BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Sebelum menggunakan peralatan penelitian untuk memperoleh data penelitian, terlebih dahulu dilakukan upaya
51 Riduwan, Dasar-dasar Statistika (Bandung: Alfabeta, 2014), 51.
38
untuk memperoleh peralatan yang efektif dan andal.
2. Uji validitas
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel. Pengambilan keputusannya bahwa setiap indikator valid.
a. Apabila nilai rhitung > atau sama dengan rtabel atau rhitung
berada di bawah 0,05 dikatakan valid.
b. Apabila rhitung < atau sama dengan rtabel atau rhitung berada di bawah 0,05 dikatakan tidak valid.
Untuk menentukan nilai r hitungnya dibantu dengan program SPSS, yang ditentukan dengan nilai korelasi total dari elemen yang disesuaikan. Rumus korelasi yang digunakan adalah korelasi produk momen Pearson sebagai berikut:52
𝑟𝑥𝑦 =𝑁 𝑥𝑦 − 𝑥 ( 𝑦)
𝑁 𝑥2 − 𝑥2 (𝑁 𝑦2 − 𝑦2 ) Keterangan:
rxy : angka indeks korelasi product moment
∑x : jumlah seluruh nilai X
∑y : jumlah seluruh nilai Y
∑xy : jumlah hasil perkalian nilai X dan Y N
: jumlah data
Pengecekan validitas digunakan untuk mendapatkan data yang valid. Hasil untuk data yang valid memiliki kesamaan antara data yang dikumpulkan dengan apa yang sebenarnya terjadi pada subjek penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus mampu mengontrol siapa yang sedang diteliti dan meningkatkan kemampuannya dalam mengukur variabel yang diteliti.53
52 J Supranto, Statistik : Teori dan Aplikasi Edisi Keenam (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2000), 98.
53 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2012), 117.
39 2. Uji reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan bahwa alat tersebut dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pendataan karena alat tersebut sudah benar. Kehandalan menunjukkan sejauh mana suatu alat dapat memberikan hasil yang baik. Suatu pengukuran yang konsisten jika pengukuran tersebut diulangi pada gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. Uji reliabilitas ini hanya dilakukan untuk data yang telah dinyatakan reliabel.
Rumus Kroanbach alpha (α) digunakan untuk memverifikasi keandalan data. Jika nilai alpha Kroanbach pada variabel > 0,60 maka indikator yang digunakan variabel tersebut reliabel, sedangkan jika nilai alpha Kroanbach pada variabel <
0,60 maka indikator yang digunakan variabel tersebut tidak reliabel.54
3. Uji Asumsi Klasik
Saat melakukan pemrosesan data dan analisis data, studi ini harus menguji asumsi. Model regresi yang digunakan untuk prediksi harus terlebih dahulu memenuhi beberapa asumsi. Ini disebut uji asumsi klasik. Adapun uji asumsi yang harus dipenuhi yakni:
a. Uji normalitas
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai residu atau perbedaan penelitian yang berdistribusi normal atau tidak normal. Nilai residual kurva dapat dilihat pada output analisis SPSS sebagai kurva berbentuk lonceng, jika data berdistribusi normal. Uji normalitas deskriptif dapat dilakukan dengan menggunakan residual dari regresi histogram standar. Secara statistik, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis eksplorasi dan penggunaan signifikansi pada kolom Kolmogorov-Smirnov. Adapun Teknik analisisnya adalah :
1) Apabila nilai probability sig 2 tailed ≥ 0,05 maka
54 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta:
Rineka Cipta, 2013), 239.
40 distribusi datanya normal.
2) Apabila nilai probability sig 2 tailed < 0,05 maka distribusi datanya tidak normal.55
b. Uji multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi (hubungan) yang signifikan antar variabel bebas. Jika terdapat korelasi yang signifikan, berarti aspek yang sama diukur dalam variabel bebas. Ini tidak dapat digunakan untuk secara bersama-sama menentukan kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen.
