PRAKTEK SEWA-MENYEWA SAWAH SISTEM MUSIMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU
(STUDI KASUS DESA PANDAN WANGI KECAMATAN JEROWARU LOMBOK TIMUR)
Oleh:
KAMARIATUL HASANAH NIM 180501187
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI MATARAM MATARAM
2022
ii
PRAKTEK SEWA-MENYEWA SAWAH SISTEM MUSIMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU
(STUDI KASUS DESA PANDAN WANGI KECAMATAN JEROWARU LOMBOK TIMUR)
Skripsi
diajukan kepada Universitas Islam Negri Mataram
untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Oleh:
KAMARIATUL HASANAH NIM 180501187
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH PRODI EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGRI MATARAM
MATARAM 2022
iii
iv
v
vi
vii
viii MOTTO
‘’Jadikanlah solat dan sabar sebagai penolongmu, sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu1
1 Departartemen Agama RI, ‘’Al-Jumnatul Quran dan Terjemah’’, (Bandung:Departemen Agama, 2004), hlm.16.
ix
PERSEMBAHAN
‘’ Kupersembahkan skripsi ini untuk kedua ibuku, ibu Hidayatul Hasanah, Alm. Ibu Kani dan bapakku, Bapak Seban, Almamaterku, beserta semua guru dan dosenku’’
x
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya. Aamiin.
Penulis menyedari bahwa proses penyelesaian proposal skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karna itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu sebagai berikut.
1. Prof.Dr.H. Masnun, M.Ag. Selaku rektor UIN Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama –lama di Kampus tanpa pernah selesai.
2. Dr.Riduan Mas’ud, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam;
3. Zulfawati, M.A. Sebagai ketua jurusan;
4. Muh. Baihaqi, S.H.I., M.SI sebagai pembimbing I dan Naili Rahmawati, M.Ag yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail, terus-menerus dan tanpa bosan ditengah kesibukannnya dalam suasana keakraban menjadikan proposal skripsi ini lebih matang dan cepat selesai;
5. Bapak/ Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negri Mataram yang telah mengajarkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan bantuan pada masa studi di Universitas Islam Negri Mataram. Semoga dengan ilmu yang telah diajarkan bermanfaat bagi penulis, masyarakat, agama dan bangsa.
6. Kedua orang tuaku Ibu Hidayatul Hasanah dan Bapak Seban yang tiada hentinya memberi dukungan materi dan doa sera adikku Ahmad Ishak Sanjaya yang senantiasa mendorong semangat, kakakku Hidayatul Hasanah dan Nurdi yang senantiasa mendukungg disetiap langkah Serta Mamik Ale yang senantiasa memberi dukungan yang tiada habisnya.
7. Semua keluargaku, sahabat dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan, semangat dan motivasi moral maupun material.
xi
8. Seluruh informan dan segenap masyarakat Pandan Wangi yang sudah mau membantu dalam penelitian ini.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT. dan semoga karya ilmiah ini bermamfaat bagi semesta. Aamiin.
Mataram, 27 Juni 2022 Penulis,
Kamariatul Hasanah
xii
DAFTAR PUSTAKA
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ... ii
HALAMAN LOGO ... ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
NOTA DINAS PEMBIMBING .. ... v
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vii
HALAMAN MOTTO ... ... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN . ... ix
KATA PENGANTAR ... ... x
DAFTAR ISI ... ... xi
DAFTAR TABEL ... ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... ... xv
ABSTRAK ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6
E. Telaah Pustaka ... 7
F. Kerangka Teori ... 9
G. Metode Penelitian ... 20
H. Sistematika Penulisan ... 24
BAB II Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Profil dan Praktek Sewa-Menyewa ... 26
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 26
1. Sejarah Desa Pandan Wangi ... 26
2. Letak Geografis Desa Pandan Wangi ... 26
3. Jumlah Penduduk Desa Pandan Wangi ... 27
4. Visi dan Misi Desa Pandan Wangi... 27
5. Keadaan Pendidikan dan Keagamaan Desa Pandan Wangi ... 28
6. Keadaan Ekonomi Desa Pandan Wangi ... 29
7. Nama Pemilik Sawah dan Penyewa Sawah ... 30
B. Temuan Hasil Penelitian ... 30 1. Praktek Sewa-Menyewa Sawahh
Sistem Muisman Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi
xiii
Kecamatan Jerowaru ... 30
2. Dampak Sewa-Menyewa Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru ... 37
BAB III PRAKTEK SEWA-MENYEWA SAWAH SISTEM MUSIMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU DI DESA PANDAN WANGI KECAMATAN JEROWARU ... 43
A. Sistem Sewa-Menyewa Sawah di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru ... 43
B. Dampak Sewa-Menyewa Sawah Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru ... 45
BAB IV PENUTUP ... ... 49
DAFTAR PUSTAKA ... ... 51
LAMPIRAN ... ... 56 DAFTAR RIWAYAT HIDUP .... ...
xiv Daftrar Tabel
1.1Tabel Luas lahan Penanaman Tembakau di Lombok
1.2Tabel Jumlah Penduduk Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru 1.1 Tabel Tingkat Pendidikan di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru 1.2 Daftar Nama Pelaku Sewa dan Pemilik Sawah
2.3 Tabel Pendapatan Petani Temakau Selama 4 Tahun Terakhir
xv
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Dokumentasi Dengan Penyewa Sawah Gambar 2.2, Dokumentasi Dengan Pemilik Sawah
PRAKTEK SEWA-MENYEWA SAWAH SISTEM MUSIMAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU
xvi
( STUDI KASUS DESA PANDAN WANGI KECAMATAN JEROWARU LOMBOK TIMUR)
Kamariatul Hasanah
Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Mataram xccffE-mail : [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Praktek Sewa Menyewa Sawah Sistem Musiman Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru. Untuk mencapai tujuan di atas, dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Masih menggunakan sistem kekeluargaan dan rasa saling percaya tanpa melibatkan saksi dan tanpa disertai bukti-bukti berupa hitam diatas putih. Adapun dampak sewa- menyewa terhadap peningkatan pendapatan petani tembakau hanya berlaku pada tahun 2018 dikarenakan harga tembakau yang mengalami penurunan harga dari tahun 2019 hal ini menyebabkan tidak sedikit petani tembakau yang melakukan sewa-menyewa mengalami kerugian. Adapun faktor lain yang menjadi kendala kurangnya pendapatan petani tembakau pada tahun 2019 hingga tahu 2022 diantaranya Variabiltas iklim, kelangkaan bahan bakar pengopenan, penentuan grade yang kurang transparan, ketidakpastian harga, kelangkaan pupuk, kekurangan modal.
