• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ragam dan Klarifikasi Media

Dalam dokumen Lampiran 2 A. Tes Pretest dan Posttest (Halaman 34-41)

BAB I PENDAHULUAN

C. Ragam dan Klarifikasi Media

Kemajuan pesat inovasi surat menyurat yang terkomputerisasi seperti saat ini sedang berlangsung berdampak pada seluruh bagian kehidupan manus ia.

Terutama di bagian pengajaran yang sangat penting untuk latihan pembelajara n

di sd. Dari pergantian peristiwa secara mekanis, seperti yang ditunjukkan oleh Williams (dalam Pribadi, 2017: 17) merekomendasikan penokohan dengan berbagai sarana sebagai metode korespondensi yang dapat dilakukan dalam latihan pembelajaran, yaitu:

1) Media yang tidak lain adalah media model atau media yang tidak diproyeksikan, misalnya foto, grafik, bahan pertunjukan atau pertunjukan dan.

2) Media atau Proyeksi, misalnya LCD

3) Media audio seperti kaset, piringan minimal suara (CD) yang berisi rekaman pembicaraan, alamat pembicara, dan rekaman musik

4) Media gambar bergerak atau media video, seperti VCD, DVD, dan lingka ra n sinar biru.

5) Pembelajaran berbasis komputer dan 6) Multimedia dan organisasi PC.

Gambar 2.1 Klasifikasi Media

Berikut adalah daftar beberapa jenis media yang dapat dimanfaatka n untuk latihan pembelajaran: 1) Media cetak telah lama digunakan sebagai metode latihan pembelajaran; 2) Media grafis dan media presentasi atau media

kesan digunakan sebagai sarana penyajian data dan informasi yang menarik bagi siswa. klien, 3) Media audio adalah jenis media yang telah berhasil dan dapat digunakan dalam berbagai cara.4) Gambar bergerak atau bergerak gambar adalah sejenis media yang dapat menemukan gambar bergerak yang dikoordinasikan dengan komponen suara, 5) Multimedia merupakan hasil kemajuan mekanis. canggih. Media ini dapat memberikan pengalaman belajar yang kaya kepada kliennya.

c. Kapasitas dan Manfaat Media Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti yang dikemukakan oleh Ibrahim (dalam Nurdin dan Adriantoni, 2016:

120) menjelaskan pentingnya tayangan media karena tayangan media memberikan dan membangkitkan sensasi kegembiraan dan kepuasan bagi siswa dan membantu mereka mengeraskan informasi kepada siswa dan meremajakan ilustrasi. Pekerjaan signifikansi diselesaikan oleh item. Jika subjek untuk situasi ini adalah media pembelajaran bahasa, tugas-tugas yang diselesaikan oleh media pembelajaran bahasa adalah sebagai berikut:

1) Alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran bahasa, 2) Data konkrit atau materi pembelajaran bahasa yang bersifat teoritis. Misalnya protes direkam sebagai penggambaran teks hard copy, 3) Mengaktifkan penyampa ia n materi jika penemuan bahasa yang menghabiskan sebagian besar hari disampaikan secara lisan. Misalnya, cara mengungkapkan gaya tekstual dalam mata kuliah Fonologi, 4) Memberikan dorongan untuk belajar, 5) Memfokuskan pertimbangan siswa, 6) Mengakomodasi penyampaian materi

yang luar biasa dan membutuhkan pembelajaran, 7) Mengakomodasi siswa gaya belajar. Sesuai Sudjana dan Rival (dalam Nurdin dan Adriantoni, (2016:121) bahwa keunggulan media pembelajaran dalam ukuran pembelajaran siswa, khususnya:

1) Pembelajaran akan menonjol bagi siswa tambahan sehingga dapat mendorong inspirasi belajar, 2) Materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, 3) Teknik pengajaran akan lebih diubah, tidak hanya korespondensi verbal melalui kata-kata oleh pengajar, dengan tujuan agar siswa tidak kelelahan dan tidak kehabisan tenaga, apalagi jika pengajarnya setiap jam, 4) Siswa dapat menyelesaikan latihan pembelajaran tambahan karena mereka membayar perhatian kepada instruktur, tetapi juga latihan- latihan, misalnya memperhatikan, melakukan, mengilustrasikan, meremehkan, dan sebagainya.

d. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti yang dikemukakan oleh Wilkinson (dalam Nurdin dan Adriantoni, 2016:124) bahwa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memili h media pembelajaran, lebih spesifiknya:

1. Tujuan

Media yang dipilih menjunjung tinggi target pembelajaran yang direncanakan. Tujuan ini merupakan aturan yang paling tepat, sedangkan target pembelajaran lainnya adalah pemenuhan aturan utama.

2) Kegunaan

Jika materi yang akan dibahas merupakan bagian penting dari artikel tersebut, maka kemudian gambar-gambar seperti slide diagram dapat digunakan. Jika yang diteliti adalah sudut-sudut yang diidentikkan dengan gerakan, media film atau video akan lebih cocok.

3) Kondisi siswa

Media akan berhasil dimanfaatkan jika tidak bergantung pada objek antar manusia antar mahasiswa. Misalnya, jika siswa diberi nama jenis auditif/visual, siswa yang bernama auditif dapat belajar dengan media visual.

