• Tidak ada hasil yang ditemukan

COVID 19 DRIVES AGILE IN VUCA

Dalam dokumen BUKU HUMAN CAPITAL (Agus Maulana) (Halaman 35-42)

Pengalaman hidup menjadikan guru termahal dalam sejarah hidup manusia sehingga banyak orang bercerita dalam semua jenis tulisan. Harini ketika Covid 19 melanda dunia tak terelakan hampir menyapu setiap orang dari berbagai tingkatan usia namun beberapa pantauan anak berumur 6 tahun kebawah dapat diperhatikan tidak ada yang teserang virus ini, untuk dugaan sementara akibat adanya penyakit bawaan dan semakin buruknya darah dalam tubuh manusia dan daya tahan antibody yang melekat pada sel-sela darah menyebabkan hampir menyerang setiap tingkatan umur namun anak-anak usia 6 tahun kebawah tadi dapat dipastikan tidak mengalami gejala positif atau secara rapid test negative, jawaban sementara bahwa karena darah pada tubuh anak usia 6 tahun ke bawah masih tergolong bersih dan anti-body masih kuat melawan virus. Tercermin sebagaimana pengalaman pribadi, 21 hari isolasi mendiri bersama covid 19 dan berusaha secara autodidak melawan Covid 19 (Maret 2020) Dalam menghadapi keadaan dan kegalauan bahwa belum ditemukannya obat serta vaksin ketika itu banyak saran dan uji coba yang direferansi untuk minum obat serta herbal dalam melawan serangan demam dan melakukan isolasi mandiri (dirumah saja).

Gejala awal terserangnya tubuh terhadap Covid 19 adalah kita merasakan kondisi tidak nyaman, ditandai dengan :

1. Hari Pertama, kepala pusing atau sakit kepala seperti kurang tidur perasaan melayang seperti orang kurang darah, kemudian ada rasa suhu badan naik dan lidah terasa kebas, tenggorokan terasa kering.

2. Hari Kedua , kepala tambah pusing dan terasa berat jika melakukan gerakan menunduk dan bangun sedari tidur sehingga mengakibatkan si sakit cenderung istirahat dan tidur 3. Hari Ketiga-Kelima, badan terasa panas dingin dan sering

mengeluarkan keringat seperti mandi keringat dan persendian terasa kaku sulit bergerak dan menggerakan persendian seperti melakukan sholat dan berjalan (seperti penyakit unyil/lupus), terkadang selera makan tidak ada sehingga makanan yang dimasukan ke dalam mulut tidak terasa masin atau manis dan terkadang mual dan ingin muntah. Tenggorokan terasa terkunci.

4. Hari Keenam-Kedelapan, hari dimana puncak dari persaan dan kenyaman menhadapi penyakit demam, panas tinggi dan berkeringat seakan mandi dan minum air putih hangat yang banyak dan makan makanan yang lembut semacam bubur dan telur rebus serta asupan susu beruang dan buang air kecil sering dilakukan karena banyak minum dan kurang makan.

5. Hari Kesembilan-Kesebelas, Hari ke-9 merupakan penurunan kondisi panas badan dan keseimbangan sudah mulai memulih dan pada saat itu melakukan pembuangan faeses terjadi berwarna hitam akibat obatan dan racun dalam tubuh yang keluar sehingga pada saat itulah terasa membaik dan keringat pada badan sudah tidak panas dingin lagi dan kondisi sudah memungkinkan kita mandi atau melakukan kompres badan dengan handuk dan air hangat.

6. Hari Keduabelas-Keduasatu, hari dimana grafik kesehatan berangsur-perlahan membaik dan pada usia diatas 50 tahun cenderung proses membaiknya daya tahan tubuh lebih lambat dan hingga hari ke-21 masih terasa sedikit terkadang kurang

keseimbangan seperti orang yang baru selesai dalam perawatan dan opname-rumkit.

Obatan yang ketika itu disarankan dari beberapa dokter ahli paru dan UGD yang segera dikonsumsi 3x1 hari disaat awal mulai terserang pada deteksi awal terasa terserang dan mulai hari- pertama yakni Terra F , dexametaxon, sefadroxil, amroxol, vit c, habahsaudah, madu, bubuk jahe merah minuman, rebusan kunyit+sirih+serai+jahe, jgn minum es, susu beruang, mkn bubur saja, tenggorokan kering selalu minum air hangat, banyak minum air putih, mandi air hangat, Balur badan dg minyak kayu putih, jika menggigil, usaha tetap makan walau tak selera kadang muntah, jangan terima tamu, kunci rumah, istirahat di ruang tamu, agar terbuka udaranya, usahakan terpisah dg anak anak, usia dibawah 6 th anak kebal biasanya negative

Beberapa data yang meyakinkan kita saat ini adanya Covid 19 bukan sebuah berita kebohongan yang seolah ini merupakan rekayasa yang melanda dunia adalah :

Apa yang dapat anda rasakan hari ini dengan mematuhi segala protocol kesehatan dan anjuran pemerintah sehingga Covid 19 adalah serangan virus yang nyata.

Bagaimana cara anda menghadapi Covid 19 yang datanya telah sebar keseluruh dunia serta bagaimana anda menjaga kesehatan diri dan keluarga dalam upaya melawan dan bertahan.

Untuk vaksin harini belum cukup mampu meng-cover semua kainginan bangsa bangsa di dunia dan kapan berakhir dari Covid 19 ini adalah suatu tragedy yang akan memakan waktu beberapa tahun sehingga kita harus mengalami perubahan perilaku hidup yang baru dan menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan yang ada sehingga kita dapat mengukur kemampuan dan kesempatan kita dalam beradaptasi.

Petunjuk dan Peristiwa kebiasaan serta kenyataan hidup baru pada masa Covid 19 yang harus rela manusia menerimanya serta beradaptasi dengan cara hidup baru di dunia dengan mematihi dan melaksanakan protocol kehidupan dalam upaya pencegahan dan melawan pandemic ini secara bersama-sama masyarakat dunia (We Are the One in the World)

Terkadang data dan kenyataan hidup dapat membangkitkan keyakinan dan kesadaran seseorang bukan persoalan sebuah ketakutan tapi persoalan kemanusiaan dan keadilan dalam hak hidup manusai dimuka bumi.

Pemerintah sebagai penguasa kebijakan telah menetapkan dan melakukan perlindungan kepada rakyat terhadap Pandemi

Covid 19 yang sedang dihadapi sehingga rakyat akan merasakan sebuah jaminan dan keamanan dalam kebiasaan baru dalam berkehidupan dan bernegara.

Dampak Covid 19 dalam Proses Pembelajaran, pada anak- anak di seluruh dunia dalam menghadapi kebiasaan baru, meskipun ada pro dan kontra dalam situasi seperti ini namun kita harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang semakin tidak menentu. Namun sejarah hidup manusia telah mengukir bahwa perubahan selalu terjadi baik secara alami maupun ulah tangan manusia.

BAB VII PERSPEKTIF DI GLOBAL KEPEMIMPINAN

Dalam dokumen BUKU HUMAN CAPITAL (Agus Maulana) (Halaman 35-42)