Kata Kunci : Sewa-Menyewa, Pendapatan
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa lepas dan selalu berhubungan dengan orang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia sangat beragam, sehingga terkadang secara pribadi ia tidak mampu memenuhinya, ia harus berhubungan dengan orang lain. Hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya harus terdapat aturan yang menjelaskan hak dan keajaiban keduanya berdasarkan kesepakatan proses untuk membuat kesepakatan dalam rangka memenuhi kebutuhan keduanya.2 Oleh karena itu hukum Islam mengadakan aturan aturan bagi keperluan manusia dan membatasi keinginannya sehingga memungkinkan manusia memperoleh kebutuhannya tanpa memberi mudarat kepada orang lain dan mengadakan hukum tukar menukar keperluan antar anggota-anggota masyarakat dengan jalan yang adil. Agar manusia dapat melepaskan dirinya dari kesempitan dan memperoleh keinginannya tanpa merusak kehormatan.3
Dalam Islam hubungan antara manusia satu dengan yang lain disebut dengan istilah Muamalah. Menurut pengertian umum Muamalah berarti perbuatan atau pergaulan manusia diluar ibadah. Muamalah merupakan perbuatan manusia dalam menjalin hubungan atau pergaulan manusia degan manusia. Sedangkan ibadah merupakan hubungan atau pergaulan manusia dengan Tuhan. Muamalah cakupan nya sangat luas sekali baik di bidang perkawinan, waris, melakukan transaksi, dan lain sebagainya, selain ibadah, masuk dalam pengertian Muamalah. Istilah khusus dalam hukum Islam yang mengatur hubungan antar individu dalam sebuah masyarakat. Dalam kehidupan ber muamalah manusia selalu berhubungan satu sama lain untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan tetapi alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas mendorong manusia untuk selalu berusaha mencari sumber kebutuhan. Apabila manusia hanya mengandalkan dirinya sendiri, tentulah pemenuhan kebutuhan tidak akan terwujud, dengan
2 Dimyauddin Djawaini, ‘’Pengantar Fiqih Muamalah,’’ (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008), hlm 47.
3 Nazar Bakri, ‘’Problematika Pelaksanaan Fiqih’’, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002), hlm 22.
2
demikian manusia harus saling tolong menolong dan saling bertukar keperluan melalui kerjasama atau sesuai dengan hukum Allah SWT.4
Salah satu bentuk tolong menolong adalah dengan melakukan transaksi perniagaan karena manusia jug tidak lepas dari kegiatan ekonomi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Salah satu kegiatan ekonomi yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari hari adalah sewa- menyewa. Sewa- menyewa dalam bahasa arab di sebut Al- Ijarah. Dalam kegiatan mengenai jual beli seperti halnya sewa- menyewa Islam memberikan aturan tentang kejelasan dalam suatu perniagaan, kejelasan mengenai akad jual beli yaitu batal atau sahnya suatu akad. Selain rukun dan akad yang harus terpenuhi dalam suatu perjanjian juga harus dipenuhi beberapa kualifikasi yang sesuai ketentuan syariah. Salah satunya yaitu bebas dari gharar sesuatu yang mengandung unsur gharar tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai masalah seperti merugikan salah satu pihak, atau kedua belah pihak, dan mugkin dapat menimbulkan persengketaan.
Indonesia merupakan negara Agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Indonesia sebagai Negara yang di karuniai sumber daya alam yang melimpah. kesuburan tanahnya sudah dikenal sejak dulu kala, iklim yang cocok dan jiwa agraris masyarakatnya. Tembakau merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Banyak masyarakat yang mengandalkan penghasilan dari menanam tembakau. Hal ini kerna tembakau memiliki harga yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga padi. Apalagi tembakau sangat cocok ditanam didaerah tropis seperti Indonesia. Tembakau merupakan salah satu komoditas hasil pertanian yang telah memberi sumbangan yang tidak kecil artinya bagi perekonomian Indonesia.
Tumbuhan yang dibudidayakan petani ini terbukti mampu mereguk keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Tembakau merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki daya jual tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.5
Indonesia menjadi salah satu negara penghasil tembakau terbesar kelima setelah Amerika Serikat dengan jumlah produksi mencapai 196.300
4 Gufron Masadi, ‘’Fiqih Muamalah Kontekstual’’, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002), hlm 35.
5 Kustiawati Ningsih,’’Produksi dan Pendapatan Petani Tembakau Madura’’Sebuah Kajian Dampak Perubahan Iklim’’, Vol.8Nomor 2, Maret 2017,hlm. 110.
3
ton.6 Usaha tembakau di Lombok merupakan salah satu usaha tani sektor perkebunan yang cukup penting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, hal ini disebabkan karena produksi tembakau virginia asal Lombok memiliki kualitas yang cukup bagus dan mampu bersaing dipasarkan nasional maupun internasional. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Nusa Tenggara barat, Kabupaten Lombok Timur mempunyai areal tanam terluas sehingga merupakan sentra produksi untuk usah tani Tembakau Virginia. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Lombok Timur memiliki daya dukung relatif lebih tinggi dibanding daerah lain di NTB dalam mengusahakan tanaman Tembakau Virginia, terutama keadaan alam, sistem budidaya serta keberadaan perusahaan pemasok Tembakau Virginia. Tabel berikut menunjukkan luas areal dan produksi tembakau di Pulau Lombok.7
Tabel 1.1
Luas Lahan Penanaman Tembakau di Lombok
Kabupaten/ Kota Luas (ha) Produksi (Ton)
Lombok Barat 64,8 97,2
Lombok Tengah 7.780,5 11.439,8
Lombok Timur 12.731,1 21.642,9
Lombok Utara 139,8 235,7
sumber; Dinas Perkebunan Lombok Timur Tahun 2017
Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru merupakan suatu desa yang mayoritas penduduknya memiliki lahan yang luas dan mayoritas pekerjaannya yaitu bertani. Desa Pandan Wangi merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur Nusa Tenggara Barat dengan populasi penduduk 9905 jiwa dengan jumlah 3329 KK. Desa Pandan Wangi kec.Jerowaru mayoritas penduduknya berpenghasilan dari bekerja sebagai tukang, pedagang dan bertani. Tapi yang menjadi penghasilan terbesar masyarakat khususnya ibu-ibu yang terserap sebagai tenaga kerja adalah pada musim tanam tembakau tiba. Ketika musim tembakau tiba Ibu-ibu khususnya selaku tenaga kerja memiliki terget pendapatan yang lebih pasti bila dibandingkan musim tanam padi
6Arief Suharsono‘’Panduan Budidaya Tembakau‘’dalam http://
Postat.Org/Site/339default.aspx, diakses tanggal 11 Desember 2021, Pukul 16.22
7 Wuryantoro dan Candra ayu,’’Kajian Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usahatani Tembakau Pola Kemitraan Di Kabupaten Lombok Timur’’Tobacco Farm In East Lombok’’, Vol.21 Nomor 3, Desember 2020,hlm.164.
4
begitupun dengan para pelaku sewa. Adapun data para petani di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru adalah sebagai berikut;
Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru
NO Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-Laki 4906
2 Perempuan 4934
3 Jumlah 9905
Sumber : Kepala Wilayah Desa Mengkuru.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis, tembakau di Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru dianggap sebagai komoditi yang menjanjikan sehingga begitu musim kemarau tiba maka sebagian besar petani di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru bersaing secara sehat menghasilkan produk tembakau kualitas baik dengan menanam di sawah masing-masing. Namun kepemilikan sawah menjadi masalah bagi sebagian penduduk yang tidak memiliki lahan sehingga jalan yang ditempuh yakni dengan cara melakukan sewa-menyewa sawah. Sistem sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru berbeda dengan praktek sewa-menyewa sawah pada umumnya yang menggunakan kurun waktu tahunan, di Desa Pandan Wangi praktek sewa menyewa biasanya hanya berlangsung selama kurun waktu 6 bulan Atau setara dengan awal musim tanam hingga musim panen berakhir. Dimana hal ini dianggap penyewa sawah sebagai hal yang menguntungkan mengingat harga sewa yang mesti dibayarkan relatif lebih kecil dibanding dengan menyewa sawah sistem tahunan.
