BAB II KAJIAN TEORI
D. Permainan Engklek
3. Cara Bermain Engklek
Permainan tradisional engklek adalah sebuah permainan tradisional sederhana yang dilakukan dengan cara melemparkan sebuah pecahan genteng atau batu berbentuk pipih. Satu anak hanya akan memiliki 1 pecahan genting (kreweng) yang disebut gacuk.
Permainan dilakukan secara bergantian. Para pemain akan mengundi urutan pemain yang akan bermain. Pemain pertama harus melemparkan pecahan gentingnya kekotak pertama yang terdekat.
Setelah itu dia harus melompat-lompat kesemua kotak secara berurutan hanya dengan menggunakan 1 kaki, sedangkan kaki yang lainnya harus diangkat dan tidak boleh turun menyentuh tanah. Kotak yang terdapat gacuk milik pemain tersebut tidak boleh diinjak (harus dilewati). Dan
26 Megarisna, ‟‟7 Permainan Unik Dunia Seperti di Indonesia‟‟, dalam artikel http;//7 Permainan Unik Dunia Seperti Di Indonesia - E-Book Info.html. Diakses pada tanggal 13 Febuari Pukul 15.00 WIB.
27 Novi Mulyani.,Super Asyik Permaianan., 113
pemain yang sedang bermain dengan meloncat dilarang untuk menyetuh dan membatasi.28
Pemain permainan tradisional engklek harus meloncat kesetiap kotak sampai di ujung terjauh yang biasanya berbentuk setengah lingkaran atau kotak yang besar. Dari sana dia harus kembali dengan cara melompat lagi. Saat sampai di kotak yang terdapat gacuk miliknya, dia harus mengambil gacuk itu dengan tangannya, sementara itu sebelah kakinya harus tetap terangkat dan tidak boleh menyentuh tanah.
Kemudian dia harus melanjutkan membawa gacuk tersebut sampai keluar.
Pemain permainan tradisional engklek yang sedang bermain harus mengulang permainan ini dengan melempar gacuk dari mulai kotak pertama terus sampai semua kotak, dan akhirnya selesai kembali kekotak pertama lagi. Namun bagi pemain yang melanggar aturan tidak boleh melanjutkan permainan, dan digantikan oleh pemain berikutnya. Tapi dia boleh melanjutkan permainannnya setelah semua pemain mendapat giliran bermain.
Permainan selesai jika gacuk seorang pemain telah melalui semua kotak sampai kembali lagi kekotak pertama dengan selamat. Setelah itu pemain tersebut akan berdiri membelakangi lapangan engklek dan melemparkan gacuk-nya kebelakang. Jika beruntung gacuk itu akan berhenti di dalam salah satu yang kosong. Maka kotak itu akan menjadi
28Euis Kurniati, Permainan Tradisional Dan Perannya Dalam mengembangkan keterampilan Sosial Anak, (Jakarta: prenadamedia Group, 2016), 91.
miliknya atau rumahnya. Tapi jika lemparan gacuknya meleset keluar arena atau menyentuh garis batas, maka pemain itu harus mengulang lemparannya setelah pemain berikutnya melempar. Aturan lainnya adalah kotak yang sudah ada pemiliknya tidak boleh diinjak pemain lain ataupun disentuh oleh gacuk pemain lain yang dilempar.
4. Jenis, Manfaat Dan Fungsi Permainan Engklek a) Jenis permainan Engklek
Permainan engklek mempunyai banyak jenis dan ragamnya.
Pertama, adalah permainan engklek jenis gunung yang biasanya ditemui di sekitar kita. Selain memiliki tingkat kesulitan yang rendah, engklek jenis ini bisa di kreasikan sesuai kebutuhan bermain.
Adapun cara bermian dari jenis permainan engklek gunung menurut Aisyah (2014; 70) dimulai dengan pemain melempar pecahan genting (gacuk) kedalam busur nomor 3. Selanjutnya melompat dengan satu kaki (engkleng) pada kotak 1, 2, 3 dan brok bersamaan pada kotak 4 dan 5 (kaki kiri 4, kaki kanan 5), engkleng di kotak 6, dan brok bersama lagi pada kotak 7 dan 8. Setelah itu, berbalik sambil
‘brok’ pada kotak 8, dan 7.
