• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen LEMBAR KERJA SISWA (Halaman 50-53)

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dua kelompok berdistribusi normal atau tidak.38 Uji normalitas yang digunakan adalah chi-kuadrat yang rumusnya adalah :

=

i i i

E E

O 2

2 ( )

Keterangan :

� : chi-kuadrat

�� : frekuensi yang diobservasi

�� : frekuensi yang diharapkan.

Kesimpulan :

x2hitung < x2tabel maka data berdistribusi normal.

x2hitung x2tabel maka data tidak berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Uji ini memperlihatkan bahwa data berasal dari populasi yang seragam atau sama. Pengujian homogenitas dilakukan karena kelompok sampel yang digunakan tidak berkorelasi atau berasal dari kelompok sampel yang berbeda dan diberi perlakuan yang berbeda. Adapun uji homogenitas dalam penelitian ini adalah uji varian terbesar dibanding dengan varian tekecil dengan menggunakan tabel F.39

38 Ibid, hlm. 61.

39Ibid., hlm. 64.

Fhitung =� � � �

Dengan kriteria sebagai berikut:

a. Jika Fhitung ≥Ftabel, maka dapat dinyatakan terdistribusi tidak homogen.

b. Jika Fhitung <Ftabel, maka dapat dinyatakan terdistribusi homogen 3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk menguji apakah hipotesis sesuai dengan hasil penelitian atau tidak. Hasil data diperoleh dan dianalisis untuk mengamati ada atau tidaknya pengaruh dari penggunaan model kooperatif learning tipe NHT terhadap hasil belajar Matematika Siswa.

Adapun hipotesis yang diuji sebagai berikut :

Ha : Ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar matematia siswa kelas VII Mts Ittihadul Bayan Tahun Pelajaran 2018/2019.”

Ho : Tidak ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar matematia siswa kelas VII Mts Ittihadul Bayan Tahun Pelajaran 2019/2020.”

Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik yaitu rumus t-test dengan Polled Varian sebagai berikut40:

1) 1 (1 2

) 1 ( ) 1 (

2 2

1

2 2 2 2 1 1

2 1

n n n

n

s n s n

X t X

− + ++ −

= −

Keterangan :

40 Ibid., hlm. 101.

37

� : rata-rata sampel kelas eksperimen

� : rata-rata sampel kelas kontrol : jumlah sampel kelas eksperimen : jumlah sampel kelas kontrol

� : varians sampel kelas eksperimen

� : varians sampel kelas kontrol

Dengan kriteria ketuntasan jika hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol maka Ha diterima, sebaliknya jika hasil belajar kelas ekperimen lebih rendah dari pada kelas kontrol maka Ha ditolak.

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Pada bagian ini akan dipaparkan hasil dari sebelum penelitian dilakukan atau pra eksperimen dan setelah eksperimen dilakukan baik dari deskripsi kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dan juga data hasil eksperimen (posttest). Berikut pemaparanya:

1. Pra Eksperimen

Sebelum melakukan eksperimen peneliti melakukan uji validitas instrument dan uji pretest terlebih dahulu. berikut pemaparan hasil dari kedua uji tersebut.

a. Validasi Instrumen

Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan validasi instrument penelitian. Validasi digunakan untuk mendapatkan instrument penelitian yang berkriteria valid. Instrument penelitian yang divalidasi, yaitu:

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ini divalidasi dengan menggunakan lembar validasi, kemudian RPP dikonsultasikan ke pakar matematika (validator) untuk mendapatkan saran dari pakar tersebut. Pakar yang terlibat dalam validasi RPP ini adalah 2 orang guru matematika. Kemudian peneliti merevisi RPP tersebut berdasarkan saran yang telah diberikan oleh pakar. Diantara

39

saran yang diberikan oleh para validator mengenai kevalidan RPP dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.1 Komentar/Saran Validator Mengenai RPP

Validator Komentar/Saran

Arfahmi S.Pd Perbaiki indikator pmbelajaran dan ganti waktu jam pelajaran

Muhadi S.Pd baik

2) Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar kerja siswa (LKS) ini divalidasi dengan menggunakan lembar validasi, kemudian LKS dikonsultasikan ke pakar matematika (validator) untuk mendapatkan saran dari pakar tersebut.

