• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi dan Manfaat Bermain

Dalam dokumen PDF SKRIPSI - Welcome to digilib (Halaman 32-39)

BAB II KAJIAN TEORI

C. Permainan Bagi Anak Usia Dini

2. Fungsi dan Manfaat Bermain

Dunia anak adalah bermain. Oleh karena itu, maka wajar saja apabila dalam aktivitas anak sehari-hari lebih banyak bermainnya dari pada belajarnya. Tetapi sebenarnya dari bermain itulah anak-anak belajar.19 Sebagi orang tua, guru tidak boleh terlalu memaksakan apa yang ada dalam pikirannya, karena dalam bermain terdapat fungsi dan manfaat bagi anak.

18 Novi Mulyani, Super Asyik Permainan Tradisonal anak Indonesia, (Yogyakarta: Diva Press, 2016),25-26.

19 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini, Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya,

Setidaknya tedapat delapan fungsi barmain bagi anak-anak seperti yang dikutip oleh Masitoh dkk dalam Hartley, Frank dan Goldenson, yaitu:

1) Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Contohnya, meniru ibu memasak di dapur, meniru dokter yang sedang mengobati pasiennya dan sebagainya.

2) Untuk melakukan berbagai peran yang ada dalam kehidupan nyata seperti guru mengajar di kelas, sopir mengendari bus dan petani menggarap sawah.

3) Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalam hidup yang nyata. Contohnya, ibu memandikan adek, ayah membaca koran, kakak mengerjakan tugas sekolah.

4) Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng, menepuk-nepuk air.

5) Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima, seperti berperan sebagai pencuri, menjadi anak nakal dan lain sebagainya.

6) Untuk kilas balik peran yang bisa dilakukan seperti, gosok gigi, sarapan pagi, naik angkutan kotan dan lain-lain.

7) Mencerminkan pertumbuhan, misalnya, semakin gemuk badannya, semakin tinggi badannya dan sebagainya.

8) Untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah seperti menghias ruangan, menyiapkan jamuan makanan, pesta ulang tahun dan lain sebgainya.20

Selain beberapa fungsi bermain yang disebutkan oleh para pakar diatas tersebut, menurut Moeslichatoen ada beberapa fungsi bermain lainnya bagi anak-anak yaitu:

1. Mempertahankan keseimbangan

Kegiatan bermain dapat membantu penyaluran kelebihan tenaga. Setelah melakukan kegiatan bermain, anak memperoleh keseimbangan antara kegiatan dengan menggunakan tenaga dengan menggunakn tenaga dan kegiatan yang memerlukan ketenangan.

Kegiatan bermain juga memberikan penyaluran dorongan emosi secara aman. Misalnya, melepaskan doronga-dorongan yang tidak dapat diterima dalam kehidupan nyata.

2. Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.

Anak yang sedang bermain seolah-olah berada dalam perjalanan kereta api, melakukan jual beli di pasar, sedang menyuntik pasien, mengatur makanan di meja untuk sarapan, adalah kegiatan bermain yang didasarkan pada penghayatan atas peristiwa- peristiwa yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi

20 Masitoh dkk, Strategi pembelajaran TK, (Tangerang selatan: Penerbit Universitas Terbuka, 2012), 9.5.

bermain sebagai sarana untuk menghayati kehidupan sehari-hari ini bermanfaat untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. Selain juga untuk mengenal beberapa profesi seperti dokter, sopir,penjual dan lain sebgainya.

3. Mengantisipasi peran yang akan dijalani di masa yang akan datang.

Ketika anak berpura-pura memerankan seorang ayah, ibu, dokter, polisi dan lain-lain, sebenarnya kegiatan tersebut adalah upaya untuk mempersiapkan anak melakukan di masa mendatan sebgai perannya, misalnya berperan sebgai ayah, berarti anak mencoba menghayati priku, perasaan dan sikap orang tua pada umumnya.

4. Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari.

Tumbuhnya keterampilan anak tidak hanya dari aspek gerak saj, tetapi juga cara ia berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Seperti belajar sepeda roda tiga pada saat anak berumur 3 tahun kemudian akan dilanjutkan pada saat umur 4 tahun dengan cara menyempurnkan keterampilan yang sudah dipelajarinya.

5. Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah.

Dengan cara bermain anak-anak dapat menyalurkan rasa ingin tahu seperti bagaimana caranya memasak air, mengapa es batu bisa cair. Karena bermain ternya dapat membantu menyelesaikan memecahkan maslah yang dihadapinya.

6. Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain.

