BAB VII SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Diharapkan agar dapat mengikutsertakan variabel lain yang diduga berhubungan dengan kelelahan kerja pengemudi yang tidak diteliti
115
pada penelitian ini, misalnya status kesehatan, faktor lingkungan (suhu, kebisingan, getaran, pencahayaan, dll), posisi kerja, atau sikap kerja pengemudi, dan lain sebagainya.
b. Diharapkan agar melakukan penelitian lebih mendalam, khususnya untuk variabel yang tidak berhubungan dalam penelitian ini, seperti umur, waktu istirahat, dan beban kerja fisik.
c. Diharapkan agar melakukan pengukuran denyut nadi pemulihan pada saat selesai bekerja agar tidak terjadi bias pada hasil pengukurannya.
d. Diharapkan agar melakukan penelitian mengenai durasi mengemudi dan waktu istirahat dengan menggunakan data asli dari perusahaan, sehingga mendapatkan data yang akurat dan sesuai dengan kondisi yang ada.
116
DAFTAR PUSTAKA
Adytama, S., & Muliawan, P. (2020). Kelelahan Kerja dan Determinan Pada Pengemudi Minibus Antar Provinsi Jawa-Bali Tahun 2019. Arc. Com. Health, 7(2), 107–118.
Alfaridah, & Febriyanto, K. (2022). Hubungan Stress Kerja dengan Keluhan Low Back Pain Pada Operator Alat Berat. Borneo Student Research, 3(2), 1979–
1985.
Amaliyah, C., & Ramdhan, D. H. (2021). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Fatigue Pada Masinis PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 3 Cirebon. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, 4–10.
Anund, A., Ihlström, J., Fors, C., Kecklund, G., & Filtness, A. (2016). Factors associated with self-reported driver sleepiness and incidents in city bus drivers.
Industrial Health, 54(4), 337–346. https://doi.org/10.2486/indhealth.2015- 0217
Ardiansyah. (2015). Manajemen Transportasi Dalam Kajian dan Teori. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian :Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Arini, S. Y., & Dwiyanti, E. (2017). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Kelelahan Kerja Pada Pengumpul Tol Di Perusahaan Pengembang Jalan Tol Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(2), 113. https://doi.org/10.20473/ijosh.v4i2.2015.113-122
Astuti, R. P., & Modjo, R. (2014). Hubungan Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Kelelahan pada Pengemudi Bus Transjakarta Koridor 9 Tahun 2014.
Jurnal Kesehatan Masyarakat., 2(4), 290–298.
Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Transportasi Darat.
Beaulieu JK. (2005). The issues of fatigue and working time in the road transport sector. International Labor Offi.
Belia, R. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Bus Primajasa Trayek Balaraja–Kampung Rambutan Tahun 2018.
Esa Unggul. https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate- 12149-MANUSKRIP.Image.Marked.pdf
Bridger, R. S. (2003). Introduction to Ergonomics (2nd ed.). Taylor & Francis.
Budiawan, W., Prastawa, H., Kusumaningsari, A., & Sari, D. N. (2016). Pengaruh Monoton, Kualitas Tidur, Psikofisiologi, Distraksi, Dan Kelelahan Kerja Terhadap Tingkat Kewaspadaan. Jurnal Teknik Industri, 11(1), 37–44.
https://doi.org/10.12777/jati.11.1.37-44
Budiawan, W., Sriyanto, S., & Hermanda, I. (2017). Pengaruh Distraksi Dan
117
Kualitas Tidur Terhadap Tingkat Kewaspadaan Pengemudi BRT Koridor I (Mangkang – Penggaron). J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri, 12(1), 43.
https://doi.org/10.14710/jati.12.1.43-48
Bunga, S., Amirudin, H., Situngkir, D., & Wahidin, M. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kesehatan Lapangan Dompet Dhuafa Pada Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 40–52.
