BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Metode penelitian tentang Dampak game online Terhadap Perilaku Interaksi Sosial di Lingkungan Aik Ampat ini akan dilakukan dengan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan metode penelitian deskriptif-kualitatif atau penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, atau tindakan yang kemudian dijelaskan dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode yang ada.23 Metode ini dimulai dengan menyusun asumsi dasar pemikiran
22 Saifuddin Azwar..., hlm. 76.
23 Lexy J. Meloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja rosda karya, 2005), hlm. 6.
yang kemudian digunakan secara sistematis dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisa, dan penafsiran data yang digunakan untuk menjelaskan fenomena yang ditemukan di lapangan atau lokasi penelitian.
Metode kualitatif memiliki beberapa ciri-ciri yaitu “nature setting”, (kondisi yang alamiah) penentuan sampel secara purposive berdasarkan pertimbangan dan penilaian tertentu, dan juga peneliti sebagai instrument inti pokoknya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif- kualitatif merupakan penelitian yang menekankan proses pemahaman secara mendalam terkait dengan fenomena yang dialami oleh subjek penelitian baik dalam konteks individu, kelompok, atau organisasi/ lembaga, misalnya terkait perilaku, persepsi, atau tindakan yang kemudian dijelaskan dalam bentuk kata-kata dan bahasa yang tidak memerlukan perhitungan perhitungan atau analisis statistik, pada suatu konteks yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode yang ada, sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai penambah wawasan, bahan rujukan, atau bahan pembuktian terkait masalah yang diteliti.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif ini, kehadiran peneliti merupakan instrument yang sangat penting.Karena peneliti berperan sebagai instrumen sekaligus pengumpul data dari objek yang diteliti, sehingga keberadaannya di lokasi penelitian sangat diperlukan untuk memperoleh data yang akurat dan valid.
Oleh karena.itu peneliti di dalam melakukan penelitian akan bertemu langsung dengan narasumber untuk memperoleh data yang valid mengenai hal-hal yang ingin diperoleh oleh peneliti, dan juga ketika berada di lokasi penelitian harus jelas maksud dan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dan menjelaskannya kepada narasumber agar peneliti lebih bebas bertindak mengumpulkan data yang dibutuhkan.
3. Lokasi Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian ini di Lingkungan Aik Ampat, desa Aik Ampat, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
4. Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana asal data penelitian itu diperoleh. Apabila penelitian mengunakan angket dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan.24
a. Sumber Data Primer
sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara), berupa opini subyek orang secara individu maupun kelompok, hasil observasi, kejadian atau kegiatan dan hasil pengujian. Ada dua metode yang digunakan dalam pengumpulan data Primer, yaitu dengan cara survey dan observasi.25 Terkait dengan hal tersebut, maka sumber data primer dalam penlitian ini, yaitu kepala lingkungan, remaja, orang tua, pembinaan remaja, tokoh agama dan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung yang terlebih langsung sebagai sumber data utama dalam penelitian ini.
b. Sumber Data Skunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari orang kedua ataupun orang ketiga, dan bukan diperoleh secara langsung obyek yang diteliti.26 Sumber data sekunder pada umumnya tidak dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan penelitian.karena data ini diperoleh melalui penelusuran secara manual dan penelusuran dengan komputer. Adapun penelusuran secara manual berupa jurnal, majalah, dan bentuk publikasi yang diterbitkan secara periodik, buku, atau sumber data lainnya.
Sedangkan penelusuran dengan komputer berupa data dalam
24Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014), hlm. 74
25 Etta Mamang Sangadji, Sopiah, Metedologi Peelitian, (Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET, 2010), hlm.171.
26 Supardi, Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi, (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semet, 2011), hlm. 111.
format elektronik, dapat numerik dan teks.27 Adapun sumber data sekunder dalam peneliti ini, yaitu seperti adanya dokumen poto, berkas-berkas atau arsip dari kepala lingkungan, buku, jurnal, dan sumber data lainnya, yang nantinya sebagai pendukung dalam peneliti ini.
5. Prosedur Pengumpulan Data a. Observasi
Observasi.adalah kegiatan pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti dengan seluruh alat indera. Observasi juga dapat diartikan sebagai sebuah pengamatan atau pencatatan terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.28 Ditinjau dari segi instrumentasi yang digunakan maka tekhnik observasi ini dibedakan menjadi 2 yaitu: observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur.
Metode observasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu mengamati gejala-gejala yang ada kaitannya dengan pokok masalah yang dijumpai dilapangan.Observasi juga diartikan sebagai pengamatan secara sistematik terhadap gejala yang terlihat pada objek penelitiian.
Melalui tekhnik observasi ini, adapun informasi yang ingin digali atau diperoleh yaitu:
1) Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut 2) Mata pencaharian kedua orang tua 3) Pendidikan keluarga tersebut
4) Perkembangan sikap keagamaan remaja
5) Peran orang tua dalam membentuk akhlak dan moral anak Adapun dalam observasi ini peneliti menggunakan observasi non partisipan yang artinya peneliti tidak mengambil peran atau bagian dalam kegiatan yang di observasikan.