Sistem sewa-menyewa sawah yang dilakukan adalah sistem musiman dengan waktu pembayaran sesuai kesepakatan, biaya sewa yang dibayarkan bervariasi tergantung luas lahan yang disewakan. Waktu pembayarannya juga ada dua macam, ada yang pembayarannya diawal dan ada yang pembayarannya begitu musim tanam tembakau berakhir dengan ketentuan sawah adalah milik pribadi atau sawah adalah milik dari hasil menyewa namun menggunakan sistem sewa tahunan.8
Praktek sewa-menyewa yang dilakukan di Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru dilakukan secara langsung antara penyewa dan pemilik sawah, perjanjian dilakukan secara kekeluargaan dan terjadi secara lisan
8 Observaasi, Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru, 28 Desember 2021.
5
tanpa melibatkan saksi. Serta tanpa adanya prosedur hukum yang mendukung pelaksanaan hal tersebut. Dalam kesepakatan sewa-menyewa yang terjadi di Desa Pandan Wangi Kec. jerowaru pemilik sawah hanya berkewajiban menyerahkan sawah untuk ditanami sesuai kesepakatan sedangkan masalah bibit dan pembiayaan seperti pupuk, pestisida, upah tenaga kerja dan lain-lainnya menjadi tanggung jawab penyewa sawah9.
Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan kajian dalam bentuk skripsi yang berjudul ‘’Praktek Sewa Menyewa Sawah Sistem Musiman Terhadap Pendapatan petani Tembakau desa Pandan Wangi kec. Jerowaru Lombok Timur.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana praktik sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru ?
2. Bagaimana dampak sewa-menyewa terhadap pendapatan petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan uraian permasalahan diatas, maka penelitian ini dilakukan agar lebih mendalami fokus penelitian dengan tujuan untuk:
a. Untuk mengetahui bagaimana praktik sewa-menyewa sawah di Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru .
b. Untuk mengetahui bagaimana pandangan Islam terhadap praktek sewa-menyewa tanah dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru.
2. Manfaat Penelitian
Secara umum manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Penelitian ini diharapkan berguna untuk memberikan kontribusi dan pencerahan pemikiran Ilmu Pengetahuan Ekonomi Syariah , terutama dalam sistem sewa-menyewa.
b. Dapat menjadi bahan studi lanjutan bagi pihak-pihak yang ingin mendalami lebih jauh mengenai permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan objek permasalahan ini.
Adapun manfaat penelitian, kalau dilihat dari berbagai macam bidang diantaranya adalah sebagai berikut;
9 Observasi, Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru, 29 Desember 2021.
6 a. Manfaat Akademik
Penelitian ini diharapkan sebagai sumber referensi dan acuan bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah khususnya bidang Sewa-Menyewa.
b. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
c. Manfaat Secara Praktis 1) Manfaat bagi peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berfikir dalam melakukan Sewa- Menyewa.
2) Manfaat bagi pelaku Sewa-Menyewa
Sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam melakukan Sewa-Menyewa Sawah dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau.
3) Manfaat bagi Fakultas Ekonomi da Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
4) Manfaat bagi pembaca
Diharapkan dapat menambah wawasan kepada pembaca khususnya mengenai Sewa-Menyewa.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Pada ruang lingkup penelitian ini, peneliti akan memfokuskan atau membatasi pembahasan nya agar pembahasan nya tidak melebar atau keluar dari konteks pembahasan. Adapun ruang lingkup pada penelitian ini yakni ‘’ Praktek sewa- menyewa sawah dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru kab. Lombok Timur.
2. Setting Penelitian
Penelitian akan dilakukan di Desa Pandan Wangi Kec.Jerowaru Kab. Lombok Timur yang terletak dijalan Lebe Rambang Kec.Jerowaru Kab. Lombok Timur. Alasan dilakukannya penelitian ini karna dilatar belakangi rasa penasaran penulis melihat antusias para penyewa sawah begitu musim tanam Tembakau tiba. Penulis tertarik mengetahui pengaruh sewa menyewa terhadap pendapatan petani tembakau di desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru.
7 E. Telaah Pustaka
Telaah pustaka merupakan suatu penelusuran terhadap studi atau karya- karya studi terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan peneliti, dimana fungsinya supaya terhindar duplikasi, plagiasi, repetisi serta menjamin keaslian dan keabsahan penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan definisi yang telah di paparkan diatas dan sebagaimana hasil yang telah peneliti dapatkan dan juga sebagai pedoman penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan data yang valid serta menghindari adanya duplikasi serta repetisi untuk menjamin keaslian dan legalitas peelitian ini.
Berdasarkan hasil penelusuran sejauh yang penelitian lakukan, terdapat beberapa hasil penelitian terdahulu yang tampak mirip dengan penelitian yang akan dilakukan. Hasil- hasil penelitian yang di maksud adalah.
1. Skripsi oleh Ilham Safei tahun 2015 dengan judul ‘’ Akad Pelaksanaan Kerjasama Sewa-Menyewa Lahan Antara PT.Nusa Prima Menunggal Dengan Masyarakat Ditinjau Menurut Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Desa Olak Kecamatan Sugai Mandau). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sewa-menyewa lahan antara PT. Nusa Prima Menunggal dengan masyarakat Desa Olak Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten siak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantatif dengan tehnik random sampling, Adapun hasil data yang diperoleh yakni (100%) lahan yang telah disewa milik pibadi masyarakat, (68%) kerelaan atau suka sama suka, (68%) tidak adanya praktek kedzaliman, sedangkan (88%) selanjutnya, dalam pelaksanaan sewa-menyewa lahan yang terjadi antara PT Nusa Prima Mandiri dengan masyarakat adanya ditetepkan sanksi bila ditemukannya pihak-pihak yang mengikat perjanjian yang melakukan pelanggaran dari kesepakatan yang telah dibuat.10
2. Skrpsi oleh Al-Azhari Lalu Rizal tahun 2021 dengan judul
‘’Pelaksanaan Sewa-Menyewa Ruko Milik Pemerintah di Desa Rumak’’. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan sewa-menyewa ruko antara pemerintah desa dengan penyewa serta untuk mengetahui dan menjelaskan cara penyelesaian sengketa sewa-menyewa yang dialihkan oleh pihak penyewa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif
10 Ilham Safei, ‘’ Akad Pelaksanaan Kerjasama Sewa-Menyewa Lahan Antara PT Nusa Prima Menunggal Dengan Masyarakat Di Tinjau Menurut Ekonomi Syariah Di Desa Olak Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak, (Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Riau, 2015), hlm.56.