Buysse, D. J., III, C. F. R., Monk, T. H., Berman, S. R., & Kupfer, D. J. (1989). The Pittsburgh Sleep Quality Index : A New Instrument for Psychiatric Practice and Research. Pshychiatry Research, 28, 193–123.
Carlos, D., Yasnani, Y., & Afa, J. (2016). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pengemudi Truk Tangki Di Terminal Bbm Pt. Pertamina (Persero) Kec. Latambaga Kab. Kolaka Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 1(4), 185972.
CARRS. (2020). Sleepiness and fatigue. https://research.qut.edu.au/carrsq/wp- content/uploads/sites/296/2020/12/Sleepiness-and-fatigue.pdf
Dawson, D., Searle, A. K., & Paterson, J. L. (2014). Look before you (s)leep:
Evaluating the use of fatigue detection technologies within a fatigue risk management system for the road transport industry. Sleep Medicine Reviews, 18(2), 141–152. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2013.03.003
Dewi, A. A. I., Wahyuni, N., Andayani, N. L., & Griadhi, I. P. A. (2020). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Usia Lanjut di Desa Sumerta Kelod. Majalah Ilmiah Fisioteratpi, 8(2), 57–62.
Deza-Becerra, F., Rey de Castro, J., Gonzales-Gonzales, C., León-Jiménez, F. E., Osada-Liy, J., & Rosales-Mayor, E. (2017). Sleep habits, fatigue, and sleepiness in Chiclayo-Peru’s bus drivers. Sleep and Breathing, 21(3), 745–
749. https://doi.org/10.1007/s11325-017-1502-9
Dhamayanti, M., Faisal, F., & Maghfirah, E. C. (2019). Hubungan Kualitas Tidur dan Masalah Mental Emosional pada Remaja Sekolah Menengah. Sari Pediatri, 20(5), 283. https://doi.org/10.14238/sp20.5.2019.283-8
Dimkatni, N. W., Sumampouw, O. J., & Manampiring, A. E. (2020). Apakah Beban Kerja, Stres Kerja dan Kualitas Tidur Mempengaruhi Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit? Ni. Sam Ratulangi Journal Of Public Health, 1(March), 1–8. http://biokristi.sabda.org/sam_ratulangi
Erwani, D. (2017). Pengukuran Beban Kerja Mental Terhadap Pengaruh Kelelahan Pengemudi Bus Antar Kota Dalam Provinsi Trayek Pontianak
Tujuan Putussibau.
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jtinUNTAN/article/view/42567
Fadel, M., Muis, M., & S.Russeng, S. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pengemudi Pengangkutan BBM di TBBM PT. Peramina
118
Pare Pare.
Febrianti, A., Yassierli, Y., & Mahachandra, M. (2016). Evaluasi Tingkat Kelelahan pada Pengemudi Bus di Kota Bandung. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 5(2), 118. https://doi.org/10.26593/jrsi.v5i2.2213.118-127
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS19.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.
Golinko, V., Cheberyachko, S., Deryugin, O., Tretyak, O., & Dusmatova, O.
(2020). Assessment of the Risks of Occupational Diseases of the Passenger Bus Drivers. Safety and Health at Work, 11(4), 543–549.
https://doi.org/10.1016/j.shaw.2020.07.005
Gurdani Yogisutanti. (2015). Lama Tidur Dan Akumulasi Kelelahan Kerja (Accumulated Fatigue) Pada Dosen. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 59–
64. Goegle
Gurusinga, D., Camelia, A., & Purba, I. G. (2015). Analysis Factors Associated With Fatigue in Operators of Sugar Factory in Pt.Pn Vii Cinta Manis 2013.
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 6(2), 83–91.
Hasanah, L., Saftarina, F., & Wintoko, R. (2013). Overview Shift Work and of Sleep Patterns Distrubance Installation Patterns In Ward Nurse In Abdul Moeloek Hospital Bandar Lampung. Medical Faculty of Lampung University.
Hastono, S. P. (2018). Analisis Data Pada Bidang Kesehatan. Rajawali Press.
