Serahan 1. Apakah anda menghubungkan apa yang sedang anda bicarakan dengan latar
belakang dan pengalaman peserta?
2. Apakah anda mengaitkan topik-topik yang disampaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh peserta?
3. Apakah anda memberikan contoh atau menggunakan ‘kasus’ yang relevan dan realistis berkaitan dengan dunia nyata para peserta?
4. Apakah pada awal setiap topik baru anda bertanya kepada peserta sejauh mana mereka mengenal topik tersebut?
Memenuhi kebutuhan langsung dan
perhatian peserta
5. Apakah anda memulai pelatihan dengan sesi pengumpulan dan diskusi tentang harapan?
6. Apakah anda memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan tentang bagaimana pelatihan berlangsung?
7. Apakah anda sengaja merancang adanya fleksibilitas dalam program- program pelatihan anda untuk mengakomodir perubahan yang mungkin terjadi akibat harapan dan tanggapan dari peserta?
8. Apakah anda memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan lingkungan kerja mereka sendiri, melalui kegiatan-kegiatan seperti perencanaan tindakan?
Memberikan kesempatan bagi peserta
untuk mengarahkan sendiri proses
pembelajaran mereka
9. Apakah anda menciptakan pengalaman-pengalaman baru bagi peserta dengan menggunakan bermain peran (role-play), simulasi atau permainan, atau kunjungan lapang dalam program anda?
10. Apakah anda memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman secara individu atau dalam kelompok kecil?
Belajar dari pengalaman
11. Apakah anda menstimulasi peserta untuk menganalisis pengalaman mereka di masa lalu kemudian menarik pelajaran darinya?
12. Apakah anda menggunakan metoda-metoda seperti brainstorming?
Stimulasi refleksi 13. Apakah anda mengajak peserta untuk bertanya atau menjawab
pertanyaan?
14. Apakah anda menggunakan transparansi, atau menyiapkan bahan tertulis pada kertas plano dan/atau whiteboard?
15. Apakah anda meminta peserta untuk menggunakan informasi dalam menyelesaikan masalah?
16. Apakah anda menyiapkan kegiatan bagi peserta untuk melatih cara berpikir dan ketrampilan mereka, dengan memakai studi kasus, kegiatan- kegiatan khusus, dsb?
Menciptakan kesempatan
untuk berpartisipa
si
17. Apakah anda mengatakan kepada peserta bagaimana kinerja mereka?
18. Apakah anda menjelaskan kesalahan yang mereka perbuat?
19. Apakah anda menjeleaskan bagaimana peserta dapat bekerja dengan lebih baik?
Memberikan umpan balik
20. Apakah anda memberikan cukup waktu bagi peserta untuk memperkenalkan diri pada awal pelatihan?
21. Apakah anda menggunakan ‘ice-breaker’ atau cara-cara informal lainnya untuk membantu peserta saling mengenal dengan lebih baik?
Menciptakan suasana
aman
22. Apakah anda bersepakat tentang norma-norma tertentu pada awal pelatihan, dengan menekankan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk belajar dan berbuat kesalahan bukan masalah sepanjang kita belajar dari kesalahan tersebut?
23. Apakah anda memastikan bahwa seluruh persiapan makanan, penginapan,
perjalanan, dsb, sudah dilakukan dengan baik? Menyediakan lingkungan yang nyaman 24. Apakah anda memperlihatkan kepada peserta bahwa anda peduli terhadap
kinerja mereka?
25. Apakah anda memperlihatkan kepedulian anda dengan melakukan persiapan yang sebaik-bainya sebelum sesi-sesi pelatihan?
26. Apakah anda mendengarkan komentar dan masukan dari peserta kemudian mempertimbangkannya dengan serius?
Menunjukkan rasa hormat
SIKLUS RANCANGAN PELATIHAN
MEMPERKENALKAN SIKLUS RANCANGAN PELATIHAN TUJUAN
Pada akhir sesi peserta…
bisa melakukan identifikasi urutan langkah dan kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu program pelatihan berdasarkan pada pengalaman mereka sendiri.
