• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Deskripsi Data dan Analisis Data

2. Deskripsi dan Analisis Atas Data Yang Bersumber

Berikut ini adalah deskripsi data mengenai hasil angket yang bersumber dari siswa kelas X dan kelas XI PKBM Himmata Jakarta Utara dengan membuat tabulasi yang merupakan proses mengubah data diri dari instrumen pengumpulan data (angket) menjadi tabel-tabel angka (presentase) dapat dilihat dari kriteria yang disuguhkan dalam bentuk tabel-tabel, dan juga disertai analisis atas data yang telah didapat.

Tabel 4.5

Saya dapat mengerjakan tugas sampai dengan selesai tanpa berhenti

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 8 47%

2 Sering 3 18%

3 Kadang – Kadang 6 35%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

64 Hasil wawancara dengan guru PKBM Himmata Jakarta Utara

65 Hasil wawancara dengan guru PKBM Himmata Jakarta Utara

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa menurut siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu mengerjakan tugas sampai dengan selesai tanpa berhenti maksudnya tidak melewati nomor sebelumnya. Dari 17 responden 8 atau 47% menyatakan bahwa selalu dapat mengerjakan tugas sampai dengan selesai tanpa berhenti. 3 atau 18% responden menyatakan bahwa siswa sering mengerjakan tugas sampai dengan selesai tanpa berhenti. 6 atau 35% responden menyatakan bahwa kadang-kadang siswa mengerjakan tugas sampai dengan selesai tanpa berhenti. Dengan demikian siswa mengerjakan tugas selalu berurutan sesuai nomor.

Tabel 4.6

Saya tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 1 6%

2 Sering 5 29%

3 Kadang – Kadang 10 59%

4 Tidak Pernah 1 6%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa menurut siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara kadang-kadang tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan. Dari 17 responden 1 atau 6% menyatakan bahwa selalu tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan. 5 atau 29%

menyatakan bahwa sering tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan. 10 atau 59% meyatakan bahwa tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan. 1 atau 6% menyatakan bahwa tidak pernah tidak dapat mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan. Jadi, kesimpulannya kadang- kadang siswa tidak mengerjakan tugas ketika mengalami kesulitan, oleh karena itu guru harus memberikan perhatian lebih kepada siswanya.

Tabel 4.7

Apabila ada tugas atau PR saya dapat mengerjakannya dengan baik

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 7 41%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 6 35%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa menurut siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu mengerjakan tugas atau pr dengan baik. Hal itu disebabkan pengaruh dari metode hypnoteaching untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Dari 17 responden 7 atau 41% menyatakan bahwa selalu mengerjakan tugas atau pr dengan baik. 4 atau 24% menyatakan bahwa sering mengerjakan tugas atau pr dengan baik. 6 atau 35% menyatakan bahwa kadang- kadang mengerjakan tugas atau pr. Jadi, metode hypnoteaching sangat diperlukan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengerjakan tugas.

Tabel 4.8

Saya dapat bersikap cukup puas terhadap prestasi yang telah dicapai

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 6 35%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 6 35%

4 Tidak Pernah 1 6%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu bersikap puas terhadap prestasi yang telah dicapai. Dari 17 responden 6 atau 35% menyatakan bahwa selalu bersikap puas terhadap prestasi yang telah dicapai. 4 atau 24% menyatakan bahwa sering bersikap puas terhadap prestasi yang telah dicapai. 6 atau 35% menyatakan bahwa kadang-kadang bersikap puas terhadap prestasi yang telah dicapai. 1 atau 6% menyatakan bahwa tidak pernah bersikap puas terhadap prestasi yang telah dicapai. Jadi, metode hypnoteaching lebih di tingkatkan lagi, karena yang menjawab selalu dan kadang- kadang jumlahnya sama. Oleh karena itu, guru dituntut lebih mendalam lagi dalam menggunakan metode hypnoteaching.

Tabel 4.9

Saya berminat untuk mencapai sebuah target dalam berprestasi

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 14 82%

2 Sering 3 18%

3 Kadang – Kadang 0 0%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu berminat untuk mencapai sebuah target dalam berprestasi.

Dari 17 responden 14 atau 82% menyatakan bahwa selalu berminat untuk mencapai sebuah target dalam berprestasi. 3 atau 18% menyatakan bahwa sering berminat untuk mencapai sebuah target dalam berprestasi. Jadi, dalam diri siswa harus di tanamkan sebuah target dalam mencapai prestasi. Metode hypnoteaching sangat diperlukan agar siswa lebih serius dalam mencapai target tersebut.