Hermawan, B., Soebijanto, S., & Haryono, W. (2017). Sikap dan beban kerja, dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(4), 213. https://doi.org/10.22146/bkm.16865 Hidayat, A. A. (2012). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Salemba Medika.
Hikmah, I. N. (2020). Tingkat Kebugaran dan Kelelahan Kerja Terhadap Kejadian Kecelakaan pada Pengemudi Bus. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94.
Ihsan, T., & Salami, I. R. S. (2014). Hubungan Antara Shift Kerja dengan Tingkatan Kelelahan Kerja pada Pekerja di Pabrik Perakitan Mobil Indonesia. Tesis Program Studi Teknik Lingkungan FTSL-ITB, 1–4.
Iridiastadi, H. (2021). Fatigue in the Indonesian rail industry: A study examining passenger train drivers. Applied Ergonomics, 92.
Juliatara, B., Desrianty, A., & Yuniar. (2015). Analisis Tingkat Kelelahan dan Kantuk Pada Pengemudi Bus X Berdasarkan Metode Objektif dan Subjektif.
Jurnal Online Institur Teknologi Nasional, 03(04), 158–169.Jus’at, I. (2019).
Pengolahan Data: Penelitian Kesehatan dan Gizi. Salemba Medika.
Kemenkes RI. (2018). Klasifikasi Obesitas setelah pengukuran IMT.
119
Kemenkes RI. (2019). Tabel Batas Ambang indeks Massa tubuh (IMT). P2PTM Kemenkes RI. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/tabel- batas-ambang-indeks-massa-tubuh-imt
Kholid, A. (2018). Kajian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Pengemudi Saat Mudik. Indonesian Journal of Nursing Research, 1(1), 10–
19.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2020). Statistik KNKT Investigasi Kecelakaan Transportasi Tahun 2020.
Kristanto, A. (2013). Kajian Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pengemudi Truk Trailer Di PT AMI TH 2012. Universitas Indonesia.
Kurniawan, M. A. D., Hamid, D., & Utami, H. N. (2014). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan Studi Pada Pt. Prudential Life Assurance. Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 16(1), 84827.
Kuswana, W. S. (2014). Ergonomi Dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. PT.
Remaja Rosdakarya.
LA’BI, R. R. R. (2017). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Supir Bus Trayek Makassar-Toraja Tahun 2017. Universitas Hasanuddin.
Laksono, A. Y. I., Sarjana, W., & Hadiati, T. (2018). Pengaruh Pemberian Musik Ber-Genre Ambient Terhadap Kualitas Tidur. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 7(1), 11–25.
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/19337
Lerman, S. E., Eskin, E., J.Flower, D., George, E. C., Gerson, B., Hartenbaum, N., Hursh, S. R., & Moore-Ede, M. (2012). Fatigue Risk Management in the Workplace. Journal of occupational and environmental medicine / American College of Occupational and Environmental Medicine, 54(2).
https://doi.org/10.1097/JOM.0b013e318247a3b0
Lumba, P., & Rismalinda. (2015). Strategi Mengurangi Faktor Kelelahan Pada Pengemudi Bus Untuk Perjalanan Antar Kota Antar Propinsi. Jurnal Ilmiah Aptek (Aplikasi Teknologi), 7(2).
MacHin, M. A., & Hoare, P. N. (2008). The role of workload and driver coping styles in predicting bus drivers’ need for recovery, positive and negative affect, and physical symptoms. Anxiety, Stress and Coping, 21(4), 359–375.
https://doi.org/10.1080/10615800701766049
Marsaid, M. Hidayat, A. (2013). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas pada Kendaraan Bermotor di Wilayah Polres Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Keperawatan, 1(2), 98–112.Martha, A. R. A.
(2016). Beban Kerja Mental, Shift Kerja, Hubungan Interpersonal Dan Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Intensif di RSD dr. Soebandi Jember.
120
Universitas Jember.