8
empiris. Temuan dari penelitian ini adalah pelaksanaan perjanjian sewa-menyewa ruko milik pemerintah desa dilaksanakan dalam bentuk perjanjian tertulis, prosedur perjanjian sewa-menyewa ruko yang biasanya diakukan oleh masyarakat di Desa Rumak dengan diadakan perundingan terlebih dahulu antara pemerintah desa dengan pihak penyewa dan cara penyelesaian apabila terjadi sengketa dalam perjanjian sewa menyewa ruko antara pemerintah desa Rumak dengan pihak penyewa yaitu dilakukan dengan cara musyawarah11
3. Jurnal oleh Rio Fernando Muhammad tahun 2022 denan judul ‘’
Analisis Akad Ijarah Dalam Proses Sewa-Menyewa Lapak Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyrakat’’, Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana akad ijarah dalam proses sewa- menyewa lapak dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penelitian in menggunakan metode penelitian lapangan Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yakni Kegiatan sewa-menyewa lahak di Bandar Jaya Lampung Tengah, telah memenuhi syrarat dan rukun ijarah akan tetapi akan lebih baik apabila sewa-meyewa yang dilakukan dengan cara melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan sidiq dan amanah. Pendapatan pedagang tradisonal di Plaza Bandar Lampung telah meningkat dari tahun ketahun.12
4. Jurnal oleh Novia Elmi, Maria Montessor tahun 2020 tentang ‘’ Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalu Program Bank Sampah di Kota Bukittinggi’’. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatakan pendapatan masyarakat melalui program bank sampah. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan program bank sampah secara maksimal dapat membantu mengelola dan memilih sampah secara efektif dan efisien. Nasabah bank sampah mampu berpartisifasi dalam setiap kegiatan yang diadakan bank sampah seperti pelatihan keterampilan dan pemamfaatan sampah anorganik. Dalam menerapkan
11 Al-Azhari Lalu Rizal, ‘’Pelaksanaan Sewa-Menyewa Ruko Milik Pemerintah di Desa Rumak, (Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, 2021), hlm. 66.
12Rio Fernando Muhammad, ‘’ Analisis Akad Ijarah Dalam Proses Sewa-Menyewa Lapak Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyrakat’’jurnal Ilmu Pemerintah, vol,109, Nomor 1, Januari 2022, hlm 19.
9
program tersebut masyarakat mendapatkan tambahan pendapatan melalui penjualan hasil kerajinan tangan dari sampah.13
5. Skripsi Nur Barokah tahun 2019 tentang ‘’Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Lahan Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.’’ Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya masyarakat dalam meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan lahan kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Temuan dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian kelurahan Jempong Baru merupakan daerah yang sedang dalam pembangunan yang cukup padat meskipun berada dalam darah ruang lingkup perkotaan pola pikir masyarakatnya masih pol pikir individual atau sama dengan pola pikir masyarakat pedesaan.
Kurangnya ilmu pengetahuan membuat masyarakat lebih banyak menjual lahan nya yang kemudian menjadi penggarap atau penjaga bagi investor. Dalam keadaan yang semakin terhimpit membuat masyarakat harus bekerja lebih keras mempertahankan apa yang dimiliki sekarang untuk bertahan hidup dalam persaingan.
Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas upaya peningkatan pendapatan sedangkan perbedaannya terletak pada jenis upaya yang dilakukan. 14
F. Kerangka Teori 1. Sewa-Menyewa
a. Pengertian Sewa-Menyewa
Dalam ekonomi Islam ijarah (sewa-menyewa) adalah kegiatan pemindahan hak pemanfaatan. Sebenarnya konsep ijarah sama dengan konsep jual beli. Kata ijarah berati upah, sewa, jasa, atau imbalan, yaitu salah satu bentuk kegiatan muamalah dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia seperti sewa-menyewa, kontrak atau menjual jasa perhotelan dan lain-lain. Ijarah dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu (a) ijarah yang bersifat manfaat misalnya sewa-menyewa tanah, dan (b) ijarah yang bersifat jasa misalnya jasa perhotelan, jasa biro hukum, dan sebagainya.
13Novia Elmi, ‘’ Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalu Program Bank Sampah di Kota Bukittinggi’’ Jurnal Pengamdian Masyarakat, Vol, 89, Nomor 2, Februari 2021, hlm.103.
14 Nur Barokah ‘’ Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemamfaatan Lahan Kelurahan Jempong Baru Kec.Sekarbela Kota Mataram’’ (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram 2019), hlm.70.
10
Menurut hukum perdata (BW) pada pasal 1548, sewa-menyewa adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama dalam waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuai dengan harga yang oleh pihak tersebut belakang itu disanggupi pembayarannya.15
Menurut Chairuman Pasaribu dan Suhrawardi K.Lubis, yang dimaksud dengan ijarah adalah pengambilan manfaat sesuatu benda tanpa mengurangi wujud dan nilai bendanya sama sekali dan yang berpindah hanyalah manfaat dari benda yang disewakan misalnya tanah yang dijadikan lahan parkir, rumah, warung makan, dan sebagainya. Dengan demikian, perjanjian sewa-menyewa merupakan suatu perjanjian yang berunsurkan adanya pemilikan faedah atau manfaat yang telah diketahui serta disengaja dengan adanya upah atau ongkos sebagai pengganti dari pihak lain. 16
Dari beberapa pengertian di atas terlihat bahwa yang dimaksud sewa menyewa (ijarah) adalah suatu perjanjian tentang pemakaian dan pengambilan manfaat dari suatu benda, binatang atau manusia. Dengan kata lain, dengan terjadinya sewa menyewa tersebut, yang berpindah hanyalah manfaat dari barang yang disewakan baik berupa manfaat barang, seperti kendaraan, rumah, tanah maupun manfaat tenaga serta pikiran orang dalam bentuk pekerjaan tertentu. Karna yang diambil dari akad sewa-menyewa adalah manfaat dan bukan bendanya, maka akad sewa-menyewa (ijarah), Misalnya, tidak berlaku pada pepohonan yang diambil buahnya, karena buah itu adalah materi (benda) Sedangkan akad ijarah hanya ditujukan pada manfaat saja, yang digunakan untuk kegiatan usaha produktif., seperti diperbolehkan mengambil manfaat dari tanah saja, bukan memilikinya. Kambing dan sapi juga tidak boleh dijadikan objek sewa-menyewa untuk diambil susu dan atau bulunya karena susu dan bulu termasuk materi.
Demikian pula sperma hewan pejantan seperti unta, kuda atau kerbau tidak boleh disewakan, karena yang dimaksud dengan hal itu mendapatkan keturunan hewan dan sperma itu merupakan ma
15 Andri Soemitra,’’Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqih Muamalah’’, (Jakarta : Prenadamedia Grup. 2019), hlm.115.
16 Chairuman pasaribu dan Sahrawardi K.Lubis, ‘’Hukum Perjanjian Dalam Islam’’, (Jakarta; Sinar Grafika, 1994), hlm.172.
11 b. Dasar Hukum Sewa-Menyewa
1) Al-Hadis
ا َو ِةَلَقاَحُمْلا ِنَع ملسو هيلع الله ىلص الله ُلوُسَر ى ََ
ُمْل
َنَبا َز ِة
ُهَل ٌلُج َر ٌةَثَلاَث ع َر ْزَي اَمَّنِإ َلاَق َو َوُهَف ٌض ْرَأ
ُع َر ْز َي ٌلُج َر َو اَه َحِنُم
َأ ى َرْكَتْسا ٌلُج َر َو َحِنُم اَم ُعَر ْزَي َوُهَف اًض ْرَأ ًض ْر
َذِب ا ِف ْوَأ ٍبَه ٍةَّض
Rasulullah saw. telah melarang al-muhaqalah (sewa ladang) dan al-muzabanah (ijon, yakni membeli buah yang belum matang dan belum dipetik). Rasulullah saw.
