• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan Data

Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan. Atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan lain- lain56.Data yang akan dipakai dalam riset haruslah data yang benar, karena data yang salah akan menghasilkan informasi yang salah.

Adapun tekhnik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut:

1. Angket

Angket adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan

55Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian. Mataram: Jurusan PendidikanMatematika FITK IAIN (Mataram, 2013), hlm.50.

56M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya (Jakarta:

Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 82.

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.57

Peneliti menggunakan metode angket ini yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan serta pernyataan-pernyataan kepada responden yang dijadikan sampel oleh peneliti sekaligus dengan jawabannya dengan tujuan peneliti mendapatkan jawaban dan tanggapan yang peneliti inginkan.

2. Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data berbentuk dokumen atau tulisan. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan peraturan, catatan harian dan sebagainya.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan tata cara yang digunakan oleh para peneliti dalam rangka menganalisa data yang sudah dikumpulkan untuk mendapatkan kesimpulan sebagai hasil dari penelitian. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan tekhnik analisis regresi linear sederhana.

1. Uji Kualitas Instrumen

Angket yang digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini, harus diukur tingkat validitas dan reliabilitasnya agar dapat diandalkan.Instrument pada suatu penelitian harus memenuhi

57Sugiyono, Metode penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2011 ). hlm.142

persyaratan tertentu, yaitu valid dan reliabel. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur58. Sedangkan reliabel berarti apabila instrument tersebut digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama. Suatu instrument penelitian dikatakan berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya

2. Uji Validitas

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

Rumus :

2 2 2 2

y y

N x

x N

y x

xy rxy N

Keterangan :

xy = Koefisien korelasi antara variabel x dan y XY = Jumlah produk dari variabel x dan y X2 = Hasil pengkuadratan dari variabel y Y2 = Jumlah sampel yang akan diteliti.59

Jika nilai koefisien Product Moment Pearson (r) yang diperoleh adalah positif, kemungkinan butir yang diuji tersebut adalah valid. Walaupun positif perlu pula nilai Product Moment Pearson (r) tersebut diuji signifikan atau tidaknya. Jika korelasi signifikan maka item instrumen valid. Untuk menguji signifikasi Product

58Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuanti, Kuali, dan R&F (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 173.

59Ibid., h.183

Moment Pearsonberdasarkan hasil analisis itu dibandingkan dengan nilai koefesien Product Moment Pearsontabel pada taraf signifikasi. Berikut ini keriteria keputusan bahwa instrumen butir ke i valid atau tidak.

a) Instrumen valid, jika b) Instrumen tidak valid, jika

Tabel 3.2 Koefisien korelasi60

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 0,199 Sangat Rendah

0,20 0,399 Rendah

0,40 0,599 Cukup

0,60 0, 799 Kuat

0,80 1,000 Sangat Kuat

3. Uji Reliabilitas

Setelah melalui proses validitas suatu insturmen, maka selanjutnya akan diuji reliabilitasnya dengan menggunakan teknik belah dua dari Spearman Brown ( Split Half ) dengan rumus sbb :61

ri = 2 rb 1 + rb

60 Riduwan, Dasar-dasar Statistika, hal. 228

61Ibid., h.131

Dimana :

ri = Reliabilitas internal seluruh instrumen

rb = korelasi prosuct momen antara belahan pertama dan kedua 4. Uji Prasyarat

1) Uji Normalitas

Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berdistribusi secara normal atau tidak. Data sampel hanya dapat digeneralisasikan pada populasi apabila mempunyai sifat normal sebagaimana populasinya62. peneliti menggunakan SPSS dengan metode uji Kolmogorov smirnov kita cukup mencari sig (signifikansi). Jika signifikansi kurang dari 0,5, maka kesimpulannya data tidak berdistribusi normal. Tetapi jika signifikansi lebih dari 0,5, maka kesimpulannya data berdistribusi normal.63

2) Uji Homogenitas

Tehnik uji homogenitas sampel bertujuan untuk menguji kesamaan atau homogenitas beberapa bagian sampel yakni seragam tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama. Untuk uji homogenitas peneliti juga menggunakan program SPSS dengan uji one way anova. Jika signifikansi kurang dari 0,5,

62Purwanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Untuk psikologi dan pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2008), h. 286.

63Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian. (Mataram: Jurusan PendidikanMatematika FITK IAIN Mataram, 2013). hal. 140

maka kesimpulannya data tidak homogen atau tidak sama. Tetapi jika signifikansi lebih dari 0,5, maka kesimpulannya data homogenya atau sama

2 2

2 1

S F S

Keterangan:

F = Koofesien F hitung S12 = Varians terbesar S22 = Varians terkecil

Jika Fhitung < Ftabel, maka varians homogen dan jika Fhitung >

Ftabel, maka varians tidak homogen.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram

Program Studi Tadris IPS merupakan salah satu program studi yang bernaung di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram yang diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor: E/123/2001 tentang Penyelenggaraan Program Studi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mataram tertanggal 15 Mei 2001, yang pada saat itu bernama Program Studi Tadris IPS yang bernaung di bawah Jurusan Tarbiyah. Seiring dengan perjalanannya, izin penyelenggaraannya pun diperpanjang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/221/2007 tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Jenjang Strata Satu (S1) pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram tertanggal 29 Mei 2007.

Dalam perjalanannya Program studi Tadris IPS telah terjadi perubahan nama, yang semula Program Studi IPS menjadi Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi kemudian menjadi Program Studi Tadris IPS yang bernaung di bawah Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram.

Sekarang IAIN sudah beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Sampai saat ini Program studi Tadris IPS telah

40

dipimpin oleh lima orang, yaitu Ibu Dr. Hj. Lubna, M. Pd, dilanjutkan oleh Dr. H. Moh. Fachri, M. Pd, dilanjutkan oleh Dr. H.L. Mukhtar, M. Pd, dilanjutkan oleh Dr. Supardi, M. Pd. Kemudian dilanjutkan lagi oleh Bapak Sarapuddin, M.A waktu itu sebagai Pelaksana Tugas (PLT), terakhir yang menjabat sampai sekarang adalah Bapak H. Ibnu Hizam, M.Pd.

Program studi ini dikelola oleh Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, didukung oleh unsur pelaksana administrasi akademik, laboratorium, perpustakaan dan unsur-unsur pelaksana administrasi.

Penyelenggaraan jurusan ini selalu mengacu pada visi, misi, sasaran dan tujuan yang ditetapkan.

2. Visi dan Misi Jurusan 2.1. Visi Jurusan

Terkemuka dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Ekonomi) berbasis keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan

2.2. Misi Jurusan

Berdasarkan visi, maka misi program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial adalah:

1) Menyelenggarakan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Ekonomi) berbasis kemanusiaan ipteks (ilmu Pengetahuan, teknologi, dan seni), dan keindonesiaan.

2) Mengembangkan budaya penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS-Ekonomi) berbasis keislaman dan kemanusiaan.

3) Meningkatkan pengabdian Masyarakat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS) berbasis keislaman dan kemanusiaan.

4) Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak sebagai perwujudan dari tridarma perguruan tinggi, terutama dibidang ilmu pengetahuan sosial (IPS-Ekonomi) berbasis keislaman dan kemanusiaan.

2.3. Tujuan Jurusan

1) Menghasilkan tenaga pendidik untuk menjadi guru dalam ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Ekonomi) yang propesional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah

2) Menghsilkan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai guru Mata Pelajaran Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan Sosial pada jenis pendidikan formal dan informal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

3) Menghasilkan tenaga nonkependidikan di bidang dunia usaha (entrepreneur muslim) yang kreatif dan inovatif yang memiliki kompetensi tambahan dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM), baik secara

mamdiri maupun secara bersama-sama dengan lembaga usaha yang lain.

4) Menghasilkan temuan-temuan ilmiah yang berkualitas dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Ekonomi) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat luas.

5) Menghsilkan calon-calon ilmuan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi (S2).