Bisa membuat daftar dan menjelaskan langkah-langkah utama siklus rancangan pelatihan
BAHAN-BAHAN
1. satu poster untuk setiap kelompok kecil berjudul “Apa yang Anda lakukan ketika Anda mengorganisasikan sebuah pelatihan?, bergambar tulang ikan yang besar
2. kertas tempel (post-it) untuk menulis semua kegiatan
3. foto kopi bahan serahan (hand-out) dengan siklus rancangan pelatihan WAKTU
1 jam 30 menit LANGKAH-LANGKAH
1. Perkenalkan latihan dengan menunjukkan satu kertas singkap (flip-chart) bergambar kerangka ikan dan jelaskan bahwa ikan tersebut melambangkan satu kegiatan
pelatihan. Jelaskan bahwa peserta harus mengisi kerangka ikan tersebut dengan semua kegiatan yang biasanya mereka laksanakan ketika mereka melaksanakan suatu pelatihan. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dituliskan pada kertas tempel (post-it) kemudian ditempelkan pada gambar ikan. Kepala melambangkan awal dan ekor melambangkan akhir program Anda. Tidak perlu menjelaskan di mana memulai dan di mana mengakhiri. Itu tergantung pada kelompok untuk menetapkan dan
memutuskannya.
2. Bagilah peserta ke dalam kelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang. Lengkapi mereka dengan kertas tempel (post-it) dan satu poster kerangka ikan, dan berikan waktu 30 menit untuk untuk latihan curah pendapat.
3. Undang satu kelompok untuk melihat ikan kelompok yang lain dan refleksikan hasilnya.
Untuk memicu diskusi pergunakan pertanyaan seperti:
Bagaimana jalannya kegiatan? Apakah mudah/sulit?
Apakah kesamaan/perbedaannya antara kelompok-kelompok tersebut?
Bagaimana bentuk kebanyakan ikan? Dengan kata lain, bagian mana yang paling memerlukan waktu? Apakah fokus (logistik atau isi) dari aktifitas?
Siapa yang menuliskan Penjajakan Kebutuhan Pelatihan (TNA-Training Need Assessment), pelaporan, tindak lanjut? Apakah kegiatan tersebut bagian dari kursus pelatihan? Apakah menjadi tanggung jawab kita? Apakah kita melatih untuk uang atau perubahan?
4. Jelaskan bahwa satu ikan yang sehat memerlukan perkembangan kepala, tubuh dan ekor yang sama kuat. Begitu juga dengan pelatihan yang efektif memerlukan persiapan dan tindak lanjut yang baik.
5. Jelaskan bahwa semua kegiatan bisa dilaksanakan dengan satu cara yang logis dan sistematis sebagai berikut. Pajang siklus rancangan pelatihan yang resmi dan dengan ringkas jelaskan tahap-tahap dan kegiatannya. Untuk menjajaki apakah hal ini cukup akrab dengan mereka, Anda bisa menanyakan pertanyaan seperti: Langkah mana yang Anda kenali? Siapa yang sudah melakukannya?
6. Kembangkan satu diskusi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Mengapa semua langkah-langkah sebelum dan selama rancangan tersebut diperlukan?
(pelatihan yang tidak efektif sering merupakan hasil dari rancangan yang buruk.
Contohnya: bagaimana Anda bisa tahu ke mana Anda pergi bila tidak mengetahuji tujuannya dengan baik? Bagaimana Anda bisa menulis tujuan yang jelas jika Anda tidak memiliki informasi yang terpercaya mengenai kebutuhan pelatihan?)
Mengapa langkah-langkah tersebut saling terhubungkan? (Dengan tiap langkah dalam rancangan, Anda harus mempertimbangkan hasil dari langkah-langkah sebelumnya, Anda harus mempertimbangkan tiap langkah sebagai bagian dari seluruh program. Pendeknya kekuatan dari rancangan pelatihan tergantung kepada kaitan antara langkah-langkah.) 7. Langkah-langkah mana yang sering terlewati dan mengapa? (analisis situasi, penjajakan
kebutuhan pelatihan dan penjajakan dampak, karena waktu yang sempit, kurangnya dana, kurangnya kemampuan dan informasi). Simpulkan dengan poin-poin berikut:
Ada banyak mitos-mitos mengenai apa yang bisa bekerja dan apa yang tidak bisa bekerja ketika harus merancang dan melaksanakan program-program pelatihan. Cara yang terbaik untuk menemukannya adalah dengan mencobanya sendiri. Percayalah pada insting dan pengalaman Anda. Bersedialah untuk mengambil sedikit risiko dan ingat untuk selalu merefleksi sesudahnya.
