• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Penganalisisan data merupakan suatu proses lanjutan dari kegiatan pengumpulan dan penyajian data. Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data yang sudah ada. Dalam perspektif kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan peneliti setelah data dari responden terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan

kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021

Adapun tahap analisis data sebagai berikut:

a. Analisis tahap awal 1) Uji normalitas

Untuk menguji normalitas peneliti menggunakan SPSS

dengan metode uji Kolmogorov smirnov kita cukup mencari sig (signifikansi). Jika signifikansi kurang dari 0,5, maka kesimpulannya data tidak berdistribusi normal. Tetapi jika signifikansi lebih dari 0,5, maka kesimpulannya data berdistribusi normal.65

Adapun hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS dengan uji Kolmogorov smirnov adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4.

Hasil Output SPSS dengan rumus One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 10.09941494

Most Extreme Differences Absolute .081

Positive .081

Negative -.075

Test Statistic .081

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai Asymp. sig sebesar 0,200, jadi karena signifikasi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

2) Uji Homogenitas

Untuk uji homogenitas peneliti juga menggunakan program SPSS. Jika signifikansi kurang dari 0,5, maka kesimpulannya data tidak homogen atau tidak sama. Tetapi jika signifikansi lebih dari

65Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian. (Mataram: Jurusan PendidikanMatematika FITK IAIN Mataram, 2013). hal. 140

0,5, maka kesimpulannya data homogeny atau sama. Adapun hasil uji homogenitas dengan program SPSS sebaga berikut:

Tabel. 4.5

Hasil output SPSS uji Homogenitas X

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.220 7 21 .336

Berdasarkan hasil uji SPSS diatas diketahui bahwa signifikansi variabel hasil belajar (Y) terhadap variabel kecerdasan logis matematis (X) =0.336 > 0,05, artinya data variabel hasil belajar (Y) berdasarkan variabel kecerdasan logis matematis (X) mempunyai varian yang sama.

b. Tekhnik uji hipotesis

Hipotesis statistik yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

Ha : Ada pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021.

Untuk mencari koefisien korelasinya adalah sebagai berikut:

Output Pertama dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS Tabel 4. 6

Hasil output SPSS Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .596a .355 .332 10.278

a. Predictors: (Constant), Angket

Berdasarkan output di atas diperoleh nilai R. Dalam regresi sederhana angka R menunjukan korelasi sederhana antara variabel X

terhadap Y. Angka R didapat 0,596, artinya korelasi antara variabel kecerdasan logis-matematis dengan hasil belajar pengantar akuntansi sebesar 0,596.

Untuk mengambil keputusannya didasarkan pada kriteria pengujian di bawah ini: Jika maka koefisien korelasi signifikan.

Jika , maka koefesien korelasi tidak signifikan.

Melihat taraf signifikansi 5% pada tabel r product moment dengan , maka diperoleh . Jadi 0,596>0,361, maka koefisien korelasi signifikan.

Kemudian untuk mencari persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

Output Kedua dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS Tabel 4.7

Hasil output SPSS Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 5.264 17.355 .303 .764

kecerdasan logis matematis

1.613 .411 .596 3.928 .001

a. Dependent Variable: hasil belajar

Berdasarka output di atas diperoleh nilai konstanta ( a) pada kolom B sebesar 5.264 dan koefisien regresi variabel kecerdasan logis- matematis (b) sebesar 1.613.

Beradasarkan hasil perhitungan dengan SPSS di atas diperoleh, yaitu a= 5.264 dan b= 1.613 Kemudian berdasarkan harga a dan b tersebut dapat dituliskan persamaan regresinya sebagai berikut

Y=5.264+1.613X atau hasil belajar matematika = 5.264+1.613 (kecerdasan logis matematis).

Persamaan ini dapat diprediksikan bahwa variabel kriterium Y rata-rata akan berubah sebesar 1.613 untuk setiap satu unit perubahan yang terjadi pada variabel prediktor.