Maurits, D. L. S. K. (2011). Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Amara Books.
Maurits, L. S., & Widodo, I. D. (2008). Faktor dan Penjadualan Shift Kerja.
Teknoin, 13(2), 18–22. https://doi.org/10.20885/teknoin.vol13.iss2.art4 Maynard, S., Filtness, A., Miller, K., & Pilkington-Cheney, F. (2021). Bus driver
fatigue: A qualitative study of drivers in London. Applied Ergonomics.
Melissa, T., & Dwiyanti, E. (2018). Gambaran Kelelahan Kerja Subjektif Pada Operator Mesin Produksi Pakan Ikan. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(2), 191. https://doi.org/10.20473/ijosh.v7i2.2018.191- 199
Minarna, F. M. H., & Paskarini, I. (2018). Hubungan Antara Faktor Individu dan Beban Kerja Mental Dengan Keluhan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Haul Dumptruck. Journal of Community Mental Health And Public Policy, 1(1), 1–
7.
Montoro, L., Useche, S., Alonso, F., & Cendales, B. (2018). Work environment, stress, and driving anger: A structural equation model for predicting traffic sanctions of public transport drivers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(3). https://doi.org/10.3390/ijerph15030497 Muslimah, E., Nandhiroh, S., & Akriyanto, L. A. (2015). Evaluasi Beban Kerja
Fisik Dan Mental Pengemudi Bus Akdp Rute Solo-Semarang. Jurnal Seminar Nasional IENACO, 1988, 172–178.
National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). (2014). Evaluation of Heat Stress, Heat Strain, and Rhabdomyolysis in Park Employees.
National Sleep Foundation. (2021). Sleep Deprivation.
https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation
Ningsih, R. W., & Hakim, A. A. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain dan Upaya Penanganan Pada Pasien Ashuma Therapi Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(1), 75–84.
Notoatmodjo Soekidjo. (2006). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Nurlaelah, M. (2016). Faktor risiko kejadian retensio plasenta di rumah sakit umum daerah lanto daeng pasewang kabupaten jeneponto tahun 2014. Jurnal Ilmiah Media Bidan, 1(02), 85–96.
Occupational Safety and Health. (2003). Healty Work, Managing stress and fatigue in the workplace. Departemen of Labour.
Okitasari, H., & Pujotomo, D. (2018). Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa TLX Pada Divisi Distribusi Produk PT. Paragon Technology And Innovation.
121
Paat, D. F., Rattu, J. A. M., & Joseph, W. B. S. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Angkutan Kota Trayek Teling Di Kota Manado. 1–10.
Patandung, L. N., & Widowati, E. (2022). Indeks Massa Tubuh, Kelelahan Kerja, Beban Kerja Fisik dengan Keluhan Gangguan Muskuloskeletal. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(1), 126–135.
Paxion, J., Galy, E., Berthelon, C., & Blaha, L. M. (2014). Mental workload and driving. 5(December), 1–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.01344 Prakoso, D. I., Setyaningsih, Y., & Kurniawan, B. (2018). Hubungan Karakteristik
Individu, Beban Kerja, Dan Kualitas Tidur Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kependidikan Di Institusi Kependidikan X. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(2), 88–93.
Prastuti, T. N., & Martiana, T. (2017). Analisis Karakteristik Individu Dengan Keluhan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Taksi Di Rungkut Surabaya. The Indonesian Journal of Public Health, 12(1), 64.
https://doi.org/10.20473/ijph.v12i1.2017.64-74
Pratiwi, A. Y., Suryani, D., Sunarji, & Hendrawan, A. (2018). Kelelahan Dan Kesehatan Kerja Nelayan Tahun 2018. Kelelahan Dan Kesehatan Kerja Nelayan Tahun 2018, 2(2).
Pratiwi, I., Muslimah, E., & Mustafa, W. (2011). Analisis beban kerja fisik dan mental pada pengemudi bus Damri di Perusahaan Umum Damri Ubk Surakarta Dengan Metode Subjective Workload Assessment Technique ( Swat ). Universitas Muhammadiyah SurakartaSeminar Nasional Sains dan Teknologi ke-2, March, 18–23.
