• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi dan sampel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Populasi dan sampel

Agar pembahasan lebih terarah dan sistematis dengan tujuan penelitian, maka peneliti berupaya semaksimal mungkin untuk menguraikan hal-hal yang terkait dengan metode penelitian ini adalah: populasi dan sampel, instrument pengumpulan data, prosedur pemgumpulan data dan teknik analisis data.

1. Populasi

Penelitian populasi maupun penelitian sampel. Kegiatan penelitian pada dasarnya bertujuan untuk mengolah data yang otentik di lapangan, penelitian populasi maupun penelitian sampel sama-sama tujuannya untuk memperoleh sejumlah data.

Sudjana dan Ibrahim.1994: 83 mengemukakan bahwa:

“Data yang dimaksud disini adalah data empiris, yakni data lapangan yang terjadi sebagaimana mestinya. Data tersebut harus jelas sumbernya apakah individu, gejala peristiwa atau kejadian,dokumen tertulis, peninggalan dan sebagainya.”

Penentuan jumlah populasi dalam suatu penelitian merupakan salah satu langkah penting karena dalam populasi diharapkan diperoleh data yang diperlukan. Untuk mengetahui secara jelas populasi diharapkan yang akan dijadikan objek penelitian dalam penulisan skripsi ini, maka terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian populasi berdasarkan rumusan oleh beberapa ahli antara lain:

Suharsimi Arikunto (1998:103) berpendapat bahwa populasi yaitu keseluruhan subjek penelitian. Pendapat ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Ine Anirman Yousada, (1990:120) bahwa populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti, baik berupa benda, kejadikan, nilai maupun hal-hal yang terjadi.

Berdasarkan beberapa pandangan diatas, maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah seluruh anggota atau objek yang akan

diteliti didalam suatu penelitian,dalam hal ini semua guru dan pengurus komite sekolah pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya

Adapun populasi dalam penelitian ini dapat digambarkan dala table berikut ini.

33

Tabel 2

Keadaan sampel penelitian

NO NAMA JABATAN

1 Mappa Ruppa Ketua Komite

2 Dra. Hj. St.Muliyati Sekretaris/ guru 3 Zainuddin S.Pd.I Anggota/ guru 4 Muh. Ishak , S.Pd.I Anggota/ guru 5 H.M.Hadil Muhlis. BA Anggota

6 Roslina,S.pd Anggota/ guru

7 Mansyur Anggota

8 Dra Hj St. Musyarawarah Kepala Sekolah 9 Syamsuddin, S.pd Guru Honorer 10 Salmah Tuppu, S.pd Guru Honorer 11 Abdul Rahman Rahman, S.pd.I Guru Honorer

12 Rahmi, S.pd Guru honorer

13 Syarifah Fatimah, S.Ag Guru PNS

14 Yuniarti, S.pd Guru Honorer

15 Nurhayati, S.pd Guru Honorer

16 Roslina,S.pd Guru honorer

Sumber: Kantor Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan,Kab.Gowa

2. Sampel

Dalam penelitian diperlukan adanya yang dinamakan sampel penelitian atau miniature dari populasi yang dijadikan sebagai contoh, Sudjana (1994: 101) mengemukakan sampel adalah sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi.

Dengan melihat beberapa pendapat di atas tentang sampel, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang di jadikan sasaran penelitian yang di anggap dapat mewakili yang

lainnya. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu teknik proposive sampel atau sampel bertujuan dengan cara mengambil subjek bukan di dasarkan atas strata, random atau daerah di dasarkan atas adanya tujuan tertentu.

Sampel yang di maksud dalam penelitian ini, yaitu sampel total atau sampel sampling. Yang artinya keseluruhan polulasi yang di jadikan sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ini, berdasarkan teori bahwa subjek penelitian kurang atau sama dengan 100 orang. Lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, karena jumlah populasi dari semua guru dan pengurus komite sekolah pada Madrasah Tsanawiya Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec. Bontonompo Selatan Kab. Gowa di bawah 100 orang maka seluruhnya di jadikan sasaran di jadikan sasaran penelitian.