Tidak ada cetak biru untuk proses rancangan pelatihan karena hal ini akan tergantung pada sesuatu seperti lingkup, ukuran dan lamanya kegiatan pelatihan Anda, dan uang serta sumber daya manusia yang tersedia dll. Anda harus membentuk proses. Selama kursus pelatihan ini, satu model rancangan pelatihan akan ditampilkan untuk diadaptasi ke dalam setiap situasi pelatihan yang berbeda. Selama kursus pelatihan ini kita akan secara
sistematis melalui langkah-langkah tersebut dan melengkapi Anda dengan ide-ide dan alat- alat seperti halnya bagaimana mengembangkan masing-masing langkah.
Rancangan kegiatan pelatihan adalah satu ketrampilan yang bisa dipelajari melalui praktek yang dilakukan melalui kursus.
8. Bagikan bahan serahan (hand-out).
KOMENTAR
Sepertinya kebanyakan peserta akan menyarankan sejumlah langkah-langkah yang berhubungan dengan logistik, tetapi hanya sedikit langkah yang berhubungan dengan
pengembangan isi dan proses program pelatihan. Hal ini bisa membawa pada satu diskusi yang hidup mengenai pentingnya semua langkah-langkah dalam persiapan dan pelaksanaan satu program
pelatihan. Diskusi juga bisa diarahkan untuk memahami adanya bagian-bagian yang lebih mudah untuk ditangani daripada yang lain. Hal ini kemudian bisa membawa penjelasan mengenai siklus rancangan pelatihan yang ‘resmi’.
SIKLUS RANCANGAN PELATIHAN Bahan Serahan (Hand-out)
ANALISIS SITUASI
Analisislah masalah yang ingin Anda hadapi dengan program pelatihan
Kumpulkan informasi mengenai konteks tempat
penyelenggaraan dan/atau buatlah asumsi
Analisislah informasinya; cari hubungan sebab dan akibat, poin kekuatan dan
kelemahannya menggunakan alat bantu seperti analisis SWOT atau pohon masalah
PENJAJAGAN KEBUTUHAN PELATIHAN
Jajakilah masyarakat dan hubungannya dengan hutan, organisasi dan pembelajar
Jajakilah organisasi atau kelembagaan tempat pembelajar bekerja
Jajakilah pekerjaan, peran dan tugas pembelajar
Lakukan identifikasi batasan, peluang dan kebutuhan pelatihan berdasarkan 3 penjajagan tersebut
RENCANA UNTUK RANCANGAN ULANG PELATIHAN
Mendiskusikan evaluasi dampak
Kesepakatan mengenai apa yang perlu diadaptasi dan bagaimana
PENERAPAN PELATIHAN
Pengantar mengenai orang, pelatihan, program &
pendekatan
Harapan dan Adaptasi
Penerapan rencana sesi
Pemantauan harian dan adaptasi
Rencana aksi
RANCANGAN PELATIHAN
Tujuan umum
Pendekatan pelatihan
Isi (lingkup dan urutan)
Rancangan sesi:
Tujuan spesifik Metode pelatihan Bahan-bahan Pengaturan Waktu
Rencana aksi PENILAIAN EVALUASI DAN
DAMPAK
PASKA-PELATIHAN
Tindak lanjut
Rencana aksi
Kajian evaluasi peserta
Dokumentasi
PELATIHAN PEMANTAUAN TUJUAN
Pada akhir sesi peserta …
menyadari bahwa pemantauan adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari
bisa menjelaskan paling kurang tiga alasan untuk pemantauan harian dalam satu lingkungan pelatihan
bisa memilih metoda pemantauan partisipatif BAHAN-BAHAN
Fotokopi bahan serahan (hand-out) mengenai umpan balik harian dari sesi mengenai perkenalan umpan balik tim harian
WAKTU
1 jam sampai 1 jam 30 menit LANGKAH-LANGKAH
1. Jelaskan tujuan dan prosedur sesi.
2. Pemanasan: bagi peserta menjadi dua kelompok dan jelaskan bahwa mereka memiliki waktu lima menit untuk menuliskan sebanyak mungkin hal yang kita pantau dalam kehidupan sehari-hari kita.
