BAB I PENDAHULUAN
D. Teknik AnaIisis Data
1. Data Statistik Deskriptif
BAB IV
HASIL PENELITlAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Penelitian dilakukan di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa, Jalan Karaeng Loe Raya Sero. Penelitian akan difokuskan pada pemanfaatan media buku digital untuk membaca cerpen siswa kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Pakar mengumpulkan informasi menggunakan alat pretes dan posttest untuk mengetahui dampak menggunakan media buku digital terhadap kemampuan membaca cerpen untuk kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa dalam menggunakan cerpen.
Hasil pengukuran paku keling dan efek samping yang dihasilkan dari pemeriksaa n ini dijelaskan yaitu:
cerita pendek sebelum memanfaatkan media digital book sebelum (pretest) bisa dikenal dengan:
Table 4.1 Hasil Skor pretest kemampuan Membaca sebelum menggunakan sarana digital book Murid Kelas IV
No. KR Skor
1 AM 50
2 AJ 75
3 MA 82
4 MAP 50
5 PM 50
6 RH 50
7 ZM 82
8 N 82
9 SJ 71
10 NA 75
Berdasarkan tabel hasil pretest diatas, untuk mendapat hasil mean (rata-rata) nilai pretest dari murid kelas IV SD Inpres Sero kabupaten gowa dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.2 Perhitungan Untuk Mencari Mean (Rata-Rata) Nilai Pretest
X F f.x
50 4 200
71 1 71
75 2 150
82 3 246
Jumlah 10 667
Ket:
X= nilai pretest, f = frekuensi f.X= total nilai
Seperti yang terlihat oleh hasil di atas nilai f.X=667, dan dari nilai N=10, diperoleh nilai rata-rata (average value) sebagai berikut:
X = β ππ
π π=1
π
X = 667
10
X = 66, 7
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, sejak SD Inpres Sero siswa kelas IV Kabupaten Gowa sudah dapat menggunakan cerpen sebelum menggunaka n media digital, nilai (normal) yaitu 66, 7.
b. Data postest Kemampuan membaca teks cerpen setelah menggunakan sarana digital book
Setelah dilakukan pre-testing sebelum menggunakan media digita l, langkah selanjutnya dilanjutkan dengan penggunaan media buku digital. Selama proses eksplorasi, kelas tes pasca perawatan disesuaikan. Perkembangan tersebut sebagai kemampuan membaca cerpen yang dapat dilihat dari keterangan terlampir Informasi dampak lanjutan dari kemampuan menggunakan ayat untuk kelas IV SD
Inpres Sero Kabupaten Gowa setelah memanfaatkan media digital book (postest) bisa dikenal dengan:
Table 4.3 Data Skor postest Kemampuan Membaca Setelah menggunakan sarana digital
book Murid Kelas IV
No. KR Skor
1 AM 75
2 AJ 90
3 MA 90
4 MAP 75
5 PM 71
6 RH 71
7 ZM 96
8 N 96
9 SJ 85
10 NA 96
Berdasarkan tabel hasil postest diatas, untuk mendapat hasil mean (rata-rata) nilai postestbdari murid kelas IV SD Inpres Sero kabupaten gowa dapat dilihat dari tabel berikut:
Table 4.4 Perhitungan untuk mendapat hasil mean (rata-rata) nilai postest
X F f.x
71 2 142
75 2 150
85 1 85
90 2 180
96 3 288
Jumlah 10 845
Ket:
X= nilai pretest, f = frekuensi f.X= total nilai
Seperti yang terlihat oleh hasil di atas nilai f.X=845, dan nilai N=10 dapat diketahui, sehingga diperoleh nilai rata-rata (average value) sebagai berikut:X =
βππ=1ππ π
X = 845
10
X = 84,5
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka nilai (normal) dari hasil kemampuan membaca cerpen siswa kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa setelah perlakuan menggunakan media buku lanjutan adalah 84,5.
