• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman (Halaman 37-43)

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karna data yang diperoleh dari lapangan lebih banyak yang bersifat informasi dan keterangan-keterangan bukan dalam bentuk simbol atau angka. Hal ini sesuai dengan pengertian penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menhasilkan data deskriftif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.36

Untuk mendapatkan data-data yang akurat tentang hal-hal yang diteliti, maka peneliti menghubungi sumber data yang ada di lokasi penelitian.

Sedangkan alasan peneliti menggunakan metode penelitian kulitatif, karna penelitian ini terkait dengan fenomena yang terjadi dalam masyarakat sehingga untu memahami pokok bahasan akan lebih mudah bila menggunakan metode penelitian kualitatif. Oleh karna itu, data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif tentang Praktek Sewa-Menyewa Sawah Sistem Musiman Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Dimana penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.

2. Kehadiran Penelitian

Pada metode penelitian kualitatif peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam kehidupan orang-orang yang menjadi objek penelitian. Maka dengan keadaan seperti itu, kehadiran peneliti di lokasi penelitian harus dilakukan oleh peneliti sendiri.

Tujuan utama kehadiran peneliti adalah untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Dalam hal ini, peneliti melibatkan diri dilokasi penelitian u tuk mengamati segala aktivitas yang dilakukan oleh para penyewa sawah dan mneggali secara langsung dengan cara wawancara kepada responden untuk memperoleh data yang terkait denganpenelitian ini.

36Lexy J. Maleong, ‘’Metodologi Penelitian kuanlitatif’’,(Bandung : Remaja Rosdakarya, 2011), hlm.4.

21

Dengan kehadiran dan keterlibatan tersebut, peneliti mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan mengetahui kejadian-kejadian yang terjadi pada wakktu melakukan observasi.

Dalam melaksanakan penelitian, peneliti melakukan secara bertahap yakni sebagai berikut.

a. Tahap persiapan, yaitu peneliti memepersiapkan pertanyaan- pertanyaan yang diajukan kepada responden dan menentukan siapa saja yang dijadikan sebagai sumber data, serta apa saja yang diamati di lokasi penelitian.

b. Tahap Pelaksanaan, yaitu tahap dimana peneliti turun langsung ke lokasi penelitian dan melakukan wawancara kepada responden guna mnedapatkan data yang dibutuhkan serta melakukan pengamatan terhadap situasi yang terdapat di lokasi penelitian.

c. Tahap penulisan laporan, yaitu tahap dimana data-data yang diperoleh di lapangan diolah dan dianalisis sesuai dengan ketentuan yang digunakan dalam penelitian ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, Karna tujuan utama dari penelitian adalah adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tehnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan metode.37 Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi.38

a. Observasi

Observasi adalah metode penelitian pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala pada objek penelitian.39

Dalam penelitian inipeneliti terjun langsung atau sering disebut (observasi partisifatif), tujuannya untuk mengetahui gejala yang terjadi, sehingga disini peneliti menjadi instrumen kunci. Adapun objek yang peneliti teliti adalah praktek sewa- menyewa sawah sistem musiman dan perannya dalam meningkatkan pendapatan petani tembakau. Adapun yang diamati dalam penelitian ini yaitu, para pelaku sewa yang perlu

37 Sugiono, ‘’Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif’’, (Bandung : Alfabeta, 2019 ),hlm.296.

38 Sugiono, ‘’Metode Penelitian’’, (Bandung : Alfabeta, 2017),hlm.2.

39 Nawawi dan Martini, ‘’Instrumen Penelitian Bidang Sosial’’,(Yogyakarta : Gajah Mada University Press 1995),hlm. 74.

22

peneliti amati berupa keadaan tempat menyewa, kedaan ekonomi yang menyewa serta berapa lama waktu menyewa.

