BAB III METODE PENELITIAN
C. Deskripsi Siklus II
Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah yaitu : berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dirumuskan indikator- indikatornya sebagai berikut: menyebutkan contoh perilaku memiliki harga diri di lingkungan keluarga, menyebutkan contoh perilaku memiliki harga diri di lingkungan sekolah dan masyarakat, menyebutkan perilaku yang dapat menjaga harga diri, dan menyebutkan perilaku yang dapat menjatuhkan harga diri, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar, membuat alat peraga / alat bantu pembelajaran, mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, merencanakan pengorganisasian murid dalam kelompok-kelompok kecil, merancang latihan soal yang akan didiskusikan dalam kelompoknya, dan menyiapkan lembar observasi untuk murid yang akan diisi observer. Lembar observasi digunakan untuk mengamati faktor-faktor yang diselidiki pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan I Hari Selasa Tanggal 20 Januari 2015
Pertemuan pertama siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Januari 2015 pukul 07.30 – 09.15 WITA dengan alokasi waktu 3 x 35 menit.
Materi yang diberikan pada pertemuan pertama adalah jenis–jenis aturan.
Pada pertemuan kedua dikegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan memberi salam, berdo’a bersama sebelum belajar dan mengecek kehadiran murid.
Setelah itu guru memperkenalkan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti, guru menyiapkan sebuah tongkat. Setelah itu, guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok secara heterogen tiap kelompok terdiri dari 6 murid. Setelah itu, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran yang akan dipelajari setelah selesai membaca materi / buku pelajaran dan mempelajarinya guru mengarahkan murid untuk menutup bukunya. Setelah itu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada murid. Kemudian guru memberikan pertanyaan kepada murid yang memegang tongkat dan murid yang diberi tongkat tersebut harus menjawab. Demikian seterusnya sampai sebagian besar murid mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
Setelah itu guru memberikan lembar kerja kelompok (LKK) kepada setiap kelompok dan mengawasi serta membimbing murid dalam mengerjakan lembar kerja kelompok. Pada kegiatan akhir, guru bersama murid menyimpulkan pelajaran dan berdo’a bersama sebelum pulang.
2) Pertemuan II Hari Kamis Tanggal 22 Januari 2015
Pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2015 pukul 07.30 – 09.15 WITA dengan alokasi waktu 3 x 35 menit.
Materi yang diberikan pada pertemuan kedua adalah contoh aturan dalam keluarga dan sekolah.
Pada pertemuan kedua dikegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan memberi salam, berdo’a bersama sebelum belajar dan mengecek kehadiran murid.
Setelah itu guru memperkenalkan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti, guru menyiapkan sebuah tongkat. Setelah itu, guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok secara heterogen tiap kelompok terdiri dari 6 murid. Setelah itu, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran yang akan dipelajari setelah selesai membaca materi / buku pelajaran dan mempelajarinya guru mengarahkan murid untuk menutup bukunya. Setelah itu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada murid. Kemudian guru memberikan pertanyaan kepada murid yang memegang tongkat dan murid yang diberi tongkat tersebut harus menjawab. Demikian seterusnya sampai sebagian besar murid mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
Setelah itu guru memberikan lembar kerja kelompok (LKK) kepada setiap kelompok dan mengawasi serta membimbing murid dalam mengerjakan lembar kerja kelompok. Pada kegiatan akhir, guru bersama murid menyimpulkan pelajaran dan berdo’a bersama sebelum pulang.
3) Pertemuan III Hari Selasa Tanggal 27 Januari 2015
Pertemuan ketiga siklus II dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2015 pukul 07.30 – 09.15 WITA dengan alokasi waktu 3 x 35 menit.
Materi yang diberikan pada pertemuan ketiga adalah contoh aturan dalam masyarakat dan di jalan raya.
Pada pertemuan ketiga dikegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan memberi salam, berdo’a bersama sebelum belajar dan mengecek kehadiran murid.