Berdasarkan output di atas diketahui bahwa F hitung =15.425 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001, Apabila dikonsultasikan pada dengan db 1 dan 28 diperoleh 4,8 maka dan besarnya signifikansi adalah , maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa khususnya pada mata kuliah pengantar akuntansi di program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan

Untuk mencari residunya adalah sebagai berikut:

Output Ketiga dari Uji Analisis Regresi Linier Sederhana SPSS

Tabel. 4.8

Hasil output SPSS ANOVAa Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 1629.553 1 1629.553 15.425 .001b Residual 2957.947 28 105.641

Total 4587.500 29

a. Dependent Variable: hasil belajar

b. Predictors: (Constant), kecerdasan logis matematis

Keguruan UIN Mataram Tahun akademik 2020/2021 pada taraf signifikansi 5% .

Kemudian untuk melihat seberapa besar kontribusi kecerdasan logis matematis mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi di Program studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021, dapat dilihat pada output (Model Sumarry). Pada output (Model Sumarry) diperoleh

Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus Koefisien Determinasi yang dirumuskan

artinya kecerdasan logis-matematis memberikan kontribusi terhadap hasil belajar pengantar akuntansi sebesar 35,5% atau dapat disimpulkan hasil belajar pengantar akuntansi dipengaruhi oleh kecerdasan logis-matematis sebesar 35,5%.

Pengrauh yang dihasilkan dikategorikan sedikit, ini membuktikan bahwa responden dari penelitian ini rata-rata adalah orang yang tidak memiliki kecerdasan logis matematis yang menonjol, akan tetapi itu hanya dalam mata kuliah pengantar akuntansi saja, dalam mata kuliah yang lain ketika hasil belajar memuaskan pasti dipengaruhi oleh kecerdasan-kecerdasan yang lain. Jadi tidak bisa kita simpulkan ketika mahasiswa mendapatkan hasil belajar yang kurang baik di mata kuliah selain mata kuliah pengantar akuntasi itu karena kecerdasan logis matemastisnya kurang. Karena kecerdasan logis matematis ini memang kecerdasan dalam mengolah angka atau hitung menghitung.

2. Hasil Analisis

Berdasarkan analisa data, hasil perhitungan regresi linear sederhana dengan menggunakan program SPSS tentang pengaruh kecerdasan logis matematis (X) hasil belajar (Y) diperoleh persamaan regresi Berdasarkan pengujian hipotesis statistik

diperoleh nilai dan nilai 4,8 dengan

besar signifikansinya adalah 0.001 < 0.05, artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan kecerdasan logis-matematis terhadap hasil belajar pengantar akuntansi. Jadi persamaan regresi tersebut dapat digunakan untuk meramalkan besarnya variabel kriterium (Y) berdasarkan variabel prediktor (X).

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan logis matematis (variabel independen) terhadap hasil belajar matematika ekonomi (variabel dependen). Hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan regresi sebesar 15.425 lebih besar dengan F tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan N = 30 sebesar 4,6 berarti (15.425> 4,6).

Yang artinya lebih besar F hitung dengan F tabel. Sedangkan besarnya kontribusi pengaruh kecerdasan logis matematis siswa terhadap hasil belajar sebesar 35,5%.

Adapun persamaan regresi yang dapat disusun dari hasil analisis program SPSS adalah kecerdasan logis matematis (X) terhadap hasil

belajar mahasiswa (Y) yaitu Persamaan ini

menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit X akan mengakibatkan 1.613 unit kenaikan untuk Y. Artinya jika kecerdasan logis matematis mahasiswa tinggi, maka hasil belajar akan cenedrung baik. Hal demikian sesuai dengan tujuan yang diharapkan peneliti dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui apakah ada pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar mahasiswa jurusan Tadris IPS FTK UIN Mataram Tahun Akademik 2020/2021.

56

B. Saran

Untuk melengkapi penulisan skripsi ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran yang sekiranya dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi jurusan Tadris IPS FTK UIN Mataram.

Saran-saran tersebut adalah:

1. Kepada Dosen

Dosen pengampu mata kuliah-mata kuliah yang erat kaitannya dengan hitung menghitung atau mengolah angka, seperti pengantar akuntansi, hendaknya mengetahui tingkat kecerdasan logis-matematis mahasiswanya, sehingga mampu membuat perencanaan pembelajaran pengantar akuntansi yang lebih sesuai atau tepat.

2. Kepada mahasiswa

Seorang mahasiswa hendaknya megetahui kecerdasan logis- matematisnya sendiri, serta terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga akan termotivasi untuk dapat meningkatkan kecerdasan logis-matematisnya.