Adapun keadaan populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini dapat di gambarkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 2

Keadaan sampel penelitian

NO NAMA JABATAN

1 Mappa Ruppa Ketua Komite

2 Dra. Hj. St.Muliyati Sekretaris/ guru 3 Zainuddin S.Pd.I Anggota/ guru 4 Muh. Ishak , S.Pd.I Anggota/ guru 5 H.M.Hadil Muhlis. BA Anggota

6 Roslina,S.pd Anggota/ guru

7 Mansyur Anggota

35

8 Dra Hj St. Musyarawarah Kepala Sekolah 9 Syamsuddin, S.pd Guru Honorer 10 Salmah Tuppu, S.pd Guru Honorer 11 Abdul Rahman Rahman, S.pd.I Guru Honorer

12 Rahmi, S.pd Guru honorer

13 Syarifah Fatimah, S.Ag Guru PNS

14 Yuniarti, S.pd Guru Honorer

15 Nurhayati, S.pd Guru Honorer

16 Roslina,S.pd Guru honorer

Sumber: Kantor Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan,Kab.Gowa

F. Instrumen Penelitian

Penelitian akan menggunakan beberapa instrument penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk mendapat data atau informasi yang dapat dipertanggungjawab kebenaranya. Oleh Karena itu, instrument yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah alat ukur, yaitu alat untuk mengukur atau menyataan besar dan presentase serata lebih kurangnya dalam bentuk kualitatif, sehingga dengan menggunakan instrument tersebut akan berguna sebagai alat, baik untuk mengumpulkan data ataupun pengukurannya.

Adapun instrumen yang penulis akan pergunakan dalam penelitian untuk mengetahui dampak pelaksanaan Peranan komite sekolah peningkatan mutu pendidikan Islam pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa tersebut terdiri atas tiga metode yaitu: Observasi,angket wawancara, dan dokumentasi. Ketiga instrument penelitian tersebut

digunakan karena pertimbangan praktis sebab kemungkinan hasilnya lebih valid.

Untuk memberikan gambaran ketiga bentuk instrument di atas, maka penulis akan menguraikan secara sederhana sebagai berikut.

a. Pedoman Observasi

b. Pedoman Angket adalah panduan yang berisi sejumlah pertanyaan tertulis yang memiliki pilihan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 2002: 128). Angket yang akan peneliti berikan pada responden dalam hal ini adalah dalam bentuk pilihan ganda.

.

Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Sudjana 1992:8:

Instrumen ini pergunakan dalam pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap masalah-masalah yang diperlukan untuk dicatat secara sistematis agar diperoleh gambaran yang jelas dan memberikan petunjuk untuk memecahkan masalah yang ditekiti.

c. Pedoman Wawancara

Pedoman Wawancara adalah panduan pertanyaan dalam interview yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara atau interviewed. (Suharsimi Arikunto, 2002: 132).

Wawancara adalah salah satu bentuk instrument yang sering digunakan

37

dalam penelitian yang tujuannya untuk memperoleh data atau keterangan secara langsung dari responden.Wawancara sering pula disebut kuesoner lisan, yaitu sebuah dialog tang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari responden.

Suharsimi Arikunto (1998:196) berpendapat, ditinjau dari pelaksanaannya,maka interview dapat dibedakan beberapa macam yaitu:

1) Interview bebas, inguided interview dimana pewawancara bebas apa saja yang akan dikumpulkan. Dalam pelaksanaannya pewawancara tidak membawa pedoman apa yang akan ditanyankan.

2) Interview terpimpin, guided interview yaitu interview yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawah sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci.

3) Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dengan interview terpimpin. Dalam melaksanakan interview, pewawancara membawa pedoman yang hanya garis besar yang akan ditanyakan.

Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara dengan membuat sejumlah daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden.

1) Kepala Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa

2) Pengurus Komite Sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa

d. Catatan Dokumentasi

Dokumentasi merupakan salah satu instrument yang penulis pergunakan dalam memperoleh data dilapangan dimana penulis mencatat dokumen-dokumen yang ada pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa. yang dianggap penting atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat membantu memecahkan masalah yang ada hubungannya dengan pembahasan dalam penelitian.

e. Angket

Menurut sugiyono Kuesioner (Angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukandengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

G. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka penulis menggunakan metode pengumpulan data. Dalam hal ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan metode sebagai berikut.

