43 BAB III
44
Cara pelaksanaan sewa-menyewa ssawa di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan sewa-menyewa sawah pada umunya. Sewa-menyewa sawah yang terjadi di Desa Pandan Wangi merupakan suatu akad sewa-menyewa terhadap manfaat suatu tanah untuk diambil manfaatnya dalam satu musim yang telah ditentukan dan dengan imbalan yang telah ditentukan pula. Jenis tanaman yang biasa di tanam pada sawah sewaan biasanya Tembakau. Sewa-menyewa sawah ini biasa diadakan begitu musim tanam tembakau dimulai dan berakhir ketika musim panen selesai atau biasa disebut sewa musiman.
Setelah kedua belah pihak sudah cocok dan sepakat mengenai luas lahan dan harga sewa yang disepakati maka tahap selanjuttnya adalah transaksi. Harga ditetapkan setelah proses tawar menawar. Ijab dan Qabul terjadi setelah terjadinya kesepakatan antara kedua belah pihak. Adapun hak dan kewajibansawah di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru diantaranya :
1. Orang yang menyewakan berhak menerima imbalan/ harga sewa terhadap apa yang disewakan
2. Perawatan objek sewa dibebankan kepada penyewa sawah 3. Orang yang menyewa berhak penuh atas manfaat objek sewa,
yaitu berhak memetik hasil dari tanaman yang ditanam
4. Setelah terjadi kesepakatan pemilik sawah tidak berhak menarik kembali tanah yang disewakan.
5. Pemilik sawah hanya berkewajiban menyerahkan sawahnya untuk ditanami mengenai biaya pemeliharaan, upah tenaga kerja, obat obatan, pupuk serta apabila terjadi kerugian menjadi tanggung jawab pihak penyewa.
Menurut kebiasaan, hak dan kewajiban ini hanya dinyatakan secara lisan saja, terjadi secara kekeluargaan dan tidak ada kesepakatan secara terulis. Para pelaku mendasarkan kesepakatannya pada rasa saling percaya antara satu dengan yang lain. Dalam tahap ini juga disepakati jangka waktu sewa serta kesepakatan-kesepakatan lain yang bertujuan menghindari perselisihan antara dua belah pihak.
Adapun jenis kerjasama sewa menyewa di Desa pandan wangi Kecamatan Jerowaru ditinjau dari perspektif islam yakni merupakan jenis kerjasama Mukhabaroh dimana mukhabaroh adalah bentuk kerja sama antara pemilik sawah/tanah dan penggarap dengan perjanjian bahwa hasilnya akan dibagi antara pemilik tanah dan penggarap menurut kesepakatan bersama. Adapun mengapa sewa-menyewa di Desa Pandan Wangi termasuk dalam mukhabaroh karna mengingat baik dari bibit,
45
pupuk, upah tenaga kerja, maupun pestisida menjadi tanggung jawab penyewa sawah sedangkan pemilik sawah hanya berkewajiban menyerahkan sawahnya untuk ditanami.
Dalam melakukan sewa-menyewa petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru dilatar belakangi beberapa motivasi, adapun motivasi dari pihak yang menyewakan antara lain :
1. Untuk memperoleh keuntungan 2. Sebagai modal usaha
3. Untuk memenuhi kebutuhan yang mendadak 4. Untuk biaya sekolah anak
adapun motivasi dari orang yang melakukan sewa adalah semata-mata untuk memperoleh keuntungan.