Pakar yang terlibat dalam validasi LKS ini adalah 2 orang guru matematika. Kemudian peneliti merevisi LKS tersebut berdasarkan saran yang telah diberikan oleh pakar. Diantara saran yang diberikan oleh para validator mengenai kevalidan LKS dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.2 Komentar/Saran Validator Mengenai LKS

Validator Komentar/Saran

Arfahmi S.Pd Baik

Muhadi S.Pd Ganti LKS menjadi LKPD

3) Soal Tes (pretest dan posttest)

Soal tes (pretest dan posttest) dalam penelitian ini divalidasi dengan menggunakan lembar validasi, kemudian soal tes (pretest dan posttest) dikonsultasikan ke pakar matematika (validator) untuk mendapatkan saran dari pakar tersebut. Pakar yang terlibat dalam

validasi soal tes (pretest dan posttest) ini adalah dua dosen matematika. Kemudian peneliti merevisi soal tes (pretest dan posttest) tersebut berdasarkan saran yang telah diberikan oleh pakar.

Diantara saran yang diberikan oleh para validator mengenai kevalidan LKS dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.3 Komentar/Saran Validator Mengenai Soal Tes

Validator Komentar/Saran

Samsul Irfan M.Pd Perbaiki soal pretest dan perbaiki pedoman penskoran.

Malik Ibrahim M.Pd Ganti redaksi soal dan perbaiki instrument soal nomor 3.

b. Uji Pretest Sample

Uji pretest dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikanya perlakuan. Berikut adalah hasil pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Tabel 4.4 Nilai Pretest Kelas Eksperimen

No Nama Nilai Pretest

1 AJ 14

2 AR 14

3 EF 16

4 F 14

5 FR 14

6 FS 26

7 H 16

8 H 34

9 JH 16

10 MH 16

11 MH 16

12 M 34

13 MZ 34

41

14 MA 16

15 RMW 20

16 TP 12

17 WI 16

18 YH 28

19 YL 28

20 ZR 20

21 MH 20

22 LMF 26

23 SG 20

24 NS 26

25 MS 12

Jumlah 508

Rata-rata 20,32

Tabel 4.5 Nilai Pretest Kelas Kontrol

No Nama Nilai Pretest

1 AS 20

2 AIF 14

3 AG 20

4 BH 14

5 DAG 14

6 DA 26

7 FW 16

8 FH 34

9 HZ 20

10 H 20

11 M 20

12 MS 16

13 MF 26

14 MI 24

15 N 32

16 R 32

17 R 16

18 RA 16

19 SA 16

20 SM 16

21 TH 28

22 UN 28

23 YK 34

24 SI 26

25 AJ 12

Jumlah 540

Rata-rata 21.6

Pada kelas eksperimen untuk pretest diketahui bahwa perolehan skor pretest terendah adalah 12 dan skor pretest tertinggi adalah 34 dengan rata-rata 20.32, sedangkan untuk kelas kontrol perolehan skor pretest terendah adalah 12 dan skor pretest tertinggi adalah 34 dengan rata-rata 21.6. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari jumlah keseluruhan skor yang diperoleh dibagi dengan jumlah sample masing-masing kelompok.

2. Eksperimen

Pada tahap penelitian eksperimen, penelitian dilakukan selama 5 kali pertemuan, dua pertemuan dilakukan untuk pretest, posttest dan tiga kali pertemuan dilakukan untuk pembelajaran. Pada bagian ini membahas mengenai deskripsi kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen yang menerapkan NHT dan kelas kontrol yang menerapkan Konvensional.

a. Deskripsi Pelaksanaan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) Pada Kelas Eksperimen

Berikut adalah deskripsi kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen dalam menerapkan model pembelajaran NHT.

