• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Interaksi Sosial Pada Remaja Terhadap Game Online Di Lingkungan Aik Ampat

BAB I PENDAHULUAN

B. Dampak Interaksi Sosial Pada Remaja Terhadap Game Online Di Lingkungan Aik Ampat

Table 2.3. Jumlah keseluruhan remajaLingkungan Aik AmpatBawakGunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan

Gerung

Remaja Jumlah

Laki-laki (L) 155

Perempuan (P) 102

Total 257

Table 2.4. Jumlah remajaLingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung

berdasarkan kasus/masalah

Remaja Jumlah

Bermain game online 75

Tidak bermain game online 182

Table 2.5. Jenis game online yang dimainkan oleh remaja diLingkungan Aik Ampat Bawak Gunung

Jenis Game Online Yang Dimainkan Oleh Remaja

Jumlah remaja

Mobile legend 45

Pubg mobile 20

Fire free 10

Dari hasil paparan data table di atas, maka dapat disimpulkan bahwa game online yang biasa dimainkan oleh remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung terdapat tiga jenis game online yaitu mobile legend, pubg mobile, fire free. Yang dimana game online yang dominan lebih banyak dimainkan oleh remaja yaitu game mobile legend sedangkan pubg mobile dan fire free tergolong rendah yang memainkannya.45

B. Dampak Interaksi Sosial Pada Remaja Terhadap Game Online Di

terhadap interaksi sosial pada remaja. Serta didukung dengan dokumentasi-dokumentasi pada saat melakukan penelitian.

Dari data dan informasi yang peneliti dapatkan dari informan mengenai dampak game online terhadap interaksi sosial pada remaja di lingkungan aik ampat, sebagai berikut :

1. Dampak Negatif Game Online a) Berkata kotor

Hal ini diungkapkan oleh wiliadi, remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 22 tahun, dia mengatakan:

“Semanjak saya main game online, saya sering mengalami berkata kotor karena teman saya bermain tidak bisa seperti saya bermain dan terkadang jaringan terlalu lemot, lawan yang kita hadapi terlalu jago sehingga muncul kata-kata kotor itu keluar sendiri.”46

Hal ini diungkapkan oleh informan yang bernama bapak muhajirin yang merupakan masyarakat di lingkungan aik ampat bawak gunung beliau mengatakan:

“Perilaku remaja-remaji yang bermain game online di lingkungan aik ampat bawak gunung yang sering saya lihat dan dengar mereka sering berkata kotor, karena apabila di saat mereka sedang bermain game online, kemudia ada teman mainnya yang tidak bisa melawan musuhnya, mereka tidak sengan mengeluarkan kata- kata kotor yang sangat tidak pantas mereka lontarkan pada saat sedang bermain dengan teman-teman mereka.”47

Berdasarkan hasil observasi wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan beberap orang tua informan, yaitu benar adanya bahwa anak yang bermain game online secara tidak sadar atau secara spontan akan mengeluarkan kata-kata kotor padahalhal tersebut hanya disebabkan oleh masalah sepele, misalnya mengalami kekalahan jaringan

46 Wiliadi, Remaja Aik ampat Bawak Gunung, wawancara, 5 Maret 2022

47 Muhajirin, Masyarakat aik ampat bawak gunung, wawancara, 25 Maret 2022

internet yang lelet, dan tim mainnya tidak bisa melawan musuhnya.48

b) Berbohong

Hal ini diungkapkan oleh jaky hariadi, remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 24 tahun, dia mengatakan:

“Semenjak saya bermain game online, saya sering minta uang ke orang tua dengan alasan untuk membeli baju padahal uag tersebut untuk membeli paket internet, saya juga sering minta izin ke orang tua untuk belajar ke rumah teman padahal saya pergi main game online ke tempat jaringan wifi dibelakang rumah teman.” 49

Selanjutnya wawancara dengan informan yang bernama rendi remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 19 tahun, dia mengatakan:

“Setelah saya bermain game online, saya selalu minta uang kepada orang tua saya, dengan alasan untuk iuran praktik disekolah, membeli buku, akan tetapi uang tersebut saya gunakan untuk daftar turnamen game online di turnamen game online yang diadakan oleh pecinta game.” 50

Diperkuat lagi dengan hasil observasi yang diperoleh peneliti yang dimana dari hasil observasi tersebut menunjukan bahwa para remaja yang bermain game online merupakan salah satu merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku keseharian remaja-remaja tersebut. Keaktifan remaja dalam bermain game online tentu sangat mempengaruhi perilaku remaja yang salah satunya sering berbohong kepada orang tuanya. 51

48 Observasi, 15 Maret 2022

49 Jaky hariadi, Remaja Aik ampat Bawak gunung, wawancara, 10 Maret 2022

50 Rendi, Remaja Aik Ampat Bawak gunung, Wawancara, 12 Maret 2022

51 Observasi, 13 Maret 2022

c) Membantah orang tua

Hasil wawancara dengan ust zulkarnain M.pd selaku tokoh agama di aik ampat bawak gunung mengatakan:

“Kebanyakan remaja sekarang yang saya lihat di lingkungan aik ampat bawak gunung pokus dengan game sehingga terlena dengan diri sendiri dan membantah orang tua takala bermain game, bahkan remaja yang saya lihat kebanyakan membantah orang tuanya dengan kalimat “ah ibu menggangu saja.saya lagi sedang main game ibu saja yang kerjakan semuanya” padahal kalimat-kalimat tersebut tidak pantas dilontarkan ke orang tuanya.” 52

Selanjutnya wawancara dengan dengan ibu serah orang tua dari salah satu informan, beliau mengatakan:

“Anak saya yang harinya menghabiskan waktu bermain game online, hal tersebut bisa saja menhgabiskan data internet yang sangat banyak, kemudia suatu hari dia meminta uang lebih untuk membeli paket internet yang ia inginkan, kemudia dia tidak segan membantah saya dengan kalimat yang tak patut dilontarkan kepada saya.”

53

Berdasarkan hasil observasi wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti lakukan dengan beberapa orang tua dari informan yang bermain gaeme online, bahwa memang benar adanya game online benar-benar berdampak negatif terhadap anak-anak mereka, salah satunya membantah orang tua mereka apabila mereka disuruh membantu orang tua mereka.54

d) Melalaikan ibadah solat

Hasil wawancara dengan riki wahyudi, remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 22 tahun mrngatakan:

52 Ust, zulkarnain, M.Pd, Wawancara, 15 Maret 2022

53 Serah, Orang Tua, Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 18 Maret 2022

54 Observasi, 20 Maret 2022

“Saya sering bermain game online dan bisa dikatakan hari-hari saya dipergunakan untuk bermain game online, hal tersebut secara tidak sadar banyak kegiatan- kegiatan yang saya lalaikan, seperti kegiatan dalam beribadah, solat, solat inilah yang sering sekali saya lalaikan dikarenekan keasikan bermain game.” 55

Selanjutnya wawancara dengan tokoh masyarakat aik ampat bawak gunung H. harfa asmuni beliau

mengatakan:

“Akhir-akhir ini jarang sekali anak muda ke masjid untuk berjamaah sholat lima waktu, hal tersebut yang saya lihat mereka dirumah atau tempat biasa mereka nongkrong, mereka sedang bermain game terlebihnya pada waktu sore hari bahkan sampe waktu menjelang magrib mereka masih ditempat tongkrongan tersebut dengan keadaan masih memegang handphone untuk bermain game online.” 56

Berdasarkan hasil observasi wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan beberapa informan, bahwa benar adanya game online bisa membuat orang menjadi lalai akan kewajibannya terutama pada kewajiban beribadah, hal tersebut sering kali terjadi pada remaja aik ampat bawak gunung yang bermain game online.57

2. Dampak Positif Game Online 1) Memiliki banyak teman

Wawancara yang dilakukan dengan rudi wijaya remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 20 tahun mengatakan:

“Saya bisa mendapatkan lebih banyak teman selama bermain game, dan teman-teman itupun ada ada dari

55 Riki wahyudi, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 6 Maret 2022

56 H harfa asmuni, wawancara, Aik Ampat Bawak Gunung, 7 Maret 2022

57 Observasi, 11 Maret 2022

luar daerah yang sama da nada yang dari luar daerah, luar kota bahkan ada yang dari luar negeri”. 58

Wawancara dengan daeffullah remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 19 tahun mengatakan:

“Saya termasuk orang yang lagi main game itu suka sendiri (solo player) dan tidak perlu mengumpulkan teman untuk membuat suatu tim terlebih dahulu baru bisa main. Karena menurut saya menjadi pemain solo itu membuat saya bisa bermain dengan pemain- pemain yang baru dan dari berbagai kalangan.

Misalnya dari kalangaan anak-anak, orang dewasa dan lain sebagainya dari situlah awal saya bisa menambah teman baru.”59

Berdasarkan hasil observasi dilapangan yang telah dilakukan peneliti bahwa benar adanya kalau game online bisa menambah banyak teman hal tersebut peneliti temukanberdasarkan wawancara dengan beberapa informan yang telah peneliti lakukan, akan tetapi hal tersebut hanya sebatas pertemanan di sosmed (sosial media) saja. 60

2) Mengurangi stress

Hasil wawancara dengan Muhammad rizkiawan remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 24 tahun mengatakan:

“Menurut saya dengan bermain game online bisa mengurangi stress. Apalagi setelah mengerjakan tugas daring, ujian daring, saya langsung bermain game, rasanya semua beban hilang dan merasa ada kesenangan tersendiri pada saat bermain game.” 61