2.4. Kompetensi Lulusan Kompetensi Utama

1) Kreatif dan inovatif didalam tujuan-tujuan aktivitas pembelajaran 2) Jiwa dan Prilaku kepemimpinan yang berkualitas ditunjukkan

dengan krakteristik pribadi seorang pendidik.

3) Propesionalisme didalam menjalankan tugas pokok dan fungsi menjadi tenaga pendidik.

4) Karya ilmiah sebagai produk pemikiran dan inovasi pembelajaran dan sumber belajar.

Kompetensi Lainnya

1) Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan ilmu ekonomi dan keguruan saja, tetapi juga dibekali dengan ilmu dan pengetahuan agama secara umum dan keterampilan teknis.

2) Mahasiswa mampu mengaplikasikan kemampuan alternative non kependidikan dibidang usaha dalam mengambangkan usaha kecil menengah.

3) Mahasiswa mampu mengambangkan program keilmuan dan sumber daya manusia dalam dinian kerja.

3. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas angket

Data dalam penelitian ini berupa data kecerdasan Logis matematis dan hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS semester III UIN Mataram. Untuk mendapatkan data kecerdasan Logis matematis dan data nilai mahasiswa, peneliti menggunakan angket sebagai instrumen penelitian.

Suatu instrumen dikatakan baik, jika instrumen tersebut valid dan reliabel. Oleh karena itu sangat perlu untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Untuk mengetahui validitas instrumen peneliti melakukan uji coba instrumen kepada mahasiswa Program studi Tadris IPS semester III dari kelas A-F dengan jumlah 154 orang. dari masing-masing kelas peneliti mengambil perwakilan 5 mahasiswa sehingga yang menjadi sampel penelitian sejumlah 30 orang.

Berdasarkan hasil uji coba angket yang terdiri dari 25 item.

semua item pernyataan tersebut valid sehingga peneliti menggunakan semua item pertanyaan itu untuk mengambil data dalam penelitian.

Suatu butir item pertanyaan dikatakan valid jika nilai koefisien korelasi antara variabel XY (rxy) lebih besar dari pada

korelasi product moment pada tabel (rxy> r tabel) dengan N = 30 pada taraf kesalahan 5% dengan nilai 0,361. Dari hasil perhitungan validitas angket kecerdasan logis matematis mahasiswa dengan menggunakan Ms. Excel nilai rxy lebih besar dari nilai r tabel.64Ini menunjukkan bahwa item angket tersebut valid. Sehingga dapat digunakan untuk mengambil data penelitian.

b. Reliabilitas Angket

Untuk mengukur tingkat kepercayaan, keterandalan dan terukurnya instrumen angket yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti selanjutnya menguji reliabilitas angket dengan menggunakan rumus Alfa Cronbach, dan seluruh perhitungannya menggunakan program SPSS.

Tabel 4.1 Kreteria reliabilitas

Reliabilitas Interpretasi

0,81 1,00 Sangat tinggi

0,61 0,80 Tinggi

0,41 0,60 Cukup

0,21 0, 40 Rendah

0,00 0,20 Sangat Rendah

Tabel 4.2

Hasil Output SPSS uji Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.666 25

64Lampiran 1

Suatu angket dikatakan reliabel jika ri hitung sama atau lebih besar dari pada r tabel. Berdasarkan hasil perhitungan rumus Alfa Cronbach dengan menggunakan program SPSS didapatkan ri

hitung untuk Variabel X (kecerdasan logis matematis mahasiswa) sebesar 0,666. Dengan demikian didapatkan ri hitung lebih besar dari r tabel 0,361. Hal ini berarti bahwa instrument angket yang digunakan merupakan angket yang reliabel. Adapun tingkat reliabilitasnya berada pada kriteria tinggi. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan program SPSS.

4. Pengumpulan data dan penyajian data a. Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh suatu data yang valid dan akurat untuk dituangkan dalam penyajian data, sehingga dapat diketahui tentang pengaruh kecerdasan logis matematis. Hal ini akan sangat membantu dalam penyajian data, sehingga akan diketahui pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa jurusan Tadris IPS pada mata kuliah pengantar akuntansi tersebut.