39

1. Library reseaech, yaitu penulis mengumpulkan data dengan jalan membaca buku-buku atau artikel-artikel yang ada hubungannya dengan pembahasan dalam skripsi ini, dengan menggunakan teknik:

a. Kutipan langsung, yaitu penulis mengutip pendapat para ahli sesuai dengan redaksi aslinya.

b. Kutipan tidak langsung,yaitu penilis mengutip pendapat para ahli dengan mengubah sebagian dari redaksi aslinya namun maksud dan tujuannya sama.

2. Field research atau penelitian lapangan yakni dengan caran mengadakan penlitian secara langsung kelokasi yang menjadi objek penelitian.

a. Observasi, yaitu suatu cara mengadakan penelitian

Atau pengamatan secara langsung terhadap objek kajian yang diteliti untuk mengetahui berbagai hal yang ada hubungannya dengan pembahasan ini.

b. Angket, yaitu merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara member seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

c. Wawancara, yaitu suatu cara memperoleh data dengan jalan wawancara terhadap pihak-pihak yang berkompeten.

d. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data melalui dokumen, laporan, dan catatan-catatan tertulis yang berhubungan dengan objek yang diteliti.

H. Teknik Analisis Data

Setelah data dikumpul daru hasil instrumen data pengumpulan data, maka perlu segera dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitik.Suharsimi Arikunto (1998:104) mengemukakan bahwa;

Data yang diperoleh (berupa kata-kata,gambaran, dan perilaku )tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi.peneliti segera melakukan analisis data dengan member pemaparan gambaran mengenai sutuasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif.

Setelah bagian data ditelaah satu deme satu dengan menjawab pertanyaan apa,mengapa dan bagaimana pelaksanaan peranan komite sekolah dari dampak ditimbulkannya terhadap mutu pendidikan Islam pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kec.

Bontonompo Selatan Kab. Gowa.

39

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A.Gambaran Umum lokasi Penelitian

1. sejarah dan letak geografis mts. Muhammadiyah cambajawaya

Madrasyah tsanawiyah muhammadiyah cambajawaya didirikan pada tahun 1958 oleh H. Muhammad Hadil Muhlis,BA dan abdul Rahman daeng nassa sebagai penyandang dana bekerjasama dengan masyarakat muhammadiyah cambajawaya (sekarang dibagai menjadi 2 dusun yaitu cambajawaya dan kampung daeng )desa sengka kecamatan bontonompo kabupaten gowa. Pada awal didirikan bernama muallimin 4 tahun selanjutnya pada tahun 1971 Muallimin 4 tahun diganti menjadi muallimin 6 tahun dan mengalami perubahan pada tahun 1977 dengan nama Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya hingga sekarang.

Madrasah Tsanawiyah muhammadiyah cambajawaya terletak didusun kampung daeng desa sengka kec. Bontonompo selatan kab.gowa berjarak 7 Km dari kota kecamatan bontonompo selatan dan 26 km dari ibu kota kabupaten gowa. Berada satu lingkungan dengan madrasah Aliyah Muhammadiyah Cambajawaya dan RA Aisyiyah Kampung Daeng. Berada 20 m sebelah utara dari MIS Muhammadiyah Kampung Daeng, 1 KM dari

Mts. Muhammadiyah Likuboddong (sebelah barat), 1 KM dari SMP Negeri 1 Bontonompo selatan (sebelah Timur).

2. Keadaan Guru dan pengawai

Dalam pelaksanaan aktifitas pembelajaran, di madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya menggunakan tenaga-tenaga pendidik yang semuanya adalah Alumni SI dari Universitas Negeri dan swasta dengan pengalaman kerja rata-rata 3 tahun keatas. Alumni tenaga pendidik didominasi oleh Universitas Muhammadiyah Makassar sebanyak 6 orang, 3 orang UNM dan 3 Orang dari IAIN (UIN). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel Berikut.

Tabel 2

Keadaan guru dan/pegawai Mts. Muhammadiyah cambajawaya 2013/2014

No Nama

Guru/pegawai

Pendidikan Jabatan Bidang studi Masa kerja

1 Dra.Hj.

st.Musyawarah

SIFKIP Unismuh makassar

Kep.madrasah Bahasa indonesia

21 thn

2 Dra.st.st.Muliati SI Dakwah/Akta IV IAIN

Wakil kep.