bersabda, “Hanyalah tiga orang yang menggarap tanah, yakni seorang laki-laki yang memiliki lahan dan dia sendiri yang menggarapnya; atau seorang laki-laki yang diberi tanah, lalu ia menggarap tanah yang dihadiahkan itu; atau seorang laki-laki yang menyewa tanah dengan emas dan perak.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)17
2) Landasan Ijma
Semua umat Islam telah sepakat mengenai di syariatkannya ijarah, tak seorang ulama yang membantah kesepakatan ijma ini, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Sayid Syabiq, dan atas disyariatkan sewa menyewa umat Islam telah sepakat, dan tidak di anggap serius, pendapat orang yang berbeda dengan kesepakatan ijma para ulama mengenai diperbolehkannya sewa menyewa, semua ulama sepakat bahwa sewa- menyewa diperbolehkan. Tidak seorang ulama’ pun yang membantah kesepakatan ijma ini, sekalipun ada beberapa orang diantara mereka yang berbeda pendapat, akan tetapi hal ini tidak signifikan. Dengan tiga dasar hukum yaitu Al- Quran, Al- Hadis, dan Ijma’ maka hukum diperbolehkannya sewa- menyewa sangat kuat karena tiga dasar hukum tersebut merupakan dasar hukum penggalian hukum Islam yang utama.18
c. Rukun dan Syarat Sewa-Menyewa
17Amir Syarifudin, ‘’Garis-Garis Besar Fiqih’’, (Bandung: Cv Diponogoro,2011), hlm.45.
18 Rachmat Syafi’I, ‘’Fiqih Muamallah’’, (Bandung : CV Pustaka Setia, 2001), hlm.123.
12
Terlebih dahulu penulis menjelaskan perbedaan rukun dan syarat sewa menyewa menurut hukum Islam, yang dimaksud dengan rukun sewa menyewa adalah sesuatu yang merupakan bagian dari hakekat sewa menyewa, dan tidak akan terjadi sewa menyewa tanpa terjadinya rukun tersebut, sedangkan yang dimaksud syarat sewa menyewa ialah sesuatu yang mesti ada dalam sewa menyewa, tetapi tidak termasuk dalam suatu bagian dari hakekat sewa-menyewa itu sendiri.
1) Rukun Sewa- menyewa
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Indonesia (DSN MUI) 09/DSN/MUI/IV/2000 19. Tentang pembiayaan Ijarah menetapkan rukun ijarah yang terdiri dari
a) Sighat ijarah yaitu ijab dan kabul berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berakad (berkontak) bak secara verbal maupun bentuk lain.
b) Pihak-pihak yang berakad, terdiri dari pemberian sewa / pemberian jasa dan penyewa/pengguna jasa.
c) objek akad ijarah.
Menurut ulama mazhab Hanafi, rukun ijarah hanya satu yaitu ijab(ungkapan menyewakan).
Adapun menurut Jumhur ulama mengatakan bahwa rukun ijarah ada empat. Pertama, Muta’aqidan (orang yang menyewa dan menyewakan), masing-masing harus memenuhi syarat diaman syarat-syarat yang dimaksud adalah harus ahli dalam menjalankan akad, tidak boleh gila atau orang yang dilarang mengelola uangnya (mahjur), harus atas kehendaknya sendiri, karena kata-kata orang yang dipaksa itu tidak berpengaruh sama-sekali terhadap terjadinya akad atau pembatalan kontrak. Dengan kata lain, kedua belah pihak yang melakukan akad sudah dewasa dan tidak ada paksaan yang tidak dibenarkan menurut hukum Islam. Syarat kedewasaan merupakan hal yang sangat rasional. Karna orang dewasa lah yang mampu melakukan akad dengan sempurna. Sehubungan dengan syarat kedewasaan ini, para ulama mazhab Syafi’i dan Hambali berpendapat bahwa tidak sah akad nya anak-anak meskipun
19 Nurul kasanah,’’Relevansi Fatwa DSN-MUI Pada Praktik Akad Ijarah’’, Pembiayaan multijasa, Vol.11 Nomor , Oktober 2020,hlm.34.
13
mereka telah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. (Mumayyiz). 20
2) Syarat Sewa-Menyewa
Adapun syarat sewa-menyewa dapat di uraikan sebagai berikut21
a) Pelaku Sewa-Menyewa Harus Berakal
karena kedua belah pihak dalam melakukan akad haruslah berakal (waras). Maka tidak akan sah sewa menyewa yang dilakukan anak kecil atau (mumayyiz). Umumnya sewa- menyewa dikatakan bahwa para pihak yang melakukan ijarah seharusnya orang yang sudah memiliki kecakapan bertindak yang sempurna, sehingga segala sesuatu yang dilakukan, dapat di pertanggung jawabkan secara hukum.
Dalam hal ini para ulama berpendapat bahwa kecakapan dalam bermuamalah ini di tentukan dalam hal yang bersifat fisik dan kewajiban sehingga tindakan yang dilakukan dapat dipandang seagai suatu perbuatan yang sah Karna begitu pentingnya kecakapan bertindak sebagai persyaratan untuk melakukan akad maka golongan ulama Syafi ‘iah dan Hanabilah menambahkan bahwa orang yang berakad haruslah orang yang dewasa, tidak cukup hanya sekedar sudah mumayyiz saja.
b) Ridha Kedua Belah Pihak
para pihak yang menyelenggarakan akad haruslah berbuat atas kemampuan sendiri dengan penuh kerelaan. Dalam konteks ini akad sewa menyewa tidak boleh dilakukan salah satu pihak kedua-duanya atas dasar kesepakatan, baik keterpaksaan itu datang dari pihak- pihak yang berakad atau dari pihak yang lain. hal ini sesuai degan firman Allah Swt dalam surah An-Nisa Ayat 29
َّلَِا ِلِطاَبْلاِب ْمُكَنْيَب ْمُكَلا َوْمَا ا ْوُلُكْأَت َلَ ا ْوُنَم ا َنْيِذَّلا اَهُّيَا ي ْنَا ۗ ْمُكَسُفْنَا ا ْوُلُتْقَت َلَ َو ۗ ْمُكْنِ م ٍضاَرَت ْنَع ًةَراَجِت َن ْوُكَت
ًمْي ِحَر ْمُكِب َناَك َ هاللّٰ َّنِا
ا
20 Wahbah AL-Zulali, ‘’ Al-Fiqih Al-Islami Wa-Adilatuh’’, (Bairut:Darul Fikh Mu’Asirah, 2002),hlm.458.
21 Harun, ‘’Fiqh Muamalah’’, (Surakarta:Muhammadiyah University Press, 2017), hlm.124.
14
‘’ Hai orang orng yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah maha penyayang kepadaMu22
c) Objek Sewa-Menyewa Haruslah Jelas Manfaatnya
Barang yang disewakan ini haruslah jelas mutu dan keadaannya demikian juga mengenai jangka waktunya, misalnya sebulan , setahun bahkan lebih. Pernyataan ini dinyatakan oleh Fuqoha berlandaskan berdasarkan Mushlahah, karena tidak sedikit terjadi pertengkaran akibat sesuatu yang samar.
d) Objek Sewa-Menyewa Harus Terpenuhi
Dengan demikian sesuatu yang di akadkan haruslah sesuatu yang sesuai dengan kenyataan (realitas), bukan sesuatu yang tidak berwujud. Dengan sifat yang seperti ini, maka objek yang menjadi transaksi diserah terima beserta dengan manfaatnya.
e) Objek Sewa-Menyewa Haruslah Barang yang Halal
Islam tidak membenarkan sewa- menyewa atau perburuhan terhadap sesuatu perbuatan yang dilarang agama misalnya menyewa rumah untuk perbuatan maksiat. Akad sewa- menyewa barang yang pemanfaatannya tidak diperbolehkan dalam hukum Islam adalah tidak sah dan wajib untuk ditinggalkan.
f) Pembayaran (Uang) Haruslah Bernilai dan Jelas
Jumlah pembayaran sewa- menyewa haruslah dirundingkan terlebih dahulu, atau kedua belah pihak mengembalikan sesuai dengan adat kebiasaan yang sudah berlaku.
