BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Pratiwi Putu (2017)
pemoderasi organisasional
sebagai pemoderasi
5 Ratnasari Hani, Yustina Nancy (2018)
Hubungan efikasi diri dengan kinerja karyawan PT.
Metraplasa
-Efikasi diri -Kinerja karyawan
Efikasi diri
berpengaruh positif 1,656 signifikansi 5% dengan kinerja karyawan
C. KERANGKA KONSEP
Kerangka konsep adalah sebuah model berupa konsep atau gambaran biasanya dalam bentuk diagram atau skema hubungan antar variabel bebas dan terikat. Kerangka pikir ditunjukkan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Self efficacy (X1)
1. Tingkatan tugas (Triana : 2017) 2. Pengalaman
(Ariani : 2015) 3. Keyakinan
(Jaenuddi : 2015) 4. Efektifitas
(Kurniyawati : 2012)
5. Semangat
(Robbin & Judge : 2015)
Soft skill (X2) 1. Keterampilan
komunikasi (Arifin : 2008) 2. Kerjasama
(Dewi : 2007) 3. Profesional
(Almond & Stern : 2006)
4. Etika (Sumijatun : 2011) 5. Moral
(Wibowo : 2009)
Kinerja karyawan(Y) 1. Prestasi
(Edison : 2016) 2. Motivasi
(Irham Fahmi: 2018) 3. Tanggung jawab
(Sutrisno : 2016) 4. Kualitas dan kuantitas
(Irham Fahmi:
2018) 5. Hasil kerja
(Irham Fahmi : 2018)
D. HIPOTESIS
Berdasarkan uraian kerangka pikir maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Diduga self efficacy berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan 2. Diduga soft skill berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan 3. Diduga self efficacy dan soft skill berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja karyawan
32 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian menurut jenis data dan analisisnya, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian berupa angka atau data yang dapat dikonversi menjadi angka diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah responden secara tertulis mengenai efikasi, softskill, dan kinerja pada perusahaan yang menjadi objek penelitian.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian adalah objek atau tempat diadakannya penelitian, lokasi yang dituju peneliti yaitu PT. Astra International. Tbk-Honda cabang Pangkajene, Sidrap, Jalan Jend. Sudirman, Kec. Maritengngae, Kel. Pangkajene, Kab.
Sidenreng Rappang. Sedangkan waktu penelitian adalah jangka waktu yang diperlukan peneliti, waktu yang diperlukan adalah 2 bulan, terhitung sejak November 2020 sampai Januari 2021.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Self efficacy (X1)
Self efficacy merupakan rasa percaya diri seseorang atas dasar keyakinan mampu menghadapi berbagai macam kondisi yang terjadi untuk menyelesaikan masalah agar tujuan yang diinginkan tercapai.
2. Soft Skill (X2)
Soft skills adalah keterampilan komunikasi atau interaksi sosial antar manusia sebagai cara yang efektif untuk saling memahami kebutuhan satu sama lain
3. Kinerja Karyawan (Y)
Kinerja adalah hasil yang diperoleh seseorang dalam melakukan pekerjaannya dalam waktu tertentu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan oleh suatu organisasi.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017:80), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.
Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Astra International. Tbk- Honda Cabang Pangkajene, Sidrap berjumlah 37 orang.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2017:81) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi”. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan
sebagai sampel. Teknik sampling jenuh digunakan jika jumlah sampel kurang dari seratus orang untuk penelitian yang membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan kecil, sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 37 orang.
E. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah proses mengumpulkan atau menghimpun data dengan cara-cara tertentu, dengan cara sebagai berikut:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan beberapa pertanyaan dan pernyataan secara tertulis kepada sasaran responden.
2. Studi lapangan
Metode pengumpulan data ini dimana peneliti terjun langsung untuk mengamati lokasi penelitian guna mengumpulkan data-data yang diperlukan.
3. Dokumen
Metode pengumpulan data yang diperoleh bersumber dari dokumen yang didapatkan dari perusahaan terkait yang dirasa mendukung kegiatan penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Metode analisis data kuantitatif adalah bersifat deskriptif yaitu, kegiatan setelah data dari seluruh responden atau seluruh data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk
menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2016:147)”. Adapun teknik analisis yang digunakan yaitu:
1. Uji validitas
Menurut Saifuddin Azwar (2014) “validitas adalah sejauh mana akurasi pada suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi pengukurannya”. Hal ini digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya data yang diperoleh dari kuesioner.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali 2011:47).
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda adalah model regresi berganda jika variabel terikatnya berskala data interval atau rasio (kuantitatif atau numerik). Sedangkan variabel bebas pada umumnya juga berskala data interval atau rasio. Namun ada juga regresi linear dimana variabel bebas menggunakan skala data nominal atau ordinal,yang lebih lazim disebut dengan istilah data dummy. Maka regresi linear yang seperti itu disebut dengan istilah regresi linear dengan variabel dummy. Analisis regresi linear berganda diformulasikan dengan rumus sebagai berikut:
Y = a+
Dimana :
Y = Kepuasan pelanggan a = Nilai konstanta
= Koefisien regresi X1 = Efikasi diri
X2 = Soft skill G. Pengujian Hipotesis
Menurut Sugiyono (2012:70) “jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan hanya didasarkan pada teori relevan, belum didasarkan fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data”.
Uji hipotesis pada penelitian ini adalah uji parsial (uji t) dan. Uji t biasa disebut uji parsial untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara sendiri- sendiri terhadap variabel terikat sedangkan. Uji statistik digunakan untuk menunjukkan sejauh mana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Adapun pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah Uji parsial (uji t). Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial (individual) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel individu independen secara individu dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2009:88).
37 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil Perusahaan
PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Tipe sepeda motor yang pertama kali diproduksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia.
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Honda tahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston. Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi
perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini.
Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan.
Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik kedua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.
Dengan keseluruhan fasilitas ini PT Astra Honda Motor saat ini memiliki kapasitas produksi 4.3 juta unit sepeda motor per tahunnya, untuk permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat. Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara dunia pencapaian produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ketiga, setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.
Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelanggan sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai
suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.
Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu industri yang besar di Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor saja saat ini berjumlah sekitar 15.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya, yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa.
Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat memberikan kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. PT Astra Honda Motor akan terus berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Alamat kantor cabang yang menjadi objek peneliti adalah Jl. Jendral Sudirman, Kel. Pangkajene, Kec. Maritengngae, Kab. Sidenreng Rappang.
2. Visi dan Misi Organisasi a. Visi Perusahaan
1. Menjadikan salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan menekankan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui perkembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi.
2. Menjadikan perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.
b. Misi Perusahaan
Memberikan nilai tambah bagi para stakeholders. Menjadi perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dan ramah lingkungan.
3. Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sales
Office Head
AFSO
Kepala Mekanik
Sales Admin
Kasir
Driver Helper
Securty/OB
Front Desk
Mekanik
Outlet Leader
Team Leader
Conter Sales
Sales Admin
4. Tanggung Jawab dan Wewenang a. Sales Head Officer
1. Membawahi bidang marketing dan juga promosi.
2. Dibantu oleh beberapa salesman/marketing yang masing-masing memegang peranan area pemasarannya.
3. .Berkewajiban merangsang permintaan barang yang dipasarkan.
4. Membuat program-program penjualan.
b. Administration And Finance Sales Office (AFSO)
Bertanggung jawab langsung terhadap direktur utama dan menangani bidang administrasi, finance, dan personalia.
c. Kepala Mekanik
1. Menganalisa PKB dari service advisor untuk mendistribusikan pekerjaan kepada mekanik.
2. Mengawasi kerja mekanik sesuai PKB dan flate rate yang ditetapkan.
3. Membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi mekanik, dengan menjelaskan cara “Trouble Shooting“.
4. Mendukung mekanik dalam penyediaan suku cadang dan penyediaan tools.-Membuat laporan berkala mengenai job return, problem yang dihadapi untuk diserahkan pada atasan.
5. Memeriksa hasil kerja mekanik sesuai dengan PKB.
6. Menjelaskan pada pelanggan tentang kondisi kendaraan yang sedang diperbaiki.
d. Outlet Leader
1. Membuat jadwal kegiatan pekerjaan.
2. Memonitor atau memantau progress pekerjaan yang dilakukan tenaga ahli.
3. Bertanggung jawab dalam melaksanakan supervisi langsung tidak langsung kepada semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya.
4. Bertanggung jawab dalam melaksanakan koordinasi dalam membina kerja sama tim yang solid.
e. Team Leader
1. Bertanggung jawab dalam mencapai suatu target pekerjaan yang telah ditetapkan dan sesuai peraturan perusahaan.
2. Mengkoordinasi seluruh aktivitas tim dalam mengelola seluruh kegiatan.
3. Membimbing dan mengarahkan anggota tim dalam mempersiapkan semua yang diperlukan.
4. Melakukan pengecekan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.
f. Counter Sales
1. Bertanggung jawab langsung terhadap marketing manager.
2. Memegang peranan menjual/memasarkan sepeda motor honda di counter.
3. Menjalankan program-program penjualan.
g. Sales Admin
1. Menangani faktur penjualan.
2. Memantau pesanan yang sedang berlangsung.
3. Melayani pelanggan, yang mungkin memerlukan bantuan atas permintaan dan keluhan.
4. Administrator menyimpan catatan penjualan dan memperbaharui catatan pelanggan.
5. Memastikan target penjualan terpenuhi dan laporkan penyimpangan apapun.
h. Kasir
1. Melayani pelanggan yang akan melakukan semua transaksi pembayaran.
2. Mencatat semua pemasukan dan pengeluaran.
3. Menyimpan salinan slip/kwitansi pembayaran.
i. Driver/helper
Melakukan pengantaran unit kendaraan dan alat suku cadang kepada pelanggan yang melakukan pemesanan.
j. Front Desk
1. Menerima PKB yang telah selesai diproses oleh bengkel.
2. Melakukan pekerjaan Billing And Invoice Dari PKB yang telah dinyatakan selesai oleh Service Advisor.
3. Membuat registrasi Kuitansi Manual THS.
4. Mendistribusikan Kuitansi THS yang selesai (asli/sistem) kepada pelanggan sebagai pengganti Kuitansi Manual THS.
5. Melakukan monitoring terhadap PKB yang belum selesai (WIP).
k. Mekanik
1. Mengerjakan perbaikan/perawatan kendaraan sesuai perintah yang ada pada PKB,sesuai dengan standar pengerjaan dan standar K3 yang berlaku.
2. Mencatat pekerjaan yang dilakukan di kolom PKB dan mencatat waktu kerja (waktu mulai dan waktu penyelesaian pekerjaan) pada kertas kerja atau Check sheet yang berlaku untuk menentukan flate rate.
3. Menginformasikan kerusakan yang ditemukan di luar PKB pada Foreman/Karu untuk ditindak lanjuti.
4. Memeriksa ulang hasil kerjanya dan menyerahkan PKB yang telah diisi kepada Kepala Regu/Foreman untuk diperiksa.
5. Memelihara (menjaga kebersihan dan kelengkapan) peralatan kerja, menjaga kerapian dan kebersihan tempat kerjanya.
l. Salesmen
1. Bertanggung jawab langsung terhadap marketing manager.
2. Memegang peranan menjual/memasarkan sepeda motor honda sesuai area pemasarannya.
3. Menjalankan program-program penjualan.
B. Karakteristik Responden
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari
responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penghasilan per bulan.
Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi dari responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.
1. Berdasarkan Jenis Kelamin
Keragaman responden berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 24 64,9%
Perempuan 13 35,1%
Jumlah 37 100%
Sumber: hasil olah data kuesioner tahun 2020
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel 4.1 tersebut, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 38 orang dengan persentase sebesar 64,9% dan responden perempuan yaitu sebanyak 22 orang dengan persentase sebesar 35,1%. Sebagian besar responden yang ada adalah responden berjenis kelamin laki-laki. Hal tersebut dikarenakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dan pelayanan jasa otomotf memerlukan orang yang memiliki mental dan fisik yang kuat, selain itu laki-laki
secara umum dituntut untuk bekerja atau berpenghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
2. Berdasarkan Umur
Keragaman responden berdasarkan umur dapat ditunjukkan pada tabel 4.2 berikut ini:
Tabel 4.2
Responden Berdasarkan Umur
Umur Jumlah
Responden Persentase %
21-25 Tahun 6 16,2 %
26-30Tahun 21 56,8 %
> 30 Tahun 10 27,0 %
Total 37 100 %
Berdasarkan karakteristik umur responden pada tabel 4.3 tersebut, terlihat bahwa responden dengan umur umur 21-25 Tahun sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 16,2%, umur 26-30 Tahun sebanyak 21 orang dengan persentase sebesar 56,8%, umur di atas 30 Tahun sebanyak 10 orang dengan persentase sebesar 27,0%. Berdasarkan interval umur yang terbanyak adalah umur 26-30 Tahun dikarenakan umur tersebut merupakan usia kerja produktif serta fokus terhadap karir.
C. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 37 responden melalui kuesioner yang telah disebarkan untuk mendapatkan jawaban pada setiap variabel maka dapat dikumpulkan rentang skor jawaban dari responden.
a. Deskripsi variabel self efficacy
Self efficacy merupakan suatu keyakinan mengenai kemampuan individu
untuk melakukan sesuatu hal ketika berada dalam berbagai macam kondisi dengan apapun keterampilan yang dimilikinya saat ini. Variabel X1 diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap self efficacy ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.3
Tanggapan responden mengenai self efficacy
No Pernyataan
Skor
Jumlah SS S KS TS STS
1 X1.1 25 12 - - ₋ 37
2 X1.2 21 16 - ₋ ₋ 37
3 X1.3 23 14 - ₋ ₋ 37
4 X1.4 26 11 - - - 37
5 X1.5 24 13 - - ₋ 37
Sumber :Data Diolah Tahun 2020 Keterangan :
X1.,1 : Karyawan mampu menyelesaikan tugas sesuai level tingkat kesulitannya.
X1.2 : Karyawan menjadikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah dan resiko setiap pekerjaan.
X1.3 : Karyawan memiliki sikap yakin dan optimis dalam bertindak
X1.4 : Karyawan menyelesaikan tugas dengan efektif sesuai tenggang waktu yang diberikan.
X1.5 : Karyawan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas.
Tabel 4.3, ditemukan jawaban dari pernyataan X1.1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 26 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menyelesaikan tugas sesuai level tingkat kesulitannya.
Dari pernyataan X1.2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 21 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menjadikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah dan resiko setiap pekerjaan.
Dari pernyataan X1.3 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 23 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki sikap yakin dan optimis dalam bertindak.
Dari pernyataan X1.4 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 26 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menyelesaikan tugas dengan efektif sesuai tenggang waktu yang diberikan.
Dari pernyataan X1.5 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 24 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas.
b. Deskripsi variabel soft skill
Soft skill merupakan kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang, tetapi dapat dikembangkan dengan maksimal dan dibutuhkan dalam dunia pekerjaan sebagai pelengkap dari kemampuan hard skills.
Variabel X2 diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap soft skill ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.4
Tanggapan responden terhadap soft skill No Pernyataan
Skor
Jumlah SS S KS TS STS
1 X2.1 23 14 - - ₋ 37
2 X2.2 25 12 - ₋ ₋ 37
3 X2.3 17 20 - ₋ ₋ 37
4 X2.4 22 15 - - - 37
5 X2.5 18 19 - - ₋ 37
Sumber :Data Diolah Tahun 2020 Keterangan :
X2.,1 : Karyawan mampu menjalin komunikasi yang baik terkait kejelasan informasi yang dibutuhkan pelanggan
X2.2 : Karyawan bisa bekerja secara individu maupun kelompok di setiap pekerjaan.
X2.3 : Karyawan tetap mengedepankan sikap profesional di setiap tugas yang dihadapi
X2.4 : Karyawan mampu menerapkan sikap 3 S (senyum,salam,sapa) dan menjaga etika saat memberi pelayanan
X1.5 : Karyawan mengedepankan moral baik menjaga lisan, sikap, dan sopan santun dalam memberi pelayanan
Tabel 4.4, ditemukan jawaban dari pernyataan X2.1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 23 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menjalin komunikasi yang baik terkait kejelasan informasi yang dibutuhkan pelanggan.
Dari pernyataan X2.2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 25 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, karyawan bisa bekerja secara individu maupun kelompok di setiap pekerjaan
Dari pernyataan X 2.3 responden cenderung memberikan jawaban setuju (S) dengan jumlah 20 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, karyawan tetap mengedepankan sikap profesional di setiap tugas yang dihadapi.
Dari pernyataan X2.4 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 22 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mampu menerapkan sikap 3 S (senyum,salam,sapa) dan menjaga etika saat memberi pelayanan.
Dari pernyataan X 2.5 responden cenderung memberikan jawaban setuju (S) dengan jumlah 19 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan mengedepankan moral baik menjaga lisan, sikap, dan sopan santun dalam memberi pelayanan.
c. Deskripsi variabel kinerja karyawan
hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Variabel Y diukur dengan 5 pernyataan. Jawaban/tanggapan responden terhadap kinerja karyawan ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.5
Tanggapan responden terhadap kinerja karyawan No Pernyataan
Skor
Jumlah SS S KS TS STS
1 Y1 24 13 - - ₋ 37
2 Y2 25 12 - ₋ ₋ 37
3 Y3 21 16 - ₋ ₋ 37
4 Y4 25 12 - - - 37
5 Y5 23 14 - - ₋ 37
Sumber :Data Diolah Tahun 2020
Keterangan :
Y1 : Karyawan memiliki prestasi sebagai bentuk keberhasilan dalam menjalankan tugas.
Y2 : Karyawan menjadikan motivasi baik pada diri sendiri maupun dari orang lain sebagai alat pendukung setiap pekerjaan yang dihadapi Y3 : Menjadikan tanggung jawab sebagai prioritas dalam bekerja
Y4 : Karyawan bisa menunjukkan kualitas dan kuantitas di setiap tindakan Y5 : Karyawan memiliki motivasi, bertanggung jawab, kualitas/kuantitas, dan
prestasi berdasar pada hasil kerja yang telah ditunjukkan
Tabel 4.5, ditemukan jawaban dari pernyataan Y1 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 24 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan memiliki prestasi sebagai bentuk keberhasilan dalam menjalankan tugas
Dari pernyataan Y2 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 25 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Karyawan menjadikan motivasi baik pada diri sendiri maupun dari orang lain sebagai alat pendukung setiap pekerjaan yang dihadapi.
Dari pernyataan Y3 responden cenderung memberikan jawaban sangat setuju (SS) dengan jumlah 21 maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT.
Astra International Tbk-Honda cabang Sidrap, Menjadikan tanggung jawab sebagai prioritas dalam bekerja.