D. Manfaat Penelitian
3. Degradasi dan Bahasa a. Pengertian Degradasi
Degradasi adalah penurunan terhadap sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat.Degradasi nilai sosial ialah penurunan terhadap sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Degradasi sosial ini bisa terjadi karena masyarakat yang terlalu permisif dan kompromis. Contohnya masyarakat Bugis yang dulunya dikenal sopan, karena juga sangat permisif terhadap pelanggaran maka nilai kesopanan tersebut perlahan mulai luntur.
Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan atau pergeseran. Pergeseran ini dapat berupa perubahan nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola perilaku, organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, kekuasaan kewenangan dan interaksi sosial.
Pengkajian terhadap kehidupan bersama yang disebut masyarakat manusia, tidak dapat memberikan penjelasan lengkap dan memuaskan jikalau orang hanya memberikan penjelasan tentang sosial budaya masyarakat tanpa menyinggung nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena sistem sosial yang multi kompleks mengandung bagian-bagian tertentu yang mempunyai corak tersendiri yang dapat memberikan harga dan corak tertentu atau dikenal dengan nilai.
b. Pengertian bahasa
Hakikat bahasa sebagai bahasa dan bahasa sebagai alat interaksi sosial dan komunikasi sesama manusia. Bahasa adalah sebuah sistem, artinya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat
15
dikaidahkan. Sebagai sebuah sistem bahasa selain bersifat sistematis juga bersifat dinamis. bahasa itu beragam artinya, meskipun bahsa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa yang digunakan penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda maka bahsa itu menjadi beragam baik dalam tataran fonologi, morfologi, sintaksis maupun dalam tataran leksikon.
Wardhaugh (1973:3-8) mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi manusia baik tertulis maupun lisan. Nanun fungsi ini sudah mencakup 5 fungsi dasar yang menurut Kinneavy disebut expression, information, ekspoloration, persuaion dan entertainment (Michael 1967:51)
Bahasa dan kebudayaan memilik hubungan yang subordinatif,di mana bahasa berada dibawah kebudayaan.
Masinambouw (1985) menyebutkan dua sistem yan mulekat pada manusia.
Kalau kebudayaan itu adalah satu sistem yang mengatur interaaksi manusia di dalam masyarakat maka kebahasaan adalah sebuah sistem yang berfungsi sebagai sarana berinteraksi.
Pada umumnya, bahasa pertama yang dipakai adalah bahasa daerah kita.
Bahasa yang diajarkan oleh ibu atau terkadang disebut dengan bahasa ibu,bahasa indonesia dipelajari setelah masuk sekolah, itulah juga merupakan dasar mengapa harus mencintai bahasa daerah kita masing-masing dan harus melestarikannya.
Bahasa pun terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya berdasarkan dari sosiologis, Artinya penjenisan itu tidak terbatas pada struktur internal bahasa tetapi juga berdasarkan faktor sejarahnya, Penjenisan secara sosiologistik ini
16
penting untuk menentukan satu sistem linguistik tertentu, apakah bisa disetujui atau tidak oleh anggota masyarakat untuk menggunakanya dalam kondisi tertentu misalnya sebagai bahasa resmi kenegaraan dan sebagainya.
Stewart (dalam Fishman (ed)1968) menggunakan 4 dasar untuk menjeniskan bahasa-bahasa secara sosiologis yaitu : (1) Standarnisasi, (2) Otonomi, (3) Historisitas, (4)Vitalitas. Seseorang biasanya mempelajari lebih dari satu bahasa agar dapat mempergunaknnya untuk berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda daerah dengannya atau bahkan berbeda negara.
c. Cara penaggulangan degradasi Bahasa Bugis
Pada umumnya tidak salah membiasakan anak-anak berbahasa Indonesia di lingkungan keluarganya karena bahasa Indonesia adalah bahasa Persatuan bangsa Indonesia jadi harus diprioritaskan. Yang dikhawatirkan ialah mereka tidak berusaha mengajarkan bahasa Bugis kepada anak-anaknya yang sebenarnya adalah bahasa-ibu, bahasa nenek moyang mereka.
Salah satu alasan ialah karena bapak-ibu muda itu sendiri juga kurang munguasai bahasa Bugis yang baik dan benar, Lebih memprihatinkan lagi apabila mereka berpendapat bahwa dalam kehidupan modern ini masih menggunakan bahasa Bugis dalam pergaulan adalah kuno! Sementara banyak orang-orang bule kebangsaan Amerika, Belanda, Inggris, Australia jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk belajar bahasa daerah, menari, perompak dan serdadu bayaran, baju bodo!
Sikap orang-orang Bugis seperti tersebut diatas menunjukkan bahwa mereka kurang mencintai budaya Bugis lagi. Bahkan ada yang berkomentar diantara
17
orang Bugis sendiri maupun non Bugis, bahwa bahasa Jawa itu berakar pada feodalis, tidak demokratis dengan membeda-bedakan level.