B. Dampak Sewa –Menyewa Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru Lombok Timur
Usaha tani adalah pengolahan sumber daya alam tenaga kerja, permodalan dan skill lainnya untuk menghasilkan suatu produk pertanian secara efektif dan efisien68 Keberhasilan suatu usaha tani dapat dilihat dari kemampuan memberi pendapatan yang tinggi. Pendapatan yang diterima mampu menutupi keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh usaha tani itu minimal berada dalam keadaaan yang lebih baik dari semula. Pendapatan yang diperoleh petani dari suatu kegiatan usaha taninya diperhitungkan dari biaya produksi dikurangi biaya. Pendapatan ini akan mendorong petani untuk mengalokasikannya dalam berbagai kegunaan seperti biaya periode selanjutnya, tabungan dan pengeluaran lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya69
Nusa Tenggara Barat merupakan Provinsi penghasi tembakau Virginia ang cukup potensial di Indonesia. Perkembangan tembakau virginia di NTB masih terkonsentrasi di pulau Lombok. Sehingga lebih dikenal dengan sebutan tembakau virginia Lombok. Pada tahun 2015 luas areal pengembangan tembakau virginia kurang lebih 19.840 Ha.
Kabupaten Lombok Timur merupakan Kabupaten dengan luas lahan dan produksi tembakau virginia terbesar diantara kabupaten lainnya khususnya di NTB. Kecamatan Jerowaru merupakan salah satu kecamatan
68Kadarsan, ‘’ Pengantar Ekonomi Pertanian’’, (Jakarta : PT Bima Aksara, 2011), hlm 44
69 Soekartawi, ‘’Pendapatan Usaha Tani’’ , (Jakarta : CV Yasaguna), hlm.56
46
yang berada dikabupaten lombok timur dengan luas areal tanam tembakau virginia sebesar 1,554 Ha dengan jumlah produksi sebesar 1.950 ton70
Desa Pandan Wangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Jerowaru yang sebagian besar penduduknya adalah petani tembakau.
Usaha tani tembakau di desa Pandan Wangi sudah terjadi sejak lama dan menjadi komoditi andalah disana dengan alasan usaha tani tembakau lebih banyak memberikan sumbangan perekonomian dibanding komoditi pertanian yang lain. Usaha meningkatkan pendapatan ditempuh mereka yang tidak memiliki sawah dengan jalan sewa-menyewa dengan harapan pendapatan yang di dapat akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan mengandalakan pendapatan dari sektor lain.
Namun memasuki tahun 2019 harga tembakau mengalami penurunan bahkan anjlok hal ini mengakibatkan pendapatan yang diterima petani tembakau tidak sebanding dengan usaha yang sudah mereka keluarkan, bahkan dari hasil wawancara yang peneliti lakukan lebih banyak petani tembakau yang mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan harga tembakau anjlok diantaranya :
1. Variabilitas Iklim
Faktor iklim meskipun bukan faktor produksi tembakau, tetapi merupakan unsur terpenting yang sangat berpengaruh terhadap produksi tembakau. Terjadinya variabelitas dan perubahan global dapat menyebabkan kondisi iklim menjadi tidak menentu, pola iklim menjadi berubah dan tidak pasti, fluktuasi iklim lebih besar, kondisi ekstrim sering terjadi, perubahan iklim mempengaru setidaknya tiga unsur iklim dan komponen alam yang sangat erat dengan pertanian diantaranya naiknya suhu udara yang juga berdampak terhadap unsur iklim lain, terutama kelembaban, berubahnya pola hujan dan meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrim dan naiknya permukaan air laut akibat mencairnya gunung es dikutub utara hal ini berpengaruh terhadap kualitas tembakau dimana tanaman tembakau termasuk jenis tanaman yang sangat peka terhadap kelebihan air.
Terjadinya variasi varisi luas panen dari tahun ke tahun lebih banyak disebabkan curah hujan yang masih sering tinggi pada musim kemarau, sehingga banyak petani memilih menanam padi atau komoditi lain daripada menanam tembakau. Dampak langsung perubahan iklim terhadap tanaman tembakau adalah pertumbuhan tanaman tidak normal, produktivitas dan kualitas hasil menurun.
70 Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, 2014. Kantor badan pusat statistika provinsi NTB.
47
2. Kelangkaan bahan bakar untuk pengopenan
Sejak dicabutnya subsidi bahan bakar minyak tanah (BBMT), Para petani kesulitan mendapatkan bahan bakar alternatif yang efesien dan efektif menghasilkan tembakau yang berkualitas . Pada sisi lain, penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar dihadapakn pada permasalahan lingkungan karna berpotensi merusak kelestarian lingkungan akibat maraknya penebangan liar yang sulit dikendalikan.
Jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan di Pulau Lombok yakni campuran kayu dan briket batu bara. penggunaan kayu masih dominan. Dengan dikeluarkannya Perda Kabupaten Lombok Timur No. 8 Tahun 2010 tentang Pengendalian dan Pemamfaatan kayu, Tanah Milik, berdampak pada kelangkaan kayu bakar untuk pengopenan.
3. Penentuan Grade yang kurang transparan
Hingga saat ini penentuan grade masih dilakukan oleh pembeli atau tengkulak. Hal ini sangat merugikan petani, terutama petani swadaya yang tidak memiliki akses langsung keperusahaan, sehingga harus menjual melalui tengkulak, Grade tembakau menjadi sangat penting mengingat harga jual tembakau ditentukan oleh grade yang diperoleh.
Samapi saat ini grade tembakau ditentukan tingkatannya oleh pembeli (perusahaan rokok). Parameter grade ditentukan secara sepihak tanpa ada parameter yang jelas. Hal ini yang seringkali membuat petani dikecewakan.
4. Ketidakpastian harga
Harga tembakau terkait erat dengan grade, oleh karena penentu grade dilakukan oleh perusahaan, maka harga yang diterima petani tergantung dari grade produksinya. Dengan demikian penentuan harga masih menadi dominan perusahaan. Untuk mengatasi masalah harga tersebut, pemerintah NTB telah mengeluaran peraturan Derah NTB No. 4 Tahun 2006 tentang Budidaya dan Kemitraan perkebunan tembakau Virginia di NTB. Pasal 13 ayat 1 menyatakan bahwa penetapan harga dasar dan kelas mutu tembakau virginia dilakukan secara musyawarah antara badan saha dan pekebun mitranya dengan difasilitasi tim pembinaan dan tim pengedalian dasar biaya produksi dan kualitas produksi. Namun demikian implementasi pasal tersebut belum sepenuhnya dapat dijalankan, sehingga para petani masih menghadapi polemik ketidakpastian harga.
48 5. Kelangkaan Pupuk
Kelangkaan pupuk menjadi salah satu masalah para petani tembakau di Desa Pandan Wangi, jika sebelumnya pupuk bisa didapat dengan lain halnya dengan tiga tahun belakangan dimana pupuk hanya bisa di dapat melalui kelompok dan jumlah yag di dapat terbatas sehingga, hal ini secara langsung menyebabkan kualitas tembakau para petani mengalami penurunan dan berdampak terhadap pendapatan para petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru.
6. Kekurangan modal
Para petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru kebanyakan dalam memulai usahanya mengandalkan dana pinjaman dari Bank sehinggga ketika musim final sudah tiba hasil panen yang seharusnya menjadi keuntungan malah hanya cukup menjadi penutup hutang, Hal ini kemudian akan berdapak pada jumlah pendapatan yang seharusnya didapat. Tidak sedikit mayarakat mendapat pinjaman modal dengan bunga yang besar hal ini menjadi bumerang dikemudian hari, pendapatan hasil pertanian tembakau yang seharusnya digunakan demi keberangsungan hidup malah menjadi penutup bunga bank sehingga keuntungan yang didapat tidak seberapa bahkan terkadang mengalami kerugian.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa sewa-menyewa dalam upaya meningkatkan pendapatan ditahun 2019 hingga tahun 2021 tidak dapat dikatakan berhasil. Menganggapi hal ini para petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru beralih dari metode pengopenan menggunakan kayu bakar kemetode pengolahan tembakau menggunakan sistem rajang. dimana cara ini dinilai lebih hemat bahan bakar karna hanya mengandalkan sinar matahari. Namun metode ini di anggap terlalu bergantung pada cuaca sehingga target pengeringan tembakau tidak memiliki waktu pasti. Tentu hal ini berdampak pada kelambatan proses penjualan dan pergerakan ekonomi.