Pengujian multikolinearitas menggunakan SPSS dilakukan dengan menggunakan uji regresi dengan memperhatikan nilai koefisien inflasi varians (VIF) dan koefisien korelasi antar variabel bebas.. Kriteria yang digunakan adalah :
1) Jika nilai VIF < 10 atau memiliki toleransi > 0,1 maka dikatakan tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model regresi;
2) Jika koefisien korelasi antar variabel bebas kurang dari 0,5 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas.56 4. Analisis Regresi
Analisis regresi merupakan analisis ketergantungan dari satu atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel tergantung, dengan tujuan untuk menduga atau memprediksi nilai rata-rata populasi berdasarkan nilai-nilai variabel bebasnya.57 Regresi linier merupakan salah satu perhitungan time series metode kuantitatif dimana waktu digunakan sebagai dasar prediksi.58 Metode analisis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik regresi linier sederhana dan regresi linier
55 Imam Machali, Metode Penelitian Kuantitatif (Yogyakarta: Prodi MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan UIN Sunan Kalijaga, 2017), 89.
56 Imam Machali, Metode Penelitian Kuantitatif, 107.
57 Suliyanto, Ekonomertika Terapan,(Yogyakarta CV. Andi Offset, 2011), hlm.
37.
58 N Almumtazah et al., “Prediksi Jumlah Mahasiswa Baru Menggunakan Metode Regresi Linier Sederhana,” Jurnal Ilmiah Matematika Dan Terapan 18, no. 1 (2021): 31-40 diakses, Oktober, 24, 2021.
41
berganda dengan media atau alat analisa yakni SPSS 16.
a. Regresi Linier Sederhana
Regresi linier sederhana merupakan teknik statistik untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.59Dapat diartikan juga bahwa regresi linear sederhana adalah metodestatistik yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan sebab akibat antar variabel faktor penyebab (X) terhadap variabelakibatnya.60
Berikut persamaan dasar metode regresi linier sederhana : 𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑋 (1)
di mana :
𝑌 = Variabel terikat 𝑎 = Intercept
𝑏 = Koefisien variabel 𝑋 𝑋 = Variabel bebas.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen atau yang tidak dipengaruhi dilambangkan dengan X adalah pengaruh labelisasi halal, kualitas produk dan harga sedangkan yang menjadi variabel dependen atau yang dipengaruhi dilambangkan dengan Yadalah tingkat penjualan produk UMKM Kopi di Kabupaten Lombok Utara.
b. Analisis Linier Berganda (Multiple Linearity Regression) Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dua atau lebih variabel bebas dengan cara bersama terhadap satu variabel terikat. Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,X3,….Xn) dengan variabel dependen (Y).61
59 Eko Putra, “Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Citra Swalayan Dengan Variabel Intervening Service Quality,” E-Jurnal Apresiasi Ekonomi, 2014.
60 Petrus Katemba dan Rosita Koro Djoh, “Prediksi Tingkat Produksi Kopi Menggunakan Regresi Linear,” Jurnal Ilmiah FLASH 3, no. 1 (2017): 42-51 diakses, Oktober, 23, 2021, http://jurnal.pnk.ac.id/index.php/flash/article/view/136.
61 Eko Ari Asmoko, “Pengaruh Brand Image, Brand Trust, Dan Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Shampo Clear”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Purworejo, 2017), hlm. 46.
42
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh Labelisasi Halal, Kualitas Produk dan Harga terhadap Tingkat Penjualan Produk UMKM Kopi di Kabupaten Lombok Utara. Analisis statistik regresi linier berganda dimaksudkan untuk mengetahui kuatnya hubungan pengaruh beberapa variabel independen (independent variabel). Adapun model persamaan analisis regresi penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y= a+ b1X1+ b2X2+ …..+bnXn + € Keterangan :
Y : Tingkat Penjualan (Variabel Terikat) A : Konstanta
b123 : Koefisien variabel bebas, merupakan rata-rata perubahan per unit variabel terikat terhadap variabel bebas dengan asumsi variabel bebas lain konsta
X1 : Labelisasi Halal X2 : Kualitas Produk X3 : Harga
€ : Error (residu) , merupakan variabel lain yang juga mempengaruhi tetapi tidak dimasukkan sebagai variabel dalam penelitian ini
5. Uji Hipotesis a. Uji F
Uji F digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen (bebas) secara keseluruhan terhadap variabel dependen (terikat). Untuk dapat melihat pengaruh yang terjadi maka dilakukan dengan cara membandingkan nilai sig dengan nilai tingkat kepercayaan 0,05. Jika nilai sig lebih kecil dari nilai derajat kepercayaan (sig < 0,05), menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara semua variabel
43
bebas terhadap variabel terikat. Oleh karenanya pengajuan hipotesisnya adalah:
H0 : b1, b2 = 0, berarti variabel independen (X) secara serentak tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap dependen terikat (Y).