Peningkatan yang terukur dari siswa pretest dan postest dan dididik sebelumnya dan sebelumnya diberi treatment menggunakan media digita l.
Keterangan tentang kemampuan membaca cerpen yang dilakukan oleh 10 siswa kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa dapat dilihat pada tabel ringkasa n kemampuan membaca cerita pendek sebagai berikut:
Tabel 4.5 Rekapitulasi Data kemampuan membaca cerpen Murid Kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa Sebelum Perlakuan (Pretest) Dan Setelah Perlakuan (Posttest)
Statistik Deskriptif Nilai
Pretest Posttest
Mean 66,7 84,50
Median 73,00 87,50
Modus 50 96
Range 32 25
Minimum 50 71
Maximum 82 96
Sum 667 845
(Sumber data terlampir pada lampiran) Hasil Berdasarkan informasi faktual memukau pada tabel di atas Gambaran Umum Nilai rata-rata (normal) sebelum pengolahan (pre-test) adalah 66,7, dan setelah pengolahan (post-test) saat menggunakan media buku lanjutan nilai normalnya adalah 84,50. Dari nilai normal (rata-rata), terliha t bahwa nilai normal post-test lebih tinggi dari pada Pre-test. Nilai pola atau nila i yang terlihat teratur tergantung pada pengulangan di atas pretest 50 dan posttest 96. Nilai dasar pada pretest adalah 50 dan posttest adalah 71, cenderung terliha t bahwa nilai dasar pada pretest dapat diurutkan sebagai namun kekurangan.
Apalagi nilai paling ekstrim pada pretest adalah 82 sedangkan posttest adalah 96, hal ini cenderung terlihat bahwa nilai terbesar pada posttest lebih tinggi dari
pada pretest. Dengan tujuan agar pengulangan habis-habisan kemampua n menggunakan cerita pendek adalah 845 > 667.
Dari keterangan di atas, cenderung terlihat tingkat kekambuhan dan kapasitas membaca tergantung pada konsekuensi dari pretest dan posttest.
Dapat dilihat pada tabel terlampir:
Tabel 4.6 Distribusi Tingkat Hasil kemampuan membaca cerpen Murid Kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa pada Kelompok Eksperime n Berdasarkan Hasil Pretest dan Posttest
Interval Keterangan Kelompok Eksperimen
Pretest Posttest
Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
93-100 Sangat Efektif 0 0% 3 30%
84-92 Efektif 0 0% 3 30%
75-83 Cukup 5 50% 2 20%
β€ 75 Kurang 5 50% 2 20%
Jumlah 10 100% 10 100%
(Sumber terlampir pada lampiran) Berdasarkan keterangan pada tabel di atas, dapat dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar pada tahap prediksi tidak ada siswa yang termasuk dalam klasifikas i kelas sangat menarik dan baik, melainkan ada 5 siswa atau setengahnya. Di kelas yang cukup, 5 atau setengah dari siswa berada di kelas bawah. 3 siswa atau 30% berada pada
kelas sangat baik pada post-test, 3 siswa atau 30% berada pada klasifikasi berhasil, 2 siswa atau 20% berada pada klasifikasi penuh, dan 2 siswa atau 20% berada pada klasifikasi rendah .
Dilihat dari tarif saat ini, dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan membaca ayat sebelum menggunakan media buku yang terkomputerisasi sangat rendah. Selain itu, tingkat kemampuan membaca setelah menggunakan media buku terkomputerisas i luar biasa.
pada saat penunjuk Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk siswa belajar yang ditentukan dari sd adalah 75. Hal ini bias diketahui oleh keterangan yaitu:
Tabel 4.7 Rekapan Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa Pretest dan Postest
KKM Kategori Pretest Postest
Frekuensi Persentasi Frekuensi Persentasi
< 75 Tidak tuntas 5 50% 4 40%
β₯ 75 Tuntas 5 50% 6 60%
(Sumber data terlampir pada lampiran)
Berdasarkan tabel di atas, cenderung terlihat bahwa di bawah KKM (belum selesai) pretest ada 5 siswa dengan taraf setengah dan pada posttest ada 4 siswa dengan taraf 40%. Perlu diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai puncak.