Pratomo, B. R., & Puspitasari, N. B. (2014). Analisis Penyebab Kelelahan Operator Haul Dumptruck (HD) (Studi Kasus di PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan). Industrial Engineering Online Journal, 3.
https://doi.org/10.3390/app9132584
Purwanto, E., Hidayat, H., & Pranoto, E. (2018). Tingkat Kelelahan (Fatigue) Pada Pengemudi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Dan Trans Jateng.
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety), 5(2), 53–64. https://doi.org/10.46447/ktj.v5i2.49
Purwanto, S. (2016). Hubungan antara Intensitas Menjalankan Dzikir Nafas dengan Latensi Tidur. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 32.
https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.3713
Puspitasari, N. (2018). Faktor kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. Higeia journal of puplic health research and development, 2(2), 249–259.
Putra, R. N. G., Nugraha, A. E., & Herwanto, D. (2021). Analisis Pengaruh Intensitas Pencahayaan Terhadap Kelelahan Mata Pekerja. Jurnal Teknika, 15(1), 81–97. https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/teknika/article/view/3334
122
Rachman, I., Septiyanti, & Mahmud, N. U. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Pengangkut Semen Curah PT.Prima Karya Manunggal (PKM) Kab.Pangkep. Window of Public Health Journal, 2(4), 1498–1506. https://doi.org/10.33096/woph.v2i4.791
Riadyani, A. P., & Herbawani, C. K. (2022). Systematic Review Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Kelelahan Mata Pekerja. Jurnal Kesehatan
Masyarakat (e-Journal), 10(4), 167–171.
https://doi.org/10.14710/jkm.v10i2.32475
Rinawati, S., & Astuti, W. (2017). Hubungan Tekanan Panas Dengan Kelelahan Dan Tekanan Darah Pada Pekerja Kerajinan Tembaga Wirun. Prosiding - Semnas & Call for Papers, ISBN:978-602-361-069-3, 41–45.
Salsabila, M. M., Setyawan, H., & Narendra, A. A. A. K. E. (2022). Hubungan Durasi Mengemudi dan Kualitas Tidur dengan Produktivitas Kerja AMT PT Pertamina Patra Niaga TBBM Boyolali. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 583–589.
Santos, J. A., & Lu, J. L. (2016). Occupational safety conditions of bus drivers in Metro Manila, the Philippines. International Journal of Occupational Safety
and Ergonomics, 22(4), 508–513.
https://doi.org/10.1080/10803548.2016.1151700
Saputra, A. E., & Hartono, B. (2020). Hubungan Antara Usia, Berat Badan dan Beban Kerja Terhadap Kejadian Kelelahan Kerja Pada Sopir Angkutan Kota (Angkot) di Depok Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Kartika, 15(3), 28–39.
Saputro, N. S., Budiawan, W., & Sriyanto. (2016). Analisis Perbedaan Shift Kerja Terhadap Beban Kerja Mental, Beban Kerja Fisik, Kualitas Tidur, Dan Tingkat Kewaspadaan Pada Supir Travel PO. Nusantara. Teknik Industri,Universitas Diponegoro, 1–8.
Setiawan, B., Fauzan, A., & Norfai. (2020). Tingkat Kelelahan Kerja Pada Driver Dump Truck Ditinjau Dari Aspek Masa Kerja Dan Usia Di Pt Hasnur Riung Sinergi Site Pt Bhumi Rantau Energi Tahun 2019. Medical Technology and
Public Health Journal, 4(2), 134–145.
https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.1633
Setiawan, D., & Prasetyo, H. (2015). Metologi Penelitian Kesehatan untuk Mahasiswa Kesehatan (1 ed.). Graha Ilmu.