Dilanjutkan jongkok mengambil pecahan genting sambil tetap menghadap ke belakang. Setelah dapat kembali engkleng di kotak 6 dan brok di kotak 5 dan 4. Lalu, kembali ke start dan engkleng lagi di kotak 3, 2, 1. Tahapan selanjutnya sama dengan tahapan engkleng yang pertama.
Gambar pola engklek gunung
Kedua, permainan engklek jenis yang berbentuk huruf T.
Adaapun cara bermain dari permainan jenis ini adalah para pemaian terlebih dahulu harus melakukan hompimpa, setelah itu yang dapat giliran pertama bermian melanjutkan dengan cara melemparkan gacuknya pada kotak yang pertama, setelah itu pemain melompati kotak yang ada gacuknya dengan menggunakan satu kaki sampai selesai.
Gambar pola engklek bentuk T
Ketiga, permainan engklek bentuk X yang baerawal dengan kotak-kotak sejajar. Adapun cara bermainnya bermula pada kotal yang
4
8 7
6
5
1 2 3
6 3 2
4 5
7
1
sejajar kemudia dilanjut pada kota yang berbentuk X. Dan teknisnya sama dengan permainan engklek sebelumnya. Namun biasanya pada permianan engklek pola ketiga ini dimulai dari kotak yang berbentuk silang atau X, tapi juga ada yang dumulai dari kotak yang sejajar, tergantu adat yang berlaku didaerah bagaimana cara bermainnya.
Gambar pola engklek bentuk X b) Manfaat Permainan Engklek
1) Bagi Motorik Kasar anak Usia Dini
Pada saat bermain engklek motorik kasar anak akan terlatih karena dalam permainan engklek di haruskan untuk melompat-lompat.
2) Bagi Motorik Halus Anak Usia Dini
Melatih jari-jari anak, pada saat menggambar petak dan melempar gacu.29
3) Bagi Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
29 Rae Pica, Permainan-Permainan Pengembangan Karakter Anak-Anak, ( Jakarta: PT Indeks, 2012), 139.
Melalui bermain engklek dapat mengasah kemampuananak untuk bersosialisasi dengan orang lain dan mengajarkan kebersamaan, menaati aturan-aturan permainan yang telah disepakati bersama, melatih perkembangan emosi, pada saat pemain tidak berhasil melemparkan gacuk ke dalam petak dan tidak boleh melanjutkan permainan, apabila anak tidak berhasil mendapatkannya gaco tersebut maka dinyatakan gagal dalam permainan tersebut.
4) Bagi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
Permainan engklek melatih untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya.
Berdasarkan pendapat di atas penulis berpendapat bahwa manfaat permainan engklek selain mengembangkan motorik kasar, motorik halus, sosial emosional, dan kognitif anak juga mengajarkan displin kepada anak untuk menunggu giliran sesuai urutan nomor yang ditentukan dalam permainan engklek.
c) Fungsi Permainan Engklek
1) Untuk memperluas interaksi sosial serta dapat mengembangkan keterampilan sosial.
2) Dapat meningkatkan perkembangan fisik, koordinasi tubuh, dan mengembangkan keterampilan motorik halus.
3) Membantu dalam pemebentukan kepribadian dan emosi anak.
4) Mengajarkan anak untuk mematuhi aturan-aturan dalam permainan.30
d) Kecerdasan yang Dikembangkan dari Permainan Engklek
Selain bermanfaat terhadap perkembangan motorik kasar anak, Permainan engklek juga dapat mengembangkan beberapa kecerdasan, di antaranya sebagai berikut:
1) Linguistik, permainan engklek dilakukan secara berkelompok sehingga anak dilatih untuk berbicara dan mendengarkan temannya (komunikasi).
2) Logika matematik, melalui permainan ini anak dilatih untuk menghitung jarak antara pijakan pertama dengan kotak berikutnya dan memperkirakan ayunan tangan yang tepat untuk melempar kojo agar tepat sasaran.
3) Intrapersonal, permainan engklek melatih anak bersikap sabar, tidak memaksa kehendak, bersikap tenang, serta merasa nyaman dan terbiasa dalam kelompok
4) Interpersonal, permainan engklek dilakukan secara berpasangan atau berkelompok sehingga anak dilatih untuk memiliki rasa toleransi dan empati terhadap perasaan temannya.