3. Bahaslah daftar tersebut dengan cepat dan rumuskan dengan mengatakan bahwa pemantauan adalah bagian kehidupan kita untuk tetap bisa mengikuti bagaimana kita melakukan sesuatu dan ke mana kita pergi.
4. Kaitkan hal tersebut dengan satu tatanan (setting) pelatihan. Ajak setiap orang untuk mencurahkan pendapat mengapa, kapan dan apa yang dilakukan dalam pemantauan harian dalam satu tatanan (setting)pelatihan:
Mengapa melakukannya? (untuk memeriksa apakah pelatihan berjalan seperti yang direncanakan, untuk memastikan bahwa wilayah yang memerlukan perbaikan bisa dicapai, untuk mencapai tujuan, dan untuk meningkatkan rasa memiliki di antara peserta)
Mengapa melakukannya setiap hari, dan tidak hanya setiap minggu atau pada akhir suatu kursus?
Apa yang Anda lakukan dengan hasilnya?
Tekankan kenyataan bahwa jika Anda memutuskan untuk memantau setiap hari, Anda juga perlu memasukkannya ke dalam program pada awal dan akhir dari setiap hari dan memiliki fleksibilitas mengenai apa yang dilatihkan dan bagaimana melatihkannya selama melaksanakannya.
5. Refleksikan cara melakukan pemantauan harian selama kursus dan rumuskan metoda dan pendekatan berbeda yang dipergunakan (contohnya apakah hal itu dilakukan sendirian, dalam kelompok kecil atau sebagai satu kelompok pleno; apakah pemantauan ditulis, dijelaskan secara langsung, apakah dilakukan secara interaktif atau dilaksanakan oleh pelatih atau peserta dll.)
6. Bagikan bahan serahan (hand-out) mengenai umpan balik harian, atau mengacu padanya jika bahan serahan (hand-out) sudah diberikan sebelumnya.
MENGEVALUASI PELATIHAN TUJUAN
Pada akhir sesi peserta …
bisa menjelaskan tujuan-tujuan dan tingkat-tingkat yang berbeda dari suatu evaluasi pelatihan
bisa menyebutkan paling kurang lima cara yang tidak konvensional untuk mengevaluasi kegitan pelatihan
telah menyiapkan satu rencana evaluasi untuk pelatihan mereka sendiri BAHAN-BAHAN
1. kertas kertas singkap (flip-chart) dengan tabel untuk latihan kelompok 2. foto kopi bahan serahan (hand-out)
3. sebuah bola yang ringan untuk digilirkan (contohnya gumpalan kertas) WAKTU
1 jam
LANGKAH-LANGKAH
1. Lakukan curah pendapat dengan cepat mengenai apa yang biasanya dievaluasi peserta dalam pelatihan mereka, kapan dan bagaimana mereka melakukannya. Rumuskan hasilnya. Biasanya evaluasi pada akhir pelatihan menggunakan kuisioner yang ditujukan hanya untuk menilai tingkat reaksi.
2. Jelaskan bahwa tujuan dari sesi ini adalah untuk memperluas pikiran mereka mengenai apa, kapan dan bagaimana suatu pelatihan bisa dievaluasi. Tipe latihan evaluasi akan bergantung pada tipe dan tujuan dari sesi pelatihan.
3. Mulai satu diskusi mengenai tujuan suatu pelatihan secara umum dengan menanyakan:
Kapan tanggung jawab kita berakhir – ketika peserta pulang atau setelah mereka kembali ke pekerjaan mereka? Apakah menjadi tujuan kita untuk merubah orang yang sudah dilatih, apakah untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka, apakah untuk memperkuat organisasi, apakah untuk memperbaiki situasi pada tingkat desa, atau apakah untuk mengembangkan kehutanan masyarakat?