Adapun pengamatan terhadap masyarakat dilakukan karena, masyarakat merupakan gambaran dari peran sewa-menyewa itu sendiri terhadap pendapatan petani tembakau atau malah sebaliknya.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan terwawancara40. Pada tahap ini, peneliti mewawancarai informan yang menjadi sumber data penelitian, dengan menggunakan pedoman yang telah disediakan sebelumnya.

Disini yang diwawancarai oleh peneliti adalah para pelaku sewa yang ada di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru Lombok Timur.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi struktur. Jadi, dalam wawancara yang berlangsung mengacu pada satu rangkaian pertanyaan terbuka. Metode ini memungkinkan pertanyaan baru muncul karna jawaban yang diberikan oleh narasumber sehingga selama sesi berlangsung penggalian informasi dapat dilakukan lebih mendalam.41 Adapun pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tersebut, secara garis besar berfokud pada apa yang diteliti yaitu seputar praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman terhadap penapatan petani tembakau di Desa Mengkuru Kecamatan Pandan Wangi Lombok Timur.

c. Dokumentasi

Menurut Suharmini Arikunto, metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya.42 Jadi metode yang dimaksud adalah metode pengumpulan dengan mencari data yang berupa catatan, transkip maupun data-data lain yang dianggap pentinng. Dokumentasi ini peneliti gunakan untuk mendapatkan data penelitian dari dokumen yang sudah ada, seperti gambaran umum lokasi

40 Ibid, 75.

41 Sunafiah Faisal, ‘’Format Format Penelitain Sosial’’, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada 2005), hlm. 32.

42 Suharsimi Arikunto, ‘’ Prosedur Penelitian’, (Jakarta : Rineka Cipta 2010), hlm. 274.

23

penelitian, profil desa dan bisa juga dari bahan bacaan yang lain seperti dari buku dan internet.

4. Jenis dan Sumber Data a. Sumber Data

Sumber data merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, yang peneliti dapatkan dari beberapa subjek yakni para produsen (para penyewa) yang aktif menyewa selama lima tahun berturut- turut dan masyarakat sekitar yang ada di Desa Pandan Wangi kec. Jerowaru Lombok Timur. Sedangkan data sekunder di peroleh dari dokumentasi atau catatan-catatan yang berhubungan dengan praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman terhadap pendapatan petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru Lombok Timur.

b. Jenis Data

Dalam penelitian ilmiah, data yang diperoleh dapat digolongkan menjadi dua jenis data yaitu43

1. Data kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif burupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.

2.Data Kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan analisis statistik dengan menggunakan simbol atay angka- angka, bukan dengan gambaran kata-kata dan keterangan- keterangan.

5. Analisis Data

Karna metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitia kualitatif maka penerapannya menganalisa data lebih menggunakaan gambaran kata-kata bukan rumusan seperti penelitian kuantitatif, sehingga dalam menganalisa data peneliti menggunakan analisa deduktif, yaitu menganalisa masalah dari teori-teori umum atau atauran yang berhubungan dengan permasalahan penelitian, baru kemudian disimpulkan secara spesifik oleh peneliti.

43 Supardi, ‘’ Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi ‘’ (Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta, 2011),hlm. 111.

24 6. Keabsahan Data

Kesahihan atau kredibilitas data dalam suatu karya sangat dipelukan karna data diperoleh itu harus bisa dipertanggung jawabkan.

Adapun cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh kredibilitas data yang didapatkan peneliti yakni antara lain :

a. Perpanjangan Keikutsertaan

Keikutsertaan peneliti dilapangan sangat menentukan dalam mengumpulkan data, karna data ang diperoleh dapat secara langsung diperoleh dari sumber data maka dari kehadiran peneliti tidak hanya dalam waktu yang singkat tetapi hendaknya diperlukan perpanjangan waktu sehingga data-data yang diperoleh tidak didapat secara buru-buru.

b. Tringulasi

Tringulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Denga demikian terdapat tringulasi sumber tehnik pengumpulan data, dan waktu. 44Mendapat informasi yang sejenis dari sumber yang berbeda, sehingga peneliti dapat membandingkan dan dan mengecek balik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dalam penelitian ini.

c. Kecukupan Refrensi

Kecukupan refrensi digunakan sebagai alat untuk dan menyesuaikan data dengan kritik tertulis untuk keperluan evalusi.