3. Ketua jurusan

Ketua jurusan hendaknya mengetahui tingkat kecerdasan logis- matematis mahasiswanya, sehingga mampu mengambil tindakan ke depan demi kemajuan bersama terutama dalam peningkatan keceerdasan logis-matematis mahasiswa.

4. Kepada Peneliti selanjutnya

Diharapkan dapat mengembangkan dan menyempurnakan

kekurangan yang ada dalam penelitian ini, sehingga mampu memberikan sumbangsih kepada dosen pengantar akuntansi khususnya, sehingga belajar pengantar akintansi akan menjadi asyik dan menyenangkan tanpa adanya ketegangan.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Efendi, Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung: Alfabeta, 2005.

Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian. Mataram: Jurusan Pendidikan Matematika FITK IAIN Mataram, 2013.

Anissatuz zahro. Pengaruh Kecerdasan Logis-matematis terhadap Hasil Belajar Matematika siswa kelas VIII Mts Aswaja Tunggangri tahun pelajaran 2014/2015.

Skripsi (Tunggangri, 2015).

Baharuddin & Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran.Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2010.

Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Herman Hujodo, Mengajar Belajar Matematika (Jakarta: Depetemen Pendidikan, 2003).

Heru Kurniawan & Ikhsan Nur Fahmi. Permainan Kreatif untuk Kecerdasan Majemuk Anak, (Jogjakarta: Diva Kids, 2015.

Husamah, dkk. Belajar dan Pembelajaran. (Malang: Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang, 2016).

http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php, diakses 8 Mei 2018 M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Jakarta:

Ghalia Indonesia, 2002.

Moh. Nazir, Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia, 2011.

M. Sobry Sutikno,

Lombok: Holistica,2013).

Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bandung: Rosdakarya, 2004)

Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003)

Nasution, Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Nurlail. Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Matematika Ekonomi Di Jurusan Pendidikan Ips Ekonomi Fitk Iain Mataram Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi (Mataram: IAIN Mataram, 2016).

Nursini Korelasi kecerdasan logis matematis dengan prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Al-

Skripsi (Mataram: IAIN Mataram, 2015/2016).

Purwa Atmaja Prawira, Psikologi Pendidikan Dalam Perspektif Baru. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2012.

Purwanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Untuk psikologi dan pendidikan.

Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2008.

Shomiatul Ula, Revolusi Belajar: Optimalisasi Kecerdasan melalui Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2013.

Yaumi, Muhammad dan Nurdin Ibrahim. Pembelajaran berbasis kecerdasan jamak mengidentifikasi dan mengembangkan multitalenta anak. Jakarta:

prenadamedia group, 2013.

Sugiono, Metode penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&F.

Bandung: Alfabeta, 2013.

______, Metode Penelitin Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Bandung:

Alfabeta, 2014.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

______, Prosedur Penelitian pendekatan praktik. Yogyakarta: Rineka Cipta, 2002.

LAMPIRAN - LAMPIRAN

DAFTAR INSTRUMEN ANGKET CIRI DAN KARAKTERISTIK KECERDASAN LOGIS MATEMATIS PADA MAHASISWA Nama :

NIM :

A. Pendahuluan

Penyebaran angket ini bertujuan untuk mendapatkan informasi atau gambaran tentang kecerdasan logis matematis mahasiswa.

B. Petunjuk

Tuliskan nama dan Nomor Induk Mahasiswa anda pada lembar angket yang telah disediakan

1. Pengisian angket atau quesioner tidak mempengaruhi nilai atau prestasi anda belajar di jurusan ini. Mengenai jawaban anda akan dirahasiakan oleh peneliti.

2. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini menurut keadaan yang sebenarnya dari option di bawah

Keterangan plihan jawaban:

A= Ya B= Tidak C. Pertanyaan

1. Apakah anda senang mengajukan pertanyaan tentang bagaimana sesuatu itu berjalan atau dilakukan?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah anda selalu berusaha disiplin dalam melaksanakan sesuatu?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah anda senang jka diarahkan dengan sistematis?

