topik-topik atau tujuan, dan lalu mulai melihat pada satu minggu, dan kemudian pada satu hari, dan kemudian pada jam.
CATATAN
*Jika waktu yang tersedia sangat terbatas, maka utamakan pelatihan hanya sampai pada pertanyaan ketiga. Selanjutnya Anda dapat meneruskan proses diskusi tentang alur pelatihan yang kurang detail dengan menggunakan kertas tempel.
Pastikan bahwa orang mengingat kembali strategi pelatihan dan PKP/TNA selama latihan. Rangsang lagi dan tantang mereka untuk berpikir kreatif.
Mengembangkan agenda Pelatih Bahan
Serahan
Mengapa peduli?
Tujuan agenda pelatih adalah untuk membuat satu ‘rencana utama’ atau master plan. Agenda pelatih adalah alat yang sangat praktis karena Anda akan memiliki gambaran yang jelas, sehingga memungkinkan Anda untuk:
memeriksa apakah pelatihan memiliki satu alur logis dalam periode minggu dan hari
memeriksa apakah tujuan pelatihan tercapai dalam waktu yang disediakan
Menilai variasi metoda pelatihan
menilai apakah pembagian waktu sesi-sesi cukup layak atau tidak
berbagi rancangan Anda dengan kelompok inti, menerima umpan balik dan meningkatkannya
berbagi rancangan dengan co-trainer/pelatih pendamping dan narasumber, sehingga mereka bisa menyiapkan diri dengan lebih baik.
Apakah agenda pelatih?
Agenda pelatih bisa dibuat sangat detail, dengan menyertakan tujuan dari setiap sesi, dan hanya digunakan untuk pelatih. Satu contoh agenda pelatih disertakan dalam bahan serahan ini. Peserta akan menerima agenda yang kurang detail. Agenda peserta berjalan paralel dengan agenda pelatih, tetapi terbatas kepada topik-topik umum dan perkiraan alokasi waktu agar memungkinkan fleksibilitas.
Satu agenda pelatih yang dirancang baik harus:
Bertujuan untuk mencapai tujuan pelatihan atau sesuai dengan keperluan pelatihan yang sudah teridentifikasi
Mengikuti satu siklus pembelajaran logis, baik dalam agenda keseluruhan maupun dalam setiap sesi
Menggunakan satu variasi metoda dan teknik pelatihan partisipatif
Layak untuk dicapai, baik dari segi waktu maupun ketersediaan sumber daya
Cukup fleksibel untuk mengakomodasi keperluan spesifik, atau perubahan yang diperlukan berdasarkan umpan balik harian
Menyediakan cukup waktu untuk membuka dan menutup setiap hari, untuk mengingatkan, untuk menyegarkan, untuk merumuskan, mengaitkan dan menyediakan kesempatan untuk umpan balik harian.
Semua informasi dari langkah-langkah sebelumnya harus dijadikan pertimbangan – siapa peserta saya, apa yang mereka perlukan, apakah tersedia sumber daya, dll. Berdasarkan informasi ini satu agenda pelatih bisa dikembangkan.
Mengapa merancang satu agenda pelatih sangat menantang?
Merancang harus menjadi tugas paling menantang dalam siklus pelatihan. Tetapi banyak pelatih tidak mengetahui di mana harus mulai, bagaimana berproses atau tidak merasa perlu untuk merancang pengalaman pembelajaran yang efektif.
Fase perancangan siklus pelatihan menantang, karena memerlukan:
pengetahuan mengenai berbagai pilihan rancangan yang tersedia;
ketrampilan dalam menggunakannya;
kreatifitas dalam memanipulasi berbagai pilihan untuk memperkuat keterlibatan peserta dan membuat proses pembelajaran yang efektif
untuk melihat gambaran keseluruhan sambil menangani detail setiap momen pembelajaran
kepercayaan diri yang memungkinkan Anda untuk kreatif dan berani mengambil risiko
fleksibilitas dan terbuka untuk melakukan perubahan jika terjadi sesuatu di luar rencana, atau jika muncul satu kesempatan yang lebih baik pada saat pelatihan berlangsung.
Pembelajaran adalah pengalaman organik – bukannya satu pelatihan mekanis yang sulit untuk direncanakan. Seperti pohon, pembelajaran berakar di tempat-tempat yang paling asing dan kadang-kadang menghasilkan buah yang mengejutkan. Mungkin itulah sebabnya mengapa pelatihan itu menarik dan, pada saat yang sama melelahkan – dan itulah mengapa fase perancangan sangat menantang.
