• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cakupan kolaborasi Tuberculosis human immunodeficiency virus (TB-HIV)

gejala TBC (kaji status TBC), konseling, dan tes HIV (KT-HIV), dan pelayanan pasien TBC HIV dapat dilakukan di Pelayanan Dukungan

dan Pengobatan dengan Puskesmas maupun rumah sakit. Berikut capaian-capaian kolaborasi TBC HIV Tahun 2021:

Paduan Pengobatan

Jumlah KTD meninggal

Jumlah KTD rawat

inap

Jumlah KTD perpanjangan rawat inap

Jumlah KTD mengancam

jiwa

Jumlah KTD kelainan kongenital

Jumlah KTD mengalami

kecacatan

Jumlah KTD serius dilaporkan

(SITB) Jangka pendek

oral 90 105 2 20 1 0 218

Jangka pendek

Suntik 25 8 0 3 0 2 38

Jangka panjang

oral 253 225 8 48 0 16 550

Jangka panjang

Suntik 30 7 0 3 0 0 40

Total 398 345 10 74 1 18 846

Tabel 6 Jumlah laporan KTD serius berdasarkan paduan pengobatan TBC RO pada tahun 2021

43 | Laporan Penanggulangan TBC 2021 Grafik 44

Tren Capaian Kolaborasi TBC HIV Indonesia Tahun 2016-2021

Grafik 44 Menunjukkan bahwa tren capaian pasien TBC yang mengetahui status HIV di Indonesia pada tahun 2016-2021 terjadi peningkatan meskipun peningkatannya masih kurang tajam, dikarenakan beberapa hal seperti adanya kebijakan yang mewajibkan pasien TBC untuk dilakukan tes HIV dan penambahan akses tes HIV di layanan kesehatan maupun di komunitas. Capaian terendah tahun 2016 sebesar 14% dan tertinggi tahun 2020 sebesar 55%.

Tren capaian pasien TBC dengan HIV positif di Indonesia tahun 2016-2021 cenderung menurun dikarenakan beberapa hal seperti adanya pemberian informasi untuk pencegahan terkait HIV bagi pasien TBC dan dukungan komunitas bagi pasien TBC. Capaian tertinggi tahun 2016 sebesar 9% dan terendah tahun 2019-2021 sebesar 4%.

Tren capaian pasien TBC HIV yang mendapatkan ARV sejak tahun 2016-2021 jauh dari target yang diharapkan sebesar 100%, namun terjadi peningkatan tahun 2016-2019 dikarenakan beberapa hal seperti bertambahnya layanan PDP dan dukungan komunitas sebagai pendamping yang semakin meningkat kemudian terjadi penurunan tahun 2020 dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang menyebabkan berkurangnya kunjungan ke layanan serta pemantauan terhadap pemberian ARV. Capaian tertinggi tahun 2019 sebesar 43% dan capaian terendah tahun 2016 sebesar 28%.

Capaian-capaian kolaborasi TBC HIV per provinsi tahun 2021, dapat dilihat pada grafik- grafik dibawah ini:

14% 17%

37%

51% 55% 53%

9% 8%

5% 4% 4% 4%

28% 29%

40%

43%

34%

40%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

2016 2017 2018 2019 2020 2021

% Pasien TBC Tahu Status HIV

% Pasien TBC dengan HIV Positif

% Pasien TBC HIV Mendapat ARV

Grafik 367 Tren Capaian Kolaborasi TBC HIV Indonesia Tahun 2016-2021

Grafik 368 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021Grafik 369 Tren Capaian Kolaborasi TBC HIV Indonesia Tahun 2016-2021

Grafik 370 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 371 Tren Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada Anak <5 Tahun di Indonesia pada Tahun 2016-2021Grafik 372 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021Grafik 373 Tren Capaian Kolaborasi TBC HIV Indonesia Tahun 2016-2021

Grafik 374 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021Grafik 375 Tren Capaian Kolaborasi TBC HIV Indonesia Tahun 2016-2021

44 | Laporan Penanggulangan TBC 2021 Grafik 45

Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 45 menunjukkan bahwa capaian pasien TBC yang mengetahui status HIV di Indonesia sebesar 53% (target 65%). Terdapat 8 Provinsi yang sudah melampaui target 60% yaitu

Provinsi Bali, NTB, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Banten, Lampung, dan DKI Jakarta.