Ha : b1, b2 ≠ 0, berarti variabel independen (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Dasar pengambilan keputusan adalah Jika Fhitung >
Ftabel, maka H0 ditolak Ha diterima artinya variabel independen secara serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima Ha ditolak artinya variabel independen secara serentak tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dengan mengambil kesimpulan:
Nilai signifikan > 0,05 maka H0 diteria H1 ditolak Nilai signifikan < 0,05 maka H0 ditolak H1 diterima.62 b. Uji t (Uji pengaruh secara parsial)
Uji t digunakan untuk melihat signifikan dari pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual.63 Adapun langkah-lankah yang digunakan sebagai berikut :
1) Menentukan formulasi hipotesis diterima (H1) dan ditolak (H0)
2) Menentukan level of significance
62 N Almumtazah et al., “Prediksi Jumlah Mahasiswa Baru Menggunakan Metode Regresi Linier Sederhana,” 154.
63 Djarwanto dan Pangestu Subagyo, “Statistik Induktif”, (Yogyakarta : BPFE, 2000), hlm. 166.
44 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Pada bab sebelumnya telah diuraikan bahwa tujuan penelitian iniadalah ingin mengetahui seberapa besar pengaruh labelisasi halal, kualitas produk dan harga terhadaptingkat penjualan produk UMKM Kopi di Kabupaten Lombok Utara.
Dalam mendapatkan responden penelitian maka dilakukan penyebaran sebanyak 80 kuesioner kepada para konsumen dan produsen UMKM Kopi di Kabupaten Lombok Utara.
1. Karakteristik Responden
Gambaran umum responden ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari konsumen yang terpilih menjadi responden. Penggolongan konsumen didasarkan pada jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan saat ini, dan pendapatan per bulan.Dibawah ini adalah analisa mengenai data responden berdasarkankuesioner yaitu :
a. Jenis Kelamin
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin ∑ % Ket.
1 Laki-Laki 60 75
2 Perempuan 20 25
Jumlah 80 100
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan pemaparan tabel 4.1, dapat disampaikan bahwa dari 80 responden yang memberikan tanggapan terhadap kuisioner tersebut, didominasi oleh responden laki- laki dengan jumlah 60 orang (75%) dan sisanya merupakan responden perempuan sebanyak 20orang (25%).
45 b. Usia
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
NO Kisaran Usia ∑ % Ket.
1 23-32 40 50
2 33-42 20 25
3 43-52 10 12,5
4 53-62 10 12,5
Jumlah 80 100
Sumber : Data diolah 2022
Dari tabel 4.2 dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini yang menjadi subyek atau responden terdiri dari usia 23-32 tahun sebanyak 40 orang, usia 33-42 tahun sebanyak 20 orang, usia 43-52 tahun sebanyak 10 orang, dan usia lebih dari 53 tahun sebanyak 10 orang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan kebanyakan responden berusia lebih dari 23-32 tahun yaitu sebanyak 40 responden.
c. Pendidikan
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
NO Responden ∑ % Ket.