Tabel 4.10

Saya bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasi saya lebih baik dari siswa lain

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 9 53%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 3 18%

4 Tidak Pernah 1 6%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan kelas XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasinya lebih baik dari siswa lain. Dari 17 responden 9 atau 53% menyatakan bahwa selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasinya lebih baik dari siswa lain. 4 atau 24% menyatakan bahwa sering bersungguh- sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasinya lebih baik dari siswa lain. 3 atau 18% menyatakan bahwa kadang-kadang menyatakan bahwa bersungguh- sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasinya lebih baik dari siswa lain. 1 atau 6% menyatakan bahwa tidak pernah bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas agar prestasinya lebih baik dari siswa lain. Jadi, guru sudah menggunakan metode hypnoteaching dengan baik, dimana siswa selalu bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya sebagai seorang siswa. Metode hypnoteaching sangat membantu siswa untuk termotivasi dalam berprestasi di sekolahnya.

Tabel 4.11

Saya selalu mendapatkan hasil yang maksimal ketika belajar di rumah

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 2 12%

2 Sering 8 47%

3 Kadang – Kadang 7 41%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara sering mendapatkan hasil yang maksimal ketika belajar di rumah.

Dari 17 responden 2 atau 12% menyatakan bahwa selalu mendapatkan hasil yang maksimal ketika belajar di rumah. 8 atau 47% menyatakan bahwa sering mendapatkan hasil yang maksimal ketika belajar di rumah. 7 atau 41%

menyatakan bahwa kadang-kadang mendapatkan hasil yang maksimal ketika belajar di rumah. Jadi, metode hypnoteaching yang diterapkan di sekolah mendapat pengaruh ketika siswa belajar dirumah. Dan ketika mendapat tugas dari sekolah siswa termotivasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal bila dikerjakan di rumah.

Tabel 4.12

Saya tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 2 12%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 8 47%

4 Tidak Pernah 3 18%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara kadang-kadang tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri. Dari 17 responden 2 atau 12% menyatakan bahwa selalu tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri. 4 atau 24% menyatakan bahwa sering tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri. 8 atau 47% menyatakan bahwa kadang-kadang tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri. 3 atau 18% menyatakan bahwa tidak pernah tidak dapat mengerjakan tugas sekolah dengan bekerja sendiri. Jadi, guru harus lebih meningkatkan lagi metode hypnoteaching dalam pembelajaran agar siswa lebih termotivasi dalam bekerja sendiri dalam mengerjakan tugas ketimbang dengan bekerja sama dengan orang lain. Guru harus menanamkan sifat percaya diri terhadap siswa agar siswa lebih termotivasi.

Tabel 4.13

Saya dapat mengerjakan tugas sekolah itu dikerjakan di rumah

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 6 35%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 5 29%

4 Tidak Pernah 2 12%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu mengerjakan tugas sekolah itu dikerjakan di rumah. Dari 17 responden 6 atau 35% menyatakan bahwa selalu dapat mengerjakan tugas sekolah itu dikerjakan di rumah. 4 atau 24% menyatakan bahwa sering dapat mengerjakan tugas sekolah dikerjakan di rumah. 5 atau 29% kadang-kadang dapat mengerjakan tugas sekolah dikerjakan di rumah. 2 atau 12% menyatakan bahwa tidak pernah dapat mengerjakan tugas sekolah dikerjakan di rumah. Jadi, guru memberikan siswa tugas sekolah atau pr selalu dikerjakan dirumah. Metode hypnoteaching

sangat berperan agar siswa lebih termotivasi dalam mengerjakan tugas sekolah dikerjakan di rumah. Karena metode hypnoteaching di dalamnya mengajarkan tentang fokus, sehingga siswa lebih konsentrasi mengerjakan tugas sekolah di rumah.

Tabel 4.14

Saya dapat mempertahankan pengetahuan saya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi)

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 6 35%

2 Sering 8 47%

3 Kadang – Kadang 2 12%

4 Tidak Pernah 1 6%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa sering mempertahankan pengetahuan saya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi). Dari 17 responden 6 atau 35%

menyatakan bahwa selalu dapat mempertahankan pengetahuannya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi). 8 atau 47% menyatakan bahwa sering mempertahankan pengetahuannya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi). 2 atau 12% menyatakan bahwa kadang-kadang mempertahankan pengetahuannya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi). 1 atau 6% menyatakan bahwa tidak pernah mempertahankan pengetahuannya untuk dijadikan keyakinan dalam berargumen (diskusi). Jadi, di dalam metode pembelajaran hypnoteaching diajarkan bagaimana cara siswa berpendirian kuat, sehingga siswa tidak mudah tergoyah pada pendiriannya.