Sedangkan over KKM (selesai) pada pretest ada 5 siswa dengan taraf setengah dan
pada posttest ada 6 siswa dengan taraf 60%. Bisa dikatakan bahwa perlakuan ada penyesuaian hasil dominasi pemain pengganti.
2. Data StatistikInferensiaI a. Uji normalitas
Uji normalitas diselesaikan karena memutuskan apakah informasi telah disiapkan memiliki alat angkut biasa atau tidak. Informasi yang diujikan untuk kenormalan diambil dari hasil pretest dan posttest kemampuan menggunakan cerita pendek untuk siswa kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Uji keteraturan ini menggunakan uji contoh t gabungan dengan aturan pengujian bahwa informas i kapasitas membaca siswa akan disampaikan secara teratur jika kepentingannya > 0,05.
Kemudian lagi, seharusnya tidak tersampaikan secara teratur jika kepentingannya <
0,05. Dengan tingkat kesalahan (a) dimanfaatkan 0,05. Berikutnya adalah konsekuensi dari uji keteraturan dari informasi pretest dan posttest.
Tabel 4.8 hasil uji normalitas pretest dan postest Kelompok Data Kolmogrov-
Smirnov Z
Sahpiro- Wilk
Ket
N=10
Pretest 0,037 0,006 Sig > 0,05 (Normal)
Postest 0,200 0,051 Sig > 0,05 (Normal)
(Sumber data Output SPSS 28, terlampir pada lampiran) Hasil Singkatnya, kualitas pre-test dan post-test masing- masing adalah 0,06 dan 0,051. Karena nilai ini lebih penting dari 0,05, dikatakan bahwa penghargaan informasi pra-tes dan pasca-tes biasanya ditransmisikan.
b. Uji Hipotesis
Sesuai penelitian, khususnya dampak media digital book terhadap kemampua n membaca cerpen untuk kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa, strategi yang dipakai dengan membuktikan spekulasi yaitu strategi inferensial terukur oleh menggunakan uji-t.
Table 4.9 analisis skor postest dan pretest No X1 (pretest) X2 (postest) d= X2-X1 π π
1 50 75 25 625
2 75 90 15 225
3 82 90 8 64
4 50 75 25 625
5 50 71 21 441
6 50 71 21 441
7 82 96 14 196
8 82 96 14 196
9 71 85 13 169
10 75 96 21 441
Jumlah 667 845 177 3.423
Langkah-langkah bagi peneliti untuk menguji hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:
a. Mencari nilai βMdβ dengan menggunakan rumus:
Md = β π
π
= 177
10
= 17,7
Ket Md = mean oleh perbedaan pretest dan postest b. Mencari nilai ββπ2πβ menggunakan rumus:
βπ2π = βπ2- (β π)
2 π
= 3.423 - (177 )
2 10
= 3.423 - 31.329
10
= 3.423 β 3.132,9 = 290,1
c. Menentukan π‘π»ππ‘π’ππ menggunakan rumus:
t = ππ
β β π2π π (πβ1)
= 17,7
β 290 ,1 10 (10β1)
= 17 ,7
β290 ,1 90
= 17,7
β3,22
= 17 ,7
5,67
= 3,121
d. Membuktikan hasil π‘πππππ
Dengan mengetahui π‘πππππ Peneliti memakai table distirbusi t serta tingkat signifika ns i a = 0,05 atau 5% dan df = N-k = 10 -1 = 9 dengan peroleh π‘0,05 = 1.833.
Setelah diperoleh π‘π»ππ‘π’ππ 3,121 dan π‘πππππ 1,833 maka
diperolehπ‘π»ππ‘π’ππ >π‘πππππ atau 3,121 > 1,833. Berdasarkan hasil dari π‘π»ππ‘π’ππ dan π‘πππππ dan disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh media digital book terhadap kemampuan membaca cerpen pada murid kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.