Dalam penelitian ini, hasil wawancara, observasi dan pengumpulan data yang diperoleh dari sumber lainnya akan membandingkan dengan tingkat kesesuaian refrensi yang telah ada.

Refrensi yang lengkap dalam suatu penelitian merupakan bahan pembanding terhadap cara dan penemuan dilokasi penelitian. Kemampuan peneliti dalam membandingkan temuan- temuan dilapangan dengan refrensi merupakan suatu upaya untuk mewujudkan keabsahan data.

H. Sistematika Pembahasan

Dalam melaksanakan suatu penelitian yang baik perlu ditampilkan sistematika pembatasannya sehingga susunan dari bab ke bab dalam suatu bagian khusus untuk memudahkan pembaca mengetahui secara kilas isi dari penelitian tersebut.

1. BAB 1 pendahuluan : dalam bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan

44 Sugiono, ‘’ Memahami Penelitian Kualitatif’’, (Bandung : Alfabeta , 2012),hlm. 127.

25

setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

2. BAB II Paparan Data dan Temuan : dalam bab ini berisi tentang gambaran umum dari praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau. Baik dari hal pendapatan, sewa- menyewa dan lain-lain.

3. BAB III Pembahasan : dalam bab ini menjelaskan lebih lanjut terkait dengan praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau di Desa Mengkuru Kec Jerowaru Nusa Tenggara Barat.

4. BAB 1V Penutup : dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

26 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Desa Pandan Wangi

Desa Pandan Wangi merupakan hasil pemekaran desa Jerowaru yang berdiri pada tanggal 01, November 2009. Melalui peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 18 tahun 2009 Nomor 212. Sebagaimana telah di ubah dengan peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 05 Tahun 2010 Desa Pandan Wani di Defnisikan dengan peraturan daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 45 tahun 2010. Sebelum pemekaran Desa Pandan Wangi merupakan wilayah kekuasaan dari Desa Jerowaru Kec. Jerowaru tahun 2009.

Disebut dengan nama pandan wangi karna diambil dari tanaman yang tumbuh banyak di sekitar Desa yakni pandan yang mempunya harus wangi maka diadopsilah nama tumbuhan tersebut menjadi nama desa ‘’Pandan Wangi’’ hal ini tentunya juga sesuai dengan cita cita dan harapan masyarakat agar kedepannya desa Pandan Wangi menjadi desa yang di kenal banyak orang dan mampu memberdayakan masyarakatnya sesuai dengan tujuan awal pembentukan.45

2. Letak Geografis Desa Pandan Wangi

Desa Pandan Wangi merupakan salah satu Desa di Kec.Jerowaru Lombok Timur Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah 1,849,00 yang terdiri dari 15 dusun. Desa Pandan Wangi merupakan hasil pemekaran desa Jerowaru yang berdiri pada tanggal 01, November 2009. Melalui peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 18 tahun 2009 Nomor 212. Sebagaimana telah di ubah dengan peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 05 Tahun 2010 Desa Pandan Wani di Defnisikan dengan peraturan daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 45 tahun 2010. Sebelum pemekaran Desa Pandan Wangi merupakan wilayah kekuasaan dari Desa Jerowaru Kec. Jerowaru tahun 2009. 46

Kecamatan Jerowaru sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Sebagai kecamatan yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan masuk dalam Deniliasi kawasan ekonomi khusus

45 Idham Kholid, Wawancara, Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 03 April 2022.

46 Profil Manual Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru 2022.

27

pariwisata Mandalika. Secara geografis keccamatan jerowaru di untungkan dengan lokasinya yang langsung berhadapan dengan selat alas yang juga memiliki ikon wisata gili Balu di Kabupaten Sumbawa Barat. Dibidang perikanan tangkap Jerowaru dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Lombok Timur dengan potensinya yang langsung berhadapan dengan samudra Indoesia.

