• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Sewa-Menyewa Terhadap

Dalam dokumen praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman (Halaman 54-60)

BAB II Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru

B. Temuan Hasil Penelitian

2. Dampak Sewa-Menyewa Terhadap

di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru.

Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat peneliti di desa Pandan Wangi bahwa Desa Pandan wangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur yang masyarakatnya menjalankan usaha tani temabakau. Petani tembakau di Desa Pandan Wangi secara turun temurun menjalanakan usaha tani tembakau dengan alasan usaha tani tersebut lebih banyak memberikan sumbangan terhadap pendapatan masyarakat untuk memenuhi dan menjaga kelangsungan hidup mereka dibanding kegiatannya dibidang selain pertanian tembakau. Usaha tani temabakau telah digeluti petani di Kabupaten Lombok Timur sejak tahun1969. Usaha tani temabaku semakin berkembang semenjak pemerintah pusat mengeluarkan program insentifikasi tembakau virginia yang disertai pola kemitraan antara petani dengan perusahaan pengelola tembakau. Usaha tani tembakau merupakan salah satu kooditi pertanian yang cukup menjanjikan. Meskipun memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit namun hasil yang

58 Sapoan Hakim, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 23 April 2022.

59 Hidayatul Hsanah, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 11 April 2022.

38

dijanjikan jauh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Hal ini tentunya yang menjadi alasan para petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru berlomba-lomba menanam tembakau dengan harapan peningkatan pendapatan dari hasil menanam tembakau.

Namun masalah baru timbul, keinginan untuk memproleh hidup makmur bukan hanya harapan bagi mereka yang memilki sawah hal ini tentunya menjadi harapan juga bagi mereka-mereka yang tidak memilki sawah agar dapat bersaing secara sepadan dan sama-sama memperoleh pendapatan. Maka jalan yang ditempuh oleh orang- orang yang tidak memiliki lahan adalah dengan cara menyewa lahan milik orang lain. Namun pelaku sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru bukan hanya dilakukan mereka yang tidak memiliki sawah banyak juga pelaku sewa yang sebelumnya sudah memiliki sawah namun melakukan sewa lagi dengan harapan semakin luas lahan yang ditanami tembakau maka akan semakin banyak jumlah keuntungan yang diperoleh.

Untuk lebih jelasnya maka diperoleh hasil wawancara dengan beberapa penyewa sawah yang berada di Desa Pandan Wangi Kec.

Jerowaru sebagai berikut :

Bapak Sapoan Hakim sudah lama bergelut didunia pertanian bahkan semenjak beliau remaja. Bapak Sapoan Hakim dulunya tidak tau apa itu menanam tembakau karna yang biasa dilakukannya hanyalah menanam padi dimusim penghujan kemudian membiarkan sawahnya tidak ditanami apapun ketika musim tanam kering. Namun satu ketika temannya yang benama Bapak kandi mengajak masyarakat untuk mencoba menanam tembakau dari sanalah awal mula bapak Sapoan Hakim hingga sekarang bertani tembakau yang awalnya hanya disawah sendiri merambat menjadi penyewa bagi sawah sawah yang tidak ditanami pemiliknya. Bahkan dengan keuntungan bertani tembakaulah bapak Sapoan Hakim mendaftarkan diri naik haji pada tahun 2002.

Namun, memasuki tahun 2019 Bapak Sapoan Hakim mengatakan harga temabakau lesu, keuntungan yang di dapat hanya sedikit bahkan kadang rugi total. Hal ini sesuai dengan penuturan beliau yang mengatkan :

‘’ Saya dulu tidak tahu apa itu tembakau, hingga kawan saya mengajak menanam, hasil dari sana kehidupan saya mulai membaik, bahkan dari keuntungan bertani tembakaulah saya dan istri saya bisa daftar naik haji, kalau dulu kami tidak tahu apa-apa kalau musim kering ya sawah

39

tidak ditanami dibiarkan samapi musim hujan selanjutnya, dari keuntungan itu saya bisa sewa sawah, namun sejak tahun 2019 harga temabakau anjlok hanya beberapa petani yang untung selebihnya malahan rugi’’60