5) Visual-spasial, pada permainan ini anak belajar menghitung jarak lempar, memperkirakan luas bidang yang ada sehingga lemparan kojo tidak keluar. 31
30 Khadijah, Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah, (Bandung: Citapustaka Media perintis, 2012), 152.
6) Natural, alat permainan engklek dibuat dari benda-benda yang ada disekitar. Aktivitas ini mendekatkan anak terhadap alam sekitarnya sehingga anak lebih menyatu dengan alam.
7) Kinestetik, permainan ini dilakukan dengan cara melompat dengan satu maupun dua kaki kesana kemari, maju mundur di dalam kotak yang terbatas dan melatih keseimbangan tubuh.
8) Spiritual, pada permainan ini anak belajar mengikuti aturan main dan mau menerima akibat jika melakukan kesalahan (sportivitas).32
e) Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Permainan Engklek dalam Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
1) Nilai Kedisiplinan
Transfer nilai pada permainan engklek terjadi melalui penghayatan para pemainnya. Nilai kedisiplinan ini ditunjukkan secara tidak langsung saat pemain mau mematuhi peraturan yang ada pada permainan engklek. Selain itu, ditunjukkan saat para pemain mau mengantri menunggu gilirannya main.
2) Nilai Ketangkasan
Nilai ketangkasan dapat dilihat dari gerakan anak saat melakukan permainan engklek. Gerakan lompat-lompatan dengan satu kaki dapat melatih ketangkasan anak dan juga keseimbangan fisik.
31 Ami Rahmawati, Permainan Tradisional Untuk Anak Usia 4-3 Tahun. (Bandung: Sandiarta Sukses, 2009), 9.
32 Ami Rahmawati, Permainan Tradisional Untuk Anak Usia 4-3 Tahun. (Bandung: Sandiarta
Dalam pengembangan motorik kasar anak usia dini dapat dilakukan melalui bermain. Melalui bermain pengembangan motorik dan sensitivitas anak dapat dikembangkan oleh sekolah, guru, dan aktivitas fisik lainnya yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.33
Oleh karena itu permainan engklek sangat penting untuk diajarkan pada anak anak usia dini mengingat manfaat dan kegunaan dang fungsi serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya, selain itu permaianan engklek merupakan kekayaan budaya indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita sehingga perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan oleh arus zaman modern.
33 Bambang Sujiono, Metode Pengembangan Fisik, (Jakarta: Universita Terbuka, 2010), 23-24.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data, tujuan, dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut, terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.34 Adapun metode tersebut yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain. Secara menyeluruh dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khususnya yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.35
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Karena penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang sifat-sifat karakteristik suatu keadaan dalam bentuk kata-kata dan bahasa penelitian deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat
34Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D(Bandung: Alfabeta,2012),02.
gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka. 36Jadi penelitian akan langsung dilakukan sendiri oleh peneliti yang akan melihat langsung tentang kondisi tempat atau lapangan yang akan diteliti, dengan respon dan partisipasi dari pihak lembaga. Maka dari itu, diharapkan peneliti dapat mendeskripsikan Upaya Meningkatkan Motorik Kasal Anak Melalui Permainan Engklek di RA Nurus Salamah Mumbulsari 2. Lokasi Penelitian
Lokasi yang dipilih adalah RA Nurus Salamah Kecamatan Mumbulsari Kabupaten jember. Alasan dipilih lokasi ini karena lembaga ini mudah dujangkau oleh peneliti, selain alasan inimasyarakat juga sangat antusias dalam menyekolahkan anaknya karena lembaga ini mampu mencetak anak-anak yang memiliki pribadi yang sehat serta memiliki kelincahan dalam bidang motorik kasarnya dengan baik serta juga tidak mengenyampingkan dibidang kognitifnya. Peneliti Mendapat Informasi berdasarkan hasil wawancara dengan Luluk eka budi selaku Informan yang mengajar sebagai guru kelas sekaligus menjadi wali murid.