Grafik 46

Proporsi Pasien TBC HIV di antara Pasien TBC yang mengetahui status HIV per Provinsi Tahun 2021

53% 80% 80% 75% 71% 70% 68% 67% 62% 58% 58% 58% 58% 57% 57% 57% 56% 54% 51% 49% 49% 47% 46% 45% 41% 40% 40% 40% 40% 39% 38% 38% 37% 37% 34%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

INDONESIA BALI NTB JATIM KALTARA SUMUT BANTEN LAMPUNG DKI JAKARTA BABEL KEPRI BENGKULU SULTENG KALBAR JATENG JAMBI SULSEL PAPUA BARAT KALTIM SUMBAR KALSEL KALTENG SUMSEL SULUT DIY PAPUA ACEH MALUT NTT SULBAR MALUKU GORONTALO SULTRA RIAU JABAR

4% 23% 20% 11% 10% 8% 7% 7% 6% 6% 5% 5% 5% 5% 4% 4% 4% 4% 4% 3% 3% 3% 3% 3% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 1% 1% 1% 0%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

INDONESIA PAPUA PAPUA BARAT KEPRI BALI DIY MALUT MALUKU BABEL DKI JAKARTA KALTIM KALTARA SULUT NTT GORONTALO JABAR KALTENG RIAU SULTENG KALBAR SULTRA SULSEL JATENG JATIM KALSEL SUMUT JAMBI BENGKULU SUMBAR BANTEN LAMPUNG SUMSEL ACEH NTB SULBAR

Grafik 376 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 377 Tren Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada Anak <5 Tahun di Indonesia pada Tahun 2016-2021Grafik 378 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 379 Proporsi Pasien TBC HIV di antara Pasien TBC yang mengetahui status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 380 Cakupan Pemberian TPT pada Kontak Serumah Usia <5 Tahun per Provinsi Tahun 2021Grafik 381 Proporsi Pasien TBC HIV di antara Pasien TBC yang mengetahui status HIV per Provinsi Tahun 2021Grafik 382 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 383 Tren Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada Anak <5 Tahun di Indonesia pada Tahun 2016-2021Grafik 384 Capaian Pasien TBC yang Mengetahui Status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 385 Proporsi Pasien TBC HIV di antara Pasien TBC yang mengetahui status HIV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 386 Cakupan Pemberian TPT pada Kontak Serumah Usia <5 Tahun per Provinsi Tahun 2021Grafik 387 Proporsi Pasien TBC HIV di antara Pasien TBC yang mengetahui status HIV per Provinsi Tahun 2021

45 | Laporan Penanggulangan TBC 2021 Grafik 46 menunjukkan bahwa proporsi Pasien

TBC HIV di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 4% diantara pasien TBC yang mengetahui status HIV, dengan provinsi

tertinggi Provinsi Papua, Papua Barat, dan Bali sedangkan provinsi terendah Provinsi Sulawesi Barat, NTB, dan Aceh.

Grafik 47

Capaian Pasien TBC HIV yang Mendapatkan ARV per Provinsi Tahun 2021

Grafik 47 Menunjukkan bahwa capaian nasional pasien TBC HIV yang mendapatkan ARV pada tahun 2021 sebesar 40% (target 100%) sedangkan provinsi dengan capaian tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Bali sedangkan provinsi dengan capaian terendah adalah Provinsi Gorontalo,

Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Belum ada provinsi yang mencapai target 100%

pada capaian pasien TBC HIV mendapatkan ARV di tahun 2021 dikarenakan pasien TBC HIV tidak kembali lagi ke layanan dan masih terjadinya loss to follow up pasien.

G. Terapi Pencegahan Tuberkulosis