4) aksesibilitas.

Meskipun media dianggap sangat pas untuk mencapai tujuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan dapat diakses.

5) Biaya

Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan dan menggunaka n komputerisasi, sangat sebanding dengan hasil yang ingin dicapai.

Untuk sementara, standar tertentu dalam pemilihan media pembelajaran disebut dengan singkatan ACTION (Access, Cost, Technology, Interaactivity, Organization, Novelty). Berikut gambarannya:

1) Akses

Akses adalah kelugasan dan aksesibilitas dalam pengambilan media jika dilihat dari sisi pengajar, kemudian pada saat itulah aksesibilitas media membuat bahan tersedia.

2) Biaya

Biaya yang dikeluarkan untuk perakitan dan penggunaan media pembelajaran tersebut sesuai dengan hasil yang ingin dicapai.

3) Teknologi

Inovasi adalah dukungan inovasi, baik pemrograman maupun peralatan untuk membuat pemanfaatan media pembelajaran.

4) Interaktivitas

Intuitif adalah dasar dari korespondensi multiarah antara siswa dan siswa, siswa dan instruktur, dan pendidik dan siswa dalam latihan pembelajaran fisik, mental, dan ilmiah.

5) Organisasi

Paguyuban, khususnya pembuatan dan pemanfaatan media pembelajaran, dibantu oleh pihak sekolah atau pengurus.

6) Kebaruan

Media yang dibuat dan diterapkan mengandung komponen keanehan yang diperoleh dari hasil penelitian dan dengan alasan belum pernah dimanfaatkan, diandalkan untuk membangun inspirasi belajar.

Zainiyati (2017: 61) peningkatan ilmu pengetahuan dan inovasi mendorong upaya untuk menggunakan konsekuensi inovasi dalam pembelajaran. Pengajar harus inovatif dalam memanfaatkan dan menggunakan media yang dapat diakses di sekolah, atau dapat dibayangka n

pendidik akan menumbuhkan media yang disesuaikan dengan target pembelajaran normal, jika media tersebut belum dapat diakses.

5. Media Digital Book

Sesuai Mukarom dan Rusdiana (2016: 17) bahwa buku elektronik atau digital book merupakan suatu inovasi yang memanfaatkan PC untuk memint a data media dalam struktur yang ringkas dan dinamis.

Muhammad, dkk (2018: 692) mengungkapkan bahwa pada dasarnya, buku atau buku digital canggih adalah teks rendisi elektronik yang dapat digunakan di area kerja atau layar PC, PDA atau gadget serbaguna lainnya, atau pada peralatan pengguna buku digital. .

Sedangkan menurut Ruddayamanti (2019:1195) buku yang terkomputerisasi (advanced book) atau disebut juga buku elektronik (digita l book) adalah jenis buku yang dapat dibuka secara elektronik melalui PC, PC atau telepon seluler. Dari beberapa pakar tersebut, dapat dikatakan bahwa apa yang disebut sebagai buku canggih atau buku digital adalah sebuah inovas i sebagai bentuk elektronik dari sebuah buku yang menggunakan PC, LCD, dan tablet yang biasanya berisi teks dinamis, gambar bahkan video. (data).

Melihat gambaran di atas, sebagaimana ditunjukkan oleh Mukarom dan Rusdiana (2016: 17) buku digital dapat dikoordinasikan dengan tayangan suara, ilustrasi, gambar, kegiatan atau film sehingga data yang diperkenalkan lebih boros dibandingkan dengan buku tradisional. Jenis buku digital yang paling sederhana adalah inovasi yang pada dasarnya memindahkan buku biasa ke

dalam struktur elektronik yang ditampilkan oleh PC. Dengan inovasi ini, banyak buku dapat disimpan dalam CD tunggal atau piringan kecil (batas sekitar 700 MB), DVD atau lingkaran serbaguna komputerisasi (batas 4,7 hingga 8,5 GB), atau lingkaran bergaris (bila batas ini gratis hingga 8GB).

Buku digital dapat menggunakan berbagai susunan dokumen dan dapat menggabungkan berbagai ketentuan, seperti penjelasan, suara, dan video, serta tautan. Selain itu, buku digital juga menggabungkan wacana dan perangkat khusus yang memungkinkan komunikasi di antara pengguna, dan memungkinkan pengguna untuk menambahkan koneksi ke sumber luar.

Beberapa item buku digital menggunakan pemrograman untuk mengalahk a n.

Selain itu, ada juga yang memberikan buku digital dalam bentuk desain, seperti HTML. Seperti yang dikemukakan oleh Ruddamayanti (2019:1195) macam- macam desain buku lanjutan adalah:

A. Teks biasa

Teks biasa adalah pengaturan paling sederhana yang dapat dilihat di hampir semua produk yang menggunakan PC.

B.PDF

Desain pdf menikmati manfaat karena merupakan desain yang siap untuk dicetak. Bentuknya seperti buku aslinya.

Dalam dokumen Lampiran 2 A. Tes Pretest dan Posttest (Halaman 34-41)

Dokumen terkait