4. Kaitkan diskusi ini untuk mengevaluasi dengan menjelaskan bahwa ketika Anda berpikir bahwa tanggung jawab Anda sebagai seorang pelatih sudah berakhir, maka evaluasi Anda juga akan berakhir.
5. Perkenalkan berbagai tingkat evaluasi satu demi satu, mulai dari tingkat yang paling bawah dan berikan satu contoh untuk setiap tingkat (lihat bahan serahan (hand-out)) 6. Bagikan bahan serahan (hand-out) dan undang peserta dalam kelompok mereka untuk
menyiapkan satu rencana evaluasi untuk kursus pelatihan mereka sendiri dengan mengisi satu tabel dengan tiga kolom (kapan/tingkat, bagaimana dan siapa) pada satu kertas singkap (flip-chart). Dorong mereka untuk berpikir mengenai cara untuk mengevaluasi beberapa tingkat yang lebih tinggi yang biasanya tidak mereka cakup.
7. Minta peserta untuk memajang kerja kelompok mereka dan diskusikan hasilnya.
8. Akhiri sesi ini dengan mengatakan bahwa Anda akan mengevaluasi apa yang sudah dipelajari peserta dengan selama sesi ini dengan menggilir satu bola berkeliling. Siapa pun yang menerima bolanya bisa menyebutkan sesuatu yang telah mereka pelajari selama sesi ini.
KOMENTAR
Jika Anda tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit pengalaman mengevaluasi beberapa tingkat yang disebutkan di sini maka katakanlah.
MENGEVALUASI PELATIHAN
Apakah evaluasi pelatihan itu?
Evaluasi pelatihan adalah pengumpulan informasi kualitatif dan kuantitatif secara sistematis yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelatihan.
Mengapa suatu pelatihan harus dievaluasi?
Pandangan yang paling umum mengenai evaluasi adalah bahwa ini adalah tahap terakhir dari siklus rancangan pelatihan. Meskipun demikian, evaluasi pada akhir suatu latihan harus menjadi satu bagian integral dari siklus agar kita bisa memainkan satu peran kunci dalam kontrol kualitas dengan menyediakan umpan balik mengenai:
efektifitas dan pendekatan dan metoda yang digunakan
pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh pelatih dan peserta
apakah kebutuhan awalnya yang telah dilakukan identifikasi pada tingkat desa, organisasional dan peorangan telah dipenuhi.
Apa yang harus dievaluasi dan kapan harus dilakukan?
Kebanyakan latihan evaluasi terutama mengukur kepuasan dan kegembiraan peserta. Meskipun demikian, lakukan penilaian (evaluasi) pada akhir pelatihan harus benar-benar mengukur tujuan pembelajaran yang spesifik. Dengan kata lain, penilaian harus mengukur perubahan dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap daripada sekedar kepuasan atau kegembiraan peserta.
Kebanyakan kegiatan pelatihan hanya dievaluasi pada akhir program pelatihan. Meskipun begitu jika kita ingin mencapai tujuan umum kita (mengembangkan kehutanan masyarakat), kita juga harus mengevaluasi apa yang terjadi setelah pelatihan diselesaikan. Tingkat-tingkat penilaian pelatihan berikut ini bisa dilakukan identifikasi, dihubungkan dengan rantai sebab dan akibat:
TINGKAT-TINGKAT PENILAIAN/EVALUASI PELATIHAN (gambar)
BAHAN SERAHAN
TABEL BERIKUT MEMBERI BEBERAP IDE MENGENAI JENIS INFORMASI APA YANG DIKUMPULKAN DAN PADA TINGKAT YANG MANA DAN BAGAIMANA
TINGKAT/KAPAN
APA BAGAIMANA
Selama pelatihan Kegembiraan
Umpan balik mengenai topik dan metoda tertentu
Mengukur hasil atau perubahan dalam pengetahuan, ketrampilan, sikap
Pemantauan harian atau kegiatan umpan balik
Pengamatan
Penugasan kelompok atau peorangan
Pada akhir pelatihan
Relevansi tujuan pembelajaran keseluruhan
Umpan balik mengenai seluruh topik dan metoda
Konvensional Kuisioner dengan pertanyaan terbuka dan/atau tertutup
Metoda yang lebih kreatif (lihat di bawah)
Di tempat kerja setelah pelatihan
Relevansi pengalaman pelatihan
Pengukuran penggunaan pembelajaran
Pengukuran perubahan perilaku
Penerapan rencana aksi peorangan
Wawancara
Pengamatan
Kuisioner
Efektifitas organisasional
Pengukuran dalam perubahan organisasional
Penerapan rencana atau projek tindakan kolektif
Wawancara dengan
pemberi kerja (juga melalui telepon, email dll.)