Instrumen angket diberikan kepada mahasiswa ada yang secara online yakni via WhatsApp, ada juga yang diberikan secara langsung, dan angket tersebut dijawab oleh mahasiswa yang bersangkutan. Hal ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengaruh kecerdasan logis matematis. Begitu juga untuk

memperoleh data tentang hasil belajar mahasiswa, peneliti langsung meminta nilai ujian akhir mata kuliah pengantar akuntansi kepada mahasiswa bersangkutan.

b. Penyajian Data

Sebagai langkah awal untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN mataram tahun akademik 2020/2021, maka terlebih dahulu dilakukan penyajian data hasil penelitian. Hasil penelitian merupakan salah satu bagian penting dalam mendeskripsikan data yang diperoleh dilapangan.

Data yang disajikan dalam sub ini adalah data tentang kecerdasan logis matematis dan hasil belajar mahasiswa IPS pada mata kuliah pengantar akuntansi di Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN mataram tahun akademik 2020/2021.

Untuk mengetahui berpengaruh atau tidaknya kecerdasan logis matematis (variabel X) dengan hasil belajar mahasiswa (variabel Y), peneliti telah melakukan pengedaran angket yang bertujuan untuk mengetahui kecerdasan logis matematis dan mengumpulkan data hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi.

Data yang akan disajikan adalah menyangkut data tentang

kecerdasan logis matematis dan data hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi.

Sehubungan dengan hal ini, Peneliti menyajikannya pada Tabel berikiut ini:

Tabel 4.3

Data kecerdasan logis matematis (X) dan hasil belajar (Y) mahasiswa program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram

tahun Akademik 2020/2021.

NO NIM NAMA X Y

1 190105001 Responden 1 35 45

2 190105004 Responden 2 47 80

3 190105005 Responden 3 40 75

4 190105011 Responden 4 36 75

5 190105013 Responden 5 48 55

6 190105029 Responden 6 44 60

7 190105030 Responden 7 36 50

8 190105031 Responden 8 41 55

9 190105035 Responden 9 43 60

10 190105036 Responden 10 37 70

11 190105039 Responden 11 34 40

12 190105044 Responden 12 38 60

13 190105045 Responden 13 40 70

14 190105060 Responden 14 36 45

15 190105061 Responden 15 34 40

16 190105074 Responden 16 43 70

17 190105076 Responden 17 45 45

18 190105087 Responden 18 43 75

19 190105091 Responden 19 45 70

20 190105094 Responden 20 45 70

21 190105105 Responden 21 50 80

22 190105111 Responden 22 38 50

23 190105112 Responden 23 44 70

24 190105113 Responden 24 48 80

25 190105126 Responden 25 48 75

26 190105135 Responden 26 44 55

27 190105141 Responden 27 46 70

28 190105143 Responden 28 46 70

29 190105156 Responden 29 42 50

30 190105161 Responden 30 44 65

Jumlah 1260 1875

Rata-Rata 42 62,5

Sumber: Tabulasi data hasil angket untuk variabel X, dan variabel Y.

Dari tabel di atas dapat kita gambarkan bahwa untuk data kecerdasan logis matematis skor tertinggi yang diperoleh adalah 50 dan terendah adalah 34, dengan rata-rata 42, Sedangkan untuk data hasil belajar mahasiswa skor tertinggi yang diperoleh adalah 80 dan terendah 40 dengan rata-rata 62,5.

B. Pembahasan 1. Analisis Data

Penganalisisan data merupakan suatu proses lanjutan dari kegiatan pengumpulan dan penyajian data. Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data yang sudah ada. Dalam perspektif kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan peneliti setelah data dari responden terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan

kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021

Adapun tahap analisis data sebagai berikut:

a. Analisis tahap awal 1) Uji normalitas

Untuk menguji normalitas peneliti menggunakan SPSS

dengan metode uji Kolmogorov smirnov kita cukup mencari sig (signifikansi). Jika signifikansi kurang dari 0,5, maka kesimpulannya data tidak berdistribusi normal. Tetapi jika signifikansi lebih dari 0,5, maka kesimpulannya data berdistribusi normal.65

Adapun hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS dengan uji Kolmogorov smirnov adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4.