49 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan analisis dalam bab sebelumnya peneliti dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan permasalahan dan tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini yaitu hal-hal sebagai berikut :
2. Praktek sewa-menyewa yang terjadi di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru terjadi secara kekeluargaan, tanpa adanya saksi dan atas dasar saling percaya. Adapun masalah jangka waktunya yakni hanya berkisar satu musim saja atau sekitar 6 bulan saja. Metode pembayaran yang digunakan ada yang membayar di awal ada yang membayar di akhir sesudah musim panen se suai dengan kesepakatan awal. Meskipun tanpa prosedur hukum yang seharusnya yakni menggunakan hitam diatas putih dan menghadirkan saksi namun sewa-menyewa di Desa Pandan Wangi sejauh ini berjalan sebagai mana mestinya tidak pernah terjadi masalah yang akhirnya menimbukan kerugian salah satu pihak. Hal ini tentunya di dasarkan pada rasa persaudaraan dan saling percaya sehingga masing masing pihak baik penyewa maupun pemilik lahan sama-sama menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak sebelumnya.
3. Peningkatan pendapatan yang diharapkan petani tembakau dengan melakukan sewa-menyewa pada tahun 2019 hingga tahun 2021 tidak berjalan sesuai harapan hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya sebagai berikut ;
a) Variabilitas iklim
b) Kelangkaan bahan bakar
c) Penentuan grade yang kurang transparan d) ketidakpastian harga
e) kelangkaan pupuk
50 B. Saran
Untuk usaha sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru untuk lebih meningkatkan sistem sewa-menyewa sesuai dengan prosedur yang berlaku meskipun tidak pernah ada kejadian yang merugikan kedua belah pihak namun hal ini diharapkan agar menekan sekecil mungkin kemungkinan-kemungkinan yang ada.
Kepada para pelaku sewa disarankan untuk lebih mempersipkan diri menghadapi tantangan dimasa mendatang baik berupa untung maupun rugi. Kesiapan modal juga sangat diperlukan guna mendukung proses berjalannya sewa-menyewa guna mendapat hasil yang maksimal.
51
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Karim, Hukum Perjanjian, Bandung : Alumni, 1980.
Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, Yogyakarta:PT Dana Bakti Wakaf,1995 Al-Azhari Lalu Rizal, ‘’Pelaksanaan Sewa-Menyewa Ruko Milik Pemerintah di Desa Rumak, Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas M Mataram, 2021
Amir Syarifudin, Garis-Garis Besar Fiqih, Bandung: Cv Diponogoro,2011
Andri Soemitra, Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqih Muamalah, Jakarta:
Prenadamedia Grup. 2019
Arief Suharsono Panduan Budidaya Tembakau dalam http://
‘’Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, 2014. Kantor badan pusat statistika Provinsi NTB.’’diakses pada tanggal 21 Maret 2022 Pukul 19:32 Chairuman pasaribu dan Sahrawardi K.Lubis, Hukum Perjanjian Dalam Islam,
Jakarta; Sinar Grafika, 1994
Departemen Agama RI, Al-Jumnatul Quran dan Terjemahnya, Bandung:
2004
Departemen Agama RI, Al-Jumnatul Quran dan Terjemahnya, Bandung:
2004
Dimyauddin Djawaini, Pengantar Fiqih Muamalah Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008
Djojohdikusumo Sumitro, Sejarah Pemikiran Ekonomi, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005
Fawaz al-Batawi, ‘’Sejarah Singkat Tembakau Virginia dalam https;//bolehmerokok.com/sejarah/singlat tembakau virgiia’’/ dilombok, diakses tanggal 23 Desember 2021
Gufron Masadi, Fiqih Muamalah Kontekstual, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002
Hamzah Yakub, Kode Etik Dagang Dalam Islam, Bandung; CV Diponogoro,1992 Harun, Fiqh Muamalah, Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2017
Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam , Suatu pengantar, Yogyakarta:
Ekonisia, 2002.