1 SD/MI 10 12,5
2 SMP/MTs 10 12,5
3 SMA/SMK/MA 40 50
4 SARJANA 20 25
Jumlah 80 100
Sumber : Data diolah 2022
Dari data responden berdasarkan karakteristik yang dikelompokkan kepada tingkat Pendidikan dapat disampaikan bahwa tingkat Pendidikan SMA/SMK/MA merupakan responden terbanyak yang memberikan
46
tanggapan terhadap kuisioner tersebut dengan jumlah 40 orang atau mencapai 50%, kemudian pada peringkat kedua yakni jenjang Sarjana dengan jumlah responden sebanyak 20 orang atau 20%, selanjutnyajenjang SMP/MTs 10 orang atau 12,5% dan yang terakhir tingkat SD/MI 10 orang atau 12,5%
dari jumlah responden yangada.
d. Data UMKM Kopi
Pada kuisoner penelitian ini, peneliti memberikan penegasan terhadap responden terkait karakteristik yang lebih khusus lagi agar data yang didapatkan bisa lebih spesifik sesuai dengan sampel penelitian ini dengan menambahkan karakteristik UMKM Kopi yakni produsen dan konsumen.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Data UMKM Kopi
NO Responden ∑ % Ket.
1 Produsen 20 25
2 Konsumen 60 75
Jumlah 80 100
Sumber : Data diolah 2022
Dengan melihat table 4.4 karakteristik nasabah ini sangat penting untuk memastikan seberapa jumlah data yang sesuai dengan karakteristik data yang dibutuhkan pada penelitian ini, karena penyebaran kuisioner menggunakan simple random sampling, di mana pemilihan sampel dilakukan secara acak sehingga muncul data nasabah dan bukan nasabah, sebagaimana table menunjukkan bahwa dari data yang diperoleh, ada 20 atau 25% data yang masuk sebagai produsen UMKM Kopi dan 75 atau 75% orang konsumen, sehingga dari data yang masuk, peneliti mengambil 80 data UMKM Kopi di Kabupaten Lombok Utara.
47 e. Pendapatan
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan
NO Kisaran Pendapatan ∑ % Ket.
1 ≤ 3.000.000 30 37,5
2 3.000.000 – 5.000.000 30 37,5
3 ≥ 5.000.000 20 25
Jumlah 80 100
Sumber : Data diolah 2022
Dari tabel 4.5 dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini yang menjadi subyek atau responden berpendapatan ≤ Rp. 3.000.000 sebanyak 30 orang, Rp.
3.000.000 – 5.000.000 sebanyak 30 orang, dan lebih dari ≥ Rp. 5.000.000 sebanyak 25 orang.
2. Hasil Pernyataan Responden
Agar dapat mengetahui pendapat atau persepsi yang diberikan responden pada masing- masing variabel dan pengambilan keputusan pembelian maka dilakukan analisa deskripsi variabel untuk mengungkap kondisi dari variabel- variabel dalam penelitian ini.
a. Indikator Variabel Labelisasi Halal.
Pada variabel X1 yakni labelisasi halal memiliki 5 indikator yang disampaikan dalam kuisioner, berikut dijelaskan dalam tabel.
Tabel 4.6
Indikator Variabel Labelisasi Halal No Indikator
Pernyataan
Jawaban Responden
STS TS S SS
∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
1 Gambar
dan/atau tulisan label halal
0 0 16 20.0 38 47.5 26 32.5
48 tercantum
dalam kemasan Produk
UMKM Kopi 2 Logo halal
menjadi pertimbangan dalam memilih produk UMKM Kopi KLU
1 1.2 25 31.2 35 43.8 19 23.8
3 Saya mengetahui maksud dari gambar
dan/atau tulisan label halal
2 2.5 18 22.5 43 53.8 17 21.2
4 Gambar
dan/atau tulisan Label Halal dapat dilihat dan dibaca dengan jelas
4 5.0 23 28.8 38 47.5 15 18.8
5 Saya mengetahui gambar dan/atau tulisan label halal adalah resmi dari LPPOM MUI atau BPJPH sekarang
1 1.2 26 32.5 36 45.0 17 21.2
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan data pada table 4.6 tentang respon yang disampaikan oleh responden terhadap pernyataan dari masing-masing indicator variabel, maka dapat dijelaskan bahwa dari kelima indikator yang ada, jumlah respon terbanyak yakni 43 orang dan mencapai 53,8 persen dari
49
respon yang ada ditemukan pada pernyataan indikator yang ketiga, yakni Saya mengetahui maksud dari gambar dan/atau tulisan label halal, kemudian angka sangat setuju yang mencapai 32,5% terdapat pada indikator yang pertama yakni Gambar dan/atau tulisan label halal tercantum dalam kemasan Produk UMKM Kopi. Ada angka tidak setuju yang patut jadi pertimbangan yakni mencapai 26 orang atau 32,5% pada indikator pengetahuan tentang gambar dan/atau tulisan label halal adalah resmi dari LPPOM MUI atau BPJPH sekarang.