Dalam menggunakan metode observasi ini cara yang paling efektif untuk digunakan yaitu dengan melengkapi observasi dengan format atau blangko pengamatan sebagai
27 Ibid, hlm. 173
28 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009), hlm.173
instrumen. Keterangan yang disusun berdasarkan item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Peranan yang paling penting dalam menggunakan metode observasi adalah peneliti atau pengamat.Peneliti harus jeli dalam mengamati.29
b. Wawancara
Bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu merupakan pengertian dari wawancara.30Wawancara ini digunakan sebagai tekhnik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus di teliti. Metode wawancara digunakan oleh seseorang untuk tujuan atau tugas tertentu, agar memperoleh informasi dari suatu permasalahan yang akan di teliti.
Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur, agar mendapatkan data yang valid dan focus pada permasalahan yang akan diteliti. subjek yang akan di wawancarai dalam penelitian ini adalah Remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung yang kecanduan Game Online. Serta pihak pihak yang dapat memberikan informasi terkait tentang Dampak Game Online Terhadap Perilaku Interaksi Sosial Pada Remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung.
Dalam hal ini, pertama-tama peneliti menanyakan deretan pertanyaan yang terstruktur, kemudian satu persatu di perdalam mencari keterangan lebih lanjut.Dengan dekimikan jawaban yang diperoleh bisa mencakup semua variabel, dengan keterangan yang jelas dan lengkap.31
29Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta:
Literasi Media Publishing, 2015), hlm. 77
30 Deddy Mulyana, Metode Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, ( Bandung: Rosdakarya, 2008), hlm.180
31Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta:
Literasi Media Publishing, 2015), hlm. 76
c. Dokumentasi
Dalam pengumpulan data, peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi, yaitu catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen ini bisa berbentuk data sejarah dari seseorang.32Metode ini digunakan peneliti untuk menggali sejumlah data dari dokumen-dokumen yang ada agar memperoleh data tentang:
1) Gambaran umum lokasi penelitian 2) Jumlah penduduk di lokasi penelitian 3) Data identitas orang tua
4) Jumlah Remaja subjek penelitian, dan
5) Hal-hal yang berkaitan dengan penggalian informasi tentang penelitian
6. Teknik Analisis Data
Kegiatan menganalisis data berguna untuk mengumpulkan data dan informasi yang telah ditemukan oleh peneliti dari awal sampai akhir penelitian.Prinsip yang digunakan adalah membiarkan realita yang berbicara.Adapun analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil yang ditemukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.33 Kemudian, analisis data yang dilakukan peneliti yakni sebagaimana menurut Miles Hubermen yang dikutip oleh Sugiyono, diantaranya yaitu:
a. Reduksi Data, merupakan suatu proses menyeleksi data hasil temuan kemudian dipilih data yang berkaiatan dengan penelitian. Hal tersebut bertujuan agar data terfokus pada masalah yang diteliti. Dalam kaitan ini peneliti lebih mempertajam analisis, menggolongkan dan mengkategorikan tiap masalah, dan mengorganisasikan data sehingga setelah itu dapat disimpulkan hasil data tersebut.
b. Data Display (penyajian data), merupakan data hasil reduksi kemudian dipilih dan dikumpulkan serta dibuatlah narasi atau gambaran berdasarkan konteks masalah dalam penelitian
32Ibid., hlm. 314
33Ibid., hlm. 336
sehingga data mudah untuk dipahami. Dalam hal ini peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan.
c. Verifikasi (kesimpulan), merupakan suatu proses yang dilakukan peneliti untuk menyimpulkan data dari hasil reduksi data dan display data. Hasil kesimpulan tersebut diharapkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah peneliti tentukan sejak awal penelitian.34
7. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk memperoleh data yang absah dari hasil pengumpulan data tentang Dampak Game Online Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja, maka dalam hal ini peneliti menggunakan cara-cara sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Moleong, diantaranya:
a. Ketekunan pengamatan
Ketekunan.pengamatan ini dilakukan dengan cara mengamati kedalaman data yang diperoleh, mengamati dengan teliti dan rinci terhadap faktor-faktor yang menonjol, mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh, mencari apa yang dapat diperhitungkan dan yang tidak dapat diperhitungkan terkait tentangDampak Game Online Terhadap Perilaku Interaksi sosial Pada Remaja.35
b. Triangulasi
Triangulasi.yang dilakukan peneliti adalah untuk mengecek keabsahan data tertentu dengan membandingkan data yang diperoleh dari sumber lainnya. Triangulasi yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber dan teknik.
Triangulasi sumber merupakan pengujian kreadibilitas data dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui berbagai sumber. Sebagai contohnya, pengumpulan data melalui orang tua atau keluarga lainnya.
Adapun triangulasi teknik merupakan pengujian kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data
34Ibid, hlm. 338-346.
35Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm.329.
dengan sumber yang sama tetapi tekniknya berbeda. Misalnya, data diperoleh dengan wawancara kemudian di cek menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan teknik lainnya.36