BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Desain Kuesioner
Jenis Pekerjaan No. Identifikasi Risiko
Sumber Wiyasa
(2014) Widnyana
(2016) Observasi dan/atau Brainstorming 99 Tertimpa
modul
√
100 Tangan tergores
√
101 Tertusuk material
baja
√
4 Sering
1 permil < x ≤ 10 permil
Terjadi beberapa kali dalam periode tertentu, misalnya
tergores benda tajam
5
Sangat Sering
x > 10 permil
Terjadi setiap saat dalam kondisi normal, misalnya terkena paparan debu Keterangan : x adalah frekuensi risiko jumlah tenaga kerja dikali jam kerja dalam permil Sumber : (Modifikasi dari AS/NZS 4360, 2004)
Besarnya pengaruh risiko tersebut terhadap terhadap risiko K3 yang terjadi di proyek. Responden akan diminta menilai besarnya pengaruh risiko tersebut terhadap risiko K3 dengan memberikan ranking untuk masing-masing sumber risiko. Penilaian ini berhubungan dengan skala prioritas dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Skala pengaruh atau konsekuensi risiko K3 dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3 Konsekuensi Risiko K3 Tingkat Uraian Kriteria
Konsekuensi
Contoh Rinci
1 Sangat
Kecil
x ≤ 0.01 permil Kecelakaan tidak menimbulkan luka 2 Kecil 0.01 permil < x ≤ 0.1
permil
Kecelakaan dapat diatasi dengan P3K 3 Sedang 0.1 permil < x ≤ 1
permil
Kecelakaan dapat diatasi denga rawat jalan 4 Besar 1 permil < x ≤ 10
permil
Memerlukan rawat inap di Rumah Sakit
5 Sangat
Besar
x > 10 permil Cacat tetap/meninggal dunia
Keterangan : x adalah konsekuensi risiko jumlah tenaga kerja dikali jam kerja dalam permil Sumber : (Modifikasi dari AS/NZS 4360, 2004)
Mencari upaya-upaya untuk meminimalisasi sumber risiko yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja di proyek. Secara garis besar, isi dari kuesioner yang akan diajukan kepada responden adalah sebagai berikut :
a. Data Identitas Responden
Bagian ini berisikan identitas responden dengan tujuan mengetahui latar belakang responden, yaitu: nama responden, nomor telepon, tempat bekerja, nama proyek, lokasi proyek, pengalaman kerja, pendidikan, serta tanda tangan responden.
b. Tata Cara Mengisi Kuesioner
Berisikan penjelasan mengenai tata cara menjawab pertanyaan kuesioner.
c. Bentuk Kuesioner
Bentuk kuesioner pada penelitian ini adalah semi tertutup yaitu sebagian berupa pertanyaan tertutup yang jawabannya harus dipilih responden berdasarkan pilihan yang disediakan. Sedangkan bagian pertanyaan terbuka survey lapangan berisi tambahan identifikasi risiko K3 yang dapat diisi oleh responden apabila responden menganggap ada sumber risiko yang belum teridentifikasi, serta saran tindakan-tindakan mitigasi risiko yang dapat dilakukan menurut penilaian responden. Skala pengukuran yang digunakan pada kuesioner ini adalah Skala Likert.
d. Isi Kuesioner
Bagian ini berisikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab berdasarkan pengetahuan dan pengalaman responden, yaitu mengenai frekuensi terjadinya risiko, besarnya pengaruh risiko tersebut terhadap risiko K3, saran upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi risiko tersebut.
3.6 Data Primer
Data Primer merupakan data yang diperoleh langsung dari lapangan. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil survei menggunakan kuesioner dan wawancara. Pengumpulan data primer dimulai dengan dilakukan pada 17 responden. Apabila setelah penyebaran kuisioner
ditemukan masalah maka dilakukan upaya perbaikan metode serta desain kuesioner. Namun apabila tidak ditemukan masalah, pengumpulan data primer bisa dilanjutkan.
3.6.1 Penentuan Sampel dan Responden
Penentuan sampel dan responden dalam penelitian ini yaitu orang-orang yang tahu akan analisis risiko K3, dalam penelitian ini menggunakan sampel yang diambil secara purposive sampling. Sampel tidak diambil secara acak, melainkan dipilih pada orang yang mampu memberikan “expert judgment" yaitu orang-orang yang benar-benar paham tentang permasalahan yang diajukan, memiliki pengalaman kerja, serta dilihat dari jabatan dan tingkat pendidikannya masuk dalam kategori seorang ahli.