b. Indikator Variabel Kualitas Produk
Pada variabel X2 yakni kualitas produk memiliki 5 indikator yang disampaikan dalam kuisioner, berikut dijelaskan dalam tabel.
Tabel 4.7
Indikator Variabel Kualitas Produk No Indikator
Pernyataan
Jawaban Responden
STS TS S SS
∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
6 Kinerja produk UMKM Kopi KLU sesuai dengan yang diinginkan
0 0 10 12.5 51 63.8 19 23.8
7 Daya tahan produk UMKM Kopi KLU sangat baik
0 0 17 21.2 36 45.0 27 33.8
8 Kualitas rasa Produk UMKM Kopi KLU sesuai dengan harapan saya
1 1.2 18 22.5 44 55.0 17 21.2
9 Fitur-fitur 0 0 12 15.0 46 57.5 22 27.5
50 kemasan pada
produk UMKM Kopi KLU sangat menarik 10 Produk
UMKM Kopi KLU memiliki kesan yang berkualitas dan elegan
5 6.2 23 28.8 31 38.8 21 26.2
Sumber : Data diolah 2022
Variabel berikutnya yakni variabel Pendidikan dengan lima indikator, berdasarkan analisa terhadap indikator pada table 4.7 tersebut yakni responden sangat menyetujui Kinerja produk UMKM Kopi KLU sesuai dengan yang diinginkan dilihat dari tingginya angka respon terhadap jawaban setuju mencapai 51 orang dengan persentase 63.8%, angka sangat setuju 19 orangatau mencapai 23.8%. Di indikator yang lain yakni pernyataan yang ke 10 dimana dengan Produk UMKM Kopi KLU memiliki kesan yang berkualitas dan elegan justru mengalami penolakan yang cukup tinggi dari responden terlihat dari tingginya angka tidak setuju terhadap respon tersebut mencapai 23orang atau 28,8% responden.
c. Indikator Variabel Harga
Pada variabel X3 yakni harga memiliki 5 indikator yang disampaikan dalam kuisioner, berikut dijelaskan dalam tabel.
Tabel 4.8
Indikator Variabel Harga No Indikator
Pernyataan
Jawaban Responden
STS TS S SS
∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
11 Harga produk
UMKM Kopi 0 0 11 13.8 43 53.8 26 32.5
51 KLU yang
ditawarkan produsen terjangkau oleh daya beli konsumen 12 Harga produk
UMKM Kopi KLU memiliki kualitas yang sesuai dengan harga yang ditawarkan
2 2.5 16 20.0 44 55.0 18 22.5
13 Harga produk UMKM Kopi KLU dapat bersaing dengan harga produk UMKM yang lain.
0 0 20 25.0 39 48.8 21 26.2
14 Produsen Produk UMKM Kopi KLU
memberikan potongan harga kepada
konsumen sesuai dengan jumlah pembelian
0 0 11 13.8 46 57.5 23 28.8
15 Harga yang ditawarkan pada produk UMKM Kopi KLU memiliki manfaat
4 5.0 22 27.5 35 43.8 19 23.8
52 yang sesuai
dengan yang diberikan
Sumber : Data diolah 2022
Dari hasil pengolahan data terhadap respon yang disampaikan oleh responden pada variabel yang ketiga yakni harga, dimanamuncul respon yang sangat tinggi dari variabel ketiga pada penelitianini yakni 46 orang memberikan respon setuju terhadap indicator yang menjelaskan bahwa Produsen Produk UMKM Kopi KLU memberikan potongan harga kepada konsumen sesuai dengan jumlah pembelian, yang artinya 57,5% dari 100% responden. Selanjutnya berbeda dengan indikator yang ke 5 atau pernyataan yang ke 15 bahwa dengan angka 35 sangat kecil pada jawaban setuju menunjukkan bahwa Harga yang ditawarkan pada produk UMKM Kopi KLU memiliki manfaat yang sesuai dengan yang diberikan, dengan penolakan yang cukup tinggi yakni 22 orang tidak setuju.
