• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara pencegahan

Dalam dokumen PERANGKAT KELAS 8 BIMBINGAN KONSELING (Halaman 127-132)

UNTUK MTs Sederajat SEMESTER GENAP

E. Cara pencegahan

Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa menghindari penyalah gunaan Handphone

1.    Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut pornoaksi dan pornografi.

2.    Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.

3.    Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dan menggunakan handphone.

4.    Belajar sebaik mungkin agar tidak sampai menggunakan handphone saat ujian.

5.    Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno darihandphone.

6.    Menggunakan handphone jika diperlukan dan untuk hal-hal yang penting saja.

7.    Memperbanyak konten-konten religi pada handphone.

8.  Memberi kode pengaman pada handphone jika diperlukan.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Komponen : Layanan Dasar

Bidang Layanan : Pribadi

Topik / Tema Layanan : Kemandirian Di Usia Remaja Kelas / Semester : 8 / Genap

Alokasi Waktu : 2 x 30 menit

1. Tujuan Layanan

Mengidentifikasi gejala yang berhubungan dengan permasahalah kemandirian Menjelaskan pengertian kemadirian

3. Mengklasifikasi perilaku yang mencerminkan kemandirian 2. Metode, Alat dan Media

1. Metode : PBL, Curah pendapat dan tanya jawab

2. Alat / Media : LCD, Power Point, video tentang Kemandirian Di Usia Remaja 3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan

1. Tahap Awal/Pendahuluan

1.1. Membuka dengan salam dan berdoa

1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking) 1.3.Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling

1.4.Menanayakan kesiapan kepada peserta didik 2. Tahap Inti

2.1.Guru BK menayangkan media slide ppt atau video yang berhubungan dengan materi layanan

2.2.Peserta didik mengamati slide ppt atau video yang berhubungan dengan materi layanan

2.3.Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab

2.4.Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang 2.5.Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok

2.6.Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing

2.7.Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain menanggapinya, dan

seterusnya bergantian sampai selesai.

3. Tahap Penutup

3.1.Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan

3.2.Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam hidupnya

3.3.Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang 3.4.Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam 4. Evaluasi

1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing peserta didik

dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.

2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan suasana yang

menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Banding Agung, 2024

Mengetahui Guru Bimbingan Konseling

Kepala Madrasah

SUWARDI, S.Pd.I FENI GUSTIRA, S.Pd NIP.196801121999031002 NIP.199508082023212035

Lampiran Materi :

KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA Pengeritan Kemandirian

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak- kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

1. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.

2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

3. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.

4. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

1. Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.

2. Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.

3. Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.

4. Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

Gejala yang berhubungan dengan permasahalah kemandirian Pentingnya Kemandirian Bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

1. Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas.

Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.

2. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.

Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah

Dalam dokumen PERANGKAT KELAS 8 BIMBINGAN KONSELING (Halaman 127-132)