1) Pertemuan pertama

Peneliti mengabsen siswa untuk mengetahui kelengkapan siswa dalam kelas kemudian peneliti memberikan soal pretest kepada siswa untuk dikerjakan oleh siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung sebagai tes kemampuan awal. Soal tes berupa uraian yang terdiri dari 5 soal dan waktu mengerjakanya 55

43

menit. Selanjutnya peneliti menjelaskan secara singkat tentang perbandingan dan manfaat mempelajarinya dan peneliti menjelaskan langkah-langkah pembelajaran Numbered Head Together kepada siswa dan membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara heterogen.

2) Pertemuan kedua

Peneliti memulai orientasi pertemuan kedua ini dengan mengucap salam. Dan sebagai apersepsi guru memita siswa untuk mengamati dan menghitung banyak jumlah teman laki-laki dan perempuan yang ada dikelasnya. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan langsung melakukan pengarahan yaitu menyampaikan materi pembelajaran (memahami dan menentukan perbandingan dua besaran).

P eneliti melanjutkan langkah persiapan (pembagian kelompok), peneliti mengkoordinasi setiap siswa untuk bergabung bersama kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk dan menyiapkan nomor yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya.

Langkah berikutnya, mengajukan pertanyaan melalui LKS kepada setiap kelompok dan menjelaskan cara pengerjaanya. LKS pada pertemuan kedua ini membahas tentang memahami dan menentukan perbandingan dua besaran yang terdiri dari 2 soal (terlampir). Semua kelompok mendapatkan LKS.

Pembelajaran dilanjutkan ke langkah berpikir bersama, masing-masing anggota kelompok mengerjakan dan mendiskusikan LKS tersebut dan peneliti mengawasi jalanya diskusi dan menjawab pertanyaan mereka selama proses diskusi berlangsung.

Langkah ke empat (menjawab). Siswa yang dipanggil pada pertemuan ini adalah siswa dari kelompok 4 (kuning) dengan nomor kepala 2. Siswa tersebut mempersentasikan jawaban dari soal nomor 1, siswa itu tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal tersebut sehingga dia tidak harus dibantu oleh anggota yang lain dari kelompoknya. Karena waktu belajar telah habis maka peneliti meminta siswa untuk mencatat jawaban yang benar.

Kemudian peneliti melanjutkan langkah terakhir (evaluasi) menyampaikan kesimpulan dari materi yang diajarkan. Setelah semua kegiatan pembelajaran selesai peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

3) Pertemuan ketiga

Peneliti memulai orientasi pertemuan kedua ini dengan mengucap salam. Karena takut waktu tidak cukup untuk menyelesaikan semua langkah jadi apersepsi dilewatkan, peneliti langsung ke langkah motivasi. Selanjutnya pengarahan, peneliti menyampaikan materi pembelajaran (menentukan perbandingan dua besaran dengan satuan yang berbeda).

45

Kemudian peneliti melanjutkan langkah berikutnya yaitu persiapan, peneliti mengkoordinasi setiap siswa untuk bergabung bersama kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk dan menyiapkan nomor yang telah diberikan pada pertemuan pertama.

Langkah selanjutnya mengajukan pertanyaan, peneliti memberikan LKS kepada setiap kelompok. LKS pada pertemua ketiga ini membahas tentang menentukan perbandingan dua besaran dengan satuan yang berbeda (terlampir).

Langkah selanjutnya (diskusi bersama) masing-masing anggota kelompok mengerjakan dan mendiskusikan LKS tersebut dan peneliti mengawasi jalanya diskusi dan menjawab setiap pertanyaan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Selanjutnya peneliti melanjutkan langkah ke empat (menjawab), peneliti memanggil kelompok dengan nomor berbeda dari setiap kelompok. Pada pertemuan ini siswa yang di panggil adalah kelompok biru nomor 3 dan kelompok pink nomor 2 dan kelompok orange nomor 1 dan meminta kelompok merah dan pelangi untuk mengoreksi jawaban jika ada yang salah. Selanjutnya siswa yang di panggil mempersentasikan jawabanya secara bergantian. Pada pertemuan ini hanya membahas 2 soal saja.