3. Subyek Penelitian
Teknik sampling yang digunakan dalam penlitian kualitatif ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, dimana peneliti mengambil sampel dipilih
36Moh Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia,2014), 43.
berdasarkan pertimbangan sebagai informan yang bisa dijadikan sebagai partisipan.37 Berdasarkan uraian diatas maka yang bisa dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Kepala Sekolah RA Nurus Salamah ( Faridatul Hasanah, S.Pd.I ) b. Guru Kelas ( Siti Umi )
c. Wali Murid ( Ibu. Kiky ) d. Siswa ( Moh. Robit ) 4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.38
Data merupakan hal yang sangat substansi dalam suatu penelitian, maka dalam pengumpulan data tentu tidak hanya mempertimbangkan tingkat efisiensinya, namun lebih dari itu juga harus dipertimbangkan mengenai kesesuaian teknik yang digunakan dalam menggali dan mengumpulkan data tersebut.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut:
a. Observasi
37Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D(Bandung: Alfabeta,2012), 219.
38
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitiab berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.39
Jenis observasi yang digunakan observasi non partisipan yaitu dimana peneliti akan datang ketempat kegiatan namun peneliti tidak terlibat dengan kegiatan tersebut. Adapun data yang ingin diperoleh dengan menggunakan observasi ini adalah:
1) Cara meningkatkan motorik kasar RA Nurus Salamah Mumbulsari
2) Upaya meningkatkan motrik kasar dengan cara bermain.
3) Dampak permainan Engklek terhadap peningkatan motorik kasar anak di RA Nurus Salama Mumbulsari.
b. Wawancara
Wawancara adalah suatu teknik untuk mendapatkan data dengan cara face to face relation. Wawancara dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dilakukan dengan seorang perantara untuk mendapatkan data.40
Beberapa macam wawancara antara lain wawancara terstruktur, semiterstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara yang akan peneliti lakukan menggunakan wawancara semiterstruktur diamana dalam
39Sugiyono, Metode Penelitian, 145.
40Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan,(Bandung: Pustaka Setia,2011),100.
pelaksanaanya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara, diminta pendapat dan ide-idenya. Adapun data yang ingin diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara ini adalah
1) Sejarah singkat berdirinya RA Nurus Salamah Mumbulsari serta kebijakannya. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah
2) Konsep belajar bermain. Wawancara dilakukan kepada Guru kelas
3) Dampak dari permainan engklek .wawancara dilakukan kepada guru kelas.
c. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain.
Studi dokumen merupakan perlengkapan dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian
dari observasi dan wawancara kan lebih kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada.41 5. Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi tahap tertentu diperoleh data yang dianggap kredibel. 42
Pada penelitian ini menggunakan analisis model Miles dan Huberman.Dengan alasan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapun Aktivitas dalam analisis data model ini adalah:
41Sugiyono, Metode Penelitian KombinasiMixed Methods ,(Bandung:Alfabeta,2015), 326-327.
42Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, 334.
a. Koleksi data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan hal-hal yang penting dan dicari tema polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi.
b. Kondensasi Data
Kondensasi data adalah proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengubah catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan materi (temuan) empirik lainnya. Berarti Kondensasi data dapat membantu peneliti dalam menyederhanakan dan menyesuaikan seluruh data yang dijaring tanpa harus memilah (mengurangi) data.43
c. Paparan data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
d. Penerikan kesimpulan
43 Miles, M. B., Hubberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.44 6. Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan konsep yang menunjukkan keshahihan dan keadaan data dalam suatu penelitian.45yang dimaksud dengan validitas data atau keabsahan data adalah bahwa setiap keadaan harus memenuhi:
a. Menyediakan dasar agar hal itu dapat diterapkan.
b. Mendemonstrasikan nilai yang benar
c. Memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat tentang konsistensi, prosedur dan kenetralannya dari temuan dan keputusan-keputusannya.
Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Menurut Patton dalam Lexy Moleong, triangulasi sumber adalah membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode penelitian kualitatif.46
Adapun tekik triangulasi sumber adalah:
1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara
44Sugiyono, Metode penelitian, 247-252.
45Lexy Moleong, Metodologi Penelitian, 321.
46Ibid., 330.
2) Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi
3) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu
4) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.
5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.47
Triangulasi Teknik adalah pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama, peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentsi untuk sumber data yang sama secara serempak.48 Keduannya digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang kredibel.
7. Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, serta sampai pada penulisan laporan.