Dampak pada tingkat desa
Pengukuran sejauh mana kebutuhan yang telah diidentifikasi oleh masyarakat desa telah dipenuhi
Wawancara dengan penduduk desa
Dampak
keseluruhan dalam pengembangan KF
Menilai bagaimana organisasi yang bekerja sama memberi sumbangan atau dukungan pada pengembangan KF
Hanya bisa dilakukan sebagai bagian dari satu penjajakan dampak yang lebih luas
BAHAN SERAHANBAHAN SERAHANBAHAN SERAHAN
BAHAN SERAHAN
Langkah-langkah dalam perencanaan evaluasi
1. Putuskan mengapa, dan untuk siapa, pelatihan harus dievaluasi.
2. Perjelas apa yang dievaluasi; dalam tingkat dan komponen apa pada tiap tingkat
3. Putuskan informasi apa yang harus dikumpulkan dan dari siapa – peserta, narasumber, pemberi kerja, penduduk desa dll.
4. Pilih metoda-metoda dan teknik-teknik evaluasi yang paling sesuai dengan tujuan dan situasi Anda.
5. Kembangkan dan laksanakan kegiatan evaluasi.
6. Gabungkan dan analisis data Penjajakan Kebutuhan Pelatihan, Pemantauan harian, Rencana Aksi Peserta, Evaluasi Peserta, umpan balik dari pelatih termasuk pengamatan pelatih, umpan balik dari pemberi kerja, umpan balik dari penduduk desa dll.
7. Lakukan tindakan berdasarkan hasil, seperti memperbaiki kegiatan pelatihan, mengembangkan kegiatan atau pendekatan baru, dan mengembangkan kegiatan lanjutan dan dukungan yang diperlukan.
Ide-ide untuk metoda-metoda dan teknik-teknik evaluasi yang tidak konvensional pada akhir program pelatihan
Ide-ide berikut dapat melengkapi pendekatan yang lebih formal untuk evaluasi seperti kuesioner. Seperti halnya rancangan penelitian yang baik dilengkapi dengan metoda-metoda yang berbeda untuk mengkaji dan membuktikan suatu situasi, evaluasi pelatihan yang baik harus dilengkapi dengan beragam teknik-teknik penjajakan.
Pendekatan-pendekatan alternatif untuk mengevaluasi berikut ini hanya sedikit menggunakan tulisan dan lebih banyak menggunakan ungkapan kreatif. Banyak juga yang menggunakan beberapa bentuk kesenian agar memungkinkan bagi peorangan dan kelompok untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan mereka. Pendekatan semacam itu menghasilkan data, yang kompleks, subtil, ekspresif dan menggugah.
Dalam evaluasi yang konvesional, biasanya kelompok dan peorangan sering menjawab satu pertanyaan langsung dan mungkin hanya mengatakan apa yang ingin didengar oleh pelatih.
Semakin tidak langsung pendekatan yang digunakan, melalui ungkapan kreatif, maka akan menghasilkan informasi yang lebih kaya, lebih dalam, lebih jujur dan lengkap.
Kolase Evaluasi
Menggunakan koran, majalah, lukisan, dan/atau obyek-obyek, kelompok-kelompok menciptakan kolase untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan mereka mengenai satu pertanyaan evaluasi, yang diajukan pelatih. Contohnya: Apa yang paling berguna mengenai pelatihan yang telah Anda capai?