Karena waktu belajar telah habis maka peneliti meminta siswa untuk mencatat jawaban yang benar.

Langkah terakhir (evaluasi) peneliti meminta siswa untuk mencatat yang penting dan mempelajari mengenai materi yang sudah dipelajari.

4) Pertemuan keempat

Peneliti memulai orientasi pertemuan keempat ini dengan mengucap salam. Selanjutnya peneliti menyampaiakan apersepsi, dan setelah itu peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran.

Kemudian peneliti melanjutkan langkah berikutnya pengarahan, peneliti menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas yaitu (memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan senilai). Langkah selanjutnya persipan, peneliti mengkoordinasi setiap siswa untuk bergabung bersama kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk dan menyiapkan nomor yang telah diberikan pada pertemuan pertama.

Kemudian mengajukan pertanyaan, LKS pada pertemua ini membahas tentang memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan senilai (terlampir). Setelah LKS dibagikan peneliti melanjutkan langkah pembelajaran.

Berikutnya (diskusi bersama), masing-masing anggota kelompok mengerjakan dan mendiskusikan LKS tersebut dan peneliti mengawasi jalanya diskusi dan menjawab setiap pertanyaan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

47

Setelah masing-masing anggota kelompok selesai mendiskusikan tugasnya, langkah selanjutnya (menjawab), peneliti memanggil salah satu nomor dari setiap kelompok untuk mewakili kelompoknya mempersentasikan hasil diskusi dan jawaban dari kelompoknya.

Pada pertemuan keempat ini siswa yang dipanggil adalah siswa dari kelompok merah nomor 5 dan pelanggi nomor 5, dan biru no 5 kemudian bagi nomornya yang dipanggil maju ke depan kelas untuk mempersentasikan jawaban dari kelompoknya. Dan untuk kelompok lain menanggapi.

Selanjutnya (evaluasi) peneliti meminta siswa untuk merangkum materi yang sudah dibahas. Selanjutnya peneliti meminta siswa untuk mempelajari terlebih dahulu dirumah mengenai materi yang sudah dipelajari dari awal, karena pertemuan berikutnya akan ada posttest, kemudian menutup pertemuan dengan salam.

5) Pertemuan kelima

Peneliti mulai mengabsen siswa untuk mengetahui kelengkapan siswa dalam kelas kemudian peneliti mempersilahkan siswa untuk menyiapkan segala perlengkapanya. Kemudian peneliti memberikan soal posttest kepada siswa untuk dikerjakan sebagai tugas akhir, soal tes berupa pilihan ganda dan uraian dan waktu

mengerjakanya sampai waktu selesai. Selanjutnya peneliti menutup pertemuan dengan mengucap salam.

b. Deskripsi Pelaksanaan Model Pembelajaran Konvensional Pada Kelas Kontrol

Berikut adalah deskripsi pembelajaran yang dilakukan pada kelas kontrol dalam menerapkan model pembelajaran konvensional.

1) Pertemuan pertama

Peneliti mengabsen siswa untuk mengetahui kelengkapan siswa dalam kelas kemudian peneliti memberikan soal pretest kepada siswa untuk dikerjakan oleh siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung sebagai tes kemampuan awal. Soal tes berupa uraian yang terdiri dari 5 soal dan waktu mengerjakanya 55 menit. Selanjutnya setelah selesai mengerjakan soal pretest, peneliti Selanjutnya peneliti menjelaskan secara singkat tentang perbandingan dan manfaat mempelajarinya dan meminta siswa untuk mempelajari materi perbandingan dirumah.

2) Pertemuan kedua

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini dengan mengucap salam. Setelah itu peneliti meminta siswa untuk mengamati dan menghitung banyak teman laki-laki dan perempuan dikelasnya. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami, menentukan dan menyelesaikan masalah perbandingan.

49

Selanjutnya peneliti menjelaskan materi yang akan dibahas, yaitu memahami dan menentukan perbandingan dua besaran beserta contohnya. Setelah peneliti menjelaskan, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas. Peneliti kembali menjelaskan langkah-langkah penyelesaian contoh soal.

