BAGIAN KEENAM: TEMA-TEMA PERENUNGAN
SEPERTI MENYEBUT KEKASIH
Hasan dari Basrah mengunjungi Rabi'ah. Ia tengah duduk diantara beberapa ekor binatang.
Saat Hasan mendekat, binatang-binatang tersebut berlarian semua.
"Mengapa mereka demikian?"
Jawab Rabi'ah, "Engkau makan daging, dan semua yang kumakan hanyalah roti kering."
BUAH DAN TUMBUHAN BERDURI
Bagi keledai, tumbuhan berduri adalah buah yang lezat. Keledai memakan tumbuhan berduri. Mereka tetap seekor keledai.
(Habib al-Ajami) KETIKA IBNU SINA BERTEMU ABU SAID
Ketika seorang Filosuf dan Sufi bertemu, Ibnu Sina berkata:
"Apa yang aku tahu, ia melihat."
Abu Said menegaskan:
"Apa yang aku lihat, ia tahu."
PANGGILAN SUFI
Jawablah Panggilan Sufi, sebaik yang kau dapat, di dunia ini, dengan hati penuh cinta dan kejujuran. Maka engkau benar-benar selamat di dunia ini dan seluruh dunia yang lain.
(Salik Hamzawi) ROTI
Jika engkau menjamu seorang darwis, ingat bahwa roti kering sudah cukup baginya.
(Harits al-Muhasibi) KEUNTUNGAN
Paling banyak diantara manusia tidak tahu apa yang ada di dalam ketertarikan mereka untuk mengetahui. Mereka tidak menyukai apa yang pada akhirnya akan menguntungkan mereka.
(An-Nasafi) SUDUT PANDANG
Bagi pendosa dan orang jahat aku ini setan; Tetapi bagi orang baik -- aku orang yang dermawan.
(Mirza Khan, Anshari) GURU, PELAJARAN, PEMIKIRAN
Guru berbicara mengenai ajaran.
Guru sejati mempelajari murid mereka sebaik-baiknya.
Yang terpenting, guru seharusnya belajar.
(Musa Kazim) PELAYANAN DAN KEGURUAN
Ia yang tidak tahu tentang pelayanan, tidak tahu tentang 'keguruan'.
(Tirmidzi) PENGERTIAN DAN PENJELASAN
Bagi yang memiliki pengertian (kesadaran), hanya sebuah isyarat sudah cukup.
Bagi yang tidak benar-benar memperhatikan, seribu penjelasan tidak cukup.
(Haji Bektash) BAGI CALON DARWIS
Hatiku dibingungkan dunia dan apa yang ada di dalamnya.
Di dalam hatiku tidak ada apa-apa kecuali Sahabat.
Jika aroma dari kebun mawar Kesatuan datang padaku
Hatiku, seperti kuncup mawar, akan melepas kelopak luarnya.
Bicaralah kepada sang Pertapa dalam kesendiriannya dan katakan:
Karena di pinggir ceruk sembahyang kita, adalah seperti garis lengkung pada alis mata.
Tidak ada perbedaan nyata antara Ka'bah dan rumah berhala -- Di mana pun engkau melihat, persamaannya adalah Dia.
Menjadi seorang darwis tidaklah seperti jenggot dan kepalanya:
Jalan kaum darwis ada di dalam kepastian tindakan kualitatif.
Seorang darwis mungkin dengan mudah mencukur kepalanya tanpa penyesalan.
Tetapi ia adalah seorang darwis, seperti Hafizh, yang mengorbankan kepalanya.
(Khwaja Hafizh asy-Syirazi) AJARAN SUFI
Ajaran Sufi adalah kebenaran tanpa bentuk.
(Ibnu al-Jalali)
MENJADI APA YANG SESEORANG DAPAT MENJADI
Menjadi Sufi adalah menjadi apa yang engkau dapat menjadi, dan tidak mencoba untuk mengejarnya pada tahap yang salah, ilusi.
Menjadi sadar terhadap apa yang mungkin bagimu, dan tidak berpikir bahwa engkau sadar terhadap apa yang tidak engkau perhatikan.
Sufisme adalah ilmu mendiamkan apa yang harus didiamkan, dan memperhatikan (waspada) apa yang harus diperhatikan (diwaspadai), tidak berpikir bahwa engkau dapat diam atau waspada di mana engkau tidak dapat, atau bahwa engkau perlu melakukan ketika engkau tidak membutuhkan.
Mengikuti jalan Darwis adalah mengikuti Kesatuan yang tersembunyi, meskipun, dan tidak dengan perantaraan mengakui akan perbedaan.
Memperhitungkan cara yang ada dalam perbedaan, tanpa memikirkan bahwa bentuk luar kemajemukan adalah penting di dalamnya.