Ilham Safei, ‘’ Akad Pelaksanaan Kerjasama Sewa-Menyewa Lahan Antara PT Nusa Prima M Menunggal Dengan Masyarakat Di Tinjau Menurut
52
Ekonomi Syariah Di Desa Olak K Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak, Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Riau, 2015
Kadarsan, Pengantar Ekonomi Pertanian, Jakarta : PT Bima Aksara, 2011.
Kasmir, Kewirausahaan, Jakarta; Raja Grafindo Persada 2006
Kustiawati Ningsih,’’Produksi dan Pendapatan Petani Tembakau Jurnal Madura Sebuah Kajian Dampak Perubahan Iklim,’’ Vol.8Nomor 2, Maret 2017
Lexy J. Maleong, Metodologi Penelitian kuanlitatif Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011
M.Munandar, Pokok Pokok Intermediate Accounting, Yogyakarta; Gajah Mada, 1993
Nasaruddin Umar, Perbankan Syariah, Jakarta: Prenadamedia Grup, 2014
Nawawi dan Martini, Instrumen Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press 1995
Nazar Bakri, Problematika Pelaksanaan Fiqih Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002
Novia Elmi, ‘’ Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalu Program Bank Sampah di Kota Bukittinggi’’ Jurnal Pengamdian Masyarakat, Vol, 89, Nomor 2, Februari 2021
Nur Barokah, ‘’Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemamfaatan Lahan Kelurahan Jempong Baru Kec.Sekarbela Kota Mataram’’, Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram 2019
Nurul kasanah, Relevansi Fatwa DSN-MUI Pada Praktik Akad Ijarah, Pembiayaan multijasa, Vol.11 Nomor, Oktober 2020
Postat.Org/Site/339default.aspx, diakses tanggal 11 Desember 2021.
Rachmat Syafi’I, Fiqih Muamallah, Bandung: CV Pustaka Setia, 2001
Raharja, Pratama dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi, Jakarta:
FEUI,2008
Rio Fernando Muhammad, ‘’Analisis Akad Ijarah Dalam Proses Sewa-Menyewa Lapak Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyrakat’’ jurnal Ilmu Pemerintah, vol,109, Nomor 1, Januari 2022
53
Soekartawi, Pendapatan Usaha Tani, Jakarta : CV Yasaguna, 2019 Sohari Sahrani, Fiqih Muamalah, Bogor: Ghalia Indonesia, 2011.
Stice James, dkk, Akuntansi Intermedite, Jakarta : Erlangga,2009 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2012.
Sugiono, Metode Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2017
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2019 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta 2010
Sunafiah Faisal, Format Format Penelitain Sosial, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2005
Supardi, Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2011
Suroto, Strategi Pembangunan dan Perencanaan Kesempatan Kerja, (Yogyakarta:
PT Rineka Cipta, 2000
Utaz Ahmad, Fiqih Syafi’iyah, Jakarta: Widjaya 2013
Wahbah AL-Zulali, Al-Fiqih Al-Islami Wa-Adilatuh, Bairut: Darul Fikh Mu’Asirah, 2002
Wuryantoro dan Candra ayu,’’Kajian Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usahatani Tembakau Pola Kemitraan Di Kabupaten Lombok Timur’’ Jurnal Tobacco Farm In East Lombok’’, Vol.21 Nomor 3, Desember 2020.
54 Lampiran 2.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. IDENTITAS DIRI
Nama : Kamariatul Hasanah Tempat, Tanggal Lahir : Sejawe, 03 Maret 2000
Alamat Rumah : Dusun Sejawe, Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru
Nama Ayah : Seban
Nama Ibu : Hidayatul Hasanah
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
SD/MI : Madrasah Ibtidayah Mengkuru SMP/Tsanawiyah : Mts Da 2 Mengkuru
MA/SMK/SMA : Madrasah Aliyah Negri 1 Lombok Timur
C. RIWAYAT PEKERJAAN : Mahasiswa
55
2.1. Dokumentasi Dengan Pelaku Sewa Sawah