• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bodily Kinesthetic Intelligence (Kecerdasan Kinestetik Tubuh)

BAB IV BAB IV KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DAN PENGUATANNYA

F. Kerangka Teori

4) Bodily Kinesthetic Intelligence (Kecerdasan Kinestetik Tubuh)

Kecerdasan kinestetik tubuh merupakan kapasitas untuk melakukan koordinasi pergerakan seluruh anggota tubuh. Howard Gardner menerangkan dalam Susan Baum sebagai berikut:

Bodily Kinesthetic Intelligence is the capacity to use your whole body or parts of your body-your hands,

53Kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk memahami dunia spasial visual secara akurat (misalnya, sebagai pemburu, pramuka atau pemandu) dan untuk melakukan transformasi atas persepsi tersebut (misalnya, sebagai dekorator interior, arsitek, seniman, atau invertor). Kecerdasan ini melibatkan kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, bentuk, ruang, dan hubungan yang ada di antara unsur-unsur tersebut., lihat di Thomas Armstrong, Multiple Intelligences in the Classroom 3rd Edition (Alexandria USA: ASCD, 2009), 7.

37

your fingers, and your arms-to solve a problem, make something, or put on some kind, of a production. The most evident examples are people in athletics or the performing arts, particularly dance or acting.54

Kecerdasan kinestetik tubuh adalah kemampuan untuk menggunakan seluruh tubuh atau bagian tubuh tangan, jari-jari dan lengan untuk memecahkan masalah dan membuat sesuatu. Contoh yang paling nyata adalah orang- orang di bidang atletik atau seni pertunjukan, khususnya menari atau akting.

Seseorang yang memiliki kecerdasan dalam bodily kinesthetic umumnya memiliki kemampuan fisik sebagaimana diterangkan Pat Nuernberg dalam Thomas R.

Hoerr sebagai berikut:

Individual who are strong in the Bodily-Kinesthetic Intelligence generally have exceptional coordination, balance, and dexterity; an almost elastic-like flexibility; and powerful muscle strength, quick speed, and a marked sensitivity of touch.55

Individu yang kuat dalam kecerdasan ini umumnya memiliki koordinasi, keseimbangan, dan ketangkasan yang luar biasa, fleksibilitas yang hampir elastis, dan kekuatan otot yang kuat, kecepatan yang cepat, dan kepekaan sentuhan yang nyata.

5) Musical Intelligence (Kecerdasan Musikal)

Musical Intelligence merupakan kapasitas untuk mengenal suara dan menyusun komposisi irama dan nada.

Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan musikal dalam Thomas Armstrong sebagai berikut:

54Susan Baum, et.al., Multiple Intelligences, 16–17.

55Thomas R. Hoerr, at.al., Celebrating Every Learner: Activities and Strategies for Creating a Multiple Intelligences Classroom (San Francisco: Jossey Bass, 2010 ), 77.

38

Musical Intelligence is the capacity to perceive (e.g., as a music aficionado), discriminate(e.g., as a music critic), transform (e.g., as a composer), and express(e.g., as a performer) musical forms. This intelligence includes sensitivity tothe rhythm, pitch or melody, and timbre or tone color of a musical piece. One can have a figural or “top-down”

understanding of music (global, intuitive),a formal or “bottom-up” understanding (analytic, technical), or both.56

Kecerdasan musikal adalah kapasitas untuk memahami musik bagi penggemar musik, membedakan musik bagi kritikus musik, mengubah musik bagi komposer dan mengekspresikannya bagi pemain musik. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap ritme, nada atau melodi, dan timbre atau warna nada dari sebuah karya musik.

6) Interpersonal Intelligence (Kecerdasan Interpersonal) Howard Gardner dalam Thomas Armstrong, bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan interpersonal adalah:

The ability to perceive and make distinctions in the moods, intentions, motivations, and feelings of other people. This can include sensitivity to facial expressions, voice, and gestures; the capacity for discriminating among many different kinds of interpersonal cues; and the ability to respond effectively to those cues in some pragmatic way (e.g., to influence a group of people to follow a certain line of action).57

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk merasa dan membuat perbedaan dalam suasana hati, tujuan, motivasi, dan perasaan orang lain. Di dalam kecerdasan ini terdapat kepekaan untuk memberikan ekspresi muka, suara, dan gerakan; kemampuan untuk membedakan diantara

56Thomas Armstrong, Multiple Intelligences, 7.

57Thomas Armstrong, Multiple Intelligences, 7.

39

banyak macam perbedaan pada isyarat antar diri/perseorangan; dan kemampuan untuk memberikan respon secara efektif untuk isyarat tersebut dalam beberapa arah pragmatis.

Menurut Gardner di dalam karyanya yang berjudul Frames Of Mind; The Theory Of Multiple Intelligences kecerdasan interpersonal yaitu:

Biological evidence for interpersonal intelligence encompasses two additional factors often cited as unique to humans. One factor is the prolonged childhood of primates, including the close attachment to the mother.

In cases where the mother (or a substitute figure) is not available and engaged, normal interpersonal development is in serious jeopardy.

The second factor is the relative importance in humans of social interaction.

Skills such as hunting, tracking, and killing in prehistoric societies required the participation and cooperation of large numbers of people. The need for group cohesion, leadership, organization, and solidarity follows naturally from this.58

Bukti biologis untuk kecerdasan interpersonal meliputi dua faktor yaitu pertama masa anak-anak yang panjang termasuk hubungan dekat dengan ibu. Faktor kedua relatif penting dalam interaksi sosial manusia.

Keterampilan seperti berburu, mengikuti jejak, kesatuan kelompok, kepemimpinan, organisasi, dan solidaritas secara alami berkembang dari kecerdasan ini.

7) Intrapersonal Intelligence (Kecerdasan Intrapersonal) Menurut Gardner dalam Evelyn Wiliams bahwa kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk membentuk sebuah model diri seseorang yang akurat dan menggunakan model itu untuk dilaksanakan secara efektif

58Howard Gardner, Frames Of Mind; The Theory……….., 16.

40

dalam kehidupan. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan mengetahui diri sendiri dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan dan proses belajar seseorang.59

8) Naturalist Intelligence (Kecerdasan Naturalis)

Kecerdasan naturalis menurut Gardner dalam Evelyn Wiliams adalah kemampuan menggunakan input sensorik dari alam untuk menafsirkan lingkungan seseorang. Kecerdasan ini memungkinkan orang-orang berkembang dengan pesat dalam lingkungan-lingkungan yang berbeda dan mengkategorisasi, mengamati, beradaptasi, dan menggunakan fenomena alam.60