Setyowati, D. L., Shaluhiyah, Z., & Widjasena, B. (2014). Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel. Kesmas: National Public Health Journal, 8(8), 386. https://doi.org/10.21109/kesmas.v8i8.409
Siahaan, H. D., & Pramestari, D. (2021). Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode Rating Scale Mental Effort ( Rsme ) Dan Modified Cooper Harper (MCH) di PT. Bank X. Ikra-Ith Teknologi, 5(2), 6–16. https://journals.upi- yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/download/933/724/
123
Sriyanto, F. H., & Arvianto, A. (2018). Pengemmbangan Aplikasi Untuk Menghitung SWAT dengan Metode Participaory Design ( PD ). Jurnal Teknik Industri.
Sucipto, C. D. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Gosyen Publishing.
Suma’mur. (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). CV Sagung Seto.
Sunaryo. (2014). Ergonomi dan K3. PT Remaja Rosdakarya.
Syahlefi, M. R., Sinaga, M. M., & Salmah, U. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pengemudi Bus di CV. Makmur Medan Tahun 2014.
Tarwaka. (2010). Ergonomi Industri, Dasar Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Harapan Press Solo.
Tarwaka. (2014). Ergonomi Industri. Harapan Press Solo.
Tarwaka, HA, B. S., & Sudiadjeng. (2004). Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. UNIBA PRESS.
Umyati, A., Harry Yadi, Y., & Setia Norma Sandi, E. (2015). Pengukuran Kelelahan Kerja Pengemudi Bis Dengan Aspek Fisiologis Kerja Dan Metode Industrial Fatique Research Committee (Ifrc). Seminar Nasional IENACO, 163–171.
Wahyuni, D., & Indriyani, I. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Antam Tbk. UBPP Logam Mulia. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(1), 73–79.
https://doi.org/10.37012/jik.v11i1.70
WHO. (2021). Road traffic injuries. https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/road-traffic-injuries
Wianta, I. G. B. N. A. R. P., & Sutiari, N. K. (2022). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kelelahan Subjektif Pada Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Di Masa Pandemi COVID-19. Arc. Com. Health, 9(1), 143–
149.
Wicaksono, D. W. (2019). Analisis Faktor Dominan Yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.
Fundamental and Management Nursing Journal, 1(1), 46.
https://doi.org/10.20473/fmnj.v1i1.12131
Williamson, A. M., Feyer, A. M., & Friswell, R. (1996). The Impact of Work Practices on Fatigue in Long Distance Truck Drivers. Accid Anal Prev, 28(6), 709–719. https://doi.org/10.1016/s0001-4575(96)00044-9
Winurini, S. (2015). Analisis Beban Kerja Pengemudi Antar Jemput Pegawai Dengan Metode NASA TLX (Studi Kasus Sekretariat Jenderal DPR RI).
124
Jurnal Aspirasi, 6(2), 132–144.
Wulanyani, N. M. S. (2013). Tantangan dalam Mengungkap Beban Kerja Mental.
Buletin Psikologi, 21(2), 80–89.
Yusuf, M. (2013). Pengaruh Kebisingan Terhadap Waktu Penyelesaian Pekerjaan Operator. Seminar Nasional IENACO, 40–47.
Zetli, S. (2018). Pengukuran Kelelahan Kerja Pada Sopir Angkutan Umum Dalam Upaya Mengetahui Faktor Kecelakaan Transportasi Umum Di Kota Batam.
Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 4(1), 11–17.
Zhang, G., Yau, K. K. W., Zhang, X., & Li, Y. (2016). Traffic accidents involving fatigue driving and their extent of casualties. Accident Analysis and Prevention, 87, 34–42. https://doi.org/10.1016/j.aap.2015.10.033
Zuraida, R. (2015). Fatigue Risk Of Long-Distance Driver As The Impact Of The Duration Of Work. Comtech, 6(3), 319–328.