Madrasah

Aqidah akhlak, al Islam,

26 thn

3 Syamsuddin S.Pd SI FKIP Unismuh Wakil kelas VII TIk, penjas 8 thn

41

4 Roslina S.Pd SI PKn UVRI Wakil kelas VIII PKn 6 Thn

5 Muh. Ishak, S.pd SI Pend.

Matematika UNM

Matematika,fisika 8 thn

6 Salma tuppu, S.Pd SI Pend.Ekonomi WAkil Kelas IX IPS terpadu 10 thn 7 Zainuddin S.Pd.I SI PAI Unismuh Bendahara SkI Bhs Arab 10

Thn 8 Abdul Rahman

S.Pd.I

SI PAI UIN Alauddin Makassar

Fiqih 8 thn

9 St.Yuniarti S.Pd SI FKIP Unismuh Al qur’an Hadits 5 thn

10 Nurhayati S.Pd SI FKIP Unismuh Bahasa Daerah 8 thn

11 Rahmi S.Pd SI FKIP Unismuh Bahasa inggris 5 thn

12 Syarifah Fatimah S.Ag

SI PAI IAIN Alauddin ujung

pandang

Seni budaya 10 thn

13 Roslina S.Pd SI Pend. Ekonomi UNM

Guru pengganti 5 thn

Sumber Data :papan potensi Mts. Muhammadiyah Cambajawaya tahun 2014

3. keadaan siswa

Jumlah siswa pada madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah sejak tahun 2005 sampai sekarang terkadang naik ataupun turun.Hal ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya sekolah sederajat yang jaraknya dekat dan memiliki fasilitas yang lebih memadai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut:

Tabel 3

Keadaan Siswa Mts.Muhammadiyah Cambajawaya Tahun 2012/2013 Sampai dengan 2013/2014

Tahun Jenis kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan 69

2012/2013 31 28 69 2013/2014 25 38 63 Sumber: Absen Umum tahun 2008-2014

4. Sarana dan Prasarana

Lembaga yang baik harus ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai unutk membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan lembaga.Demikian halnya dengan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah

43

Cambajawaya, unutk melaksanakan kegiatannya, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.

Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya berdiri diatas lahan seluas 1046 m2 yang merupakan tanah wakaf. Dengan luas yang dipakai untuk bangunan 674 m2selebihnya 372 m2 digunakan untuk pekarangan.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, Madrasah Stanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya menggunakan 3 ruang belajar,1 perpustakaan, dan ruang kantor sekaligus ruang kepala sekolah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4

Keadaan sarana dan prasarana

Sarana/prasarana Jumlah ruangan

Kondisi ruangan jumlah Baik Rusak

ringan

Rusak berat

Ruang belajar 3 3 3

Ruang kep.sek 1 1

perpustakaan 1 1

Kursi/meja guru 5 5 5

Kursi siswa 60 45 5 60

Lemari kelas 3 3 3

Lemari kantor 4 4 4

Papan tulis 3 3 3

Kursi/meja tamu 1 set 1 set 1 set

Sumber: laporan bulanan Madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawaya 2014

B. Peranan Komite sekolah dalam Meningkatkan Mutu pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Cambajawayah Desa Sengka Kec.Bontonompo Selatan KabGowa

Sekolah merupakan suatu lembaga yang tidak terpisah dari masyarakat.Seolah merupakan lembaga yang bekerja dalam konteks social.

Sekolah mengambil siswanya dari masyarakat setempat,sehingga keberadaannya tergantung dri dukungan social dan financial masyarakat.

Oleh karena itu hubungan sekolah dan masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam keseluruhan kerangka penyelenggaraan pendidikan.

Untuk mengetahui, komite sekolah dalam menjalankan perannya dapat menjadi penghubung antara masyarakat, orang tua siswa dan lembaga pendidikan serta pemerintah, sehingga komponen-komponen bekerja sama dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

45

Adapun hubungan yang harmonis antar sekolah dan masyarakat yang diwadahi dalam organisasi Komite sekolah, sudah barang tentu mampu mengomtimalkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam memajukan program pendidikan, dalam bentuk:

1. Orang tua dan masyarakat mampu membantu menyediakan fasilitas pendidikan, memberikan bantuan dana serta pemikiran atau saran yang diperlukan sekolah.