Pendekatan dengan mempelajari faktor-faktor pengetahuan bagaimana untuk belajar;
tidak dengan berusaha memperoleh pengetahuan tanpa praktek yang benar dalam mendekatinya.
Engkau lebih dekat menjadi Sufi dengan menyadari bahwa kebiasaan dan prasangka, merupakan hal yang esensial hanya pada beberapa bidang; tidak dengan membentuk kebiasaan dan menilai dengan menggunakan prasangka yang tidak sesuai.
Engkau harus menyadari ketidakberartianmu sebagai arti dirimu; tidak mencari perasaan berarti itu sendiri.
Orang yang sederhana (merendahkan diri) seperti ini, karena mereka memang harus demikian; dan yang terburuk dari semua laki-laki maupun perempuan adalah mereka yang menjalankan kerendahan hati untuk tujuan kebanggaan, bukan sebagai sarana perjalanan.
Metode Sufisme adalah selalu menerima sebuah nilai, kapan dan di mana nilainya, dan dengan siapa bernilainya, bukan meniru karena terpesona, atau menyalin karena kesukaan meniru.
Keberhasilan seseorang meningkatkan dirinya lebih tinggi, datang melalui usaha yang benar dan metode yang benar, bukan sekadar dengan berkonsentrasi pada cita-cita yang benar atau pada kata-kata orang lain yang ditujukan ke orang lain.
Sebagai jebakan yang terletak pada elemen rendah dalam dirimu, saat seorang manusia, sebuah buku, upacara, organisasi, metode, penampakan, secara langsung atau dengan
nasihat untuk memiliki sesuatu yang dapat dipakai semua, atau dengan kuat menarik perhatianmu kendati tidak secara benar.
(Sayed Imam Ali Shah) KEBAIKAN DAN KEJAHATAN
'Dzat' adalah kebaikan yang sempurna.
Jika terdapat sedikit kejahatan, hal itu bukanlah 'Dzat'.
(Syabistari) OBAT
Obatmu ada dalam dirimu, dan engkau tidak mengamatinya.
Penyakitmu dari dirimu sendiri, dan engkau tidak mencatatnya.
(Hadhrat Ali) DUNIA
Dunia tidak memiliki arti kecuali sebuah pertunjukan;
Dari ujung ke ujung keadaannya adalah olah raga dan permainan.
(Syabistari, Gulshan-i-Raz) PETUNJUK
Bila gurumu terlalu memberi petunjuk; celup saja sajadahmu dengan anggur. -- Pencari hendaknya tidak mengabaikan terhadap cara-cara dari tahapan-tahapan (maqam).
(Hafizh) KEPUSTAKAAN SUFI
Ada tiga cara menyajikan sesuatu:
Pertama, menyajikan segala sesuatu.
Kedua, menyajikan apa yang diinginkan orang.
Ketiga, menyajikan apa yang akan melayani mereka dengan baik.
Bila engkau menyajikan segala sesuatu, hasilnya mungkin menjemukan.
Bila engkau menyajikan apa yang diinginkan orang, mungkin akan mencekik mereka.
Bila engkau menyajikan apa yang akan melayani mereka dengan baik, paling buruk adalah, kesalahpahaman, mereka mungkin menentangmu. Tetapi bila engkau harus melayani mereka, apa pun penampakannya, engkau sudah melayani mereka, dan engkau juga harus beruntung, apa pun penampakannya.
(Ajmal dari Badakhshan)
PENELITIAN
Hanya burung yang memahami buku pelajaran tentang mawar:
Karena tidak setiap pembaca mengetahui makna sesungguhnya dari halaman yang dibacanya.
Wahai, engkau yang akan belajar bagian cinta dari buku pengetahuan -- aku khawatir bahwa engkau tidak tahu bagaimana memahaminya melalui penelitian.
(Hafizh) KEBISUAN
Ia mengambil lidah dari mereka yang menyebar rahasia, Sehingga mereka tidak lagi dapat membicarakan rahasia raja.
(Nizhami) MUTIARA
Apa yang diketahui orang awam tentang nilai mutiara yang tidak terhingga?
Hafizh (pelindung), memberi cita rasa unik hanya pada orang-orang (yang) terpilih.
(Hafizh) KEBAHAGIAAN DAN KESEDIHAN
Siapa pun yang memperoleh pengetahuan, sedikit apa pun, tentu bahagia. Siapa pun yang diambil dari dirinya, tentu sedih.
(Ibnu Idris asy-Syafai) KEBAIKAN RIIL
Lebih baik daripada sesuatu yang engkau anggap kebaikan, adalah dengan orang- orang yang benar-benar baik.