Setelah itu guru memperkenalkan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti, guru menyiapkan sebuah tongkat. Setelah itu, guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok secara heterogen tiap kelompok terdiri dari 6 murid. Setelah itu, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran yang akan dipelajari setelah selesai membaca materi / buku pelajaran dan mempelajarinya guru mengarahkan murid untuk menutup bukunya. Setelah itu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada murid. Kemudian guru memberikan pertanyaan kepada murid yang memegang tongkat dan murid yang diberi tongkat tersebut harus menjawab. Demikian seterusnya sampai sebagian besar murid mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
Setelah itu guru memberikan lembar kerja kelompok (LKK) kepada setiap kelompok dan mengawasi serta membimbing murid dalam mengerjakan lembar kerja kelompok. Pada kegiatan akhir, guru bersama murid menyimpulkan pelajaran dan berdo’a bersama sebelum pulang.
4) Pertemuan IV Hari Kamis Tanggal 29 Januari 2015
Pertemuan ketiga siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2015 pukul 07.30 – 09.15 WITA dengan alokasi waktu 3 x 35 menit.
Materi yang diberikan pada pertemuan keempat akibat melanggar aturan di rumah, sekolah, masyarakat, dan di jalan raya, keuntungan melaksanakan aturan dan kerugian melanggar aturan.
Pada pertemuan ketiga dikegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan memberi salam, berdo’a bersama sebelum belajar dan mengecek kehadiran murid.
Setelah itu guru memperkenalkan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti, guru menyiapkan sebuah tongkat. Setelah itu, guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok secara heterogen tiap kelompok terdiri dari 6 murid. Setelah itu, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran yang akan dipelajari setelah selesai membaca materi / buku pelajaran dan mempelajarinya guru mengarahkan murid untuk menutup bukunya. Setelah itu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada murid. Kemudian guru memberikan pertanyaan kepada murid yang memegang tongkat dan murid yang diberi tongkat tersebut harus menjawab. Demikian seterusnya sampai sebagian besar murid mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
Setelah itu guru memberikan lembar kerja kelompok (LKK) kepada setiap kelompok dan mengawasi serta membimbing murid dalam mengerjakan lembar kerja kelompok. Pada kegiatan akhir, guru bersama murid menyimpulkan pelajaran dan berdo’a bersama sebelum pulang.
3. Tahap Observasi dan Evaluasi
Semua aktivitas pembelajaran pada siklus II merupakan perbaikan pembelajaran siklus I yang mengacu pada hasil observasi dari siklus I. Hasil pengamatan yang dilaksanakan pada siklus II terlihat bahwa ada perubahan sikap belajar murid kelas IIIASD Inpres Bontomanai terdiri dari: pertemuan awal siklus II pada dasarnya murid sudah memahami apa yang akan mereka lakukan, murid menganggap bahwa mereka berada dalam posisi sebagai murid yang membutuhkan pelajaran, murid lebih antusias belajar setelah adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick, setiap murid berusaha untuk mengetahui apa yang mereka pelajari kalau ada yang kurang dimengerti mereka tidak segan untuk bertanya, murid tidak lagi menjawab pertanyaan guru secara serempak tetapi murid mengacungkan tangan lalu menjawab pertanyaan.
Berdasarkan kenyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sikap dan motivasi belajar murid yang terjadi telah mencapai sasaran yang diharapkan. Pembelajaran pada siklus II telah mendapat respon yang baik dari murid. Jika dilihat dari hasil pengamatan proses pembelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada murid kelas IIIA SD Inpres Bontomanai maka peneliti menemukan hasil yang memuaskan.
Setelah kegiatan pembelajaran berlangsung sebanyak 4 kali pertemuan maka selanjutnya pada pertemuan V hari Sabtu tanggal 31 Januari 2015 dilakukan evaluasi berupa tes hasil belajar siklus II. Tes hasil belajar yang diberikan berbentuk essay sebanyak 10 nomor.
4. Tahap Refleksi
Pada siklus II terlihat murid sudah terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Murid lebih aktif dan serius dalam proses pembelajaran, sudah berani bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru baik secara lisan maupun dengan pertanyaan yang diajukan oleh temannya sendiri. Murid tidak lagi bingung dalam proses pemecahan atau penyelesaian masalah karena sudah mampu menggunakan keterampilan yang mereka punya atau kemampuan intelektualnya sesuai dengan tuntunan pendekatan yang diterapkan.
Secara umum, selama pelaksanaan siklus II ini dapat dikatakan bahwa aktivitas murid dalam proses pembelajaran meningkat. Hal tersebut juga terlihat dari hasil observasi dan skor evaluasi hasil belajar murid yang mengalami peningkatan.