Melalui bermain anak dapat meperoleh kesempat untuk meningkatkan keterampilan bergaul dengan anak yang lain yang sebaya dnegannya. Anak juga bisa menghindari pertentangan dengan temannya karena tidak ada untungnya. Anak juga belajar mengkomonikasikan apa yang ia rasakan dan pikirkan, disamping memahami apa yang teman-temanya bicarakan.21

Adapun manfaat bermain bagi anak dengan harapan dapat memanfaatkan kegiatan bermain dapat memunculkan gagasan baru bagi orang tua dan guru dalam menyusun program pengembangan yang sesuai dengan anak usia dini.

1. Bermain Memicu Kreativitas Anak

Dalam lingkungan bermain yang aman dan menyenangkan dapat memacu kreativitas anak, karena dengan bermain anak-anak dapat menemukan ide-ide serta menggunakan daya hayalnya. Karena antara bermain dan kreativitas ada asumsi yang menyatakan ada keterkaitan soalnya, bermain maupun kreativitas sama-sama mengandalkan kemampuan anak menggunakan simbol-simbol.

Seperti saat anak main dokter-dokteran dilngkungan keluarga, balok yang dijadikan alat untuk bermain di jadikan telpon untuk menelpon dokter agar datang mengobati anaknya, betapa kreatif ketilaka melihat tingkahnya dan mendengar percakapannya.

2. Bermain Berguna Untuk Kecerdasan Otak

Bermain merupakan media yang sangat penting bagi anak- anak bagi proses berfikirnya. Bermain dapat membamntu perkembangan kognitif anak. Bermain dapat memberi kontribusi pada perkembangan intlektual berpikir denngan membukakan jalan menuju berbagai pengalaman yang tentu saja memperkaya cara berpikir anak.22

3. Bermain dapat menenggulangi konflik.

Pada anak usia dini tingkah laku yang muncul adalah tingkah laku menolak, bersaing, agresif, bertengkar, meniru, kerjasama, egois, simpatik, marah, ngambek, dan berkeingina untuk diterima dilingkungan sosial.apabila kita amati tingkah laku anak banayak yang asosial. Maka disebutlah masa-masa konflik, untuk menanggulangi konflik solusi yang sangat tepat bagi anak usis dini adalah dengan bermain, karena dengan bermain yang aman dan menyenangkan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dalam diri anak.

4. Bermain Dapat Melatih Empati

Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran dan sikap yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Dengan mengembangkan empati anak semakin pintar dan dapat

22 B.E.F Montolalu, Bermain dan Permaianan Anak, ( Tangerang Selatan: UT, 2012),18

menempatkan dirinya dan perasaanya serta sikapnya pada orang lain semakin menumbuhkan rasa tenggang rasa, seperti halnya bermain yang sangat sendiwara deramatis, maka sikap empati dapat dikembangkan.23

5. Bermain Dapat Mengasah Pancaindra

Kelima indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengucapan dan perabaa merupakan alat yang sangat vital yang perlu diasah sejak masih bayi. Tujuannya agar anak lenih tanggap dan peka. Banyak alat permainan yang dapat mengasah pancaindra tersebut seperti, kotak aroma untuk penciuman, permainan “suara apa” untuk melatih pendengaran, gambar-gambar di buku untuk melatih penglihatan dan lain-lain.

6. Bermain Sebagai Media Terapi

Sigmund Freud mngemukakan bahwa anak menggunakan bermain sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah konflik dan kecemasannya. Berawal dari teori ini para ahli psikologi mendapat ilham untuk menggunakan bermain sebagai alat diagnosis mengobati anak bermasalah, yang dikalangan para ahli dikenal dengan terapi bermain, namun tidak semua orang dapat melakukannya karena ini memerlukan keahlian tertentu. Maka apabi ditemuka pada diri anak gejala-gejala, seperti agresip yang memiliki kelainan prilaku hendaknya di bawa kepada seorang yang ahli.

7. Bermain itu melakukan penemuan

Ini artinya dengan bermain dapat menghasilkan ciptaan baru.

Anak yang sedang bermain sedang menciptakan yang baru. Anak akan bertanya jika ada sesuatu yang dibutuhkan dan yang belum digahami. Bagi guru anak yang sedang bermain dilihat dan diperhatikan sedang melakukan penemuan baru. Seperti anak yang baru berpengalaman bahwa ikan-ikan ini besar sedangkan dirumah kecil. 24

Dalam dokumen PDF SKRIPSI - Welcome to digilib (Halaman 32-39)

Dokumen terkait