Berikut adalah batas-batas dari kecamatan Jerowaru.

Sebelah Utara : Kecamatan Keruak Sebelah Barat : Kab. Lombok Tengah Sebelah Selatan : Samudra Indonesia Sebelah Timur : Selat Alas

Kecamatan Jerowaru terdiri dari 15 Desa, Pandan Wangi menjadi salah satunya. Sebagian besar lahan pertaniannya adalah tadah hujan. Sistem irigasi yang digunakan adalah dengan membangun embung untuk menampug air hujan dan setelah selesai musim hujan pengairan lahan pertanian menggunakan air embung . Selain wilayah pantai pink yang mempunyai potensi besar untuk berkembang salah satunya adalah Ekas Buana yang selama ini telah mengembangkan kegiatan pariwisatanya dengan berdirinya beberapa akomodasi.47

3. Jumlah Penduduk Desa Pandan Wangi

Jumlah penduduk desa Pandan Wangi pada tahun 2020 adalah 9,905 jiwa yang terdiri dari laki laki 4.906 jiwa dan perempuan sebanyak 4934 jiwa. Dengan jumlah KK sebanyak 3329 dengan tingkat penyebaran yang merata di semua dusun dan kepadatan penduduk yang paling menonjol terdapat diwilayah Dusun Mungkik, Dusun Pandan, dan Dusun Paek.

4. Visi dan Misi Desa Pandan Wangi a. Visi

Lombok Timr yang adil sejahtera dan aman b. Misi.

1) Memabangun dan meningkatkan infrastruktur wilayah secara berimbang pada bidang transportasi, energi, air bersih, serta perumahan.

47 Profil Manual Desa Pandan Wangi kecamatan Jerowaru 2022.

28

2) Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang berdaya saing dan mutu pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau

3) Menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat yang bertumpu pada pengembangan potensi lokal melalui sinergi fungsi fungsi pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan dan kelautan

4) Memperkuat pemberdayaan perempuan dan pembagunan sosial, kekerasan dalam rumah tangga dan melindungi anak serta meningkatkan pembinaan kepemudaan dan olahraga.

5) Meningkatkan pembangunan keidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik dan religius serta menciptakan keamanan dan ketertiban yang harmonis.

5. Keadaan Pendidikan dan Keagamaan a. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting karna pendidikan merupakan suatu proses, dimana manusia dibekali akal untuk mendapat suatu ilmu pengetahuan dan pengalaman serta keterampilan. Dengan pendidikan manusia akan menjadikan dirinya menjadi manusia yang cerdas dan berkualitas. Untuk mengetahui keadaan pendidikan penduduk di Desa Pandan Wangi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 2.1

Tingkat pendidikan di Desa Pandan Wangi No Tingkat Pendidikan/

Kriteria Penduduk

Jumlah Keterangan

1 TK 210 Sedang ditempuh

2 SD 660 Sedang ditempu

3 SMP 345 Sedang ditempuh

4 SMA 399 Sedang ditempuh

5 D2 19 Sedang ditempuh

6 D3 15 Sedang ditempuh

7 S1 198 109 Sedang ditempuh

Lulus

8 S2 5 Sedng ditempuh

9 Buta Aksara 814 -

Sumber data : Kepala Desa Pandan Wangi

29 b. Keadaan Keagamaan

Agama adalah suatu kepercayaan kapada Tuhan Yang Maha Esa dari itu kepada seluruh masyarakat bangsa indonesia harus memiliki agama atau suatu keyakinan, dan agama yang diakaui di Indonesia adalah agama yang lima yaitu, Islam, Kristen, Budha, Khatolik dan Hindu. Bila dilihat dari pemeluk agama bagi masyarakat Pandan Wangi dapat dikatakan bahwa mayoritas penduduk disini adalah beragama Islam. Dimana upacara keagamaan banyak dilakukan di Masjid. 48