2. Orang tua memberikan informasi kepada sekolah tentang potensi yang dimiliki anaknya,dan

3. Orang tua menciptakan rumah tangga yang edukatif bagi anak (Depdiknas, 2001:19)

Dari uraian diatas memberikan suatu gambaran hubungan antara sekolah dengan masyarakat dalam hal ini adalah orang tua siswa atau perwakilan orang tua siswa yang terhimpun dalam organisasi yang diberi nama komite sekolah melalui keputusan Menteri pendidikan Nasional Nomor044/U/2002. Sehingga dengan demikian komite sekolah memiliki peranan sangat penting dalam meningkatkan

Untuk mengetahui peranan Komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan islam, angket yang diberikan kepada seluruh responden dalam penelitian yang berjumlah 16 orang

1. Mendorong Tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu

Untuk mengetahui peranan komite sekolah dalam mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen ornng tua an masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, pada Madrasya Stanawiyah Muhammadiyah cambajawaya, berikut disajikan hasil analisis angket yang diberikan kepada responden.

Tabel 5

Peranan Komite Sekolah Dalam Mendorong Tumbuhnya perhatian dan komitmen Masyarakat Terhadap Peningkatan mutu pendidikan islam di

Mts. Muhammadiyah Cambajawaya

No Alternative jawaban Frekuensi Persentase %

1 Selalu 9 56,25%

2 Sering 4 25,00%

3 Kadang-kadang 3 18,75%

4 Tidak pernah 0 0%

Jumlah 16 100%

Sumber: Hasil Oleh Data Angket Nomor 1

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 9 atau 56,25%

responden mengatakan komite sekolah selalu mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen orang tua dan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan islam yang bermutu. 4 atau 25 % mengatakan

47

sering dan 3 atau 18,75 % mengatakan kadang-kadang. Hal ini menunjukkan bahwa komite sekolah tergolong cukup baik dalam menjalankan peranannya dalam mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen orang tua dan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan islam di Mts.

Muhammadiyah Camnajawaya.

2. Melakukan kerjakan dengan masyarakat ( perorangan / Organisasi / Dunia Industri ) dan pemerintah Berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Peranan komite sekolah yang kedua adalah melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/Dunia Industri )dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan.untuk mengetahui penerapan pada Mts. Muhammadiyah cambajawaya berikut disajikan hasil analisis data dari angket yang diberikan kepada responden.

Tabel 6

Peranan komite sekolah dalam melakukan kerjasama dengan masyarakat dan orang tua siswa berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan islam

pada Mts.Muhammadiyah Cambajawaya.

No Alternative jawaban Frekuensi Presentase %

1 Selalu 11 68,75 %

2 Sering 5 31,25 %

3 Kadang-kadang 0 0 %

4 Tidak pernah 0 0 %

Jumlah 16 100 %

Sumber :hasil olah data Angket Nomor 2

Berdasarkan table diatas diketahui bahwa 11 atau 68,75% responden mengatakan bahwa komite sekolah selalu melakukan kerjasama dengan masyarakat dan orang tua siswa berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan islam. Dan selebihnya 5 atau 31, 25 % responden menjawab sering. Hal melakukan kerjasama dengan masyarakat dan orang tua siswa berkenaan dengan meningkatkan mutu pendidikan agama islam pada Mts.Muhammadiyah Cambajawaya.

Tabel 7

Peranan komite sekolah dalam melakukan kerjasama dengan pemerintah berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan islam pada

Mts.Muhammadiyah Cambajawaya

No Alternative jawaban Frekuensi Presentase %

1 Selalu 7 43,25%

2 Sering 5 31,25 %

3 Kadang-kadang 1 6,25 %

4 Tidak pernah 3 18,75 %

49

Jumlah 16 100 %

Sumber: Hasil olah Angket Nomor 3

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa komite sekolah kurang menjalankan fungsinya dalam melakukan kerjasama dengan pemeritah berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan islam di Mts.Muhammadiyah Cambajawaya. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket,hanya 7 atau 43, 25 % menjawab selalu, 5 atau 31,25 % menjawab sering, dan 1 atau 6,25 % menjawab kadang-kadang, bahkan 3 atau 18,75 % menjawab tidak pernah

3. Menampung dan menganalisis Asirasi,ide, dan tuntunan, dan Berbagai Kebutuhan pendidikan Yang Diajukan oleh Masyarakat

Untuk mengetahui peranan komite sekolah dalam menganalisis aspirasi, ide, tuntunan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. Berikut disajikan tabel hasil angket yang diberikan kepada responden.