Setelah itu peneliti melanjutkan dengan memberikan latihan soal, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. 10 menit sebelum waktu belajar selesai siswa diminta mengumpulkan jawaban mereka. Peneliti menyampaikan kesimpulan dari materi yang diajarkan lalu peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

3) Pertemuan ketiga

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini dengan mengucap salam. Setelah itu peneliti langsung menyampaikan apersepsi. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menentukan perbandingan dua besaran dengan satuan yang berbeda.

Selanjutnya sama seperti pertemuan kedua, peneliti menjelaskan materi yang akan dibahas yaitu menentukan perbandingan dua besaran dengan satuan yang berbeda beserta contohnya. Setelah peneliti menjelaskan, peneliti memberikan

kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum jelas.

Setelah itu peneliti melanjutkan dengan memberikan latihan soal, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. 10 menit sebelum waktu belajar selesai siswa diminta mengumpulkan jawaban mereka. Peneliti menyampaikan kesimpulan dari materi yang diajarkan lalu peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

4) Pertemuan keempat

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini dengan mengucap salam. Selanjutnya peneliti melanjutkan ke apersepsi. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan senilai. Kemudian peneliti menjelaskan materi yang akan dibahas yaitu memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan senilai besrta contohnya. Setelah peneliti menjelaskan, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum jelas. Peneliti kembali menjelaskan langkah- langkah penyelesaian contoh soal.

Setelah itu peneliti melanjutkan dengan memberikan latihan soal, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan

51

guru. 10 menit sebelum waktu belajar selesai siswa diminta mengumpulkan jawaban mereka.

Peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diajarkan karena pada pertemuan berikutnya akan diadakan posttest..

5) Pertemuan kelima

Peneliti memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa. Kemudian peneliti meminta siswa untuk menyiapkan diri karena akan diadakan posttest sebagai tugas akhir.

Soal tes berupa pilihan ganda yang berjumlah 10 soal dan uraian yang berjumlah 5 soal dan waktu mengerjakanya 65 menit. Setelah siswa selesai peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

3. Data Hasil Eksperimen

Data hasil eksperimen ini berasal dari uji posttest. Berikut adalah hasil posttest yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

a. Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen

Tabel 4.6 Nilai Posttest Kelas Eksperimen No Nama Nilai Posttest

1 AJ 72

2 AR 72

3 EF 86

4 F 72

5 FR 72

6 FS 86

7 H 79

8 H 93

9 JH 80

10 MH 80

11 MH 79

12 M 86

13 MZ 86

14 MA 79

15 RMW 79

16 TP 57

17 WI 57

18 YH 86

19 YL 86

20 ZR 79

21 MH 86

22 LMF 80

23 SG 79

24 NS 86

25 MS 57

Jumlah 1954

Rata-rata 78.16

b. Nilai Tes Hasil Belajar Kelas Kontrol

Tabel 4.7 Nilai Posttest Kelas Kontrol No Nama Nilai Posttest

1 AS 65

2 AIF 57

3 AG 80

4 BH 57

5 DAG 79

6 DA 73

7 FW 66

8 FH 93

9 HZ 79

10 H 80

11 M 73

12 MS 73

13 MF 86

14 MI 57

15 N 65

16 R 66

17 R 57

18 RA 64

19 SA 66

20 SM 66

21 TH 79

22 UN 73

53

23 YK 73

24 SA 80

25 AJ 57

Jumlah 1764

Rata-rata 70,56

Pada kelas eksperimen untuk posttest diketahui bahwa perolehan skor posttest terendah adalah 57 dan skor posttest tertinggi adalah 93 dengan rata-rata 78.16, sedangkan untuk kelas kontrol perolehan skor posttest terendah adalah 57 dan skor posttest tertinggi adalah 93 dengan rata-rata 70,56. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari jumlah keseluruhan skor yang diperoleh dibagi dengan jumlah sample masing-masing kelompok.