Ya b. Tidak

4. Apakah anda senang bermain catur?

a. Ya b. Tidak

5. Apakah anda senang melakukan percobaan pada mata pelajaran sains?

a. Ya b. Tidak

6. Apakah anda senang menyimpan sesuatu dengan rapi dan teratur?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah anda senang jika mendapat pengarahan secara sistematis?

a. Ya b. Tidak

8. Apakah anda suka menata ruangan dengan teratur?

a. Ya b. Tidak

9. Apakah ketika anda menyelesaikan sesuatu harus sesuai dengan target yang telah anda buat?

a. Ya b. Tidak

10. apakah anda senang belajar matematika?

a. Ya b. Tidak

11. Apakah anda mengerjakan soal-soal hitungan dengan cepat?

a. Ya b. Tidak

12. Apakah anda senang dengan teka-teki yang rasional?

a. Ya b. Tidak

13. Jika memakai komputer apakah anda senang bekerja melalui program data base?

a. Ya b. Tidak

14. Apakah anda tidak merasa puas jika sesuatu yang dilakukan atau dipelajari tidak memberikan makna dalam kehidupan?

a. Ya b. Tidak

15. Apakah anda termasuk orang yang sulit mengerjakan soal baru jika pertanyaan sebelumnya belum dijawab?

a. Ya b. Tidak

16. Apakah anda termasuk orang yang disiplin terhadap jadwal?

a. Ya b. Tidak 17.

a. Ya b. Tidak

18. Apakah anda suka memecahkan masalah puzzle?

a. Ya b. Tidak

19. Apakah anda selalu ingin tahu bagaimana sesuatu bekerja?

a. Ya b. Tidak

20. Apakah anda menyukai sains?

a. Ya b. Tidak

21. Apakah anda senang mengolah data dengan Microsoft Excel?

a. Ya b. Tidak

22. Apakah anda pernah membuat atau menulis visi dan misi hidup anda dalam sebuah buku?

a. Ya b. Tidak

23. Apakah anda senang belajar dalam keadaan barang tidak tertata rapi?

a. Ya b. Tidak

24. Ketika teman anda menceritakan masalahnya kepada anda, apakah anda sering memberikan solusi terkait masalahnya tersebut?

a. Ya b. Tidak

25. Apakah anda senang bermain tebak gambar?

a. Ya b. Tidak

DATA NILAI MATA KULIAH PENGANTAR AKUNTANSI Nama : Cantika

NIM : 190105001

Nama : Buyung Nasution NIM : 190105035

Nama : Nur Aida NIM : 190105045

Nama : Nelis Fitria Ningsih NIM : 190105156

Nama: Rahmat Ridwan NIM: 190105061

KORELASI PRODUCT MOMENT (r)

N

Taraf

Signifikan N

Taraf

Signifikan N

Taraf Signifikan

5% 1% 5% 1% 5% 1%

3 0,997 0,999 27 0,381 0,487 55 0,266 0,345 4 0,950 0,990 28 0,374 0,478 60 0,254 0,330 5 0,878 0,959 29 0,367 0,470 65 0,244 0,317 6 0,811 0,917 30 0,361 0,463 70 0,235 0,306 7 0,754 0,874 31 0,355 0,456 75 0,227 0,296 8 0,707 0,834 32 0,349 0,449 80 0,220 0,286 9 0,666 0,798 33 0,344 0,442 85 0,213 0,278 10 0,632 0,765 34 0,339 0,436 90 0,207 0,270 11 0,602 0,735 35 0,334 0,430 95 0,202 0,263 12 0,576 0,708 36 0,329 0,424 10 0,195 0,256 13 0,553 0,684 37 0,325 0,418 12 0,176 0,230 14 0,532 0,661 38 0,320 0,413 15 0,159 0,210 15 0,514 0,641 39 0,316 0,408 17 0,148 0,194 16 0,497 0,623 40 0,312 0,403 20 0,138 0,181 17 0,482 0,606 41 0,308 0,398 30 0,113 0,148 18 0,468 0,590 42 0,304 0,393 40 0,1098 0,128 19 0,456 0,575 43 0,301 0,389 50 0,088 0,115 20 0,444 0,561 44 0,297 0,384 60 0,080 0,105 21 0,433 0,549 45 0,294 0,380 700 0,074 0,097 22 0,423 0,537 46 0,291 0,376 800 0,070 0,091 23 0,413 0,526 47 0,288 0,372 900 0,065 0,086 24 0,404 0,515 48 0,284 0,368 1000 0,062 0,081 25 0,396 0,505 49 0,281 0,364

26 0,388 0,496 50 0,279 0,361

Dokumen terkait