Mural Evaluasi
Menggunakan simbol-simbol, anggota-anggota kelompok menciptakan satu mural yang mewakili perasaan dan pemikiran kolektif mereka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan, apa yang mereka rasakan mengenai kursus pelatihan dan pendekatan- pendekatan yang mereka gunakan selama program pelatihan. Mural harus hanya menjawab satu pertanyaan.
Metafor untuk menggambarkan pembelajaran dan/atau perubahan
Kelompok-kelompok atau peorangan bisa memilih satu objek (baik dari objek yang disediakan, atau satu gambar dari imajinasi mereka sendiri) dan menggunakan objek ini sebagai metafor untuk menggambarkan aspek tertentu untuk dievaluasi. Contohnya, peserta bisa diminta untuk memilih satu tanaman dan menjelaskan bagaimana pengalaman mereka dalam kursus pelatihan seperti tanaman tersebut. Mereka boleh berbicara bagaimana tanaman berbunga, atau mungkin menjelaskan tentang bagaimana tanaman mati karena pemupukan yang tidak cukup. Pelatih kemudian bisa mengajukan pertanyaan berhubungan dengan apa yang dikatakan peserta.
Pencapaian rentang-waktu (time-line)
Rentang-waktu mungkin membantu menunjukkan bagaimana pembelajaran bisa diibaratkan seperti sekoci yang timbul tenggelema (dan mengapa) dengan berlalunya waktu. Peorangan bisa menciptakan satu rentang-waktu yang menunjukkan kegiatan yang penting, terutama dalam pengertian apa yang dipelajari selama kursus pelatihan. Mereka bisa saja melengkapi rentang waktu ini dengan simbol-simbol. Rentang-waktu harus naik, turun, menurun dan berbelok, untuk menggambarkan perubahan yang terjadi.
Menandai bagian diri yang telah berubah
Minta peserta untuk membuat gambar sederhana seseorang pada satu atau dua kertas singkap (flip-chart), kemudian tandai bagian dirinya yang telah berubah. Contohnya, mungkin jika mereka lebih menyimak sekarang mereka bisa menggambar kuping yang lebih lebar, berwarna cerah, dll). Mungkin mereka memiliki pemahaman baru mengenai sesuatu atau telah belajar satu konsep baru. Karena itu mereka akan menonjolkan atau menandai otak dan mendaftar atau mengatakan perubahan apa saja yang telah terjadi.
Menggunakan berbagai bentuk ungkapan kreatif (lukisan, musik, tarian, drama, permainan peran, kolase, objek temuan, wayang)
Minta peserta untuk mengungkapkan perasaan-perasaan dan ide-ide mereka mengenai satu pertanyaan menggunakan bentuk-bentuk biasa dan yang bisa diterima secara kultural dari ungkapan kreatif. Fasilitator harus memutuskan sebelumnya apakah kelompok akan membuat kolase, atau mengembangkan dan menampilkan satu drama dll. Satu pertanyaan yang mungkin dijawab menggunakan ungkapan kreatif adalah: Bagaimana pelatihan telah mempengaruhi Anda?
‘Pelatih Yth’: minta peserta untuk menulis sebuah surat untuk Anda
Pada awal kegiatan pelatihan, undang setiap peserta secara peorangan untuk menulis surat informal untuk memberi umpan balik mengenai pelatihan. Anda bisa memutuskan untuk meminta umpan balik mengenai aspek tertentu dari kegiatan pelatihan atau membiarkannya terbuka. Pada hari terakhir Anda bisa menjelaskan ringkasan surat-surat disertai dengan tanggapan Anda terhadap umpan balik dan saran mereka. Apa yang tidak jelas dalam surat selalu bisa ditanyakan kemudian secara peorangan. Metoda ini sering menghasilkan umpan balik yang bernilai karena orang mengungkapkan dirinya secara lebih terbuka dalam satu surat daripada mereka harus mengucapkannya secara langsung atau melalui kuisioner.
Metoda-metoda yang digunakan untuk pemantauan harian bisa juga digunakan untuk melengkapi evaluasi pada akhir program pelatihan seperti roda evaluasi, dan mengkaji dan mengurutkan penyelesaian tujuan-tujuan pembelajaran, dll.