Tabel 4.15

Saya tidak mampu mempertahankan pengetahuan saya (ragu-ragu) ketika menjawab soal-soal

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 2 12%

2 Sering 5 29%

3 Kadang – Kadang 10 59%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X san XI di PKBM Himmata Jakarta Utara kadang-kadang tidak mampu mempertahankan pengetahuannya (ragu-ragu) ketika menjawab soal-soal. Dari 17 responden 2 atau 12%

menyatakan bahwa selalu tidak mampu mempertahankan pengetahuannya (ragu- ragu) ketika menjawab soal-soal. 5 atau 29% menyatakan bahwa sering tidak mampu mempertahankan pengetahuannya (ragu-ragu) ketika menjawab soal-soal.

10 atau 59% menyatakan bahwa kadang-kadang tidak mampu mempertahankan pengetahuannya (ragu-ragu) ketika menjawab soal-soal. Jadi, perlu di tingkatkan lagi dalam penerapan metode hypnoteaching agar siswa selalu mampu mempertahankan pengetahuannya ketika menjawab soal-soal.

Tabel 4.16

Saya berdiskusi dengan siswa lainnya jika saya mengalami kesulitan dalam proses belajar

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 4 24%

2 Sering 7 41%

3 Kadang – Kadang 6 35%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara sering berdiskusi dengan siswa lainnya jika mengalami kesulitan dalam proses belajar. Dari 17 responden 4 atau 24% menyatakan bahwa selalu berdiskusi dengan siswa lainnya jika mengalami kesulitan dalam proses belajar. 7 atau 41% menyatakan bahwa sering berdiskusi dengan siswa lainnya jika mengalami kesulitan dalam proses belajar. 6 atau 35% menyatakan bahwa kadang-kadang berdiskusi dengan siswa lainnya jika mengalami kesulitan dalam proses belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran siswa di perbolehkan berdiskusi dengan siswa lainnya jika mengalami kesulitan. Karena dalam pembelajaran pasti ada masalah yang harus di diskusikan agar siswa lebih berfikir kritis.

Tabel 4.17

Apabila saya mengalami kesulitan belajar, saya lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 2 12%

2 Sering 10 59%

3 Kadang – Kadang 4 24%

4 Tidak Pernah 1 6%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara sering mengalami kesulitan belajar tetapi lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya. Dari 17 responden 2 atau 12% menyatakan bahwa selalu mengalami kesulitan belajar tetapi lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya. 10 atau 59% menyatakan bahwa sering mengalami kesulitan belajar tetapi lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya. 4 atau 24% menyatakan bahwa kadang-kadang mengalami kesulitan belajar tetapi lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya. 1 atau 6% menyatakan bahwa tidak pernah mengalami kesulitan belajar tetapi lebih suka bekerja keras untuk menyelesaikan dari pada beralih kepada kegiatan lainnya. Jadi, siswa berhak bekerja sendiri walaupun guru sudah menerapkan metode hypnoteaching dalam proses pembelajaran. Karena metode hypnoteaching untuk memberikan motivasi kepada siswa.

Tabel 4.18

Saya merasa tidak tertarik apabila guru memberikan soal terus-menerus

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 0 0%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 8 47%

4 Tidak Pernah 5 29%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara kadang-kadang merasa kadang- kadang tidak tertarik apabila guru memberikan soal terus-menerus. Dari 17 responden 4 atau 24% menyatakan bahwa sering merasa tidak tertarik apabila guru memberikan soal terus-menerus. 8 atau 47% menyatakan bahwa kadang-kadang merasa tidak tertarik apabila guru memberikan soal terus-menerus. 5 atau 25% menyatakan bahwa tidak pernah merasa tidak tertarik apabila guru memberikan soal terus menerus. Jadi, seorang guru harus pintar dalam mencari metode yang membuat siswa merasa senang dalam proses pembelajaran. Jangan sampai siswa merasa bosan dengan apa yang diajarkan oleh guru, sehingga pelajaran yang diajarkan tidak masuk ke dalam otak.