Lebih buruk daripada berbuat sesuatu yang jahat, adalah bersama dengan orang- orang jahat.
(Bayazid) KEMATIAN
Tidurlah dengan mengingat kematian, dan bangun dengan pikiran bahwa engkau tidak akan hidup lama.
(Uwais al-Qarni) MENGOMENTARI PERTAPA
Ia telah mematangkan dirinya di atas gunung
Maka ia tidak mempunyai Pekerjaan yang harus dilakukan.
Seseorang harus berada di pasar
Sementara tetap bekerja dengan Kenyataan sejati.
(Sahl) DELAPAN SIFAT KAUM SUFI
Dalam ajaran Sufi, delapan sifat harus dilatih. Kaum Sufi memiliki:
Kemurahan hati seperti Ibrahim a.s.;
Penerimaan yang tak bersisa sedikit pun dari Ismail a.s.;
Kesabaran, sebagaimana dimiliki Ya'kub a.s.;
Kemampuan berkomunikasi dengan simbolisme, seperti halnya Zakaria a.s.;
Pemisahan dari para pendukungnya sendiri, sebagaimana halnya Yahya a.s.;
Jubah wool seperti mantel gembala Musa a.s.;
Pengembaraan, seperti perjalanan Isa a.s.;
Kerendah-hatian, seperti jiwa dari kerendahan hati Muhammad saw.
(Junaid al-Baghdadi) KE MANA PERGINYA
Aku melihat seorang anak membawa cahaya.
Aku bertanya dari mana ia membawanya.
Ia memadamkannya, dan berkata:
"Sekarang katakan padaku, ke mana perginya."
(Hasan al-Bashri) DAYA TARIK
Orang-orang yang sama, merasakan suatu daya tarik-menarik. Hal yang menarik terhadap hal-hal yang bertentangan adalah satu hal lain. Tetapi orang-orang yang sama sering keliru oleh kepurapuraan orang yang tidak disukai. Sebagai contoh, seseorang haus akan cinta, lainnya sangat rakus untuk mencintai. Hal yang tidak diketahui atau pemikir
lahiriah akan segera membayangkan dan menyatakan, bahwa ini berlawanan. Sebaliknya, tentu saja, adalah kebenaran. Faktor umumnya adalah rakus. Mereka (keduanya) adalah orang-orang yang rakus (tamak).
Orang terkenal dan pengikutnya kadang sama. Satunya ingin memberikan perhatiannya, satunya menarik perhatian. Keduanya terbelenggu oleh obsesi pikiran dengan perhatian mereka terbang bersama-sama, 'merpati dengan merpati, elang dengan elang'.
(Simabi)
KEKAYAAN
Tujuan pengetahuan. Jika engkau menjadi miskin, maka hal itu akan menjadi kekayaan bagimu; jika engkau menjadi kaya (maka) hal itu akan memperindah dirimu.
(Az-Zubeir ibnu Abi Bakr) KEDISIPLINAN
Bersama seorang Penunjuk jalan engkau mungkin menjadi Manusia sejati.
Tanpa seorang Penunjuk jalan engkau akan tetap Binatang.
Jika engkau masih dapat berkata, "Aku tidak dapat tunduk pada siapa pun." -- Engkau masih tidak berharga untuk jalan.
Tetapi jika engkau berkata, "Aku berharap patuh," dengan cara yang salah --Jalan tidak pernah menemukan dirimu, dan engkau tersesat.
(Zulfikar ibnu Jangi) AKU
Pengetahuan dimulai dari:
"Apakah aku?" sampai: "Aku tidak tahu apakah aku."
Untuk antara, "Barangkali aku tidak" dan "Aku akan menemukan diriku"; untuk antara "Aku-akan menemukan diriku" dan 'Aku", sampai "Aku adalah apa yang aku ketahui menjadi apa diriku", untuk "Aku".
(Abu Hasan asy-Syadzili) PERUBAHAN KECIL
Saat orang mengemis, ia berpikir bahwa sedikit perubahan adalah keberuntungan.
Padahal bukan. Untuk naik lebih tinggi dari kepengemisan, ia harus naik di atas
perubahan kecil, sekalipun ia menggunakannya sebagai alat. Penggunaan sebagai sebuah akhir, maka akan menjadi akhir.
(Ibnu Iqbal) APA YANG MEMELIHARA DIRIMU
Pengetahuan lebih baik daripada kekayaan. Engkau harus memelihara kekayaan;
sedangkan pengetahuan memelihara dirimu.
(Ali) KERUSAKAN
Tiga hal dalam kehidupan ini merupakan kerusakan:
Marah, tamak dan keangkuhan.
(Nabi Muhammad saw.)