Ibu Hidayatul Hasanah, Ibu Hidayatul Hasanah mulai menanam tembakau sejak tahun 2004, penanaman tembakau pertama kali ibu Hidayatul menjadi moment yang tidak bisa ia lupakan, karna diawal penanamannya tembakaunya menjadi perhatian banyak orang dengan kualitas paling baik serta memperoleh harga yang paling tinggi, bingung mendapat keuntungan sebanyak itu maka ibu Hidayatul dan Suaminya Bapak Seban sepakat menggunakan uang keuntungannya untuk setor biaya haji hal inilah yang menjadi pemacu utama ibu Hidayatul menanam tembakau hingga saat ini bahkan sekarang sudah ibu Hidayatul menyewa sawah milik Amak abeb. Namun harga mahal hanya mampu dinikmati hingga tahun 2018 selebihnya harga tembakau pada tahun 2019 mulai les. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Hidayatul yang mengatakan :

‘’ pertamakali saya bertani tembakau itu tahun 2004, saya awalnya coba coba, dan tidak disangka tembakau saya pada saat itu menjadi tembakau paling bagus dengan harga paling mahal, saya pake uang itu untuk biaya naik haji saya dengan suami, saya tiap thun selalu menanam tembakau bahkan sekarang saya menyewa sawah milik orang lain. Namun harga mahal terakhir hanya mampu kami nikmati hingga tahun 2018 selebihnya harganya anjlok ‘’61

Rumaksi, ia menanam tembakau pertama pada tahun 2009 ketika baru saja menikah, keuntungan yang didapat waktu itu terbilang lumayan sehingga pada tahun-tahun berikutnya mereka bahkan bisa membeli sawah milik keluarga dengan keuntungan yang didapat, sehingga pada tahun 2018 sampai 2021 ia menjadi penyewa tetap ketika musim tembakau tiba dibapak Murnan tentu dengan harapan hasil yang diperoleh akan jauh lebih banyak. Hal ini sesuai dengan pernyataannya yang mengatakan :

‘’ Keuntungan waktu itu terbilang besar kami bahkan bisa membeli sawah milik saudara, membeli perabot rumah dan biaya anak

60 Bapak Sapoan Hakim, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 23 April 2022.

61 Hidayatul Hasanah, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 11 April 2022.

40

sekolah. Sehingga timbul keinginan untuk terus memperluas lahan penanaman agar medapat keuntungan yang maksimal’’62

Mustamin, Dulu bapak mustamin mencari pendapatakan dan menghidupi keluarga dengan cara menjadi tenga kerja di Malaysia, Namun semenjak bapak mustamin menikah dengan ibu ani maka dari sinilah bapak mustamin mulai menjadi petani tebakau. Yang awalnya pendapatannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari maka setelah bertani tembakau penghasilan yang didapat lumayan besar sehingga mampu menyewa sawa milik orang lain diberbagai tempat, berkat pendapatan yang terus stabil bahkan bapak mustamin mampu menguliahkan kedua anaknya dari hasil bertani tembakau. Memasuki tahun 2020, tempat sewa mulai dikurangi bapak Mustamin mengingat tahun 2019 harga tembakau sedang turun. Hal ini sesuai dengan pernyataannya yang mengatakan:

‘’ Dulu saya bekerja di Malaysia kemudian saya pulang dan menikah dengan istri saya ani dari dialah yang mengajak saya bertani tembakau hingga sekarang. Dari keuntungan ini juga saya mampu menguliahkan kedua anak sayaa Keuntungan yang kami dapat lumayan bahkan bisa menyewa dibeberapa tempat Waktu itu namun pada tahun 2020 harus kami kurangi karna harga tembakau yang sedang turun’’63

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulakn bahwa dengan melakukan sewa-menyewa pendapatan petani tembakau meningkat.