Tabel 8

Peranan komite sekolah menganalisis aspirasi, ide, tuntunan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam pada Mts Muhammadiyah

Cambajawaya.

No Alternative jawaban Frekuensi Presentasi %

1 Selalu 12 75%

2 Sering 4 25 %

3 Kadang-kadang 0 0 %

4 Tidak pernah 0 0 %

Jumlah 16 100 %

Sumber: Hasil Olah Data Angket Nomor 4

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa 12 atau 75 % responden menjawab bahwa komite sekolah selalu menganalisis aspirasi, ide, tuntunan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. Dan 4 atau 25 % mengatakan sangat sering. Jadi dapat disimpulkan bahwa komite sekolah dalam hal menganalisis aspirasi, ide, tuntunan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan islam di Mts. Muhammadiyah Cambajawaya terlaksana dengan baik.

4. Memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai kebijakan dan program pendidikan,RAPBS, Kriteria kinerja satuan pendidikan, tenaga pendidikan dan fasilitas pendidikan serta hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan

Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai kebijakan dan program pendidikan, RAPBS,Kriteria kinerja satuan pendidikan, t enaga pendidikan dan fasilitas

51

pendidikan serta hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan merupakan salah satu peranan yang harus dijalankan oleh komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mengetahui pelaksanaannya di Mts.

Muhammadiyah Cambajawaya, berikut disajikan tabel hasil angket yang diberikan kepada responden.

Tabel 9

Peranan komite sekolah dalam memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi mengenai kebijakan dan program sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan islam pada Mts. Muhammadiya Cambajawaya

No Alternative jawaban frekuensi Presentase %

1 Selalu 14 87,5 %

2 Sering 2 12,5 %

3 Kadang-kadang 0 0,%

4 Tidak pernah 0 0, %

Jumlah 16 100 %

Sumber: hasil olah angket nomor 5

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa komite sekolah melaksanakan peranannya dengan sangat baik dalam memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi mengenai kebijakan dan program sekolah

untuk peningkatn mutu pendidikan islam di Mts. Muhammadiyah Cambajawaya. Hal ini dapat diketetahui dari jawaban responden yang 14 atau 87, 5 % menjawab selalu dan 2 atau 12,5 % responden menjawab sering pada system pertanyaan nomor 5.

Tabel 10

Peranan komite sekolah dalam memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi mengenai RAPBS, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan

islam di Mts. Muhammadiyah Cambajawaya

No Alternative jawaban frekuensi Presentase %

1 Selalu 15 93,75 %

2 Sering 1 6,25 %

3 Kadang-kadang 0 0 %

4 Tidak pernah 0 0 %

Jumlah 16 100 %

Sumber: Hasil olah angket Nomor 6

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa 15 atau 93,75 % responden menjawab selalu dan 1 orang menjawab sering, hal ini berarti komite sekolah menjalankan peranannya dengan sangat baik dalam hal memberikan masukan pertimbangan dan rekomendasi mengenai RAPBS,

53

dalam rangka peningkatan mutu pendidikan islam pada Mts. Muhammadiyah Cambajawaya.

Tabel 11

Peranan komite sekolah dalam memberikan perimbangan dan rekomendasi mengenai kinerja satuan pendidikan dalam rangka peningkatan

mutu pendidikan islam di mts. Muhammadiyah Cambajawaya.

No Alternative jawaban frekuensi Presentase %

1 Selalu 13 81,25 %

2 Sering 2 12,5 %

3 Kadang-kadang 1 6,25 %

4 Tidak pernah 0 0 %

Jumlah 16 100 %

Sumber:Hasil olah Angket Nomor 7

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa 13 atau 81,25 % responden mengatakan bahwa komite sekolah selalu memberikan pertimbangan dan rekomendasi mengenai criteria kinerja satuan pendidikan demi peningkatan mutu pendidikan islam pada Mts.Muhammadiyah Cambajawaya. 2 atau 12,5 % menjawab sering dan 1 atau 6,25 % menjawab kadang-kadang. Hal ini membuktikan bahwa komite sekolah melaksanakan peranannya dengan sangat baik.

Dokumen terkait