Tabel 4.19

Guru anda merupakan pribadi yang menyenangkan

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 1 6%

2 Sering 3 18%

3 Kadang – Kadang 9 53%

4 Tidak Pernah 4 24%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara kadang-kadang berpendapat guru yang mengajarkan metode hypnoteaching merupakan pribadi yang menyenangkan. Dari 17 responden 1 atau 6% menyatakan bahwa guru yang mengajarkan menggunakan metode hypnoteaching selalu merupakan pribadi yang tidak menyenangkan. 3 atau 18%

menyatakan bahwa guru yang mengajarkan menggunakan metode hypnoteaching sering merupakan pribadi yang tidak menyenangkan. 9 atau 53% menyatakan bahwa guru yang mengajarkan menggunakan metode hypnoteaching kadang- kadang merupakan pribadi yang tidak menyenangkan. 4 atau 24% menyatakan bahwa guru yang mengajarkan menggunakan metode hypnoteaching tidak pernah merupakan pribadi yang tidak menyenangkan. Jadi, seorang guru yang menggunakan metode hypnoteaching harus disenangi oleh siswanya karena akan berpengaruh pada siswa tersebut. Motivasi timbul juga karena gurunya.

Tabel 4.20

Saya nyaman ketika berada di dalam kelas

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 6 35%

2 Sering 6 35%

3 Kadang – Kadang 5 29%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara selalu nyaman ketika berada di kelas. Dari 17 responden 6 atau 35%

menyatakan bahwa siswa selalu nyaman ketika berada di dalam kelas ketika metode hypnoteaching diterapkan. 6 atau 35% menyatakan bahwa siswa sering nyaman ketika berada di dalam kelas ketika metode hypnoteaching diterapkan. 5 atau 29% menyatakan bahwa kadang-kadang siswa nyaman ketika berada di dalam kelas ketika metode hypnoteaching diterapkan. Jadi, penggunaan metode hypnoteaching selalu bervariasi agar siswa selalu nyaman di kelas. Oleh karena itu, guru harus pintar berbahasa dengan baik agar perkataan-perkataan yang baik diserap oleh siswa.

Tabel 4.21

Saya nyaman berada di dalam kelas dan saya memahami pelajarannya

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 5 29%

2 Sering 10 59%

3 Kadang – Kadang 2 12%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara sering merasa nyaman berada di dalam kelas dan memahami pelajarannya. Dari 17 responden 5 atau 29% menyatakan bahwa selalu merasa nyaman di dalam kelas dan memahami pelajarannya. 10 atau 59% menyatakan bahwa sering nyaman berada di dalam kelas dan memahami pelajarannya. 2 atau 12% menyatakan bahwa kadang-kadang merasa nyaman di dalam kelas dan memahami pelajarannya. Kesimpulannya adalah seorang guru harus pandai dalam mencairkan suasana dalam belajar. Di PKBM Himmata sudah cukup bagus dalam membuat siswa nyaman berada di dalam kelas dan membuat siswa memahami pelajaran.

Tabel 4.22

Guru memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 11 65%

2 Sering 3 18%

3 Kadang – Kadang 2 12%

4 Tidak Pernah 1 5%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa guru selalu memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling. Dari 17 responden11 atau 65% menyatakan bahwa guru selalu memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling. 3 atau 18% menyatakan bahwa guru sering memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling. 2 atau 12% menyatakan bahwa guru kadang-kadang memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling. 1 atau 5% menyatakan bahwa guru tidak pernah memulai pelajaran dengan games, cerita inspiratif, maupun yelling. Kesimpulannya adalah guru berusaha selalu memulai pembelajaran dengan games, cerita inspiratif maupun

yelling. Dan hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam metode hypnoteaching, sehingga siswa lebih tertarik dalam pembelajaran di kelas.

Tabel 4.23

Anda adalah siswa yang tidak memiliki impian atau cita-cita

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 2 12%

2 Sering 1 6%

3 Kadang – Kadang 2 12%

4 Tidak Pernah 12 71%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa siswa di PKBM Himmata Jakarta Utara tidak pernah tidak memiliki impian atau cita-cita. Dari 17 responden 2 atau 12%

menyatakan bahwa siswa selalu yang tidak memiliki impian atau cita-cita. 1 atau 6% menyatakan bahwa siswa sering yang tidak memiliki impian atau cita-cita. 2 atau 12% menyatakan bahwa siswa kadang-kadang yang tidak memiliki impian atau cita-cita. 12 atau 71% siswa yang tidak pernah tidak memiliki cita-cita atau impian. Kesimpulannya adalah kebanyakan siswa di PKBM Himmata Jakarta Utara memiliki cita-cita atau impian. Oleh karena itu, guru sebagai motivator harus mendorong siswa agar cita-cita siswa tersebut tercapai.