Namun, peningkatan pendapatan itu hanya bisa dirasakan hingga tahun 2018 karna begitu tahun 2019 harga tembakau mula mengalami penurunan bahkan hingga saat ini harga tembakau masih belum pulih. Hal ini dipengaruhi beberapa hal diantaranya

1. Variabilitas Iklim

2. Kelangkaan bahan bakar untuk pengopenan 3. Penentuan grade yang kurang transparan 4. Ketidakpastian harga

5. Kelangkaan pupuk 6. Kekurangan Modal

62 Rumaksi, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 12 April 2022.

63 Mustamin, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 9 April 2022.

41

Pendapatan petani tembakau yang terus menurun dapat kita lihat dari jumlah pendapatan yang diperoleh petani tembakau yang melakukan sewa-menyewa sawah selama empat tahun berturut-turut yakni

Tabel 2.3

Daftar pendapatan petani tembakau selama 4 tahun terakhir

Dokumentasi dengan petani tembakau Desa Pandan Wangi.

Ketika melakukan penelitian,peneliti berkesempatan mendapat hasil analisis pendapatan usaha tani, yakni Ibu saknah selaku penyewa yang berkenan menjabarkan secara langsung apa sajayang menjadi pokok- pokok pengeluaran petani tembakau dari masa pembibitan hingga masa panen. Adapun rinciannya sebagai berikut : 64

64 Saknah, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 28 April 2022.

No Nama Penyewa Pendapatan

2018 2019 2020 2021

1 Saknah 47.200.000 41.000.000 25.000.000 14.000.0000 2 Har 25.000.000 27.000.000 15.000.000 10.000.000 3 Sapoan Hakim 80.000.000 13.000.000 8.000.000 5.000.000 4 Hidayatul 40.000.000 20.000.000 20.000.000 15.000.000 5 Muksin Usen 30.000.000 15.000.000 20.000.000 10.000.000 6 Amak Zila 11.000.000 10.000.000 6.000.000 5.000.000 7 Inaq Rama 17.000.000 20.000.000 10.000.000 7.000.000 8 Nurdi 14.000.000 14.000.000 9.000.000 7.000.000 9 Inak Angga 16.000.000 18.000.000 13.000.000 9.000.000 10 Zia Datul 11.000.000 10.000.000 9.000.000 6.000.000 11 Rumaksi 60.000.000 19.000.000 13.000.000 11.000.000 12 Mustamin 70.000.000 30.000.000 60.000.000 13.000.000 13 Asmayadi 45.000.000 44.000.000 37.000.000 19.000.000 14 Marwan Hadi 29.000.000 25.000.000 19.000.000 24.000.000 15 Ramlie Ahmad 40.000.000 37.000.000 32.000.000 22.000.000

42

No. Uraian Jumlah (Rp)

1. Komponen Produksi dan Nilai produksi

-Daun Bawah 11.500.000,- -Daun Tengah 22.400.000,- -Daun Atas 13.300.000,- Jumlah Nilai Produksi 47.200.000,- 2.Komponen Biaya

a. Biaya Tenaga kerja

-Pembibitan 2.080.000,- -persiapan lahan 3.800.000,- -penanaman dan pemeliharaan 6.150.000,- -Pemetikan daun 5.250.000,- -pengopenan dan sortasi 4.100.000,- Jumlah Biaya Tenaga Kerja 21.380.000,- b. Biaya Sarana Produksi

-Benih, plastik, bambu 862.500,- -Pupuk Aorgaik 7.425.000,- -obat-Obatan 75,000,- -Penggelantangan 350.000,- -Bahan Bakar Kayu 2.800.000,-

Jumlah Biaya Sarana Produksi 11.512.500,- c. Biaya Pengangkutan

-Transportasi 165.000,- Jumlah Biaya (a+b+c) 33.057.500,-

Keuntungan Usaha Tani (1-2) 14.142.500,- Rincian di atas merupakan rincian pengeluaran serta keuntungan yang di dapat ibu Saknah pada tahun 2020, Jika dibandingkan petani lain, Kualitas tembakau ibu Saknah relatif stabil sehingga jumlah pendapatan yang diperoleh ibu Saknah terbilang untung meski pendapatan itu sangat kecil bila dibandingkan pendapatan pada tahun-tahun sebelumnya.

43 BAB III

Dalam dokumen praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman (Halaman 54-60)

Dokumen terkait