• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Hasil Penelitian

1. Data Hasil Penelitian Siklus I

4. Tahap Refleksi

Pada siklus II terlihat murid sudah terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Murid lebih aktif dan serius dalam proses pembelajaran, sudah berani bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru baik secara lisan maupun dengan pertanyaan yang diajukan oleh temannya sendiri. Murid tidak lagi bingung dalam proses pemecahan atau penyelesaian masalah karena sudah mampu menggunakan keterampilan yang mereka punya atau kemampuan intelektualnya sesuai dengan tuntunan pendekatan yang diterapkan.

Secara umum, selama pelaksanaan siklus II ini dapat dikatakan bahwa aktivitas murid dalam proses pembelajaran meningkat. Hal tersebut juga terlihat dari hasil observasi dan skor evaluasi hasil belajar murid yang mengalami peningkatan.

lembar observasi yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus pertama diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.1 Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Murid kelas III SD Inpres BontomanaiPada Siklus I

No Aspek yang Diamati Siklus I Rata–rata

Persentase (%) Pertemuan

I II III IV V

1. Murid yang hadir pada saat pembelajaran

23 24 22 24

E

V A L U

A S

I

96,88 2. Murid yang membaca

dan mempelajari materi

17 18 20 22 80,20

3. Murid yang melakukan kegiatan lain pada saat diberi waktu untuk

membaca materi

pelajaran

6 6 2 2 16,67

4. Murid yang menerima tongkat kemudian menjawab pertanyaan dengan benar

6 7 9 12 35,41

5. Murid yang aktif memberikan jawaban

dalam proses

pembelajaran

4 4 5 6 19,79

6. Murid yang berani melengkapi jawaban kelompok lain

3 4 4 6 17,70

7. Murid yang

memperhatikan jawaban temannya pada saat menjawab pertanyaan

19 21 21 22 86,46

8. Murid yang membuat kesimpulan

2 2 3 4 11,46

Jumlah Rata–rata Persentase (%) 45,57 Sumber: Diolah dari Observasi Siklus I

Aktivitas yang teramati dalam penelitian ini ditekankan pada 8 opsi seperti yang tertera pada tabel 4.1, persentase aktivitas tersebut berdasarkan pengisian lembar observasi. Berdasarkan data hasil observasi, pada awal pelaksanaan siklus I yaitu pada pertemuan I, pertemuan II, pertemuan III dan pertemuan IV pada

pembelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick menunjukkan bahwa: rata-rata kehadiran murid 96,88%, murid yang membaca dan mempelajari materi 80,20%, murid yang melakukan kegiatan lain pada saat diberi waktu untuk membaca materi pelajaran 16,67%, murid yang menerima tongkat kemudian menjawab pertanyaan dengan benar 35,41%, murid yang aktif memberikan jawaban dalam proses pembelajaran 19,79%, murid yang berani melengkapi jawaban kelompok lain 17,70%, murid yang memperhatikan temannya pada saat menjawab pertanyaan 86,48%, murid yang membuat kesimpulan 11,46%. Hasil ini menunjukkan aktivitas murid masih kurang terhadap pembelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick.

Berdasarkan hasil observasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas murid pada siklus I belum menunjukkan adanya keseriusan dan keantusiasan murid dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelasnya karena murid belum terbiasa dengan suasana belajar yang baru, hal inilah yang menjadi bahan refleksi untuk pelaksanaan siklus II. Adapun grafik aktivitas murid pada siklus I dapat dilihat pada grafik 4.1 berikut:

Grafik 4.1 Aktivitas Murid pada Siklus I

b. Analisis Data Hasil Belajar Murid

Data hasil belajar PKn pada siklus I diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar PKn setelah menyelesaikan materi Mengenal Aturan – Aturan yang Berlaku di Lingkungan Masyarakat. Adapun data hasil belajar PKn murid pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar Siklus I

