• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R terhadap membaca mengetahui pengaruh metode PQ4R terhadap membaca

Dalam dokumen Untitled - Admin Digital Library (Halaman 80-85)

اوُتوُأ َمْلِعْلا

A. Hasil Penelitian

2. Hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R terhadap membaca mengetahui pengaruh metode PQ4R terhadap membaca

pemahaman

Pada penelitian ini jenis hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif. “Hipotesis deskriptif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan adanya perbedaan secara sigifikan terhadap nilai dalam satu sampel” Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah teknik t-test yang di uji merupakan hasil dari penggunakan dan perbedaan hasil yang terjadi antara dua sampel yaitu kelas control dan eksperimen berikut hasil analisis data:

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Kelas Kontrol 78.67 30 2.294 .419

Eksperimern 87.30 30 5.273 .963

Hasil analisis di atas dari kedua sampel yang diteliti yakni nilai kontrol dan eksperimen. Untuk nilai kontrol diperoleh rata-rata hasil belajar atau Mean sebesar 78,67. Sedangkan untuk nilai kelas eksperimen diperolah nilai rata-rata hasil belajar sebesar 87,30. Jumlah responden atau siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 30 orang siswa. Untuk nilai Std. Deviation (standar deviasi) pada kelas kontrol sebesar 2,294 dan kelas eksperiumen sebesar 5,237. Terakhir adalah nilai Std. Error Mean untuk kelas kontrol sebesar 0,419 dan untuk kelas eksperimen sebesar 0,963.

Hal Ini, nilai rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol 78,67 < kelas eksperimen 87,30, maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata- rata hasil belajar antara kelas kontrol dengan hasil kelas eksperimen.

Selanjutnya untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut benar-benar nyata (signifikan) atau tidak, maka kita perlu menafsirkan hasil uji paired sample t test yang terdapat pada tabel output “Paired Samples Test” adalah sebagai berikut:

Paired Samples Koefisien

N Koefisien Sig.

Pair 1 Kelas Kontrol & Eksperimern 30 .379 .239

Berdasarkan hasil table analisis di atas menunjukkan hasil uji korelasi atau hubungan antara kedua data atau hubungan variabel kelas kontrol dengan variabel kelas ekperimen. Berdasarkan output di atas diketahui nilai koefisien sebesar 0,379 dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,239.

Karena nilai Sig. 0,239 > probabilitas 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara variabel kelas kontrol dengan variabel kelas eksperimen.

Paired Samples Test

Paired Differences t df

Sig.

(2- tailed)

Mean

Std.

Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pair 1 Kelas Kontrol -

Eksperimern -8.633 4.888 .892 -10.459 -6.808 -9.673 29 .002

Hasil Output ketiga ini adalah output yang terpenting, karena pada bagian ketiga inilah kita akan menemukan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan dalam contoh kasus di atas, yakni mengenai ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode PQ4R terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Oleh karena itu, sebelum kita membahas tentang penafsiran angka-angka yang terdapat pada tabel output “Paired Samples Test” di atas, terlebih dahulu kita perlu mengetahui rumusan hipotesis penelitian dan pedoman pengambilan keputusan dalam uji paired sample t test.

Rumusan Hipotesis Penelitian :

H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar kelas kontrol dengan kelas eksperimen yang artinya tidak ada pengaruh penggunaan metode PQ4R terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

H1 = Ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar pre-test dengan Post-test yang artinya ada pengaruh penggunaan metode PQ4R terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Pedoman Pengambilan Keputusan dalam Uji Paired Sample T-Test Menurut Singgih Santoso (2014: 265), Pedoman pengambilan keputusan

dalam uji paired sample t-test berdasarkan nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS, adalah sebagai berikut.

1. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

2. Sebaliknya, jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H1 diterima dan Ha ditolak.

Berdasarkan tabel output “Paired Samples Test” di atas, diketahui nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar kelas kontrol dengan kelas eksperimen yang artinya ada pengaruh penggunaan metode PQ4R terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Dari tabel output “Paired Samples Test” di atas juga memuat informasi tentang nilai "Mean Paired Differences " adalah sebesar -8.633.

Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata hasil belajar kelas kontrol dengan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen atau 78,67,-87,30= -8.633 dan selisih perbedaan tersebut antara -10.459 sampai dengan -6,808 (95%

Confidence Interval of the Difference Lower dan Upper).

Selain itu membandingkan antara nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk pengujian hipotesis dalam uji paired sample t test ini. Yakni dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. Adapun pedoman atau dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut.

1. Jika nilai t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.

2. Sebaliknya, jika nilai t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Berdasarkan tabel output “Paired Samples Test” di atas, diketahui t hitung bernilai negatif yaitu sebesar -8.633. t hitung bernilai negatif ini sebabkan karena nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol lebih rendah dari pada rata-rata hasil belajar kelas eksperimen. Dalam konteks kasus seperti ini maka nilai t hitung negatif dapat bermakna positif. Sehingga nilai t hitung menjadi 8.633.

Selanjutnya adalah tahap mencari nilai t tabel, dimana t tabel dicari berdasarkan nilai df (degree of freedom atau derajad kebebasan) dan nilai signifikansi (α/2). Dari output di atas diketahui nilai df adalah sebesar 12 dan nilai 0,05/2 sama dengan 0,025. Nilai ini kita gunakan sebagai dasar acuan dalam mencari nilai t tabel pada distribusi nilai t tabel statistik. Maka ketemu nilai t tabel adalah sebesar 1,697.

Dengan demikian, karena nilai t hitung 8,633 > t tabel 1,697, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan di atas dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar kelas kontrol dengan kelas ekperimen yang artinya ada pengaruh penggunaan metode PQ4R terhadap hasil belajar dalam meningkatkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Dalam dokumen Untitled - Admin Digital Library (Halaman 80-85)