d. Indikator Variabel Tingkat Penjualan
Pada variabel Y yakni tingkat penjualan memiliki 5 indikator yang disampaikan dalam kuisioner, berikut dijelaskan dalam tabel.
Tabel 4.9
Indikator Variabel Tingkat Penjualan No Indikator
Pernyataan
Jawaban Responden
STS TS S SS
∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
16 Produk UMKM Kopi KLU mampu mencapai target
0 0 4 5.0 50 62.5 26 32.5
53 penjualan
17 Produk UMKM Kopi KLU mampu mendapatkan keuntungan atau laba yang menjanjikan
5 6.2 23 28.8 35 43.8 17 21.2
18 Produk UMKM Kopi KLU dapat menjaga kestabilan aktiva dan laba
0 0 20 25.0 38 47.5 22 27.5
19 Strategi pencantuman label halal dapat
meningkatkan penjulan produk UMKM Kopi KLU
0 0 17 21.2 35 43.8 25 35.0
20 Dengan meningkatkan kualitas produk dan harga produk yang terjangkau dapat
meningkatkan penjualan produk UMKM Kopi KLU
0 0 2 2.5 49 61.2 29 36.2
Sumber : Data diolah 2022
Variabel yang keempat dalam penelitian ini adalah tingkat penjualan, di mana tingkat penjualan merupakan
54
varibel dependen yang dicari keterpengaruhannya terhadap variabel independen. Peneliti menggunakan lima indikator terhadap variabel tingkat penjualan ini, sebagaimana disampaikan pada table 4.9 menjelaskan bahwa hasil pengolahan data kuisioner memberikan angka yang baik dari responden di mana angka setuju responden terhadap indikator tingkat penjualan tersebut stabil terlihat dari indikator ke 16 yakni Produk UMKM Kopi KLU mampu mencapai target penjualan yang artinya 50 orang responden atau 62,5% yang menunjukkan kesan positif terhadap tingkat penjualan.
3. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Validitas di definisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu test (alat ukur) melakukan fungsi ukurnya.
Test/alat ukur hanya dapat melakukan fungsinya dengan cermat kalau ada “sesuatu” yang diukurnya. Jadi, untuk dikatakan valid, test harus mengukur sesuatu dan melakukannya dengan cermat. Validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen pengukur mampu mengukur apa yang ingin diukur.
Pengertian secara umum mengenai validitas item ialah, bahwa sebuah item (pernyataan) dapat dikatakan valid jika mempunyai dukungan yang kuat terhadap skor total.
Dengan kata lain, sebuah item pernyataan dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika terdapat skor kesejajaran (korelasi yang tinggi) terhadap skor total item.
Dengan demikian, pengujian terhadap validitas item ini dilakukan dengan menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment.64 Untuk menginterpretasi data atau membaca hasil uji validitas dapat dilakukan dengan dua metode yaitu: 1) membandingkan nilai r-hitung dengan r-
64 Dodiet Aditya Setyawan, Modul Statistika: Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian, (Surakarta: POLTEKKES KEMENKES, 2014), hlm. 1-2.
55
tabel. Apabila r-hitung>r-tabel maka data dikatakan valid, sedngkan apabil r-hitung<r-tabel maka data tidak valid. 2) Melihat nilai signifikansi (p). Apabila p<0,05 maka data dikatakan valid, sedangkan apabila p>0,05 maka data dikatakan tidak valid.65
Dalam uji validitas item (pernyataan) ini, peneliti mengambil responden dari konsumen dan pelaku industri UMKM Sale Pisang di Kabupaten Lombok Utara. adapun jumlah responden dalam uji coba angket yaitu 40 responden.
r-tabel statistic pada 𝜶: 𝟎, 𝟎𝟓 dan df (n-2) = (40 – 2) = 38.