Tabel 4.24

Guru selalu memberikan kata-kata positif kepada siswa-siswinya

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 11 65%

2 Sering 4 24%

3 Kadang – Kadang 2 12%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa guru selalu memberikan kata-kata positif kepada siswa-siswinya. Dari 17 responden 11 atau 65% menyatakan bahwa guru selalu memberikan kata-kata positif kepada siswa-siswinya. 4 atau 24% menyatakan bahwa guru sering memberikan kata-kata positif kepada siswa-siswinya. 2 atau 12% menyatakan bahwa guru kadang-kadang memberikan kata-kata positif kepada siswa-siswinya. Kesimpulannya adalah dalam penerapan metode hypnoteaching guru memberikan kata-kata positif terhadap muridnya. Kata-kata positif harus ditanamkan kepada muridnya agar yang dilakukan maupun terucap dari muridnya selalu hal yang positif, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar.

Tabel 4.25

Apakah guru kamu pernah berkata “kamu anak bodoh atau nakal”

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 1 6%

2 Sering 1 6%

3 Kadang – Kadang 4 24%

4 Tidak Pernah 11 65%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa guru tidak pernah berkata “kamu anak bodoh atau nakal”. Dari 17 responden 1 atau 6% menyatakan bahwa guru selalu berkata

“kamu anak bodoh atau nakal”. 1 atau 6% menyatakan bahwa guru sering berkata

“kamu anak bodoh atau nakal”. 4 atau 24% menyatakan bahwa kadang-kadang berkata “kamu anak bodoh atau nakal”. 11 atau 65% menyatakan bahwa guru tidak pernah berkata “kamu anak bodoh atau nakal”. Kesimpulannya adalah guru jangan sampai mengeluarkan kata-kata negatif kepada siswa, karena akan berdampak buruk terhadap motivasi belajar siswa.

Tabel 4.26

Proses pembelajaran di kelas sangat menyenangkan

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 3 18%

2 Sering 6 35%

3 Kadang – Kadang 8 47%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa kadang-kadang menyenangkan. Dari 17 responden 3 atau 18% menyatakan bahwa proses pembelajaran di kelas selalu menyenangkan. 6 atau 35% menyatakan bahwa proses pembelajaran di kelas sering menyenangkan. 8 atau 47% menyatakan bahwa proses pembelajaran di kelas kadang-kadang-kadang menyenangkan. Guru berperan penting di dalam kelas saat proses pembelajaran. Dimana siswa lebih mudah menerima pelajaran ketika proses pembelajaran sangat menyenangkan.

Tabel 4.27

Dengan menerapkan metode hypnoteaching siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 6 35%

2 Sering 6 35%

3 Kadang – Kadang 1 6%

4 Tidak Pernah 4 24%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa penerapan metode hypnoteaching membantu memahami materi yang diajarkan. Dari 17 responden 6 atau 35% menyatakan bahwa dengan menerapkan metode hypnoteaching siswa selalu memahami materi yang diajarkan. 6 atau 35% menyatakan bahwa dengan menerapkan metode hypnoteaching siswa sering memahami materi yang diajarkan. 1 atau 6%

menyatakan bahwa dengan menerapkan metode hypnoteaching siswa kadang- kadang memahami materi yang diajarkan. 4 atau 24% menyatakan bahwa dengan menerapkan metode hypnoteaching siswa tidak pernah memahami materi yang diajarkan. Dengan demikian sebagian besar siswa menyatakan penerapan metode hypnoteaching membantu mereka dalam memahami materi yang diajarkan. Hal

tersebut karena metode hypnoteaching merupakan metode yang menitik beratkan pada aspek fokus siswa.

Tabel 4.28

Metode hypnoteaching membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya

No Alternatif Jawaban F %

1 Selalu 8 47%

2 Sering 6 35%

3 Kadang – Kadang 3 18%

4 Tidak Pernah 0 0%

JUMLAH 17 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kelas X dan XI di PKBM Himmata Jakarta Utara menyatakan bahwa metode hypnoteaching selalu membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari 17 responden 8 atau 47% menyatakan bahwa metode hypnoteaching selalu membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. 6 atau 35% menyatakan bahwa metode hypnoteaching sering membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. 3 atau 18% menyatakan bahwa metode hypnoteaching kadang-kadang membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Selain menambah motivasi siswa dalam belajar, metode hypnoteaching juga membuat siswa lebih percaya diri. Sehingga siswa bisa menunjukan kelebihan skillnya di sekolah.

Dokumen terkait