6. Keadaan Ekonomi

Desa Pandan Wangi selama ini mengandalkan potensi pertanian yang menjadi pendukung utama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di samping usaha lain dibidang perdagangan, perikanan, tenaga tukang, pelayanan jasa dan lain- lain. Berdasarkan fakta geografis Desa Pandan Wangi merupakan Desa Pertanian (Agraris) serta kepemilikan lahan pertanian sebagian besar dimiliki oleh warga desa itu sendiri. Sektor pertanian pada tahun 2018 masih mengandalkan usaha pertaniannya pada tanaman padi tembakau dan tanaman palawija. Dan dalam tahun tersebut masyarakat tani di Desa Pandan Wangi mengalami peningkatan hasil usaha, hal ini disebabkan karna adanya kenaikan harga dasar gabah dan kestabilan permintaan gudang terhadap tembakau sehingga harga tembakau pada tahun 2018 terbilang stabil. 49

Pertumbuhan ekonomi masyarakat petani juga menonjol dibidang perdagangan dan tukang kayu, untuk tahun 2020 terdapat 209 jumlah pedagang dan 248 tukang kayu di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru. Selain di sektor pertanian, perdagangan dan tukang kayu itulah yang mempu menjadi upaya masyarakat dalam meningkatkan pendapatan.50

48 Abdul Khalik, Wawancara, Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 03 April 2022.

49 Kaharuddin, Wawancara, Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 05 April 2022.

50 Profil Manual Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru 2022.

30

7. Nama Penyewa Sawah dan Pemilik Sawah Tabel 2.2

Daftar nama pelaku sewa dan pemilik tanah No Nama Penyewa Sawah Nama Pemilik

Sawah

1 Saknah Inaq Selimah

2 Har Amaq Hery

3 Sapoan Hakim Abdul Karim

4 Hidayatul Amak Abeb

5 Muksin Usen Amak Galuh

6 Amak Zila Zubaidi

7 Inak Rama Senon

8 Nurdi Ida

9 Inaq Angga Amaq Alwa

10 Zia Datul Mak Heni

11 Rumaksi Amak Murnan

12 Mustamin Amak Ika

13 Asmayadi Widia

14 Marwan Hadi Inaq Siyah

15 Ramlie Amaq Lejong

Sumber : Kepala Desa Pandan Wangi.

B. Penyajian Data

1. Sistem Sewa-Menyewa Sawah di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil wawancara beberapa informan dapat disimpulkan bahwa praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman yang terjadi di Desa Pandan Wangi merupakan praktek sewa-menyewa atas kemuan kedua belah pihak. Karna penduduk mayoritas petani yang kegiatan sehari-harinya menggarap sawah, maka praktek sewa-menyewa sawah sudah menjadi kewajaran di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru . Bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian maka kemudian mereka melakukan sewa kepada masyarakat yang mempunyai lahan yang tidak digarap atau memang dari pemilik lahan tersebut ingin disewakan.

Dalam hal ini penulis telah melakukan penelitian melalui observasi dengan cara melihat langsung transaksi dan juga lahan yang akan disewakan. Selain itu penulis juga melakukan wawancara terhadap para pelaku sewa sehingga penulis dapat lebih jelas mengerti dan mengetahui sistem atau tata cara melakukan transaksi sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru.

31

Sewa-menyewa sawah yang terjadi di Desa Pandan Wangi merupakan suatu akad sewa terhadap manfaat suatu tanah untuk di ambil manfaatnya sesuai dengan batas waktu masa tanam.