22 Departemen Agama RI, ‘’Al-Jumnatul Quran dan Terjemahnya’’, (Bandung : 2004), , hlm.83.
15 d. Macam-Macam Ijarah
Ijarah terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut23
1) Ijarah atas manfaat disebut juga sewa-menyewa. Dalam ijarah bagian pertama ini, objek akad nya adalah manfaat dari suatu benda
2) Ijarah atas pekerjaan, disebut juga upah- mengupah. Dalam ijarah bagian kedua ini objek akad nya adalah amal atau pekerjaan seseorang.
Al- Ijarah yang bersifat manfaat, umpamanya adalah sewa- menyewa rumah, kendaraan, pakaian, dan perhiasan. Apabila manfaat itu adalah manfaat yang diperbolehkan oleh syara, untuk dipergunakan, maka para ulama fiqih sepakat menyatakan boleh dijadikan objek sewa-menyewa. Al- Ijarah yang bersifat pekerjaan adalah dengan cara memperkerjakan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Al- Ijarah seperti ini hukumnya boleh apabila jenis pekerjaan itu jelas, seperti buruh bangunan, tukang jahit, buruh pabrik, tukang salon dan tukang sepatu. Al-Ijarah seperti ini biasanya bersifat pribadi, seperti mengaji seorang pembantu rumah tangga, yang sifatnya serikat yaitu seseorang atau kelompok orang yang menjual jasanya untuk orang banyak, seperti tukang sepatu, buruh pabrik, tukang jahit. Kedua bentuk ijarah terhadap pekerjaan ini menurut ulama fiqih hukumnya boleh.24
e. Beberapa Hal yang Membatalkan Sewa-Menyewa
Pada dasarnya perjanjian sewa- menyewa merupakan perjanjian yang lazim membolehkan adanya fasakh pada salah satu pihak karena ijarah merupakan akad pertukaran, kecuali didapati hal hal yang mengakibatkan atau yang mewajibkan fasakh Ijarah akan terjadi Fasakh apabila terjadinya hal- hal sebagai berikut:25
1) Terjadinya Cacat Pada Barang Sewaan
Yang terjadi pada tangan penyewa maksudnya adalah apabila barang yang menjadi objek perjanjian sewa- menyewa terdapat kerusakan ketika berada di pihak tangan penyewa. Dalam hal ini kerusakan ini diakibatkan oleh kelalaian pihak itu sendiri.
23 Harun,‘’Fiqh Muamalah, ‘’(Surakarta:Muhammadiyah University Press, 2017),hlm.124.
24 Utaz Ahmad, ‘’Fiqih Syafi’iyah’’, (Jakarta : Widjaya 2013), hlm.83.
25 Wahbah AL-Zulaili, Fiqih Islam Wa-Adilatuh…,hlm.406.
16
Misalnya penggunaan barang tidak sesuai dengan peruntukan barang tersebut, barang sewaan di salah gunakan dan lain sebagainya. Dalam keadaan seperti itu pihak yang menyewakan dapat meminta membatalkan pada pihak penyewa
2) Rusaknya Barang Yang di Sewa
Maksudnya adalah barang yang menjadi objek perjanjian sewa- menyewa mengalami kerusakan atau rusak sama sekali sehingga tidak dapat digunakan sesuai dengan apa yang telah menjadi perjanjian.
3) Masa Sewa-Menyewa Telah Habis
Maksudnya Sewa-Menyewa yang telah menjadi perjanjian sebagaimana yang telah disepakati bersama telah habis, maka dengan tersendirinya perjanjian sewa-menyewa telah berakhir (batal)
4) Adanya Uzur
Maksudnya Uzur adalah suatu halangan sehingga perjanjian tidak mungkin terlaksana sebagaimana semestinya. Misalnya, seseorang yang menyewa toko untuk berdagang kemudian barang dagangannya habis terbakar atau dicuri orang atau bangkrut sebelum toko itu di pergunakan, maka pihak penyewa dapat membatalkan perjanjian sewa menyewa yang telah diadakan sebelumnya kepada pihak penyewa.
Sewa menyewa sebagai akad akan berakhir sesuai kata sepakat dalam perjanjian. Dengan berakhirnya suatu sewa- menyewa ada kewajiban bagi penyewa untuk menyerahkan barang yang disewanya. Tetapi bagi barang-barang tertentu seperti rumah, hewan dan barang lainnya karena musibah, maka akan berakhir masa sewanya kalau terjadi kehancuran. Rumah sewanya akan berakhir masa sewanya kalau roboh. Hewan akan berakhir masa sewanya kalau mati. Demikian juga dengan kendaraan kalau terjadi tabrakan sampai tidak bermanfaat lagi, maka akan berakhir masa sewanya. Selama sewa- menyewa berlangsung, maka yang bertanggung jawab memperbaiki kerusakan adalah penyewa, dan dalam hal ini tidak mengakhiri masa sewa. Apabila keadaan barang atau benda sewaan dijual oleh pemiliknya, maka akad sewa menyewa tidak berakhir sebelum masa sewanya selesai. Hanya saja penyewa berkewajiban untuk memberitahu kepada pemilik baru tentang hak dan masa sewanya. Demikian halnya jika terjadi musibah kematian salah satu pihak, baik penyewa maupun pemilik, maka
17
akad sewa menyewa sebelum masa sewa habis akan tetap berlangsung dan diteruskan oleh ahli warisnya.26
2. Pengertian Pendapatan.
Pendapatan didefinisikan sebagai sejumlah uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga dalam jangka waktu tertentu.
Pendapatan terdiri atas upah atau penerimaan tenaga kerja, pendapatan dari kekayaan seperti: sewa, bunga, deviden serta pembayaran transfer atau penerimaan dari pemerintah seperti tunjangan sosial atau asuransi pengangguran. Penerimaan merupakan suatu hasil yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga dari berusaha atau bekerja. Jenis masyarakat bermacam ragam, seperti bertani, nelayan, berternak, berburu serta berdagang dan juga bekerja pada sektor pemerintah dan swasta. 27
Munandar menjelaskan pendapatan sebagai suatu penambahan aset perusahaan yang berdampak pada peningkatan kekayaan pemilik perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta kesejahteraan karyawan. Peningkatan pendapatan berpengaruh besar terhadap kelangsungan perusahaan. Sebab pendapatan digunakan dalam kegiatan perusahaan. 28
Menurut Kasmir dalam menentukan pendapatan pedagang atau pengusaha dibutuhkan beberapa faktor, diantaranya minat pengusaha, modal, waktu yang pasti, keuntungan, pengalaman berdagang, tenaga kerja, lingkungan sekitar dan pendidikan. 29
Adapun Beberapa klasifikasi pendapatan adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan pribadi yaitu semua jenis pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan apapun yang diterima penduduk suatu negara
b. Pendapatan disposibel yaitu pendapatan pribadi dikurangi pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, sisa pendapatan yang siap dibelanjakan inilah yang disebut pendapatan disposibel
26 Ibid..,hlm.85
27 Suroto, ‘’Strategi Pembangunan dan Perencanaan Kesempatan Kerja’’, (Yogyakarta:
PT Rineka Cipta, 2000),hlm.22.
