BAB IV PEMBAHASAN
B. Implementasi Humanisme Teosentris dalam Konteks Pendidikan
3. Aspek Peserta Didik
a. Menghormati pendidik dan sesame manusia
Konsep humanisme teosentris memiliki misi untuk menyeimbangkan antara hablun minallah dan hablun minannas dalam pendidikan Islam. Adapun sikap menghormati pendidik merupakan bagian dari menghargai hubungan antar manusia atau hablun minannas.
Agama Islam menempatkan pendidik pada posisi yang sangat penting. Hal ini dikarenakan pendidik memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah pendidikana. Oleh sebab itu, Islam sangat menghormati orang orang yang berilmu pengetahuan dan bertugas sebagai pendidik. Bahkan Allah Swt. telah berfirman bahwa Dia akan mengangkat derajat mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, seperti yang disampaikan dalam surat Al Mujadalah ayat 11:
ٓ
ٓ
ۚ ۙ ۗ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu
“Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.203
Pada kitab Ta‟limul Muta‟allim, Al Zarnuji juga menegaskan bahwa peserta didik yang tidak dapat menghormati pendidiknya maka
203 Al Qur‟an dan Terjemahannya, 543.
dia tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu yang telah dipelajari.204 Hal yang dipelajari selama dalam proses pembelajaran akan menjadi sia sia jika peserta didik bersikap tidak menghargai orang yang telah memberinya ilmu. Oleh sebab itu hendaknya peserta didik menghormati pendidik meskipun hanya mengajarkan satu huruf saja.
Lebih lanjut lagi, Al Zarnuji menjelaskan bahwa sikap menghormati pendidik tersebut dapat ditunjukkan dengan menjauhi hal hal yang dapat menyebabkan pendidik murka seperti mematuhi perintahnya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan agama.205 Sebab tidak ada ketaatan jika itu berkaitan dengan hal maksiat, sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yakni:
Artinya: Tidak ada ketaatan dalam maksiat, taat itu hanya dalam perkara yang ma‟ruf 206
Demikian dipahami bahwa menghormati pendidik merupakan bagian dari kewajiban peserta didik ketika mencari ilmu. Sikap tersebut perlu dilakukan dalam rangka mendapatkan barokah dari ilmu yang telah dipelajari. Selain menghormati pendidik, peserta didik juga perlu menghormati sesamanya. Allah Swt. telah berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 11:
204 Al Zarnuji, Ta‟lim Muta‟alim, terj. Abdul Kadir Aljufri (Surabaya: Mutiara Ilmu, 2016), 27.
205 Al Zarnuji, Ta‟lim Muta‟alim, 30.
206 HR. Al Bukhari (no. 4340, 7275), Muslim (no. 1840), Abu Dawud (no. 2625) an Nasa‟I (VII/159-160) dan Ahmad (1/94), dari Sahabat Ali bin Abi Thalib k.w.
ٓ
ٓ
ٓ
ۚ
ٓ
ۗ ۚ ٕ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang- orang zalim.207
Berdasarkan surat Al Hujurat ayat 11 tersebut maka terdapat pelajaran untuk saling menghargai antar sesama manusia sesuai dengan batas batas yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam. Jika sikap saling mengharagi tersebut ditanamkan pada diri peserta didik maka akan menghasilkan seorang individu yang rukun dengan sesamanya dan tidak mudah dipecah belah karena perbedaan.208
b. Memiliki semangat yang kuat
Rasa semangat yang ada dalam diri peserta didik akan berpengaruh terhadap pengembangan potensi peserta didik.
Pengembangan potensi yang ada dalam diri peserta didik merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia paling tinggi yang harus dipenuhi.
Maslow menyebutkan hal itu merupakan kebutuhan aktualisasi diri.
207 Al Qur‟an dan Terjemahannya, 516.
208 Siti Aisah dan Mawi Khusni Albar, “Telaah Nilai Nilai Pendidikan Sosial dari Q.S. Al Hujurat: 11-13 dalam Kajian Tafsir”, Jurnal Arfannur 2, No 1 (2021) : 41, https://e- journal.iainptk.ac.id/index.php/arfannur/article/view/166/220
Aktualisasi diri dilakukan dengan berusaha secara keras dan baik agar dapat menjadi sosok terbaik berdasarkan potensi yang dimiliki,209
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh pendidik untuk meningkatkan semangat atau motivasi peserta didik, yakni sebagai berikut:
1) Pendidik menjelaskan tentang pentingnya ilmu yang akan dipelajari, Makin jelas tujuan pembelajaran, maka makin besar pula motivasi dalam diri peserta didik.
2) Memberikan hadiah, pujian, atau penghargaan merupakan salah satu cara yang akan sangat memacu semangat peserta didik untuk lebih giat dalam berprestasi dan bagi peserta didik yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli peserta didik yang berprestasi.
3) Memberikan dorongan dan perhatian yang maksimal terhadap peserta didik, utamanya pada peserta didik yang secara prestasi tertinggal daripada peserta didik lainnya.
4) Membentuk kebiasaan belajar yang baik dengan mengajarkan peserta didik cara belajar yang baik sesuai gaya individu masing masing.
5) Menggunakan metode serta media yang menarik dan bervariasi.
Pemilihan metode dan media sangat berpengaruh terhadap keaktifan dan semangat peserta didik.210
209 Maslow. Motivation and Personality, 46.
Saat peserta didik memiliki semangat yang tinggi maka akan terdapat ciri ciri yang nampak pada diri peserta didik, antara lain sebagai berikut:
1) Tekun menghadapi tugas
2) Tidak cepat putus asa dalam menghadapi masalah 3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi 4) Menyukai kerja mandiri
5) Dapat mempertahankan pendapatnya
6) Teguh pendirian terhadap hal yang diyakini211 c. Memiliki sifat tekun dan sabar
Sifat sabar dan tekun perlu dimiliki oleh peserta didik dalam mencari ilmu demi mendapatkan ridha Allah Swt. sebagaimana yang terdapat pada surat Al Ankabut ayat 69:
ۗ
ࣖ
Artinya: Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar- benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.212
Sifat tekun dapat dilakukan dengan mengulang ulang materi pelajaran yang telah didapat pada awal malam sampai akhir malam seperti yang disarankan oleh Al Zarnuji.213 Selain itu, peserta didik
210 Siti Suprihatin, “Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, Jurnal
Promosi 3, No 1 (2015): 77-78,
https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/ekonomi/article/download/144/115
211 Suprihatin, “Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, 80.
212 Al Qur‟an dan Terjemahannya, 397.
213 Al Zarnuji, Ta‟lim Muta‟alim, 44.
juga harus sabar ketika belajar. Artinya peserta didik harus kuat dalam menghadapi cobaan yang ia hadapi di saat menuntut ilmu.
Sebagaimana yang dikatakan bahwasanya sabar merupakan landasan keberhasilan semua perbuatan.214
Demikianlah konsep humanisme teosentris ditinjau dari aspek peserta didik. Peserta didik perlu ditanamkan sikap haus akan ilmu pengetahuan dan individualism yang mana maksudnya adalah mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, konsep humanisme teosentris sepakat dengan Al Zarnuji terkait dengan karakteristik peserta didik yakni menghormati pendidik dan sesamanya, memiliki semangat yang kuat, serta tekun dan sabar.