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 90

Skor Terendah 50

Rentang Skor 40

Skor Rata-rata 67,50

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus I

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

1 96,88

Persentase

Grafik 4.1 Aktivitas Murid pada Siklus I

b. Analisis Data Hasil Belajar Murid

Data hasil belajar PKn pada siklus I diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar PKn setelah menyelesaikan materi Mengenal Aturan – Aturan yang Berlaku di Lingkungan Masyarakat. Adapun data hasil belajar PKn murid pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar Siklus I

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 90

Skor Terendah 50

Rentang Skor 40

Skor Rata-rata 67,50

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus I

1 2 3 4 5 6 7 8

96,88 80,2

16,67 35,41

17,7 19,79 86,48

11,46

Aspek yang Diamati Aktivitas Murid pada Siklus I Grafik 4.1 Aktivitas Murid pada Siklus I

b. Analisis Data Hasil Belajar Murid

Data hasil belajar PKn pada siklus I diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar PKn setelah menyelesaikan materi Mengenal Aturan – Aturan yang Berlaku di Lingkungan Masyarakat. Adapun data hasil belajar PKn murid pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2 Statistik Skor Hasil Belajar PKn Murid kelas III SD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar Siklus I

Statistik Nilai Statistik

Subjek 24

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 90

Skor Terendah 50

Rentang Skor 40

Skor Rata-rata 67,50

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus I

8 11,46

Dari tabel 4.2 di atas diperoleh gambaran mengenai hasil belajar PKn yang diperoleh berdasarkan tes evaluasi siklus I menunjukkan bahwa skor tertinggi yaitu 90 dan skor terendah 50, bila hasil belajar murid dirata-ratakan maka skor yang diperoleh adalah 67,50. sedangkan KKM yang ditentukan oleh sekolah adalah 70, selain itu pembelajaran dikatakan tuntas apabila secara klasikal terdapat 85% murid yang nilainya mencapai KKM. Jadi dapat dikatakan bahwa hasil belajar murid pada siklus I masih tergolong rendah dan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.

Apabila skor hasil belajar PKn tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori yang telah ditetapkan, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar PKn murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai sebagai berikut:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar PKn pada Siklus I

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase

1.

2.

3.

4.

5.

0–59 60– 69 70– 79 80– 89 90–100

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

4 7 6 5 2

16,67 29,17 25 20,83

8,33

Jumlah 24 100

Sumber: Diolah dari Hasil Tes Siklus I

Berdasarkan tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dalam meningkatkan hasil belajar PKn dari 24 murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai terdapat 4 murid yang berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 16,67%, sebanyak 7 murid yang berada pada kategori rendah dengan persentase 29,17%, sebanyak 6 murid yang berada pada kategori sedang dengan persentase 25%, sebanyak 5 murid yang berada pada

kategori tinggi dengan persentase 20,83%, dan sebanyak 2 murid yang berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 8,33%.

Selanjutnya jika skor hasil belajar PKn murid dikategorikan berdasarkan ketuntasan belajar dengan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu murid dinyatakan tuntas perorangan bila mencapai skor minimal 70 dan tuntas klasikal apabila 85% dari jumlah seluruh murid (85% x 24 murid= 20 murid) yang mencapai skor minimal 70. Apabila hasil belajar PKn murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai pada siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini:

Tabel 4.4 Deskriptif Ketuntasan Belajar PKn Murid Kelas IIIASD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus I

Persentase Skor Kategori Frekuensi Persentase 0– 69

70–100

Tidak Tuntas Tuntas

11 13

45,83 54,17

Jumlah 24 100

Sumber : Diolah dari Hasil Tes Siklus I

Dari tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa pada siklus I dari 24 murid terdapat 11 murid yang termasuk kategori tidak tuntas atau 45,83% dan terdapat 13 murid atau 54,17% dari 24 murid termasuk kategori tuntas. Oleh karena itu, akan diusahakan perbaikan dan peningkatan pembelajaran pada siklus II. Adapun grafik ketuntasan belajar murid pada siklus I dapat dilihat sebagai berikut:

Grafik 4.2 Ketuntasan Belajar Murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai Kecamatan Tamalate Kota Makassar pada Siklus I

Dokumen terkait