28 M.Munandar, ‘’Pokok Pokok Intermediate Accounting’’, (Yogyakarta; Gajah Mada, 1993), hlm. 36.
29 Kasmir, ‘’Kewirausahaan’’, (Jakarta; Raja Grafindo Persada 2006),hlm 57.
18
c. Pendapatan nasional yaitu nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam satu tahun30
Sedangkan pendapatan dalam konsep pandangan islam adalah pendapatan adalah uang yang diterima dan diberikan kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi- prestasi yang diserahkan yaitu berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perseorangan dan pendapatan dari kekayaan.31 Dalam surah An-Nisa Ayat 29 tersirat tentang pendapatan.
ْنَا َّلَِا ِلِطاَبْلاِب ْمُكَنْيَب ْمُكَلا َوْمَا ا ْوُلُكْأَت َلَ ا ْوُنَم ا َنْيِذَّلا اَهُّيَا ي ْوُلُتْقَت َلَ َو ۗ ْمُكْنِ م ٍضاَرَت ْنَع ًةَراَجِت َن ْوُكَت َك َ هاللّٰ َّنِا ۗ ْمُكَسُفْنَا ا
َنا ًمْي ِحَر ْمُكِب
’’ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri : Sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadaMu ‘’32
Maka tidak ada alasan kekayaan sumber daya tersebut tetap terkonsentrasi pada beberapa pihak saja, Islam sangat melarang untuk melakukan penimbunan harta sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, islam menekankan keadilan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, islam menekankan keadilan distributive dan menerapkan dalam sistem ekonominya program untuk redistribusi pendapatan dan kekayaan sehingga setiap individu mendapatkan jaminan standar kehidupan yang manusiawi dan terhormat.
Tingkat pendapatan merupakan salah satu kriteria maju tidaknya suatu daerah. Bila pendapatan sutu daerah relatif rendah, dapat dikatakan bahwa kemajuan dan kesejahteraan tersebut akan rendah pula. Kelebihan konsumsi makan akan disimpan pada bank yang tujuannya adalah untuk berjaga-jaga apabila baik dibidang pendidikan, produksi dan sebagainya juga mempengaruhi tingkat tabungan masyarakat. Demikian pula hanya bila pendapatan
30 Stice James, dkk, Akuntansi Intermedite, (Jakarta : Erlangga,2009), hlm.493.
31 Djojohdikusumo Sumitro, ‘’Sejarah Pemikiran Ekonomi’’, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005), hlm.27.
32 Departemen Agama RI, ‘’Al-Jumnatul Quran dan Terjemahnya’’, (Bandung : 2004),, hlm.03.
19
masyarakat suatu aerah relatif tinggi maka tingkat kesejahteraan dan kemajuan daerah tersebut tinggi pula.33
Tinggi rendahnya pegeluaran sangat bergantung kepada kemampuan keluarga dalam mengelola penerimaan atau pendapatan, semakin banyak pengalaman berusaha sesorang maka semakin berpeluang dalam meningkatkan pendapatan. Adapun jenis-jenis pendapatan masyarakat dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a. Pendapatan permanen (Permanen income) yaitu pendapatan yang selalu diterima pada periode tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya, Secara garis besar pendapatan permanen dibagi menjadi tiga golongan yaitu : 34
1). Gaji dan upah
Imbalan yang diperoleh setelah orang tersebut melakukan pekerjaan untuk orang lain yang diberikan dalam jangka waktu satu hari, satu minggu, satu bulan.
2). Pendapatan dari usaha sendiri
Merupakan nilai total dari hasil produksi yang dikurangi dari biaya-biaya yang dibayar dan usaha ini merupakan usaha milik sendiri atau keluarga sendiri, sewa capital milik sendiri dan semua biaya ini biasanya tidak diperhitungkan
3). Pendapatan dari usaha lain
Pendapatan yang diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja dan ini merupakan tenaga sampingan antara lain pendapatan hasil dari menyewakan aset yang dimiliki, bunga dari uang, sumbangan dari pihak lain, pendapatan pensiun dan lain-lain b. Pendapatan sementara
Pendapatan sementara yaitu pendapatan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, yang termasuk dalam kategori pendapatan ini adalah dana sumbangan, hibah dan lain sebagainya yang sejenis.35
33 Ibid, hlm.494
34 Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, (Yogyakarta:PT Dana Bakti Wakaf,1995), hlm. 361.
35 Raharja, Pratama dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi, (Jakarta:
FEUI,2008),hlm.258-259.
20
Berdasarkan pendapat diatas peneliti menyipulkan bahwa pendapatan merupakan sejumlah uang yang diterima perusahaan dari aktifitas yang dijalankan. Pendapatan juga merupakan salah satu tolak ukur bagi manajemen dalam mengelola suatu usaha.
G. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karna data yang diperoleh dari lapangan lebih banyak yang bersifat informasi dan keterangan-keterangan bukan dalam bentuk simbol atau angka. Hal ini sesuai dengan pengertian penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menhasilkan data deskriftif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.36
Untuk mendapatkan data-data yang akurat tentang hal-hal yang diteliti, maka peneliti menghubungi sumber data yang ada di lokasi penelitian.
Sedangkan alasan peneliti menggunakan metode penelitian kulitatif, karna penelitian ini terkait dengan fenomena yang terjadi dalam masyarakat sehingga untu memahami pokok bahasan akan lebih mudah bila menggunakan metode penelitian kualitatif. Oleh karna itu, data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif tentang Praktek Sewa-Menyewa Sawah Sistem Musiman Terhadap Pendapatan Petani Tembakau di Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Dimana penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.
2. Kehadiran Penelitian
Pada metode penelitian kualitatif peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam kehidupan orang-orang yang menjadi objek penelitian. Maka dengan keadaan seperti itu, kehadiran peneliti di lokasi penelitian harus dilakukan oleh peneliti sendiri.
Tujuan utama kehadiran peneliti adalah untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Dalam hal ini, peneliti melibatkan diri dilokasi penelitian u tuk mengamati segala aktivitas yang dilakukan oleh para penyewa sawah dan mneggali secara langsung dengan cara wawancara kepada responden untuk memperoleh data yang terkait denganpenelitian ini.
36Lexy J. Maleong, ‘’Metodologi Penelitian kuanlitatif’’,(Bandung : Remaja Rosdakarya, 2011), hlm.4.
21
Dengan kehadiran dan keterlibatan tersebut, peneliti mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan mengetahui kejadian-kejadian yang terjadi pada wakktu melakukan observasi.