125
LAMPIRAN Lampiran 1. Kuesioner Penelitian
LEMBAR PERSETUJUAN INFORMAN PENELITIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN KERJA PENGEMUDI BUS DI PT X TAHUN 2022
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Perkenalkan saya Rifa Salma Kamila, mahasiswa semester 8 yang Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sedang melakukan penelitian mengenai “Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Bus di PT X Tahun 2022”. Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan pengisian kuesioner kepada informan, pengukuran denyut nadi dan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Informasi dari informan sangat penting sebagai pembelajaran dan upaya perbaikan kedepannya, oleh karena itu saya berharap Anda bersedia menjadi informan dan menyampaikan informasi secara jujur dan terbuka sesuai dengan fakta yang ada. Nama, identitas, dan jawaban Anda akan dirahasiakan dalam hasil penelitian ini dan tidak akan mempengaruhi Penilaian Kinerja Anda. Atas kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Saya mengerti sepenuhnya resiko dan manfaat dari keikutsertaan saya pada penelitian ini dan menyatakan setuju untuk ikut serta sebagai informan penelitian.
Nama Informan : ………
No HP : ………
Peneliti
( Rifa Salma Kamila)
Informan
( )
126
Petujuk Pengisian :
Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan data diri dan berilah tanda silang (X) untuk pertanyaan pilihan.
A. Karakteristik Responden
Kode Variabel Jawaban Ket
A1 Nama Responden A2 Trayek
A3 Tanggal Lahir Tanggal_____Bulan_____Tahun_____
A4 Berat Badan* (diisi oleh peneliti) A5 Tinggi Badan* (diisi oleh peneliti)
A6 Rata-rata jam tidur dalam satu hari _______ Jam / Hari
A7 Lama kerja _______ Tahun
B. Durasi Mengemudi
Kode Variabel Jawaban Ket
B1 Berapa waktu tempuh mengemudi Anda dalam satu kali rit?
_____ Jam B2 Berapa rit perjalanan yang Anda tempuh dalam satu hari? _____ Rit
C. Waktu Istirahat
Kode Variabel Jawaban Ket
C1 Berapa kali waktu istirahat Anda di tempat kerja dalam satu hari?
_______ Kali C2 Berapa lama waktu istirahat Anda
dalam satu kali istirahat?
_______ Menit/Jam (Coret yang tidak perlu)
C3 Apa saja yang Anda lakukan saat jam istirahat?
(Jawaban boleh lebih dari satu jawaban)
1. Tidur _____ Menit
2. Makan / Minum ____ Menit 3. Mengobrol ____ Menit
4. Bermain Handphone ___ Menit 5. Perbaikan kendaraan ___ Menit 6. Lainnya_____________
D. Beban Kerja Mental
Kode Variabel Jawaban Ket
D1 Apakah rute yang Anda lewati mengalami kondisi keramaian lalu lintas / kemacetan?
a. Ya, ____ kali dalam seminggu b. Kadang-kadang, ____ kali dalam
sebulan c. Tidak Pernah D2 Apakah kendaraan yang anda
gunakan sering terjadi hal-hal
a. Ya, ____ kali dalam seminggu
127
yang tidak terduga seperti kerusakan mesin, ban meletus, kerusakan elektrik, dll?
b. Kadang-kadang, ____ kali dalam sebulan
c. Tidak Pernah D3 Apakah Anda menguasai rute
yang Anda lewati saat mengemudi?
1. Ya 2. Tidak
D4 Adakah keluhan lain yang mengganggu pekerjaan anda sebagai
pengemudi yang dapat meningkatkan tekanan dan menurunkan ketelitian anda untuk tetap fokus selama mengemudi? Jika ada, Sebutkan:
___________________________________________________________
___________________________________________________________
Bagian 1 : Pemberian Bobot Petujuk Pengisian :
Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban A atau B berdasarkan apa yang lebih (dominan) Anda rasakan dari pernyataan dibawah ini:
Jika dibandingkan antara dua hal ini, mana yang lebih anda rasakan pada saat mengemudi?