Hasil Output SPSS dengan rumus One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 10.09941494

Most Extreme Differences Absolute .081

Positive .081

Negative -.075

Test Statistic .081

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai Asymp. sig sebesar 0,200, jadi karena signifikasi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

2) Uji Homogenitas

Untuk uji homogenitas peneliti juga menggunakan program SPSS. Jika signifikansi kurang dari 0,5, maka kesimpulannya data tidak homogen atau tidak sama. Tetapi jika signifikansi lebih dari

65Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian. (Mataram: Jurusan PendidikanMatematika FITK IAIN Mataram, 2013). hal. 140

0,5, maka kesimpulannya data homogeny atau sama. Adapun hasil uji homogenitas dengan program SPSS sebaga berikut:

Tabel. 4.5

Hasil output SPSS uji Homogenitas X

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.220 7 21 .336

Berdasarkan hasil uji SPSS diatas diketahui bahwa signifikansi variabel hasil belajar (Y) terhadap variabel kecerdasan logis matematis (X) =0.336 > 0,05, artinya data variabel hasil belajar (Y) berdasarkan variabel kecerdasan logis matematis (X) mempunyai varian yang sama.

b. Tekhnik uji hipotesis

Hipotesis statistik yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

Ha : Ada pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021.

Untuk mencari koefisien korelasinya adalah sebagai berikut:

Output Pertama dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS Tabel 4. 6

Hasil output SPSS Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .596a .355 .332 10.278

a. Predictors: (Constant), Angket

Berdasarkan output di atas diperoleh nilai R. Dalam regresi sederhana angka R menunjukan korelasi sederhana antara variabel X

terhadap Y. Angka R didapat 0,596, artinya korelasi antara variabel kecerdasan logis-matematis dengan hasil belajar pengantar akuntansi sebesar 0,596.

Untuk mengambil keputusannya didasarkan pada kriteria pengujian di bawah ini: Jika maka koefisien korelasi signifikan.

Jika , maka koefesien korelasi tidak signifikan.

Melihat taraf signifikansi 5% pada tabel r product moment dengan , maka diperoleh . Jadi 0,596>0,361, maka koefisien korelasi signifikan.

Kemudian untuk mencari persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

Output Kedua dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS Tabel 4.7

Hasil output SPSS Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 5.264 17.355 .303 .764

kecerdasan logis matematis

1.613 .411 .596 3.928 .001

a. Dependent Variable: hasil belajar

Berdasarka output di atas diperoleh nilai konstanta ( a) pada kolom B sebesar 5.264 dan koefisien regresi variabel kecerdasan logis- matematis (b) sebesar 1.613.

Beradasarkan hasil perhitungan dengan SPSS di atas diperoleh, yaitu a= 5.264 dan b= 1.613 Kemudian berdasarkan harga a dan b tersebut dapat dituliskan persamaan regresinya sebagai berikut

Y=5.264+1.613X atau hasil belajar matematika = 5.264+1.613 (kecerdasan logis matematis).

Persamaan ini dapat diprediksikan bahwa variabel kriterium Y rata-rata akan berubah sebesar 1.613 untuk setiap satu unit perubahan yang terjadi pada variabel prediktor.

Berdasarkan output di atas diketahui bahwa F hitung =15.425 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001, Apabila dikonsultasikan pada dengan db 1 dan 28 diperoleh 4,8 maka dan besarnya signifikansi adalah , maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa khususnya pada mata kuliah pengantar akuntansi di program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan

Untuk mencari residunya adalah sebagai berikut:

Output Ketiga dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS

Tabel. 4.8

Hasil output SPSS ANOVAa Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 1629.553 1 1629.553 15.425 .001b Residual 2957.947 28 105.641

Total 4587.500 29

a. Dependent Variable: hasil belajar

b. Predictors: (Constant), kecerdasan logis matematis

Keguruan UIN Mataram Tahun akademik 2020/2021 pada taraf signifikansi 5% .