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti melakukan secara bertahap yakni sebagai berikut.
a. Tahap persiapan, yaitu peneliti memepersiapkan pertanyaan- pertanyaan yang diajukan kepada responden dan menentukan siapa saja yang dijadikan sebagai sumber data, serta apa saja yang diamati di lokasi penelitian.
b. Tahap Pelaksanaan, yaitu tahap dimana peneliti turun langsung ke lokasi penelitian dan melakukan wawancara kepada responden guna mnedapatkan data yang dibutuhkan serta melakukan pengamatan terhadap situasi yang terdapat di lokasi penelitian.
c. Tahap penulisan laporan, yaitu tahap dimana data-data yang diperoleh di lapangan diolah dan dianalisis sesuai dengan ketentuan yang digunakan dalam penelitian ini.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, Karna tujuan utama dari penelitian adalah adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tehnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan metode.37 Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi.38
a. Observasi
Observasi adalah metode penelitian pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala pada objek penelitian.39
Dalam penelitian inipeneliti terjun langsung atau sering disebut (observasi partisifatif), tujuannya untuk mengetahui gejala yang terjadi, sehingga disini peneliti menjadi instrumen kunci. Adapun objek yang peneliti teliti adalah praktek sewa- menyewa sawah sistem musiman dan perannya dalam meningkatkan pendapatan petani tembakau. Adapun yang diamati dalam penelitian ini yaitu, para pelaku sewa yang perlu
37 Sugiono, ‘’Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif’’, (Bandung : Alfabeta, 2019 ),hlm.296.
38 Sugiono, ‘’Metode Penelitian’’, (Bandung : Alfabeta, 2017),hlm.2.
39 Nawawi dan Martini, ‘’Instrumen Penelitian Bidang Sosial’’,(Yogyakarta : Gajah Mada University Press 1995),hlm. 74.
22
peneliti amati berupa keadaan tempat menyewa, kedaan ekonomi yang menyewa serta berapa lama waktu menyewa.
Adapun pengamatan terhadap masyarakat dilakukan karena, masyarakat merupakan gambaran dari peran sewa-menyewa itu sendiri terhadap pendapatan petani tembakau atau malah sebaliknya.
b. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan terwawancara40. Pada tahap ini, peneliti mewawancarai informan yang menjadi sumber data penelitian, dengan menggunakan pedoman yang telah disediakan sebelumnya.
Disini yang diwawancarai oleh peneliti adalah para pelaku sewa yang ada di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru Lombok Timur.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi struktur. Jadi, dalam wawancara yang berlangsung mengacu pada satu rangkaian pertanyaan terbuka. Metode ini memungkinkan pertanyaan baru muncul karna jawaban yang diberikan oleh narasumber sehingga selama sesi berlangsung penggalian informasi dapat dilakukan lebih mendalam.41 Adapun pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tersebut, secara garis besar berfokud pada apa yang diteliti yaitu seputar praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman terhadap penapatan petani tembakau di Desa Mengkuru Kecamatan Pandan Wangi Lombok Timur.
c. Dokumentasi
Menurut Suharmini Arikunto, metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya.42 Jadi metode yang dimaksud adalah metode pengumpulan dengan mencari data yang berupa catatan, transkip maupun data-data lain yang dianggap pentinng. Dokumentasi ini peneliti gunakan untuk mendapatkan data penelitian dari dokumen yang sudah ada, seperti gambaran umum lokasi
40 Ibid, 75.
41 Sunafiah Faisal, ‘’Format Format Penelitain Sosial’’, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada 2005), hlm. 32.
42 Suharsimi Arikunto, ‘’ Prosedur Penelitian’, (Jakarta : Rineka Cipta 2010), hlm. 274.
23
penelitian, profil desa dan bisa juga dari bahan bacaan yang lain seperti dari buku dan internet.
4. Jenis dan Sumber Data a. Sumber Data
Sumber data merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, yang peneliti dapatkan dari beberapa subjek yakni para produsen (para penyewa) yang aktif menyewa selama lima tahun berturut- turut dan masyarakat sekitar yang ada di Desa Pandan Wangi kec. Jerowaru Lombok Timur. Sedangkan data sekunder di peroleh dari dokumentasi atau catatan-catatan yang berhubungan dengan praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman terhadap pendapatan petani tembakau di Desa Pandan Wangi Kec. Jerowaru Lombok Timur.
b. Jenis Data
Dalam penelitian ilmiah, data yang diperoleh dapat digolongkan menjadi dua jenis data yaitu43
1. Data kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif burupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.
2.Data Kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan analisis statistik dengan menggunakan simbol atay angka- angka, bukan dengan gambaran kata-kata dan keterangan- keterangan.
5. Analisis Data
Karna metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitia kualitatif maka penerapannya menganalisa data lebih menggunakaan gambaran kata-kata bukan rumusan seperti penelitian kuantitatif, sehingga dalam menganalisa data peneliti menggunakan analisa deduktif, yaitu menganalisa masalah dari teori-teori umum atau atauran yang berhubungan dengan permasalahan penelitian, baru kemudian disimpulkan secara spesifik oleh peneliti.
43 Supardi, ‘’ Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi ‘’ (Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta, 2011),hlm. 111.
24 6. Keabsahan Data
Kesahihan atau kredibilitas data dalam suatu karya sangat dipelukan karna data diperoleh itu harus bisa dipertanggung jawabkan.
Adapun cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh kredibilitas data yang didapatkan peneliti yakni antara lain :
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti dilapangan sangat menentukan dalam mengumpulkan data, karna data ang diperoleh dapat secara langsung diperoleh dari sumber data maka dari kehadiran peneliti tidak hanya dalam waktu yang singkat tetapi hendaknya diperlukan perpanjangan waktu sehingga data-data yang diperoleh tidak didapat secara buru-buru.
b. Tringulasi
Tringulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Denga demikian terdapat tringulasi sumber tehnik pengumpulan data, dan waktu. 44Mendapat informasi yang sejenis dari sumber yang berbeda, sehingga peneliti dapat membandingkan dan dan mengecek balik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dalam penelitian ini.
c. Kecukupan Refrensi
Kecukupan refrensi digunakan sebagai alat untuk dan menyesuaikan data dengan kritik tertulis untuk keperluan evalusi.
Dalam penelitian ini, hasil wawancara, observasi dan pengumpulan data yang diperoleh dari sumber lainnya akan membandingkan dengan tingkat kesesuaian refrensi yang telah ada.
Refrensi yang lengkap dalam suatu penelitian merupakan bahan pembanding terhadap cara dan penemuan dilokasi penelitian. Kemampuan peneliti dalam membandingkan temuan- temuan dilapangan dengan refrensi merupakan suatu upaya untuk mewujudkan keabsahan data.
H. Sistematika Pembahasan
Dalam melaksanakan suatu penelitian yang baik perlu ditampilkan sistematika pembatasannya sehingga susunan dari bab ke bab dalam suatu bagian khusus untuk memudahkan pembaca mengetahui secara kilas isi dari penelitian tersebut.
1. BAB 1 pendahuluan : dalam bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan
44 Sugiono, ‘’ Memahami Penelitian Kualitatif’’, (Bandung : Alfabeta , 2012),hlm. 127.
25
setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
2. BAB II Paparan Data dan Temuan : dalam bab ini berisi tentang gambaran umum dari praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau. Baik dari hal pendapatan, sewa- menyewa dan lain-lain.
3. BAB III Pembahasan : dalam bab ini menjelaskan lebih lanjut terkait dengan praktek sewa-menyewa sawah sistem musiman dalam upaya meningkatkan pendapatan petani tembakau di Desa Mengkuru Kec Jerowaru Nusa Tenggara Barat.
4. BAB 1V Penutup : dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan.