• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Data Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

C. Deskripsif Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 37 responden melalui kuesioner yang telah disebarkan untuk mendapatkan jawaban pada setiap variabel maka dapat dikumpulkan rentang skor jawaban dari responden.

a. Deskripsi variabel self efficacy

Self efficacy merupakan suatu keyakinan mengenai kemampuan individu

untuk melakukan sesuatu hal ketika berada dalam berbagai macam kondisi dengan apapun keterampilan yang dimilikinya saat ini. Variabel X1 diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap self efficacy ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.3

Tanggapan responden mengenai self efficacy

No Pernyataan

Skor

Jumlah SS S KS TS STS

1 X1.1 25 12 - - ₋ 37

2 X1.2 21 16 - ₋ ₋ 37

3 X1.3 23 14 - ₋ ₋ 37

4 X1.4 26 11 - - - 37

5 X1.5 24 13 - - ₋ 37

Sumber :Data Diolah Tahun 2020 Keterangan :

X1.,1 : Karyawan mampu menyelesaikan tugas sesuai level tingkat kesulitannya.

X1.2 : Karyawan menjadikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah dan resiko setiap pekerjaan.

X1.3 : Karyawan memiliki sikap yakin dan optimis dalam bertindak

X1.4 : Karyawan menyelesaikan tugas dengan efektif sesuai tenggang waktu yang diberikan.

X1.5 : Karyawan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas.

Tabel 4.3, ditemukan jawaban dari pernyataan X1.1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 26 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menyelesaikan tugas sesuai level tingkat kesulitannya.

Dari pernyataan X1.2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 21 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menjadikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah dan resiko setiap pekerjaan.

Dari pernyataan X1.3 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 23 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki sikap yakin dan optimis dalam bertindak.

Dari pernyataan X1.4 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 26 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menyelesaikan tugas dengan efektif sesuai tenggang waktu yang diberikan.

Dari pernyataan X1.5 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 24 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas.

b. Deskripsi variabel soft skill

Soft skill merupakan kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang, tetapi dapat dikembangkan dengan maksimal dan dibutuhkan dalam dunia pekerjaan sebagai pelengkap dari kemampuan hard skills.

Variabel X2 diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap soft skill ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.4

Tanggapan responden terhadap soft skill No Pernyataan

Skor

Jumlah SS S KS TS STS

1 X2.1 23 14 - - ₋ 37

2 X2.2 25 12 - ₋ ₋ 37

3 X2.3 17 20 - ₋ ₋ 37

4 X2.4 22 15 - - - 37

5 X2.5 18 19 - - ₋ 37

Sumber :Data Diolah Tahun 2020 Keterangan :

X2.,1 : Karyawan mampu menjalin komunikasi yang baik terkait kejelasan informasi yang dibutuhkan pelanggan

X2.2 : Karyawan bisa bekerja secara individu maupun kelompok di setiap pekerjaan.

X2.3 : Karyawan tetap mengedepankan sikap profesional di setiap tugas yang dihadapi

X2.4 : Karyawan mampu menerapkan sikap 3 S (senyum,salam,sapa) dan menjaga etika saat memberi pelayanan

X1.5 : Karyawan mengedepankan moral baik menjaga lisan, sikap, dan sopan santun dalam memberi pelayanan

Tabel 4.4, ditemukan jawaban dari pernyataan X2.1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 23 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menjalin komunikasi yang baik terkait kejelasan informasi yang dibutuhkan pelanggan.

Dari pernyataan X2.2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 25 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, karyawan bisa bekerja secara individu maupun kelompok di setiap pekerjaan

Dari pernyataan X 2.3 responden cenderung memberikan jawaban setuju (S) dengan jumlah 20 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, karyawan tetap mengedepankan sikap profesional di setiap tugas yang dihadapi.

Dari pernyataan X2.4 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 22 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menerapkan sikap 3 S (senyum,salam,sapa) dan menjaga etika saat memberi pelayanan.

Dari pernyataan X 2.5 responden cenderung memberikan jawaban setuju (S) dengan jumlah 19 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mengedepankan moral baik menjaga lisan, sikap, dan sopan santun dalam memberi pelayanan.

c. Deskripsi variabel kinerja karyawan

hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Variabel Y diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap kinerja karyawan ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.5

Tanggapan responden terhadap kinerja karyawan No Pernyataan

Skor

Jumlah SS S KS TS STS

1 Y1 24 13 - - ₋ 37

2 Y2 25 12 - ₋ ₋ 37

3 Y3 21 16 - ₋ ₋ 37

4 Y4 25 12 - - - 37

5 Y5 23 14 - - ₋ 37

Sumber :Data Diolah Tahun 2020

Keterangan :

Y1 : Karyawan memiliki prestasi sebagai bentuk keberhasilan dalam menjalankan tugas.

Y2 : Karyawan menjadikan motivasi baik pada diri sendiri maupun dari orang lain sebagai alat pendukung setiap pekerjaan yang dihadapi Y3 : Menjadikan tanggung jawab sebagai prioritas dalam bekerja

Y4 : Karyawan bisa menunjukkan kualitas dan kuantitas di setiap tindakan Y5 : Karyawan memiliki motivasi, bertanggung jawab, kualitas/kuantitas, dan

prestasi berdasar pada hasil kerja yang telah ditunjukkan

Tabel 4.5, ditemukan jawaban dari pernyataan Y1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 24 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki prestasi sebagai bentuk keberhasilan dalam menjalankan tugas

Dari pernyataan Y2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 25 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menjadikan motivasi baik pada diri sendiri maupun dari orang lain sebagai alat pendukung setiap pekerjaan yang dihadapi.

Dari pernyataan Y3 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 21 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Menjadikan tanggung jawab sebagai prioritas dalam bekerja.

Dari pernyataan Y4 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 25 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan bisa menunjukkan kualitas dan kuantitas di setiap tindakan

Dari pernyataan Y5 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 23 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.

Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki motivasi, bertanggung jawab, kualitas/kuantitas, dan prestasi berdasar pada hasil kerja yang telah ditunjukkan.

2. Analisis Data

a. Pengujian validitas

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya.

Selain itu validates adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti.

Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur.

Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika teks tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah. Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item

total(skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor.

Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total.

Jika r hitung > r tabel maka dinyatakan valid, jika r hitung negatif, serta r hitung > r tabel, maka hal ini berarti item pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Untuk mendapatkan nilai r tabel maka terlebih dahulu menghitung nilai r dengan menggunakan rumus df = n-2 dimana n adalah jumlah sampel yang digunakan peneliti dengan taraf signifikansi 0.05 sehingga dapat diketahui nilai r tabel = 0,380

Tabel 4.6

Hasil Pengujian Validitas No.

Variabel

R hitung Nilai R table Keterangan Self efficacy (X1)

1 X1.1 0,645 0,324 Valid

2 X1.2 0,775 0,324 Valid

3 X1.3 0.866 0,324 Valid

4 X1.4 0,899 0,324 Valid

5 X1.5 0,873 0,324 Valid

Soft Skill (X2)

7 X2.1 0,798 0,324 Valid

8 X2.2 0,865 0,324 Valid

9 X2.3 0,858 0,324 Valid

10 X2.4 0,811 0,324 Valid

11 X2.5 0,779 0,324 Valid

Kinerja Karyawan (Y)

15 Y1.1 0,865 0,324 Valid

16 Y1.2 0,876 0,324 Valid

17 Y1.3 0.680 0,324 Valid

18 Y1.4 0,846 0,324 Valid

19 Y1.5 0,770 0,324 Valid

Sumber :Data Diolah Tahun 2020

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan keseluruhan item variabel dengan nilai r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 0.05 maka dapat disimpulkan

keseluruhan item valid sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.

b. Pengujian Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bisa digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Pada umumnya seluruh instrumen dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha >

0.600.

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Keterangan

Self Efficacy 0.870 Reliabel

Soft Skill 0.880 Reliabel

Kinerja Karyawan 0.865 Reliabel

Sumber :Data Diolah Tahun 2020

Pada tabel 4.7 dapat dilihat bahwa seluruh variabel dengan nilai cronbach alpha > 0,600 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh instrument variabel reliabel atau handal sehingga layak untuk digunakan sebagai alat ukur.

c. Analisis regresi linear berganda

Analisis regresi linear berganda adalah model regresi linear dengan melibatkan lebih dari satu variabel bebas atau predictor. Analisis linear

berganda untuk mengetahui hubungan secara linear lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel satu dan lainnya dalam bentuk persamaan regresi. Tabel analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8

Hasil Regresi Linear Berganda Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.890 1.789 1.056 .298

Self Efficacy

.450 .128 .451 3.529 .001

Softskill .475 .123 .494 3.864 .000

a. Dependent Variable: kinerja karyawan

Berdasarkan tabel 4.8 dengan persamaan analisis regresi linear berganda dengan rumus sebagai berikut :

Y = 1,890+0,450X1+0,475X2

Dengan nilai konstanta 1,890 sehingga dapat dijelaskan bahwa hubungan variabel bebas menyebabkan kenaikan terhadap variabel terikat.

Hubungan X1 self efficacy dengan nilai koefisien regresi 0,450 menyebabkan kenaikan pada variabel Y, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy akan semakin meningkatkan kinerja karyawan.

Sedangkan hubungan X2 soft skill dengan nilai koefisien regresi 0,475 menyebabkan kenaikan pada variabel Y hal ini menyebabkan semakin tinggi soft skill maka kinerja karyawan semakin meningkat.

Besarnya pengaruh variabel bebas secara bersamaan terhadap variabel terikat dapat dilihat melalui tabel korelasi berganda berikut

Tabel 4.9

Koefisien Detereminan Model Summary Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .899a .809 .798 .880

a. Predictors: (Constant), Soft skill, Self Efficacy

Tabel 4.9 nilai R = 0,899 hal ini menandakan bahwa variabel X1 (self efficacy) dan variabel X2 (soft skill) memiliki hubungan kuat terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Nilai R2 = 0,798 hal ini menandakan bahwa naik atau turunnya variabel Y (kinerja karyawan) dipengaruhi oleh X1 (self efficacy) dan variabel X2 (soft skill) sebesar 79,8% selebihnya 20,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

d. Pengujian

1. Uji Parsial (Uji t)

Ujian parsial atau dikenal dengan uji t adalah proses analisis data secara parsial, untuk menunjukan seberapa banyak pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Hasil uji parsial diketahui dengan membandingkan thitung dengan ttabel dengan signifikansi 0,05. t tabel dapat diketahui dengan rumus df = n-k , sehingga dapat ditentukan nilai t tabelsebesar 2,032. Setiap variabel dinyatakan berpengaruh signifikan jika thitung > ttabel

Pengujian variabel bebas dijelaskan sebagai berikut :

a. Pengaruh self efficacy terhadap kinerja karyawan

Berdasarkan tabel 4.8 t hitung = 3,529 dan t tabel = 2,032 (t hitung > t tabel ) sedangkan nilai sig 0,05 > 0,01 hal ini menunjukkan bahwa variabel X1

(self efficacy) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja karyawan) dengan taraf nyata 95 % atau signifikansi 0,05.

b. Pengaruh soft skill terhadap kinerja karyawan

Berdasarkan tabel 4.8 t hitung = 3,864 dan t tabel = 2,032 (t hitung > t tabel ) sedangkan nilai sig 0,05 > 0,00 hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 (soft skill) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja karyawan) dengan taraf nyata 95 % atau signifikansi 0,05.

2. Uji model (Uji F)

Uji model atau biasa disebut uji anova atau uji F adalah proses analisis data secara serentak untuk mengetahui semua pengaruh variabel bebas secara bersama sama. Hasil uji model diketahui dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel taraf nyata atau signifikansi 0,05, Ftabel diketahui dengan melihat F tabel = 3,28. Uji anova dilihat pada gambar berikut :

Table 4.10

Hasl Uj Model/Simultan ANOVAa

Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 111.375 2 55.688 71.990 .000b

Residual 26.301 34 .774

Total 137.676 36

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

b. Predictors: (Constant), Softskill, Self Efficacy

Tabel 4.10menunjukkan F hitung = 71.99 > F tabel = 3,28 (F hitung > F tabel) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

e. Hasil pengujian hipotesis

1. H1 Self efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

Hasil uji parsial (uji t) pada tabel 4.8 menunjukkan t hitung > t tabel dan sig 0,05

> 0,01 oleh karena itu H1 diterima dan HO ditolak sehingga dapat dipastikan bahwa variabel X1 (self efficacy) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah diteliti oleh Mukrodi dengan judul “Pengaruh efikasi diri terhadap kinerja karyawan PT. Expres Kencana Lestari, Depok” dengan hasil uji parsial, t hitung > t tabel (5,532 > 2,008)

2. H2 Soft skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

Hasil uji parsial (uji t) pada tabel 4.8 menunjukkan t hitung > t tabel dan sig 0,05

> 0,00 oleh karena itu H2 diterima dan HO ditolak sehingga dapat dipastikan bahwa variabel X2 (soft skill) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah diteliti oleh Harianto dengan judul “Pengaruh Soft skill dan komitmen terhadap kinerja karyawan perusahaan wilayah Pasuruan” dengan hasil uji parsial, t hitung >

t tabel (2,494 > 1,990).

3. H3 Self efficacy dan soft skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

hasil uji anova (uji f) nilai F hitung > F tabel oleh karena itu H3 diterima dan HO

sehingga dapat dipastikan bahwa seluruh variabel bebas (X1 dan X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Self efficacy merupakan rasa percaya diri seseorang atas dasar keyakinan mampu menghadapi berbagai macam kondisi yang terjadi untuk menyelesaikan masalah agar tujuan yang diinginkan tercapai. PT. Astra International. Tbk- Honda, cabang Pangkajene sidrap merupakan perusahaan bisnis otomotif, penjualan kendaran dan layanan jasa tentunya diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan. Karyawan menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan oleh karena itu efikasi diri yang pada dasarnya menanamkan rasa percaya diri mampu menghadapi tantangan perlu diperhatikan agar tujuan bisa tercapai sesuai harapan. Hasil pengujian parsial maupun uji anova menunjukkan seluruh variabel berpengaruh signifikan secara serentak maupun pengujian secara parsial, variabel soft skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah diteliti oleh Mukrodi dengan judul

“Pengaruh efikasi diri terhadap kinerja karyawan PT. Expres Kencana Lestari, Depok” dengan hasil uji parsial, t hitung > t tabel (5,532 > 2,008). Hal ini dikarenakan beban kerja yang cukup tinggi akan teratasi dengan sikap percaya diri dan rasa yakin pada karyawan mampu menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Soft skill merupakan keterampilan komunikasi atau interaksi untuk saling memahami kebutuhan satu sama lain. Sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan jasa keterampilan komunikasi, profesionalisme, etika, dan moral menjadi hal yang paling utama ketika memberikan pelayanan agar pelanggan merasa nyaman sebagai daya tarik agar saling menguntungkan satu sama lain.

Dari hasil yang didapatkan peneliti berdasarkan fakta setelah melakukan uji hipotesis variabel X2 (soft skill) berpengaruh signifikan dengan variabel Y (kinerja karyawan) baik melalui pengujian parsial maupun secara bersamaan dengan variabel bebas lainnya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah diteliti oleh Harianto dengan judul “Pengaruh Soft skill dan komitmen terhadap kinerja karyawan perusahaan wilayah Pasuruan” dengan hasil uji parsial, t hitung > t tabel (2,494 > 1,990) dan hasil uji model, F hitung > F tabel (90,476 > 3,120). Hal ini dikarenakan kinerja karyawan akan jauh lebih baik jika karyawan mampu membangun komunikasi dan relasi baik kepada pelanggan maupun kepada sesama karyawan.

63 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan judul pengaruh self efficacy dan soft skill terhadap kinerja karyawan pada PT. Astra Internationa. Tbk-Honda cabang Pangkajene,Sidrap yang telah dianalisis dan diuji secara statistik maka dapat disimpulkan :

1. Hasil uji parsial masing masing variabel bebas berpengaruh positif signifikan terhadap variabel terikat dengan instrumen masing masing item variabel dinyatakan valid dan handal.

2. Hasil uji anova menunjukan seluruh variabel bebas secara simultan atau bersamaan berpengaruh positif signifikan terhadap variabel bebas.

B. Saran

Dari hasil penelitian dan kesimpulan, peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai yang dapat dijadikan bahan evaluasi jika dibutuhkan di kemudian hari ,sebagai berikut :

1. Karyawan PT. Astra International. Tbk-Honda cabang Pangkajene,Sidrap diharapkan tetap mempertahankan sikap optimis, semangat tinggi, dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.

2. PT. Astra International. Tbk-Honda cabang Pangkajene,Sidrap diharapkan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak terutama kepada pelanggan.

3. PT. Astra Internationa. Tbk-Honda cabang Pangkajene,Sidrap diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan model excellent service dengan standar kualitas layanan seperti rasa peduli demi terpenuhinya rasa puas dari pelanggan.

DAFTAR PUSTAKA

Aly, Abdullah. (2017) Pengembangan Pembelajaran Karakter Berbasis Soft Skills di Perguruan Tinggi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Amzar yulianto.Widarto. 2015. Pengaruh Keaktifan Siswa Berorganisasi

Terhadap Peningkatan Soft Skills dan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Mesin UNY, Vol 3. No 5. 2015

Arnold & Stern. 2006. What Is Medical Professionalism? In Stern DT.Ed.

Measuring Professionalisme.New York NY :Oxford University Press Inc

Ariani,y. 2015. Hubungan antara motivasi dengan efikasi diri. Fakultas ilmu keperawatan UI : depok

Azwar, Saifuddin. 2014. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Chamdani, Muhammad. 2017. Penerapan Mind Map Pada Mata Kuliah Perkembangan Belajar Peserta Didik Untuk Pengembangan Soft skill Mahasiswa PGSD. Djiwa Cendekia

Dede rahmat hidayat (2012,hlm 150). Psikologi Kepribadian Dalam Konseling.

Jakarta : Indeks

Dewi, s. 2007.Teamwork Cara Menyenangkan Membangun Tim Impian.Bandung : Progressio

Elfindri, dkk, 2010, Soft Skill Untuk Pendidik, Pranitha Offset, Baduose Media Edison. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke-1.Bandung :

Alfabeta

Friedman & Schustack dalam Ujang Zaenudin .2015. Kepribadian : Teori klasik dan riset modern. Jakarta : Erlangga

Gufron dalam Rini (2010 : 75 ). Teori-teori Psikologi. Arrus Media : Jakarta Ghozali, Imam, 2011. Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program

SPSS.Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hendrian. 2017. Hard Skill dan Soft Skills Matematik Siswa. Bandung : Refika Aditama

Irham Fahmi, 2018. Manajemen Kinerja Teori dan Aplikasi. Cetakan Ke V.

Bandung : Alfabeta

King, dalam Sulistyowati. 2016. Psikologi umum : Sebuah pandangan apresiatif.

Salemba Humanika : Jakarta

Kurniyawati. 2012. Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi belajar siswa.