Kemudian untuk melihat seberapa besar kontribusi kecerdasan logis matematis mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi di Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021, dapat dilihat pada output (Model Sumarry). Pada output (Model Sumarry) diperoleh

Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus Koefisien Determinasi yang dirumuskan

artinya kecerdasan logis-matematis memberikan kontribusi terhadap hasil belajar pengantar akuntansi sebesar 35,5% atau dapat disimpulkan hasil belajar pengantar akuntansi dipengaruhi oleh kecerdasan logis-matematis sebesar 35,5%.

Pengrauh yang dihasilkan dikategorikan sedikit, ini membuktikan bahwa responden dari penelitian ini rata-rata adalah orang yang tidak memiliki kecerdasan logis matematis yang menonjol, akan tetapi itu hanya dalam mata kuliah pengantar akuntansi saja, dalam mata kuliah yang lain ketika hasil belajar memuaskan pasti dipengaruhi oleh kecerdasan-kecerdasan yang lain. Jadi tidak bisa kita simpulkan ketika mahasiswa mendapatkan hasil belajar yang kurang baik di mata kuliah selain mata kuliah pengantar akuntasi itu karena kecerdasan logis matemastisnya kurang. Karena kecerdasan logis matematis ini memang kecerdasan dalam mengolah angka atau hitung menghitung.

2. Hasil Analisis

Berdasarkan analisa data, hasil perhitungan regresi linear sederhana dengan menggunakan program SPSS tentang pengaruh kecerdasan logis matematis (X) hasil belajar (Y) diperoleh persamaan regresi Berdasarkan pengujian hipotesis statistik

diperoleh nilai dan nilai 4,8 dengan

besar signifikansinya adalah 0.001 < 0.05, artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan kecerdasan logis-matematis terhadap hasil belajar pengantar akuntansi. Jadi persamaan regresi tersebut dapat digunakan untuk meramalkan besarnya variabel kriterium (Y) berdasarkan variabel prediktor (X).

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan logis matematis (variabel independen) terhadap hasil belajar matematika ekonomi (variabel dependen). Hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan regresi sebesar 15.425 lebih besar dengan F tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan N = 30 sebesar 4,6 berarti (15.425> 4,6).

Yang artinya lebih besar F hitung dengan F tabel. Sedangkan besarnya kontribusi pengaruh kecerdasan logis matematis siswa terhadap hasil belajar sebesar 35,5%.

Adapun persamaan regresi yang dapat disusun dari hasil analisis program SPSS adalah kecerdasan logis matematis (X) terhadap hasil

belajar mahasiswa (Y) yaitu Persamaan ini

menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit X akan mengakibatkan 1.613 unit kenaikan untuk Y. Artinya jika kecerdasan logis matematis mahasiswa tinggi, maka hasil belajar akan cenedrung baik. Hal demikian sesuai dengan tujuan yang diharapkan peneliti dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui apakah ada pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa jurusan Tadris IPS FTK UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021.

56

B. Saran

Untuk melengkapi penulisan skripsi ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran yang sekiranya dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi jurusan Tadris IPS FTK UIN Mataram.

Saran-saran tersebut adalah:

1. Kepada Dosen

Dosen pengampu mata kuliah-mata kuliah yang erat kaitannya dengan hitung menghitung atau mengolah angka, seperti pengantar akuntansi, hendaknya mengetahui tingkat kecerdasan logis-matematis mahasiswanya, sehingga mampu membuat perencanaan pembelajaran pengantar akuntansi yang lebih sesuai atau tepat.

2. Kepada mahasiswa

Seorang mahasiswa hendaknya megetahui kecerdasan logis- matematisnya sendiri, serta terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga akan termotivasi untuk dapat meningkatkan kecerdasan logis-matematisnya.

3. Ketua jurusan

Ketua jurusan hendaknya mengetahui tingkat kecerdasan logis- matematis mahasiswanya, sehingga mampu mengambil tindakan ke depan demi kemajuan bersama terutama dalam peningkatan keceerdasan logis-matematis mahasiswa.

4. Kepada Peneliti selanjutnya

Diharapkan dapat mengembangkan dan menyempurnakan

Dokumen terkait