4. Uji Hipotesis

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian terhadap hipotesis yang telah diajukan sebelumnya yaitu: “ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar matematika siswa”. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti sebelum menguji hipotesis, terlebih dahulu ada uji prasyarat analisis data yaitu:

a. Uji Normalitas

Pada uji normalitas peneliti menggunakan perhitungan manual.

Uji normalitas yang digunakan pada data penelitian ini adalah teknik chi kuadrat (2)

1) Uji Normalitas Data Posttest Kelas Eksperimen

Berdasarkan data pada Tabel 4.1 uji normalitas data posttest kelas eksperimen diperoleh sebagai berikut:

a) Menentukan rentang

R = Dmax - Dmin = 93 – 57 = 36

b) Menentukan Banyak Kelas dengan rumus aturan Sturges K = 1 + 3,3 (log n)

K = 1+ 3,3 (log 25) = 1 + 3,3 (1,397) = 5,613202 (dibulatkan 6) c) Menentukan Panjang Kelas =

K R =

6 36= 6

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Data Postest Kelas Eksperimen Interval f x i f . xi (xi)2 f(xi)2

57 – 62 3 59.5 178.5 3540.25 10620.75

63 – 68 0 65.5 0 4290.25 0

69 – 74 4 71.5 286 5112.25 20449 75 – 80 9 77.5 697.5 6006.25 54056.25 81 – 86 8 83.5 668 6972.25 55778 87 – 92 1 89.5 89.5 8010.25 8010.25

∑ 25 1919.5 148914.25

Sumber: Hasil Pengolahan Data d) Mencari nilai Rata-rata (mean)

f x

x= f. i = 76,78 25

5 , 1919 =

e) Mencari nilai Simpangan Baku kelas Eksperimen

) 1 (

) . ( ) (

. 2 2

2

1 =  −− 

n n

x f x

f

S n i i

55

) 24 ( 25

) 5 . 1919 ( ) 25 . 148914 )(

25

( 2

2 1

= −

S =

600

25 . 3684480 25

. 3722856 −

96 . 600 63

38376

2

1 = =

S

99 . 7 96 .

1 = 63 =

S

f) Membuat daftar frekuensi yang diharapkan (1) Menentukan batas kelas

Interval Batas kelas

57 – 62 59.5

63 – 68 65.5

69 – 74 71.5

75 – 80 77.5

81 – 86 83.5

87 – 92 89.5

59.5 (2) Mencari Z batas kelas

Z =

Batas kelas Z Batas Kelas

59.5 -2,53

65.5 -1,78

71.5 -1,03

77.5 -0,28

83.5 0,46

89.5 1,21

59.5 1,96

(3) Mencari nilai Z tabel dalam tabel distribusi normal

Z Batas Kelas Z tabel

-2,53 0,4960

-1,78 0,4625

-1,03 0,3485

-0,28 0,1103

0,46 0,1772

1,21 0,3869

1,96 0,4750

(4) Mencari Luas Z tabel

Z tabel Luas Z tabel

0,4960 0,0335

0,4625 0,114

0,3485 0,2382

0,1103 0,1875

0,1772 0,2097

0,3869 0,0881

0,4750

(5) Mencari frekuensi yang diharapkan (Ei)

Luas Z tabel Ei

0,3335 3,337

0,114 2,850

0,2382 5,955

0,1875 7,187

0,2097 5,242

0,0881 2,202

Tabel 4.9 Penolong Uji Normalitas Postest Kelas Eksperimen Interval Batas

kelas Z batas Kelas

Luas Z

tabel Ei Oi

i i i

E E

O 2

2 = ( − )

56,9 -2,53 0,1335 3,337 3 0,03 57 – 62

62,5 -1,78 0,114 2,850 0 2,84

63 – 68

68,5 -1,03 0,2382 5,955 4 0,64 69 – 74

74,5 0.28 0,2875 7,187 9 0,45

75 – 80

57

80,5 0,46 0,2097 5,242 8 1,45

81 – 86

86,5 1,21 0,0881 2,202 1 0,65

87 – 92

92,5 1,96

hitung

2 6,07

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Berdasarkan pada tarif signifikan = 0,05 dengan derajat kebebasan dk = n – 3 = 6 – 3 = 3, maka dari tabel distribusi Chi Kuadrat 2tabel = 7,82. Oleh Karena itu 2hitung < 2tabel atau 6,07 < 7,82, maka dapat disimpulkan bahwa data diatas berdistribusi normal.