Responden yang berhak mengisi kuesioner adalah orang-orang ahli yang pernah maupun sedang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi sehingga mempunyai kompetensi untuk mengisi kuesioner, yaitu dari unsur-unsur kontraktor : project manager, site manager, site enginer, safety, dan supervisor
Mengingat aspek penilaian risiko K3 mencakup bidang keahlian yang cukup penting, pemilihan responden dilakukan dengan selektif melalui wawancara langsung pada saat pengisian kuesioner sehingga kompetensi responden untuk memberikan opini terhadap sumber risiko yang teridentifikasi dapat dinilai.
3.6.2 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitin ini menggunakan metode questionnaire (angket). Untuk penyebaran kuesioner dilakukan dengan teknik sampling, yaitu teknik purposive sampling. Pemilihan teknik sampling menggunakan purposive sampling dikarenakan objek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki pengalaman dalam menangani pelaksanaan proyek konstruksi. Orang- orang seperti ini tidak diketahui secara pasti jumlah anggota populasinya sehingga dipilihlah jenis teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Dalam teknik purposive sampling, hanya mereka yang memenuhi kriteria tertentu yang
patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan dalam penelitian.
3.6.3 Tabulasi Data
Tabulasi data bertujuan untuk mempermudah menyeleksi data dari banyak sumber dan mempermudah proses menganalisis data nantinya. Jawaban responden mengenai frekuensi risiko dan dampak risiko, diubah menjadi angka- angka yang disesuaikan dengan Skala Likert sebagai skala pengukuran. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat penilaian responden pada sebuah pertanyaan dalam kuesioner. Skala dengan format Likert yang sering dipakai memiliki lima pilihan skala. Untuk frekuensi risiko digunakan : skala 1 (sangat jarang), skala 2 (jarang), skala 3 (kadang-kadang), skala 4 (sering), dan skala 5 (sangat sering) pada Tabel 3.2. Untuk dampak risiko digunakan : skala 1 (sangat kecil), skala 2 (kecil), skala 3 (sedang), skala 4 (besar), dan skala 5 (sangat besar) pada Tabel 3.3. Pada pengolahan data, jawaban responden untuk pertanyaan frekuensi risiko dan dampak risiko yang telah diubah sesuai Skala Likert selanjutnya ditabulasikan dalam bentuk tabel untuk memudahkan melihat skor nilai pada masing-masing faktor risiko. Sedangkan hasil jawaban responden untuk pertanyaan yang diajukan mengenai mitigasi risiko ditabulasikan menjadi sebuah resume. Pada pengolahan data total, selain melakukan tabulasi untuk jawaban frekuensi risiko, dampak risiko, mitigasi risiko dilakukan pula tabulasi untuk jawaban isian data identitas responden.
3.6.4 Validitas dan Reliabilitas
Untuk mengetahui kelayakan kuesioner penelitian ini, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 23. Program SPSS versi 23 adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami
cara pengoperasiannya. Dengan menggunakan program ini uji validitas dan uji reliabilitas dapat lebih mudah dilakukan selain menggunakan cara hitung manual.
Uji validitas merupakan pengujian untuk menentukan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Perhitungan uji validitas menggunakan rumus korelasi, dimana akan dicari korelasi tiap pertanyaan dengan cara r hitung dibandingkan dengan r Tabel.
Apabila r hitung > r Tabel maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan konsistensi di dalam melakukan pengukuran. Sebuah kuesioner dinyatakan reliabel jika memberikan sebuah hasil yang konsisten pada setiap pengukuran. Uji reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan metode Alpha Cronbach dengan nilai Alpha Cronbach (a) minimal 0,7 agar dinyatakan reliabel (Nunnally, 1978).
Dalam uji reliabilitas ada beberapa hal penting yang didapat dari suatu kuesioner yang diuji seperti :
a. Mengetahui bagaimana tiap-tiap pertanyaan dalam kuesioner saling berhubungan.
b. Mendapatkan nilai Alpha Cronbach yang merupakan indeks internal consistency dari skala pengukuran secara keseluruhan.
c. Mengidentifikasi butir-butir pertanyaan dalam kuesioner yang harus direvisi atau dihilangkan.