58 Rudi wijaya, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 20 Maret 2022

59 Daeffullah, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 23 Maret 2022

60 Observasi, 25 Maret 2022

61 Muhammad Rizkiawan, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 27 Maret 2022

Hasil wawancara dengan Muhammad suhaimin remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 20 tahun mengatakan:

“Game online menurut saya refresing otak, apabila sudah selesai tugas kuliah ataupun kegiatan-kegiatan lainnya saya langsung bermain game online, dan perasaan saya setelah main gameonline terasa tenang, ditambah lagi jika mainnya menang itu rasanya bahagia sekali.” 62

Berdasarkan observasi yang peneliti dapatkan dilapangan bahwa memang benar, dengan bermain game online bisa mengurangi stress, karena setelah mengamati remaja-remaja bermain game online dan ikut bergabung di dalamnya tenyata memang merasa senang setelah main game. Begitulah yang dirasakan oleh remaja aik ampat bawak gunung, dengan kata lain, remaja harus tau waktu dan membatasi waktu daam bermain game online makan akan menghilangkan dampak positif dari game tersebut. 63 C. Upaya orang tua Dalam Mengatasi Dampak Game Online

Terhadap Interaksi Sosial Remaja Di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung

1. Memberikan batasan waktu anak untuk memainkan gadget Hasil wawancara dengan Maryam orang tua remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 42 tahun mengatakan:

“Saya mempunyai anak yang sering kali bermain game online, sampai dia tidak tau batas waktu, kemudian saya sangat khawatir terhadap anak saya karena yang saya ketahui bermain game online bisa menganggu kesehatan anak saya, maka dari itu saya memberikan batas waktu kepada anak saya supaya hari-harinya tidak selalu berkegiatan bermain game online.” 64

62 Muhammad Suhaimin, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, wawancara 26 Maret 2022

63Observasi, 9 Maret 2022

64 Maryam, orang tua, aik ampat bawak gunung, wawancara, 28 Maret

Hasil observasi wawancara yang telah peneliti lakukan dengan beberapa informan, mengenai hal membatasi waktu memang benar adanya karena dari orang tua mereka sudah mengetahui bahaya bermain game online terlebih dalam hal berperilaku, kurangnya bergaul dengan teman, menganggu kesehatan dan lain sebagainya, untuk itu peneliti memberikan masukan terhadap orang tua supaya selalu mengawasi dan memberikan batas waktu kepada anak-anak mereka. 65

2. Memberikan nasehat

Selanjutnya wawancara dengan herjan, remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 20 tahun mengatakan:

“Saya sering sekali diberikan nasehat oleh orang tua saya, dan orang tua saya selalu mengingatkan bahwa bahayanya dampak dari game online jika saya tidak bisa megatur waktu dalam bermain. Karena sudah banyak terbukti anak-anak yang sering bermain game online sangat lalai dalam waktu beribadah serta hal-hal lainnya.” 66

Hasil wawancara dengan ibu ramni beliau mengatakan:

“Kadang anak saya itu sering berkelahi di saat sedang bermain game, hal tersebut terjadi karena masalah sepele menurut saya, hanya masalah teman satu tim main game tidak bagus sehingga menyebabkan tim kalah. Karena saya lihat perilaku anak saya Yang sering bermain game online mudah terpancing emosinya maka dari itu terjadi perilaku kasar kepada sesame temannya. Kemudian setelah anak saya berkelahi saya berbicara dengan dia dengan cara menasehati terlebih dahulu jika masih engulangi perilaku tersebut maka maka saya akan mencabut

65 Observasi, 29 Maret 2022

66 Herjan, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 30 Maret 2022

hadphonenya dengan tujuan supaya tidak mengulangi kejadian berkelahi tersebut. 67

Selanjutny Wawancara dengan Irfan, remaja aik ampat bawak gunung yang berusia 22 tahun megatakan:

“saya sering sekali diberikan nasehat oleh orang tua saya dan orang tua saya selalu mengingatkan saya untuk kuliah dan istirahat, tapi saya selalu tidak mendengarkan apa yang orang tua saya katakan dan saya selalu mengingatkan terhadap anak saya bawah game online sangat berbahaya bisa membuat kita malas mengerjakan apapun.” 68

Berdasarkan hasil observasi wawancara peneliti lakukan dengan beberapa informan, memang benar adanya setiap orang tua selalu memberikan nasehat kepada anak- anaknya terutama dalam hal bermain game online, karena banyak diantara orang tua yang mengetahui dampak dari game tersebut maka orang tua sangat khawatir hal tersebut akan terjadi pada anak-anak mereka. 69

67 Marni, Orang Tua, Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 1 April 2022

68 Irfan, Remaja Aik Ampat Bawak Gunung, Wawancara, 3 April 2022

69 Observasi, 2 April 2022

BAB III

Dokumen terkait