guru harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini:
a. Dalam memilih masalah hendaknya guru mempertimbangkan segi kemampuan dan perbedaan siswa.
b. Siswa lebih dahulu diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
c. Bimbingan secara kontinyu dan penyediakan alat/media pengajaran harus diperhatian.
d. Merencanakan tujuan yang hendak dicapai melalui metode pemacahan masalah tersebut
e. Mula-mula guru mengajukan pokok-pokok permasalahan yang akan dipecahkan itu, lalu siswa meresponinya dan berusaha secara maksimal untuk mencari jalan keluar pemecahan masalah tersebut, apakah malalui usaha individu atau usaha kelompok (bersama)
f. Bila diinginkan dapat membentuk tim tertentu sebagai memudahkan usaha pemecahan masalah, bila masalah itu dianggap kompleks
g. Menyimpulkan/merangkum semua masukan yang deberikan siswa.
22Tayar Yusuf, Ibid, hal. 82-83
8. Metode Latihan Siap (Drill)
Jika guru akan menggunakan metode drill dalam pengajaran maka prinsip-prinsip dan langkah-langkah berikut ini harus diperhatikan:
a. Drill hanyalah untuk bahan atau tindakan yang bersifat otomatis.
b. Latihan harus memiliki arti dalam rangka yang lebih luas
a) Sebelum dilaksanakan latihan siswa perlu mengetahui terlebih dahulu arti latihan itu.
b) Siswa perlu menyadari bahwa latihan-latihan itu berguna untuk untuk kebutuhan siswa selanjutnya.
c) Siswa perlu mempunyai sikap bahwa latihan-latihan itu diperlukan untuk melengkapi belajar
c. Latihan-latihan itu pertama harus ditekankan kepada diagnosa
a) Pada taraf permulaan jangan diharapkan repduksi yang sempurna.
b) Dalam percobaan kembali harus diteliti kesulitan yang timbul.
c) Respon yang benar akhirnya harus dikenal oleh siswa dan respon yang salah harus diperbaiki
d. Di dalam latihan pertama-tama ketetapan kemudian kecepatan, dan pada akhirnya kedua-keduanya harus dapat tercapai.
e. Masalah latihan secara relatif harus harus singkat, tetapi harus sering dilakukan pada waktu-waktu lain
f. Masa latihan harus menarik, gembira dan menyenangkan a) Agar hasil latihan memuaskan, minat, intristik diperlukan b) Tiap-tiap kemajuan yang dicapai siswa harus jelas
c) Hasil latihan terbaik dengan sedikit menggunakan emosi g. Pada waktu latihan harus lebih didhulukan proses yang efisiesial.
9. Metode sosiodrama dan bermain peranan
Langkah-langkah guru dalam menggunakan metode sosiodrama dan bermain peranan sebagai berikut:
a. Guru menerangkan teknik ini dengan cara yang sederhana bila kelompok siswa baru untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan metode ini.
b. Situasi masalah yang akan dimainkan ditetapkan sediamkan rupa
c. Guru menciptanya pristiwa itu secukupnya untuk mengatur adegan atau untuk memberikan kesiapan mental.
d. Jika sosiodrama untuk pertama kalinya dilakukan sebaliknya guru sendiri memiliki siswa yang kiranya dalm melaksanakan tugas itu.
e. Guru mendengar dan memperhatikan peran siswa yang tidak melaksanakan tugas.
f. Guru menetapkan dengan jelas masalah dan peran yang harus mereka mainkan g. Guru menyarankan kalimat yang pertama yang baiak diucapkan oleh pemain
untuk memulai.
h. Guru menghentikan sosiodrama pada detik-detik situasi sedang memuncak, dan kemudian membuka diskusi umum.
i. Sebagai hasil diskusi, kadang-kadang dapat diminta kepada siswa untuk menyelesaikan masalah itu dengan cara-cara lain
j. Guru dan siswa menarik kesimpulan-kesimpulan.23 10. Metode Karyawisata/Widiyawisata
Proses belajar mengajar dengan menggunakan matode karyawisata /widiyawisata ini dalam pelaksanaannya memerlukan keahlian dan keterampilan para guru, sebab banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan melalui metode ini dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
Hal yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan tujuan
b. Mempertimbangkan dan menetapkan obyek c. Menetapkan lamanya waktu pelaksanaan
d. Mentapkan teknik-teknik dalam mempelajari obyek
e. Menetapkan orang-orang atau instansi yang harus dihubungi sebagai nara sumber atau pihak yang terkait
23Winarno, Ibid, hal.102-103.
f. Memperhitungkan jumlah peserta didik yang akan mengikuti karyawisata g. Mempersiapkan perlengkapan
h. Memberi penjelasan tentang cara membuat/menyusun laporan i. Memperhitungkan keadaan iklim, musim dan suasana
j. Menjelaskan secara garis besarnya keadaan obyek yang akan dikunjungi 2. Tahapan Pelaksanaan
Setelah peserta didik tiba dilokasi obyek, segera segala sesuatunya diatur sesuai dengan hal-hal yang telah direncanakan:
a. Semua peserta didik melakukan observasi dengan tgas yang telah dibicarakan dikelas.
b. Tata tertib selama berada dilokasi harus di pegang teguh.
c. Peserta didik memperhatikan secara/ dengan teliti, obyek, mencatat, mendengarkan wawancara atau informasi yang diberikan oleh guru atau petugas.
d. Peserta didik harus memperoleh penjelasan yang sebaik-baiknya mengenai obyek yang diteliti
e. Guru mendorong peserta didik untuk berani bertanya dan mengingatkan peserta didik untuk mencacat semua hasil yang telah siperoleh.
3. Tahap Tindak Lanjut
Tindak lanjut dilakukan setelah peserta didik tiba kembali kekelas dengan cara menagdakan diskusi dan pertukaran data yang diperoleh dari hasil pengamatan obyek dilokasi karyawisata.
a. Para peserta didik masuk kelas dan melengkapai cacatan. Hal ini dilakukan agar semua peserta didik memperoleh gambaran yang sama dan lebih lengkap tentang yang lebih diamati dilokasi.
b. Menyusun bahan yang telah diperoleh ditempat lokasi baik berupa benda asli, tiruan, gambar, cacatan atau laporan untuk dijadikan bahan dokumentasi di kelas berupa pajangan24
24Subadijad, Ibid, hal. 136-137
Langkah-langkah yang telah dipaparkan tersebut diatas merupakan patokan (tolak ukur) tingkat keberhasilan dan penggunaan metode mengajar seorang guru pada umumnya.