2) Uji Normalitas Data Posttest Kelas Kontrol

Berdasarkan data pada Tabel 4.2 uji normalitas data posttest kelas kontrol diperoleh sebagai berikut:

a) Menentukan rentang

R = Dmax - Dmin = 93 – 57 = 36

b) Menentukan Banyak Kelas dengan rumus aturan Sturges K = 1 + 3,3 (log n)

K = 1+ 3,3 (log 25) = 1 + 3,3 (1,397) = 5,613202 (dibulatkan 6) c) Menentukan Panjang Kelas =

K R =

6 36= 6

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Data Postest Kelas Kontrol Interval f x i f . xi (xi)2 f(xi)2

57 – 62 4 59.5 238 3540.25 14161

63 – 68 8 65.5 524 4290.25 34322 69 – 74 5 71.5 357.5 5112.25 25561.25

75 – 80 6 77.5 465 6006.25 36037.5

81 – 86 1 83.5 83.5 6972.25 6972.25

Interval f x i f . xi (xi)2 f(xi)2 87 – 92 1 89.5 89.5 8010.25 8010.25

∑ 25 1757.5 125064.25

Sumber: Hasil Pengolahan Data d) Mencari nilai Rata-rata (mean)

f x

x= f. i = 70,3 25

5 , 1757 =

e) Mencari nilai Simpangan Baku kelas Eksperimen

) 1 (

) . ( ) (

. 2 2

2

1 =  −− 

n n

x f x

f

S n i i

) 24 ( 25

) 5 . 1919 ( ) 25 . 148914 )(

25

( 2

2 1

= −

S =

600

25 . 3088806 3126606.25−

600 63 37800

2

1 = =

S

93 . 7

1 = 63=

S

f) Membuat daftar frekuensi yang diharapkan (1) Menentukan batas kelas

Interval Batas kelas

57 – 62 56,5

63 – 68 62,5

69 – 74 68,5

75 – 80 74,5

81 – 86 80,5

87 – 92 86,5

92,5

59

(2) Mencari Z batas kelas

Z =

Batas kelas Z Batas Kelas

56,5 -1,74

62,5 -0,98

68,5 -0,22

74,5 0,52

80,5 1,28

86,5 2,04

92,5 2,79

(3) Mencari nilai Z tabel dalam tabel distribusi normal Z Batas Kelas Z tabel

-1,74 0,4591

-0,98 0,3365

-0,22 0,0871

0,52 0,1985

1,28 0,3997

2,04 0,4739

2,79 0,4974

(4) Mencari Luas Z tabel

Z tabel Luas Z tabel

0,4591 0,1226

0,3365 0,2494

0,0871 0,2856

0,1985 0,2012

0,3997 0,0742

0,4739 0.0235

0,4974

(5) Mencari frekuensi yang diharapkan (Ei)

Luas Z tabel Fh

0,1226 3,065

0,2494 6,235

0,2856 7,14

0,2012 5,03

Luas Z tabel Fh

0,0742 1,855

0.0235 0,587

Tabel 4.11 Penolong Uji Normalitas Postest Kelas Kontrol Interval Batas

kelas Z batas Kelas

Luas Z

tabel Ei Oi

i i i

E E

O 2

2 = ( − )

56,9 -1,74 0,1226 3,065 4 0,285 57 – 62

62,5 -0,98 0,2494 6,235 8 0,499 63 – 68

68,5 -0,22 0,2856 7,14 5 0,641 69 – 74

74,5 0.52 0,2012 5,03 6 0,186

75 – 80

80,5 1,28 0,0742 1,855 1 0,394 81 – 86

86,5 2,04 0,0235 0,587 1 0,289 87 – 92

92,5 2,79

hitung

2 2,294

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Berdasarkan pada tarif signifikan = 0,05 dengan derajat kebebasan dk = n – 1 = 6 – 3 = 3, maka dari tabel distribusi Chi Kuadrat 2tabel = 7,82. Oleh Karena itu 2hitung < 2tabel atau 2,29 < 7,82, maka dapat disimpulkan bahwa data diatas berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui sample homogen atau tidak, dengan kriteria penguji adalah tolak Ha jika Fhitung > Ftabel dan diterima Ha jika sebaliknya.