Naskah Publikasi

Kusmiran, Eny. 2015. Soft Skills Caring Dalam Pelayanan Keperawatan. Trans Info Media: Jakarta

Mawanti, Dwi.2011. Studi Efikasi Diri Mahasiswa yang Bekerja Pada Saat Penyusunan.Skripsi.Semarang : Fakultas Tarbiyah

Merideth dalam Triana. 2017. Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogic guru dan dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa. Jurnal sosio humaniora : MTS Ibadurrahman Lombok Tengah

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya

Robbin & Judge. 2015. Perilaku organisasi : Edisi 16. Jakarta : Salemba

Pajares dalam Kumalasari. 2015. Hubungan antara efikasi diri dengan perilaku menyontek. Skripsi : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Suseno, Agus. 2012. “Konsep Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Dalam Film The Miracle Worker” (skripsi S1 Prodi Pendidikan Agama Islam). Surakarta : FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Sulistiyani.2008. Kepemimpinan Profesional Pendekatan Leadership

Games.Jakarta : Gava Media

Sumijatun. 2011. Membudayakan Etika Dalam Praktik Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Suhartini.2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Berwiraswasta.Yogyakarta : Jurnal Studi Pada Mahasiswa PGRI

Sailah. 2008. Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D.bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung : IKAPI Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :

Alfabeta

Soetrisno Edy. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kencana : Jakarta Wibowo. 2009. Prophetic Soft Skill Untuk Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0.

Jurnal Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Widhiarso.2009. Revolusi Soft Skills Dalam Pembelajaran.Yogyakarta : Paper Sarasehan Evaluasi Pembelajaran

.

L

A

M

P

I

R

A

N

KUESIONER PENELITIAN

● Pendahuluan

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjadi Responden dalam penelitian ini. Daftar pertanyaan ini dibuat dengan maksud mengumpulkan data dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul : “Pengaruh Self Efficacy dan Soft Skill Terhadap Kinerja Karyawan”, dengan melakukan studi pada Universitas Muhammadiyah Makassar.

● Identitas Responden

● Nama Responden : (Boleh dirahasiakan)

● Jenis Kelamin :

● Usia : ( ) 25-35 ( ) 36-45 ( ) 46 55 ( ) > 56

● Penghasilan/bulan : ( ) Rp. 2.000.000 – Rp. 5.000.000 ( ) Rp. 6.000.000 – Rp. 10.000.000 ( ) Rp. 11.000.000 – Rp. 15.000.000 ( ) > Rp. 15.000.000

● Petunjuk Isian :

Berilah tanda ( ) pada kotak alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai dengan pikiran anda! pilihan jawaban :

Nilai :

a. Sangat Setuju (SS) = 5

b. Setuju (S) = 4

c. Kurang Setuju (KS) = 3

d. Tidak Setuju (TS) = 2 e. Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 1. Self Efficacy

No Pertanyaan Tanggapan Responden

SS S KS TS STS 1 Karyawan mampu menyelesaikan tugas sesuai level

tingkat kesulitannya

2 Karyawan menjadikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah dan resiko setiap pekerjaan 3 Karyawan memiliki sikap yakin dan optimis dalam

bertindak

4 Karyawan menyelesaikan tugas dengan efektif sesuai tenggat waktu yang diberikan

5 Karyawan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas

2. Soft Skill

No Pertanyaan Tanggapan Responden

SS S KS TS STS 1 Karyawan mampu menjalin komunikasi yang baik

terkait kejelasan informasi yang dibutuhkan pelanggan 2 Karyawan bisa bekerja secara individu maupun

kelompok di setiap pekerjaan

3 Karyawan tetap mengedepankan sikap profesional di setiap tugas yang dihadapi

4 Karyawan mampu menerapkan sikap 3 S (senyum,salam,sapa) dan menjaga etika saat memberi pelayanan

5 Karyawan mengedepankan moral baik menjaga lisan, sikap, dan sopan santun dalam memberi pelayanan

Dokumen terkait