Dalam dunia Antropologi, bahasa merupakan penanda utama dalam sebuah suku, Jadi bukan hal yang salah bila orang Bugis tidak menyebut diri mereka sebagai orang Makassar sebab mereka pun memeiliki bahasa tersendiri meski pun ada beberapa kata yang sama.Sesungguhnya obat degradasi bahasa pada Remaja adalah dengan beberapa cara yaitu,
1) Memanfaatkan Teknologi
Perkembangan media massa dan teknologi begitu cepat. Sekat-sekat batas negara menjadi hampir tidak ada, karena kemajuan teknologi. Hanya dengan mengakses internet ataupun menonton media televisi, setiap orang dengan mudah mendapatkan informasi dari belahan dunia hanya dengan hitungan detik. Namun, kemajuan teknologi tersebut ibarat pisau bermata dua. Bisa menguntungkan, juga merugikan. Misalnya, sebagai dampak pengadopsian budaya luar yang berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian Remaja.
Persepsi budaya luar ditelan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya luar itu secara arif dan bertanggung jawab. Tak dipungkiri pula, era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, bahkan terjadi degradasi moral Remaja dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku yang menyimpang. Akibat penyimpangan ini, banyak moral para pemuda yang hancur. Perilaku pemuda tidak mungkin dapat membangun bangsanya jika demikian halnya. Terlalu sibuknya pemerintah dengan berbagai macam masalah ekonomi, politik dan sosial. Misalnya kenaikan sembako,
18
maraknya kasus korupsi, kecelakan lalu lintas, serta bencana alam, membuat pemerintah mengenyampingkan masalah mengenai degradasi budaya khususnya bahasa.
Tahun demi tahun lanjut terus bergilir dan berubah, otak dan watak serta pikiran manusia kian terus berkembang, menggali potensi, memudahkan sesuatu hal yang sulit, menginstankan suatu pekerjaan. Itulah kenyataan yang kian terus kita hadapi.
Dengan teknologi dimanapun kita berada, dinegara manapun kita berada , kita dapat mengetahui informasi-informasi, seluk beluk atau kejadian–kejadian ditempat lain seakan–akan ada ditempat sekeliling kita. Itulah kemajuan ilmu pengetahuan terutamanya teknologi dibidang informasi, yang telah mengiring umat manusia menjadi suatu kesatuan, diantaranya yang sudah tidak asing lagi bagi kita yakni ; TV, HeadPhone dan Internet. Inilah yang menyajikan kepada kita kekuatan daya imajinasi dan teknologi komunikasi yang memungkinkan tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir sempurna dalam waktu yang sangat cepat.
Peranan ilmu pengetahuan teknologi informasi atau media elektronik utamanya internet ini telah membuat dunia semakin menjadi sangat sempit seakan tanpa batas, serta mampu membentuk opini dunia . karna dengan kemampuannya dapat menginformasikan berbagai peristiwa dunia secara terus menerus selam 24 jam. Mulai dari pengesuha, pembisnis, pegawai sampai pada pelajar pun sangat membutuhkannya.
19
Oleh karena itu internet bisa kita jadikan sarana atau alat untuk melestarikan dan melestarikan bahasa lontara Bugis sehingga banyak orang yang tahu dan tertarik untuk mempelajarinya sehingga Remaja merasa bahwa bahasa Bugis bulan lah bahasa yang ketinggalan jaman dam membosankan.
2) Melestarikan melalui pendidikan
Pendidikan di Indonesia sekarang bukanlah pendidikan dengan pendekatan budaya dan tradisi Indonesia, melainkan pendidikan dengan pendekatan model barat atau lebih kerennya Westernisasi. Kalau sudah seperti ini tidak ada gunanya memakai slogan pendidikan "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani". Slogan pendidikan ini adalah cerminan bagaimana para founding Father Pendidikan Indonesia sangat mengutamakan pentingnya Etika dan Moral bagi para generasi muda sebagai pilar utama Pendidikan dan membangun jati diri Bangsa. Salah satu untuk membangun jati diri adalah dengan mengenal budaya diantaranya,tetap diberlakukankanya pelajaran muatan lokal materi bahasa darah agar peserta didik tetap ingat akan budayanya sendiri.
Meningkatkan hubungan dengan teman sedaerah
Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi degradasi bahasa Bugis adalah dengan tetap menjaga hubunagan pertemanan dengan orang sedaerah di manapun kita berada dan membiasakan untuk memakai bahasa bugis dalam kehidupan sehari-harinya khususnya dalam situasi non formal.
3) Peran serta masyarakat dan pemerintah
Indonesia yang memiliki banyak suku hendaknya menjadi kebanggaan kita semua,pemerintah harus bekarja sama dengan masyarakat untuk melestarikan
20
budaya salah satunya dengan menjaga dan melestarikan bahasa daerah dengan menadakan satu momen atau acara kedaerahan.