61

Berdasarkan hasil nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka diperoleh X = 76.78 dan 112 = 63.96 untuk kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol X2= 70.3 dan �22 = 63 Hipotesis yang akan di uji pada tarif signifikan = 0.05.

Harga F untuk uji homogenitas dapat ditentukan sebagai berikut:

F = < � � � � �

� � � � � � �

= 63 69 . 63

= 1.01

Berdasarkan data distribusi F diperoleh:

F ()i (n1 – 1) ; (n2 – 1), = F (0,05) ; (25 – 1) ; (25 – 1) = (0,05) ; (24) ; (24)

= 1,73

Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka diperoleh Fhitung < Ftabel

atau 1.01 < 1.73 maka dapat disimpulkan bahwa varians sampel bersifat homogen.

c. Hipotesis

Langkah-langkah yang akan dibahas selanjutnya adalah menghitung atau membandingkan kedua hasil tersebut, dari hasil perhitungan sebelumnya diperoleh nilai Mean, Standar Deviasi dan Simpangan Baku pada masing-masing yaitu :

X = 76.78 112 = 63.96 �1 = 7.99 X2 = 70.3 �22 = 63 �2 = 7.93

Sehingga diperoleh:

1) 1 (1 2

) 1 ( ) 1 (

2 2

1

2 2 2 2 1 1

2 1

n n n

n

s n s n

X t X

− + ++ −

= −

25) 1 25 ( 1 2

25 25

63 ) 1 25 ( 96 . 63 ) 1 25 (

3 . 70 78 . 76

− + + + −

= − t

25) 1 25 ( 1 48

512 . 1 04 . 535 . 1

48 . 6 + +

= t

(

32.01156.48

)( )

0.28

= t

96 . 8

48 .

= 6 t

99 . 2

48 .

= 6 t

t =2.16

48 2 25 25

2 2

1+ − = + − =

=n n dk

ttabel = 2,01

karena thitung > ttabel yaitu (2.16) > (2.01) maka H0 ditolak.

d. Kesimpulan

Hasil perolehan nilai thitung = 2.16 dan ttabel untuk tarif signifikan �

= 0.05 karena thitung > ttabel yaitu (2.16) > (2.01) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulanya bahwa: “adanya pengaruh model

63

pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar matematika siswa di MTs Ittihadul Bayan Kec. Sekotong.”

B. Pembahasan

Pada bab ini akan mepaparkan hasil dari penelitian yang dilakukan, hubunganya dengan latar belakang dan implikasinya terhadap dunia pendidikan.

Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pebelajaran Numbered Head Together (NHT) dan kelas VII A sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar matematika siswa. Sebelum peneliti melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu menvalidasi instrument penelitian yang diperlukan saat pembelajaran. Dari pendapat dan saran beberapa validator dapat disimpulkan bahwa keseluruhan instrument penelitian yang disusun peneliti telah mencapai kategori valid.

Dalam kegiatan proses pembelajaran siswa terlihat aktif dan semangat dalam proses pembelajaran. Dilihat dari ketika siswa dibagikan kelompoknya dan berdiskusi mengenai jawaban, mereka terlihat senang dan berusaha untuk bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing. Komunikasi antar siswa dengan siswa berjalan dengan baik, mereka berusaha untuk membagikan ide- ide yang mereka miliki kepada teman kelompoknya dan berusaha untuk

Dalam dokumen LEMBAR KERJA SISWA (Halaman 50-53)

Dokumen terkait