Sewa-menyewa ini biasanya berlangsung dalam satu kali musim saja yakni pada musim penanaman tembakau. Dimana uang sewa dibayarkan dengan dua cara yakni pada awal masa sewa dan setelah masa panen berakhir. Harga sewa biasanya disesuaikan dengan ukuran sawah yang akan digarap oleh penyewa. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam sistem sewa-menyewa ini diantaranya :

a. Pihak yang melakukan perjanjian (Musta’jir) dan (Mu’jir) Pihak yang melakukan perjanjian dalam sewa-menyewa sawah dengan sistem musiman di Desa Pandan Wangi ini adalah pemilik sawah (Mu’jir). Praktek sewa-menyewa sawah ini sudah menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Dimana mereka sering melakukan kerjasama dalam sewa-menyewa sawah. Bentuk perjanjian dalam sewa-menyewa sawah dengan sistem musiman ini dilakukan secara lisan tanpa adanya bukti perjanjian tertulis serta sawah yang disewakan merupakan sawah yang dimiliki sendiri oleh pemilik sawah.

b. Ma’jur (Benda yang di ijarahkan)

Berkaitan dengan pemanfaatan sawah dalam sewa- menyewa dengan sistem musiman di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru. Pemanfaatannya yakni pada musim kemarau atau musim setelah hujan. Sawah tersebut dimanfaatkan untuk menanam tembakau. pemilik sawah hanya berkewajiban menyerahkan sawahnya mengenai biaya bibit, pemeliharaan seperti biaya obat-obatan dan pupuk serta upah tenaga kerja menjadi tanggung jawab penyewa sawah begitupun dengan kerugian yang di akibatkan.

c.Shighat (Ijab Qobul)

Faktor terpenting dalam kerjasama sewa-menyewa ialah keridhaan antara para pihak yang berakad. Keridaan terjadi setelah terjadinya ijab kabuk. Ijab kabul dalam sewa- menyewa sawah sistem musiman di Desa Pandan Wangi dilaksanakan setelah adanya suatu kesepakatan antara kedua

32

belah pihak yang berakad (pemilik sawah dan penyewa), kemudian kedua belah pihak melangsungkan akadnya untuk membuktikan bahwa sewa-menyea sawah sistem musiman sudah benar-benar terjadi. Pelaksanaan ijab kabul antara pemilik sawah dan penyewa dilaksanakan secara lisan tanpa adanya buki tertulis. Hal ini disebabkan perjanjian kerjasama sewa-menyewa sawah ini dilakukan hanya atas dasar kesepakatan dan kepercayaan antara pihak penyewa dan pihak pemilik sawah. Bahasa yang digunakan ialah bahasa sehari-hari yang dapat dipahami oleh masyarakat Desa Pandan Wangi yakni bahasa gubuk Pandan Wangi dengan menggunakan kata yang jelas dan mudah dipahami oleh kedua belah pihak. Sehinggapun perkataan tersebut dapat dianggap sebagai persetujuan terkait sewa-menyewa sawah. Tempat yang digunakan untuk terjadinya ijab kabul ialah di rumah pemilik sawah (orang yang menyewakan sawahnya). Hal ini sesuai dengan penuturan bapak Marwan Hadi Saputra yang mengatakan

‘’ lamun lek te jak misalt sewe banget jamak-jamak wah ndk kadu perjanjian atau ape sengak sak keluarge ite doang endah nuk saling sadukt misalt mele sewe banget dengan lalo jok balen ngeraos’’51 Adapun ijab kabul secara lisan yang terjadi menurut penuturan bapak rumaksi yakni’’

Rumaksi : Aku yak sewe bangket nu semeton, muk pire sik yak pesewe e sak sebalit

murnan : sak sik melek jak 3,5 jute semeton lamun banikn jak aneh side taletan e ton mako Rumaksi : Aok menu jak semeton lamun mentie

unin e jak adek sak lemak bian dateng atongan kepeng

Murnan : Kenakn tie semeton 52 d. Upah sewa-menyewa

Sistem pembayaran yang digunakan dalam sewa-menyewa sawah sistem musiman di Desa Pandan Wangi yakni

51 Marwan Hadi Saputra, Wawacara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 12 September 2022.

52 Rumaksi dan Murnan, Wawancara, Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, 14 September 2022.

Dalam dokumen praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman (Halaman 37-43)

Dokumen terkait