Salah satu tugas dalam menyusun agenda pelatih adalah mengurutkan acara
pembelajaran. Proses mengurutkan acara pembelajaran ini merupakan campuran dari berbagai komponen, dimana sebagian adalah logika, sebagian pengalaman, sebagian intuisi dan sebagian akal sehat yang baik. Mengurutkan, atau memutuskan apa yang muncul selanjutnya, merupakan kepedulian mikro maupun makro. Agenda pelatih adalah alat untuk bekerja dari makro turun ke tingkat mikro.
Bagaimana mengembangkan satu agenda pelatih?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada banyak jalan pembelajaran dan karenanya ada banyak cara untuk mengurutkan agenda pembelajaran, yang belum tentu terbaik bagi setiap pembelajar. Setiap pembelajar mempunyai caranya sendiri-sendiri. Berikut ini adalah pendekatan yang disarankan;
1. Prioritaskan dan pilih keperluan pelatihan. Suatu rancangan akan memiliki risiko tertinggi apabila program dirancang terlalu padat. Karenanya sangat penting untuk membedakan antara apa yang pembelajar:
Apa yang pembelajar harus pahami atau harus kuasai
Apa yang pembelajar bisa pahami atau kuasai
Apa yang pembelajar mampu pahami atau kuasai
Segala sesuatu yang harus diketahui atau dikuasai oleh pembelajar harus disertakan dalam pelatihan Anda. Sedangkan untuk hal-hal yang bisa pembelajar pahami atau bisa kuasai, boleh disertakan beberapa saja. Sedangkan untuk hal-hal yang
pembelajar mampu pahami atau mampu kuasai, boleh disertakan lebih sedikit lagi.
2. Setelah memilih, Anda harus mulai mengurutkan topik-topik berdasarkan waktu yang tersedia. Satu cara mengurutkan adalah dengan menemukan kerangka utama dari alur keseluruhan pelatihan Anda. Satu kerangka utama akan membantu Anda untuk
merancang satu alur logis dan membantu Anda untuk mengaitkan sesi-sesi selama penerapannya. Selain itu, bagi pembelajar, kerangka utama akan membantu untuk membangun pengetahuan dan keterampilan berdasarkan apa yang mereka pelajari dari hari ke hari. Pendekatan pengurutan yang biasa dilakukan adalah:
dari umum ke spesifik
dari kongkrit ke abstrak
dari yang diketahui ke yang tidak diketahui
dari sederhana ke yang lebih kompleks
mengikuti satu organisasi atau proses logis yang sudah ada; sebagai contoh adalah siklus perencanaan projek
mengikuti aturan penampilan pekerjaan; sebagai contoh membuat satu pembibitan.
3. Bagi topik-topik mengikuti alur umum berdasarkan waktu yang disediakan untuk pelatihan. Sebagai contoh jika itu adalah pelatihan tiga minggu, bagi topik-topik selama tiga minggu dengan cara yang logis. Kemudian bagi topik-topik berdasarkan hari dalam setiap minggu, sampai akhirnya bagi topik-topik dalam setiap hari menjadi sesi-sesi.
4. Tulis waktu, topik-topik, tujuan dan bahan-bahan untuk setiap sesi dalam satu agenda pelatih.
5. Ulas dan lebih baik lagi diskusikan agenda pelatih pertama Anda untuk memastikan bahwa:
Programnya tidak berlebihan
Mempertimbangkan hari dan minggu pelatihan: periode istirahat setelah makan siang, hari keempat dalam minggu, perasaan Jumat sore dll.
Kesempatan untuk humor dan bergembira disertakan seperti icebreakers, pembuka, kesenian, musik, teka-teki, permainan dan pergerakan.
Aktifitas yang lebih ‘mengancam’ (permainan peran, fish bowls, dan tipe-tipe energizers tertentu) jangan diletakkan di awal program.
Dukungan bahan untuk setiap sesi, seperti lembar kerja, instrumens, dan quiz untuk memeriksa pemahaman.
Ringkasnya, perancangan satu program pelatihan adalah dasar dari efektifitas program. Ini seperti rencana seorang arsitek untuk membangun sebuah rumah.
Itulah sebabnya mengapa rancangan setiap aktifitas pelatihan memerlukan perhatian.