Nilai r-tabel yang berada pada kolom ke 38 pada lampiran r- tabel statistik product moment adalah 0,320 Selanjutnya akan disajikan tabel hasil uji validitas instrumen pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas
Variabel rhitung rtabel (5%) Keterangan Labelisasi Halal
X1 Pernyataan 1 0,491 0,320 Valid Pernyataan 2 0,676 0,320 Valid Pernyataan 3 0,804 0,320 Valid Pernyataan 4 0,678 0,320 Valid Pernyataan 5 0,697 0,320 Valid Kualitas Produk
X2 Pernyataan 6 0,739 0,320 Valid Pernyataan 7 0,678 0,320 Valid Pernyataan 8 0,852 0,320 Valid Pernyataan 9 0,580 0,320 Valid Pernyataan 10 0,660 0,320 Valid Harga
X3 Pernyataan 11 0,404 0,320 Valid
65 Ibid., hlm. 26.
56
Pernyataan 12 0,808 0,320 Valid Pernyataan 13 0,759 0,320 Valid Pernyataan 14 0,590 0,320 Valid Pernyataan 15 0,482 0,320 Valid Tingkat Penjualan
X1 Pernyataan 16 0,624 0,320 Valid Pernyataan 17 0,648 0,320 Valid Pernyataan 18 0,473 0,320 Valid Pernyataan 19 0,668 0,320 Valid Pernyataan 20 0,534 0,320 Valid
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan hasil uji validitas dapat diketahui bahwa semua nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,320) pada taraf signifikansi 5% atau 0,05. Artinya tiap item pernyataan/
indikator variabel labelisasi halal, kualitas produk, harga dan tingkat penjualan berkorelasi dengan skor totalnya serta data yang dikumpulkan dinyatakan valid dan siap untuk dianalisis.
b. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap alat test (instrumen). Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi jika hasil dari pengujian test/instrumen tersebut menunjukkan hasil yang tetap. Dengan demikian, masalah reliabilitas test/instrumen berhubungan dengan masalah ketetapan hasil.
Atau kalaupun terjadi perubahan hasil test/instrumen, namun perubahan tersebut dianggap tidak berarti. Menurut Djemari dalam Dodiet, kuesioner atau angket dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cornbach’s Alpha minimal 0,7.66
66 Dodiet Aditya Setyawan, Modul Statistika: Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian,, hlm.26.
57 Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.925 20
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas di atas, dapat disimpulkan bahwa uji reliabilitas data terhadap keseluruhan item valid menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha = 0,925.
Dengan merujuk pada pendapat Djemari dalam Dodiet, yang mengatakan bahwa angket dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cornbach’s Alpha minimal 0,7. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian yang telah diuji-cobakan ini dikategorikan reliabel karena menghasilkan nilai Aplha > 0,8. Uji reliabilitas instrument ini dilakukan dengan memasukkan item valid saja, dan membuang item tidak valid atau gugur. Untuk melakukan uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 16 for windows.
4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas yakni mengetahui apakah data yang disajikan untuk dianalisis lebih lanjut berdistribusi normal atau tidak untuk pengujian normalitas data. Adapun hasil uji normalitas berdasarkan teknik grafik histogram pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :
58 Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas
Sumber : Data diolah 2022
Dalam penelitian berdasarkan gambar 4.1 di atas dapat kita lihat data observasi dan data distribusi yang mendekati normal. Terlihat bahwa hasil output SPSS gambar Normal P-P Plot menunjukan pola distribusi yang mendekati normal dengan hipotesis, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas sehingga bisa disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui besarnya interkolerasi antar variabel bebas dalam penelitian ini. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat masalah Multikolinearitas. Apabila nilai toleransi di atas 0,01 dan