• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biro Administrasi Efek

E. Lembaga Penunjang Pasar Modal 1. Kustodian

2. Biro Administrasi Efek

Biro Administrasi Efek ini sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 15 Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menjelaskan bahwa termasuk lembaga kliring dan lembaga penjamin pemegang saham.74 Di dalam Pasal 1 ayat 3 Undang- Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimaksud dengan Biro Administrasi Efek ialah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.75 Menurut Ardi Prawiro arti lain Biro Administrasi Efek ialah lembaga penunjang

73 Sawidji Widiatmodjo, Pasar Modal Indonesia, Pengantar dan Studi Kasus, (Jakarta:

Ghalia Indonesia, 2009), hal. 65

74 Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

dalam pasar modal yang perannya sebagai penyelenggara administrasi dalam perdagangan efek.76

Adapun bentuk pelayanan yang diberikan oleh Biro Administrasi Efek kepada emiten ialah dengan cara melakukan pencatatan juga pemindahan efek-efek yang dimiliki oleh emiten (tertentu).

Kegiatan yang dilakukan Biro Administrasi Efek yaitu menyerahkan efek kepada yang berhak dan menyimpan efek yang telah diterima.77 Bentuk jasa pelayanan yang lainnya yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek menurut Sawidji Widiatmodjo dalam bukunya sebagai berikut:78

1. Membantu dalam membuat pembukuan;

2. Melaksanakan transfer dan melakukan pencatatan;

3. Melaksanakan pembayaran dividen;

4. Melaksanakan pembagian hak opsi;

5. Melaksanakan laporan tahunan dan emisi sertifikat bagi emiten.

Yang dapat menyelenggarakan atau menjadi Biro Administrasi Efek ialah perseroan yang telah mendapatkan izin usaha dari Bapepam. Bagi perseoran yang ingin mendaftarkan sebagai Biro Administrasi Efek maka harus memenuhi persyaratan serta tata cara yang telah diatur dalam PP No. 45 Tahun 1995.79

Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam melakukan permohonan menjadi usaha Biro Administrasi Efek ialah:80 1. Akta pendirian yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman;

2. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Perseroan;

3. Buku pedoman operasional (kegiatan yang akan dilakukan dan uraian tentang fasilitas fisik yang akan digunakan);

76 Ardiprawiro, Manajemen Keuangan, (Depok: Universitas Gunadarma, ATA 2015/

2016), hal. 193

77 Vicky Randa Swingly Mandagi, Peranan Profesi Penunjang Pasar Modal sebagai Lembaga Keuangan Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Jurnal Lex Privatum Vol. V No. 3 Mei 2019, hal. 113

78 Sawidji Widiatmodjo, Op.cit., hal. 65

79 Iswi Hariyani, Op.cit., hal. 99

80 Ibid, hal. 100

4. Berkas dan dokumen yang lain (yang ada hubungannya dengan izin melakukan permohonan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Bapepam).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal juga menjelaskan bahwa ketika persero hendak memperoleh izin usaha untuk melakukan Biro Administrasi Efek dengan cara menyetor modal sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).81

Perlu diketahui bahwa tentang permohonan izin untuk melakukan Biro Administrasi Efek telah diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-35/PM/1996 tentang Perizinan Biro Administrasi Efek.82 Dalam mengajukan permohonan izin usaha untuk menjadi Biro Administrasi Efek, diadakannya penilian apakah dokumen telah lengkap, wawancara, dan diperiksanya kantor si pemohon menjadi lembaga Biro Administrasi Efek oleh Bapepam.83 Biro Administrasi Efek itu sesuai dengan tugas dan fungsinya juga menyediakan jasa dalam:84

1. Administrasi Pasar Perdana

Dengan adanya jasa Biro Administrasi Efek sebagai administrasi pasar perdana ialah dengan mendata pemesanan fee, melakukan penjatahan efek, juga melakukan penghitungan uang untuk pemesanan serta pendistribusian efek.

2. Administrasi Pasar Sekunder

Dalam menjalankan tugasnya sebagai administrasi pasar sekunder, Biro Administrasi Efek menjalankan tugasnya dengan cara mengelola daftar pemegang efek, membagikan hak-hak (dividen, rights, bonus, serta informasi yang lain yang pemegang efek itu memerlukan).

3. Analisis Pemilikan Efek

Yang dimaksud dengan jasa analisis pemilihan efek bahwa Biro Administrasi Efek itu menjalankan tugasnya dengan cara

81 Vicky Randa Swingly Mandagi, Op.cit, hal. 114

82 Ibid, hal. 100

83 Iswi Hariyani, Op.cit., hal. 102

membuat analisis target efek, mengidentifikasi pemegang efek, sebagai jasa untuk berkonsultasi, dan proxy organisasi.

4. Plan management service

Program ini banyak dikembangkan di perusahaan publik dengan tujuan memberikan keuntungan (benefit) yang menarik kepada karyawan juga penghargaan (reward).

5. Document service

Tugas Biro Administrasi Efek dalam menjalankan jasa docu- ment service ini dengan cara mendistribusikan dokumen bagi yang memegang efek, potensial investor, perusahaan efek dan fund manager, membuat desain grafik, materi informasi, melaksana- kan pencetakan uang (financial printing), penglabelan (label- ling) sampai pada yang terakhir yaitu pengiriman.

Ada beberapa peran Biro Administrasi Efek, di antaranya yaitu:85 1. Biro Administrasi Efek membantu dalam melancarkan proses

administrasi efek yang telah diterbitkan oleh emiten (perusahaan yang menerbitkan efek). Dengan adanya Biro Administrasi Efek ini juga dapat meringankan beban kerja emiten.

2. Adanya Biro Administrasi Efek ini membuat pengelolaan efek menjadi lebih professional karena Biro Administrasi Efek membantu dalam administrasi efek.

Biro Administrasi Efek ini lebih banyak membantu pemegang saham (emiten), maka hubungan yang terjalin yaitu sebagai berikut:86 1. Biro Administrasi Efek sangat bertanggung jawab terhadap emiten. Jika Biro Administrasi Efek melakukan kesalahan, maka dapat menyebabkan investor mengalami kerugian. Oleh karena itu dokumen yang ada di Biro Administrasi Efek dengan yang ada di emiten, dilakukan pengecekan oleh emiten.

2. Biro Administrasi Efek juga dapat membantu emiten untuk menghindari kritikan dan keluhan yang berasal dari investor dengan cara mengamankan buku catatan secara baik.

85 Sawidji Widiatmodjo, Op.cit., hal. 64

86 Ibid, hal. 64

Biro Administrasi Efek harus memperoleh persetujuan dari emiten terlebih dahulu ketika menentukan biaya atau mengganti biaya pendaftaran efek begitu juga wajib memperhatikan kepentingan si pemegang efek. Kontrak yang dibuat oleh Biro administrasi efek dan emiten ini harus dibuat secara notarial.87