A Duduk yang lama, memutar kemudi, menginjak pedal rem, pedal
gas, pedal kopling pada saat mengemudi.
B Berpikir mengambil keputusan selama perjalanan seperti mendahului kendaraan lain,berkonsentrasi, bertanggung jawab atas
keselamatan penumpang sampai pada tempat tujuan.
A
Menyelesaikan target standar waktu perjalanan yang sudah ditentukan.
B Berpikir mengambil keputusan selama perjalanan seperti mendahului kendaraan lain,berkonsentrasi, bertanggung jawab atas
keselamatan penumpang sampai pada tempat tujuan.
A
Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, tidak mengantuk,
tidak terjadi insiden.
B Berpikir mengambil keputusan selama perjalanan seperti mendahului kendaraan lain,berkonsentrasi, bertanggung jawab atas
keselamatan penumpang sampai pada tempat tujuan.
A Rasa takut melakukan kesalahan selama dalam perjalanan, pengguna
jalan lain, takut akan terlambat tiba di tempat tujuan.
B Berpikir mengambil keputusan selama perjalanan seperti mendahului kendaraan lain,berkonsentrasi, bertanggung jawab atas
keselamatan penumpang sampai pada tempat tujuan.
128
A Melakukan usaha dalam perjalanan seperti melakukan manuver, menghadapi kondisi macet, rem mendadak, menghadapi tanjakan,
turunan, dan jalan berkelok.
B Berpikir mengambil keputusan selama perjalanan seperti mendahului kendaraan lain,berkonsentrasi, bertanggung jawab atas
keselamatan penumpang sampai pada tempat tujuan.
A Menyelesaikan target standar waktu perjalanan yang sudah ditentukan.
B Duduk yang lama, memutar kemudi, menginjak pedal rem, pedal gas, pedal
kopling pada saat mengemudi.
A Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, tidak mengantuk,
tidak terjadi insiden.
B Duduk yang lama, memutar kemudi, menginjak pedal rem, pedal gas, pedal
kopling pada saat mengemudi.
A Rasa takut melakukan kesalahan selama dalam perjalanan, pengguna
jalan lain, takut akan terlambat tiba di tempat tujuan.
B Duduk yang lama, memutar kemudi, menginjak pedal rem, pedal gas, pedal
kopling pada saat mengemudi.
A Melakukan usaha dalam perjalanan seperti melakukan manuver, menghadapi kondisi macet, rem mendadak, menghadapi tanjakan,
turunan, dan jalan berkelok.
B Duduk yang lama, memutar kemudi, menginjak pedal rem, pedal gas, pedal
kopling pada saat mengemudi.
A Menyelesaikan target standar waktu perjalanan yang sudah ditentukan.
B Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, tidak mengantuk,
tidak terjadi insiden.
A Menyelesaikan target standar waktu perjalanan yang sudah ditentukan.
B Rasa takut melakukan kesalahan selama dalam perjalanan, pengguna jalan lain, takut akan terlambat tiba di tempat tujuan.
A Menyelesaikan target standar waktu perjalanan yang sudah ditentukan.
B Melakukan usaha dalam perjalanan seperti melakukan manuver, menghadapi kondisi
macet, rem mendadak, menghadapi tanjakan, turunan, dan jalan berkelok.
A Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, tidak mengantuk,
tidak terjadi insiden.
B Rasa takut melakukan kesalahan selama dalam perjalanan, pengguna jalan lain,
takut akan terlambat tiba A Tidak melakukan hal-hal yang
membahayakan, tidak mengantuk, tidak terjadi insiden.
B Melakukan usaha dalam perjalanan seperti melakukan manuver, menghadapi kondisi
macet, rem mendadak, menghadapi tanjakan, turunan, dan jalan berkelok.
A Melakukan usaha dalam perjalanan seperti melakukan manuver, menghadapi kondisi macet, rem
B Rasa takut melakukan kesalahan selama dalam perjalanan, pengguna jalan lain,
takut akan terlambat tiba