47Lexy Moleong, Metodologi Penelitian,331.
48
a. Tahap persiapan
1) Menyusun rencana penelitian 2) Memilih lapangan penelitian 3) Menyusun perizinan
4) Memilih informan
5) Menyiapkan perlengkapan penelitian b. Tahap pelaksanaan dilapangan
1) Memahami latar penelitian 2) Memasuki lapangan penelitian 3) Mengumpulkan data
4) Menyempurnakan data yang belum lengkap c. Tahap pasca penelitian
1) Menganalisis data yang diperoleh 2) Mengurus perizinan selesai penelitian 3) Menyajikan data dalam bentuk laporan 4) Merevisi laporan yang telah disempurnakan
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Temuan Umum Penelitian
1. Profil RA Nurus Salamah
Raudhatul Athfal Nurus Salamah Mumbulsari berdiri dengan tujuan ikut menciptakan generasi yang cerdas dan tumbuh sebagai tunas- tunas bangsa sesuai dengan cita-cita luhur bangsa. Hal ini juga tidak terlepas dari keinginan masayarakat setempat. Pada tahun 1980 didirikan sebuah pendidikan setingkat pra sekolah pertama mengingat dahulu belum ada lembaga pendidikan setingkat pra sekolah. Maka dalam musyawarah tersebut diambil suatu kebijakan agar di daerah tersebut di didirikan suatu lembaga pendidikan pra sekolah yang berbasis islam.49
Nama Lembaga : RA.Nurus Salamah
NSRA : 101235090093
NPSN : 69745150
NPWP : 033182551626000
Alamat : Angsanah Desa Mumbulsari Kec. Mumbulsari Kab. Jember
Telpon : 085100451533
Tahun Berdiri : 1980
Luas Tanah : 300 m250 Penyelenggara : Yayasan
Pada saat ini Raudhatul Athfal Nurus Salamah Mumbulsari terletak di desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Selama dunia pendidikan dan mengasuh siswa-siswa dari tahun ketahun dan mendapatkatkan kepercayaan dari masyarakat sekitar Raudhatul Athfal dengan laju perkembangan yang selalu menerapkan sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam visi dan misi Raudhatul Athfal.51
2. Tujuan Berdirinya Raudlatu Ahtfal Nurus Salamah
Untuk membentuk anak usia dini yang beriman, bertanggung jawab kepada Allah Swt, berkhlak mulia, sehat, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis. Perkembangan jumlah siswa dari tahun ketahun mengalami peningkatan, artinya pertambahan jumlah siswa sejak tahun berdirinya sampai sekarang terus bertambah.
Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat untuk memasukkan anaknya ke Raudhatul Athfal Nurus Salamah, dikategorikan baik.
Untuk menambah kualitas pendidikan, pengajaran dan pendiri Raudhatul Athfal sering ikut berbagai pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.52
50 Dokumentasi RA Nurus Salamah Tahun 2018/2019
51 Wawancara dengan kepala sekolah Ibu Farida, S. Pd pada tanggal 15 Maret 2019 pukul 08.00 WIB di RA Nurus Salamah Mumbulsari.
52 Wawancara , Kepala Sekolah, 23 Mei 2019
3. Visi dan Misi a. Visi :
Terwujudnya anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia serta beragama.
b. Misi :
1. Mengupayakan pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini.
2. Menumbuhkembangkan kecerdasan anak usia dini.
3. Membentuk pribadi anak didik agar menjadi anak sholeh sholehah.
4. Membimbing dan mengarahkan potensi anak didik supaya menjadi anak-anak unggul dan pemberani.
5. Mengenalkan anak didik pada CINTA, baik cinta pada Allah, Rasulullah, orang tua, diri sendiri dan lingkungan.
6. Membuka kreativitas dan imajinasi anak didik.
7. Membangun kepercayaan diri pada setiap anak didik.53
4. Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatu Ahtfal Nurus Salamah Raudhatul Athfal Nurus Salamah berlokasi Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Telah melaksanakan aktivitas pengajaran secara baik dengan melihatkan komponen- komponen yang ada di sekolah ini, mulai dari kepala sekolah, guru dan siswa dan komponen-komponen lain yang terlibat dalam kegiatan- kegiatan pengajaran disekolah ini. Maju mundurnya Raudhatul Athfal